Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Kini rencana yang sudah lama saya pikirkan harus berubah 180 derajat demi 2 orang yang saya cintai, alfi dan suami ku tercinta.
Setelah puas bekerja dan berpetualang di jatim hampir 3.5 tahun, akhirnya saya harus kembali ke jabar untuk mengabdi kepada suami karena tidak mungkin kami hidup jarak jauh. Saya berencana untuk bekerja kembali di jabar. Ya, saya sudah mendapatkan, tetapi saya tidak boleh hamil dulu selama setahun. Tentu saya tidak mau karena memang saya tidak berencana untuk menunda. Akhirnya saya tidak jadi bekerja dan alhamdulillah saya dipercaya oleh Allah untuk mengandung buah cinta kami.
Selepas melahirkan, saya ingin mendidik bayi saya agar menjadi bayi yang mandiri karena saya berencana untuk melanjutkan rencana kerja kembali. Alfi pernah saya tinggalkan selama 5 jam untuk interview di jakarta, bukan hasil baik yang saya dapat tetapi saya justru membuat alfi sakit karena ternyata dia menangis dan mencari mamahnya. Sungguh saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan meninggalkannya lagi jika memang dia belum siap.
Alfi kini sudah lebih mandiri, tetapi niat saya untuk bekerja lagi mulai luntur, saya benar-benar tidak tega jauh darinya. Terlebih lagi suami sudah meminta kami menyusulnya ke cirebon. Setelah berpikir lama dan mendapatkan nasehat sana sini akhirnya saya memutuskan untuk ikut suami dan mengurus alfi.
Niat saya bekerja bukan untuk berkarir, tetapi untuk membantu suami, karena saya juga ingin menjadi mujahid yang bersusah payah demi menafkahkan keluarganya. Tetapi menjadi seorang ibu bagi anaknya dan istri bagi suami juga merupakan jihad. Ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anaknya dan saya tidak ingin peran saya tergantikan.
Jika memang suatu hari Allah mengabulkan cita-cita saya yang tertunda, smoga hal tersebut datang diwaktu yang tepat dan terbaik bagi kami. Amin
Memasakkk….
hmmmm… karena memang tuntutan profesi sebagai the trully IRT maka masak sekarang masuk dalam list my hobby. karena belum ada kesibukan yang bener-bener sibuk maka memasak bisa dilakukan 3x sehari. pagi untuk sarapan, siang untuk lunch, malam untuk dinner hahaha gaya deh. berikut ini ada tips-tips ala chef evrina quin hahaha buat 3x waktu makan
tips untuk sarapan:
tips untuk luch:
tips untuk dinner:
Thats all, tips ala saya, karena memang kita makan masakan yang tidak macam-macam, yang penting 4 sehat 5 sempurnanya tercapai ;p
besok… tanggal 1 okt 10 harus ikutan arisan Ibu2 IKK perdana di PG Jatitujuh, Majalengka Jabar. walahhhh dari dulu waktu jaman kerja di BISI aja males banget buat ikutan, isi nya ibu-ibu aja. seperti kelompok ibu-ibu di wilayah perkebunan, pasti ada yang namanya pamer pamer dan bergosip… malesss banget, tapi harus ikutan buat silaturahmi dan perkenalan diri… padahal rencananya aku bakalan mobile jatitujuh-bogor, tidak seperti ibu-ibu yang terima nasib stay ditempat sepi ini
arisan yang setiap ibu-ibu wajib menjadi anggotanya ini (karena memang dr setiap staff sudah dipotong dari gaji per bulannya) dilaksanakan sebulan sekali oleh ikatan keluarga dan karyawan (IKK) PG Jatitujuh. belum tau isinya apakah hanya mengocok arisan saja atau memang ada acara yang lainnya.
semoga isinya tidak hanya bergosip atau pamer-pameran saja seperti arisan-arisan yang saya ketahui, dan semoga saya bisa masuk ke dalam lingkungan ini walaupun tidak sepenuhnya saya ikut serta….
tetap kita ambil positifnya saja dan buang negatifnya
kata siapa peluang cuma datang sekali, peluang itu banyak kalo kita mampu untuk melihatnya….
ada yang bilang dari temen ku, kadang kita cuma bisa melihat dari satu pintu saja, sampe lupa bahwa ada pintu-pintu lain yang juga terbuka tapi kita tidak bisa melihat karena cuma terpaku oleh pintu yang itu-itu aja….
ada benernya juga, karena itu yang saya alami sebelumnya, merasa hopeless dengan jalan yang sudah dicintai sebelumnya sampai tidak melihat bahwa ada jalan membentang di hadapan yang siap menyambut dan mungkin lebih baik…
quote nya adalah: selesaikan apa yang sudah kamu mulai, lihatlah sekitarnya dan bukan hanya… (hehehe sok tahu saya)
setiap orang punya peluang asal kita terus optimis dan terus berusaha, itulah yang dapat dilakukan kita sebagai manusia, berusaha berusaha dan selanjutnya adalah berdoa… Tuhan yang nantinya akan menentukan, so keep optimist!!! jalanin hidup ini apa adanya, be simple, ga selamaya kamu berada di bawah, inget bumi aja ber putar sesuai fitrahnya apalagi nasib manusia…. berdoa selalu dan yakinlah ada mereka di sekitar mu yang siap membantu
)
*quote buat diri ku sendiri sebenernya, kalo berguna buat yang lain alhamdulillah… ganbate!!!
my new life….
setelah akhirnya mengambil keputusan yang sangat memusingkan, akhirnya keputusan pun dibuat. Harus segera meluncur ke jabar, sangat berat hati meninggalkan kehidupan di jatim yang sudah 3 tahun dijalani, didalam hati meyakini bahwa ada sesuatu yang harus aku lakukan di jatim, dan ada sesuatu yang harus aku lanjutkan di jabar.
Akhirnya hari itu tiba, 31 Agustus 2010 kaki pun mulai bergegas meninggalkan tanah pasir jatim, dan kembali memijakkan kaki di tanah merah jabar. Tak bisa bohong kalau akan mengalami kegalauan, adaptasi baru terhadaplingkungan sekitar, selama 2 hari berusaha menyeimbangkan hati dan pikiran terhadap sikon yang baru…. we’ll nangis juga deh, tetapi akhirnya dapat menerima pada hari ke-tiga hingga sekarang… alhamdulillah…
Aku hidup di antara lingkaran kebun tebu yang jauh dari mana-mana, fasilitas yang minim (kalah jauh dari pare), kalau mau belanja harus keluar kebun yang berjarak kurang lebih 9 km, bayangkan jauhnya….
Seru nya adalah seperti berpetualang, karena lingkungan yang tertutup dari dunia luar (kota maksudnya), jadi harus bisa survive. Banyak hal yang bisa dilakukan sebenarnya…. semoga bisa survive, karena jabar merupakan tanah kelahiran….
semoga pada akhirnya aku menemukan soul di tempat yang baru seperti kecintaan ku akan wilayah jatim…
semoga….
|