//
archives

Archive for

Energi Alternatif Untuk Masa Depan

Dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, bu guru pernah bercerita tentang asal usul minyak bumi dan batu bara. Bu guru mengatakan bahwa minyak bumi itu berasal dari fosil hewan purba yang disebut dengan dinosaurus, sedangkan batu bara berasal dari fosil tanaman purba yang hidup pada waktu yang sama berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi, batu bara dan gas alam yang disebut sebagai energi fosil hingga saat ini masih kita gunakan, namun energi ini bukan merupakan energi terbarukan. Apabila terus menerus dieksploitasi maka suatu saat nanti sumber energi ini akan habis. Untuk mengatasi hal tersebut tentu kita harus mencari sumber energi lain untuk menggantikan energi fosil ini.

Eksploitasi Energi Fosil, Suatu Saat Akan Habis, Gambar Diambil dari Sini

Mengenai masalah tersebut masyarakat dunia sebenarnya telah sadar akan keberlanjutan sumber energi dimasa depan. Selain khawatir akan kapasitasnya yang semakin berkurang, masyarakat dunia juga khawatir akan isu global warming yang diakibatkan oleh hasil pembakaran energi fosil yang membuat lapisan ozon semakin tipis. Indonesia sendiri masih sangat tergantung dengan pasokan energi yang berasal dari energi fosil untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM). Padahal harga minyak dunia saat ini sedang tinggi namun harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan sehingga konsumsi BBM terus bertambah yang membuat Pertamina melakukan impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Seperti BBM jenis premium, hingga saat ini premium masih diberikan subsidi oleh pemerintah. Menurut Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, harga premium bersubsidi terlalu rendah yaitu Rp. 4500,- per liter, padahal harga premium yang normal seharusnya berada dikisaran Rp. 7000,- hingga Rp 8000,- per liter [1].  Tentu saja hal ini memberatkan pemerintah dalam hal penggunaan APBN 2012 yang lagi-lagi membuat kita memanen hutang luar negeri jika anggaran dirasa kurang.

Pengisian Stok BBM Pertamina, Gambar Diambil dari Sini

Vice President Corporate Communication Pertamina, M. Harun mengatakan bahwa jumlah konsumsi bensin premium di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 24 juta kiloliter (KL). Dari jumlah tersebut sebanyak 12 juta KL diproduksi di dalam negeri dan sisanya 12 juta KL harus impor. Sedangkan tahun ini jika konsumsi BBM bersubsidi bertambah maka impor premium pasti melebihi 12 juta KL apabila harganya tetap murah, sedangkan kapasitas kilang BBM Pertamina sampai saat ini belum ada penambahan sehingga tidak mampu melayani lonjakan konsumsi BBM subsidi yang terus terjadi setiap tahun [2]. Besarnya kebutuhan BBM dalam negeri yang ditambah dengan beban subsidi dari BBM ini tentu memberatkan pemerintah dan Pertamina, dan jika kita terus bergantung dengan BBM yang berasal dari energi fosil ini dengan mengeksploitasinya tanpa memikirkan energi alternatif pengganti BBM maka suatu saat jumlahnya akan habis. Untuk menghindari hal tersebut kita perlu beralih dengan menggunakan energi alternatif sebagai sumber energi terutama untuk BBM.

Lalu energi alternatif yang bagaimanakah yang dapat kita gunakan?

Energi alternatif ini sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan kesuburan tanah yang menjanjikan. Sumber energi alternatif dapat berasal dari sampah yang kita hasilkan baik organik maupun anorganik serta berasal dari sumber energi terbarukan seperti biomassa, matahari, angin dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu.

1.  Energi Alternatif dari Sampah

Sampah sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena setiap hari kita selalu menghasilkan sampah. Data Bank Dunia menyebutkan bahwa jumlah sampah padat di Indonesia mencapai 151.921 ton per hari. Hal itu berarti, setiap penduduk Indonesia rata-rata membuang sampah padat sebesar 0,85 kg setiap hari [3]. Jumlahnya yang sangat banyak ini tentu membuat masalah jika tidak kita tanggulangi, terlebih keberadaan sampah ini cukup menelan banyak biaya untuk pengolahannya. Namun, siapa sangka bahwa sampah yang kita hasilkan ini justru dapat menjadi energi alternatif yang dapat menggantikan BBM. Dengan mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif melalui serangkaian proses tertentu untuk mendapatkan sumber BBM baru, kita juga dapat mengurangi masalah sampah dan pencemaran lingkungan.

Perusahaan di AS yang Memproses Sampah Menjadi Minyak, Gambar Diambil dari Sini

Di luar negeri sudah banyak negara yang telah menggunakan sampah untuk dijadikan energi alternatif yang digunakan sebagai BBM, baik untuk kendaraan maupun sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik menggantikan minyak bumi dan batubara, contohnya adalah Amerika Serikat (AS). Sebuah perusahaan di Niagara Falls, New York, AS telah mengubah plastik menjadi bahan bakar yang berpotensi mengurangi limbah plastik dan ketergantungan terhadap minyak impor. Perusahaan tersebut bernama JBI, Inc. yang dipimpin oleh John Bordyniuk. Setiap jam, ribuan kilogram potongan botol susu, botol air dan kantung belanja masuk ke dalam ruangan pembakaran besar. Limbah plastik tersebut berasal dari tempat pembuangan sampah di seluruh negeri. Prosesnya dimulai dari sejumlah plastik yang berbeda-beda dan belum dicuci dilelehkan secara bersama. Hasil dari proses tersebut adalah cairan kental seperti susu berwarna hitam. Perusahaan ini menggunakan katalis yang dipatenkan untuk menguapkan cairan kental tersebut dan mengurai plastik menjadi unsur-unsur paling dasar yang berupa rantai hidrokarbon panjang sehingga menghasilkan nilai bahan bakar yang tinggi. Sekitar 86 persen dari apa yang masuk ke dalam mesin pengolah sampah keluar sebagai bahan bakar. Di ujung lain mesin tersebut, cairan berwarna coklat muda keluar dan dialirkan ke dalam tong minyak yang merupakan bahan bakar nomor enam, sama jenisnya dengan yang dipakai oleh banyak perusahaan besar di AS. Namun, teknologi yang mengubah plastik menjadi minyak ini masih baru dan berevolusi, serta belum ada cukup data untuk menentukan apakah proses itu aman untuk lingkungan atau tidak, sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut [4].

Hydrothermal Treatment Skala Komersial di Jepang, Gambar Diambil dari Sini

Kemudian di Asia sendiri pengolahan sampah menjadi energi telah dilakukan oleh negara Jepang dengan menggunakan teknologi hydrothermal treatment. Dari proses ini bisa dihasilkan bahan bakar, pupuk dan makanan ternak. Prinsip teknologi ini adalah dengan memanaskan sampah pada suhu dan tekanan yang tinggi sehingga sampah akan terdekomposisi. Keunggulan teknologi ini adalah dapat memproses sampah dengan kandungan air yang tinggi [5]. Lalu bagaimanan dengan Indonesia? Apakah Indonesia telah melakukan pengolahan sampah untuk menjadi energi? Jawabannya adalah iya, Indonesia telah mulai mengolah sampah menjadi sumber energi yang digunakan sebagai bahan bakar dan untuk pembangkit tenaga listrik, namun implementasinya memang masih belum menyeluruh dilakukan oleh semua kalangan, hanya daerah dan instansi tertentu saja yang telah melakukannya.

Contohnya adalah PT Semen Gresik yang akan menggunakan sampah sebagai energi alternatif bagi bahan bakar 4 unit pabrik semen di Tuban, Jawa Timur. Sampah yang digunakan berasal dari Gresik dan Tuban dengan volume rata-rata 900 m3 atau  300 ton per hari. Penggunaan bahan bakar alternatif itu akan terus ditingkatkan guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengefisienkan operasional perusahaan. Pada akhir Mei tahun ini manajemen Semen Gresik telah menandatangani memorandum kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Gresik  tentang pemrosesan sampah kota [6]. Sementara itu pada tahun 2007 di Bandung telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. PLTSa ini berkapasitas sekitar 500 kW dimana sampah yang akan diolah sekitar 30-50 ton per hari. Pembangunan PLTSa Babakan ini merupakan pilot project implementasi pemusnahan sampah di Indonesia dalam bentuk pembangkit listrik tenaga non-komersial [7]. Sedangkan dari kalangan akademis yang telah melakukan pengolahan sampah menjadi bahan bakar adalah ITS yang juga membangun PLTSa untuk lingkungan kampus. Prinsip kerja dari PLTSa ini hampir sama dengan PLTU, bedanya adalah bahan bakar PLTSa bukanlah batu bara melainkan sampah dimana uap dari pembakaran sampah digunakan untuk menggerakkan turbin yang akhirnya menghasilkan listrik [8].

Skema PLTSa Bandung, Gambar Diambil dari Sini

Selain mengurangi jumlah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, pengolahan sampah menjadi salah satu energi alternatif bahan bakar memberikan potensi yang cukup baik bagi keberlangsungan sumber energi dimasa depan. Namun kajian akan dampak lingkungan dari pengolahan sampah menjadi energi ini tetap harus dperhatikan apakah memberikan efek yang negatif bagi lingkungan atau tidak. Mengingat jumlah sampah yang cukup banyak dihasilkan setiap hari maka sampah dapat menjadi energi alternatif pengganti energi fosil.

2. Energi Alternatif dari Energi Terbarukan

Sesuai dengan namanya, energi terbarukan merupakan energi yang dapat diperoleh kembali bila sudah habis. Berbeda dengan energi fosil yang tidak dapat terbarukan karena jumlahnya suatu saat akan habis sehingga tidak dapat diperoleh kembali. Energi terbarukan ini merupakan energi yang berasal dari alam sehingga lebih ramah lingkungan. Saat ini energi terbarukan memang masih kalah saing dengan energi fosil, pengembangan dan penelitian yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk kemajuan energi terbarukan sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman ketersediaan energi fosil yang jumlahnya semakin berkurang.

Sumber Energi Terbarukan, Gambar Diambil dari Sini

Beberapa sumber energi terbarukan antara lain [9]:

  1. Energi panas bumi. Energi panas bumi berasal dari peluruhan radioaktif di pusat bumi, yang membuat bumi panas dari dalam, serta dari panas matahari yang membuat panas permukaan bumi. Ada tiga cara pemanfaatan panas bumi: sebagai tenaga pembangkit listrik, sumber panas yang dimanfaatkan secara langsung menggunakan pipa ke perut bumi, pompa panas yang dipompa langsung dari perut bumi
  2. Energi surya. Energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari, digunakan untuk menghasilkan listrik melalui sel surya dan menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas surya
  3. Energi angin. Energi kinetik dari angin dapat digunakan untuk menjalankan turbin angin. Beberapa dari sumber energi ini mampu memproduksi tenaga 5 MW
  4. Tenaga udara. Udara dapat digunakan dalam bentuk gerak atau perbedaan suhu
  5. Biomassa. Biomassa dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan bakar bio cair dengan teknik pertanian, seperti biodiesel, dan bioetanol

Penggunaan energi terbarukan yang bersumber dari biomassa berupa tanaman pertanian sangat potensial untuk dikembangkan, hal ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang cocok untuk tanaman tropika. Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer, serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar) [10]. Biomassa yang diproses menjadi BBM yang disebut sebagai bahan bakar nabati (BBN) ini nantinya akan diolah dalam bentuk bioetanol, biodiesel dan biogas sebagai bahan bakar. Mari kita bahas satu persatu mengenai sumber BBN ini.

a. Biodiesel

Pengertian dari biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari minyak nabati dan diformulasikan untuk mesin diesel. Proses produksi biodiesel umumnya dibuat melalui reaksi metanolisis (atau etanolisis) minyak-lemak nabati atau hewani dengan alkohol (metanol atau etanol) ditambah katalis, produk samping reaksi ini adalah gliserin, suatu bahan kimia yang berpangsa-pasar besar [11].

Lemak/minyak-lemak + Metanol/etanol -> Ester-ester metil/etil asam-asam lemak + Gliserin

Diagram Blok Pembuatan Biodiesel [11]

Beberapa keuntungan dari biodiesel adalah [12]:

  • Mempunyai sifat kimia dan fisika yang serupa dengan petroleum diesel (solar) sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan petroleum diesel
  • Energi yang dihasilkan oleh biodiesel relatif tidak berbeda dengan petroleum diesel (128.000 BTU vs 130.000 BTU), sehingga engine torque dan tenaga kuda yang dihasilkan juga sama.
  • Walaupun kandungan kalori biodiesel serupa dengan petroleum diesel, tetapi karena biodiesel mengandung oksigen, maka flash pointnya lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar.
  • Biodiesel tidak menghasilkan uap yang membahayakan pada suhu kamar, maka biodiesel lebih aman daripada petroleum diesel dalam penyimpanan dan penggunaannya.
  • Biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.
  • Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon total, partikel, dan sulfur dioksida.
  • Tingkat toksisitasnya 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur dan tingkat biodegradabilitinya sama dengan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan pada kegiatan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor.
  • Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masuk dalam siklus karbon.
  • Untuk penggunaan biodiesel pada dasarnya tidak perlu modifikasi pada mesin diesel, bahkan biodiesel mempunyai efek pembersihan terhadap tangki bahan bakar, injektor dan selang.

Begitu banyak manfaat yang dihasilkan oleh biodiesel maka ada baiknya jika kita mampu menghasilkan biodiesel ini sebagai energi alternatif BBN, selain mengurangi ketergantungan akan energi fosil, juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan terutama pencemaran lapisan ozon. Ada banyak tanaman yang dapat menghasilkan biodiesel ini diantaranya: kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, kemiri sunan, nyamplung, karet, dan lain sebagainya.

Dari beberapa tanaman tersebut kelapa sawit (Elaeis guineensis) sebagai penghasil CPO (crude palm oil) menurut saya sangat potensial untuk dijadikan biodiesel karena Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Data dari BPS menyebutkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 5,032.8 (000 Ha) sedangkan lima tahun sebelumnya yaitu 2005 hanya mencapai 3593.4 (000 Ha) [13]. Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia memang cenderung naik tiap tahunnya. Perkebunan kelapa sawit banyak tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Namun untuk mengarahkan kelapa sawit menjadi biodiesel terdapat kendala yaitu harga CPO di luar negeri yang sangat bagus, hal ini membuat produsen tidak ingin mengubah CPO menjadi biodiesel dan lebih menyukai CPO untuk diekspor. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa Indonesia Crude Price (ICP) pada tahun 2011 mencapai 111,55 US$/Barrels sedangkan hingga bulan September tahun ini ICP sudah mencapai 114,37 US$/Barrels [14], dalam waktu hampir setahun harganya sudah meningkat, maka pengalihan CPO untuk menjadi biodiesel ini cukup sulit untuk dilakukan. Solusinya adalah perlu pengembangan areal perkebunan khusus kelapa sawit untuk biodiesel. Hal tersebut harus segera kita realisasikan agar tidak terus menerus tergantung dengan energi fosil. Minyak kelapa sawit dan inti minyak kelapa sawit merupakan susunan dari fatty acids, esterified, serta glycerol yang masih banyak lemaknya. Didalam keduanya sangat tinggi serta penuh akan fatty acids, antara 50% dan 80% dari masing‐masingnya [15]. Kandungan minyaknya yang cukup banyak sangat berpotensial untuk dikembangkan menjadi biodiesel.

Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Pengolahanya, Gambar Diambil dari Sini

Selain kelapa sawit, yang sedang ramai dan sangat berpotensial saat ini untuk dikembangkan menjadi biodiesel adalah kemiri sunan. Kemiri sunan (Aleurites trisperma) adalah tanaman yang dapat dibudidayakan pada berbagai jenis tanah yang memiliki drainase baik, ketinggian tempat maksimum 700 m di atas permukaan laut, memiliki iklim dengan musim kemarau yang tegas (bulan kering 3-4 bulan) dan curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Jenis kemiri ini mulai berproduksi pada umur lima sampai 80 tahun dengan potensi produksi biji kering pada kisaran 80–125 kg/pohon/tahun setara 8 – 12,5 ton/ha/tahun [16]. Kemiri sunan memiliki kandungan minyak nabati untuk keperluan bahan bakar biodiesel lebih bagus dan lebih ekonomis. Berdasarkan catatan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri endosperma biji tanaman ini mengandung minyak yang dapat diproses menjadi minyak pengganti solar atau biodiesel dengan komposisi minyaknya terdiri atas asam palimitat 10 %, asam stearat 9 %, asam oleat 12 %, asam linoleat 19 %, dan asam a-elaeostearat 51 %. Minyak kasar dapat diperoleh 88 persen bio-diesel dan 12 persen Gliserol. Sehingga dapat disimpulkan kemiri sunan relatif cukup efisien sebagai bahan baku BBN [17]. Untuk mengembangkan kemiri sunan perlu dilakukan kerjasama oleh berbagai pihak agar penanamannya dapat terus berlanjut. Sudah saatnya kita memikirkan energi alternatif ini, selain mudah dibudidayakan, kandungan minyaknya cukup banyak untuk dijadikan sebagai sumber BBN.

Pohon dan Buah Kemiri Sunan, Gambar Diambil dari Sini

b. Bioetanol

Bioetanol (C2H5OH) adalah etanol atau senyawa alkohol yang merupakan sumber energi alternatif dari biomassa (umumnya tanaman pertanian) melalui proses fermentasi. Tanaman yang digunakan umumnya mengandung pati yang nantinya akan diubah menjadi gula. Etanol dapat diproduksi dari berbagai macam tanaman seperti jagung, tebu, singkong, sorgum, ubi jalar, sagu, dan lainnya. Tidak seperti biodiesel, proses pembuatan bioetanol cenderung bersaing dengan kebutuhan pangan karena sumber bioetanol lebih banyak bersumber pada pati, oleh karena itu diperlukan suatu area khusus untuk pengembangan sumber bioetanol agar tidak bersaing dengan kebutuhan pangan.

Bioetanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin yang digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX). Gasohol sampai dengan E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa tanpa harus memodifikasi mesin [18]. Proses produksi bioetanol meliputi [19]:

Proses Produksi Bioetanol dari Bahan Berpati [19]

  1. Hidrolisis, yaitu proses konversi pati menjadi glukosa. Prinsip dari hidrolisis pati pada dasarnya adalah pemutusan rantai polimer pati menjadi unit-unit dekstrosa (C6H12O6). Pemutusan rantai polimer tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya secara enzimatis, kimiawi ataupun kombinasi keduanya. Hidrolisis secara kimiawi dan fisik akan memutus rantai polimer secara acak, sedangkan hidrolisis enzimatis akan memutus rantai polimer secara spesifik pada percabangan tertentu. Enzim yang digunakan adalah alfa-amilase pada tahap likuifikasi, sedangkan tahap sakarifikasi digunakan enzim glukoamilase.
  2. Fermentasi, yaitu proses untuk mengkonversi glukosa (gula) menjadi etanol dan CO2. Khamir yang sering digunakan dalam fermentasi alkohol adalah Saccharomyces cerevisiae, karena jenis ini dapat berproduksi tinggi, toleran terhadap alkohol yang cukup tinggi (12-18% v/v), tahan terhadap kadar gula yang tinggi dan tetap aktif melakukan fermentasi pada suhu 4-32 derajat celcius.
  3. Distilasi, yaitu proses pemisahan komponen berdasarkan titik didihnya. Titik didih etanol murni adalah 78 derajat celcius sedangkan air adalah 100 derajat celcius (Kondisi standar). Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 – 100 derajat celcius akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.

Beberapa keunggulan dari Bioetanol adalah [20]:

  • Bioetanol merupakan zat kimia yang memiliki banyak kegunaan, misalnya sebagai bahan kosmetik, sebagai bahan bakar, sebagai pelarut, sebagai bahan minuman keras
  • Penggunaan bioetanol mengurangi emisi gas CO (ramah lingkungan) secara signifikan, bioetanol dapat digunakan langsung sebagai BBN atau dicampurkan ke dalam premium sebagai aditif dengan perbandingan tertentu (Gasohol atau Gasolin alkohol), jika dicampurkan ke dalam bensin maka bioetanol dapat meningkatkan angka oktan secara signifikan.
  • Campuran 10% bioetanol ke dalam bensin akan menaikkan angka oktan premium menjadi setara dengan pertamax (angka oktan 91).
  • Production cost bioetanol relatif rendah oleh karena itu bioetanol dapat dibuat oleh siapa saja termasuk UMKM (usaha menengah kecil masyarakat) dan home industry.
  • Teknologi pembuatan bioetanol tergolong low technology sehingga masyarakat awam dengan pendidikan terbatas dapat membuat bioetanol sendiri.
  • Sumber bioetanol, seperti singkong, tebu, buah-buahan dan jagung mudah dibudidayakan.

Menurut saya dari semua jenis tanaman penghasil bioetanol, singkong sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bioetanol, karena selain teknis  budidayanya cukup mudah, singkong sangat beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Indonesia. Seperti yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Barat. Sejak lima tahun yang lalu Pemprov Jabar telah mengembangkan singkong sebagai sumber etanol. Harga produksi dasar bioetanol singkong (biosing) ini sebesar Rp 4.500 per liter. Biosing menunjukan kualitas bahan bakar oktan tinggi sekelas Pertamax. Namun, harganya realtif lebih murah dari bensin. Untuk pengembangan tahap awal biosing, Pemprov Jabar akan mendukung dengan menyediakan lahan tidur dan lahan kritis yang bukan lahan sawah sehingga tidak mengganggu budidaya tanaman pangan utama [21].

Proses Pembuatan Bioetanol dari Singkong, Gambar Diambil dari Sini

Singkong merupakan salah satu sumber diversifikasi pangan pengganti beras, penggunaan singkong menjadi bioetanol diharapkan tidak mengganggu kebutuhan pangan, solusinya sama seperti kelapa sawit yaitu dengan menyediakan area khusus untuk tanaman singkong yang digunakan untuk produksi bioetanol/biosing sehingga tidak bersaing dengan kebutuhan pangan.
3. Biogas

Biogas adalah energi alternatif berupa gas yang dihasilkan dari bahan organik maupun limbahnya. Biogas dapat diperoleh melalui proses digesti anaerob mikroba yang memecah bahan baku kaya karbon menjadi gas yang mengandung kurang lebih 60% metana (CH4), 30% karbondioksida (CO2), dan 10% nitrogen (N2). Kandungan metana di dalam biogas dapat dibakar untuk memproduksi panas dan tenaga. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida [22]. Biogas dapat diperoleh baik dari kotoran hewan maupun kotoran manusia. Biogas hasil pencernaan berhubungan dengan pemanfaatan gas metana yang dilepaskan ketika kotoran hewan membusuk. Gas ini dapat diperoleh dari sampah dan sistem saluran limbah. Sistem penghasil biogas digunakan untuk memproses gas metana melalui bakteri atau dekomposer yang memecah biomassa dalam lingkungan atau kondisi anaerobik. Gas metana yang dikumpulkan dan dimurnikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif [23]. Di Indonesia sepertinya biogas belum terlalu dikembangkan, padahal sama seperti biofuel biogas ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif mengingat limbah yang berasal dari sampah juga cukup banyak dihasilkan. Selain berasal dari limbah, biogas juga dapat diperoleh dari tanaman yaitu berasal dari limbah CPO, kemiri sunan dan lainnya.

Proses Pembuatan Biogas, Gambar Diambil dari Sini

Sudah saatnya kita beralih dan mengembangkan energi alternatif pengganti energi fosil baik energi yang diperoleh dari pengolahan sampah maupun berasal dari energi terbarukan. Penelitian dan pengembangan tentang energi alternatif ini harus terus dilakukan dan harus berkelanjutan agar kita dapat mengantisipasi jika suatu saat cadangan energi fosil habis.

Saatnya Beralih ke Energi Alternatif, Save Our Earth, Gambar Diambil dari Sini

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Blog Sobat Bumi PT. Pertamina Periode 10 November 2012 hingga 10 Desember 2012.  

Referensi:

[1] Sutianto, F. D. 2012. Jero Wacik: Harga BBM Premium Idealnya Rp. 8000/Liter. Detik Finance Edisi Sabtu Tanggal 24 November 2012. http://finance.detik.com/read/2012/11/24/175033/2100314/1034/jero-wacik-harga-bbm-premium-idealnya-rp-8000-liter

[2] Daniel, W. 2012. Ketergantungan BBM, Impor Premium tembus 12 Juta Kiloliter. Detik Finance Edisi Selasa Tanggal 24 April 2012. http://finance.detik.com/read/2012/04/24/074651/1899801/1034/ketergantungan-bbm-impor-premium-tembus-12-juta-kiloliter

[3] Redaksi Hijauku. 2012. Sampah Padat di Kota-Kota Dunia Naik 70%. Edisi 7 Juni 2012. http://www.hijauku.com/2012/06/07/sampah-padat-di-kota-kota-dunia-naik-70/

[4] Robinson, D. 2012. Plastik Dapat Gantikan BBM di AS. Edisi tanggal 31 Oktober 2012. http://www.voaindonesia.com/content/plastik-dapat-gantikan-bbm-di-as/1536410.html

[5] Syamsiro, M. 2012. Saatnya Memanen Energi dari Sampah. http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/09/16/saatnya-memanen-energi-dari-sampah/

[6] Chevny, A.A. 2012. Bahan Bakar Semen: Semen Gresik Tingkatkan Penggunaan Energi Alternatif. Bisnis Jatim Edisi Agustus 2012. http://www.bisnis-jatim.com/index.php/2012/08/13/bahan-bakar-semen-semen-gresik-tingkatkan-penggunaan-energi-alternatif/

[7] Asthary, R. 2007. Sampah, Kompos, Bahan Bakar, dan Listrik. Majari Magazine Edisi 4 November 2007. http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/

[8] Institut Teknologi Surabaya. 2012. Sampah, Sumber Energi Baru ITS. Edisi 25 Juni 2012. http://ecocampus.its.ac.id/2012/06/sampah-sumber-energi-baru-its/

[9] Wikipedia. 2012. Energi Terbarui. http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui

[10] Institut Pertanian Bogor. 2012. BAB III. Energy Biomassa. http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20III%20BIOMASSA/indexBIOMASSA.htm

[11] Budiman, B. T. 2004. Penggunaan Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Rumusan Hasil Seminar Prospek Biodiesel di Indonesia. Serpong, 12 Agustus 2004. 16hal.

[12] Musanif, J. Biodiesel. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 6hal. http://pphp.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Biodiesel/Biodiesel.pdf

[13] Badan Pusat Statistik. 2012. Luas Tanaman Perkebunan Besar Menurut Jenis Tanaman, Indonesia (000 Ha), 1995-2010. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=3&tabel=1&daftar=1&id_subyek=54&notab=1

[14] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2011-2012. Monthly Report Indonesia Crude Price (ICP). http://www.esdm.go.id/publikasi/harga-energi/harga-minyak-mentah-indonesia-icp.html

[15] Departemen Perindustrian. 2007. Gambaran Sekilas Industri Minyak Kelapa Sawit. Jakarta. 32hal.

[16] Departemen Pertanian. 2012. Kemiri Sunan, Tanaman Langka Sumber Bahan Bakar Alternatif. Edisi 13 Maret 2012. http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1119/

[17] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2012. Kemiri Sunan Alternatif Pengganti BBM. http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/5394-kemiri-sunan-alternatif-pengganti-bbm.html

[18] Alpenstell. 2012. Proses Produksi Bioetanol. http://www.alpensteel.com/article/51-113-energi-lain-lain/510-proses-produksi-bioetanol.html

[19] Musanif, J. Bioetanol. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 3hal. http://pphp.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Bioetanol/Bioethanol.pdf

[20] Wijaya, K. 2012. Bioetanol Skala UMKM dan Home Industry, Membangun Bisnis Bioetanol Skala UMKM dan Home Industry. Pusat Studi energy UGM. http://pse.ugm.ac.id/?p=350

[21] Lukihardianti, A. dan Hazliansyah. 2012. Pemprov jabar Promosikan Penggunaan Bensin Singkong. Republika On Line Edisi Jumat 9 Maret 2012. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/09/m0m4x1-pemprov-jabar-promosikan-penggunaan-bensin-singkong

[22] Fatih, A. 2012. Laporan Biokimia Biofuel, Biodiesel, Biogas dan Bioetanol. 25 mei 2012. http://blog.ub.ac.id/abufatih/2012/05/25/laporan-biokimia-biofuelbidieselbiogas-dan-bioetanol/

[23] Wikipedia. 2012. Energi Alternatif. http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_alternatif

Advertisements

Bapak Penjual Lemari

Ini merupakan kisah nyata yang terjadi kemarin malam. Bagiku penting untuk ku catat karena telah memberikan pelajaran berharga untuk diriku dan rasa sesal yang teramat sangat karena kurangnya kesadaran untuk berbagi. Jika boleh meminta, aku ingin kembali pada peristiwa kemarin sore.

Bojongbaru tanggal 19 November 2012, ba’da magrib. Kondisi kampung saat itu sudah mulai gelap dan gerimis masih saja turun sejak tengah hari. Kala itu aku sedang melayani seorang pembeli di warung orangtua ku. Munculah seorang bapak sambil memikul lemari di pundak kirinya. Dia berjalan menuju warung tempatku berada karena aku satu-satunya orang yang terlihat saat itu. Aku tak memperhatikan dengan seksama karena perhatianku sedang tertuju pada pembeli. Sekilas aku ingat kalau bapak itu memakai topi bundar, kemeja dan celana panjang, sendal jepit dan handuk di bahu kiri sebagai alas untuk mengangkat lemari. Bapak itu berkata “neng, mau beli lemari tv?”. “engga pak” begitu jawabku. Aku tak memperhatikannya. Begitu pembeli sudah meninggalkan warung, aku mulai berpikir, kemana bapak itu?, kok jualan lemari sampai malam, gerimis pula. Kemudian aku masuk ke rumah dan duduk terdiam. Aku mulai sedih dan rasa sesal memenuhi hatiku, karena aku baru tersadar kenapa aku tidak memberikan sebagian rejeki untuk si bapak meski tak bisa membeli lemarinya karena mungkin saja dia sedang membutuhkan uang sampai dia harus memikul lemari yang terlihat berat di malam hari dan sedang hujan. Kenapa dia tak berhenti di warung untuk berteduh dan istirahat, kenapa dia juga tidak pulang ke rumah padahal sudah malam, dan kenapa dia berjualan di perkampungan yang sulit untuk mengkonsumsi barang seperti itu.

Berbagai macam pertanyaan masih sering aku lontarkan sendiri dan hingga hari ini aku masih menyesal karena tidak membantu bapak itu. Terhadap perjuangannya yang begitu gigih mencari rejeki, aku menjadi malu karena selama ini masih sering mengeluh dan kurang bersyukur terhadap segala yang telah Allah berikan.

Kejadian itu membuatku untuk selalu bersyukur atas segala rahmat yang telah Allah berikan dan memberikan pelajaran agar saling membantu dengan sesama. Jika boleh meminta aku berharap bisa bertemu bapak itu lagi. Aku ingin membantunya. Sekarang aku hanya bisa berdoa semoga Allah memudahkannya dalam mencari rejeki, melapangkan rejeki yang halal untuknya dan semoga dia tetap sabar dalam berusaha. Aamiin.

Terimakasih bapak penjual lemari, walau kedatangan bapak cukup singkat tetapi telah memberikan nasehat yang berarti untukku. Semoga pahala selalu tercurah untukmu dari Allah SWT, karena bapak telah mengajarkan hal yang berarti untukku. Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mau berusaha untuk mengubah dan Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya.

Jangan Sepelekan Sakit Gigi

Hari ini aku sedang berada di RSUD Cibinong untuk menambal gigi. Ini merupakan kunjunganku yang kelima. Cape juga bolak-balik ke drg, tapi memang begitu prosedurnya, gigi dapat ditambal jika sudah tidak terasa ngilu dan steril. Sejak tragedi duri ikan nyangkut, gigiku jadi bermasalah (sebenarnya memang sudah sakit), gusiku berdarah dan baru ketahuan penyebab gusi berdarahku itu karena gigi atas sebelah kiri ku bolong. Selama ini aku ga’ terlalu memperhatikan karena memang tidak pernah merasa sakit, ditambah aku takut ke drg karena pengalaman masa kecil. Terakhir kali ke drg waktu aku masih SD, sudah lama banget kan? Padahal dianjurkan setiap 6 bulan sekali kita harus ke drg untuk membersihkan karang gigi. Karena selama ini gigi dan gusiku tak bermasalah maka aku ga’ pernah ke drg.

Kita ga’ boleh menyepelekan sakit gigi. Berikut ini ada beberapa cerita seputar sakit gigi yang dianggap sepele, cekidot ya:

1. Seminggu yang lalu saat pertama kali ke drg, ada seorang ibu yang bercerita kalau anaknya harus dioperasi lantaran gusinya bengkak dan semakin membesar. Penyebabnya sepele, si ibu menganggap enteng sakit gigi anaknya. Memang si ibu sudah berusaha mengajak si anak ke drg tetapi tidak ditindaklanjuti untuk tindakan lainnya. Ditambah si anak juga sering sekali mengutak-atik gusinya yang bermasalah. Lama-kelamaan gusinya semakin bengkak karena infeksi. Drg kemudian memberikan saran untuk segera dilakukan operasi karena kalau tidak gusinya akan semakin bengkak dan bertambah parah, tetapi ada resiko dari tindakan operasi nanti yaitu dikhawatirkan dapat mempengaruhi beberapa syaraf khususnya saraf mata, karena memang mulut, mata, dan telinga berdekatan. Hingga saat itu si ibu belum juga membawa anaknya ke rumah sakit untuk operasi lantaran khawatir takut mengenai saraf mata sementara kondisi gusi anak itu semakin besar. Si ibu terlihat pasrah dan masih menunggu jalan yang terbaik untul anaknya.

2. Sakit gigi bikin emosi. Ini pengalaman real. Waktu itu kali kedua aku harus kembali ke drg. Karena aku baru saja datang, maka aku bertanya pada seorang ibu apakah dokter sudah datang dan sudah nomor berapa yang dipanggil. Tetapi bukan mendapat jawaban yang baik, si ibu malah marah-marah. Aku kaget bukan main dan agak shock karena dari penampilannya dia tidak seharusnya seperti itu. Ternyata setelah aku perhatikan si ibu terlihat tidak sabar menunggu diperiksa oleh drg, mungkin karena giginya sakit. Aku hanya bisa maklum saja karena ternyata si ibu emosi karena sakit gigi.

Selain itu aku pernah membaca suatu artikel pada waktu SMU yang memberitakan bahwa bakteri di gigi bisa lari ke jantung. Aku hanya membaca sekilas jadi tidak tahu maksudnya. Tetapi dari itu semua aku bisa menyimpulkan bahwa sakit gigi tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak buruk. Meggy Z saja menyamakan sakit gigi dengan sakit hati, berarti dasyat juga akibat sakit gigi. Drg tadi memberikan nasehat kalau gigi sudah terlihat berlubang sebaiknya segera ditambal, jangan nunggu sampai sakit, karena kalau sudah sakit bisa seperti aku harus bolak balik ke drg, sementara kalau tidak sakit saat itu juga bisa dilakukan penambalan dan ga’ perlu bolak balik ke drg.

