//
you're reading...
Other

Hujan Es

Butiran es yang semula sebesar kelereng mulai mencair

Pada hari selasa tanggal 2 Oktober 2012 sekitar pukul 15.30 WIB terjadi hujan es di lingkungan kami, kampung Pondok Manggis Desa Bojongbaru Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, setelah sehari sebelumnya selama 24 jam penuh mulai dari pagi hari hingga keesokkan harinya cuaca sangat sumuk atau hareudang yang berarti gerah.  Kemarin lusa sempat gerimis namun hujan tidak jadi turun sehingga membuat cuaca sangat panas walaupun di malam hari. Alfi sendiri sampai beberapa kali terbangun lantaran kegerahan, sampai kami harus menggunakan kipas saat tidur yang membuat kami masuk angin keesokkan harinya.

Hujan es sore hari itu membuat Alfi takut, dia menangis tak kala mendengar suara “keletuk-keletuk” yang merupakan suara es yang menimpa atap rumah. Hujan es juga disertai oleh tiupan angin yang kencang sehingga membuat butiran es yang sebesar kelreng masuk hingga ke dalam rumah. Setelah butiran es tidak lagi muncul maka hujan air pun turun cukup lebat disertai angin dan juga petir. Seketika itu pula cuaca yang tadinya gerah mendadak dingin. Kecuali Alfi, kami cukup takjub melihat hujan es yang turun cukup banyak, karena peristiwa tersebut jarang terjadi di kampong kami. Adik ku sampai memungut es yang jatuh seraya kegirangan. Akibat dari hujan es yang cukup banyak kemarin, atap rumah kami yang terbuat dari fiber banyak yang pecah sehingga terjadi kebocoran di sana-sini.

Atap yang terbuat dari fiber pecah terkena hujan es

Dari Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa hujan es yang juga disebut sebagai hail adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di  atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan_es

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: