<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>evRina shinOda</title>
	<atom:link href="http://evrinasp.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://evrinasp.wordpress.com</link>
	<description>tulis-tulis, coret-coret, uneg-uneg</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 06:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='evrinasp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d6716c1a89061c9a5300d9e4ef9fe326?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>evRina shinOda</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://evrinasp.wordpress.com/osd.xml" title="evRina shinOda" />
	<atom:link rel='hub' href='http://evrinasp.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cantengan</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2012/05/18/cantengan/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2012/05/18/cantengan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 06:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[Cantengan]]></category>
		<category><![CDATA[kuku]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://evrinasp.wordpress.com/2012/05/18/cantengan/</guid>
		<description><![CDATA[Cantengan, sebuah penyakit yang sepele tetapi cukup mengganggu dan menyakitkan, apalagi kalau cuma kesenggol atau tidak sengaja terinjak. Bukan main rasanya amat sangat tidak enak sampe bisa teriak. Berawal dari salah gunting kuku jempol kaki, sebulan lebih saya harus merasakan cantengan. Awalnya saya pikir cantengan itu akan sembuh sendiri karena dulu saya hanya mengoleskan si &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2012/05/18/cantengan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=365&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cantengan, sebuah penyakit yang sepele tetapi cukup mengganggu dan menyakitkan, apalagi kalau cuma kesenggol atau tidak sengaja terinjak. Bukan main rasanya amat sangat tidak enak sampe bisa teriak.</p>
<p>Berawal dari salah gunting kuku jempol kaki, sebulan lebih saya harus merasakan cantengan. Awalnya saya pikir cantengan itu akan sembuh sendiri karena dulu saya hanya mengoleskan si cantengan dengan salep Gentamicin saja ternyata sembuh. Karena sudah sangat mengganggu akhirnya saya pergi ke dokter, dokter menawarkan 2 opsi:</p>
<p>1. Diobatin bohongan: pakai antibiotik dan salep, dijamin kempes tapi bisa kambuh lagi karena penyebabnya adalah kuku yang tumbuh ke dalam</p>
<p>2. Diobatin beneran: operasi kecil, kuku yang tumbuh ke dalam harus dipotong</p>
<p>Well, saya yang penakut sama jarum suntik dan teman-temannya memilih opsi 1. Cantengan sempet kempes, tapi beberapa minggu kemudian dia kambuh lagi. Akhirnya saya pilih opsi 2, walaupun takut tapi biar si cantengan pergi jauh.</p>
<p>Kemarin tanggal 17 Mei 2012 sore akhirnya saya operasi kecil. Sakitnya tidak seperti yang saya bayangkan, sakitnya hanya saat obat bius disuntikkan di dekat cantengan. Setelah itu hanya butuh waktu 15 menit operasi pun selesai. Dokter memberikan saya obat pengurang rasa sakit, antibiotik dan lain-lain. Tiga hari kemudian harus kembali lagi untuk buka perban.</p>
<p>Semoga si cantengan bener-bener pergi dan tidak ganggu-ganggu lagi. Saya juga potong kukunya harus benar jangan sampai membuat kuku salah tumbuh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=365&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2012/05/18/cantengan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Becoming Full Time Mother</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/becoming-full-time-mother/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/becoming-full-time-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 03:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Life]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/becoming-full-time-mother/</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Kini rencana yang sudah lama saya pikirkan harus berubah 180 derajat demi 2 orang yang saya cintai, alfi dan suami ku tercinta. Setelah puas bekerja dan berpetualang di jatim hampir 3.5 tahun, akhirnya saya harus kembali &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/becoming-full-time-mother/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=364&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Kini rencana yang sudah lama saya pikirkan harus berubah 180 derajat demi 2 orang yang saya cintai, alfi dan suami ku tercinta.</p>
<p>Setelah puas bekerja dan berpetualang di jatim hampir 3.5 tahun, akhirnya saya harus kembali ke jabar untuk mengabdi kepada suami karena tidak mungkin kami hidup jarak jauh. Saya berencana untuk bekerja kembali di jabar. Ya, saya sudah mendapatkan, tetapi saya tidak boleh hamil dulu selama setahun. Tentu saya tidak mau karena memang saya tidak berencana untuk menunda. Akhirnya saya tidak jadi bekerja dan alhamdulillah saya dipercaya oleh Allah untuk mengandung buah cinta kami.</p>
<p>Selepas melahirkan, saya ingin mendidik bayi saya agar menjadi bayi yang mandiri karena saya berencana untuk melanjutkan rencana kerja kembali. Alfi pernah saya tinggalkan selama 5 jam untuk interview di jakarta, bukan hasil baik yang saya dapat tetapi saya justru membuat alfi sakit karena ternyata dia menangis dan mencari mamahnya. Sungguh saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan meninggalkannya lagi jika memang dia belum siap.</p>
<p>Alfi kini sudah lebih mandiri, tetapi niat saya untuk bekerja lagi mulai luntur, saya benar-benar tidak tega jauh darinya. Terlebih lagi suami sudah meminta kami menyusulnya ke cirebon. Setelah berpikir lama dan mendapatkan nasehat sana sini akhirnya saya memutuskan untuk ikut suami dan mengurus alfi.</p>
<p>Niat saya bekerja bukan untuk berkarir, tetapi untuk membantu suami, karena saya juga ingin menjadi mujahid yang bersusah payah demi menafkahkan keluarganya. Tetapi menjadi seorang ibu bagi anaknya dan istri bagi suami juga merupakan jihad. Ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anaknya dan saya tidak ingin peran saya tergantikan.</p>
<p>Jika memang suatu hari Allah mengabulkan cita-cita saya yang tertunda, smoga hal tersebut datang diwaktu yang tepat dan terbaik bagi kami. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=364&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/becoming-full-time-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Full time mother</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/full-time-mother/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/full-time-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 02:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/full-time-mother/</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Kini rencana yang sudah lama saya pikirkan harus berubah 180 derajat demi 2 orang yang saya cintai, alfi dan suami ku tercinta. Setelah puas bekerja dan berpetualang di jatim hampir 3.5 tahun, akhirnya saya harus kembali &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/full-time-mother/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=363&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita, manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Kini rencana yang sudah lama saya pikirkan harus berubah 180 derajat demi 2 orang yang saya cintai, alfi dan suami ku tercinta.</p>
<p>Setelah puas bekerja dan berpetualang di jatim hampir 3.5 tahun, akhirnya saya harus kembali ke jabar untuk mengabdi kepada suami karena tidak mungkin kami hidup jarak jauh. Saya berencana untuk bekerja kembali di jabar. Ya, saya sudah mendapatkan, tetapi saya tidak boleh hamil dulu selama setahun. Tentu saya tidak mau karena memang saya tidak berencana untuk menunda. Akhirnya saya tidak jadi bekerja dan alhamdulillah saya dipercaya oleh Allah untuk mengandung buah cinta kami.</p>
<p>Selepas melahirkan, saya ingin mendidik bayi saya agar menjadi bayi yang mandiri karena saya berencana untuk melanjutkan rencana kerja kembali. Alfi pernah saya tinggalkan selama 5 jam untuk interview di jakarta, bukan hasil baik yang saya dapat tetapi saya justru membuat alfi sakit karena ternyata dia menangis dan mencari mamahnya. Sungguh saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan meninggalkannya lagi jika memang dia belum siap.</p>
<p>Alfi kini sudah lebih mandiri, tetapi niat saya untuk bekerja lagi mulai luntur, saya benar-benar tidak tega jauh darinya. Terlebih lagi suami sudah meminta kami menyusulnya ke cirebon. Setelah berpikir lama dan mendapatkan nasehat sana sini akhirnya saya memutuskan untuk ikut suami dan mengurus alfi.</p>
<p>Niat saya bekerja bukan untuk berkarir, tetapi untuk membantu suami, karena saya juga ingin menjadi mujahid yang bersusah payah demi menafkahkan keluarganya. Tetapi menjadi seorang ibu bagi anaknya dan istri bagi suami juga merupakan jihad. Ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anaknya dan saya tidak ingin peran saya tergantikan.</p>
<p>Jika memang suatu hari Allah mengabulkan cita-cita saya yang tertunda, smoga hal tersebut datang diwaktu yang tepat dan terbaik bagi kami. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=363&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2012/04/19/full-time-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitos-Mitos Disekitar Ku</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2012/03/16/mitos-mitos-disekitar-ku/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2012/03/16/mitos-mitos-disekitar-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 23:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[mpasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Di lingkungan tempat saya tinggal masih terdapat mitos yang diwariskan turun temurun dari orang tua kepada anaknya. Anda boleh percaya boleh tidak tergantung kepercayaan masing-masing. Kalau saya lebih melihatnya dengan logika dan dikembalikan kepada Allah SWT. Mitos yang saya dapat dimulai dari saat akan menikah hingga sekarang memiliki anak. Berikut saya rinci satu persatu. Mitos &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2012/03/16/mitos-mitos-disekitar-ku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=358&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di lingkungan tempat saya tinggal masih terdapat mitos yang diwariskan turun temurun dari orang tua kepada anaknya. Anda boleh percaya boleh tidak tergantung kepercayaan masing-masing. Kalau saya lebih melihatnya dengan logika dan dikembalikan kepada Allah SWT. Mitos yang saya dapat dimulai dari saat akan menikah hingga sekarang memiliki anak. Berikut saya rinci satu persatu.</p>
<p><strong>Mitos sebelum menikah</strong>:<br />
<em>Tidak boleh menyapu</em>. Alasannya akan mengusir rejeki, saya hanya tersenyum karena waktu itu saya sedang membantu orang rumah membersihkan rumah walaupun besoknya saya akan menikah</p>
<p><strong>Mitos sewaktu hamil</strong></p>
<ol>
<li>Memakai gunting lipat.</li>
</ol>
<p>Alasannya agar janin yang dikandung tidak hilang. Waktu itu saya disarankan untuk memakainya karena saya divonis blight ovum, tetapi saya tidak memakainya karena bagi saya rejeki anak dan lainnya sudah diatur oleh Allah, saya hanya berdoa ikhlas dan berserah diri terhadap apapun yang terjadi, alhamdulillah setelah 2 minggu janin pun berkembang. Bagi saya itu adalah the power of ikhlas.</p>
<p>2. Banyak minum air kelapa hijau</p>
<p>Saya mempercayai mitos yang satu ini karena memang air kelapa bagus untuk tubuh. Menurut orang tua dapat membersihkan air ketuban</p>
<p>3. Makan dengan piring kecil</p>
<p>Untuk mitos yang satu ini tidak dijelaskan alasannya. Saya tetap makan dengan piring besar atau kecil sesuai porsi dan alhamdulillah tidak terjadi apa-apa</p>
<p>4. Jangan minum menggunakan gelas yang bopel/retak di atasnya</p>
<p>Alasannya adalah agar calon bayi tidak sumbing bibirnya. Kalau saya lebih dihubungkan dengan logika, jika menggunakan gelas tersebut dapat melukai bibir</p>
<p>5. Bumil dilarang sering tidur siang</p>
<p>Alasannya adalah agar tidak ada lemak putih di kepala bayi saat lahir, untuk yang satu ini saya pun tidak mengikuti lantaran di malam hari saya sulit untuk tidur dan alhamdulillah bayi saya bersih dari lemak putih</p>
<p>6. Menaruh sapu lidi di bawah tempat tidur bayi</p>
<p>Alasannya agar bayi tidak diculik dan dilindungi. Saya waktu itu hanya geleng-geleng dan akhirnya sapu tersebut saya gunakan untuk membersihkan tempat tidur. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa</p>
<p><strong>Mitos saat menyusui</strong><br />
1. Tidak boleh minum atau makan yang terlalu panas</p>
<p>Alasannya adalah agar lidah bayi tidak putih-putih. Padahal timbulnya putih-putih tersebut karena sisa asi atau adanya jamur candida</p>
<p>2. Membersihkan jamur candida dengan ompol bayi atau ludah ibu</p>
<p>Untuk yang satu ini pun bagi saya juga mitos karena ompol bayi adalah kotoran bukan desinfektan dan ludah ibu juga tidak baik karena mengandung kotoran</p>
<p>3. Payudara (PD) kiri adalah lauk, PD kanan adalah nasi</p>
<p>Menurut ahli laktasi hal tersebut hanya mitos karena tidak ada bedanya antara kiri dan kanan, bayi memilih kiri atau kanan karena nyaman pada posisi disalah satu PD</p>
<p>4. Bau tangan</p>
<p>Ini pun mitos, tidak ada istilah bau tangan, karena pada dasarnya bayi nyaman bila digendong</p>
<p>5. ASI tidak enak saat busui sakit</p>
<p>Saya kurang tahu soal rasanya karena belum pernah mencoba, tetapi waktu sakit saya tetap menyusui dan bayi saya mau meminumnya. Bayi menjadi rewel saat busui sakit karena jumlah asi yang dia minum kurang lantaran asi si ibu menjadi seret karena sedang sakit</p>
<p>6. Tidak boleh makan gabah</p>
<p>Alasannya agar PD tidak menjadi keras. Padahal PD keras karena asi sudah penuh tetapi tidak diminum bayi atau tidak dikeluarkan, dan tentunya kita makan beras bukan makan gabah</p>
<p>7. Bila bayi sakit busui yang minum obat</p>
<p>Yang satu ini saya belum tahu kebenarannya, karena ada dsa yang menyarankan agar busui yang minum obat saat bayi sakit, contohnya saat bayi terkena pilek kita yang minum obat flu. Tetapi ahli per-asi-an mengatakan bahwa sebenarnya tidak berpengaruh, silahkan tentukan sikap menurut keyakinan masing-masing.</p>
<p>8. Busui tidak boleh tidur siang dengan posisi terlentang, harus posisi duduk</p>
<p>Alasannya adalah agar darah putih tidak naik ke mata yang menyebabkan mata menjadi minus. Saya pun tidak mengikuti mitos ini karena menurut teman yang sudah mengikuti pelatihan tentang ASI mengatakan bahwa hal tersebut hanya mitos dan kebetulan mata saya memang sudah minus.</p>
<p><strong>Mitos Saat MPASI</strong></p>
<p><em>Metode BLW (baby led weaning)</em>. Orang tua mendukung saya untuk memberikan MPASI dengan metode BLW dengan alasan jika dengan BLW maka makanan akan menjadi daging sementara kalau disuapin maka akan tidak menjadi daging. Walaupun alasannya tidak terlalu logis, saya senang karena saya dan orang tua satu visi misi dalam MPASI untuk bayi kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=358&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2012/03/16/mitos-mitos-disekitar-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASIP dan LDR</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2012/02/13/asip-dan-ldr/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2012/02/13/asip-dan-ldr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[ASIP]]></category>
		<category><![CDATA[LDR]]></category>
		<category><![CDATA[marmet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini usia alfi bayi saya sudah memasuki usia ke empat bulan, rencananya saat usia alfi memasuki usia ke lima bulan saya ingin mengajarkannya minum asi melalui gelas sebagai persiapan MPAsi. Untuk itu saya mulai menabung ASIP sebagai persiapan awal. ASIP saya siapkan dengan memerah menggunakan tangan (marmet), awalnya saya agak kesulitan karena PD menjadi &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2012/02/13/asip-dan-ldr/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=354&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini usia alfi bayi saya sudah memasuki usia ke empat bulan, rencananya saat usia alfi memasuki usia ke lima bulan saya ingin mengajarkannya minum asi melalui gelas sebagai persiapan MPAsi. Untuk itu saya mulai menabung ASIP sebagai persiapan awal.</p>
<p>ASIP saya siapkan dengan memerah menggunakan tangan (marmet), awalnya saya agak kesulitan karena PD menjadi sakit dan tangan pegal sekali, hasil ASIP pun tak seberapa dibanding dengan tangan yang pegal. Namun karena sering berlatih, sedikit demi sedikit hasil perahan pun mulai banyak walaupun tangan masih terasa pegal. Hasil perahan akan semakin banyak dalam waktu yang singkat bila LDR (Let Down Reflect) muncul, hanya saja saya kesulitan dalam merangsang timbulnya LDR. Walapun sudah melihat alfi dan perasaan sangat rileks tapi LDR tak kunjung muncul. Tak ingin terpaku memikirkan LDR, saya pun tetap memerah dengan jarak 2-3 jam sekali agar tabungan ASIP menjadi banyak. Saat ini saya belum menggunakan pompa, karena pernah sekali menggunakan ternyata tidak nyaman sekali.</p>
<p>Mudah-mudahan semakin sering berlatih akan semakin mudah dalam memerah dengan marmet. Semangat MengASI!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=354&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2012/02/13/asip-dan-ldr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kembung Pada Bayi</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/mengatasi-kembung-pada-bayi/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/mengatasi-kembung-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 13:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[newborn]]></category>
		<category><![CDATA[bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kembung]]></category>
		<category><![CDATA[sendawa]]></category>
		<category><![CDATA[telon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/mengatasi-kembung-pada-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah dua hari baby alfi bila malam hari rewel, sering menangis dan tidak bisa tidur lantaran perutnya kembung. Karena hal tersebut menyebabkan dia slalu ingin muntah dan merasa mual walaupun sudah disendawakan. Pada awalnya saya memberikan treatment minyak telon di dada, perut, punggung dan telapak kaki serta menyendawakan setelah dia minum ASI. Akan tetapi hal &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/mengatasi-kembung-pada-bayi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=345&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah dua hari baby alfi bila malam hari rewel, sering menangis dan tidak bisa tidur lantaran perutnya kembung. Karena hal tersebut menyebabkan dia slalu ingin muntah dan merasa mual walaupun sudah disendawakan.</p>
<p>Pada awalnya saya memberikan treatment minyak telon di dada, perut, punggung dan telapak kaki serta menyendawakan setelah dia minum ASI. Akan tetapi hal tersebut tidak maksimal. Akhirnya saya menengkurapkan dia saat tidur siang hari. Cukup banyak udara yg keluar lewat kentutnya. Tetapi perut masih kembung dan mual.</p>
<p>Akhirnya atas saran dari teman saya @rikariku untuk memberikan parutan bawang merah pada perut alfi kembungnya pun berkurang. Dia jadi mudah sendawa, lebih banyak kentut dan mulai banyak minum ASI. Mualnya pun hilang. Sekarang dia sudah ceria lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=345&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/mengatasi-kembung-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Payudara Bengkak Karena ASI Berlimpah</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/payudara-bengkak-karena-asi-berlimpah/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/payudara-bengkak-karena-asi-berlimpah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 13:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[newborn]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[bengkak]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/payudara-bengkak-karena-asi-berlimpah/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini (1 des 11) adalah hari yang berat bagi saya. Saya mengalami demam, meriang, dan pusing sejak pagi hari. Hal tersebut dikarenakan PD sy membengkak lantaran ASI melimpah tapi tidak dikeluarkan. Saya tidak memerahnya karena biasanya kosong dengan sendirinya setelah disusui ke alfi bayi saya. Karena alfi sedang kembung dan mual, nafsunya untuk banyak &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/payudara-bengkak-karena-asi-berlimpah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=344&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini (1 des 11) adalah hari yang berat bagi saya. Saya mengalami demam, meriang, dan pusing sejak pagi hari. Hal tersebut dikarenakan PD sy membengkak lantaran ASI melimpah tapi tidak dikeluarkan. Saya tidak memerahnya karena biasanya kosong dengan sendirinya setelah disusui ke alfi bayi saya. Karena alfi sedang kembung dan mual, nafsunya untuk banyak minum ASI menurun, hal tersebut menyebabkan masih banyaknya ASI di PD saya sehingga menjadi bengkak.</p>
<p>Untuk menghilangkan gangguan ini saya pun pergi ke bidan siang harinya. Saya diberi obat antibiotik, penghilang nyeri dan penurun demam yaitu: Amoxicillin, asam mefenamat, cnj kuning, mef orange. Bidan mengatakan untuk mengompres dengar air dingin dan air hangat secara bergantian. Serta memijit PD dengan memutarkan jari di PD dan mengarahkan telapak tangan ke arah puting.</p>
<p>Alhamdulillah menjelang sore demam pun turun, hanya tersisa pusing saja. Sekarang sedang pemulihan. ASI pun tidak serat. Sebaiknya ASI diperah bila dalam keadaan melimpah dan tidak diminum bayi agar tidak bengkak</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=344&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2011/12/01/payudara-bengkak-karena-asi-berlimpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaundice dan Imunisasi Alfi</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/30/jaundice-dan-imunisasi-alfi/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/30/jaundice-dan-imunisasi-alfi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 00:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[newborn]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaundice]]></category>
		<category><![CDATA[kuning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Suatu anugerah karena akhirnya hadir seorang putera ke dalam keluarga kecil kami. Kami pun memberikan dia nama Alfian Dhiyaa Fahrizi Budoyo Abas yang berarti beribu-ribu cahaya kebanggaan orang tua. Diharapkan saat dia besar nanti, Alfi begitu nama panggilannya dapat memberikan sebagian cahayanya untuk membahagiakan dan membawa berkah bagi keluarga dan orang lain terutama untuk dirinya &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/30/jaundice-dan-imunisasi-alfi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=341&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu anugerah karena akhirnya hadir seorang putera ke dalam keluarga kecil kami. Kami pun memberikan dia nama Alfian Dhiyaa Fahrizi Budoyo Abas yang berarti beribu-ribu cahaya kebanggaan orang tua. Diharapkan saat dia besar nanti, Alfi begitu nama panggilannya dapat memberikan sebagian cahayanya untuk membahagiakan dan membawa berkah bagi keluarga dan orang lain terutama untuk dirinya sendiri.</p>
<p>Pada saat lahir pada tanggal 4 Oktober 2011 berat badan (BB) alfi hanya seberat 2.9 Kg dengan panjang badan (PB) 49 cm. pada saat hari keempat mulai muncul warna kuning pada kulit Alfi, saya yang karena mengalami persalinan SC belum sempat melakukan penjemuran setiap pagi karena belum mampu berdiri lama. Seminggu setelah lahir seharusnya Alfi sudah diimunisasi, karena badannya masih kuning akibat bililubrin dalam diri Alfi yang dikenal dengan jaundice maka imunisasi ditunda. Dokter menyuruh agar melakukan penjemuran di pagi hari selama maksimal 15 menit mulai pukul 07.00 hingga maksimal pukul 08.30 yang disesuaikan dengan ada tidaknya cahaya matahari. Cahaya matahari pagi berguna untuk menurunkan kadar bilirubrin bayi. Saya pun mulai aktif melakukan penjemuran agar Alfi segera di imunisasi.</p>
<p>Seminggu kemudian pada tanggal 18 Oktober 2011, Alfi saya ajak ke bidan untuk dilakukan imunisasi dan untuk di cek terlebih dahulu apakah bilirublinnya sudah berkurang atau belum, Alhamdulillah ternyata Alfi bisa diimunisasi karena bilirublinnya mulai berkurang. Imunisasi yang didapat alfi adalah Hepatitis B dan Polio 1. Bidan mengatakan untuk terus menjemur Alfi di pagi hari dan datang kembali untuk imunisasi pada tanggal 26 November 2011. Kemarin pada tanggal tersebut akhirnya kami datang kembali agar Alfi di imunisasi, imunisasi kali ini adalah BCG dan polio 2. Bidan pun senang dengan melihat pertambahan BB Alfi yaitu 5.2 Kg dengan panjang 54 Cm. Saya pun mendapat pujian karena ASI saya dikatakan berhasil, Alhamdulillah. Kami diharuskan kembali pada tanggal 29 Desember 2011 untuk diimunisasi kembali. Pada saat ini kuning atau jaundice pada diri Alfi berangsur-angsur hilang, akan tetapi kami masih tetap menjemur di pagi hari apabila ada cahaya matahari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=341&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/30/jaundice-dan-imunisasi-alfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangat MengASI Karena ASI adalah InvestASI Masa Depan</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/semangat-mengasi-karena-asi-adalah-investasi-masa-depan/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/semangat-mengasi-karena-asi-adalah-investasi-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 23:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[newborn]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai ibu baru saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan bayi saya. Termasuk dalam hal pemberian ASI. Saya telah bercita-cita dari awal untuk memberikan ASIX untuk bayi saya yang bernama Alfi karena menurut info ASIX pada 6 bulan pertama memberikan 100% untuk imunitas bayi kedepannya, dan apabila diteruskan hingga 2 tahun dengan MPASI memberikan &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/semangat-mengasi-karena-asi-adalah-investasi-masa-depan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=339&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai ibu baru saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan bayi saya. Termasuk dalam hal pemberian ASI. Saya telah bercita-cita dari awal untuk memberikan ASIX untuk bayi saya yang bernama Alfi karena menurut info ASIX pada 6 bulan pertama memberikan 100% untuk imunitas bayi kedepannya, dan apabila diteruskan hingga 2 tahun dengan MPASI memberikan 70-80% untuk imunitas bayi. Tentu saya ingin memberikan yang terbaik untuk Alfi. Karena menurut saya menyusui hal yang mudah maka saya menganggap enteng perihal tersebut dengan beranggapan bahwa ASI akan tersedia secara alami jadi tak usah dipusingkan, sehingga tidak seperti saat saya hamil saya tidak mengumpulkan info atau membaca perihal menyusui.</p>
<p>Minimnya info membuat saya sempat putus asa, khawatir dan sedih saat menyusui Alfi, saya baru tahu kalau ASI sebagian besar baru lancar di hari ketiga, pada hari pertama yang keluar adalah cairan colostrum yang harus diminum bayi sebagai antibody. Andaikan saya tahu lebih awal maka saya tak perlu panik menghadapi hal tersebut. Kemudian anggapan lidah bayi yang kasar yang menyebabkan puting luka ternyata itu hanya mitos, karena sebenarnya adalah pelekatan yang salah dan memang puting yang menyesuaikan dengan mulut bayi, bayi tidak menyusu pada puting tetapi menyusu pada payudara (PD).</p>
<p>Karena melihat luka yang semakin parah pada puting, dan dorongan orang-orang rumah (bukan orang tua saya) yang menyuruh untuk memberikan sufor, bahkan menyarankan untuk memberikan pisang karena menurut mereka Alfi menangis terus karena lapar dan ASI saya hanya sedikit membuat saya putus asa dan sedih.<br />
Pada saat puting saya luka hingga berdarah dan rasa sakit yang luar biasa menyerang, saya memutuskan untuk memeras ASI dan memberikannya melalui dot, serta menggunakan nipple shield untuk membantu menyusui. Hal tersebut hanya berlangsung sekali, karena Alfi masih menangis serta saya tidak tega melihat ikatan ibu dan anak terputus hanya karena putting luka. Akhirnya dengan berani saya mencoba menyusui dengan kondisi putting yang luka, Alhamdulillah karena dorongan memberikan yang terbaik untuk Alfi lebih kuat saat itu rasa sakit tidak sehebat sebelumnya.</p>
<p>Saya mulai membaca timeline (TL) dari twitter @AIMI_ASI, @ID_AyahAsi, @Tipsmenyusui dan searching info di internet perihal menyusui. Dari sumber di atas mengatakan bahwa luka pada putting lebih cenderung disebabkan oleh pelekatan yang salah. Pelekatan yang salah ditandai dengan luka pada putting, bayi menyusu sangat lama (&gt;30menit) karena aliran asi tidak pas atau kurang lancar, bayi terkesan cepat lapar dengan meminta ASI terus (padahal seharusnya bayi minum ASI dengan jarak ±2 jam), dan terkadang bayi mengempeng atau tertidur saat menyusui karena kelelahan saat menyusu. Atas info tersebut saya menyadari kalau memang proses pelekatan salah dan kadang Alfi susah sekali untuk melakukan pelekatan atau Latch On. Kemudian apabila pelekatan sudah benar tetapi payudara tetap luka dan bayi kerap merasa lapar dan rewel saat menyusui dicurigai bayi terkena Tongue Tie (tali lidah pendek). Karena rasa khawatir dan keinginan untuk mendapatkan momen menyusui yang nyaman saya berencana untuk datang ke kklinik laktasi, untuk konsul pada konselor ASI perihal masalah yang saya dapati. Selama luka masih belum sembuh saya mengoleskan salep Kamilosan pada luka yang saya derita, namun salep tersebut bukanlah penyembuh langsung, lebih berfungsi sebagai pelembab karena salep tersebut terbuat dari ekstrak bunga Chamomile. Salep tersebut sedikit menolong karena putting saya menjadi lembab sehingga saat Latch on lukanya tidak terasa sakit, dan luka sedikit tertutup walaupun terkelupas lagi saat Alfi menyusu.</p>
<p>Pada saat hari raya Idul Adha tahun ini saya kurang tidur karena di rumah teralu crowded banyak orang, sehingga menyebabkan saya terkena masuk angin akut. Karena itu hari minggu, saya pergi ke bidan terdekat untuk mengobati sakit saya ini. Saya juga menceritakan perihal masalah menyusui yang saya hadapi. Bidan memberikan Gentian Violet 1% yang merupakan obat sariawan untuk luka pada putting saya. Memang obat tersebut membuat luka menjadi kering, karena terlalu kering saat Alfi menyusu lukanya menjadi pecah kembali dan meninggalkan jejak warna ungu pada mulut Alfi. Dengan kondisi lemas, nafsu makan kurang menyebabkan ASI saya seret sehingga Alfi menagis terus karena dia masih merasa lapar. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke klinik laktasi (KL) keesokan harinya. Saya konsul mengenai masalah menyusui ke KL yang ada di RSIA HerminaBogor. Dokter mengajarkan cara menyusui yang benar dengan mencontohkan proses Latch On yang benar, kemudian beliau menyarankan agar luka hanya dioles oleh ASI saja karena ASI juga berfungsi sebagai penyembuh. Kemudian dokter mengevaluasi tentang cukup tidaknya ASI dengan menanyakan frekuensi pipis Alfi. Alfi pipis dalam sehari bisa mencapai 12 kali (dengan menghitung persediaan popok), dokter akhirnya menyatakan ASI saya cukup, jadi seharusnya tidak ada masalah saat menyusui. Saya pun menanyakan apakah Alfi terkena Tongu Tie, ternyata Alfi tidak Tongue Tie, jadi luka tersebut murni karena kesalahan Latch On. Dokter menyarankan untuk mengetahui apakah Latch on sudah benar dengan melihat waktu saat Alfi menyusu, Latch on yang benar akan menyebabkan bayi cepat mengosongkan PD dengan waktu 10-15 menit, dan pada saat menyusui tidak terlalu terasa sakit, aerola bawah lebih banyak masuk daripada aerola atas dan bibir bawah bayi mengarah keluar. Saya pun mengevaluasi proses Latch on. Setelah konsul saya dapatkan waktu menyusui Alfi yang berkurang dari 1 jam, kemudian turun menjadi 30 menit, hingga sekarang lebih sering sekitar 10 menit Alfi sudah kenyang. Selain itu, tanda bahwa Latch on sudah benar adalah dengan meningkatnya berat badan (BB) bayi. Pada saat lahir BB Alfi hanya 2.9 Kg, setelah 26 hari meningkat menjadi 3.7 Kg. Alhamdulillah ternyata Latch On sudah benar, dan karena luka sering terkena ASI maka luka tersebut pun sembuh dengan sendirinya. Benar apa kata dokter tersebut (maaf saya lupa namanya). Saya pun merasakan sakit menyusui hanya sekitar 40 hari, itu pun karena saya yang melakukan kesalahan. Sekarang menyusui terasa nikmat sekali, karena dari situlah bounding antara ibu dan anak.</p>
<p>Teruslah menyusui, karena menyusui adalah hak anak dan kado terindah bagi bayi. Semahal apapun sufor tidak akan bisa mengalahkan kebaikan ASI. Dukungan dari orang-orang sekitar sangat diperlukan bagi busui. Jangan terburu-buru menafsirkan bahwa ASI kurang karena bayi rewel saat menyusu sehingga terburu-buru memberikan sufor atau pisang seperti di tempat saya. Banyak tidaknya ASI tergantung pikiran sang Ibu, intinya saat menyusui perasaan harus tenang, bahagia, dan optimis maka ASI pasti lancar. Ingat! berikanlah ASIX pada 6 bulan pertama dan teruskan hingga usia 2 tahun. Jangan coba-coba memberikan pisang karena info dari Bidan di daerah saya, terpakasa ada bayi yang dipotong ususnya karena infeksi, infeksi disebabkan karena sang ibu memberikan pisang padahal pencernaannya belum sempurna.</p>
<p>Mari kaum ibu, kita berikan yang terbaik bagi anak kita, berikanlah ASI untuk kehidupannya, karena ASI adalah InvestASI masa depan anak kita. Terimakasih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=339&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/semangat-mengasi-karena-asi-adalah-investasi-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Melahirkan Secara Sectio Caesar (SC)</title>
		<link>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/pengalaman-melahirkan-secara-sectio-caesar-sc/</link>
		<comments>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/pengalaman-melahirkan-secara-sectio-caesar-sc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 23:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evrinasp</dc:creator>
				<category><![CDATA[newborn]]></category>
		<category><![CDATA[caesar]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[panggul sempit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://evrinasp.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Kehamilan merupakan anugerah terindah bagi seorang wanita, begitu juga dengan saya, detik-detik menyambut kelahiran buah hati tercinta membuat saya menyiapkan segala sesuatunya. Sama seperti ibu-ibu yang lainnya, saya ingin melahirkan secara alamiah dengan jalan yang telah dianugerahi oleh Tuhan melalui partus normal, akan tetapi kenyataan berkata lain, karena alasan medis akhirnya saya harus merelakan diri &#8230; <a href="http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/pengalaman-melahirkan-secara-sectio-caesar-sc/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=337&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehamilan merupakan anugerah terindah bagi seorang wanita, begitu juga dengan saya, detik-detik menyambut kelahiran buah hati tercinta membuat saya menyiapkan segala sesuatunya. Sama seperti ibu-ibu yang lainnya, saya ingin melahirkan secara alamiah dengan jalan yang telah dianugerahi oleh Tuhan melalui partus normal, akan tetapi kenyataan berkata lain, karena alasan medis akhirnya saya harus merelakan diri untuk melahirkan secara SC.</p>
<p>Berawal pada usia kehamilan 37 minggu, dokter melakukan pemeriksaan dalam (PD) untuk memastikan apakah saya bisa melahirkan secara normal. Dari hasil pemeriksaan tersebut didapatkan bahwa saya harus melahirkan secara SC karena lebar panggul yang sempit dan bentuknya tidak pas dengan kepala bayi. Mendengar hasil tersebut saya sempat sedih dan putus asa karena harapan melahirkan secara normal pupus. Saya pikir dokter tersebut tidak pro normal karena memutuskan saya harus SC. Akhirnya saya mencari 2<sup>nd</sup> opinion dengan melakukan pemeriksaan PD lagi ke bidan (karena bidan pasti pro normal), hasil dari cek bidan tidak menyatakan langsung bahwa saya harus SC, saya diharuskan menunggu hingga mulas, dan apabila selama pembukaan tidak ada kemajuan maka saya harus SC. Bidan menyarankan untuk banyak jongkok dan jalan kaki pagi hari selama 30 menit. Hingga usia kehamilan mendekati 40 minggu saya belum merasakan mulas atau gerakan bayi turun ke rongga panggul. Saya memutuskan untuk mencari 3<sup>rd</sup> opinion ke dokter yang berbeda, dari hasil pemeriksaan tersebut juga menunjukan kalau saya harus SC. Setelah gugling mencari-cari info seputar SC, rongga panggul sempit dan bertanya ke teman-teman yang mempunyai pengalaman yang sama akhirnya saya memtuskan untuk melakukan SC tanpa menunggu mulas dan sebagainya. Pengalaman dari teman yang mempunyai rongga panggul sempit dan memaksakan tetap normal tenyata bayi tersendat dan tidak bisa keluar sehingga harus tetap SC. Karena tidak mau mengambil resiko untuk bayi akhirnya saya memutuskan untuk SC (kalau resiko untuk saya, saya siap menghadapinya). Mengenai persalinan SC di daerah saya masih menjadi hal yang langka dan menakutkan, akan tetapi itu adalah pilihan, jika bisa normal kenapa harus SC, tentu saya akan memilih untuk normal.</p>
<p>Cerita berlanjut, proses SC dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2011 sesuai dengan jadwal dokter yang menangani. Saya melakukan proses SC di RSUD Cibinong. Berbeda dengan RS yang lain, saya diharuskan masuk RS pada tanggal 3 Oktober 2011 (H-1) pukul 17.00 WIB untuk cek in kamar dan dilakukan persiapan pra SC karena pasien di RS banyak. Setelah cek in kamar dan mengurus administrasi, saya diharuskan melakukan pemeriksaan Laboratorium meliputi pemeriksaan urine dan darah. Pada malam hari bidan dan perawat melakukan pemeriksaan tensi darah dan denyut jantung bayi. Sejauh ini normal. Alhamdulillah. Saya diharuskan puasa makan dan minum mulai pukul 03.00 WIB keesokan harinya.</p>
<p>Tanggal 4 Oktober 2011 (hari H) mulai pukul 03.00 WIB saya mulai melakukan puasa makan dan minum, perawat mengharuskan saya untuk sudah mandi dan memakai baju operasi pukul 05.00 WIB. Sekitar pukul 05.30 WIB perawat datang untuk memasangkan inpus dan carteter (rasanya tidak enak waktu dipasang ini), dalam kondisi sudah mulai lemas dan mengantuk saya diberitahukan bahwa operasi akan dilakukan pukul 10.00 WIB.</p>
<p>Tiba saatnya saya masuk ruang operasi pukul 10.00 WIB, saya ingat momen tersebut. Dokter anestesi mulai menyuntikan obat bius melalui sumsum tulang belakang. Kemudian saya dibaringkan lagi, tangan kiri saya dipasangkan alat pengukur tensi darah, tangan kanan dipasangkan alat pemantau denyut jantung, dan dihidung dipasang selang oksigen. Setelah obat bius bekerja (rasanya seperti kesemutan), dimulailah proses pembelahan, saya masih sadar, saya ingat apa saja yang dilakukan dokter, termasuk detik-detik saat bayi dikeluarkan dari perut, dan sungguh bahagia rasanya mendengar tangisan bayi. Sayangnya saya tidak bisa melakukan proses IMD (inisiasi menyusui dini) karena kondisi saya yang lemah dan bayi harus segera dibawa ke incubator karena kekurangan oksigen, hal itu terlihat dari kuku kaki dan tangan bayi saya yang membiru (sedih dengarnya). Dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh obat bius saya terus berdoa dalam hati agar bayi saya baik-baik saja sementara dokter mulai menjahit bagian yang dibelah. Setelah operasi selesai saya segera dibawa ke ruang perawatan dengan kondisi masih setengah sadar, dokter mengatakan untuk tidak mengangkat kepala selama sekitar 2 jam karena jika mengangkat kepala akan mengakibatkan pusing hebat hingga muntah. Dalam kondisi setengah sadar, terbaring dan kegerahan walaupun AC on terus (padahal menurut perawat harusnya kedinginan) saya masih memikirkan kondisi bayi saya. Alhamdulillah bayi saya hanya sebentar di incubator dan nafasnya normal kembali sehingga segera bisa dipindahkan ke ruang perawatan bayi.</p>
<p>Saya masih diharuskan puasa hingga keadaan tubuh saya lebih enak (tidak usah menunggu buang gas). Sekitar pukul 18.00 perawat datang dan mengatakan untuk sedikit-sedikit minum, kalau tidak muntah maka bisa dilanjutkan dengan makan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah saya tidak muntah dan tubuh saya mulai segar kembali. Perawat datang dan mengatakan kepada saya agar besok pagi saya mulai belajar miring ke kanan dan kekiri. Sekitar dini hari saya terbangun, saya mulai mencoba untuk miring kanan dan kiri walaupun rasanya masih nyeri (tidak berasa sakit hanya lumayan nyeri).</p>
<p>Tanggal 5 Oktober 2011 (H+1), sekitar jam 6 pagi perawat datang untuk mengecek apakah saya bisa miring kanan kiri, setelah bisa mereka mulai membantu saya untuk membersihkan badan di atas tempat tidur. Kemudian saya diwajibkan untuk belajar duduk. Rasanya takut sekali untuk duduk karena miring kanan kiri saja sudah lumayan nyeri, karena tekad yang kuat untuk segera sembuh akhirnya saat makan siang saya mulai mecoba untuk bangun dan memposisikan diri dalam posisi duduk di atas tempat tidur, bukan main rasanya sakit nyeri tapi setelah posisi duduk tercapai sudah tidak berasa lagi. Namun saat ingin berbaring kembali rasa yang sama terulang lagi. Perawat dan dokter datang untuk mengecek kembali, mereka mewajibkan saya untuk belajar berdiri mulai dini hari. Saya mulai merasa takut lagi, karena untuk duduk saja rasanya sakit dan nyeri, tetapi harus saya lakukan agar lekas sembuh.</p>
<p>Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, dokter anak dan perawat datang membawa bayi saya. Karena fasilitas Room In maka sejak bayi diserahkan kepada saya, saya harus bertanggung jawab atas bayi saya, termasuk pemberian ASI dan menjaganya. Dokter mengajarkan kepada saya cara menyusui, ternyata gampang-gampang susah karena saya masih takjub dengan pengalaman baru tersebut. Pada saat bayi mulai menyusu pada payudara saya rasanya amazing sekali, tak bisa terungkapkan, disitulah mulai saya rasakan bounding ibu dan anak (akan lebih terasa pada proses IMD) hingga tidak terasa lagi rasa nyeri dan sakitnya jahitan.</p>
<p>Tanggal 6 Oktober 2011 (H+2), pukul 06.00 pagi perawat datang untuk mengecek apakah saya sudah bisa berdiri, tetapi saya belum mencoba lantaran takut. Akhirnya saya mulai mencoba untuk berdiri sekitar pukul 07.00, rasanya sakit sekali, saya tidak kuat dan kembali duduk. Sepertinya hal tersebut terjadi karena diri saya belum tersugesti untuk melawan rasa sakit tersebut. Akhirnya siang hari sekitar pukul 11.00 saya mencoba lagi untuk berdiri, Alhamdulillah bisa berdiri bahkan berjalan sedikit demi sedikit. Akhirnya saya bisa juga ke kamar mandi untuk bersih-bersih walaupun jalannya masih tertatih-tatih. Siang hari dokter kembali datang dan mengecek kondisi jahitan saya, setelah mengevaluasi diputuskan bahwa sore saya sudah boleh pulang, Alhamdulillah. Sebelum pulang dipasangkan plester anti air pada jahitan (rasanya senang sekali karena bisa mandi, setelah dua hari tidak mandi) dan dilakukan sosialisasi tentang ASI dan cara menyusui oleh bidan. Alhamdulillah sekitar pukul 15.00 saya sudah meninggalkan RS menuju rumah tercinta bersama buah hati kami.</p>
<p>Pada minggu pertama pasca SC, saya masih merasakan nyeri, jalan masih sangat lamban, dan jika bangun kadang harus dibantu. Cek pertama dilakukan seminggu setelah SC, pada pengecekkan ini plester anti air diganti dengan perban biasa agar bekas jahitan cepat mengering. Dokter mengatakan agar perban tidak terkena air saat mandi dan jika terkena harus segera dikeringkan. Karena hal tersebut sangat repot saat mandi, akhirnya saya mensiasatinya dengan menutup perban menggunakan plastic, it works.</p>
<p>Pada minggu kedua pasca SC, cek kedua dilakukan. Hasil cek menyatakan bahwa jahitan sudah mengering, perban sudah dapat dibuka dan saya diperbolehkan mandi seperti biasa tanpa khawatir jahitan terkena air. Pada minggu ini dokter masih memberikan saya obat yang diminum selama seminggu untuk memaksimalkan keringnya jahitan pada perut dalam. Alhamdulillah saya dinyatakan tidak perlu kembali lagi untuk cek alias putus hubungan dengan dokter <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya mulai merasakan benar-benar lincah kembali pada saat sebulan setelah SC, jalan sudah makin cepat, nyeri dirasakan hanya saat bangun tidur karena otot-otot perut menyesuaikan kembali untuk aktifitas. Lambat laun nyeri itu semakin berkurang karena sering dilatih, tetapi dokter mengatakan nyeri itu kadang akan terasa pada bekas operasi.</p>
<p>Dari pengalaman saya semoga terpetik hikmah untuk pembaca semua. Saran saya jika memang bisa partus normal, sebaiknya hindari SC kecuali karena alasan medis yang kuat. Akan tetapi itu semua adalah pilihan terserah anda yang melaksanakan nantinya. Terima kasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/evrinasp.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/evrinasp.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=evrinasp.wordpress.com&#038;blog=21964932&#038;post=337&#038;subd=evrinasp&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://evrinasp.wordpress.com/2011/11/29/pengalaman-melahirkan-secara-sectio-caesar-sc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f71370cf3adab59e00df9756181608e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">evrinasp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