Yuk kita rawat gigi dengan sebaik-baiknya supaya dapat makan dengan enak dan tersenyum selebar-lebarnya.

Aksi Untuk Indonesiaku: Peduli Lingkungan Dengan 3R

Hamparan sawah nan hijau, gambar diambil dari sini

Desaku yang kucinta, pujaan hatiku. Tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku. Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai. Selalu kurindukan, desaku yang permai (Desaku yang kucinta, Oleh: L. Manik).

Jika mendengar lagu tersebut dinyanyikan maka yang berada dalam benakku adalah sebuah desa yang asri dengan hamparan sawah hijau membentang bak permadani berlatarbelakang gunung yang berdiri kokoh beserta suara aliran air sungai yang menambah kesejukkan desa. Dahulu kutemukan hal tersebut pada desaku yang berada di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Desaku dulunya adalah sebuah desa yang asri, di kiri-kanan jalan utama terbentang sawah nan hijau dengan aliran sungai yang membelah jalan utama. Dahulu aku sering sekali mengikuti bapak tak kala hendak pergi berkebun di sawah. Aku bermain di sungai yang sangat jernih untuk menangkap ikan mas serta mencari siput yang dapat di makan nantinya. Aku juga sering memanjat pohon jambu dan pohon buni untuk mengambil buahnya. Sesekali kami berenang di Sungai Ciliwung, airnya begitu jernih hingga kami bisa melihat bebatuan kecil di dasar sungai. Itulah desaku sembilan belas tahun yang lalu. Kini semua berubah seiring dengan maraknya pembangunan, sawah yang dulunya hijau telah berubah menjadi rawa tak terurus dengan hamparan sampah di sana-sini. Jika dahulu begitu mudahnya aku menemukan burung pemakan padi beterbangan, kini tidak ada lagi, yang ada hanya bau busuk dari gundukan sampah dan sungai yang berubah menjadi menjadi tempat pembuangan sampah.

Sampah Ketika Menjadi Masalah

Keberadaan sampah walaupun jumlahnya hanya satu buah saja di lingkungan yang bersih pasti akan mengganggu pemandangan. Terlebih jika jumlahnya sangat banyak, tak hanya mengganggu pemandangan, sampah juga akan mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan. Sampah seringkali menjadi topik berita yang ditayangkan di televisi ataupun media lainya. Hal ini menandakan bahwa keberadaannya masih menjadi masalah yang tak ada habisnya. Sampah sering kita jumpai berserakan di jalan-jalan atau teronggok begitu saja di suatu tempat tanpa ada pengelolaan lebih lanjut. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan dan kurangnya pengetahuan tentang pengolahan sampah yang benar, serta tidak tersedianya tempat pembuangan sampah dimasing-masing rumah, sehingga beberapa masyarakat menjadikan tempat tertentu atau sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Seperti yang terjadi di daerah tempat tinggal ku kini. Laju pertumbuhan penduduk dan gencarnya pembangunan menyebabkan lahan semakin berkurang sementara penduduk kian bertambah. Di daerah perkampungan, belum ada tempat khusus pada masing-masing rumah yang diperuntukan sebagai tempat pembuangan sampah pribadi, sehingga masyarakat cenderung membuang sampah di lahan terbuka atau bahkan ke sungai sebagai jalan pintas. Tak jarang pula pembuangan sampah tersebut menyebabkan konflik karena si pemilik lahan tentu tidak ingin lahannya dijadikan tempat pembuangan sampah, sementara masyarakat sendiri tidak tahu harus membuang dimana.

Salah satu lokasi tempat pembuangan sampah sembarangan di desaku

Di Bojonggede sendiri telah dilakukan kegiatan sosialisasi untuk menanggulangi masalah sampah ini mengingat tingkat kesadaran, kepedulian serta pengetahuan masyarakat di sini masih tergolong rendah. Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa Kementerian Lingkungan Hidup (PPEJ-KLH) dan Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan Infrastruktur Hijau dan memfasilitasi sarana dan prasarana Bank Sampah yang terintregrasi dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di 53 lokasi karena pemahaman terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dirasakan masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas dan perlu diterapkan disetiap permukiman warga. Apabila hanya mengandalkan pemerintah saja tentu tidak akan maksimal, mengingat sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki terbatas jumlahnya. Pihak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor hanya memiliki 60 SDM yang berfungsi melakukan pengawasan dan pengendalian lingkungan sekabupaten Bogor. Partisipasi aktif warga pada satuan tugas lingkungan hidup (satgas-LH) sangat membantu dalam mengawasi dan mengendalikan lingkungan di sekitar permukiman warga. Satgas LH di Kabupaten Bogor tersebar di 10 kecamatan meliputi Cibinong, Citeureup, Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Bojonggede, Ciseeng, Parung Panjang, Rumpin, dan Nanggung [1].

Tak hanya di Bogor saja, masalah sampah di daerah lain terutama di kota-kota besar kini menjadi semakin rumit. Diperkirakan jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% mulai tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton per tahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, jumlah sampah padat yang diproduksi secara nasional mencapai 151.921 ton per hari. Hal itu berarti, setiap penduduk Indonesia rata-rata membuang sampah padat sebesar 0,85 kg setiap hari. Data Bank Dunia juga menyebutkan, dari total sampah yang dihasilkan secara nasional, hanya 80% yang berhasil dikumpulkan. Sisanya terbuang mencemari lingkungan. Khusus di DKI Jakarta, menurut laporan yang sama, jumlah sampah yang dihasilkan di Ibu Kota mencapai 7.896 ton per hari. Setiap penduduk Jakarta rata-rata membuang sampah padat sebesar 0,88 kg per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 83% sampah yang berhasil dikumpulkan, sisanya terbuang mencemari lingkungan. Biaya tahunan untuk mengelola sampah juga diperkirakan akan naik dari US$205 miliar per tahun menjadi US$375 miliar per tahun, dengan kenaikan terbesar terjadi di negara berpendapatan rendah [2].

Selain menimbulkan masalah lingkungan ternyata sampah sendiri cukup membebani negara dengan biaya pengelolaan yang sangat besar seperti yang telah dijelaskan di atas. Lain lagi dengan masalah sosial yang ditimbulkan sampah, semakin banyak jumlah sampah yang meningkat seiring dengan meningkatnya laju penduduk memaksa pemerintah untuk membuka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru lantaran TPA yang lama sudah tidak mencukupi lagi. Penolakan-penolakan sering terjadi pada masyarakat karena tidak menginginkan daerah mereka dijadikan TPA lantaran dapat mencemari lingkungan di sekitar mereka. Lalu bagaimana solusinya? Kita sebagai masyarakat tentu harus peduli dengan masalah ini dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi produksi sampah terutama sampah anorganik yang sulit terurai oleh mikroorganisme.

Salah satu demo masyarakat menolak pembangunan TPA di Bojong, Kabupaten Bogor, gambar diambil dari sini

Bahaya yang Ditimbulkan Sampah

Sampah yang berada di sekitar kita dapat dikelompokkan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang dapat mengalami pelapukan atau dekomposisi dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil serta tidak berbau (kompos). Sampah organik terdiri dari organik basah yang mempunyai kandungan air cukup tinggi seperti kulit buah dan sisa sayuran, dan organik kering yang memiliki kandungan air kecil seperti kertas, kayu, ranting pohon, dan dedaunan kering [3]. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Contohnya adalah botol kaca, botol plastik, tas plastik, kaleng, dan sebagainya.

Jika diperhatikan pada gundukan sampah dan yang terdapat dialiran sungai yang ada di daerahku, maka sampah yang mendominasi adalah sampah plastik berupa kantong plastik. Kebanyakan sampah tersebut merupakan sampah buangan rumah tangga. Sayangnya kantong plastik tersebut merupakan kantong plastik nonbiodegradable yang sulit terurai oleh mikroorganisme seperti bakteri apalagi jika dibiarkan begitu saja. Meskipun kini sudah banyak tempat perbelanjaan seperti minimarket dan supermarket yang telah menggunakan kantong plastik biodegradable namun jumlahnya masih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan kantong plastik nonbiodegradable. Contohnya banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional yang banyak menggunakan kantong plastik nonbiodegradable. Jika seorang ibu berbelanja ke pasar dengan menggunakan kantong plastik mencapai lima buah sehari, maka bisa dibayangkan berapa jumlah kantong plastik yang dipakai oleh ibu-ibu lainnya dalam sehari itu juga untuk aktifitas yang sama?.

Tumpukan sampah yang didominasi sampah kantong plastik disalah satu sudut sawah

Jumlah sampah kantong plastik yang cukup banyak ini tidak bisa kita pandang sebelah mata saja karena menimbulkan beberapa bahaya baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Bahaya sampah kantong plastik antara lain [4] :  

1. Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur dalam waktu 200-400 tahun

2. Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.

3. Sampah plastik sangat berbahaya untuk beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam.

4. Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.

5. Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) agar plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Jika plastik dipakai untuk membungkus makanan, plasticizers dapat mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas,  plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.

6. Kantong plastik yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.

Dalam skala rumah tangga sampah kantong plastik ini sering dimusnahkan melalui dua cara yaitu membakar atau menimbunnya di dalam tanah. Seperti yang telah dijelaskan di atas apabila kita membakar sampah plastik berikut sampah lainnya maka akan terurai menjadi unsur-unsur seperti CO, CO2, H2O, dan polutan lain yang terbawa asap hasil pembakaran. Cara ini menimbulkan resiko pada pencemaran lingkungan terutama udara [5]. Sedangkan penanganan sampah plastik dengan cara menimbunannya kedalam tanah bersamaan dengan sampah padat lainnya ke dalam tanah juga tidak boleh dilakukan sembarangan agar tidak menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan. Cara ini tentu juga bermasalah bagi kesehatan tanah karena sampah yang telah ditimbun tersebut tidak langsung terurai mengingat sampah plastik memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengurainya.

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang diiringi dengan semakin meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan pula maka akan menimbulkan tantangan dimasa yang akan datang dalam pengelolaan sampah ini. Beberapa tantangan yang harus dihadapi dimasa yang akan datang adalah [6]:

  1. Peningkatan jumlah sampah di perkotaan yang sangat cepat/eksponensial seiring dengan cepatnya pertambahan jumlah penduduk serta disebabkan oleh pola konsumsi dan produksi yang tidak berkelanjutan.
  2. Publik, yaitu masyarakat, dunia usaha dan juga pemerintah yang relative masih rendah tingkat kesadaran dan pengetahuannya dalam mengelola sampah.
  3. Permasalahan tempat pengolahan atau pembuangan sampah yang selain terbatas juga menimbulkan kerawanan sosial serta berdampak terhadap nilai dan fungsi lingkungan hidup.
  4. Pendekatan pengelolaan yang cenderung masih mengedepankan end of pipe (kumpul-angkut-buang)

Begitu bahayanya sampah anorganik terutama sampah kantong plastik ini maka langkah pemusnahan dan pengolahan tidak cukup untuk dilakukan mengingat jumlahnya yang cukup banyak. Tindakan yang perlu kita lakukan dalam menghadapi masalah sampah ini adalah dengan melakukan tindakan preventif yaitu mengurangi konsumsi sampah anorganik terutama sampah kantong plastik.

Sampah di pinggiran Sungai di Bojonggede, sampah didominasi oleh sampah kantong plastik, sterofoam, sampah padat dan lainnya

Aksi Untuk Indonesiaku: Kelola Sampah dengan 3R

Dahulu ketika menjadi mahasiswa, aku memiliki teman yang sangat peduli sekali dengan kebersihan lingkungan. Saat kami makan bersama, makanan yang ku makan tidak habis, dan dia dengan rela menghabiskan makanan yang tidak habis ku makan itu dengan alasan agar tidak menjadi sampah dan tidak mubajir. Bila dia menemukan sampah yang tergeletak di jalan maka akan dipungutnya dan dibuang ke tempat sampah. Kebiasaanya itu telah memberikan inspirasi agar aku melakukan hal yang sama. Aku sering membawa sampah hingga pulang ke rumah lantaran tidak menemukan tempat sampah sepanjang perjalanan.  Aku juga pernah membawa sampah hingga ke kantor tempat ku bekerja karena bak tempat pembuangan sampah di daerah ku tinggal waktu itu tidak ada. Bagi ku sampah tidak bisa dibiarkan begitu saja karena akan mengganggu keindahan dan kebersihan lingkungan.

Peran serta kita sebagai masyarakat sangat dibutuhkan dalam menanggulangi masalah sampah ini, kita tidak dapat mengandalkan pemerintah saja untuk mengelola sampah yang kian hari semakin banyak jumlahnya. Terlebih sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Setiap rumah tangga sebagai penghasil sampah kini tidak bisa lagi mengabaikan urusan sampah dan pengelolaan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah dengan kumpul-angkut-buang ke TPA saja, tetapi harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat [6]. Kita perlu mencontoh masyarakat di negara maju, mereka sangat sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh sampah, khususnya sampah plastik, sehingga penggunaan sampah plastik dapat diminimalisir di negara tersebut. Sudah saatnya kita peduli dengan lingkungan demi masa depan generasi penerus bangsa.

Kelola sampah dengan 3R, gambar diambil dari sini

Untuk memulainya lakukanlah pengelolaan sampah dari lingkungan sekitar kita. Edukasi keluarga dan tetangga bagaimana cara mengelola sampah yang baik agar tidak terjadi timbunan sampah yang dapat mengganggu lingkungan. Untuk hal ini aku pribadi telah mengajak keluarga bagaimana memanage sampah rumah tangga yang baik sesuai dengan Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dicanangkan oleh pemerintah. Diharapkan apa yang kami lakukan ini dapat meminimalisir jumlah sampah buangan rumah tangga. Definisi dari 3R adalah :

  1. Reduce adalah semua kegiatan untuk mengurangi produksi sampah dari setiap kegiatan kita sehari-hari
  2. Reuse adalah memanfaatkan ulang barang bekas yang telah dipakai tanpa pengolahan lagi yang nantinya akan digunakan kembali baik untuk tujuan yang sama atau berbeda dari sebelumnya
  3. Recycle adalah memanfaatkan barang bekas dengan cara mendaur ulang barang tersebut untuk digunakan lebih lanjut.

Dalam melaksanakan 3R di lingkungan kami tidak terlalu sulit karena sebenarnya keluarga dan beberapa tetangga sudah mengerti akan permasalahan sampah, hanya perlu melakukan pengolahan dan management penangan sampah yang baik guna meminimalisir tumpukan sampah.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang telah dan sedang kami lakukan dalam mengelola sampah rumah tangga:

1. Sediakan dua buah tempat sampah untuk memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Beri label pada masing-masing tempat agar tidak tertukar saat membuang sampah

Tempat sampah organik dan anorganik, gambar diambil dari sini

2. Pisahkan sampah organik dan anorganik sesuai dengan tempatnya.

3. Kelola sampah organik dengan cara menimbunnya di dalam tanah. Hal tersebut dapat dilakukan karena sampah organik dapat terurai dengan bantuan miroorganisme seperti bakteri. Sebagai contoh adalah bakteri saprofit yang mampu menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme serta senyawa organik lainnya. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat, dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana [7]

Sampah organik, terdiri dari dedaunan, sisa sayuran, plastik biodegradable, setelah dipisahkan dapat ditimbun dalam tanah

4. Untuk sampah anorganik kita pisahkan dahulu sesuai dengan prinsip 3R tadi. Pisahkan mana yang dapat di lakukan recycle, reuse dan harus dimusnahkan. Sebagai contoh sampah anorganik di lingkungan rumah ku adalah botol plastik kemasan minuman, kertas koran, kardus bekas, kantong plastik, kaleng cat dan sebagainya. Pisahkan beberapa jenis sampah anorganik tersebut. Sampah anorganik yang dapat direcycle adalah beberapa botol plastik kemasan minuman yang biasanya berwarna transparan. Biasanya hasil kumpulan botol plastik ini aku berikan kepada tetangga yang memang mengumpulkan barang-barang bekas untuk disetorkan ke tempat pengumpul barang bekas. Sedangkan sampah kardus dan koran merupakan sampah organik kering, aku menumpuknya di rumah karena nanti ada orang yang biasa membeli hasil kumpulan kardus dan koran tersebut yang datang sendiri ke rumah. Sampah anorganik yang dapat direuse adalah kaleng cat, kaleng ini dapat digunakan sebagai wadah tanaman, selain karena lahan sudah terbatas menggunakan kaleng cat dapat membantu proses penghijauan dan mengurangi sampah. Sedangkan sampah anorganik yang tidak dapat direuse dan recycle adalah kantong plastik, sampah ini perlu penangan lebih lanjut untuk menekan jumlahnya yang semakin banyak.

Contoh sampah anorganik setelah dipilah terdiri dari kantong plastik dan plastik kemasan minuman

5. Pengelolaan sampah anorganik seperti sampah kantong plastik memang cukup rumit karena baik membakar atau menimbunnya sama-sama mencemari lingkungan. Untuk skala rumah tangga bila memiliki sampah anorganik terutama sampah kantong plastik maka sebaiknya dibuatkan lubang khusus untuk sampah anorganik ini. Aku membuat lubang khusus yang jauh dari tanaman agar tidak terjadi pencemaran tanah di sekitar tempat tinggal tanaman. Sampah anorganik ini terlebih dahulu aku bakar agar tidak bulky, selanjutnya apabila sudah padam dan tidak panas maka akan ditimbun dengan tanah. Begitu seterusnya jika ada sampah anorganik baru maka lubang itu saja yang akan dipakai sebagai tempat pembuangan agar tidak mencemari tanah yang lainnya.

Lubang pengolahan sampah anorganik

6. Prinsip reduce diimplementasikan dengan meminimalisir penggunaan kantong plastik, apabila hendak pergi ke pasar atau berbelanja sebaiknya membawa wadah sendiri. Misalnya kita hendak membeli sayuran dan lauk seperti tempe, ikan dan sebagainya ada baiknya menggunakan wadah plastik yang dapat didaur ulang atau bila terpaksa menggunakan plastik gunakan satu saja yang paling besar, selain itu kita bisa menggunakan kertas koran sebagai wadah penutup yang diikat dengan karet atau tali. Sebaiknya bila hendak ke pasar kita mempunyai tas keranjang khusus yang biasa dibawa oleh ibu-ibu. Orangtuaku sudah mulai mempraktekan hal ini, sebelum pergi ke pasar, ibu sudah terlebih dahulu membawa plastik berukuran besar untuk membawa barang yang akan dibeli.

7. Prinsip reduce juga dapat kita lakukan dengan mengumpulkan kantong plastik biodegradable setelah selesai belanja di minimarket atau supermarket, kantong plastik itu dapat digunakan sebagai wadah untuk sampah organik karena sama-sama akan terdekomposisi.

Contoh kantong plastik biodegradable

8. Prinsip reuse diimplementasikan dengan menggunakan beberapa sampah anorganik yang dapat digunakan untuk fungsi yang lainnya, seperti penggunaan kaleng cat yang sudah tidak digunakan untuk wadah pot tanaman.

Penggunaan kaleng cat untuk wadah tanaman sebagai prinsip reuse

8. Sedangkan prinsip recycle dilakukan melalui penggunaan benda-benda dengan kemasan yang dapat didaurulang dan mengumpulkan bekasnya untuk diserahkan pada bank sampah atau pengumpul barang bekas. Contohnya menggunakan botol minuman yang dapat didaurulang, tetapi ada baiknya jika kita menggunakan wadah sendiri untuk membawa minuman yang dapat digunakan berkali-kali. Dengan melakukan tindakan ini kita dapat meminimalisir jumlah sampah anorganik kedepannya.

Contoh wadah minuman yang dapat digunakan berkali-kali lengkap dengan kampanye 3R nya dalam mengurangi sampah plastik

Selain mengurangi jumlah sampah yang kian hari kian menumpuk, kegiatan mengumpulkan sampah yang dapat didaurulang juga dapat menghasilkan uang. Program ini dinamakan From Trash to Cash melalui bank sampah yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kota Bogor merupakan salah satu dari lima kota yang diharuskan membangun bank sampah tersebut. Empat kota lainnya adalah Batam, Surabaya, Palembang, dan Bandar lampung. Setiap warga yang menabung sampah akan dicatat dalam buku tabungan, jadi konsepnya sama seperti menabung uang di bank konvensional. Program ini mulai diluncurkan setahun yang lalu dengan harapan keberadaan bank sampah dapat meminimalisir timbunan sampah antara 6-26% yang dibuang ke TPS (tempat penampungan sampah sementara) dan TPA serta juga akan menambah pendapatan ekonomi masyarakat [8]. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sampah plastik kemasan minuman yang telah dipilah hasilnya akan aku berikan kepada tetangga yang biasa mengumpulkan jenis sampah anorganik tersebut. Sementara untuk jenis sampah lainnya yaitu sampah organik kering seperti kardus, kertas koran atau buku yang tidak terpakai aku simpan di rumah yang nantinya akan dibeli oleh orang yang biasa mencari barang-barang yang dapat didaurulang. Barang tersebut nantinya akan dia setorkan di tempat pengumpulan barang bekas di sekitar Bojonggede, mengingat bank sampah letaknya agak jauh dari tempat kami. Untuk sampah plastik kemasan minuman biasanya dihargai Rp. 5000,00,- per karung, sedangkan kardus bekas dihargai Rp. 3000,00,- per Kg. Lain lagi untuk kertas bekas seperti koran dan buku bekas, harganya lebih murah yaitu Rp. 2000,- per Kg. Semua harga jual sampah anorganik tersebut memang cukup murah karena baik keluargaku dan tetanggaku tidak mematok harga tertentu untuk orang yang membelinya, harganya disesuaikan dengan kemampuan yang membeli. Mungkin harganya bisa lebih tinggi bila disetorkan ke bank sampah. Bagiku hal tersebut tak menjadi masalah, karena yang terpenting adalah bagaimana mengurangi jumlah sampah yang ada terutama sampah kantong plastik.

Simbol recycle pada salah satu botol minuman

Selain sampah kantong plastik masih ada jenis sampah anorganik lain yang merupakan produk sekali pakai seperti sampah disposable diaper untuk bayi, sampah pembalut wanita, dan lain sebagainya. Kini dengan semakin majunya perkembangan teknologi dan kesadaran beberapa masyarakat untuk Go Green maka sudah ada barang subtitusi untuk produk serupa yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan banyak sampah karena bukan merupakan produk sekali pakai. Ada baiknya jika kita mulai berganti pandangan untuk mulai memakai produk yang ramah lingkungan daripada menggunakan produk sekali pakai yang dapat membuat sampah kian menumpuk.

Mulailah dari yang kecil, dari diri sendiri dan dari sekarang juga, mari kita kelola sampah dengan baik dan minimalisir penggunaan sampah anorganik terutama sampah kantong plastik! Save our environtment!

Kalau Lingkungan Bersih Tanpa Sampah Pasti Sehat dan Enak Dipandang Bukan? gambar diambil dari sini

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Nge-blog Lintas.Me (http://www.lintas.me) Aksi untuk Indonesiaku Periode 25 Oktober-25 November 2012.

Yuk ikutan Kompetisi Ngeblog Lintas.Me, Tunjukan Kepedulian Mu Untuk Indonesia, Klik disini untuk ikutan kompetisinya! dan Jangan lupa berkunjung ke http://www.lintas.me ya! Semangat!

Referensi:

[1] Pemerintah Kabupaten Bogor. 2012. Warga Bogor Diminta Kelola Sampah 3R. Edisi Jumat 9 November 2012. http://www.bogorkab.go.id/2012/11/09/warga-bogor-diminta-kelola-sampah-3r/

[2] Redaksi Hijauku. 2012. Sampah Padat di Kota-Kota Dunia Naik 70%. Edisi 7 Juni 2012. http://www.hijauku.com/2012/06/07/sampah-padat-di-kota-kota-dunia-naik-70/

[3] Anwar. 2012. Sampah Organik dan Anorganik. Edisi Kamis 17 Mei 2012. http://www.buletinbelantara.com/2012/05/sampah-organik-dan-anorganik.html

[4] Grisampuria. 2012. PKMGT-2012. http://grisampuria-fkp10.web.unair.ac.id/artikel_detail-42188-Umum-pkmgt2012.html

[5] Yusman, M. 2012. Pengelolaan Limbah Plastik di Indonesia: Tantangan, Peluang dan Strategi. http://vessel-komposter.blogspot.com/2012/08/pengelolaan-limbah-plastik-di-indonesia.html

[6] Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 2012. Bank Sampah: Dari Sampah Jadi Rupiah/”From Trash To Cash”. http://www.menlh.go.id/from-trash-to-cash-dari-sampah-jadi-rupiah/

[7] Wikipedia. 2012. Bakteri. http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri

[8] Pemerintah Kota Bogor. 2011. Bank Sampah Akan Dibangun di Kertamaya Bogor Selatan. http://www.kotabogor.go.id/component/content/article/1-berita-terbaru/8194-bank-sampah-akan-dibangun-di-kertamaya-bogor-selatan

Tragedi Duri Ikan Nyangkut

Bingung mau nulis judulnya, nyangkut di tenggorokkan atau kerongkongan ya? harusnya sih kerongkongan karena berhubungan dengan pencernaan. Jadi, beberapa minggu ini aku memang sangat kelelahan dan banyak pikiran. Sudah beberapa hari ini merasakan tubuh mulai pegal-pegal padahal ga’ abis kerja rodi hehe. Akibat hal tersebut aku mengalami bencana yang cukup mengganggu. Ada duri ikan yang sejak sabtu sore kemarin bersarang di kerongkongan ku. hufff.

Kejadiannya berlangsung sabtu sore kemarin. Setelah ngajak Alfi jalan-jalan ke Cibinong kan laper tuh, mumpung Alfi sedang dipegang sama nenek dan mbahnya, aku segera melahap ikan mas pesmol. Sayangnya aku harus makan buru-buru karena nenek dan mbahnya Alfi mau berangkat ngaji. Pas mau memakan sesuap nasi dan ikan mas, eh ada yang beli, aku harus ngelayanin dunk. Karena harus bergegas menuju warung akhirnya ga ngecek dulu tuh ikan apa masih berduri atau tidak. Setelah tertelan baru sadar kalo durinya nyangkut. Waduh jadi panik and keringetan. Akhirnya nurutin saran ortu untuk nelan nasi bulat-bulat, minum air hangat yang banyak sampe nelan nasi sambil menarik ujung daun telinga (hasil gugling ne). Ga’ seratus persen berhasil memang tapi cukup membuat si duri anteng di kerongkongan. Huffff jadi pusing, ada-ada aja ya.

Nah, besoknya hari minggu pagi setelah bangun tidur badan tiba-tiba pegal dan mulai demam. Hampir seharian itu aku habiskan dengan bedrest di kamar. Siang hari demam mulai turun, tetapi sore hari mulai naik lagi. Sesekali si duri nyundul-nyundul pas makan. Benar-benar penderitaan. Karena duri ga hilang-hilang juga aku memutuskan untuk pergi ke dokter tht RSUD Cibinong.

image

suasana di depan poli tht

Senin pagi dengan badan yang masih sempoyongan akhirnya aku pergi ke dokter tht. Aku sudah tau kalo durinya mau diambil berarti alat-alat dokter tht bakalan masuk ke dalam mulut. Saat alat dokter masuk ke dalam mulut dan aku diharuskan membuka mulut lebar-lebar ternyata aku ga kuat karena mau muntah. Dokter melakukan hal tersebut hingga 3 kali namum aku tetap tidak kuat. Dokter bilang duri itu harus dikeluarkan, karena kalo ga bakalan busuk dan menyebabkan infeksi. Akhirnya aku disuruh untuk keluar dulu dan boleh kembali jika sudah lebih kuat.

Kurang lebih satu jam aku di luar sambil menguatkan diri. Setelah dirasa cukup kuat akhirnya aku.masuk lagi. Sambil terus berucap “lahaula wa la kuwata illabillah”. Alat-alat itu masuk ke mulut, 1 menit lamanya akhirnya dapet juga tulang ikannya.

image

tulang ikan yang ditunjuk oleh jempol

Dokter mengecek kembali apalah tulang tersebut benar-benar sudah hilang. Aku sampai menangis dan memegang tangan dokter yang sedang koas. Anehnya tulanh yang kurasa sangat panjang itu kok bentuknya cuma secuil ya. Tapi setelah dirasa memang tidak ada yang mengganjal dan menusuk-nusuk lagi.

Ga mau lagi deh ngalamin hal ini, cukup terakhir kalinya karena selain sakit juga cukup menguras kantong untuk menebus obat (rp. 200000). Sekarang sedang penyembuhan, dokter bilang kalau masih ada keluhan aku disuruh balik lagi. Doakan aku ya biar cepet sembuh dan ga balik lagi ke dokter tht. Aamiin.

Idealisme

Blog ini selain sebagai tempat berbagi informasi, juga sebagai tempat curhat untuk mengeluarkan uneg-uneg disaat sedang galau atau coret-coret jika sedang ga’ ada ide. Seperti dua hari ini, merasa diri menjadi sangat buruk, tak bisa menahan emosi dan berpikir bijak. Ya Rabb maafkan saya.

Akar dari semua hal tersebut ku rasa dari sikap idealis ku yang berlebihan atau mungkin masih dibilang wajar, aku tak tahu pasti, yang aku tahu aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Alfi dan menjaga Alfi semampu ku.

Dahulu sebelum Alfi lahir, aku sudah terlebih dahulu mempelajari dan mempersiapkan diri untuk perawatan Alfi nanti. Ada beberapa hal yang sejalan dengan apa yang aku pelajari mengenai perawatan bayi dengan apa yang sudah diyakini oleh orang tua ku turun temurun. Keidealisan ku diuji disini, karena ada beberapa mitos yang diyakini oleh ortu yang ternyata tidak baik dari segi science dan medis, pernah aku juga bertengkar dengan ortu karena tidak setuju terhadap apa yang hendak mereka lakukan kepada Alfi. Tentu sebagai ibu yang melahirkan Alfi aku punya hak untuk memutuskan apa yang boleh dan tidak boleh diterapkan ke Alfi.

Ujian keidealisan ku masih berlanjut ketika aku memutuskan untuk menerapkan metode mpasi secara blw. Berbulan-bulan aku sering menjadi bahan omongan karena menerapkan mpasi yang tidak biasa. Awalnya aku sempat beberapa kali sedih, sering curhat di grup blw, dan berpikir mengapa mereka tidak mempercayai aku, padahal aku ibunya. Namun, setelah sekian lama melakukan mpasi blw tersebut kini aku memetik hasil dan membuat mereka yang membicarakan ku melihat bahwa Alfi hingga saat ini ga susah makan (mudah-mudahan untuk seterusnya). Meski aku tak sepintar ibu-ibu di grup hhbf, paling tidak Alfi mau memakan masakan ku.

Selepas Alfi satu tahun, aku mulai mengendorkan keidealismean yang aku punya. Aku mulai memberikan tambahan gulgar meski tak ekstrim pada makanan Alfi, memperbolehkannya makan sayur yang dibuat ortu ku walau aku tahu itu menggunakan bumbu instant. Semakin hari Alfi makin gemar untuk makan, dia mulai menginginkan makanan yang dimakan orang. Aku mulai berhati-hati dan mengencangkan sabuk idealisme ku lagi karena kebanyakan apa yang dimakan oleh balita yang sebaya Alfi adalah makanan yang mengandung msg, garam yang sangat ekstrim, dan pewarna tekstil yang jika kita makan akan terasa pahit di mulut. Tentu itu bahaya untuk Alfi, aku heran kenapa balita itu diizinkan makan makanan tersebut oleh ortunya. Seperti kemarin, Alfi diledek oleh seseorang yang menawarkan minuman yang belum waktunya dikonsumsi Alfi. Aku hanya bisa kesal sendiri karena berkali-kali aku bilang untuk tidak mengimingi Alfi terhadap makanan dan minuman yang belum layak diminum Alfi. Dan kemarin juga aku kecolongan karena Alfi memakan kerupuk warna warni yang jelas-jelas terbuat dari pewarna tekstil.

Aku kesal ga’ tau harus protes kepada siapa. Alfi sendiri terlihat menikmati. Aku langsung membawanya ke dalam rumah, ku berikan dia beberapa potong wortel kukus lalu dimakannya. Nyatanya dia suka dengan makanan yang lebih sehat, lalu kenapa harus kerupuk itu? Semua itu memang kesalahan ku,membiarkan Alfi bersama ortu ku sementara aku membersihkan rumah. Terhadap cucu pertama tentu ortu ku sangat menyayangi Alfi, mereka akan memberikan apa yang diminta Alfi apalagi jika Alfi mulai merajuk. Tetapi ada baiknya bisa memilah mana yang baik dan tidak, aku sendiri sudah memberikan arahan kepada ortu mana yang boleh diberikan mana yang tidak.

Pertanyaannya adalah apakah sikap ku ini terlalu idealis? sebegitu ketatnya aku menjaga Alfi.

Aku sadar bahwa lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang Alfi. Seketat apapun aku menjaga Alfi pasti dia sendiri yang nantinya akan mencoba hal-hal yang aku larang. Baiklah aku mengalah, daripada Alfi kembali makan makanan yang berbahaya itu lebih baik aku membeli biskuit bayi. Aku tidak sepandai dan setelaten teman-teman di hhbf dan blw dalam membuat cemilan homemade. Untuk yang ini aku mengalah memberikan Alfi makanan buatan pabrik. Maaf ya Alfi. Ku coba memberi penjelasan agar tidak memberikan Alfi makanan yang berwarna warni dan banyak mengandung garam, msg dsb. Alhamdulillah ortu ku menerima. Keidealismean ku mulai luntur. Meski begitu semoga Alfi tetap terjaga dalam hal asupan gizi.

Aku tidak menyalahkan ortu ku, karena pengaruh lingkungan memang sangat besar. Di tempat tinggal ku bayi umur 4 bulan sudah di beri makan dan makanannya kadang berupa biskuit atau sosis yang dijual di warung seharga 500an. Bukan soal harganya tetapi kandungan gizi dan mungkin zat-zat bahaya yang mungkin memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembang bayi tersebut. Alangkah baiknya jika si ibu membuatnya sendiri ketimbang beli di warung. Aku juga pernah menyaksikan (kebetulan dari keluarga sendiri), bayi kurang dari 1 tahun sudah makan mi instant, aku hanya diam dan terheran-heran, waktu itu Alfi belum lahir. Aku tak mengerti, apakah ibu-ibu itu kurang pengetahuannya tentang makana bayi atau memang kurang adanya sosialisasi dari tenaga kesehatan.

Hal tersebut yang aku takuti, sejak dini aku sudah melatih Alfi menyukai masakan rumah dan yang alami, namun godaan di luar sana lebih berat lagi. Jika aku masih mengencangkan sabuk idealisme yang ku punya tentu aku akan stress memikirkannya, perlahan ku kendorkan namun bukan berarti melepaskannya. Semoga aku masih bisa menjaga asupan gizi Alfi sesuai kebutuhanya.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 481,895 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: