//
you're reading...
Tips

Berkat dan Tonjokkan

Tiba-tiba ingin menulis soal berkat dan tonjokkan yang sama bentuknya tapi beda maksudnya. Hari minggu kemarin dalam sehari ada 3 orang yang melaksanakan selametan. Satu selametan untuk walimahan, yang dua selametan aqiqahan. Banjir makanan deh, sampe malam pun masih datang berkat-berkat itu. Apa sih bedanya berkat dengan tonjokkan?

Berkat

Berkat atau besek kata orang bojong di daerah tempat ku tinggal merupakan paket makanan sebagai oleh-oleh atau ucapan terimakasih karena telah hadir di acara selametan. Selametan bisa macem-macem, ada selametan sunatan, aqiqahan or pernikahan. Isi dari berkat umumnya nasi, lauk pauk (berupa daging ayam, daging sapi, daging kamping, ikan, dll), tumisan sayur, sambal, buah, dan kerupuk tergantung kesanggupan yang punya hajat. Kalau untuk aqiqahan biasanya memakai daging kambing.

Nah, karena kebanyakkan berkat waktu hari minggu lalu, akhirnya mamah ku ga masak buat keesokkan harinya. Lauk dari berkat masih banyak, sayang kalau dibuang, jadi tinggal diangetin aja. Ada lauk berupa daging kambing yang merupakan berkat dari selametan aqeqahan. karena mamah ku dan aku ga’ suka daging kambing, akhirnya daging itu langsung diangetin tanpa dirasa dan dicium dulu. Setelah diangetin ternyata dimakan oleh adik dan bapak. Kalau bapak ga’ jadi makan daging kambing itu karena menurut bapak daging itu sudah basi dan berbau. Sedangkan adik, ternyata langsung dimakan tanpa dirasa dulu. Benerkan, siang harinya tiba-tiba dia mengeluh kalau badannya menggigil dan demam. Langsung deh dibawa ke bidan terdekat, karena kalau dokter adanya sore. Menurut bidan, adik ku kena gejala typus, wah bener neh penyebab utamanya dari daging kambing. Setelah itu dia mual dan muntah, tapi setelah muntah katanya jadi lebih enak. Ternyata gara-gara makan daging kambing basi bikin dia jadi sakit seperti itu, ya iya lah makanan basi. Sampai sekarang dia masih lemas dan susah makan. Next time hati-hati ya kalo makan berkat, diliat-liat dulu.

Tonjokkan

Istilah tonjokkan aku temui waktu saya masih berada di Pare, Kediri, Jatim. Awalnya aku pikir apa tonjokkan, ku pikir seperti orang ditonjok, ternyata itu sejenis berkat. Bedanya dengan berkat, kalau berkat diberikan setelah selesai acara, kalau tonjokkan diberikan sebelum acara, jadi mau ga mau harus datang karena sudah ditonjok. hehe. Isi dari tonjokkan juga sama seperti berkat tergantung kemampuan yang punya hajat. Isinya berupa nasi, lauk pauk, sayuran, buah, kerupuk. Pernah lho aku dikasih tonjokkan berupa kue yang sangat enak dan banyak dari big bos di tempat kerja dulu hihi.

Hati-hati Makan Berkat Atau Tonjokkan

Berkaca dari kejadian yang menimpa adik ku, sebaiknya kita hati-hati jika ingin mengkonsumsi berkat atau tonjokkan. Walaupun biasanya makanan tersebut fresh dimasak hari itu juga, namun ada saja jenis bahan yang tidak tahan lama. Terutama buat anak-anak kost (pengalaman jadi anak kost), jangan main sikat saja, rasakan dan cium dulu kira-kira basi atau tidak, atau lihat penampilannya kira-kira berlendir atau tidak, supaya saat makan nikmat dan ga’ timbul masalah nantinya. Karena kalau udah sakit perut susah deh buat fokus beraktifitas. Dan jangan lupa, sebelum dan sesudah makan harus baca doa dulu ya.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

3 thoughts on “Berkat dan Tonjokkan

  1. alhamdulilah ya…🙂

    Posted by rodamemn | July 10, 2012, 3:56 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: