//
you're reading...
Other

Jangan Sepelekan Sakit Gigi

Hari ini aku sedang berada di RSUD Cibinong untuk menambal gigi. Ini merupakan kunjunganku yang kelima. Cape juga bolak-balik ke drg, tapi memang begitu prosedurnya, gigi dapat ditambal jika sudah tidak terasa ngilu dan steril. Sejak tragedi duri ikan nyangkut, gigiku jadi bermasalah (sebenarnya memang sudah sakit), gusiku berdarah dan baru ketahuan penyebab gusi berdarahku itu karena gigi atas sebelah kiri ku bolong. Selama ini aku ga’ terlalu memperhatikan karena memang tidak pernah merasa sakit, ditambah aku takut ke drg karena pengalaman masa kecil. Terakhir kali ke drg waktu aku masih SD, sudah lama banget kan? Padahal dianjurkan setiap 6 bulan sekali kita harus ke drg untuk membersihkan karang gigi. Karena selama ini gigi dan gusiku tak bermasalah maka aku ga’ pernah ke drg.

Kita ga’ boleh menyepelekan sakit gigi. Berikut ini ada beberapa cerita seputar sakit gigi yang dianggap sepele, cekidot ya:

1. Seminggu yang lalu saat pertama kali ke drg, ada seorang ibu yang bercerita kalau anaknya harus dioperasi lantaran gusinya bengkak dan semakin membesar. Penyebabnya sepele, si ibu menganggap enteng sakit gigi anaknya. Memang si ibu sudah berusaha mengajak si anak ke drg tetapi tidak ditindaklanjuti untuk tindakan lainnya. Ditambah si anak juga sering sekali mengutak-atik gusinya yang bermasalah. Lama-kelamaan gusinya semakin bengkak karena infeksi. Drg kemudian memberikan saran untuk segera dilakukan operasi karena kalau tidak gusinya akan semakin bengkak dan bertambah parah, tetapi ada resiko dari tindakan operasi nanti yaitu dikhawatirkan dapat mempengaruhi beberapa syaraf khususnya saraf mata, karena memang mulut, mata, dan telinga berdekatan. Hingga saat itu si ibu belum juga membawa anaknya ke rumah sakit untuk operasi lantaran khawatir takut mengenai saraf mata sementara kondisi gusi anak itu semakin besar. Si ibu terlihat pasrah dan masih menunggu jalan yang terbaik untul anaknya.

2. Sakit gigi bikin emosi. Ini pengalaman real. Waktu itu kali kedua aku harus kembali ke drg. Karena aku baru saja datang, maka aku bertanya pada seorang ibu apakah dokter sudah datang dan sudah nomor berapa yang dipanggil. Tetapi bukan mendapat jawaban yang baik, si ibu malah marah-marah. Aku kaget bukan main dan agak shock karena dari penampilannya dia tidak seharusnya seperti itu. Ternyata setelah aku perhatikan si ibu terlihat tidak sabar menunggu diperiksa oleh drg, mungkin karena giginya sakit. Aku hanya bisa maklum saja karena ternyata si ibu emosi karena sakit gigi.

Selain itu aku pernah membaca suatu artikel pada waktu SMU yang memberitakan bahwa bakteri di gigi bisa lari ke jantung. Aku hanya membaca sekilas jadi tidak tahu maksudnya. Tetapi dari itu semua aku bisa menyimpulkan bahwa sakit gigi tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak buruk. Meggy Z saja menyamakan sakit gigi dengan sakit hati, berarti dasyat juga akibat sakit gigi. Drg tadi memberikan nasehat kalau gigi sudah terlihat berlubang sebaiknya segera ditambal, jangan nunggu sampai sakit, karena kalau sudah sakit bisa seperti aku harus bolak balik ke drg, sementara kalau tidak sakit saat itu juga bisa dilakukan penambalan dan ga’ perlu bolak balik ke drg.

Yuk kita rawat gigi dengan sebaik-baiknya supaya dapat makan dengan enak dan tersenyum selebar-lebarnya.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: