//
archives

Archive for

Alhamdulillah Nomor 4

Juara 4

Alhamdulillah setelah seharian menunggu pengumuman pemenang lomba blog kosmetik halal yang diadakan oleh Blogdetik bersama Wardah dan LPPOM MUI dalam rangka mensosialisasikan Halal is My Life, akhirnya nama ku tertera dalam pengumuman pemenang. Nomor 4 dan Samsung Galaxy Y pun menjadi pengungkap kebahagiaan dan rasa syukur ku.

Terima kasih ku ucapkan kepada:

  1. Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang Maha Mengetahui segala sesuatu di dunia ini, karena tanpa ridho-Nya mungkin aku ga akan bisa menulis dan memenangkan lomba ini
  2. Adik ku Maya (Armayani) atas bantuannya udah mau berburu kosmetik dan menjadi model blog hehe
  3. Suami ku, ayah Mohyiyi yang tetap setia menjadi donatur dan supporter dalam segala hal hehe
  4. Pihak penyelenggara lomba blog: Blogdetik, Wardah Kosmetik dan LPPOM MUI yang telah memberikan apresiasi untuk tulisan ku

Semangat terus dalam berkarya dan menulis!!!!

Advertisements

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012  yang telah diputuskan tanggal 1 Maret 2012 ini berisi tentang Pemberian ASI Eksklusif. Peraturan pemerintah ini dilahirkan guna menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan sumber makanan terbaik sejak dilahirkan sampai berusia 6 bulan, di samping itu, kebijakan ini juga untuk melindungi ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Di dalam peraturan tersebut dibahas mengenai Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif, pengaturan penggunaan susu formula dan produk bayi lainnya, sarana menyusui di tempat kerja dan sarana umum lainnya, dukungan Masyarakat, tanggung jawab pemerintah, Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam serta pendanaannya. (Sumber: http://health.kompas.com).

Mengenai pelaksanaanya, pemerintah ternyata serius dalam memenuhi hak bayi, terbukti dengan diadakannya klinik laktasi serta ruang menyusui bagi ibu menyusui di rumah sakit milik pemerintah. Kalau tahun lalu aku hanya bisa menemukan klinik laktasi di rumah sakit swasta yang letaknya di kota jauh dari rumah, sekarang tidak perlu jauh-jauh ke kota karena rumah sakit milik pemerintah dekat rumah sudah ada klinik laktasinya. Kemarin ketika aku mengantar Alfi ke RSUD Cibinong untuk berobat ke dokter spesialis mata, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu petugas rumah sakit yang memberitahukan jika aku ingin menyusui sudah tersedia ruang menyusui di samping ruang dokter spesialis anak. Kebetulan karena Alfi juga ingin minta asi, akhirnya aku dan Alfi pergi ke ruangan tersebut.

Di ruang menyusui yang sekaligus merupakan klinik laktasi tersebut dibuat sangat nyaman dan jauh dari bising agar ibu dan bayi nyaman saat menyusui. Konselor laktasi pun ada di ruangan tersebut jika ada ibu yang ingin bertanya seputar masalah menyusui. Kebetulan juga aku sedang mempunyai seorang teman yang sedang galau akan produksi ASI nya. Kemudian aku bertanya seputar masalah per-ASIan, konselor itu pun mengatakan bahwa ASI anugerah Tuhan, sudah tersedia secara alami berbarengan sejak si ibu melahirkan, terlebih ibu yang melahirkan normal, ASI sudah di posisikan untuk segera diproduksi berbarengan dengan keluarnya bayi dari perut ibu, beda dengan ku yang mengalami SC, inisiasi keluarnya ASI perlu dilakukan dengan harus disedot terus menerus dengan mulut bayi secara langsung. Beliau juga mengatakan kunci sukses menyusui adalah makan yang bergizi dan pikiran tenang,  yakin serta optimis dapat menyusui, sebenarnya tidak ada istilah ASI sedikit karena segera setelah ASI diminum bayi maka hormon tubuh akan bekerja kembali untuk membentuk ASI.

Berikut ini hal-hal seputar menyusui yang dijelaskan oleh dr. Fransisca Handy, SpA, IBCLC di bukunya yang berjudul “Panduan Cerdas Perawatan Bayi”:

Anatomi dan Cara Kerja Payudara

  • semua payudara yang normal memiliki jaringan/pabrik penghasil ASI yang sama
  • hal yang membedakan ukuran payudara hanya jaringan lemaknya
  • produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin
  • aliran ASI dari pabrik penghasil ASI menuju ke pori-pori ASI dipengaruhi hormon oksitosin
  • tiap kali ASI keluar, dikirim sinyal ke otak untuk menghasilkan prolaktin. Semakin sering dan lama menyusui, semakin banyak ASI diproduksi
  • jika ibu merasa tenang dan yakin, oksitosin akan tinggi dan ASI mengalir dari pabrik ke pori-pori ASI
  • Ayah bayi merupakan mitra utama ibu saat menyusui. Ayah dapat membantu ibu meningkatkan kadar oksitosin dengan menenangkan pikiran dan hati ibu, serta membantu tugas-tugas ibu agar ia cukup istirahat

Asi Kurang atau Tidak Ada

  • setiap ibu dapat mencukupi kebutuhan ASI untuk bayinya. Kurangnya dukungan tenaga kesehatan dan keluarga serta rendahnya rasa percaya diri ibu dan ayah bayi merupakan faktor penghambat keberhasilan menyusui
  • ASI sesungguhnya telah mulai dibentuk di payudara sejak kehamilan usia sekitar 20 minggu. Namun pengaliran selama kehamilan dihambat oleh hormon progesteron. Setelah bayi lahir kadar progesteron menurun dan mencapai titik terendah dihari ketiga. Oleh karena itu, sebagian besar ibu merasakan payudara penuh atau ASI mulai mengalir dihari ketiga
  • menyusui sesuka bayi dengan posisi dan pelekatan yang baik serta rasa percaya diri ibu adalah kunci produksi dan pengaliran ASI

Aksi Sukses Menyusui

  • meminta kerjasama dan dukungan suami serta keluarga
  • mencari informasi dan dukungan sebanyak-banyaknya tentang ASI dan menyusui
  • memilih fasilitas dan tenaga kesehatan yang mendukung menyusui
  • melakukan kontak kulit ibu dan bayi sebanyak mungkin
  • menenangkan pikiran dan memantapkan hati ibu bahwa ibu dapat memberi ASI sesuai kebutuhan bayi
  • memastikan posisi serta pelekatan bayi pada payudara sudah benar dan nyaman
  • menyusui sesering dan sesuka bayi
  • tidak mengenalkan bayi pada empeng, dot atau botol susu

Referensi:

Handy, Fransisca. 2011. Panduan Cerdas Perawatan Bayi. Jakarta: Pustaka Bunda.123hal.

Bramirus Mikail dan Asep Candra. 2012. Pemerintah Resmi Sahkan PP ASI. http://www.kompas.com. diunduh tanggal 28 Agustus 2012. http://health.kompas.com/read/2012/04/05/01034845/Pemerintah.Resmi.Sahkan.PP.ASI

 

 

Toyo Petak’

Melihat judul di atas kalau orang asli jawa pasti tahu artinya apa, toyo petak’ artinya adalah air putih. Bahasa ini ku temukan saat dulu masih bekerja di Kediri, kalau disana habis makan mesti minumnya air teh manis, tetapi aku dan teman-teman yang berasal dari Jawa Barat seringnya request si Toyo Petak’ atau paling engga teh tawar. Hal itu membuat orang-orang disana terheran-heran kok senengnya malah teh tawar atau cuma air putih saja.

Aku penggemar teh manis, tetapi sejak hamil bahkan menyusui sekarang ini lebih senang dengan air putih. Jarang sekali aku minum teh manis atau air yang ada rasanya seperti sirup dan teman-temannya, tetapi kalau jus buah pasti aku hajar hehe. Kalau minum air yang ada rasanya haus seakan tidak hilang, bila aku sudah minum air putih haus dahaga seperti terbayarkan. Sepupu ku heran melihat kebiasaan ku minum air putih, dia bertanya apa aku ga’ suka mengkonsumsi teh atau kopi karena setiap bertandang ke rumahnya aku mintanya air putih. Air putih penting buat ku, sebelum dan setelah bangun tidur pasti yang aku cari air putih, setelah minum air putih saat bangun tidur aku merasakan sel-sel tubuh ku segar kembali sehingga tidak membuat ku duduk terdiam lama setelah bangun tidur (kadang orang bilang nyawa belum terkumpul).

Jangan sepelekan air putih lho, aku barusan mengantar mamah ke dokter karena sejak lebaran mamah sakit lantaran kekurangan air putih selama puasa (ga’ usah ku sebutkan ya sakitnya apa). Dokter berkali-kali menasehati mamah untuk banyak minum, itu pointnya, aku sendiri pernah sembelit saat puasa kemarin karena kurang konsumsi air walaupun banyak makan buah. Jadi, air putih itu penting.

