//
archives

Penyuluh Pertanian

This category contains 19 posts

Temu Penyuluh Priyangan Barat (Ngebolang di Sukabumi)

Pagiiiii…. apakabar dunia? tetep asikkkk #halah

Teman-teman, alhamdulillah pada awal minggu ini kami penyuluh Bogor mendapat kesempatan untuk mengikuti Jambore Penyuluh di Salabintana Sukabumi pada hari senin tanggal 24 Februari 2014. Penyuluh wilayah priangan barat berkumpul untuk bersama-sama bersilaturahim dengan teman sesama penyuluh dan gubernur Jawa Barat. Nah, awalnya kami yang dari Bogor berangkat bersama-sama menggunakan bis, tapi setelah menghitung dan menimbang akhirnya saya dengan delapan orang lainnya berangkat ke Sukabumi dengan menggunakan kereta.

Kami menggunakan kereta untuk menghindari macet, jalur sukabumi-bogor pada jam sibuk kini sudah macet karena di sukabumi sudah mulai banyak industri. Kereta yang kami pakai adalah Kereta Pangrango yang merupakan kereta jarak jauh kelas ekonomi dan eksekutif. Terus terang saya belum pernah ke sukabumi menggunakan kereta, jadi agak bingung ketika mencari stasiun khusus yang membawa kami ke sukabumi.

image

Stasiun Paledang Bogor

Ternyata stasiun yang menjadi tempat singgah kereta pangrango dari bogor adalah stasiun paledang. Seumur hidup saya baru menginjakan kaki dan baru tau kalau ada stasiun di belakang matahari taman topi bogor. Yak, kalau mau ke stasiun paledang, teman-teman harus turun di matahari taman topi bogor, kemudian masuk ke jalan polisi 1 yang terletak di samping matahari dan dekat dengan kantor polisi bogor. Masuk aja ke jalan itu, terus kalo ketemu pertigaan belok ke kanan, kemudian nyebrang rel terus belok kiri ada tulisan stasiun paledang.

image

Loket pelayanan

Stasiun paledang melayani pembeliaan tiket kereta dari jam 08.00-11.30 dan jam 13.00-16.30, sedangkan jam bukanya dari jam 06.00-18.00 (kalau ga salah hehe). Kereta pangrango tujuan sukabumi menyediakan dua tiket yaitu tiket kelas ekonomi sebesar rp. 20.000 dan eksekutif sebesar rp. 50.000. Saat itu kami mencoba naik kereta pangrango ekonomi. Menurut saya untuk kelas ekonomi sudah sangat nyaman karena tersedia fasilitas seperti AC, colokan listrik untuk ngecas hp dan toilet yang bersih. Bangku penumpang tersusun untuk tiga orang dan dua orang penumpang dengan kursi yang empuk. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan oleh pemandanganbyang indah seperti hamparan sawah, kebun maupun hutan bambu. Secara keseluruhan kereta ini sangat nyaman untuk digunakan menuju sukabumi daripada harus bermacet ria melewati ciawi-sukabumi.

image

Kereta Pangrango datang di stasiun Paledang

image

Suasana dalam kereta pangrango kelas ekonomi

image

Ada AC nya nyaman deh

image

Mau ngecas hp juga bisa

image

Pemandangan sepanjang perjalanan

Back to laptop. Kami tiba di stasiun sukabumi sekitar pukul 09:00. Di stasiun banyak sekali petugas gabungan dari TNI maupun polri yang sedang mengadakan gladi untuk kunjungan bapak presiden sby keesokan harinya. Pantas saja di setiap stasiun kecil yang kami lewati banyak anak sekolah dan warga yang seolah menyambut kedatangan kami, kami pikir ada pejabat yang bareng dengan kami naik kereta pangrango hehe ge er deh.

image

Di depan mobil gegana yang sedang melakukan gladi

Tempat pertemuan kami ada di hotel Salabintana. Tempatnya sejuk seperti Lembang kalau di bandung dan puncak kalau di bogor. Setibanya kami disana sudah banyak rekan penyuluh dari kota kabupaten yang telah tiba lebih dulu. Ramai sekali, saya sampai pusing melihat begitu banyak orang. Nah sekitar jam 10an Bpk. Gubernur Jabar tiba di lokasi disambut tarian adat sunda. Acara temu penyuluh pertanian perikanan dan kehutanan wilayah priyangan barat pun dimulai. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mensinergikan penyuluh agar mampu  meningkatkan produksi serta  menanggulangi kerusakan lingkungan. Bapak gubernur mengajak kami untuk bersama-sama membina masyarakat agar tidak menjual lahannya sehingga dapat memininalisir alih fungsi lahan serta mampu memanajemen sumber daya alam yang ada. Acara temu penyuluh ini selesai sekitar pukul 12 siang lebih.

image

Tempat pertemuan di selabintana

image

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

Saya senang sekali dapat menghadiri acara ini karena acara ini juga sebagai ajang silaturahim yang mempertemukan penyuluh antar wilayah. Alhamdulillah saya bertemu rekan perjuangan dulu ketika diklat HACCP dan rekan sekamar serta seperjuangan selama 3 minggu lamanya pada diklat TOT MP3 di BBPP Lembang Bandung. Setelah selesai semua, kamipun beranjak menuju destinasi kami ke tempat pembuatan mochi di Sukabumi yaitu Mochi Lampion.

image

Ketemu Emi penyuluh di Ciwidey, teman diklat haccp

image

Ketemu bu haji n bu jati dari cianjur teman diklat mp3

Mochi Lampion merupakan oleh-oleh khas Sukabumi. Pertama kali merasakan mochi ini saya langsung jatuh cinta. Mochinya manis, empuk dan gurih. Tersedia berbagai macam rasa mulai dari buah-buahan, keju dan coklat. Harganya juga murah, Rp. 30000 untuk kemasan yang terbuat dari bambu dan Rp. 25000 untuk mochi dalam kemasan. Jika hendak pergi ke Sukabumi teman-teman dapat berkunjung ke Mochi Lampion yang ada di jalan Bhayangkara Gang Kaswari Kota Sukabumi.

image

Mochi Lampion

image

Aneka rasa mochi lampion

Waktu sudah menunjukan pukul 14:00 lebih dan kereta Pangrango kami sudah tiba di stasiun Sukabumi itu artinya kami harus kembali ke Bogor. Terimakasih Sukabumi.

image

Kereta Pangrango

Menulis Ilmiah Populer dan Feature

Diklat Ilmu Populer

Diklat Ilmu Populer

Sejak tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2014 kemarin saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Penulisan Ilmiah Populer Bagi Penyuluh Pertanian. Sasaran diklat ini memang ditujukan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan pengetahuan serta mampu mengadopsi ilmu pengetahuan baru yang berguna bagi petani. Penyuluh harus mampu menyampaikan informasi maupun teknologi kepada petani melalui berbagai macam cara baik melalui kursus tani maupun melalui media penyuluhan. Oleh karena itu seorang penyuluh juga dituntut untuk dapat menulis guna menyampaikan informasi serta teknologi terbaru yang mudah dimengerti dan dapat dipahami oleh petani maupun masyarakat umum. Saya sangat antusias mengikuti diklat ini karena pasti banyak ilmu yang tentunya dapat menambah pengetahuan. Judulnya memang untuk penyuluh tetapi saya juga mau berbagi kepada teman-teman mengenai semua informasi yang saya peroleh selama diklat, karena apabila kita berbagi ilmu pengetahuan dengan orang lain, tentu ilmu yang kita dapat akan lebih bermanfaat. Berikut adalah beberapa materi yang saya dapat selama diklat. Selamat membaca :D

1. Berpikir Kreatif

Materi pertama disampaikan oleh ibu Dea Christina JIS, STP, MAP, MSC AGR seorang widya iswara (dosen khusus yang mengajar di pemerintahan) di PPMKP Kementan. Beliau menyampaikan materi mengenai berpikir kreatif. Berpikir kreatif sangat penting dalam mendukung kemampuan menulis. Nah, terkadang hal ini yang membuat seseorang menjadi minder untuk menulis karena merasa dirinya kurang atau tidak berbakat. Padahal bakat itu baru bisa kita ketahui apabila kita telah mencobanya dan ternyata bakat itu bisa diasah lho. Kreativitas sendiri memiliki arti kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, penyelesaian baru terhadap suatu masalah, peralatan baru atau karya artistik baru. Mengenai kreativitas ini ibu Dea bercerita mengenai pengalaman mengajar ketika Beliau melanjutkan kuliah pasca sarjana di Jepang. Sambil kuliah, Beliau juga mengajar anak-anak setingkat TK. Oleh pengajar di Jepang ibu Dea dibekali untuk tidak memplotkan sesuatu dan menyalahkan anak-anak terhadap apa yang mereka kerjakan, misalnya anak-anak diberi perintah menggambar maka guru disana membiarkan anak-anak berkreasi sesuai apa yang mereka bayangkan tanpa harus disalahkan. Ternyata hal tersebutlah yang membuat orang-orang Jepang sangat kreatif. Berbeda dengan Indonesia, dari kecil kita sudah diplotkan untuk berpikir, contohnya saja apabila kita ditugaskan menggambar pemandangan pasti yang digambar dua gunung, beserta sawah dan matahari, kemudian apabila ditugaskan menggambar daun pasti daunnya berwarna hijau. Untuk membuktikannya ibu Dea memberikan tugas menggambar pemandangan kepada masing-masing peserta dan hasilnya separuh dari peserta menuangkan gambar legendaris tersebut ke dalam kertas mereka masing-masing. Sepertinya mind set kita memang harus dirubah ya, bahwa memandang sesuatu itu tidak harus itu-itu saja tetapi banyak sisi lain yang dapat kita gambarkan.

Gambar Legendaris Pemandangan, Sumber: Kiriman What's up

Gambar Legendaris Pemandangan, Sumber: Kiriman What’s up

Kemudian agar dapat menulis, kita dituntut untuk kreatif dalam menuangkan ide melalui tulisan karena sebenarnya setiap orang mampu untuk berkreasi. Hanya saja kadang daya kreatifitas kita lemah karena beberapa hal sebagai berikut:

  1. Terbelenggu dengan pekerjaan rutin
  2. Takut berbuat salah dan ditertawakan
  3. Tidak memiliki rasa humor
  4. Terlalu menekankan pada cara berpikir konvergen (muter-muter disitu aja mikirnya)
  5. Kurang wawasan sehingga menyebabkan cara berpikir kurang lentur

Pengetahuan tanpa kreatifitas tidak akan berkembang, namun sebaliknya kreatifitas yang didukung dengan ilmu pengetahuan tentu akan membuat seseorang menjadi orang yang sukses. Oleh karena itu ayo kita asah daya berpikir dan berimajinasi kita dengan terus berlatih dan menambah ilmu pengetahuan, seperti apa yang diucapkan oleh ilmuwan cerdas yang baru menggunakan 1% fungsi otaknya yaitu Albert Einsten:

“Imagination is more important than knowledge” -Albert Einsten-

Merasa diri tidak kreatif dapat mengakibatkan seseorang benar-benar tidak kreatif, padahal setiap orang dapat kreatif asal tahu kuncinya yaitu: “Menjadi kreatif berarti melihat sesuatu yang sama seperti orang lain, tetapi memikirkan sesuatu yang berbeda”, oleh karena itu bukalah kreatifitas karena kreativitas bukan hadiah, harus diasah, ditumbuhkan dan dirawat. Ibu Dea memberikan tips dan trik agar kita menjadi kreatif melalui cara-cara berikut:

  1. Yakinlah Anda Bisa Kreatif
  2. Ekspresikan Kreatifitas Dalam Pekerjaan Dan Kehidupan
  3. Munculkan Jiwa Kekanak-kanakan
  4. Hilangkan Pikiran Logis
  5. Lakukan Sesuatu Yang Tidak Biasa
  6. “Charge” Pikiran Anda
  7. Baca Buku, Lihat Keluar
  8. Miliki Kegiatan Rutin Ketika Pikiran Sedang Buntu
  9. Tuliskan Segera Ide yang Muncul
  10. Percaya Bahwa Bisa Melakukannya

2. Menulis Itu Mulia

Bapak Basuki Setiabudi (pengajar diklat materi selanjutnya) menyampaikan bahwa menulis itu adalah tindakan yang mulia dan mudah untuk dilakukan. Menulis merupakan passive income untuk akhirat apabila tulisan yang kita hasilkan memberikan manfaat bagi orang lain meskipun kita telah meninggal dunia. Beberapa manfaat menulis lainnya diantaranya dapat menjadikan karir seseorang melejit, menambah pengalaman ilmu, sebagai praktek berkomunikasi dan sebagai sumber pemasukan. Agar kita dapat menulis, maka kita perlu menyiasatinya dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Ciptakan wilayah menulis dalam wilayah private.Maksudnya adalah tulislah apa sesuai dengan apa yang kita pikirkan untuk diri sendiri bukan untuk orang lain sehingga kita tidak merasa takut disalahkan atau ditertawakan. Cara ini dapat meminimalisir ketidak percaya dirian dalam menulis sehingga kita terbiasa menulis.
  2. Banyak membaca. Membaca ini memiliki dua arti; yang pertama membaca dalam arti menambah ilmu pengetahuan dengan membaca sumber-sumber informasi baik dari buku, surat kabar, internet dan lain sebagainya; sedangkan yang kedua adalah membaca dalam arti menguasai detail, maksudnya adalah kita dapat bercerita ketika memperhatikan suatu objek sekecil apapun, misalnya perhatikan segelas air, apa yang dapat kita ceritakan pada objek tersebut, apakah airnya, gelasnya, atau fungsi keduanya dan lain sebagianya.
  3. Tentukan tujuan penulisan untuk apa tulisan tersebut dibuat
  4. Tentukan siapakah sasaran yang akan membaca tulisan kita untuk menyesuaikan bahasa agar pesan yang ingin disampaikan dalam tulisan dapat tercapai

3. Penulisan Ilmiah Populer, Feature, dan Ilmiah

Post Test Menulis Ilmiah Populer

Post Test Menulis Ilmiah Populer

Pada diklat penulisan ini kami diajarkan menulis non fiksi yang terbagi dalam tulisan ilmiah, tulisan populer, tulisan ilmiah populer dan feature. Semakin ilmiah suatu tulisan maka tulisan tersebut kurang populer yang berarti kurang dipahami oleh masyarakat umum, sebaliknya apabila tulisan semakin populer maka tingkat keilmiahannya semakin berkurang atau dengan kata lain tingkat subjektivitasnya semakin tinggi.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis tulisan (dirangkum dari materi penulisan yang disampaikan oleh Bapak Basuki Setiabudi) :

a. Tulisan ilmiah

Tulisan ilmiah menyajikan fakta ilmiah. Contoh tulisan ilmiah dapat kita temukan pada hasil penelitian seperti jurnal, prosiding, karya tulis ilmiah, tesis, disertasi dan sebagainya. Tulisan ilmiah memiliki aturan baku yang membedakan dengan tulisan lainnya. Secara rinci berikut adalah ciri-ciri tulisan ilmiah:

  • Menyajikan fakta objektif secara sistematis
  • Ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan
  • Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas
  • Disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural
  • Menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang  mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan
  • Mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis

Contoh penulisan Ilmiah:

Biopestisida Berbahan Aktif  Mikroba KITINOLITIK untuk Mengendalikan Nematoda Parasit (Pratylenchus coffeae) pada Tanaman Kopi

Pratylenchus coffeae merupakan salah satu hama utama tanaman kopi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 28,7 – 78,5%. Akhir-akhir ini pengaruh negatif penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan menjadi masalah serius……

b. Tulisan Populer

Tulisan populer artinya tulisan yang banyak dibaca oleh khalayak umum dengan ciri sebagai berikut:

  • Dikenal dengan istilah tulisan jurnalistik dalam berbagai bentuk: artikel, berita, tajuk rencana, dan lain sebagainya yang terdapat di dalam surat kabar ataupun majalah
  • Ciri bahasa jurnalistik: sederhana, komunikatif, dan ringkas. Sederhana karena harus dipahami secara mudah; komunikatif karena jurnalistik harus menyampaikan berita yang tepat; dan ringkas karena keterbatasan ruang (dalam media cetak) dan keterbatasan waktu (dalam media elektronik)

c. Tulisan Ilmiah Populer

Tulisan yang bersifat ilmiah, disajikan dengan penuturan yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Jenis tulisan ini mengandung unsur subjektifitas dan unsur kritikal yang merupakan hasil penelusuran data-data. Ciri tulisan ilmiah populer adalah:

  • Tidak harus selalu merupakan hasil penelitian ilmiah. Dapat berupa petunjuk teknis, pengalaman dan pengamatan biasa yang diuraikan dengan metode ilmiah
  • Persyaratan yang berlaku pada tulisan lmiah populer sama dengan tulisan ilmiah
  • Dapat memuat  kritik terhadap pemerintah, analisis terhadap suatu peristiwa yang sedang populer di tengah masyarakat, jalan keluar bagi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, atau sekadar informasi baru yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

ContohTulisan Ilmiah Populer:

Mahasiswa IPB Daur Ulang Kulit Jagung jadi Plastik

Tempo.co (1/11)

Empat mahasiswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan plastik yang terbuat dari daur ulang atau biodegeradable dari kulit (klobot) jagung, yang berguna untuk mengurangi penggunaan biji plastik yang selama ini sudah diurai.

Dari hasil panen buah jagung, bobot kulit jagung yang tidak digunakan antara  38,38 persen, sedangkan kulit jagung memiliki kandungan serat yang tinggi berkisar 38-50 persen dan kadar karbohidrat berkisar 38-55 persen,” kata dia. Berdasarkan penilitian kulit jagung ini bisa digunakan sebagai bahan substitusi pembuatan bioplastik….

Nah, khusus untuk penyuluh, arah penulisan untuk pemenuhan angka kredit dan juga dalam rangka menjalankan tupoksinya adalah tulisan ilmiah populer. Sedangkan dalam rangka pengembangan profesi, maka tulisan yang disajikan adalah tulisan yang dalam bentuk feature.

d. Tulisan Feature

Contoh Tulisan Feature, Sumber Majalah Detik

Contoh Tulisan Feature, Sumber Majalah Detik

Tulisan feature adalah salah satu jenis tulisan selain berita, artikel, opini, dan esai yang dipublikasikan dalam media masa. Tulisan feature disebut juga karangan khas – tulisan non fiksi kreatif (berdasarkan data dan fakta) yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menggugah perasaan/emosi khalayak pembaca (menghibur, merangsang empati) tentang suatu kejadian, situasi, atau aspek kehidupan seseorang.

Struktur tulisan feature terdiri dari (dirangkum dari materi yang disampaikan oleh Ibu Nani Priwanti):

a. Lead feature adalah bagian terpenting dari sebuah tulisan berfungsi untuk menarik minat pembaca sekaligus merupakan titik awal sudut pandang penulisan

b. Jembatan Merupakan bagian atas tulisan yang berfungsi sebagai penghubung antara Lead dan tubuh tulisan. Artinya tulisan pada bagian jembatan harus mampu memberikan informasi terkait Lead dengan tubuh tulisan. Dengan kata lain jembatan harus mampu berfungsi memberikan informasi identitas dari tulisan yang akan dituturkan.

c. Tubuh feature merupakan bagian dari tuturan tulisan berupa isi materi yang akan disampaikan. Isi materi pada tubuh tulisan menguraikan tentang penjelasan yang mendalam tentang apa dan bagaimananya informasi yang akan disampaikan. Pada tulisan feature isi materi yang dituturkan tidak diperkenankan sebagai tulisan pendapat sang penulis yang subyektif tetapi harus berupa tuturan tulisan yang berpandangan obyektif dari penulis.

d. Penutup feature Sajian tuturan tulisan berisikan isi pesan yang menyenangkan bagi pembacanya. Dan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan motivasi pada pembaca untuk mau dan mampu menerapkan teknologi yang dianjurkan.

Pada kesempatan ini bapak Basuki Setiabudi memberikan beberapa tips cara menulis feature dengan baik, diantaranya:

  • Tulislah lead yang “bicara”, yang “bercakap”. Tulislah feature seperti layaknya Anda mengisahkannya secara lisan
  • Tulislah lead pendek, sekitar 30 kata, atau tiga baris ketikan
  • Bila pikiran mulai agak kacau ketika menulis lead, pilah-pilah lead Anda yang rumit itu dalam dua/tiga kalimat
  • Sebisa mungkin gunakanlah kalimat pernyataan yang sederhana. Usahakan tak lebih dari 20 kata
  • Gunakan kata-kata sederhana, bukan yang berkabut/samar
  • Hindarkan kata-kata teknis, atau istilah asing yang kurang perlu
  • Usahakan kata-kata konkret, “Jangan katakan, tapi tunjukkan”
  • Sebanyak mungkin pakai kata kerja yang aktif, yang menggambarkan tindakan, gerak. Sebisa mungkin hindari kata-kata sifat.
  • Berkisahlah untuk pembaca dan berkisahlah seperti melukis.

Bapak Ahmad Soim, pemimpin redaksi Tabloid Sinar Tani (tabloid khusus pertanian) memberikan beberapa tips mengenai berbahasa jurnalistik sebagai berikut:

a. Hemat, kalimat yang hemat maksudnya adalah kalimat yang hemat ruangan/tempat dan hemat waktu bagi yang membacanya. Contoh:

akan tetapi——–>Tapi

Kemudian———->Lalu

Adalah merupakan kenyataan, bahwa petani padi itu miskin——>bisa disingkat: Merupakan kenyataan, bahwa……..

b. Jelas, Untuk bisa membuat kalimat yang jelas, menurut Goenawam Mohammad ada dua prasyarat. Pertama, penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya, bukan belum yakin benar atau bukan berpura-pura tahu.  Kedua, pilihan dan penyusunan kata – kalimat (bahasanya).

c. Kalimatnya Pendek-pendek, contohnya:

Untuk merumuskan arah kebijaksanaan dan Roadmap menuju pemberdayaan agribisnis kedelai, Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang akan menyelenggarakan Lokakarya Kedelai Nasional menuju swasembada.

Setelah diperpendek kalimatnya menjadi:

Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang akan menyelenggarakan Lokakarya Kedelai Nasional. Lokakarya tersebut ditujukan untuk merumuskan arah kebijaksanaan dan roadmap menuju swasembada agribisnis kedelai.

d. Judul, Judul memiliki fungsi untuk mengiklankan tulisan.

  • Panjang judul, sebaiknya  tidak lebih dari satu baris. Contoh:

Baik: Bin Ladin Group Investasi Agro di Merauke

Tidak Baik: Bin Ladin Group dari Saudi Arabia Investasi Agro di  Merauke 45  Miliar Dollar AS

  • Kata dan kalimat judul harus jelas, minimal ada Subyek dan Predikat apabila kalimatnya aktif. Contoh:

Baik  : Bali Jual Beras ke Propinsi Lain

Tidak Baik  : Proaktif Menangani Avian Influenza pada Unggas (Tidak jelas siapa subyek/ pelakunya)

  • Judul juga bisa tersusun dalam kalimat sempurna berupa Subyek/Obyek dan Keterangan. Contoh:

Petani Singkong bisa Kaya (S – Keterangan)

Agro Spot di Pesantren Aa Gym (O – Keterangan )

  • Kata dan kalimat judul diusahakan tidak menimbulkan salah tafsir yang bertolak belakang. Contoh:

Mentan Senang Harga Padi Naik—–>Maksudnya bisa positif, bisa negatif

  • Judul merupakan kalimat Kalimat aktif:

Benar  : Petani Padi Merugi Miliaran Rupiah

Tidak Baik  : Petani Padi Dirugikan Miliaran Rupiah

  • Buatlah judul yang menarik dan tidak mudah basi, contoh:

“Pemerintah Subsidi Kredit untuk Petani Sapi”  

Demikianlah beberapa informasi yang dapat saya bagikan mengenai penulisan ilmiah populer dan feature, semoga rangkuman tulisan diklat ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi para widya iswara yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya. Aamiin.

Sumber Tulisan:

Sumber tulisan berasal dari materi yang disampaikan pada Diklat Penulisan Ilmiah Populer Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan I dan II, 26 Januari sampai 1 Februari 2014, diantaranya:

  1. Berpikir Kreatif oleh Ibu Dea Christina Junissa, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  2. Menulis Itu Mulia oleh Bapak Ir. Basuki Setiabudi, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  3. Yuk Menulis Feature oleh Bapak Ir. Basuki Setiabudi, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  4. Teknik Penulisan Ilmiah Populer oleh Ibu Nani Priwanti S, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  5. Menulis Ilmiah Populer Untuk Media Massa oleh Bapak Ahmad Soim, Tabloid Sinar Tani

Jiwa yang Bermekaran

Kuncup bunga itu bukan tak ingin mekar

Ia menunggu datangnya sang surya

Ia kumpulkan energi dimasa tunggunya

Agar dapat bermekaran dengan indah

Kini sang surya telah menampakkan cahayanya

Menuntun jalan sang bunga

Bungapun bermekaran tanda musim semi telah tiba

***

Sambil mendengarkan lagu-lagu indihe (baca india) dari film Yeh Jaawani Yeh Deewani (2013), saya mau menuliskan tentang semangat yang sedang bermekaran diantara saya dan teman-teman penyuluh karena yang tadinya bingung sekarang sudah mulai mendapatkan titik cerah. Rasanya film india itu cocok sebagai back sound ketika saya menulis, karena film tersebut menceritakan persahabatan 4 orang manusia yang memiliki hobi traveling dan mendaki gunung, masing-masing mempunyai impian sendiri dan berusaha untuk mewujudkannya. Kaya 5 cm ya, tapi beda kok.

Empat sahabat di film Yeh Jawaani Hai Deewani, Gambar diambil dari: http://www.santabanta.com

Nah, berawal dari bulan Desember 2013 lalu ketika mengucapkan sumpah dan janji sebagai abdi negara dihadapan Bapak Bupati dan bersumpah atas nama Allah, kamipun seperti mendapatkan suntikan semangat. Memang setahun kemarin kami sempat bingung, sampai bertanya sendiri ke dalam diri bisa gak ya jadi penyuluh, karena ternyata susah sekali lho mengajak masyarakat untuk memberdayakan dirinya menjadi masyarakat yang mandiri. Benar kata senior-senior, satu tahun saja belum cukup untuk membuat diri kita diterima di masyarakat, butuh soft skill yang lebih untuk menghadapi kondisi tersebut karena setinggi apapun pendidikan yang kita punya kalau tidak didukung dengan soft skill sangat susah untuk masuk ke dalam masyarakat.

ketika pengambilan sumpah jabatan

ketika pengambilan sumpah jabatan

Apa itu soft skill? Kalau di penyuluhan soft skill itu kemampuan untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bertingkah laku dalam masyarakat. Misalnya bagaimana caranya berbicara dan menghadapi petani. Saya sendiri sedikit demi sedikit belajar bahasa sunda, karena petani lebih senang apabila kita berkomunikasi dengan bahasa daerah. Kemudian kalau kita mau berkunjung jangan sampai menggangu waktu mereka, jika mereka sedang menanam ya kita ikut menanam, kemudian apabila ditawarkan makanan atau minuman ya diminum karena apabila kita menolak bisa jadi besok-besok tidak disajikan lagi yang berarti kita tidak menghargai mereka. Nah, petani senang sama yang namanya ngopi kalau sedang ngobrol, karena saya tidak terlalu suka kopi terutama kopi hitam, kita bisa memberitahu pelan-pelan kalau kita tidak minum kopi supaya mereka tidak tersinggung. Memang sih tidak semua petani seperti itu, beberapa petani yang saya temui ada yang supel dan ada yang tidak. Kita tinggal adaptasi saja.

Mengenai soft skill ini, dalam acara syukuran pengangkatan yang digelar beberapa minggu lalu kami mendapatkan pencerahan dari bapak ustadz Nurudin mengenai bekerja. Ternyata bekerja tidak boleh hanya semata-mata mengharapkan gaji atau imbalan tetapi harus ada valuenya. Bekerja tidak hanya mengharapkan imbalan tetapi meberikan nilai dalam kehidupan apapun profesi kita karena ternyata ada nilai yang lebih berharga ketimbang benefit. Sang ustadz memberikan contoh begini:

Salah satu Ibu penjual makanan, profesi seperti ini memberikan value untuk orang lain, sumber: http://kisah-anak-kost-kikos.blogspot.com/2012/05/nyari-tempat-makan-di-kampus-b-unair.html

“Ada seorang ibu-ibu di Surabaya yang setiap pagi berjualan sarapan. Dia berjalan dari rumah ke rumah di kampungnya untuk menjajakan makanan sarapan tersebut. Tetapi ibu ini bukanlah ibu yang tidak berkecukupan materi sehingga dia berjualan. Si ibu orang yang sangat berkecukupan, dia memiliki penghasilan tetap dari usahanya, dari suami dan anak-anaknya memiliki kendaraan dan sebagainya. Lalu mengapa beliau melakukan hal tersebut? sampai-sampai para tetangga bertanya apa gak cukup bu penghasilan dari keluarga padahal ibu adalah orang yang mampu. Lantas si ibu menjawab, saya bukan mencari keuntungan, kalau saya berhenti jualan bagaimana nanti anak-anak sekolah yang mau sarapan, bagaimana nanti orang-orang bekerja yang tidak sarapan karena tidak sempat memasak?”

Sampai seperti itu si ibu bekerja karena memikirkan kepentingan orang lain. Keuntungan yang ibu terima tidak lebih dari Rp. 1000 rupiah, kadang hanya Rp. 500 saja tetapi dia tetap ikhlas menjajakan makanannya.

Dari kisah ibu penjaja makanan ini kita dapat mengambil hikmah bahwa bekerja tidak semerta-merta mengharapkan benefit saja tetapi harus memberikan value, memberikan manfaat bagi orang lain sehingga memberikan kedamaian di hati. bekerja dengan memberikan value ternyata salah satu bentuk rasa syukur kita akan segala karunia yang telah Allah berikan.

Mendengar penjelasan yang ustadz berikan membuat mata saya terbuka, jujur saja saya sering berpikir kalau saya bekerja untuk mendapatkan materi, dan ternyata kalau kita berpikir seperti itu tidak memberikan kepuasan secara batin. Lain halnya jika kita bekerja sebagai value, apabila kita bisa membantu orang lain pasti memberikan perasaan bahagia, senang dan damai dalam hati. Hal tersebutlah yang saya rasakan ketika dapat membantu petani yang terkena masalah. Ucapan terimakasih dari mereka karena telah membantu memecahkan masalahnya (meskipun itu adalah tugas) ternyata memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. senang sekali rasanya.

Saya termasuk orang yang sering mengeluh bahwa tugas yang saya bawa ini berat sekali. Sebagai orang lapangan yang selalu diterpa matahari atau hujan kadang saya pulang dengan berat hati karena menemukan beberapa masyarakat yang sulit untuk dibina atau kadang saya pulang dengan rasa bangga lantaran mampu membantu mereka. Tetapi sang ustadz kembali mengingatkan bahwa:

“Pelaut yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang tetapi lahir dari laut yang berombak dasyat, hanya pelaut hebat yang mampu menaklukan dasyatnya gelombang laut”

Captain Jack Sparrow, pelaut hebat menurut saya walaupun fiksi hehe, Sumber: http://www.moddb.com/mods/new-horizons/features/hoist-the-colours-storyline-preview

Nah, kita mau menjadi pelaut yang bagaimana? Pelaut hebat apa pelaut yang gagal? Semua tahapan memerlukan proses, kita memang harus sabar dan ikhlas menghadapi segala permasalahan karena segala permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

Saat ini jiwa kami sedang bermekaran, semangat kami sedang terpompa. Perlahan tapi pasti kami mengikuti semua proses, memperbaiki diri sendiri, menambah ilmu pengetahuan agar mampu menjadi abdi negara yang baik. Kemudian kamipun memiliki cita-cita, seperti anak yang baru belajar jalan, kami ingin mengetahui semua hal yang belum kami gapai karena saat ini hanya mampu berjalan dengan tertatih-tatih. Kami percaya bahwa suatu saat kami bisa berjalan dengan lancar menggapai impian. Mengutip kata-kata dari Alchemist:

“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”

Percaya gak? Itu benar saya rasakan lho, ketika saya mempunyai impian yang keukeuh pokoknya harus tercapai ternyata alhamdulillah tercapai walaupun membutuhkan waktu dua tahun lamanya dan harus melewati berbagai proses kehidupan dulu. So teman-teman gantungkanlah impian kita setinggi-tingginya dan yakinkan dalam hati kalau kita mampu mencapainya, inget lho di kanan-kiri kita ada malaikat yang insyaAllah ikut mengaminkan segala doa dan pengharapan kita. Terlebih kita memiliki Allah sang Maha Pengatur yang mampu mengabulkan doa-doa hambanya yang selalu berikhtiar. Jadi, jangan menyerah ya, teruslah bermimpi dan biarkan jiwa itu bermekaran. Semangat!!!!

Sang Pemenang mampu menaklukan segala rintangan, sumber gambar: http://suhartono-chandra.blogspot.com/2012/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Jadilah seorang Pemenang

Lebih baik mencoba kemudian gagal, dari pada gagal mencoba

Untuk menjadi seorang pemenang tidak harus  melakukan hal yang berbeda

Tetapi lakukanlah dengan cara yang berbeda

Quote dari Adlai Stevenson:

“lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”

“lebih baik belajar daripada mengutuk orang yang pintar”

Lebih baik berusaha daripada mengutuk orang yang kaya”

Lebih baik berkreativitas daripada mengutuk orang yang sukses”

 

Mengudara Lagi

Hai teman-teman…….hai juga buat blog ku (menyapa blog sendiri).

Sudah lama absen dari dunia per-blogan nih, sudah lama pula ketinggalan berita dan event-event penting seputar blog. Hampir dua bulan lamanya saya tidak corat-coret di blog, benar-benar ketinggalan berita dan ‘gak update. Biasanya sesibuk apapun saya masih bisa menyempatkan diri untuk menulis di blog, tapi dua bulan kemarin sedang saya memang banyak kegiatan dan pelaporan (maklum akhir tahun) sampai malampun masih berkutat dengan kerjaan (kasian banget ya dikerjain kerjaan). Tapi sekarang sudah lebih ringan, paling tidak tugas yang harus saya kerjakan merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak terkait organisasi atau orang lain. Saya senang, saya pikir blog saya ora payu (‘gak laku) gara-gara sudah lama ‘gak update, ternyata masih banyak juga yang berkunjung, happy rasanya. Saya mau mencoba flashback apa saja sih yang sudah saya lakukan di tahun 2013 kemarin.

Alfi sekarang sudah besar :D

Alfi sekarang sudah besar :D

Tahun kemarin merupakan tahun dimana saya memulai langkah baru, bertransformasi dari seorang ibu rumah tangga yang akhirnya ikut terjun sebagai penyuluh lapangan. Tahun 2013 juga merupakan tahun pembelajaran bagi saya, karena tidaklah mudah menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai ibu dan sebagai penyuluh. Pada awalnya saya sempat was-was ketika bekerja, memikirkan bagaimana anak saya yang kala itu masih belum bisa berjalan, masih jalan merembet atau terkadang merangkak. Saat itu saya masih ingat membawa-bawa cooler bag yang disangka tas makanan oleh teman-teman kantor. Beberapa kali saya menolak tawaran untuk mengikuti diklat (pendidikan dan latihan) yang untuk sebagian besar orang hal tersebut sangat dinantikan. Semua itu karena saya belum siap meninggalkan Alfi, anak saya yang saat itu masih bayi. Hingga akhirnya terpaksa meninggalkannya selama tiga minggu untuk mengikuti diklat prajabatan. Dari situ saya mulai berani untuk melakukan perjalanan dinas yang memang penting dan harus dilakukan karena memang Alfi sudah mulai terbiasa ditinggalkan beberapa hari.

Dukungan dari anak, suami dan orang tua tidak serta merta membuat saya mencintai profesi saya saat ini. Jujur saja saya masih sangat bingung ketika harus berhadapan dengan masyarakat yang dalam hal ini adalah masyarakat petani.

Pertama kali pertemuan, cuma mendampingi kelompok saja, masih cupu abis

Pertama kali pertemuan, cuma mendampingi kelompok saja, masih cupu abis

Kadang saya pulang dengan hati senang karena berhasil membantu mereka, kadang juga membuat saya cukup galau karena susah sekali mengajak mereka untuk maju atau paling tidak mampu memberdayakan diri sendiri. Belum lagi pesan yang selalu disampaikan oleh atasan yang membuat saya merasa memiliki beban berat, Beliau berkata begini: “maju atau tidaknya suatu kelompok tergantung bagaimana kamu memberi warna pada kelompok tersebut”, sebuah kalimat yang sangat dalam dan terasa sangat berat untuk dijalankan. Apalagi diantara sesama teman penyuluh kami sering bercanda begini: “kalau menjadi penyuluh itu harus bisa jadi penyuluh polivalen; ya pertanian, peternakan, perikanan bahkan kehutanan harus bisa”. Itulah yang saya rasakan ketika saya belum mampu menjawab pertanyaan beberapa petani yang bertanya seputar perikanan atau peternakan karena background saya yang lulusan pertanian. Yaaa kalau menjawab seputar budidaya ternak kelinci agak-agak mengerti karena ternak kelinci merupakan hobi yang pernah saya geluti, tapi kalau sudah bertanya soal ternak domba, kerbau dan kawan-kawannya bisa-bisa gigit jari deh. Dalam hal pertanian saja, saya masih kurang lihai dibanding petani, saya tidak akan berbohong karena yang saya tahu hanyalah teoritik saja sementara aplikasinya kadang tidak sesuai dengan teori. Dan… jadilah pulang dengan hati galau karena tidak mampu memfasilitasi keinginan kelompok ditambah dengan deru debu serta kehujanan dijalanan yang membuat badan hampir tiap dua minggu sekali merasakan pijatan dari Mbok Kasni mewarnai hari-hari saya sebagai penyuluh. Tetapi ada satu dua hari dalam seminggu yang membuat saya merasa bahagia ketika mendapatkan ucapan terimakasih dari petani atau mendapatkan sekantong plastik ubi jalar sebagai penghargaan kepada saya karena mampu membantu beberapa petani membuat saya merasa tidak sepenuhnya gagal sebagai seorang penyuluh.

Sekarang udah lebih pede nih, aku (kiri) bareng petugas dari dinas (kanan)

Sekarang udah lebih pede nih, aku (kiri) bareng petugas dari dinas (kanan)

Namun dibalik itu semua ada satu hal yang menghibur saya, yaitu ngeblog. Menulis di blog telah menjadi hobi saya beberapa tahun terakhir, baik menulis biasa atau untuk mengikuti perlombaan. Menang atau kalah bukanlah tujuan ketika menulis, tetapi perasaan puas ketika bisa menulis sesuai ketentuan memberikan sensasi tersendiri bagi saya disela-sela rutinitas. Blog telah membuat saya cukup dikenal di lingkungan kantor, pernah saya mendengar seseorang yang berbicara seperti ini: “itu lho si mba yang rajin banget nulis di blog”, secara tidak langsung memberikan arti bahwa blog saya dikunjungi dan diketahui oleh rekan-rekan. Senang sekali rasanya….. dan ternyata menulis di web terutama dalam bidang pertanian dapat memberikan angka kredit yang cukup besar bagi tenaga fungsional seperti saya ini. Makanya atasan cukup mengapresiasi ketika mengetahui anak buahnya memiliki blog aktif meskipun belum banyak artikel seputar pertanian. Kedepannya saya harus memperbanyak artikel-artikel seputar pertanian karena ketika menulis sama saja kita belajar kembali dan paling tidak terekam dalam ingatan mengenai materi yang kita tuliskan.

Dibalik semua rutinitas dan permasalahan yang melanda, saya sangat menikmati akhir pekan bersama keluarga kecil kami, biasanya kami cukup berjalan-jalan di sekitar Bogor atau Depok untuk memberikan kebahagiaan bagi anak kami, atau jika suami sedang tidak pulang, kadang saya dan Alfi, berduaan saja jalan-jalan di sekitar Cibinong. Hal tersebut mampu memberikan spirit tersendiri bagi saya ketika harus kembali bekerja pada hari senin, dan juga buat Alfi tentunya. Saya mendedikasikan hari sabtu dan minggu khusus untuk keluarga karena sudah terlalu banyak waktu yang habis terpakai untuk bekerja.

Punya hobi yang sama, ngubek-ngubek toko buku

Punya hobi yang sama, ngubek-ngubek toko buku

Tahun 2014, satu tahun kedepan harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Seperti layaknya organisasi, saya memiliki beberapa rencana ditahun ini yang merupakan hasil evaluasi satu tahun belakang. Teman-teman pasti punya rencanakan? Tetapi membuat rencana itu ternyata tidak mudah lho, seperti membuat rencana kerja yang sampai sekarang belum selesai dilakukan lantaran harus sesuai dengan identifikasi dan potensi daerah (itu sih karena ditambah malas saja hehe). Rencana saya saat ini yang kepingin banget dan harus dipenuhi adalah membangun rumah dan pergi ke Pare-Kediri-Jatim selain rencana lainnya yang telah tersusun rapih (‘gak usah dibeberkan disini ya hehe). Belajar dan terus belajar dalam bidang pertanian supaya menjadi penyuluh professional serta menjadi orang tua yang lebih baik lagi adalah salah satu prioritas dari rencana yang telah tersusun, hmmm semoga saya bisa melaksanakannya dengan baik. Aamiin.

Terakhir, jangan lupa gapailah impian dan cita-cita karena umur tidak membatasi seseorang untuk menggapai cita-cita, jadi walaupun sudah emak-emak gini tetap harus menggapai cita-cita dan impian. Semoga dapat terwujud. Aamiin. Semangattttt!!!!

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas -5 CM-

Saya Punya Blog

“Saya punya blog bu”

Teriak ku spontan sambil mengacungkan tangan ketika Ibu Hana selaku narasumber seminar bertanya mengenai siapa diantara peserta seminar yang sebagian besar penyuluh telah memiliki blog. Teman ku yang berada di samping sampai kaget dan rasa kantuknya seketika hilang. Selintas perbuatan ku tadi seperti anak SD yang dengan bangga ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang guru. Alhasil karena aku dengan lantang menjawab pertanyan ibu Hana, aku pun mendapat hadiah kartu bergambar tanaman rempah Indonesia. Namun bukan itu yang membuat ku senang, tapi kebanggan menyebutkan bahwa aku seorang blogger, walaupun sebenarnya masih blogger amatiran hehe.

Hadiah dari Bu Hana

Hadiah dari Bu Hana

Pada hari itu tepatnya hari Kamis Tanggal 31 Oktober 2013 kami penyuluh yang berada di Bogor diundang untuk mengikuti seminar “Bimbingan Pengguna Literasi Informasi Bagi Penyuluh Pertanian” di Pustaka Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) di Bogor dalam rangka Hari Kunjungan Perpustakaan Tanggal 31 Oktober Hingga 2 November 2013. Pada hari itu digelar kunjungan perpustakaan yang ada di Pustaka dan juga bazar buku. Terakhir mengunjungi Pustaka ketika dulu aku kuliah, sudah lama banget ya hehe. Pustaka kini sudah sangat berbeda, lebih rapih, indah dan nyaman sekali ketika hendak mencari literatur disana. Saya melihat banyak buku-buku lama berbahasa Belanda yang tersimpan rapih dan aman.

Welcome to pustaka

Welcome to pustaka

Koleksi buku-buku lama di Pustaka

Koleksi buku-buku lama di Pustaka

Kembali ke laptop! Dalam seminar disebutkan bahwa penelitian yang dihasilkan oleh peneliti belum disebut inovasi apabila belum sampai ke lapangan. Ditingkat peneliti hal tersebut baru disebut infensi, dapat dikatakan inovasi apabila sudah sampai ke tingkat lapangan dalam hal ini petani. Disinilah letak peran penyuluh sebagai fasilitator atau jembatan antara peneliti dengan petani, penyuluh harus bisa menerjemahkan bahasa peneliti ke dalam bahasa yang mampu dipahami oleh petani.

Tetapi peran penyuluh tidak hanya sebatas fasilitator saja, penyuluh juga harus melakukan diseminasi atau penyebaran informasi teknologi. Seorang penyuluh juga dituntut untuk menulis dalam rangka penyebaran informasi, salah satunya adalah melalui penggunaan blog. Blog sendiri bagi ku sangat bermanfaat, selain dapat menambah penghasilan, menambah teman, menambah wawasan juga dapat melatih kemampuan menulis. Walaupun penyuluh, kita juga harus bisa memperoleh teknologi yang spesifik lokasi berdasarkan pengalaman membina bersama petani. Jadi, kemampuan menulis ini harus terus ditingkatkan termaksud motivasi untuk gemar membaca.

Ibu Hana menyampaikan Materi

Ibu Hana menyampaikan Materi

Terus terang saja, blog yang aku miliki memang belum sepenuhnya menulis tentang pertanian, maklum saja aku masih kesulitan untuk menulis hal-hal ilmiah. Akupun bertanya kepada narasumber bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah, Ibu Hana pun memberikan tips sederhana untuk menulis, yaitu:

  1. Perjelas tujuan penelitian, mau penelitian tentang apa?
  2. Apakah pertanyaan sudah terjawab dalam tulisan?
  3. Buatlah range untuk menentukan daftar pustaka, pilih mana yang paling penting
  4. Tentukan kepada siapa tulisan ini ditentukan

Dalam lingkup Kementan sendiri akan diterbitkan NSPM (norma, standart, pedoman, manual) penulisan ilmiah bagi penulis, penerbit, dan editor yang membimbing tulisan sesuai dengan standart nasional. Akupun tidak sabar menantikan terbitnya NSPM itu, karena penting sekali bagi ku dan para penulis tentunya.

Menulis untuk para penyuluh sendiri dapat menambah credit point untuk pengisian dupak. Jadi ada baiknya apabila kita sering berlatih menulis. Blog adalah salah satu media yang dapat kita gunakan. Saat ini sudah banyak komunitas blogger yang ada di Indonesia, masing-masing telah banyak menorehkan prestasi. Dari mereka kita dapat belajar bagaimana menuangkan ide dan menulis yang baik. Apabila kita sering berlatih pasti bisa menulis dengan baik dan benar.

Jadi tunggu apalagi? katakan: saya juga punya blog!

TOT MP3 2013

Pembukaan TOT MP3 2013

Pembukaan TOT MP3 2013

Tidak terasa sudah hampir 21 hari berada di Lembang dalam rangka melaksanakan tugas diklat pada “Training of Trainers Metodologi Penyuluhan Pertanian Partisipatif” 28 Agustus sampai dengan 18 September 2013 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Tujuan dilaksanakan diklat ini adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan sikap aparatur pertanian dalam menggali dan menganalisis potensi petani maju dan kelompok tani unggulan sebagai sumber informasi, serta mensosialisasikannya kepada PEMDA setempat
  2. Meningkatkan kapasitas aparatur pertanian dalam rangka kesiapan untuk melatih peserta Diklat MP3 bagi penyuluh pertanian
  3. Meningkatkan kemampuan dalam memotivasi penyuluh pertanian agar lebih kompeten dan mandiri dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya

Awalnya saya sempat HHC alias harap-harap cemas lantaran diklat kali ini tergolong diklat yang berat karena dibutuhkan jam terbang yang tinggi dan pengalaman lebih dalam menyuluh. Saya khawatir tidak bisa mengikuti materi yang diberikan sehingga membuat saya harus berlari-lari untuk memahami segala materi yang diberikan. Selain itu perbedaan usia yang cukup jauh antara saya dengan senior membuat saya khawatir tidak bisa beradaptasi dengan mereka. Tetapi alhamdulillah semua kekhawatiran tersebut tidak terbukti karena baik widyaiswara maupun penyuluh senior mampu membimbing kami yang minim pengalaman untuk dapat mengikuti diklat ini dengan baik. Berikut adalah beberapa tahapan dalam diklat yang telah kami lakukan:

1. Sesi 1-Field Work 1

Jumlah hari dan total jam pelajaran pada sesi 1 dan field work 1 adalah 6 hari dan 50 jam pelajaran. Pada sesi ini kami diajarkan beberapa materi sebelum menentukan metodogi penyuluhan diantaranya adalah:

  • Mengidentifikasi masalah: masalah yang diidentifikasi adalah masalah petani dan kelompok tani. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Pada bagian ini kami harus bisa mengidentifikasi dan membedakan antara masalah petani dengan masalah kelompok. Masalah petani lebih mengarah kepada masalah teknis, sedangkan masalah kelompok mengarah kepada masalah sosial, ekonomi dan manajeman. Kesulitan dalam mengidentifikasi masalah adalah membedakan antara masalah dengan penyebab, kadang kami tertukar antara masalah dengan penyebab.
  • Aspek khas inovasi teknologi spesifik lokalita: Aspek khas yang harus kami gali berasal dari petani maju dan kelompok tani unggulan. Aspek khas adalah suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh yang lain, serta memiliki ciri khas yang membedakan dengan yang lain. Aspek khas merupakan inovasi dari pengalaman petani yang sudah teruji sebagai bahan rekomendasi untuk penyuluhan. Menetukan aspek khas ternyata tidak semudah seperti yang tercantum pada teori. Untuk menggali aspek khas dibutuhkan suatu instrument yaitu butir-butir wawancara
  • Teknik observasi lapangan dan teknik wawancara, pada bagian ini kami dilatih bagaimana cara mengobservasi suatu masalah secara tepat serta dilatih menyusun butir-butir pertanyaan untuk wawancara. Hasilnya akan digunakan dalam praktek pada field work 1
  • Penggunaan kamera dan pembuatan foto
  • Field Work 1, field work 1 dilakukan di kelompok tani yang ada di Kabupaten Subang. Kami kebagian melakukan field work di Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang
Suasana kelas

Suasana kelas

Observasi dan wawancara FW-1

Observasi dan wawancara FW-1

Hasil dari field work 1akan digunakan sebagai bahan pembelajaran pada sesi 2 dan field work 2.

2. Sesi 2 dan Field Work 2

Jumlah hari dan total jam pelajaran pada sesi 2 dan field work 2 adalah 6 hari dan 50 jam pelajaran. Pada sesi ini kami diajarkan beberapa materi untuk menggali hasil observasi dan wawancara pada field work 1, diantaranya adalah:

  • Pengolahan dan analisis aspek khas inovasi teknologi spesifikasi lokalita, pada tahap ini kami harus memilih, menetapkan, dan menyajikan hasil dari field work 1 dalam hal penentuan aspek khas
  • Penyusunan aspek khas inovasi teknologi spesifikasi lokalita, pada tahap ini kami dilatih untuk menyusun aspek khas petani maju (PM) dan aspek khas kelompok tani unggulan (KTU), format aspek khas PM dan KTU sudah tersedia sehingga memudahkan kami untuk menyusun dan menelaah lagi informasi tentang aspek khas yang dirasa kurang, apabila ada informasi ada kekurangan informasi mengenai aspek khas maka akan dilakukan penggalian lebih lanjut pada field work 2
  • Field Work 2, sebelum melaksanakan field work 2, kami telah menentukan terlebih dahulu PM dan KTU yang akan kami gali aspek khasnya.

Hasil penggalian informasi pada field work 2 akan dijadikan sebagai bahan pada sesi 3 dan field work 3.

Observasi dan wawancara FW-2

Observasi dan wawancara FW-2

Observasi dan wawancara FW-2

Observasi dan wawancara FW-2

3. Sesi 3 dan Field Work 3

Jumlah hari dan total jam pelajaran pada sesi 3 dan field work 3 adalah 5 hari dan 42 jam pelajaran. Pada sesi ini kami diajarkan beberapa materi untuk mempersiapkan bahan penyuluhan guna melakukan praktek penyuluhan pada field work 3, diantaranya adalah:

  • Metode penyuluhan pertanian, kami dilatih untuk menyusun dan menggunakan metode yang tepat dalam melakukan penyusunan agar tepat sasaran
  • Pembuatan dan penyajian materi penyuluhan, pada bagian ini kami diajarkan dalam menggunakan beberapa soft ware seperti power point, publisher, corel draw dan adobe photoshop untuk membuat dan menyusun media penyuluhan. Bagian ini sangat menyenangkan karena memberikan pengetahuan baru dibidang informasi dan teknologi bagi para penyuluh
  • Teknik presentasi dan fasilitasi, pada bagian ini kami dilatih untuk memberikan presentasi yang baik sehingga mampu menarik audience untuk ikut serta dalam pembelajaran. Climate setting perlu dilakukan dengan baik agar audience tertarik terhadap materi yang akan kita berikan
  • Field work 3, setelah semua media dan bahan penyuluhan selesai dibuat maka kami siap untuk melakukan uji coba penyajian materi dan uji coba media penyuluhan pada field work 3, field work 3 dilaksanakan di P4S Mekarsari Desa Tambak Sari Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang
Suasana FW-3

Suasana FW-3

Suasana Climate Setting

Suasana Climate Setting

4. Sesi 4

Jumlah hari dan total jam pelajaran pada sesi 4 adalah 2 hari dan 12 jam pelajaran. Sesi ini merupakan evaluasi dan tindak lanjut dari pelaksanaan field work 3 dengan beberapa materi diantaranya:

  • Ungkapan pengalaman uji coba (try out)
  • Membuat perencaaan pelatihan

Selain beberapa materi di atas, kami juga telah dibekali beberapa pengetahuan dari materi kelompok dasar seperti kebijakan pelatihan pertanian, kebijakan penyuluhan pertanian, dan kebijakan pemberdayaan petani; serta materi kelompok penunjang seperti kelembagaan tani dan dinamika proses pembelajaran.

Tiga minggu lamanya kami dipersatukan dalam TOT MP3 ini. Kami yang berasal dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan yang terjauh dari Maluku Utara telah merasakan jalinan kebersamaan dan sikap saling bahu membahu satu sama lain. Selamat jalan kawan, sukses selalu menyertai kita semua.

Salam MP3!

Peserta MP3 2013

Peserta TOT MP3 2013

Peserta TOT MP3 2013 dengan Kapusluh

Peserta TOT MP3 2013 dengan Kapusluh

Ngebolang di Lembang-Bandung

Saya tidak menyangka akan berada kembali di Lembang dalam waktu yang cukup dekat. Bulan Juli kemarin adalah terakhir kali saya menginjakan kaki di daerah nan sejuk ini. Alhamdulillah kini saya merasakan lagi walaupun awalnya saya teramat berat untuk berangkat lantaran harus meninggalkan si kecil lagi. Namun belakangan ini saya amat bersyukur akan keberangkatan saya ke Lembang selama tiga minggu ini, selain mendapatkan ilmu tentunya, saya juga mendapatkan pengalaman berharga dan juga pelajaran dari beberapa hal dan orang-orang yang saya temui.

Disela-sela jadwal yang padat, saya dan teman-teman mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan dibeberapa tempat baik saat pendidikan atau ketika sedang rehat. Nah, disaat itu pula saya iseng mengabadikan beberapa hal yang menurut saya patut untuk diabadikan. Apa saja itu? ini adalah hasilnya:

1. Kaos Sablon

Di asrama tempat kami tinggal saat diklat, seringkali kedatangan penjual kaos Paris Van Java alias kaos Bandung. Sebagai seorang ibu pasti terpanggil hatinya untuk membelikan oleh-oleh untuk si buah hati (padahal sebenanya memang seneng jajan aja hehe), nah kaos Bandung ini bisa menjadi alternatif untuk oleh-oleh. Harganya yang murah dan kualitas bahannya yang juga masih terbilang cukup bagus untuk kaos seharga Rp. 20000,- membuat pedagang kaos ini laris-manis diserbu para pembeli. Namun, ada satu yang membuat saya tertarik dengan penjual kaos ini, yaitu pembuatan nama dengan cara disablon. Saya senang sekali memperhatikan si Mamang (begitu saya memanggilnya) dengan asiknya memoles cat sablon ke bahan kaos. Ternyata cara menyablonnya sangat mudah, asal ada cetakan, cat dan kuas maka kaos sablonpun jadi.

Kaos Sablon

Kaos Sablon

2. Nanas Madu

Sebelumnya saya sudah memposting tentang cara menentukan nanas madu. Nanas madu ini memang sangat manis rasanya, selain itu dagingnya juga empuk tidak seperti nanas biasanya. Tetapi jangan sampai salah dalam menentukan nanas madu ya. Ketika dalam perjalanan ke Subang, saya melihat hamparan kebun nanas madu di dekat perkebunan teh, kita cukup menanam crown (tunas nanas) ke dalam tanah maka nanas dapat tumbuh beradaptasi, sayangnya saya tidak mampu membawa tunas nanas untuk ditanam di Bogor lantaran barang bawaan yang sudah terlalu banyak.

Nanas Madu

Nanas Madu

3. Mie Kocok

Makan mie kocok di Lembang rasanya maknyus sekali, rasanya yang pedas segar dan panas membuat badan terasa hangat, maklum cuaca di lembang sangat dingin baik siang maupun malam hari. Nah, kalau mau makan mie kocok, silahkan mencoba di pasar Lembang kalau yang berada di dekat Lembang. Mie kocok ternyata merupakan mie yang terdiri dari campuran mie gepeng dan toge dengan topping daging sapi kikil. Kuahnya terasa segar seperti kuah bakso. Dulu saya pernah mencoba mie kocok di Cirebon, namun mie kocok di Cirebon kuahnya lebih kental daripada yang saya temukan di Lembang. Meskipun begitu rasanya sama-sama enak.

Mie Kocok

Mie Kocok

4. Makan Jengkol

Terakhir kali saya makan jengkol adalah ketika saya duduk dibangku sekolah dasar, saya masih ingat nikmatnya makan jengkol. Daaaannn….kali ini saya menemukan jengkol yang nikmat tersebut di lembang, sudah dua kali saya makan jengkol di sini, baik disemur atau direndang sama enaknya.

Rendang jengkol nikmat

Rendang jengkol nikmat

5. Senandung Kerbau

Ketika melakukan field work-1 di Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang, saya menemukan seorang petani sedang membajak sawah sambil menyenandungkan lagu untuk kerbaunya. Saya jarang sekali menemukan hal tersebut di Bogor, kebanyakan kerbau hanya diperintah dengan menggunakan tali saja. Alasan petani menyenandungkan lagu saat kerbau membajak adalah supaya sang kerbau merasa tenang saat membajak sawah sehingga tidak merasa terpaksa.

Petani sedang menyenandungkan lagu

Petani sedang membajak sawah sambil menyenandungkan lagu

6. Pemanfaatan Pekarangan

Ketika sedang berjalan disekitar tempat diklat, saya menemukan pemanfaatan pekarangan yang membuat saya berpikir untuk menerapkan di desa binaan saya, karena lingkungannya hampir sama, minim lahan pekarangan.

Pemanfaatan pekarangan

Pemanfaatan pekarangan

7. Zucchini

Zucchini atau terong jepang sudah sering saya lihat ketika di swalayan. Nah, kebetulan saya berkesempatan untuk melihat langsung tanaman zucchini ini. Zucchini ditanam dengan menggunakan mulsa, daun tanamannya melebar serta terdapat bercak berwarna putih pada daun. Bercak putih tersebut bukanlah residu pestisida, tetapi memang salah satu karakteristik fenotipe dari tanaman zucchini. Ternyata zucchini berbuah pada bagian tengah tanaman, tidak seperti terong pada umumnya. Budidaya zucchinipun ternyata tidak terlalu sulit asalkan melakukan teknik budidaya sesuai dengan lokasi berada.

Tanaman Zucchini

Tanaman Zucchini

8. Seblak

Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Bandung. Saat itu saya dikenalkan sebuah camilan yang murah meriah tapi legit rasanya, cemilan itu adalah seblak. Seblak terbuat dari campuran berbagai macam kerupuk yang dipadukan dengan siomay dan batagor, tetapi kerupuk ini tidak digoreng dulu, jadi langsung dimasak dengan kuah yang gurih dan pedas. Pertama melihat rasanya terlihat aneh, tetapi setelah dirasakan malah bikin ketagihan.

Seblak yang rasanya mantab

Seblak yang rasanya mantab

9. Biosecurity

Ketika saya berjalan menuju pasar Lembang, pandangan saya terkagum-kagum dengan biosecurity di Balai Inseminasi Buatan Lembang. Balai yang sudah menerapkan ISO 9001:2008 ini menerapkan biosecurity untuk menjaga kesterilan tempat dari segala kemungkinan serangan penyakit dengan menerapkan HACCP System dan Biosecurity in adalah salah satu dari Critical Control Point.

IMG_5527IMG_5528IMG_5530

10. Es Lilin dan Pasar Kaget

Di Lembang selalu digelar pasar kaget, pasar rakyat tempat orang berkumpul setelah olahraga. Biasanya orang-orang berangkat dai rumah sambil lari pagi menuju pasar kaget. Barang-barang yang dijual di pasar kaget yaitu pakaian, buku bekas, sepatu, kaca mata, topi, sayuran segar, ikan laut, makanan, minuman dan lain-lain. Kita bisa menemukan lobster tawar, rendang jengkol, hingga siput kari di sini. Nah, ada salah satu jajanan tradisional  dijual di sana dan jarang sekali ditemukan di Bogor, yaitu es lilin. Es lilin adalah jajanan tradisional ketika saya kecil dan saya menemukan lagi ketika sedang di Lembang.

lari pagi menuju pasar lembang

lari pagi menuju pasar lembang

Suasana Pasar kaget lembang

Suasana Pasar kaget lembang

Tersedia wisata kuda

Tersedia wisata kuda

Es lilin mah ceu-ceu

Es lilin mah ceu-ceu

Pulangnya naik andong

Pulangnya naik andong

11. BEC (Bandung Electronic City)

Sewaktu diajak jalan-jalan ke BEC, saya sangat terkagum-kagum melihat melimpahnya barang elektronik di BEC. Bisa dibilang hampir semuanya ada di sini. Saya dan teman-teman membeli flash dish sebesar 32 GB dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 185000,-. Murah dan bermanfaat. Kalau mau nyari barang elektronik di Bandung ke BEC aja.

BEC

BEC

BEC-2

BEC-2

Suasana sekitar BEC

Suasana sekitar BEC

12. Sambal Ase

Baru pertama kali ini saya berjumpa dengan yang namanya sambal enak, gurih, pedas yang bikin ketagihan. Namanya sambal ase yang terbuat dari Cabe Gendot kata orang sunda. Cabe ini bentuknya besar-besar, rasanya pedas banget. Saya hanya berani makan setengah buahnya saja, karena perut sudah terasa panas. Teman saya yang pecinta pedas hanya kuat makan dua buah cabe gendot karena pedasnya benar-benar mantab.

Sambal Gendot

Sambal Gendot

13. Tangkuban Perahu

Ketika sedang olahraga dipagi hari, saya selalu menatap ke arah perbukitan di depan tempat saya berada. Di depan sana terbentang gunung tangkuban perahu. Tangkuban perahu kalau dilihat dari jarak jauh sungguh terlihat seperti perahu yang tertangkup (terbalik) dan pemandangannya sangat indah.

Gunung tangkupan perahu

Gunung tangkupan perahu

Masih banyak lagi hasil jeprat-jepret selama saya ngebolang di Lembang dan Bandung, tetapi tidak semuanya dapat saya tuliskan di blog ini, cukup diingat di dalam hati semoga suatu hari nanti saya bisa menginjakkan kaki di sini lagi.

Cara Menetukan Keaslian Nanas Madu

Seminggu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kelompok tani di Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang dalam rangkaian TOT MP3. Selain menambah pengalaman di daerah lain, saya juga mendapatkan ilmu baru mengenai cara menentukan nanas madu. Sebelumnya saya sudah mencicipi dulu bagaimana rasanya si nanas madu ini. Rasanya manis, segar, airnya banyak, dan dagingnya juga empuk. Kemudian saya juga mencicipi nanas yang lainnya ternyata bukan nanas madu walaupun masih dalam satu bak nanas. Nanas yang satu ini rasanya asam dan daging buahnya juga keras. Apabila kita amati, tidak ada perbedaan yang spesifik antara nanas madu dengan nanas yang biasa.

nanas madu

nanas madu

Lalu bagaimana caranya membedakan nanas madu dengan nanas biasa?

Pembimbing kami saat itu memberikan ilmunya tentang bagaimana cara membedakan nanas madu dengan nanas biasa.

Caranya adalah dengan mendengar suara jari telunjuk tangan yang dipukulkan pada nanas.

Pukulkan jari telunjuk ke daging nanas

Pukulkan jari telunjuk ke daging nanas

Apabila suaranya nyaring maka dia adalah nanas madu. Untuk mempermudah, pembimbing kami mengajarkan untuk menyentil jari telunjuk pada punggung tangan atau pada telapak tangan. Apabila suara nanas sama dengan suara sentilan jari telunjuk adi maka itu adalah nanas madu. Saya kemudian mencoba mempraktekan apa yang sudah diajarkan oleh pembimbing. Ternyata apa yang dikatakan oleh pembimbing benar adanya, suara nanas yang nyaring seperti suara sentilan jari telunjuk pada punggung tangan menunjukkan bahwa nanas tersebut adalah asli nanas madu.

Sentil jari telunjuk ke punggung tangan untuk mementukan suara nanas madu

Sentil jari telunjuk ke punggung tangan untuk mementukan suara nanas madu

Kemudian apa yang menyebabkan nanas begitu manis rasanya?  Berikut adalah beberapa factor yang menyebabkan rasa manis pada nanas:

  1. Pupuk kalium, semakin banyak jumlah pupuk kalium maka tingkat kemanisannya juga tinggi, tetapi ingat ada baiknya memakai pupuk sesuai dengan kebutuhan spesifik lokasi karena tiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda
  2. Penyinaran, semakin lama tanaman nanas diberikan penyinaran maka akan semakin manis.
  3. nanas di sepanjang jalan, ayo tebak mana yang nanas madu?

    nanas di sepanjang jalan, ayo tebak mana yang nanas madu?

    n, apabila buah nanas dipanen pada musim hujan maka rasanya akan asam, maka ada baiknya panen buah nanas saat musim kemarau

  4. Ketinggian tempat, semakin rendah suatu tempat maka rasa nanas akan semakin manis

Nah, apabila sudah memahami bagaimana caranya menetukan nanas madu atau bukan, nanti kalau datang ke Subang mau beli nanas madu jangan sampai tertukar dengan nanas yang biasa ya biar tidak salah beli dan menyesal.

Indahnya Takdir Allah

Tanda Tangan yang dicoret-coret

Tanda Tangan yang dicoret-coret

Aku punya seorang teman yang dapat membaca tanda tangan. Saat itu aku meminta dia untuk membaca tanda tangan ku, aku sih gak berpikir macam-macam, sebenarnya hanya ingin mengetesnya. Waktu itu dia melihat dengan serius tanda tangan ku, dibuatnya garis mendatar pada sisi tanda tangan dan memberinya label positif dan negatif. Dicoret-coretnya tanda tangan ku, dia bilang begini:

“Pernah terpuruk banget ya?” teman ku berkata dengan wajah serius. “iya kok tau sih?” jawab ku. “iya ini tanda tangan kamu jatuh banget ke sisi gelap (negatif) tapi perlahan bangkit terus”. “iya” jawab ku datar sambil berpikir mengenang kembali peristiwa itu.

***

Dari dulu ketika sudah mulai sekolah, aku merasa setiap rencana yang ku susun sesuai dengan apa yang aku harapkan. Mendapatkan peringkat kelas, bersekolah di sekolah negeri, masuk kuliah dengan jalur khusus tanpa tes hingga akhirnya aku mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang aku cita-citakan. Namun semua rencana ku yang sudah sangat aku perhitungan tiba-tiba tidak terealisasi sesuai dengan yang diharapan ketika aku harus kembali ke tempat suami berada.

Aku dan suami sempat terpisah jarak jauh antara Jabar dan Jatim meski kami sudah menikah. Aku tahu bahwa keadaan ini tidak akan berlangsung lama, cepat atau lambat aku harus mengundurkan diri dari perusahaan dan kembali ke tempat suami berada. Aku telah menyusun rencana setahun sebelum aku mengundurkan diri, aku mengambil pendidikan Akta IV di salah satu sekolah tinggi negeri yang ada disana. Harapan ku adalah ketika aku kembali ke tempat suami berada maka aku bisa mengajar untuk mengisi hari-hari ku disana. Maklum tempat suami adalah sebuah perkebunan tebu yang jauh dari mana-mana, kebayang kan kalo kita sudah terbiasa rutinintas di tempat yang ramai namun tiba-tiba harus berada di tempat yang sepi tanpa melakukan apa-apa pasti akan membuat kita stress.

Menjelang beberapa bulan waktu pengunduran diri ada tawaran beasiswa pasca sarjana dari perusahaan. Jujur saja sebenarnya aku tertarik, tetapi mengingat menimbang dan memutuskan jika aku menerimanya maka akan lebih lama lagi berpisah dengan suami, dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak menerimanya. Kemudian tepat sebulan menjelang pengundurkan diri dari perusahaan, aku sudah lulus pendidikan Akta IV. Sejauh ini rencana yang telah aku susun berjalan dengan lancar.

Hamparan Kebun Tebu

Hamparan Kebun Tebu

Dan tiba saatnya aku harus kembali ke tempat suami berada, mental sudah sangat siap untuk kesana. Well… tidak ada yang lebih baik selain bersama dengan keluarga bukan? Tetapi kenyataannya jauh dari apa yang aku bayangkan. Tempatnya benar-benar jauh dari mana-mana, jika aku ingin mengajar maka aku harus menempuh jarak 7 km keluar kebun. Rasanya tidak sebanding dengan hasil yang ku terima. Lalu untuk apa aku mengambil Akta IV? seketika aku ingat ketika teman ku mengatakan bahwa sia-sia saja mengambil kuliah Akta IV, karena tidak akan terpakai. Waktu itu aku bersikeras jika kita sudah menganggap apa yang kita lakukan sia-sia maka semuanya akan sia-sia. Nampaknya apa yang dikatakan teman ku benar saat itu. Aku tidak mengajar sesuai rencana, aku tidak memiliki aktivitas rutin, tidak ada teman dan keramaian, semua itu membuat aku stress. Aku yang biasanya ceria dan dikelilingi oleh teman-teman seketika merasa hancur hingga aku menyalahkan suami ku mengapa dia memilih pekerjaan di tempat yang seperti ini. Butuh waktu lama untuk ku dapat menerima keadaan ini.

“Diantara penyebab kebahagiaan adalah beristikharah kepada Allah dan ridha terhadap qadha (ketetapan)-Nya” (HR Ahmad)

Setelah lima bulan lamanya berada disana, aku mulai sadar dan menerima kenyataan ini ketika diberi amanah menjadi seorang ibu. Aku mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Aku mulai berpikir qanaah (sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT) bahwa pasti ada sesuatu hikmah dari semua yang aku jalani sekarang. Ku isi waktu ku dengan menulis meskipun hanya menulis di blog, tetapi cukup memberi ku pengalaman karena banyak teman-teman yang menginspirasi ku. Kehadiran seorang anak ditengah-tengah keluarga kecil kami juga membawa warna dalam kehidupan ku. Aku mulai bersyukur diberikan waktu yang cukup panjang untuk bersama dengan anak ku yang masih bayi. Aku tidak terbayang jika masih bekerja ditempat yang lama dan memiliki seorang bayi maka siapa yang akan mengurusnya, menyerahkannya kepada orang lain? Saya tidak berani membayangkan hal tersebut.

Kemudian ketika anak ku berumur hampir satu tahun aku melihat sebuah lowongan CPNS penyuluh pertanian. Dengan izin suami, orang tua dan tentunya bayi kecil ku akhirnya aku mengikuti tes tersebut dan Alhamdulillah aku lulus. Inilah titik balik ku, perlahan aku mulai mengalami anti klimaks keterpurukan ku. Aku mulai bangkit perlahan. Profesi yang aku jalani sekarang ternyata berhubungan dengan sifat ku yang senang bertemu dan berbicara dengan orang-orang, sesuai juga dengan pendidikan Akta IV ku karena aku harus membimbing dan mengajar petani.

Menjadi guru sekaligus penyuluh

Menjadi guru sekaligus penyuluh

Sungguh indah takdir Allah, sebaik-baiknya rencana manusia, tidak ada yang lebih baik dari rencana Allah. Ketika aku menyusun rencana untuk beraktivitas dalam rangka menyibukkan diri dan menghindari kejenuhan, Allah memberi ku anugerah menjadi seorang ibu yang membuatku mengisi hari-hari ku dengan merawat bayi yang ku lahirkan. Ketika aku ingin mengajar menjadi seorang guru, Allah memberikan anugerah dengan menjadi seorang penyuluh yang bertugas mendampingi dan memberikan ilmu serta pengetahuan ku untuk para petani. Kini aku dapat bekerja tanpa menyita waktu banyak untuk anak ku, jam kerja ku jelas meski sesekali aku harus pulang sore hari, paling tidak aku tidak harus lembur seperti di tempat ku dulu.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)

Segala sesuatu yang kita rencanakan mungkin tidak terelaksana sepenuhnya sesuai dengan yang kita harapkan tetapi kita harus bersikap khusnudzan (berbaik sangka) terhadap takdir Allah karena sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah. Mengapa kita harus merasakan jatuh, agar kita dapat bangkit lagi. Begitulah Allah mengajarkan kepada kita agar kita selalu berusaha menjadi lebih baik lagi, karena itulah sebenarnya yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Ketika ku mohon pada Allah kekuatan, Allah memberi ku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku mohon kebijaksanaan, Allah memberi ku masalah untuk dipecahkan

Ketika ku mohon keberanian, Allah memberi ku bahaya untuk diatasi

Ketika ku mohon sebuah cinta, Allah memberi ku orang-orang bermasalah untuk dibantu

Aku tak pernah menerima apa yang ku minta, tapi aku menerima segala yang ku butuhkan

(dari berbagai sumber)

Tulisan ini diikutsertakan dalam momtraveler’s first Giveaway “Blessing in Disguise” Periode 16 Juli-16 Agustus 2013. dan Alhamdulillah dapet urutan ke-8, Terimakasih :D

KWT Anggrek Desa Babakan

Belajar menyiapkan media tanam

Belajar menyiapkan media tanam

Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek adalah sebuah kelompok wanita tani yang berada di Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. KWT ini mengalami penumbuhan kembali pada tanggal 30 Januari 2013 lalu. Awalnya KWT ini sudah giat dengan peertanian perkarangan, namun belakangan menjadi vakum sehingga harus ditumbuhkan kembali. Memang, sejak dulu Desa Babakan sudah masuk kedalam wilayah binaaan Cikarawang, hanya saja kurang mendapatkan perhatian lantaran potensi pertaniannya sangat sedikit.

KWT Anggrek ini beralamat di Jalan Bara IV RT 03/RW 07 yang di ketuai oleh Ibu Atih Sumiati. Jumlah anggota KWT ini sebanyak 30 orang, terdiri dari kaum ibu-ibu yang sudah berumur, meskipun begitu semangatnya untuk menghijaukan pekarangan patut diacungi jempol. Awalnya ketika saya datang ke sana, ibu-ibu di sana pesimis terhadap pembinaan yang hendak saya lakukan, mengingat lingkungan Bara yang berada dekat dengan kampus IPB Dramaga ini sudah minim sekali dengan lahan untuk ditanami. Hampir 80% wilayah Bara sudah dijadikan kos-kosan mahasiswa sehingga membuat wilayah Bara cukup padat. Tetapi pertanian tidak melulu harus di lahan yang luas, di pekarangan yang sempit itu pun kita dapat melakukan budidaya tanaman. Berbekal alasan tersebut maka saya bertekad untuk mengajak ibu-ibu menggiatkan kembali kegiatan penanamannya.

Memang tidak mudah mengajak kebaikan, ibu-ibu yang pesimis karena terbentur lokasi yang minim sedikit demi sedikit tergerak untuk menanam meskipun jumlahnya belum mencapai separuh dari anggota yang ada. Dengan melakukan pendekatan kepada anggota dan terus memberikan semangat positif untuk melakukan penghijauan saya yakin suatu saat sebagian dari warga Bara mau memanfaatkan pekarangannya untuk menanam berbagai tanaman.

Bergerak bersama menyiapkan demplot kecil untuk penanaman bayam

Bergerak bersama menyiapkan demplot kecil untuk penanaman bayam

Saat ini saya sedang mengajak ibu-ibu untuk menanami pekarangan mereka dengan tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, dan cabe. Ternyata mereka antusias dalam melakukan penanaman tersebut meskipun tidak semuanya berpartisipasi. Ada sebagian dari kelompok yang memang ingin mendapatkan pengetahuan, ada yang sekedar ikut-ikutan, ada juga yang memiliki kepentingan tertentu. Bagi saya itu tidak mengapa, karena itu yang dinamakan dinamika kelompok.

Saya berharap semoga KWT ini yang masih masuk kelas pemula dapat terus maju dan semangat untuk melakukan penghijauan seperti KWT lainnya. Karena KWT ini masih pemula maka masih banyak hal yang perlu kami lakukan bersama demi kemajuan kelompok. Semangat!

Kumpulan Emak Blogger

Logo KEB

Warung Blogger

Photobucket

Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN)

Kompetisi Blog Perdesaan Sehat

Blog Stats

  • 154,883 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,359 other followers

%d bloggers like this: