Di lingkungan tempat saya tinggal masih terdapat mitos yang diwariskan turun temurun dari orang tua kepada anaknya. Anda boleh percaya boleh tidak tergantung kepercayaan masing-masing. Kalau saya lebih melihatnya dengan logika dan dikembalikan kepada Allah SWT. Mitos yang saya dapat dimulai dari saat akan menikah hingga sekarang memiliki anak. Berikut saya rinci satu persatu.
Mitos sebelum menikah:
Tidak boleh menyapu. Alasannya akan mengusir rejeki, saya hanya tersenyum karena waktu itu saya sedang membantu orang rumah membersihkan rumah walaupun besoknya saya akan menikah
Mitos sewaktu hamil
Alasannya agar janin yang dikandung tidak hilang. Waktu itu saya disarankan untuk memakainya karena saya divonis blight ovum, tetapi saya tidak memakainya karena bagi saya rejeki anak dan lainnya sudah diatur oleh Allah, saya hanya berdoa ikhlas dan berserah diri terhadap apapun yang terjadi, alhamdulillah setelah 2 minggu janin pun berkembang. Bagi saya itu adalah the power of ikhlas.
2. Banyak minum air kelapa hijau
Saya mempercayai mitos yang satu ini karena memang air kelapa bagus untuk tubuh. Menurut orang tua dapat membersihkan air ketuban
3. Makan dengan piring kecil
Untuk mitos yang satu ini tidak dijelaskan alasannya. Saya tetap makan dengan piring besar atau kecil sesuai porsi dan alhamdulillah tidak terjadi apa-apa
4. Jangan minum menggunakan gelas yang bopel/retak di atasnya
Alasannya adalah agar calon bayi tidak sumbing bibirnya. Kalau saya lebih dihubungkan dengan logika, jika menggunakan gelas tersebut dapat melukai bibir
5. Bumil dilarang sering tidur siang
Alasannya adalah agar tidak ada lemak putih di kepala bayi saat lahir, untuk yang satu ini saya pun tidak mengikuti lantaran di malam hari saya sulit untuk tidur dan alhamdulillah bayi saya bersih dari lemak putih
6. Menaruh sapu lidi di bawah tempat tidur bayi
Alasannya agar bayi tidak diculik dan dilindungi. Saya waktu itu hanya geleng-geleng dan akhirnya sapu tersebut saya gunakan untuk membersihkan tempat tidur. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa
Mitos saat menyusui
1. Tidak boleh minum atau makan yang terlalu panas
Alasannya adalah agar lidah bayi tidak putih-putih. Padahal timbulnya putih-putih tersebut karena sisa asi atau adanya jamur candida
2. Membersihkan jamur candida dengan ompol bayi atau ludah ibu
Untuk yang satu ini pun bagi saya juga mitos karena ompol bayi adalah kotoran bukan desinfektan dan ludah ibu juga tidak baik karena mengandung kotoran
3. Payudara (PD) kiri adalah lauk, PD kanan adalah nasi
Menurut ahli laktasi hal tersebut hanya mitos karena tidak ada bedanya antara kiri dan kanan, bayi memilih kiri atau kanan karena nyaman pada posisi disalah satu PD
4. Bau tangan
Ini pun mitos, tidak ada istilah bau tangan, karena pada dasarnya bayi nyaman bila digendong
5. ASI tidak enak saat busui sakit
Saya kurang tahu soal rasanya karena belum pernah mencoba, tetapi waktu sakit saya tetap menyusui dan bayi saya mau meminumnya. Bayi menjadi rewel saat busui sakit karena jumlah asi yang dia minum kurang lantaran asi si ibu menjadi seret karena sedang sakit
6. Tidak boleh makan gabah
Alasannya agar PD tidak menjadi keras. Padahal PD keras karena asi sudah penuh tetapi tidak diminum bayi atau tidak dikeluarkan, dan tentunya kita makan beras bukan makan gabah
7. Bila bayi sakit busui yang minum obat
Yang satu ini saya belum tahu kebenarannya, karena ada dsa yang menyarankan agar busui yang minum obat saat bayi sakit, contohnya saat bayi terkena pilek kita yang minum obat flu. Tetapi ahli per-asi-an mengatakan bahwa sebenarnya tidak berpengaruh, silahkan tentukan sikap menurut keyakinan masing-masing.
8. Busui tidak boleh tidur siang dengan posisi terlentang, harus posisi duduk
Alasannya adalah agar darah putih tidak naik ke mata yang menyebabkan mata menjadi minus. Saya pun tidak mengikuti mitos ini karena menurut teman yang sudah mengikuti pelatihan tentang ASI mengatakan bahwa hal tersebut hanya mitos dan kebetulan mata saya memang sudah minus.
Mitos Saat MPASI
Metode BLW (baby led weaning). Orang tua mendukung saya untuk memberikan MPASI dengan metode BLW dengan alasan jika dengan BLW maka makanan akan menjadi daging sementara kalau disuapin maka akan tidak menjadi daging. Walaupun alasannya tidak terlalu logis, saya senang karena saya dan orang tua satu visi misi dalam MPASI untuk bayi kami.
Alhamdulillah usia kehamilan sudah memasuki minggu ke 37. Pada usia ini seharusnya kepala bayi sudah turun ke rongga panggul. Pada minggu ini dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan dalam untuk melihat beberapa hal sebagai berikut:
Dokter atau bidan akan memeriksa apakah rongga panggul kita memiliki lebar yang cukup sebagai jalan lahir bayi, apabila si ibu dinyatakan memiliki lebar panggul yang sempit maka tak ada jalan lain selain cesar. Lebar sempitnya rongga panggul tidak tergantung dari tinggi badan karena panggul merupakan rangka morfologis yang sudah dari awal terbentuk demikian.
2. Untuk mengetahui apakah kepala bayi sudah turun ke rongga panggul
Pada umumnya kepala bayi sudah turun ke rongga panggul diminggu ini walaupun ada beberapa kasus yang memperlihatkan kepala bayi belum turun ke panggul ibu. Hal ini pula yang saya temui, kepala bayi belum masuk ke rongga panggul, dokter dan bidan menyarankan kepada saya untuk banyak berjalan setipa hari minimal 30 menit dan berjongkok sepuluh menit. Diharapkan dapat mendorong kepala bayi untuk turun ke rongga panggul.
Ada beberapa hal yang menyebabkan kepala bayi belum turun ke panggul yaitu karena rongga panggul sang ibu tergolong sempit, plasenta bayi ternyata pendek, atau karena belum saatnya untuk turun. Apabila ibu sudah merasakan mules dan terjadi kontraksi tetapi belum ada kemajuan terhadap turunnya kepala bayi dan kemajuan pembukaan mulut lahir maka dimungkinkan akan dilakukan cesar.
Pemeriksaan dalam dilakukan beberapa kali untuk terus mengevaluasi jalan lahir apakah layak untuk dilakukan partus normal atau tidak. Pemeriksaan dalam dilakukan oleh dokter atau bidan dengan cara memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ke dalam vagina ibu. Pada saat pemeriksaan ini sebaiknya ibu rileks dan jangan tegang agar tidak terasa sakit.
Ditemani secangkir susu plus madu kesukaan pangeran kecil kami yang masih berada di dalam perut saya pun mulai menulis kembali beberapa cerita tentang kehamilan yang sempat vakum beberapa bulan.
Alhamdulillah kehamilan sudah menginjak usia 36 minggu, itu artinya pangeran kecil kami sebentar lagi akan hadir ke dunia dan saya pun harus bersiap-siap untuk kelahirannya. Beberapa hal yang sudah saya siapkan saat ini adalah:
Lebih detail akan saya uraikan perlengkapan yang diperlukan untuk menghadapi kelahiran pada hari H, yaitu:
Pada umur ini saya semakin merasakan gerakan yang cukup membuat ngilu perut, itu karena ukuran bayi semakin besar. Saya pun semakin hapal kapan bayi kami tidur dan kapan dia mulai bergerak-gerak. Terkadang untuk menenangkannya saya dengarkan beberapa lagu dan alunan ayat suci Al-Quran yang sudah tersimpan rapih dalam playlist. Salah satunya adalah nasyid yang dilatunkan oleh Maher Zain alhamdulillah pangeran kecil kami pun tenang.
Kami berharap dan berdoa semoga proses kelahiran nanti lancar, ibu dan bayi selamat serta sehat dan kami dapat mendidiknya menjadi anak yang sholeh. Amin
Alhamdulillah hari pertama puasa di bulan Ramadhan 1432 H ini dapat kami lalui dengan baik. Kekhawatiran mengenai bayi kami yang masih didalam kandungan jika tidak kuat diajak berpuasa ternyata tidak terbukti. karena pada hari pertama puasa kami langsung check ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi bayi kami. Dokter menyarankan agar ibu hamil dan ibu menyusui untuk tidak berpuasa dengan alasan secara medis akan menghambat pemberian nutrisi. Akan tetapi saya tetap berpuasa karena ingin mengajarkan kepada bayi kami sedini mungkin tentang ibadah shaum ini.
Alhamdulillah sampai saat berbuka tiba kondisi tubuh saya dan bayi kami masih kuat, tidak merasakan pusing dan sebagainya, hanya tubuh saja yang lemas. Ternyata tubuh ini lebih kuat diajak berjalan saat berpuasa dibanding sehari sebelumnya saat belum berpuasa. InsyaAllah dengan niat yang ikhlas kita mampu menghadapinya. Yang perlu diperhatikan adalah saat sahur dan berbuka perbanyak asupan nutrisi dan gizi untuk sang bayi, terutama perbanyaklah minum. Jika memang tidak kuat berhentilah berpuasa dan segeralah berbuka.
Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan semoga bayi kami menjadi anak yang sholeh, tumbuh sehat dan kuat. Amin
Alhamdulillah hari minggu kemarin tgl 31 Juli 2011 kami mulai menyicil keperluan untuk bayi kami mengingat usia kandungan yang semakin mendekati hari H nya dan saat tubuh masih mampu untuk diajak jalan cukup jauh.
Kami kemarin membeli beberapa perlengkapan yang masih kurang untuk bayi kami, diantaranya:
Masih ada lagi yang harus disiapkan seperti keranjang untuk baju bayi dan bak mandi bayi, itu menjadi target selanjutnya. Semoga bermanfaat
Hari ini kami mulai menyicil keperluan untuk bayi kami, karena usia kehamilan sudah memasuki usia ke 28 minggu maka sudah waktunya untuk mulai mempersiapkan kedatangan bayi kami tercinta. Apalagi bulan depan sudah memasuki bulan Ramadhan dan perut semakin berat sehingga tidak memungkinkan untuk pergi-pergi terlalu sering.
Kami pergi ditemani oleh ibu kami yang tentunya sudah pengalaman dalam mempersiapkan keperluan bayi. Yang perlu diperhatikan adalah belilah barang-barang yang memang dibutuhkan, karena ukuran bayi cepat berubah. Jangan tergoda oleh bentuknya yang lucu-lucu dan unik, selalu utamakan apa yang dibutuhkan. Ingat, kita harus menabung untuk keperluan bayi berikutnya.
Barang-barang yang sudah dibeli hari ini dan memang diperlukan antara lain:
Masih banyak lagi yang harus dibeli, siapkan sedini mungkin agar tenang menghadapi persalinan. Ingat, belilah sesuai kebutuhan.
Kurang dari seminggu lagi umat islam di seluruh dunia akan menghadapi Ramadhan, bulan penuh berkah dan selalu dinanti oleh setiap umat islam di dunia. Kita perlu bersiap diri menyambut dengan suka cita kedatangan bulan penuh berkah.
Saat ini usia kandungan saya sudah mencapai 28 minggu, berat badan (BB) pun bertambah, saya merasakan pembengkakan dibagian kaki, tangan, dan pipi. Semakin bertambahnya BB menyebabkan semakin mudah lelah nya saya ketika beraktifitas, ditambah dengan badan yang terasa pegal-pegal bila merasa lelah dan tidak mudah hilang dalam sekejap. Tetapi bertambahnya BB menunjukan perkembangan yang baik bagi bayi dan ibu seperti apa yang dijelaskan oleh www.infobunda.com bahwa peningkatan berat badan ini tidak akan membuat seorang ibu terlihat menggendut karena kenaikan berat badan ini di distribusikan antara lain untuk bayi bunda, plasenta, cairan ketuban, serta payudara sang ibu.
Menghadapi bulan ramadhan ini, bumil boleh berpuasa atau tidak berpuasa jika tidak mampu dengan menggantinya dikemudian hari atau membayar fidyah. Akan tetapi saya ingin tetap berpuasa karena ingin mengajarkan sejak dini kepada bayi saya tentang ibadah puasa dan tidak ingin melewatkan berkahnya. Tentu saja tidak akan memaksa jika pada saat menjalani ternyata tidak mampu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan jika bumil ingin berpuasa seperti yang saya kutip dari www.infobunda.com antara lain:
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan ini berkah dan di ridhoi oleh Allah SWT dan dapat dipertemukan dengan Ramadahn berikutnya. Amin
Minggu ke-26 usia kandungan saya kini. Bayi kami pun sudah semakin aktif dan memberikan sinyal-sinyal tertentu sesuai kondisi bundanya. Dini hari tadi ada hal yang membuat saya tersenyum bangga, tepat pukul 03.00 WIB alarm saya berbunyi sebagai tanda untuk bangun shalat lail, akan tetapi saya yang masih malas bangun akhirnya terlelap lagi. Alhamdulillah 30 menit kemudian saya terbangun karena tendangan bayi saya, dia menendang-nendang rahim saya terus, sampai akhirnya saya bangun untuk ambil air wudhu, baru kemudian dia tenang. Subhanallah senangnya saya diingatkan oleh si mungil yang masih ada di rahim. Terimakasih sayang.
Menurut info yang saya dapat dari: http://www.infobunda.com bahwa bayi sudah bisa mengedipkan matanya di minggu ke 26 ini selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, mungkin kita dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin kita akan merasakan anggukan kepala si kecil.
Berdasarkan informasi tersebut maka sebelum saya tidur saya selalu mendengarkan nasyid dan alunan ayat suci alquran hingga saya tertidur. Karena kalau mendengar suara lain selain musik biasanya saya akan terbangun dan susah untuk tidur kembali lantaran pendengaran yang sangat peka.
Sungguh masa kehamilan dan menjadi seorang ibu adalah masa yang indah dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Tanggal 1 juli 2011 saya mendapatkan kabar bahwa suami saya harus mutasi dinas dari Cirebon ke Subang, kabar yang sangat mengejutkan dan serba mendadak. Kepindahan dinas suami pun mempengaruhi saya karena saya harus ikut pindah juga. Yang membuat bingung adalah saya harus mengurus kepindahan rumah dan juga mencari dr. kandungan baru. Padahal saya sudah sangat enjoy dengan dr. kandungan yang selama ini jadi tempat untuk mengecek kandungan saya.
Akhirnya hari senin tanggal 4 Juli 2011 saya pergi ke cirebon untuk melakukan cek kandungan sekaligus pamitan ke dokter tsb. Akan tetapi setelah sampai di klinik pukul 18.30 ternyata dokter tidak praktek lantaran banyak pasien di klinik bersalin tempat dia praktek sebelumnya yang jumlahnya overload. Akhirnya kami mencoba untuk telepon ke klinik bersalin untuk menanyakan apakah masih bisa menerima pasien lagi, ternyata kami pun ditolak lantaran sudah overload.
Kami pun tidak putus asa, lantaran besok kami sudah harus berangkat ke bogor dan tidak dapat bertemu dokter tsb lagi, maka kami nekat pergi ke klinik bersalin tempat dokter berada. Kami tiba pukul 19.30 dan segera mendatangi resepsionis. Kami pun tetap ditolak karena alasan overload, akan tetapi saya tetap nekat dengan memberi alasan bahwa sudah tidak ada waktu lagi, saya memberikan buku konsul dan mengatakan akan tetap menunggu menjadi pasien terakhir. Jika dokter tetap menolak pun tidak apa-apa yang penting sudah usaha.
Tepat pukul 20.30 dimana kondisi saya sudah lelah dan mengantuk, juga suami yang keadaannya sedang tidak enak badan, akhirnya dokter mempersilahkan kami masuk. Dia terheran-heran mengapa kami begitu ngotot dan mengatakan bahwa kami bisa kembali keesokan harinya. Akhirnya setelah dijelaskan dokter pun memaklumi.
Buah dari kesabaran pun terpetik juga, akhirnya dokter memeriksa kondisi janin kami dengan hasil:
Berat janin mencapai 736 gram, kondisi normal dan baik. Berat badan saya pun sudah bertambah 5 Kg walaupun tekanan darah naik 9 angka tetapi masih dalam kondisi normal
Selain itu kami pun mendapatkan rekomendasi serta nasehat banyak seputar kehamilan dari dokter tsb. Alhamdulillah tidak sia-sia kami menunggu walaupun sangat lelah dan mengantuk, kami lebih punya banyak waktu untuk sharing dengan dokter tsb.
Terimakasih dr. H atas nasehatnya. InsyaAllah rekomendasi dan nasehatnya akan kami jalankan.
Bulan juli ini adalah bulan terakhir saya cek kandungan di dr. kandungan saya di kota cirebon. Karena suami harus pindah dinas ke Subang maka mau tak mau saya pun harus ikut pindah juga. Saya harus mencari lagi dr. kandungan yang bisa cocok dan nyaman, karena saya sudah merasa nyaman dengan dr. kandungan di kota Cirebon tempat saya biasa cek.
Sebelum berpamitan untuk terakhir kalinya saya meminta rekomendasi beliau kira-kira dokter mana yang bagus untuk tempat saya melakukan cek di kota yang nantinya akan saya tinggali. Dokter memang tidak secara spesifik menyarankan harus ke dokter A atau B, tetapi beliau memberikan rekomendasi cara memilih dr. kandungan yang nyaman. Berikut adalah rekomendasi beliau:
Beberapa point di atas adalah rekomendasi dari dr. kandungan yang biasa saya datangi untuk mengecek kandungan saya. Mungkin ada beberapa hal yang berbeda dan tidak sependapat atau mungkin bisa menjadi masukan. Dokter menganjurkan agar saya melakukan survey kira-kira dokter mana yang dapat menjadi acuan setelah dua minggu kepindahan saya. Semoga bermanfaat.