Manfaat air putih banyak lho, ini dia manfaatnya (dirangkum dari www.muslimah.or.id):

1. Memperlancar sistem pencernaan

2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan kecantikan

4. Untuk kesuburan

5. Menyehatkan jantung

6. Sebagai obat stroke

7. Efek relaksasi

8. Menguruskan badan

9. Tubuh lebih bugar

Sedangkan akibat yang didapat jika kita jarang minum air putih adalah (dirangkum dari www.berita unik.net):

1. Ketika pasokan air minim tubuh akan mengalami kekurangan air atau dehidrasi. Dehidrasi ini menyebabkan cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut.

2. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi.

3. Dehidrasi yang dialami tubuh bisa menyebabkan gejala mulai dari yang ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.

4. Rentan terkena infeksi kandung kemih karena bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum. Gejala infeksi kandung kemih ini bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.

5. Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

6. Kulit jadi kusam karena kurang minum membuat aliran darah kapiler di kulit juga tidak maksimal.

7. Kurang minum air putih bisa mengganggu fungsi ginjal karenanya air penting untuk mencegah batu ginjal. Dengan cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil

Betapa pentingnya air bagi kehidupan kita, apalagi untuk dikonsumsi sebagai minuman membuat kita tak menyepelekan keberadaannya. Melalui bukunya yang berjudul “The True Power of Water”, Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang yang menemukan fakta bahwa air mengekspresikan sifat aslinya dalam bentuk kristal es menjelaskan bahwa pada konsep terbentuknya manusia, telur yang dibuahi 96%-nya adalah air, setelah lahir, 80% tubuh seorang bayi adalah air, semakin tubuh berkembang persentasi air berkurang dan menetap sampai batas 70% ketika manusia mencapai usia dewasa. Lebih lanjut Beliau mengatakan air yang sensitif terhadap suatu bentuk energi yang sulit dilihat disebut Hado. Bentuk energi yang sulit dilihat inilah yang dapat mempengaruhi kualitas air dan kristal air yang terbentuk. Kualitas air dapat menjadi baik atau buruk bergantung pada informasi yang diterimanya. Alangkah baiknya jika kita memberikan informasi positif dan memperlakukan air dengan baik terlebih untuk air yang akan kita minum supaya manfaat air minum benar-benar terasa dan memberikan energi positif terhadap tubuh kita.

Makanya, mulai dari sekarang cintailah air, jangan malas minum air putih karena air putih yang mudah kita temukan dimana-mana ini sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan kita.

Referensi:

Emoto, Masaru. 2006. The True Power of Water. Bandung: MQ Publishing.

http://www.beritaunik.net/tips-trik/akibat-bila-malas-minum-air-putih.html

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/manfaat-menakjubkan-air-putih.html

 

 

My First Award

Alhamdulillah hari ini tanggal 24 Agustus 2012 hadiah untuk tulisan ku yang berjudul Korelasi Ekonomi Desa dengan Fenomena Keberangkatan TKI sudah sampai di rumah. Aku kira bakalan nyasar, ternyata sampai dengan selamat. Hadiah ini diperoleh setelah memenangkan kontes solidaritas blogger untuk TKI yang diadakan oleh Buruh Migran.

My first award ini akan ku jadikan sebagai cambuk untuk lebih kreatif dalam menulis lagi. Semangat menulis!.

Terima kasih ku ucapkan sebesar-besarnya kepada:

  1. Allah SWT yang telah memberikan pencerahan dan membukakan pikiran dalam menulis blog ini
  2. Redaksi Buruh Migran yang terus berjuang memperjuangkan nasib serta hak-hak para pahlawan devisa kita
  3. Teh Mamay yang bersedia berbagi cerita seputar pengalamannnya menjadi TKI

Semoga perjuangan untuk membantu para pahlawan devisa tidak sebatas solidaritas saja. Semangat!

 

Catatan Mudik

Alhamdulillah kita telah meraih kemenangan dihari nan suci hari raya idul fitri 1433 H setelah sebulan penuh berpuasa melawan hawa nafsu dan amarah, semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT dan kita diizinkan untuk kembali bertemu dengan bulan ramadhan berikutnya. Amin. Aku dan keluarga ingin mengucapkan:

“Happy Ied Mubarak 1433 H, taqababalahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum, mohon maaf lahir dan batin”

Lebaran tahun ini aku beserta keluarga kembali melaksanakan ritual mudik seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Mudik kali ini ke tempat kelahiran suami yaitu kampung Cibadak, desa Pasir Jambu, kecamatan Tanggeung kabupaten Cianjur. Bagi ku mudik kali ini perlu ditulis dalam blog karena memberikan makna dan hikmah untuk diri ku pribadi sebagai pengingat dikemudian hari. Berikut rangkaian kegiatan mudik kali ini bersama keluarga yang akan ku jelaskan satu per satu.

Perjalanan Menuju Cianjur

Seperti yang telah disepakati sebelumnya dengan keluarga, kami akan mudik ke Cianjur pada hari kamis tanggal 16 Agustus 2012 sekitar pukul 19.00 WIB dengan menggunakan kendaraan yang telah kami sewa sebelumnya. Untuk itu aku telah mempersiapkan diri beberapa jam sebelumnya agar tidak terburu-buru saat keberangkatan. Alangkah terkejutnya aku ketika mendengar kabar bahwa mobil yang disewa tiba-tiba membatalkan transaksinya, hal itu membuat keberangkatan menjadi tertunda hingga pukul 21.00 WIB. Terlebih kendaraan yang akan aku naiki beserta keluarga sangat uncomfortable hingga aku memanggilnya “this is my first and my last experience and I don’t wanna feel that thing again” (silahkan menafsirkan sendiri maksudnya apa). Saat itu masih bulan ramadhan, aku tak bisa menahan kecewa dan kesal lantaran rencananya gagal total, aku berniat tak ingin memaksakan berangkat karena khawatir dengan Alfi (10m). Suami pun berpikiran sama, karena sudah malam terlebih kendaraannya juga tidak memungkinkan akhirnya kami berniat untuk mudik keesokkan harinya saja. Tetapi berkat bujuk rayu serta alasan yang logis dari keluarga akhirnya dengan berat hati aku berangkat juga.

Berangkatlah aku, Alfi, suami beserta keluarga dengan menaiki kendaraan itu. Sepanjang perjalanan aku merasa was-was karena jalan yang akan kami lalui merupakan jalan yang berkelok-kelok menaiki perbukitan. Alfi beberapa kali terbangun karena laju kendaraan yang berjalan tidak mulus. Alfi sempat muntah sekali selama perjalanan malam itu, dinginnya udara membuat perutnya kembung. Alhamdulillah keadaan itu tidak membuat dia rewel. Beberapakali kami bertemu dengan kabut yang cukup tebal dengan jarak pandang kira-kira 5 m sehingga membuat kami berjalan beriringan dengan kendaraan lain menaiki bukit yang berkelok-kelok. Aku ingat waktu itu kami berjalan beriringan dengan mobil, dua motor serta taxi semantara kami mengekor di belakangnya.

Aku merasa lega sekali ketika kendaraan yang kami naiki telah sampai di kecamatan Tanggeung, namun kami masih harus berjuang kembali untuk menaklukan jalan yang menanjak, rusak serta berbatu. Perjalanan pagi itu tercoreng oleh ulah beberapa tukang ojeg yang memaksa untuk diberikan uang sebagai THR, lebih tepatnya mereka melakukan pemalakan. Mereka berani berulah karena kondisi masih gelap gulita, sementara pagi hari mereka tidak berani melakukan pemalakkan karena ramai. Alhamdulillah sekitar pukul 04.00 WIB kami sampai di kampung halaman suami, perjalanan malam itu menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan menaiki bukit.

Mengenal Kampung Cibadak dan Tradisinya

Dua kali mengunjungi tempat kelahiran suami di kampung cibadak belum sepenuhnya membuat ku paham dan mengenal akan tradisi beserta sanak saudara di sana. Kesempatan kali ini benar-benar aku gunakan untuk mengenal lebih jauh tentang cibadak beserta masyarakatnya. Pertama kali aku datang ke kampung ini nuansa yang ku temui adalah nuansa religius, kekeluargaan, dan saling mengasihi tanpa membedakan miskin kaya tua dan muda. Suasana religius ku temukan dengan adanya pesantren dan sekolah islam yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan Islam Al ihya Umuluddin di tengah-tengah kampung kecil itu. Sekolah dan pesantren itu didirikan oleh seorang kyai yang peduli akan kemajuan pendidikan penduduk desa. Dia membangun sekolah dan pesantren tersebut tanpa pamrih, dia tidak pernah meminta pembayaran SPP dari para murid yang menimba ilmu di sana, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu pun dia terima dengan tangan terbuka. KH. Acep Muhamad Isa begitu nama lengkapnya, beliau biasa dipanggil Apa, saat aku bersilaturahmi ke rumahnya sudah banyak orang-orang yang lebih dahulu berkumpul di sana untuk bersilaturahmi dengan Beliau, terlihat sekali kalau Beliau benar-benar dihormati oleh masyarakat sekitar akan dedikasinya untuk kemajuan masyarakat. Suasana religius juga ku temukan saat santri mengantarkan makanan untuk berbuka puasa ke rumah mertua, mereka begitu sntun dan sopan, pakaiannya tertutup serta berjilbab.

buka bersama di Cibadak “ngariung”

Suasana kekeluargaan ku temukan saat makan bersama. Di keluarga besar suami ku jika makan harus ngariung bersama, orang yang belum ada pun dipanggil untuk ikut makan bersama. Suami sering bercerita kalau dia kangen dengan suasana seperti itu, dan ternyata setelah aku ikut ngariung rasanya memang benar-benar hangat. Bapak mertua mengajarkan kepada ku untuk saling mengasihi walau tidak secara langsung agar selalu ingat dengan orang-orang yang kurang mampu, bila kita mempunyai kelebihan rejeki walaupun hanya sedikit sisihkan untuk mereka yang tidak mampu. Orang-orang di sana jika tidak mempunyai uang untuk membantu tetangga, mereka sering memberikan hasil kebun seperti beras, pisang, sayuran bahkan ayam peliharaan. Sungguh nilai yang amat patut kita contoh.

sawah yang kekeringan

Selain nuansa religius dan kekeluargaan, kampung cibadak juga memiliki nuansa alam yang masih alami. Sayang sekali ketika aku ke sana tahun ini sedang musim kemarau sehingga sawah yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat menjadi kering. Tak hanya sawah, kolam ikan yang dijadikan sebagai tempat ternak ikan pun ikut surut dan kekurangan air. Akibat musim kemarau ini masyarakat menggunakan sumur sebagai sumber air. Sehari-hari jika tidak musim kemarau masyarakat memanfaatkan mata air sebagai sumber air. Dengan menggunakan selang, air dari mata air dialirkan ke rumah-rumah.

salah satu rumah panggung di cibadak

Di sana masih dapat kita temukan rumah panggung, rumah yang biasa terdapat di kampung-kampung jaman dulu kala. Rumah mertua ku dahulu juga merupakan rumah panggung, namun kini sudah direnovasi mengikuti design rumah modern. Di sana juga walaupun disebut kampung, mereka sudah menggunakan parabola untuk menangkap sinyal televisi karena bila tidak menggunakan parabola, maka tidak ada siaran televisi yang tertangkap mengingat kontur desa yang berbukit.

jalanan berbatu di cibadak

Untuk akses jalan, kampung ini sudah mendapat bantuan dari PNPM Mandiri Perdesaan, namun belum semua jalan desa yang terjamah dengan bantuan ini karena memang medannya yang curam dan jalanan yang sulit untuk dijangkau. Seperti jalan menuju rumah mertua ku, kurang dari 50% yang sudah di aspal, selebihnya hanya diberi batu saja agar tidak licin, karena memang jalanan menuju rumah mertua menanjak seperti 90 derajat. Sebaiknya kalau memang belum ahli membawa kendaraan baik motor atau mobil jangan coba-coba untuk membawa kendaraan tersebut ke daerah ini, bisa-bisa malah jalannya malah mundur ke belakang.

Lebaran di Cibadak

Lebaran di cibadak sama seperti di tempat lainnya, walaupun kampung tetap saja ramai dengan gema takbir dan bunyi petasan serta kembang api. Ini yang membuat ku agak terganggu malam takbir, karena ada sebagian anak kecil di sana yang bermain meriam karbit, bunyinya menggelegar karena di bukit membuat Alfi kaget dan tidak bisa tidur hingga tengah malam. Alih-alih bertakbir mereka malah bermain meriam karbit, alhamdulillah selepas tengah malam anak-anak itu sadar dan kembali ke rumah sehingga Alfi bisa tidur tenang.

jiarah

Pagi harinya semua masyarakat shalat idul fitri di masjid dekat rumah, aku tak bisa ikut shalat karena menjaga Alfi. Pagi hari sama seperti sebelumnya masih dingin dan berkabut, selepas shalat kami saling bersilaturahim dan bermaaf-maafan. Kegiatan dilanjutkan dengan makan ketupat, kalau di kampung walaupun dengan ketupat tetap harus ada menu wajib yaitu lalapan dan sambal, itu adalah menu andalan suami yang harus ada setiap kali makan. Setelah kenyang makan ketupat dan bersilaturahim, aku diajak untuk berjiarah ke makam kakek nenek keluarga suami, letaknya di belakang rumah, jadi tidak terlalu jauh melangkah. Doa dipanjatkan oleh kami semua yang dipimpin oleh bapak mertua, semoga doa kami saat itu diijabah oleh Allah SWT. Amin. Selanjutnya kami bersilaturahim ke rumah Apa, seorang kyai yang sudah saya jelaskan sebelumnya, di sana aku hanya mendengarkan saja karena aku tak paham bahasa sunda. Ada yang menarik di sini, Alfi menghabiskan 1 buah pisang Ambon besar yang disediakan di rumah Apa, biasanya kalau aku menyajikan Alfi hanya mau makan maksimal setengahnya. Tak hanya aku yang dibuat takjub, orang-orang di sana juga heran dengan nafsu makannya Alfi.

Siang hari di sana ada hiburan 17an berupa panjat pinang, sayangnya aku tak bisa ikut menyaksikan karena Alfi mengantuk lantaran malamnya tak bisa tidur. Acara tersebut berlangsung hingga tengah hari. Saat Alfi sudah terbangun, aku, Alfi dan ayahnya Alfi berjalan-jalan ke luar, aku penasaran apakah di kampung nan jauh dari mana-mana itu ada yang berjualan makanan. Dan ternyata ada warung bakso yang sudah buka, aku senang bukan main, sebulan penuh tak makan bakso dan sekarang aku menemukan warung bakso di atas bukit. Rasanya juga lezat, bersyukur sekali bisa makan bakso lagi. Kegiatan hari itu melelahkan sekali, setelah sampai rumah kami bertiga akhirnya kembali tertidur karena walaupun siang suhu di sana tetap dingin lho.

Kembali ke Bogor

Sudah tiga hari kami berada di cibadak, kini saatnya kami harus kembali ke bogor karena Ayahnya Alfi harus segera kerja kembali. Untuk kali ini kami pulang dengan menggunakan kendaraan umum, aku khawatir bukan main karena takut Alfi rewel di jalan dan lamanya waktu perjalanan membuat dia tidak betah. Alhamdulillah kekhawatiran ku tidak terbukti, faktanya Alfi justru anteng dan tertidur selama perjalanan.

Perjalanan dimulai dari rumah menuju kecamatan Tanggeung di bawah sana, kalau perginya kami menanjak, maka pulangnya kami menuruni bukit. Dengan menaiki motor yang dikendarai oleh pamannya suami, kami bertolak dari rumah menuju Tanggeung, sesekali aku beristigfar dan memegang erat Alfi lantaran motor yang kami naiki susah payah melalui jalanan yang berbatu dan curam. Alhamdulillah sampai juga kami di Tanggeung. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki elf menuju Cianjur, kurang lebih 3 jam kami berada di elf, saat di elf Alfi sudah muntah sebanyak lima kali karena tak tahan dengan jalan yang berkelok-kelok dan dinginnya udara karena beberapa kali kami harus melewati puncak kebun teh. Dia terlihat lemas dan banyak tertidur. Sesampainya kami di zebrot terminal Cianjur sekitar pukul 12.00 WIB, kami beristirahat sejenak di mesjid sambil mengisi perut serta membiarkan Alfi meluruskan badannya. Alfi makan bekal yang ku bawa yaitu buah pisang dan kelengkeng, alhamdulillah dia sudah segar dan ceria kembali.

Setelah semuanya sudah siap, kami melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan bis marita jurusan Cianjur-Kampung Rambutan. Jika keadaan normal, bis tersebut melewati puncak Bogor sehingga jarak tempuh Cianjur Bogor lebih dekat, sedangkan musim lebaran seperti ini jalan dialihkan melalui Jonggol. Sekitar pukul 15.00 WIB kami sampai di Cileungsi Bogor, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot 64 jurusan Cileungsi-Cibinong menuju Cibinong. Alfi senang bukan main saat kami menaiki angkot dari Cibinong menuju rumah, sesampainya di rumah Alfi disambut bak seorang pangeran, dicium dan dipeluk oleh orang-orang rumah yang kangen dengan Alfi. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat setibanya di rumah tanpa kekurangan satu apa pun.

Hikmah yang dapat ku petik dari perjalanan mudik kali ini adalah:

  • Jangan khawatir terhadap sesuatu yang belum terjadi, positif thinking agar semuanya berjalan lancar
  • Bersabar dalam menghadapi segala kondisi, karena mungkin dibalik itu semua ada hikmah yang dapat dijadikan pelajaran
  • Belajar saling memberi dan mengasihi dengan orang lain
  • Jangan terburu-buru menjudge sesuatu karena belum tentu apa yang kita pikirkan benar adanya

Alhamdulillah, begitulah rangkaian mudik kali ini, semoga terpetik hikmah dari segala kegiatan mudik yang telah kami laksanakan baik untuk kami sendiri maupun orang lain. Amin

Gotong Royong di Bulan Ramadhan (Proyek Jalan PNPM Mandiri)

Alhamdulillah mulai ngeblog lagi, baru sempet megang nebi setelah beberapa minggu off karena sibuk dengan ibadah (weitsss… pencitraan banget neh). Jangan salah paham dulu, ibadah disini maksudnya ibadah jadi seorang ibu a.k.a ngasuh Alfi. Selama bulan ramadhan ini hampir full ngasuh Alfi sendiri karena Mbahnya kan lemes pas puasa. Jadinya nebi dan tulisan bener-bener terbengkalai (aslinya sih males aj).

Untuk hal yang satu ini perlu masuk ke dalam tulisan di blog karena memiliki makna dan lekat banget sama orang indonesia. Kemarin sekitar minggu kedua hingga minggu terakhir di bulan ramadhan ini, di lingkungan tempat tinggal ku sudah melakukan kegiatan gotong royong membangun jalan. Proyek ini didanai oleh PNPM mandiri dan swadaya dari masyarakat. Oke, biar lebih jelas kita bahas satu-satu ya.

Papan pengumuman pengerjaan proyek

Siapa yang ga’ tahu dengan istilah gotong royong? kalo dulu dipelajaran PPKN pasti selalu dibahas tentang gotong royong. Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Katanya berasal dari gotong yang berarti kerja, royong berarti bersama (Wikipedia, 2012). Gotong royong seperti itulah yang kemarin dilakukan oleh bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda pemudi di lingkungan kami dalam membangun jalan desa. Kegiatan dilakukan malam hari setelah shalat tarawih sekitar pukul 21.00 WIB. Proyek jalan ini berupa pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 300 m. Berpuasa hampir 12 jam penuh tak menghalangi semangat para warga untuk bahu membahu membangun jalan. Aku tak sempat mengabadikan moment ketika para warga bekerja di malam hari, sangat ramai dan semangat sekali. Setelah lelah bekerja, giliran para ibu yang bahu membahu menyiapkan makan dini hari sekaligus sahur bersama. Makan bersama ini dimulai setelah pengerjaan jalan selesai sekitar pukul 01.00 WIB. Lagi-lagi aku tak sempat mengabadikan moment yang baik ini lantaran harus menemani Alfi tidur, tapi sempet juga mencicipi masakan ibu-ibu yang oke punya.

Proyek jalan ini didanai oleh PNPM Mandiri sebesar Rp. 34.000.000,- dan Rp. 15.000.000,- dari swadaya masyarakat. Prosesnya dimulai dengan mengajukan proposal kepada pemerintah setempat melalui desa. Disitus internetnya dijelaskan bahwa PNPM Mandiri adalah program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat.Untuk proyek jalan ini termasuk komponen Bantuan Langsung Masyarakat. Komponen Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah dana stimulan keswadayaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk membiayai sebagian kegiatan yang direncanakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat miskin.

proyek jalan PNPM Mandiri desa bojongbaru

Dulu, ketika aku masih duduk di sekolah menengah atas (SMA) sempet protes ke ortu kenapa punya rumah kok di kampung yang jauh dari jalan raya, setiap musim hujan jalanan desa pasti becek, bikin sepatu jadi kotor penuh lumpur. Pernah juga ngerasain banjir, karena air sungai meluap di jalanan sekitar sawah. Tetapi sejak duduk di bangku kuliah hingga sekarang ini saya malah bersyukur tinggal di desa, karena tinggal di desa tidak seperti tinggal di kota yang ramai, penuh polusi, panas dan sering kena banjir. Alhamdulillah di desa ku ini masih banyak pepohonan dan sejuk walaupun sudah mulai padat dengan pendatang baru, ditambah dengan akses jalan yang mulai banyak dibuka membuat aku kian bersyukur. Dengan adanya proyek jalan ini membuat desa mulai ramai dan tentunya tidak becek lagi. Setelah ini mau gotong royong apalagi ya?

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Gotong_royong

http://www.pnpm-mandiri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=54&Itemid=267

Berkah Ngeblog

Alhamdulillah, lewat tengah malam saat terbangun dan hendak shalat, saya iseng ngecek twitter nya buruh migran (@infoburuhmigran), ternyata sudah ada pengumuman pemenang Kontes Solidaritas Blogger Untuk TKI, dan seakan tak percaya ternyata nama ku ada di urutan nomor 6, alhamdulillah saya senang bukan main, mata yang mengantuk tiba-tiba langsung cerah.

alhamdulillah, dapet no 6

Sebenarnya aku tak menyangka kalau tulisan ku yang berjudul Korelasi Ekonomi Desa dengan Fenomena Keberangkatan TKI bakalan masuk urutan pemenang karena target ku hanya sebatas bisa menulis dan berpartisipasi, aku sadar diri karena masih blogger pemula mungkin ga akan juara. Ternyata tulisan ku mendapatkan apresiasi. Alhamdulillah.

Dalam menulis judul tersebut aku tak bekerja sendiri. Ada suami di belakang keberhasilan ku. Terima kasih buat ayah Yiyi dan Teh Mamay yang sudah memberikan informasi sekaligus menjadi objek bahan tulisan ku. Lebih lanjut aku berharap semoga tulisan ku sempat terbaca oleh pemda setempat supaya daerah cianjur tengah dan selatan lebih diperhatikan lagi dan aku terus belajar untuk kreatif lagi dalam menulis. Semoga tulisan ku bermanfaat untuk semua orang. Amin

Ulat Vs Semut

Pagi ini saat aku sedang berbenah tak sengaja melihat 2 ekor ulat jatuh ke lantai. Ulat ini merupakan makanan burung peliharaan adik ku. Ulat adalah hewan yang sangat tidak aku sukai, melihatnya saja jijik sekali rasanya. Tapi hari ini untuk pertama kalinya aku menyelamatkan hidup seekor ulat.

Berawal dari rasa penasaran ku melihat kegigihan ulat menyelamatkan dirinya dari kerumunan semut, aku tertegun sekitar lebih dari 5 menit melihat ulat melawan kerumunan semut. Sambil bolak balik ruangan lantaran jijik melihat tubuh ulat mengeliat menahan sakit gigitan semut, aku terus memantau perjuangan sang ulat. Ulat yang pertama sudah mati dan dibawa oleh semut ke sarang mereka secara bergotong royong bak pertanda kemenangan mereka atas keberhasilan dalam menaklukan hewan yang secara morfologis lebih besar tubuhnya daripada tubuh mereka. Berbeda dari ulat yang pertama, ulat yang kedua dengan gigihnya melawan kerumunan semut. Sekali duakali dia berhasil membebaskan diri dari cengkraman semut. Pelariannya terhenti karena 2 ekor raja semut ikut menghalau kebebasannya dan menggigit tubuhnya. Ulat pun kesakitan saat mulut semut menggigit tubuhnya, tubuhnya menggeliat agar semut terlempar dan melepaskan gigitannya. Aku terus menyaksikan seraya berharap sang ulat berhasil menyelamatkan hidupnya.

Entah sejak kapan aku mulai iba dan tergerak dalam hati ku untuk menyelamatkan ulat yang sudah bersusah payah melawan keganasan dan ketidak adilan kerumunan semut. Ku ambil kayu, ku angkat ulat itu namun raja semut tetap mencengkeramkan gigitannya. Ku pindahkan ulat ke tanah, raja semut tetap menggigit tubuh ulat. Ulat mulai menggali tanah, ku bantu agar raja semut melepaskan gigitannya. Alhamdulillah raja semut menyerah, dan ku buang dia. Ulat segera masuk ke dalam tanah.

Di dalam hati aku berkata “wahai ulat kau adalah hewan yang tidak aku sukai, tapi hari ini aku menyelamatkan mu, semoga kau terus berjuang mempertahankan hidup mu, karena predator tak hanya semut, semoga kau beruntung”. Melihat perlawanan ulat bagiku seperti melihat kasus yang sedang ramai saat ini yang membuat iba dan tertegetar hatinya ketika sekelompok etnis muslim Rohingya di Myanmar menjadi korban pelanggaran HAM berat. Sama seperti ketika aku melihat ulat yang kesakitan dan hanya terdiam, seperti melihat dunia yang diam tak kala sekelompok manusia ditindas hak asasinya. Palestina Asia Tenggara begitulah PBB mengumpamakan, akankah mereka mengalami nasib yang sama seperti muslim Palestina? Aku pun tak mampu berbanyak, hanya mampu berdoa dan memohon kepada Allah agar selalu melindungi muslim Rohingya, semoga para pemangku kebijakkan di dunia ini tak menutup mata mereka melihat penderitaan etnis Rohingya, karena mereka juga manusia yang memiliki hak untuk hidup dan mereka. Terlebih bulan ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat. Semoga Rohinya segera diakui keberadaannya dan tidak ada lagi penderitaan kaum Rohingya. Amin.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 481,895 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

August 2012
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: