//
archives

Archive for

Bengkak (Edema)

Seperti biasa pengalaman saat hamil saya tuliskan dalam lembar ini sebagai catatan dikemudian hari. Saya yang baru pertama kali hamil tentu menemukan hal-hal baru yang bikin panik, takjub dan mungkin geleng-geleng. Salah satu hal yang membuat panik adalah pembengkakan tiba-tiba pada kaki saya karena selama hamil pada trimester awal belum pernah merasakannya.

Pembengkakan terjadi tiba-tiba pada sore hari, padahal pagi dan siang saya rasakan nyaman-nyaman saja. Setelah tanya orang tua, teman dan membaca artikel, ternyata hal tersebut lumrah terjadi pada ibu hamil terutama pada trimester ketiga. Nah, usia kandungan saya masih trimester kedua tapi sudah merasakan pembengkakan. Usut punya usut dan mencari berbagai litiratur hal itu disebabkan oleh kandungan Natrium (Na) dalam tubuh saya. Saya baru ingat, kalau pagi hari saya sarapan dengan ikan peda kukus yang rasanya sangat asin. mungkin itu faktor penyebabnya kaki saya bengkak disore harinya. Apalagi seharian itu saya duduk terus sehingga metabolismenya kurang.

Pembengkakan merupakan penimbunan cairan akibat adanya kadar garam atau natrium yang terlalu tinggi dalam tubuh. Ion-ion mampu mengikat air dalam tubuh sehingga kelebihan air yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh menjadi tertahan.

Akan tetapi jangan khawatir, pembengkakan tersebut dapat kita minimalisir walaupun tidak dapat hilang sama sekali selama hamil. Berikut ini adalah cara-cara untuk mengurangi pembengkakan saat hamil:

  1. Minumlah air putih yang banyak minimal 8 gelas sehari, minum secara bertahap agar perut tidak kembung
  2. Jangan biarkan kaki menggantung pada saat duduk, agar peredaran darah lancar
  3. Pada saat kita tidur, posisi harus lebih tinggi dengan diganjal bantal
  4. Kurangi konsumsi garam saat hamil, untuk mengurangi kadar natrium
  5. Usahakan rajin jalan-jalan, misalnya jalan pagi untuk melatih kaki agar tetap sehat
  6. Jangan berdiri terlalu lama karena akan membebani kaki
  7. Lakukan pemijatan pada kaki, dengan menggunakan lotion atau balsem yang tidak terlalu panas
  8. Jangan menggunakan sepatu atau sandal yang bertumit tinggi
  9. Rendam kaki dengan air hangat jika pembengkakan terasa mengganggu sambil dipijat-pijat

Setelah saya mempraktekan beberapa hal di atas, keesokan harinya pembengkakan berkurang. Akan tetapi kita tetap harus waspada. Semoga bermanfaat.

Stop Membuang Bayi Tak Berdosa

Sedih… Miris… Marah… kala melihat dan mendengar berita tentang pembuangan bayi yang akhir-akhir ini merajalela. Hampir setiap minggu ada saja berita tentang pembuangan bayi. Kasihan bayi kecil dan mungil itu, tergeletak kedinginan dan kelaparan, ditinggalkan begitu saja oleh ibunya, ibu yang seharusnya menjaga dan merawatnya, padahal dia belum bisa berjalan, belum bisa berbicara untuk mengatakan IBU JANGAN TINGGALKAN AKU….

Melihat realita masyarakat sekarang yang tega sekali membuang bayi darah dagingnya sendiri membuat hati saya sedih. Saya yang juga seorang calon ibu tak habis pikir mengapa mereka tega melakukan itu. Apakah mereka tidak bahagia saat merasakan ada yang bergerak dalam rahimnya? jika memang ada alasan yang mebuat mereka membuang bayinya maka untuk apa mereka menciptakan bayi tersebut.

Pepatah berkata “berani berbuat maka berani bertanggung jawab”… maka pikir-pikirlah dulu sebelum bertindak. Terlepas dari tanggung jawab terhadap Tuhan dan bayi itu sendiri nantinya, apakah tidak ada sedikit hati nurani dari kalian yang berani membuang darah dagingnya?

Kala itu saya sedang memperhatikan kelinci saya yang habis melahirkan tetapi anaknya mati saat dilahirkan. Alangkah baiknya ibu kelinci itu, dia masih menunggui anaknya yang telah mati itu walaupun di luar hujan, saat anaknya telah kami kuburkan, ibu kelinci itu masih saja datang ke tempat anak itu mati dan menungguinya hingga seminggu lebih. Itu dari seekor kelinci, tapi bagaimana dengan para manusia pembuang bayi malang tersebut?

Berhentilah membuang bayi yang tidak berdosa, mereka tidak bersalah, mereka hanya bayi kecil yang tidak berdaya dan membutuhkan ibu dan ayahnya untuk bertahan hidup setelah mereka lahir ke dunia ini. Jika tidak siap janganlah berbuat yang nantinya akan membuat hal-hal yang berbau dosa dan tak termaafkan.

Sentuhan Ayah dan Ibu

Alhamdulillah dan Subhanallah…

Setelah janin kami berusia 20 minggu saya mulai merasakan adanya gerakan di dalam rahim. Takjub dan bahagia rasanya, kuasa Illahi yang tiada tandingannya. Awalnya saya mengira itu adalah gerakan dari usus saya yang sedang mengadakan konser alias lapar :p tetapi gerakan itu berulang keesokan harinya, baru tersadar kalau itu adalah gerakan dari bayi kami yang ada dalam rahim saya. Alhamdulillah telah ditiupkan ruh terhadap raga bayi kami.

Saya sering mengamati kapan dia bergerak seperti menendang atau hanya berputar-putar (berdasarkan apa yang saya rasakan). Beberapa kejadian yang saya ingat tentang gerakan bayi kecil kami, antara lain:

  1. Pada saat kami ingin ke dokter untuk check up setiap bulannya, karena jalanan jelek dan berlubang, perut terasa seperti dikocok-kocok, akibat kondisi tersebut bayi kami tiba-tiba menendang sebanyak tiga kali. Wah ternyata dia protes, ga mau ya diajak ke jalan jelek. Kalau ingat kejadian itu suka senyum sendiri
  2. Kalau waktu magrib telah tiba, biasanya dia bergerak-gerak ringan. cukup dengan mengelus perut dia akan tenang sendirinya, saat seperti ini bayi kami ajak shalat dan tadarusan
  3. Baru-baru ini bayi kami mulai aktif bergerak pada saat dini hari, yaitu sekitar pukul 02.00-03.00, saya berkali-kali bangun untuk mengelus dia. Sebenarnya saya sangat senang ketika dia membangunkan saya, karena sama saja dengan mengingatkan saya untuk shalat malam. Terimakasih ya sayang ^^
  4. Kalau tipe pergerakan yang satu ini mulai saya rasakan ada keterkaitannya dengan ayahnya (suami saya). Karena ada urusan, saya terpaksa berpisah dulu selama 1-2 minggu dengan suami. Waktu jauh dari ayahnya bayi kami sering bergerak, tetapi saat ayahnya ada tiba-tiba dia jadi kalem. Pada saat ayahnya pamitan untuk kembali bekerja dia mulai bergerak lagi. Saya rasa bayi kami mengerti akan kehadiran orang tuanya.

Memang saat-saat seperti ini ikatan antara ibu dan bayi perlu dijalin erat, begitu juga dengan calon ayahnya, terasa sekali saat bayi bergerak dan ayah atau ibunya menyentuh perut maka bayi akan tenang. Bayi sudah mulai merasakan sentuhan dan sudah mendengar suara-suara di luar rahim, oleh karena itu ada baiknya kita mulai mendidik bayi kita sejak dalam rahim. Senandungkan ayat-ayat suci Al-Quran, perdengarkan dia hal-hal yang baik agar kelak terbentuk jiwa yang terbaik.

Semoga kami dapat membimbing mu menjadi anak yang sholeh sholehah, karena kau adalah buah hati kami anak ku.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 439,301 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d bloggers like this: