//
you're reading...
Contest

Energi Alternatif Untuk Masa Depan

Dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, bu guru pernah bercerita tentang asal usul minyak bumi dan batu bara. Bu guru mengatakan bahwa minyak bumi itu berasal dari fosil hewan purba yang disebut dengan dinosaurus, sedangkan batu bara berasal dari fosil tanaman purba yang hidup pada waktu yang sama berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi, batu bara dan gas alam yang disebut sebagai energi fosil hingga saat ini masih kita gunakan, namun energi ini bukan merupakan energi terbarukan. Apabila terus menerus dieksploitasi maka suatu saat nanti sumber energi ini akan habis. Untuk mengatasi hal tersebut tentu kita harus mencari sumber energi lain untuk menggantikan energi fosil ini.

Eksploitasi Energi Fosil, Suatu Saat Akan Habis, Gambar Diambil dari Sini

Mengenai masalah tersebut masyarakat dunia sebenarnya telah sadar akan keberlanjutan sumber energi dimasa depan. Selain khawatir akan kapasitasnya yang semakin berkurang, masyarakat dunia juga khawatir akan isu global warming yang diakibatkan oleh hasil pembakaran energi fosil yang membuat lapisan ozon semakin tipis. Indonesia sendiri masih sangat tergantung dengan pasokan energi yang berasal dari energi fosil untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak (BBM). Padahal harga minyak dunia saat ini sedang tinggi namun harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan sehingga konsumsi BBM terus bertambah yang membuat Pertamina melakukan impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Seperti BBM jenis premium, hingga saat ini premium masih diberikan subsidi oleh pemerintah. Menurut Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, harga premium bersubsidi terlalu rendah yaitu Rp. 4500,- per liter, padahal harga premium yang normal seharusnya berada dikisaran Rp. 7000,- hingga Rp 8000,- per liter [1].  Tentu saja hal ini memberatkan pemerintah dalam hal penggunaan APBN 2012 yang lagi-lagi membuat kita memanen hutang luar negeri jika anggaran dirasa kurang.

Pengisian Stok BBM Pertamina, Gambar Diambil dari Sini

Vice President Corporate Communication Pertamina, M. Harun mengatakan bahwa jumlah konsumsi bensin premium di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 24 juta kiloliter (KL). Dari jumlah tersebut sebanyak 12 juta KL diproduksi di dalam negeri dan sisanya 12 juta KL harus impor. Sedangkan tahun ini jika konsumsi BBM bersubsidi bertambah maka impor premium pasti melebihi 12 juta KL apabila harganya tetap murah, sedangkan kapasitas kilang BBM Pertamina sampai saat ini belum ada penambahan sehingga tidak mampu melayani lonjakan konsumsi BBM subsidi yang terus terjadi setiap tahun [2]. Besarnya kebutuhan BBM dalam negeri yang ditambah dengan beban subsidi dari BBM ini tentu memberatkan pemerintah dan Pertamina, dan jika kita terus bergantung dengan BBM yang berasal dari energi fosil ini dengan mengeksploitasinya tanpa memikirkan energi alternatif pengganti BBM maka suatu saat jumlahnya akan habis. Untuk menghindari hal tersebut kita perlu beralih dengan menggunakan energi alternatif sebagai sumber energi terutama untuk BBM.

Lalu energi alternatif yang bagaimanakah yang dapat kita gunakan?

Energi alternatif ini sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis dengan kesuburan tanah yang menjanjikan. Sumber energi alternatif dapat berasal dari sampah yang kita hasilkan baik organik maupun anorganik serta berasal dari sumber energi terbarukan seperti biomassa, matahari, angin dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu.

1.  Energi Alternatif dari Sampah

Sampah sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena setiap hari kita selalu menghasilkan sampah. Data Bank Dunia menyebutkan bahwa jumlah sampah padat di Indonesia mencapai 151.921 ton per hari. Hal itu berarti, setiap penduduk Indonesia rata-rata membuang sampah padat sebesar 0,85 kg setiap hari [3]. Jumlahnya yang sangat banyak ini tentu membuat masalah jika tidak kita tanggulangi, terlebih keberadaan sampah ini cukup menelan banyak biaya untuk pengolahannya. Namun, siapa sangka bahwa sampah yang kita hasilkan ini justru dapat menjadi energi alternatif yang dapat menggantikan BBM. Dengan mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif melalui serangkaian proses tertentu untuk mendapatkan sumber BBM baru, kita juga dapat mengurangi masalah sampah dan pencemaran lingkungan.

Perusahaan di AS yang Memproses Sampah Menjadi Minyak, Gambar Diambil dari Sini

Di luar negeri sudah banyak negara yang telah menggunakan sampah untuk dijadikan energi alternatif yang digunakan sebagai BBM, baik untuk kendaraan maupun sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik menggantikan minyak bumi dan batubara, contohnya adalah Amerika Serikat (AS). Sebuah perusahaan di Niagara Falls, New York, AS telah mengubah plastik menjadi bahan bakar yang berpotensi mengurangi limbah plastik dan ketergantungan terhadap minyak impor. Perusahaan tersebut bernama JBI, Inc. yang dipimpin oleh John Bordyniuk. Setiap jam, ribuan kilogram potongan botol susu, botol air dan kantung belanja masuk ke dalam ruangan pembakaran besar. Limbah plastik tersebut berasal dari tempat pembuangan sampah di seluruh negeri. Prosesnya dimulai dari sejumlah plastik yang berbeda-beda dan belum dicuci dilelehkan secara bersama. Hasil dari proses tersebut adalah cairan kental seperti susu berwarna hitam. Perusahaan ini menggunakan katalis yang dipatenkan untuk menguapkan cairan kental tersebut dan mengurai plastik menjadi unsur-unsur paling dasar yang berupa rantai hidrokarbon panjang sehingga menghasilkan nilai bahan bakar yang tinggi. Sekitar 86 persen dari apa yang masuk ke dalam mesin pengolah sampah keluar sebagai bahan bakar. Di ujung lain mesin tersebut, cairan berwarna coklat muda keluar dan dialirkan ke dalam tong minyak yang merupakan bahan bakar nomor enam, sama jenisnya dengan yang dipakai oleh banyak perusahaan besar di AS. Namun, teknologi yang mengubah plastik menjadi minyak ini masih baru dan berevolusi, serta belum ada cukup data untuk menentukan apakah proses itu aman untuk lingkungan atau tidak, sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut [4].

Hydrothermal Treatment Skala Komersial di Jepang, Gambar Diambil dari Sini

Kemudian di Asia sendiri pengolahan sampah menjadi energi telah dilakukan oleh negara Jepang dengan menggunakan teknologi hydrothermal treatment. Dari proses ini bisa dihasilkan bahan bakar, pupuk dan makanan ternak. Prinsip teknologi ini adalah dengan memanaskan sampah pada suhu dan tekanan yang tinggi sehingga sampah akan terdekomposisi. Keunggulan teknologi ini adalah dapat memproses sampah dengan kandungan air yang tinggi [5]. Lalu bagaimanan dengan Indonesia? Apakah Indonesia telah melakukan pengolahan sampah untuk menjadi energi? Jawabannya adalah iya, Indonesia telah mulai mengolah sampah menjadi sumber energi yang digunakan sebagai bahan bakar dan untuk pembangkit tenaga listrik, namun implementasinya memang masih belum menyeluruh dilakukan oleh semua kalangan, hanya daerah dan instansi tertentu saja yang telah melakukannya.

Contohnya adalah PT Semen Gresik yang akan menggunakan sampah sebagai energi alternatif bagi bahan bakar 4 unit pabrik semen di Tuban, Jawa Timur. Sampah yang digunakan berasal dari Gresik dan Tuban dengan volume rata-rata 900 m3 atau  300 ton per hari. Penggunaan bahan bakar alternatif itu akan terus ditingkatkan guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengefisienkan operasional perusahaan. Pada akhir Mei tahun ini manajemen Semen Gresik telah menandatangani memorandum kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Gresik  tentang pemrosesan sampah kota [6]. Sementara itu pada tahun 2007 di Bandung telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. PLTSa ini berkapasitas sekitar 500 kW dimana sampah yang akan diolah sekitar 30-50 ton per hari. Pembangunan PLTSa Babakan ini merupakan pilot project implementasi pemusnahan sampah di Indonesia dalam bentuk pembangkit listrik tenaga non-komersial [7]. Sedangkan dari kalangan akademis yang telah melakukan pengolahan sampah menjadi bahan bakar adalah ITS yang juga membangun PLTSa untuk lingkungan kampus. Prinsip kerja dari PLTSa ini hampir sama dengan PLTU, bedanya adalah bahan bakar PLTSa bukanlah batu bara melainkan sampah dimana uap dari pembakaran sampah digunakan untuk menggerakkan turbin yang akhirnya menghasilkan listrik [8].

Skema PLTSa Bandung, Gambar Diambil dari Sini

Selain mengurangi jumlah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, pengolahan sampah menjadi salah satu energi alternatif bahan bakar memberikan potensi yang cukup baik bagi keberlangsungan sumber energi dimasa depan. Namun kajian akan dampak lingkungan dari pengolahan sampah menjadi energi ini tetap harus dperhatikan apakah memberikan efek yang negatif bagi lingkungan atau tidak. Mengingat jumlah sampah yang cukup banyak dihasilkan setiap hari maka sampah dapat menjadi energi alternatif pengganti energi fosil.

2. Energi Alternatif dari Energi Terbarukan

Sesuai dengan namanya, energi terbarukan merupakan energi yang dapat diperoleh kembali bila sudah habis. Berbeda dengan energi fosil yang tidak dapat terbarukan karena jumlahnya suatu saat akan habis sehingga tidak dapat diperoleh kembali. Energi terbarukan ini merupakan energi yang berasal dari alam sehingga lebih ramah lingkungan. Saat ini energi terbarukan memang masih kalah saing dengan energi fosil, pengembangan dan penelitian yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk kemajuan energi terbarukan sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman ketersediaan energi fosil yang jumlahnya semakin berkurang.

Sumber Energi Terbarukan, Gambar Diambil dari Sini

Beberapa sumber energi terbarukan antara lain [9]:

  1. Energi panas bumi. Energi panas bumi berasal dari peluruhan radioaktif di pusat bumi, yang membuat bumi panas dari dalam, serta dari panas matahari yang membuat panas permukaan bumi. Ada tiga cara pemanfaatan panas bumi: sebagai tenaga pembangkit listrik, sumber panas yang dimanfaatkan secara langsung menggunakan pipa ke perut bumi, pompa panas yang dipompa langsung dari perut bumi
  2. Energi surya. Energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari, digunakan untuk menghasilkan listrik melalui sel surya dan menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas surya
  3. Energi angin. Energi kinetik dari angin dapat digunakan untuk menjalankan turbin angin. Beberapa dari sumber energi ini mampu memproduksi tenaga 5 MW
  4. Tenaga udara. Udara dapat digunakan dalam bentuk gerak atau perbedaan suhu
  5. Biomassa. Biomassa dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan bakar bio cair dengan teknik pertanian, seperti biodiesel, dan bioetanol

Penggunaan energi terbarukan yang bersumber dari biomassa berupa tanaman pertanian sangat potensial untuk dikembangkan, hal ini sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang cocok untuk tanaman tropika. Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer, serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar) [10]. Biomassa yang diproses menjadi BBM yang disebut sebagai bahan bakar nabati (BBN) ini nantinya akan diolah dalam bentuk bioetanol, biodiesel dan biogas sebagai bahan bakar. Mari kita bahas satu persatu mengenai sumber BBN ini.

a. Biodiesel

Pengertian dari biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari minyak nabati dan diformulasikan untuk mesin diesel. Proses produksi biodiesel umumnya dibuat melalui reaksi metanolisis (atau etanolisis) minyak-lemak nabati atau hewani dengan alkohol (metanol atau etanol) ditambah katalis, produk samping reaksi ini adalah gliserin, suatu bahan kimia yang berpangsa-pasar besar [11].

Lemak/minyak-lemak + Metanol/etanol -> Ester-ester metil/etil asam-asam lemak + Gliserin

Diagram Blok Pembuatan Biodiesel [11]

Beberapa keuntungan dari biodiesel adalah [12]:

  • Mempunyai sifat kimia dan fisika yang serupa dengan petroleum diesel (solar) sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan petroleum diesel
  • Energi yang dihasilkan oleh biodiesel relatif tidak berbeda dengan petroleum diesel (128.000 BTU vs 130.000 BTU), sehingga engine torque dan tenaga kuda yang dihasilkan juga sama.
  • Walaupun kandungan kalori biodiesel serupa dengan petroleum diesel, tetapi karena biodiesel mengandung oksigen, maka flash pointnya lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar.
  • Biodiesel tidak menghasilkan uap yang membahayakan pada suhu kamar, maka biodiesel lebih aman daripada petroleum diesel dalam penyimpanan dan penggunaannya.
  • Biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.
  • Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon total, partikel, dan sulfur dioksida.
  • Tingkat toksisitasnya 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur dan tingkat biodegradabilitinya sama dengan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan pada kegiatan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor.
  • Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masuk dalam siklus karbon.
  • Untuk penggunaan biodiesel pada dasarnya tidak perlu modifikasi pada mesin diesel, bahkan biodiesel mempunyai efek pembersihan terhadap tangki bahan bakar, injektor dan selang.

Begitu banyak manfaat yang dihasilkan oleh biodiesel maka ada baiknya jika kita mampu menghasilkan biodiesel ini sebagai energi alternatif BBN, selain mengurangi ketergantungan akan energi fosil, juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan terutama pencemaran lapisan ozon. Ada banyak tanaman yang dapat menghasilkan biodiesel ini diantaranya: kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, kemiri sunan, nyamplung, karet, dan lain sebagainya.

Dari beberapa tanaman tersebut kelapa sawit (Elaeis guineensis) sebagai penghasil CPO (crude palm oil) menurut saya sangat potensial untuk dijadikan biodiesel karena Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Data dari BPS menyebutkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 5,032.8 (000 Ha) sedangkan lima tahun sebelumnya yaitu 2005 hanya mencapai 3593.4 (000 Ha) [13]. Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia memang cenderung naik tiap tahunnya. Perkebunan kelapa sawit banyak tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Namun untuk mengarahkan kelapa sawit menjadi biodiesel terdapat kendala yaitu harga CPO di luar negeri yang sangat bagus, hal ini membuat produsen tidak ingin mengubah CPO menjadi biodiesel dan lebih menyukai CPO untuk diekspor. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa Indonesia Crude Price (ICP) pada tahun 2011 mencapai 111,55 US$/Barrels sedangkan hingga bulan September tahun ini ICP sudah mencapai 114,37 US$/Barrels [14], dalam waktu hampir setahun harganya sudah meningkat, maka pengalihan CPO untuk menjadi biodiesel ini cukup sulit untuk dilakukan. Solusinya adalah perlu pengembangan areal perkebunan khusus kelapa sawit untuk biodiesel. Hal tersebut harus segera kita realisasikan agar tidak terus menerus tergantung dengan energi fosil. Minyak kelapa sawit dan inti minyak kelapa sawit merupakan susunan dari fatty acids, esterified, serta glycerol yang masih banyak lemaknya. Didalam keduanya sangat tinggi serta penuh akan fatty acids, antara 50% dan 80% dari masing‐masingnya [15]. Kandungan minyaknya yang cukup banyak sangat berpotensial untuk dikembangkan menjadi biodiesel.

Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Pengolahanya, Gambar Diambil dari Sini

Selain kelapa sawit, yang sedang ramai dan sangat berpotensial saat ini untuk dikembangkan menjadi biodiesel adalah kemiri sunan. Kemiri sunan (Aleurites trisperma) adalah tanaman yang dapat dibudidayakan pada berbagai jenis tanah yang memiliki drainase baik, ketinggian tempat maksimum 700 m di atas permukaan laut, memiliki iklim dengan musim kemarau yang tegas (bulan kering 3-4 bulan) dan curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Jenis kemiri ini mulai berproduksi pada umur lima sampai 80 tahun dengan potensi produksi biji kering pada kisaran 80–125 kg/pohon/tahun setara 8 – 12,5 ton/ha/tahun [16]. Kemiri sunan memiliki kandungan minyak nabati untuk keperluan bahan bakar biodiesel lebih bagus dan lebih ekonomis. Berdasarkan catatan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri endosperma biji tanaman ini mengandung minyak yang dapat diproses menjadi minyak pengganti solar atau biodiesel dengan komposisi minyaknya terdiri atas asam palimitat 10 %, asam stearat 9 %, asam oleat 12 %, asam linoleat 19 %, dan asam a-elaeostearat 51 %. Minyak kasar dapat diperoleh 88 persen bio-diesel dan 12 persen Gliserol. Sehingga dapat disimpulkan kemiri sunan relatif cukup efisien sebagai bahan baku BBN [17]. Untuk mengembangkan kemiri sunan perlu dilakukan kerjasama oleh berbagai pihak agar penanamannya dapat terus berlanjut. Sudah saatnya kita memikirkan energi alternatif ini, selain mudah dibudidayakan, kandungan minyaknya cukup banyak untuk dijadikan sebagai sumber BBN.

Pohon dan Buah Kemiri Sunan, Gambar Diambil dari Sini

b. Bioetanol

Bioetanol (C2H5OH) adalah etanol atau senyawa alkohol yang merupakan sumber energi alternatif dari biomassa (umumnya tanaman pertanian) melalui proses fermentasi. Tanaman yang digunakan umumnya mengandung pati yang nantinya akan diubah menjadi gula. Etanol dapat diproduksi dari berbagai macam tanaman seperti jagung, tebu, singkong, sorgum, ubi jalar, sagu, dan lainnya. Tidak seperti biodiesel, proses pembuatan bioetanol cenderung bersaing dengan kebutuhan pangan karena sumber bioetanol lebih banyak bersumber pada pati, oleh karena itu diperlukan suatu area khusus untuk pengembangan sumber bioetanol agar tidak bersaing dengan kebutuhan pangan.

Bioetanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi BBM pada motor berbahan bakar bensin yang digunakan dalam bentuk neat 100% (B100) atau diblending dengan premium (EXX). Gasohol sampai dengan E10 bisa digunakan langsung pada mobil bensin biasa tanpa harus memodifikasi mesin [18]. Proses produksi bioetanol meliputi [19]:

Proses Produksi Bioetanol dari Bahan Berpati [19]

  1. Hidrolisis, yaitu proses konversi pati menjadi glukosa. Prinsip dari hidrolisis pati pada dasarnya adalah pemutusan rantai polimer pati menjadi unit-unit dekstrosa (C6H12O6). Pemutusan rantai polimer tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya secara enzimatis, kimiawi ataupun kombinasi keduanya. Hidrolisis secara kimiawi dan fisik akan memutus rantai polimer secara acak, sedangkan hidrolisis enzimatis akan memutus rantai polimer secara spesifik pada percabangan tertentu. Enzim yang digunakan adalah alfa-amilase pada tahap likuifikasi, sedangkan tahap sakarifikasi digunakan enzim glukoamilase.
  2. Fermentasi, yaitu proses untuk mengkonversi glukosa (gula) menjadi etanol dan CO2. Khamir yang sering digunakan dalam fermentasi alkohol adalah Saccharomyces cerevisiae, karena jenis ini dapat berproduksi tinggi, toleran terhadap alkohol yang cukup tinggi (12-18% v/v), tahan terhadap kadar gula yang tinggi dan tetap aktif melakukan fermentasi pada suhu 4-32 derajat celcius.
  3. Distilasi, yaitu proses pemisahan komponen berdasarkan titik didihnya. Titik didih etanol murni adalah 78 derajat celcius sedangkan air adalah 100 derajat celcius (Kondisi standar). Dengan memanaskan larutan pada suhu rentang 78 – 100 derajat celcius akan mengakibatkan sebagian besar etanol menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan konsentrasi 95 % volume.

Beberapa keunggulan dari Bioetanol adalah [20]:

  • Bioetanol merupakan zat kimia yang memiliki banyak kegunaan, misalnya sebagai bahan kosmetik, sebagai bahan bakar, sebagai pelarut, sebagai bahan minuman keras
  • Penggunaan bioetanol mengurangi emisi gas CO (ramah lingkungan) secara signifikan, bioetanol dapat digunakan langsung sebagai BBN atau dicampurkan ke dalam premium sebagai aditif dengan perbandingan tertentu (Gasohol atau Gasolin alkohol), jika dicampurkan ke dalam bensin maka bioetanol dapat meningkatkan angka oktan secara signifikan.
  • Campuran 10% bioetanol ke dalam bensin akan menaikkan angka oktan premium menjadi setara dengan pertamax (angka oktan 91).
  • Production cost bioetanol relatif rendah oleh karena itu bioetanol dapat dibuat oleh siapa saja termasuk UMKM (usaha menengah kecil masyarakat) dan home industry.
  • Teknologi pembuatan bioetanol tergolong low technology sehingga masyarakat awam dengan pendidikan terbatas dapat membuat bioetanol sendiri.
  • Sumber bioetanol, seperti singkong, tebu, buah-buahan dan jagung mudah dibudidayakan.

Menurut saya dari semua jenis tanaman penghasil bioetanol, singkong sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bioetanol, karena selain teknis  budidayanya cukup mudah, singkong sangat beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Indonesia. Seperti yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Jawa Barat. Sejak lima tahun yang lalu Pemprov Jabar telah mengembangkan singkong sebagai sumber etanol. Harga produksi dasar bioetanol singkong (biosing) ini sebesar Rp 4.500 per liter. Biosing menunjukan kualitas bahan bakar oktan tinggi sekelas Pertamax. Namun, harganya realtif lebih murah dari bensin. Untuk pengembangan tahap awal biosing, Pemprov Jabar akan mendukung dengan menyediakan lahan tidur dan lahan kritis yang bukan lahan sawah sehingga tidak mengganggu budidaya tanaman pangan utama [21].

Proses Pembuatan Bioetanol dari Singkong, Gambar Diambil dari Sini

Singkong merupakan salah satu sumber diversifikasi pangan pengganti beras, penggunaan singkong menjadi bioetanol diharapkan tidak mengganggu kebutuhan pangan, solusinya sama seperti kelapa sawit yaitu dengan menyediakan area khusus untuk tanaman singkong yang digunakan untuk produksi bioetanol/biosing sehingga tidak bersaing dengan kebutuhan pangan.
3. Biogas

Biogas adalah energi alternatif berupa gas yang dihasilkan dari bahan organik maupun limbahnya. Biogas dapat diperoleh melalui proses digesti anaerob mikroba yang memecah bahan baku kaya karbon menjadi gas yang mengandung kurang lebih 60% metana (CH4), 30% karbondioksida (CO2), dan 10% nitrogen (N2). Kandungan metana di dalam biogas dapat dibakar untuk memproduksi panas dan tenaga. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida [22]. Biogas dapat diperoleh baik dari kotoran hewan maupun kotoran manusia. Biogas hasil pencernaan berhubungan dengan pemanfaatan gas metana yang dilepaskan ketika kotoran hewan membusuk. Gas ini dapat diperoleh dari sampah dan sistem saluran limbah. Sistem penghasil biogas digunakan untuk memproses gas metana melalui bakteri atau dekomposer yang memecah biomassa dalam lingkungan atau kondisi anaerobik. Gas metana yang dikumpulkan dan dimurnikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif [23]. Di Indonesia sepertinya biogas belum terlalu dikembangkan, padahal sama seperti biofuel biogas ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif mengingat limbah yang berasal dari sampah juga cukup banyak dihasilkan. Selain berasal dari limbah, biogas juga dapat diperoleh dari tanaman yaitu berasal dari limbah CPO, kemiri sunan dan lainnya.

Proses Pembuatan Biogas, Gambar Diambil dari Sini

Sudah saatnya kita beralih dan mengembangkan energi alternatif pengganti energi fosil baik energi yang diperoleh dari pengolahan sampah maupun berasal dari energi terbarukan. Penelitian dan pengembangan tentang energi alternatif ini harus terus dilakukan dan harus berkelanjutan agar kita dapat mengantisipasi jika suatu saat cadangan energi fosil habis.

Saatnya Beralih ke Energi Alternatif, Save Our Earth, Gambar Diambil dari Sini

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Blog Sobat Bumi PT. Pertamina Periode 10 November 2012 hingga 10 Desember 2012.  

Referensi:

[1] Sutianto, F. D. 2012. Jero Wacik: Harga BBM Premium Idealnya Rp. 8000/Liter. Detik Finance Edisi Sabtu Tanggal 24 November 2012. http://finance.detik.com/read/2012/11/24/175033/2100314/1034/jero-wacik-harga-bbm-premium-idealnya-rp-8000-liter

[2] Daniel, W. 2012. Ketergantungan BBM, Impor Premium tembus 12 Juta Kiloliter. Detik Finance Edisi Selasa Tanggal 24 April 2012. http://finance.detik.com/read/2012/04/24/074651/1899801/1034/ketergantungan-bbm-impor-premium-tembus-12-juta-kiloliter

[3] Redaksi Hijauku. 2012. Sampah Padat di Kota-Kota Dunia Naik 70%. Edisi 7 Juni 2012. http://www.hijauku.com/2012/06/07/sampah-padat-di-kota-kota-dunia-naik-70/

[4] Robinson, D. 2012. Plastik Dapat Gantikan BBM di AS. Edisi tanggal 31 Oktober 2012. http://www.voaindonesia.com/content/plastik-dapat-gantikan-bbm-di-as/1536410.html

[5] Syamsiro, M. 2012. Saatnya Memanen Energi dari Sampah. http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/09/16/saatnya-memanen-energi-dari-sampah/

[6] Chevny, A.A. 2012. Bahan Bakar Semen: Semen Gresik Tingkatkan Penggunaan Energi Alternatif. Bisnis Jatim Edisi Agustus 2012. http://www.bisnis-jatim.com/index.php/2012/08/13/bahan-bakar-semen-semen-gresik-tingkatkan-penggunaan-energi-alternatif/

[7] Asthary, R. 2007. Sampah, Kompos, Bahan Bakar, dan Listrik. Majari Magazine Edisi 4 November 2007. http://majarimagazine.com/2007/11/sampah-kompos-bahan-bakar-dan-listrik/

[8] Institut Teknologi Surabaya. 2012. Sampah, Sumber Energi Baru ITS. Edisi 25 Juni 2012. http://ecocampus.its.ac.id/2012/06/sampah-sumber-energi-baru-its/

[9] Wikipedia. 2012. Energi Terbarui. http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui

[10] Institut Pertanian Bogor. 2012. BAB III. Energy Biomassa. http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20III%20BIOMASSA/indexBIOMASSA.htm

[11] Budiman, B. T. 2004. Penggunaan Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Rumusan Hasil Seminar Prospek Biodiesel di Indonesia. Serpong, 12 Agustus 2004. 16hal.

[12] Musanif, J. Biodiesel. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 6hal. http://pphp.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Biodiesel/Biodiesel.pdf

[13] Badan Pusat Statistik. 2012. Luas Tanaman Perkebunan Besar Menurut Jenis Tanaman, Indonesia (000 Ha), 1995-2010. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=3&tabel=1&daftar=1&id_subyek=54&notab=1

[14] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2011-2012. Monthly Report Indonesia Crude Price (ICP). http://www.esdm.go.id/publikasi/harga-energi/harga-minyak-mentah-indonesia-icp.html

[15] Departemen Perindustrian. 2007. Gambaran Sekilas Industri Minyak Kelapa Sawit. Jakarta. 32hal.

[16] Departemen Pertanian. 2012. Kemiri Sunan, Tanaman Langka Sumber Bahan Bakar Alternatif. Edisi 13 Maret 2012. http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1119/

[17] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2012. Kemiri Sunan Alternatif Pengganti BBM. http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/5394-kemiri-sunan-alternatif-pengganti-bbm.html

[18] Alpenstell. 2012. Proses Produksi Bioetanol. http://www.alpensteel.com/article/51-113-energi-lain-lain/510-proses-produksi-bioetanol.html

[19] Musanif, J. Bioetanol. Subdit Pengelolaan Lingkungan Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. 3hal. http://pphp.deptan.go.id/xplore/files/PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Bioetanol/Bioethanol.pdf

[20] Wijaya, K. 2012. Bioetanol Skala UMKM dan Home Industry, Membangun Bisnis Bioetanol Skala UMKM dan Home Industry. Pusat Studi energy UGM. http://pse.ugm.ac.id/?p=350

[21] Lukihardianti, A. dan Hazliansyah. 2012. Pemprov jabar Promosikan Penggunaan Bensin Singkong. Republika On Line Edisi Jumat 9 Maret 2012. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/09/m0m4x1-pemprov-jabar-promosikan-penggunaan-bensin-singkong

[22] Fatih, A. 2012. Laporan Biokimia Biofuel, Biodiesel, Biogas dan Bioetanol. 25 mei 2012. http://blog.ub.ac.id/abufatih/2012/05/25/laporan-biokimia-biofuelbidieselbiogas-dan-bioetanol/

[23] Wikipedia. 2012. Energi Alternatif. http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_alternatif

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

21 thoughts on “Energi Alternatif Untuk Masa Depan

  1. Hahahaaa…. kayak makalah mak. Ampun deh nggak sanggup ngeblog seperti ini😀

    Posted by Lusi | November 25, 2012, 10:01 am
  2. bagus kak… tapi meni beurat pisan euy.. hihihi😦
    enihowww…. semoga menang lah, nanti aku bisa pinjem hadiahnya kwkwkw😀

    Posted by Armita Fibriyanti | November 26, 2012, 1:08 am
  3. awesome, hasil kejar target. Kalo bicara energi tak terbarukan memang nakutin, bayangin kalo tiba2 habis, kalo dari sekarang nggak ada solusi energi alternatif, gimana nasib generasi mendatang??

    Posted by atharseto | November 26, 2012, 2:07 am
  4. bagus kak tulisannya, detail dan runtut.. tapi rada berat buat aku.. hehee.. tapi kalo buat yg ngerti mah ini cingcaaiii.. hehehe…
    goodluckk ya kak, insya allah menang😀

    Posted by Armita Fibriyanti | November 26, 2012, 4:02 am
  5. whoaa.. informatif banget! suka bacanya ^_^ bikin buka mata kalo hal2 di sekitar kita banyak yang bisa dimanfaatin untuk energi alternatif. Dan tingkat teknologi sekarang keliatannya juga udah mampu untuk mendukung ide2 alternatif ya? Tinggal gerak cepatnya untuk kajian, rencana, aplikasi, evaluasi dan keberlanjutannya. Semoga semangat untuk ngembangin energi alternatif itu seperti berjalan meraba di gua yang gelap begitu lama, tiba2 menemukan cahaya kecil di ujung sana. Urgent!

    Posted by Dyan A. | November 30, 2012, 12:13 pm
    • Hi Dyan… trims dah mampir… yap qt punya banyak potensi energi alternatif yg harus segera dikkembangin, jangan sampe nunggu energi fosil habis baru deh kewalahan. nah, kita-kita ini yang muda yang bergerak memberikan masukan buat para pemangku jabatan. semoga suatu hari Indonesia bisa mandiri energi ya

      Posted by evrinasp | November 30, 2012, 12:29 pm
  6. Referensinya sangat lengkap! Saya acung jempol untuk Anda. Semoga banyak yang membaca dan mulai peduli dengan lingkungan. Mungkin kita bisa saling berbagi di sini : http://fransiskuserwin.com/ayo-menjadi-sobat-bumi/
    Salam kenal, Frans

    Posted by Frans | November 30, 2012, 3:48 pm
  7. waw…..ilimiahnya keluar deh….smga bermanfaat n menang ya eev.. :)a dah nulis ttg air eev ini link nya: http://rodamemn.wordpress.com/2012/11/30/secercah-harapan-untuk-masa-depan-air-minum-sehat-dimanakah-kau-berada/#respond mampir ya..mas yiyi jg mampir ya…🙂

    Posted by rodamemn | December 1, 2012, 8:38 am
  8. nice post mbak!

    Posted by emafatimah | December 2, 2012, 10:22 am
  9. ajib….. geleng geleng Ane baca bunda
    empat jempol deh buat Anda, benar benar saingan berat untuk menang.
    tapi Ane tetep semangat untuk mencoba bertanding, he he he
    salam blogger dan salam sukses

    Posted by ladanghoki | December 7, 2012, 9:37 am
  10. babgus banget ulasannya, jadi ngerti tentang bioetanol.

    Posted by windi teguh | May 10, 2013, 6:46 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: