//
archives

Archive for

Sistem Tanam Jajar Legowo

Hari senin nanti tepatnya tanggal 31 Desember 2012 tepat diakhir tahun ini rencananya saya dan penyuluh senior akan melakukan penyuluhan tentang sistem tanam jajar legowo di wilayah binaan saya yaitu Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Sebenarnya materi ini sudah disampaikan kepada kelompok tani yang ada pada wilayah tersebut, hanya saja implementasinya masih kurang lantaran suatu masalah.

Masalah:

Petani pemilik sawah sudah paham tentang manfaat dari sistem tanam legowo. Mereka mau untuk menerapkan sistem ini pada lahan sawah mereka, hanya saja buruh tanam yang mereka pekerjakan belum semuanya mau untuk melakukan penanaman padi dengan sistem tanam legowo. Alasannya adalah karena dengan meenggunakan sistem ini penanaman bibit padi menjadi lebih lama lantaran jarak tanam harus teratur, sementara mereka dibayar dengan sistem borongan berdasarkan banyaknya jumlah bibit yang ditanam.

Pemecahan Masalah:

Melakukan penyuluhan tentang sistem tanam jajar legowo dengan mengundang buruh tanam dengan harapan mereka mau untuk melakukan penanaman padi dengan sistem tersebut setelah mengerti akan manfaat dari sistem legowo.

Jajar legowo di Desa Cikarawang

Jajar legowo di Desa Cikarawang

Penggunaan Caplak untuk Jarak Tanam Jajar Legowo

Penggunaan Caplak untuk Jarak Tanam Jajar Legowo

Sambil belajar dan mempersiapkan materi untuk penyuluhan nanti, saya mencoba merangkum tentang sistem tanam jajar legowo yang saya kutip dari Balai Besar Padi berikut ini (http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in/berita/info-aktual/491-tanam-jajar-legowo):

SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO

Sistem tanam legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang kemudian diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Pada awalnya tanam jajar legowo umum diterapkan untuk daerah yang banyak serangan hama dan penyakit. Pada baris kosong, di antara unit legowo, dapat dibuat parit dangkal. Parit dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat keracunan besi pada tanaman padi atau untuk pemeliharaan ikan kecil (muda). Namun kemudian, pola tanam ini berkembang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi dan optimalisasi ruang tumbuh bagi tanaman. Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Mengapa Harus Jajar Legowo

Pada umumnya, varietas padi pada kondisi jarak tanam sempit akan mengalami penurunan kualitas pertumbuhan, seperti jumlah anakan dan malai yang lebih sedikit, panjang malai yang lebih pendek, dan tentunya jumlah gabah per malai berkurang dibandingkan pada kondisi jarak tanam lebar (potensial). Pada jarak tanam lebar (50×50) cm, varietas Inpari 9-Elo dapat menghasilkan lebih dari 50 anakan/rumpun, dengan vigor vegetatif yang sangat baik terutama apabila tanah cukup air dan hara. Sebaliknya, pada kondisi jarak tanam rapat (20×20) cm hanya menghasilkan <20 anakan/rumpun.

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan rendahnya produktivitas pada jarak tanam rapat sebagai berikut:

(a) varietas umumnya akan tumbuh tidak optimal apabila menerima sinar yang rendah akibat adanya persaingan antar individu tanaman dalam jarak tanam rapat

(b) terjadinya kahat hara tertentu terutama N, P dan K serta air akibat pertanaman yang rapat, perakaran yang intensif sehingga pengurasan hara juga intensif, dan

(c) terjadinya serangan penyakit endemik setempat, akibat kondisi iklim mikro yang menguntungkan bagi perkembangan penyakit pada jarak tanam rapat.

Pengertian Jajar Legowo

Sistem tanam legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo”  berarti memanjang. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.

Pada penerapannya, perlu diperhatikan tingkat kesuburan tanah pada areal yang akan ditanami. Jika tergolong subur, maka disarankan untuk menerapkan pola tanaman sisipan hanya pada baris pinggir kiri dan kanannya (legowo 4:1 tipe 1). Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko kerebahan tanaman akibat serapan hara yang tinggi. Sedangkan pada areal yang kurang subur semua barisan disisipkan tanaman (legowo 4:1 tipe 2).

Prinsip Tanam Jajar Legowo

Sistem legowo merupakan suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Penerapan Jajar Legowo selain meningkatkan populasi pertanaman, juga mampu menambah kelancaran sirkulasi sinar matahari dan udara disekeliling tanaman pingir sehingga tanaman dapat berfotosintesa lebih baik. Selain itu, tanaman yang berada di pinggir diharapkan memberikan produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik, mengingat pada sistem tanam jajar legowo terdapat ruang terbuka seluas 25-50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis.

Penerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25×25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/ lorong atau ditulis (25×12,5×50) cm. Hindarkan penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20×20) cm, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit. Dalam buku ini, dibatasi pada penerapan sistem tanam legowo 2:1 dan 4:1 baik untuk tipe 1 maupun tipe 2.

Legowo 2:1

Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25×25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.

Legowo 4:1

Tipe 1

Sistem tanam legowo 4:1 tipe 1 merupakan pola tanam legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Dengan pola ini, populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25×25) cm.

Tipe 2

Sistem tanam legowo 4:1 tipe 2 merupakan pola tanam dengan hanya memberikan tambahan tanaman sisipan pada kedua barisan tanaman pinggir. Populasi tanaman 170.667 rumpun/ha dengan persentase peningkatan hanya sebesar 6,67% dibanding pola tegel (25×25) cm. Pola ini cocok diterapkan pada lokasi dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Meskipun penyerapan hara oleh tanaman lebih banyak, tetapi karena tanaman lebih kokoh sehingga mampu meminimalkan resiko kerebahan selama pertumbuhan.

Keuntungan Jajar Legowo

Menurut Sembiring (2001), sistem tanam legowo merupakan salah satu komponen PTT pada padi sawah yang apabila dibandingkan dengan sistem tanam lainnya memiliki keuntungan sebagai berikut:

  1. Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi, sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman.
  2. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
  3. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.
  4. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).
  5. Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.

Semoga kegiatan penyuluhan nanti dapat berjalan lancar dan para petani khususnya buruh tanam dapat memahami manfaat dari sistem tanam jajar legowo. Memang pada awal penggunaan sistem ini akan terasa berat dan lama lantaran belum terbiasa, namun hasil yang diperoleh nantinya sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani itu sendiri.

 

Advertisements

(Menjadi) Penyuluh Pertanian

Setelah mendapatkan SK dari Bupati Bogor pada tanggal 27 November 2012, saya resmi untuk bekerja sebagai penyuluh pertanian yang ditempatkan di BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Kabupaten Bogor per tanggal 3 Desember 2012. Selama seminggu saya dan 21 orang rekan lainnya yang termasuk CPNS tahun 2012 menjalankan orientasi di dalam ruangan untuk mengetahui seluk beluk dunia penyuluhan. Kami dibekali mengenai peraturan disiplin PNS, tugas-tugas penyuluh, dan semua seputar penyuluhan pertanian. Waktu itu saya masih belum terlalu jelas tentang penyuluhan pertanian karena hanya berdasarkan cerita saja tanpa praktik langsung. Namun, setelah hampir tiga minggu saya ditugaskan di BP3K Dramaga, sekarang saya sudah sedikit mengerti tentang penyuluhan.

Teman-teman seperjuangan

Teman-teman seperjuangan

Sejak hari senin tanggal 10 Desember 2012, saya dan teman-teman sudah ditugaskan ke masing-masing BP3K yang ada di wilayah kabupaten Bogor. Apa itu BP3K? BP3K adalah kepanjangan dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan yang berada di bawah BP4K kabupaten Bogor. Sepuluh orang dari rekan kami ditugaskan untuk membantu di BP4K dan duabelas lainnya termasuk saya bertugas di BP3K yang tersebar diberbagai wilayah mulai dari Dramaga, Ciawi, Parung Panjang, Leuwiliyang, Cibungbulang, Cariu dan Jonggol. Saya dan Mba Kiki termasuk beruntung karena kami ditempatkan di daerah dramaga yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami dibandingkan dengan wilayah lainnya.

BP3K Dramaga, tempat saya bertugas sekarang berjarak sekitar 15 km dari rumah tempat tinggal saya, memakan waktu kurang lebih 45 menit menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 50-60 km/jam. Wilayah binaan yang saya pegang saat ini adalah desa Cikarawang. Sebuah desa yang berada di belakang kampus IPB Dramaga. Kelompok tani yang saya pegang saat ini merupakan kelompok tani yang sudah sangat maju dengan kelas kelompok lanjut hingga pemula. Saya mendapatkan warisan kelompok tani yang sudah bagus karena penyuluh sebelumnya meninggal dunia lantaran sakit. Hal tersebut membuat saya harus ekstra kerja keras lantaran tidak ada senior yang membimbing.

Meskipun mendapatkan kelompok tani yang dinamis, hal tersebut tidak membuat saya serta merta senang, karena tentu saja memberikan tantangan yang lebih berat, yaitu:

  1. Kelompok tani di desa Cikarawang merupakan juara provinsi, maka saya minimal harus bisa membantu mereka untuk mempertahankan prestasinya
  2. Senior saya terdahulu dikenal sangat rajin melakukan penyuluhan, sehingga paling tidak saya harus sama dengan beliau agar tidak terjadi ketimpangan pada kelompok tani
  3. Petani disana umumnya sudah pintar sehingga saya harus lebih rajin dalam memberikan transfer teknologi dalam melakukan penyuluhan
Belajar melakukan penyuluhan

Belajar melakukan penyuluhan

Meskipun begitu, saya senang karena petani disana sangat ramah walaupun Dramaga dekat dengan kota yang orang-orangnya cenderung bersifat individualis. Saya hanya baru beberapa kali mengunjungi desa tersebut untuk melakukan koordinasi dan perkenalan. Kedepannya saya akan lebih sering berkunjung kesana karena masih terdapat program yang sedang berjalan.

Selama masa orientasi tiga minggu di BP3K dramaga, saya sudah lebih mengenal tentang dunia penyuluhan walapun terkadang masih suka merasakan kebingungan. Senior mengatakan bahwa menjadi penyuluh itu bagaimana kita mengaturnya, kita bisa saja santai atau bahkan sibuk karena penyuluh yang merupakan jabatan fungsional tidak terikat dengan waktu seperti jabatan struktural. Maka, jangan heran ketika melihat saya mungkin sudah sampai rumah jam 4 sore, atau bahkan melihat saya pulang malam seperti beberapa hari ini. Bahkan, dihari libur nanti tanggal 31 Desember 2012 disaat orang lain libur bersama, saya masih harus melakukan penyuluhan di Cikarawang.

Masih banyak hal yang harus saya ketahui tentang dunia penyuluhan. Segala sesuatu tidak ada yang instant, harus melalui proses pembelajaran dan pemahaman dahulu. Itulah yang saya tanamkan, cepat atau lambat suatu saat nanti saya pasti akan benar-benar mengerti mengenai tugas dan fungsi seorang penyuluh. Saya berharap semoga dapat melaksanakan amanah sebaik-baiknya dan memberikan manfaat kepada para petani binaan khususnya. Aamiin.

Lestarikan Air Sumber Kehidupan

Cristal Air, Gambar Diambil dari Sini

Air adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di planet bumi ini. Tanaman yang hidup pada vegetasi iklim kering sekalipun seperti halnya kaktus tetap saja membutuhkan air walaupun jumlahnya sangat sedikit. Air merupakan salah satu faktor utama yang dicari oleh para peneliti antariksa ketika menganalisis planet mars yang dianggap memiliki banyak kemiripan dengan bumi. Pada konsep terbentuknya manusia, air sangat memegang peranan karena dalam 96% telur yang dibuahi adalah air. Setelah lahir, 80% tubuh seorang bayi adalah air, ketika tubuh manusia semakin berkembang, persentase air berkurang dan menetap sampai batas 70% hingga manusia mencapai usia dewasa [1]. Terlihat jelas bahwa air benar-benar sangat kita butuhkan dalam kehidupan ini.

Bicara tentang air, masih ingatkah anda dengan konsep Hado dan pembentukan kristal air yang di cetuskan oleh Dr. Masaru Emoto seorang peneliti Jepang yang meneliti air? Beliau mengatakan bahwa air adalah Hado, air sangat sensitif terhadap bentuk energi yang sulit dilihat oleh mata, bentuk energi ini dapat mempengaruhi kualitas air dan kristal air yang terbentuk [1]. Pembentukan kristal air tergantung bagaimana air mendapatkan perlakuannya, apakah perlakuan baik atau buruk. Hal Ini membuktikan bahwa energi yang berasal dari kualitas air sangat mempengaruhi kesehatan kita karena air membawa suatu energi yang sulit dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu kita harus menjaga kualitas dan kelestarian sumber air, baik air permukaan maupun air tanah agar energi yang terserap dalam tubuh membawa kebaikan bagi tubuh.

Beberapa sumber air

Jumlah air berkaitan erat dengan siklus hidrologi, yaitu suatu sirkulasi air yang berlangsung secara kontinyu antara air laut, air daratan dan air yang terdapat di daratan. Jumlah air yang meninggalkan permukaan tanah dan badan air dalam bentuk uap, pada waktu tertentu selalu sama dengan jumlah air yang turun dari atmosfir dalam bentuk presipitasi (jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda). Air yang jatuh ke permukaan tanah, sebagian mengalir di permukaan tanah (run off) menuju sungai atau danau dan laut. Sebagian lagi akan merembes ke dalam tanah yang disebut dengan infiltrasi (aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah). Air infiltrasi bergerak terus ke lapisan tanah yang lebih dalam dan kemudian berkumpul menjadi air tanah bebas (ground water). Aliran air tanah (interflow) bergerak dalam akuifer menuju sungai, danau dan laut. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke permukaan tanah, sungai, danau, laut maupun ke dalam tanah, air dapat berubah wujud (cair, padat, dan gas) yang dikontrol oleh suhu. Sirkulasi air setiap waktu tidak merata di permukaan bumi yang dibatasi oleh laju evaporasi (penguapan), transportasi uap air, kondensasi dan presipitasi. Akibatnya jumlah air yang terdapat pada suatu daerah tidak sama. Kebanjiran bias terjadi disuatu daerah, tetapi di daerah lain mengalami kekeringan. Sehingga permasalahan air tidak pernah terselesaikan [2].

Siklus Hidrologi, Gambar Diambil dari Sini

Air untuk kebutuhan sehari-hari dapat kita peroleh melalui beberapa sumber berikut ini [3]:

  1. Air Permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah (sungai, danau, mata air, terjunan air)
  2. Air Tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah
  3. Air Tanah Dangkal adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah pada kedalaman < 30 meter

Kualitas air yang dihasilkan oleh ketiga sumber tersebut relatif berbeda disetiap daerah tergantung dari kelestarian air dan tingkat pencemarannya, apakah sudah tercemar atau belum. Air permukaan banyak digunakan oleh masyarakat yang tinggal dekat dengan sumber aliran air permukaan seperti di bantaran sungai, sedangkan yang jauh dari aliran air permukaan banyak memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih melalui sumur atau pompa air.

Lalu bagaimana dengan kondisi sumber air terutama air tanah yang hingga saat ini merupakan salah satu bentuk perolehan air bersih untuk kebutuhan masyarakat? Kondisi air tanah sebagai sumber air bersih di Indonesia saat ini sedang mengalami kelangkaan dibeberapa daerah terutama kota-kota besar.

Mengapa air tanah menjadi langka? Berikut ini adalah fakta dan data mengenai kondisi air tanah saat ini.

Fakta tentang kondisi air tanah saat ini dibeberapa daerah

Sebelum membahas mengenai data kondisi air tanah saat ini, saya ingin terlebih dahulu mengungkapkan hasil pengamatan mengenai kondisi air tanah di beberapa daerah di Pulau Jawa yang merupakan pulau dengan jumlah penduduk terpadat ketika saya berada di beberapa daerah tersebut. Di Kediri, Jawa Timur, kualitas air tanah masih cukup baik mengingat disana masih banyak tanaman dan lahan terbuka sebagai daerah resapan air. Selain itu, kondisi daerah yang cukup asri menyebabkan masyarakat cenderung memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih. Bergeser ke Semarang, Jawa Tengah, sepertinya tidak semua masyarakat di sana dapat menggunakan air tanah karena air tanah sebagian sudah bercampur dengan salinitas untuk daerah yang dekat dengan pantai dan yang sering mengalami banjir rob. Kemudian kita berjalan ke arah barat menuju pantura yaitu kota Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat di areal pertanaman tebu. Air tanah di sana masih dapat digunakan untuk mencuci serta kegiatan lainnya tetapi tidak digunakan untuk minum dan memasak lantaran air tanah kemungkinan sudah tercemar oleh limbah pertanian seperti penggunaan pupuk kimia, kapur pertanian dan sebagainya. Beranjak ke ibu kota Jakarta yaitu di daerah Jakarta Utara, dimana air tanah benar-benar sudah tidak dapat dipakai lagi. Air tanah yang ada sudah tercemar oleh limbah buangan manusia dari septic tank, menyebabkan air berwarna kuning dan berbau, sehingga sebagian masyarakat harus membeli air bersih yang banyak dijajakan oleh penjual air atau harus berlangganan air PDAM. Lain lagi dengan kondisi air tanah di Bojonggede, Kabupaten Bogor tempat saya tinggal. Air tanah ditempat saya tinggal masih dalam kondisi baik karena daerah resapan air masih cukup banyak di wilayah kami, pepohonanpun masih banyak ditanam oleh warga. Karena letaknya yang dekat dengan Jakarta, maka saat ini Bogorpun ikut merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur yang menyebabkan lahan terbuka semakin minim jumlahnya. Hal tersebut tentu saja membuat kami cukup khawatir akan ketersediaan sumber air bersih yang berasal dari air tanah.

Mari kita bicara tentang data, berikut adalah potensi sumber air yang dimiliki oleh Indonesia:

Jumlah air yang terdapat di bumi diperkirakan berjumlah 1.3-1.4 milyard km kubik, dengan rincian 97.5% terdapat di laut, 1.75% berbentuk salju di kedua kutub dan puncak gunung, 0.73% terdapat di daratan sebagai sungai, danau, rawa dan air tanah. Sedangkan yang terapung-apung berupa uap sebesar 0.001% [2]. Indonesia sendiri menduduki urutan kelima negara-negara yang kaya air setelah Brasil, Rusia, Cina, dan Kanada. Hal ini tercermin dari potensi ketersediaan air permukaan (terutama sungai) yang menurut catatan Depkimpraswil rata-rata mencapai 15.500 m3/kapita/tahun, jauh melebihi rata-rata dunia yang hanya 600 m3/kapita/tahun. Namun, ketersediaan air sangat bervariasi menurut ruang dan waktu. Sebagai contoh, Pulau Jawa yang penduduknya mencapai 65% dari total penduduk Indonesia, hanya tersedia 4,5% potensi air tawar nasional. Faktanya, jumlah air yang tersedia di Pulau Jawa yang mencapai 30.569,2 juta m3/tahun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bagi seluruh penduduknya. Artinya di pulau yang terpadat penduduknya ini selalu terjadi defisit air paling tidak hingga tahun 2015. Di wilayah lain, walaupun pada tahun yang sama masih tergolong surplus air, secara umum kelebihan air tersebut jumlahnya menurun, dan ketersediaannya sangat berfluktuasi antara musim hujan dan musim kemarau [4].

Sedangkan kondisi air tanah saat ini:

Tingkat Ketersediaan Air Tanah Maret 2010, Gambar Diambil dari Sini

Saat ini di Indonesia pengambilan air bawah tanah sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Diperkirakan sepuluh tahun mendatang masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih karena tidak ketatnya pengawasan pengambilan air tanah, terlebih di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Sementara ini layanan air perpipaan belum mampu memenuhi kebutuhan penduduk perkotaan, pada tahun 2010 lalu hanya mencakup delapan juta lebih pelanggan air minum di perkotaan. Kondisi ini membuat sebagian besar warga Jakarta dan kota besar lainnya bergantung pada penggunaan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari sehingga mendorong eksplorasi air tanah dalam jumlah besar [5].

Kondisi daerah aliran sungai (DAS) sebagai sumber air permukaan juga semakin mengkhawatirkan karena berkurangnya fungsi DAS sebagai resapan air dan penyangga sumber daya air akibat terjadinya alih fungsi lahan dan pembabatan hutan yang semena-mena. Tak heran menurut World Water Forum (Forum Air Dunia) II di Den Haag pada Maret 2000 lalu memprediksi bahwa Indonesia termasuk salah satu Negara yang akan mengalami krisis air pada tahun 2025 [5].

Sedangkan di Kota Bogor sendiri yang terkenal dengan sebutan kota hujan seharusnya masih memiliki kapasitas air tanah yang cukup banyak. Namun dengan menyusutnya ruang terbuka hijau di wilayah Bogor menyebabkan rusaknya kondisi air tanah. Sekitar 2,7 persen air tanah di Kota Bogor saat ini masuk dalam kategori rusak. Seorang Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Lambok Hutasoit, mengungkapkan kondisi demikian terjadi di daerah Bogor Timur dan Bogor Selatan. Hasil riset yang dilakukannya menunjukkan, 5,2 persen dari wilayah Kota Bogor kondisi air tanahnya masuk kedalam kategori kritis. Dari seluruh wilayah yang masih aman kondisi air tanahnya hanya sekitar 80,2 persen. Sementara 11,2 persen masuk kategori rawan [6].

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa beberapa hal penyebab kelangkaan sumber air bersih yang berasal dari air tanah adalah:

  1. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan bertambahnya pula penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari
  2. Eksploitasi air tanah melalui sumur, pompa dan sebagainya oleh masyarakat yang tidak diimbangi dengan upaya konservasi air tanah
  3. Kualitas air tanah menurun akibat terjadinya pencemaran. Pencemaran air tanah dapat berupa intrusi air laut yang menyebabkan salinitas air tanah, pencemaran limbah industri dan limbah pertanian pada aliran sungai, tercemarnya air tanah akibat kebocoran septic tank yang jumlahnya banyak di kota besar.
  4. Berkurangnya debit mata air akibat penggundulan hutan dan alih fungsi lahan sebagai daerah resapan air
  5. Selain itu eksploitasi mata air gunung untuk kepentingan bisnis oleh beberapa warga juga mempengaruhi kapasitas air tanah

Dengan melihat data dan fakta tentang kondisi air tanah sebagai sumber air bersih yang semakin mengkhawatirkan maka kita memerlukan solusi guna mengatasi kelangkaan air bersih. Diperlukan upaya pelestarian air tanah sebagai sumber air bersih terutama untuk air minum agar kualitasnya tetap terjaga demi berlangsungnya kehidupan. Solusi untuk mengatasi sumber air bersih akan saya kelompokan menjadi dua skala yaitu skala umum dan rumah tangga.

Solusi mengatasi kelangkaan air bersih skala umum

Solusi skala umum ini melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat dan pemerintah yang harus saling mendukung satu sama lain agar kelestarian sumber air bersih tetap terjaga. Secara umum solusi untuk mengatasi kelangkaan air bersih yang bersumber dari air tanah adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan penghijauan dengan penanaman di daerah pegunungan sebagai sumber resapan air dan mata air
  2. Mencegah terjadinya alih fungsi lahan di daerah resapan air terutama di daerah pegunungan seperti yang baru-baru ini terjadi di daerah perkebunan teh yang beralih fungsi menjadi lahan untuk penanaman sayuran
  3. Mengarahkan pertanian kearah pertanian organik dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia guna mengurangi pencemaran tanah dan menyelamatkan lingkungan yang tentunya berdampak pula pada kualitas air tanah
  4. Penerapan inovasi teknologi panen air dan konservasi air seperti embung, dam parit, sumur resapan, dan rorak [4]
  5. Menganalisis kebutuhan air pada setiap sektor dan mengidentifikasi sumberdaya air permukaan dan bawah permukaan, serta curah hujan efektif dalam pengisian air bawah permukaan [4]
  6. Melakukan daur ulang limbah air untuk selanjutnya digunakan sebagai sumber air yang tidak memerlukan kualitas tinggi. Contohnya untuk irigasi pada lahan pertanian. Hal ini telah dilakukan oleh negara Israel yang mendaurulang limbah air untuk digunakan pada lahan pertanian. Di Indonesia sendiri telah dibentuk IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), pengelolaan limbah cair yang terdapat di wilayah DKI Jakarta saat ini menggunakan berbagai macam sistem pengolahan (unit proses dan unit operasi). Sistem pengolahan air limbah yang digunakan berupa pengolahan secara fisik maupun pengolahan secara biologis. Proses pengolahan air limbah secara biologis yang digunakan di beberapa IPAL di Jakarta berupa proses aerob dan anaerob [7].
  7. Kemudian menggunakan Biopori untuk meresapkan air ke tanah. Biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah [7].

Sistem Biopori membantu tanah dalam proses peresapan air, Gambar Diambil dari Sini

Solusi mengatasi kelangkaan air bersih skala rumah tangga

Mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih skala rumah tangga dapat dilakukan secara individu pada masing-masing rumah. Cara mengatasinya sebagai berikut:

  1. Memanfaatan air secara efisien dan efektif dengan mempertimbangkan kebutuhan yang rasional dan tepat guna.Gunakanlah air sesuai dengan kebutuhan dan jangan dihambur-hamburkan agar air tanah tidak terus menerus tereksploitasi
  2. Lakukan penanaman agar terjadi proses peresapan air melalui tanaman. Manfaatkan lahan perkarangan dengan melakukan penanaman agar air hujan yang turun dapat meresap ke dalam tanah dan tidak mengalir begitu saja pada permukaan
  3. Selain itu kita juga dapat menampung air hujan yang disebut dengan rainwater harvesting pada bak-bak besar atau kolam untuk digunakan pada aktifitas yang tidak memerlukan kualitas air tinggi seperti menyiram tanaman, mencuci, mengepel dan sebagainya.
  4. Sistem biopori juga dapat diaplikasikan pada masing-masing rumah karena cara pembuatannya cukup mudah. sistem ini dapat membantu air meresap ke dalam tanah.

Salah Satu Bentuk Rainwater Harvesting, Gambar Diambil dari Sini

Sumber Air Bersih Untuk Air Minum

Untuk keperluan air minum, saat ini di keluarga kami masih menggunakan air tanah sebagai sumber air minum yang tentunya harus dimasak hingga mendidih agar kuman hilang. Kami masih bisa menggunakan air tanah melalui sumur karena kondisi air tanah di daerah kami masih cukup baik. Untuk daerah yang memiliki kualitas air tanah yang tak layak minum seperti di kota-kota besar atau di daerah dengan limbah pertanian seperti yang sudah saya sebutkan di atas lebih mengutamakan air keran pasokan dari PDAM untuk minum dan memasak. Sayangnya air keran ini tidak bisa langsung kita minum seperti air keran di negara lain contohnya Amerika yang dapat langsung menggunakan air keran untuk minum. Sebentar lagi di Indonesia akan segera dibangun fasilitas air minum langsung dari keran yang diprakasai oleh PDAM Balikpapan tahun 2013 mendatang. Di tahun depan, proyek ini diperuntukkan bagi kawasan kilometer 12, Jalan Poros Balikpapan-Samarinda, Soekarno Hatta, Balikpapan Utara. Sumber air akan diambil dari Waduk Manggar [8].

Meskipun air minum yang berasal dari air tanah telah dimasak, saya masih khawatir akan kualitas air minum yang dihasilkan apakah sudah memenuhi kulitas air layak minum atau tidak. Di Indonesia, parameter air layak konsumsi tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.907 Tahun 2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Kepmenkes tersebut memuat beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi air untuk layak konsumsi, baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi, yaitu [9]:

  1. Dari segi fisik, air harus tidak berbau; tidak berasa; tidak berwarna; serta tidak boleh keruh
  2. Dari segi kimiawi, air minum itu boleh mengandung cemaran logam, tetapi harus sesuai dengan kadar maksimum yang telah ditetapkan. Cemaran logam dimaksud seperti timbal (Pb); tembaga (Cu); Cadmium (Cd); Raksa (Hg); Perak (Ag) dan Cobalt (Co)
  3. Sedangkan dari segi mikrobiologinya, air minum sama sekali tidak boleh mengandung cemaran mikrobiologi

Air Minum, Gambar Diambil dari Sini

Untuk mengetahui apakah air minum yang kita gunakan apakah layak konsumsi atau tidak sebelum dimasak atau diproses lebih lanjut, kita dapat melakukan tes sederhana untuk menguji kualitas air skala rumah tangga berikut ini [10]:

A. Uji Fisika yaitu pengujian air secara fisik, kualitas air dapat diketahui dengan menggunakan indra penglihatan, perasa, penciuman dan pengecap, misalnya untuk mengetahui kekeruhan, warna, suhu, bau dan rasa. Langkah-langkah pengujiannya adalah:

1. Masukkan air yang biasa dikonsumsi sebagai air minum di rumah ke dalam wadah yang bening atau transparan. Hendaknya berhati-hati saat menguji bau dan rasa air minum, dan jangan lakukan uji bau dan rasa apabila terlihat kejanggalan pada warna dan kekeruhan air.

2. Siapkan segelas air bersih layak minum dari sumber lain yang kualitasnya telah diuji di laboratorium lalu campur dengan air minum yang biasa kita konsumsi di rumah. Amati reaksi yang terjadi dari pencampuran tersebut seperti perubahan warna, kekeruhan, bau dan rasa. Apabila hasil pengamatan tidak menunjukkan adanya perubahan kemungkinan derajat pencemaran pada air minum di rumah kita cukup rendah dan layak dijadikan bahan baku air minum. Namun apabila terjadi perubahan warna, kekeruhan, bau dan rasa dapat disimpulkan bahwa terdapat pencemaran pada air minum yang biasa kita konsumsi di rumah.

Analisis Kualitas Air, Gambar Diambil dari Sini

B. Uji kimia, dengan membuat larutan teh menggunakan air minum yang biasa kita konsumsi di rumah. Langkah-langkahnya adalah:

  1. Siapkan tiga buah wadah, dimana wadah pertama berisi larutan air teh, wadah kedua berisi air minum yang kita konsumsi di rumah dan wadah ketiga berisi campuran air teh dan air minum
  2. Lalu wadah yang berisi campuran air minum dan air teh dibiarkan selama satu malam dalam keadaan terbuka
  3. Apabila pada wadah ketiga yang berisi campuran air teh dan air minum yang kita konsumsi di rumah terdapat perubahan warna  (warnanya lebih gelap dari air teh yang berada di wadah pertama), kemudian terdapat lendir serta lapisan minyak pada permukaan air, maka dapat disimpulkan air minum yang ada di rumah tidak layak konsumsi dan tidak dapat dijadikan bahan baku air minum.

C. Uji biologi sederhana, langkah-langkahnya adalah:

  1. Masukkan air yang biasa kita konsumsi di rumah ke dalam sebuah wadah transparan atau bening sehingga dapat tembus cahaya
  2. Kemudian tutup rapat wadah tersebut dan biarkan di tempat terbuka yang terkena cahaya matahari selama lima hari
  3. Lalu setelah lima hari amati wadah tersebut. Jika terjadi perubahan warna dan gumpalan putih seperti lendir maka air minum tersebut tidak layak konsumsi dan tidak dapat dijadikan bahan baku air minum

Untuk kebutuhan air minum rumah tangga, apabila telah melakukan tahapan uji sederhana (fisika, kimia dan biologi) seperti yang telah dijelaskan di atas dan layak sebagai bahan baku air minum maka tahap selanjutnya adalah harus dimasak atau melalui pemanasan 100° C sebelum dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman dan bakteri yang terkandung di dalam air [10].

Water Purifier Solusi Mendapatkan Kualitas Air Minum yang Sehat

Saat ini kita tidak perlu khawatir jika hendak menggunakan air tanah dan air keran sebagai air minum tanpa harus memasak terlebih dahulu, karena sekarang telah tersedia water purifier untuk mendapatkan air minum yang sehat dan bebas dari kuman, salah satunya adalah Pure It.

Pure It

Pure It

Mengapa Pure It?

Pureit adalah pemurni air dengan penjualan terbesar di dunia berdasarkan riset pasar global yang dilakukan oleh Verify Markets dari USA untuk kategori sistem pengolahan air minum dalam rumah (berdasarkan penjualan tahun 2011). Pure It memiliki beberapa keunggulan yang dapat membuat kita puas dalam menggunakannya yaitu:

  1. Kita tidak perlu menyambungkan perangkat Pure It pada keran, sehingga tidak menghabiskan space yang luas dan tidak perlu menambah selang atau pipa
  2. Sangat praktis digunakan, karena cukup menuangkan air tanah/PAM mentah yang biasa dimasak untuk minum ke dalam Pure It
  3. Kapasitas wadah yang dimiliki Pure It sangat besar yaitu wadah atas berkapasitas 9 liter dan wadah transparan 9 liter
  4. Tersedia dalam dua warna pilihan yang sangat cantik yaitu: putih biru dan putih marun

Selain keunggulan, Pure It juga memiliki beberapa keuntungan yang sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari dalam mencukupi kebutuhan air minum, yaitu:

Picture4

Teknik pemurnian air dengan cara memasak air hingga mendidih tidak menjamin sepenuhnya bahwa air yang dihasilkan itu sehat dan bebas kuman, karena kita tidak dapat melihat kuman-kuman tersebut dengan kasat mata. Kondisi air yang jernih juga tidak menjamin bahwa air tersebut sudah bebas kuman. Dengan menggunakan water purifier Pure It akan memberikan hasil dengan kualitas air yang aman bagi kesehatan karena Pureit bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air yaitu “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Empat tahap pemurnian air Pure It terdiri dari:

Empat Tahap Pemurnian Air, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/4stage-purification

  1. Saringan serat mikro yang berguna untuk menghilangkan kotoran
  2. Filter karbon aktif untuk menghilangkan parasit dan pestisida berbahaya
  3. Prosesor pembunuh kuman dengan dengan ‘programmed disinfection technology‘ menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat
  4. Penjernih yang membuat air jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami

Komponen 2-3-4 disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1500 lt air setara dengan 80 galon (suhu air 25 derajat celcius, kelembaban sedang) untuk 6-8 bulan pemakaian. Masa pakai Germkill Kit tergantung dengan pemakaian air keluarga Anda.

Germkill Kit, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/gkk

Sekarang mari kita bandingkan keuntungan menggunakan Pure It dengan beberapa hal berikut ini dalam memperoleh air minum yang berkualitas, yaitu:

  1. Dibandingkan dengan memasak air: jauh lebih praktis, mampu menghilangkan polutan dalam air seperti pestisida, karat besi dan sebagainya yang tidak dapat dihilangkan dengan memasak air, hemat gas dan sangat terjangkau
  2. Dibandingkan dengan gallon bermerek: menghemat uang, tidak perlu khawatir akan kehabisan air dan tidak repot menyediakan air, serta tidak khawatir akan keamanan dan kualitas air
  3. Dibandingkan dengan isi ulang: tidak perlu khawatir akan kehabisan air, tidak ragu akan kualitas sumber air, tidak ragu akan bagaimana air diproses, tidak perlu repot menyediakan air secara rutin, menghemat uang

Seberapa banyak Pure It mampu menghemat pengeluaran kita dalam memenuhi kebutuhan air bersih? mari kita lakukan perhitungan dengan membandingkan Pure It dengan gallon bermerek:

  • Harga 1 galon Rp. 10.000,- untuk 19 liter
  • Harga germkill kit Rp. 150.000,- untuk 1500 liter
  • Jika setiap bulan menghabiskan 8 galon maka penghematan dalam: 1 tahun Rp. 842.400,-, 3 tahun Rp. 2.527.200,- , 5 tahun Rp. 4.212.000,-

Hemat bukan? selain itu menggunakan Pure It juga menghemat penggunaan listrik dan gas karena Pure It tidak memerlukan listrik dan gas untuk penggunaannya. Jadi, dengan menggunakan Pure It selain mendapatkan air yang sehat, menghemat anggaran belanja, juga dapat menghemat pula penggunaan energi fosil (BBM, gas, batubara) yang digunakan untuk pembangkit listrik dan sumber gas.

Untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan, Pihak Unilever Pure It telah melakukan sertifikasi terhadap produknya. Pureit memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Lebih dari itu, kinerja Pureit juga telah diuji oleh lembaga ilmu pengetahuan dan institusi kesehatan terkemuka di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

Beberapa Sertikat yang Dimiliki Pure It, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/indonesian-certification

Beberapa Sertikat yang Dimiliki Pure It, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/indonesian-certification

Pure It benar-benar melindungi konsumen dengan memberikan dua perlindungan agar air minum yang dihasilkan benar-benar terjaga kualitasnya. Dua perlindungan tersebut adalah:

  • Perlindungan 1: Pureit Germkill Life Indicator, Pure It memiliki Indikator unik, yang akan memberitahukan Anda beberapa hari sebelumnya kapan perlu mengganti ‘Germkill Kit’
  • Perlindungan 2: Mekanisme Penghentian Otomatis, Jika ‘Germkill Kit’ tidak diganti pada waktunya, Pureit secara otomatis akan menghentikan aliran air sampai penggantian dilakukan. Mekanisme Penghentian Otomatis Pure It akan menghentikan air sehingga air akan meluap dari Germkill Life Indicator. Hal ini akan menjamin anggota keluarga Anda akan selalu meminum air yang aman.
Germkill Life Indicator, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/double-assurance

Germkill Life Indicator, Sumber: http://www.pureitwater.com/ID/double-assurance

Kesimpulannya dengan menggunakan Pure It selain menghasilkan air minum yang sehat, kita dapat memaksimalkan sumber air bersih yang ada dan juga dapat menghemat anggaran serta penggunaan energi listrik dan gas. Harganya juga terjangkau untuk pemakaian yang lama, yaitu Rp. 550.000,-. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pure It silahkan kunjungi website Pure It berikut ini: http://www.pureitwater.com/ID/ atau hubungi nomor dan alamat di bawah ini:

Demikianlah beberapa gambaran mengenai kondisi sumber air bersih di Indonesia. Setelah mengetahui kondisi terkini tentang sumber air dan beberapa solusi mengatasi kelangkaan sumber air bersih semoga kita tergerak untuk melakukan pelestarian sumber air bersih yang masih ada saat ini. Tak perlu melakukan langkah yang besar sekaligus dalam melestarikan sumber air, mulailah dahulu dari diri kita sendiri, dari yang kecil di lingkungan kita, dan mulailah dari sekarang. Yuk perlakukan air dengan sebaik-baiknya agar energi yang terserap membawa kebaikan untuk kesehatan dan jangan lupa lestarikan sumber air kita!

Gambar diperoleh dari http://ebestmateri.blogspot.com

Gambar diperoleh dari http://ebestmateri.blogspot.com

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog #airpureit Periode 27 November – 29 Desember 2012

Referensi:

[1] Emoto, M. 2006. The True Power of Water. Bandung: MQ Publishing. 191hal.

[2] Jumin, H. B. 2002. Agroekologi, Suatu Pendekatan Fisiologis. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada. 178hal.

[3] Direktorat Pengelolaan Air Irigasi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. 2012. Pedoman Teknis Pengembangan Sumberdaya Air. Jakarta. 15hal.

[4] Sosiawan, H dan K. Subagyono. 2011. Pemanfaatan Sumber Mata Air: Bagian 1/3. http://desakuhijau.org/pemanfaatan-sumber-mata-air-bagian-1-3/

[5] Mediadata. 2011. Pengembangan Infrastruktur Air Bersih Di Indonesia. http://mediadata.co.id/MCSIND-2011/PENGEMBANGAN-INFRASTRUKTUR-AIR-BERSIH-DI-INDONESIA-2011.pdf

[6] Himpalaunas. 2012. 5,2 Persen Kondisi Air Tanah di Kota Bogor Kritis. Edisi tanggal 26 Maret 2012. http://himpalaunas.com/artikel/lingkungan/2012/03/26/52-persen-kondisi-air-tanah-di-kota-bogor-kritis

[7] Ganjar, S.C dan I Kadek B.W.P. 2012. Adaptasi dan Mitigasi Penurunan Kualitas Air di Jakarta. Edisi Selasa, Tanggal 26 Juni 2012. http://pustaka-ts.blogspot.com/2012/06/adaptasi-dan-mitigasi-penurunan.html

[8] Sarifudin, A. 2012. Balikpapan Segera Miliki Air Minum Langsung dari Keran Rp. 30 M. Edisi Sabtu, Tanggal 3 November 2012. http://economy.okezone.com/read/2012/11/03/320/713105/balikpapan-segera-miliki-air-minum-langsung-dari-keran-rp30-m

[9] YLKI. 2011. Waspadai Air Minum Dalam Kemasan. http://www.ylki.or.id/waspadai-air-minum-dalam-kemasan-2.html

[10] Pandia, A. 2011. Mencermati Air Minum yang Layak Dikonsumsi. Edisi Senin, Tanggal 9 Mei 2011. http://www.analisadaily.com/news/read/2011/05/09/591/mencermati_air_minum_yang_layak_dikonsumsi/#.UM6eZ-Q05zk

Semua referensi tentang Pure It diambil dari:

[11] Pure It. 2012. http://www.pureitwater.com/ID/

Bersatu Melawan HIV/AIDS, Selamatkan ODHA

Tanggal 1 Desember 2012 lalu kita telah memperingati hari AIDS sedunia. Moment ini kembali mengingatkan akan bahaya yang ditimbulkan AIDS. Sebagian  masyarakat menganggap AIDS sebagai penyakit kotor akibat dari perilaku buruk orang yang terkena AIDS. Padahal tidak semua orang yang terkena AIDS atau biasa dikenal dengan sebutan ODHA (orang dengan HIV AIDS) adalah orang yang berperilaku buruk, sebagian dari mereka menjadi ODHA karena tertular penyakit tersebut. Perlu kita garis bawahi bahwa yang harus kita jauhi dan diberantas adalah virusnya bukan orangnya.

Sebagian masyarakat sudah paham tentang AIDS tetapi belum sepenuhnya paham untuk hidup berdampingan dengan ODHA. Berangkat dari alasan tersebut, saya melakukan survey kecil terhadap beberapa orang teman dan keluarga di lingkungan saya. Data ini bukan merupakan data ilmiah karena tidak memakai batasan dan syarat tertentu. Pertanyaan yang saya ajukan adalah apakah anda berani berteman dengan ODHA? Hasil survey kecil yang saya dapat adalah sebagai berikut:

Hasil Survey

Ternyata di lingkungan tempat saya tinggal kepedulian terhadap ODHA masih cukup tinggi, mereka sudah mengerti tentang proses penyebaran virus AIDS sehingga tidak khawatir jika berteman dengan ODHA. Mereka menyatakan bahwa yang terpenting adalahmampu membentengi diri agar tidak tertular, paham cara penularannya, dan ikut memerangi virus tersebut bukan memerangi orangnya.

Sebagai blogger saya ingin mengajak rekan-rekan untuk mengerti akan virus HIV/AIDS, karena mungkin ada beberapa rekan yang juga takut dengan penyakit ini sehingga menjauhi ODHA. Saya sendiri termasuk kategori kedua pada survey kecil di atas, mungkin anda juga termasuk kategori yang sama atau kategori yang lainnya. Disinilah peran blog sebagai media informasi untuk mensosialisasikan dan meluruskan pandangan tentang AIDS sehingga kita tidak salah kaprah dalam menghadapi virus berbahaya tersebut dan tidak gegabah mengambil tindakan untuk menjauhi ODHA. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu-persatu.

Apa itu virus HIV/AIDS?

Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Virusnya bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik dan mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar dapat disembuhkan [1].

Virus HIV AIDS, Gambar Diambil dari Sini

HIV ditemukan pertama kali sejak tahun 1983 di Perancis, perkembangan virus tersebut terus-menerus diidentifikasi hingga tahun 1986. Ditemukan dua klasifikasi virus HIV, yaitu HIV-1 dan HIV-2, perbedaan siginfikan antara keduanya adalah faktor reduplikasi sel virus yang sangat cepat serta tingkat luas tidaknya area persebarannya didalam tubuh manusia. Untuk mendeteksi adanya virus tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan 3 metode, yaitu [2]:

1. Tes PCR, dapat difungsikan sebagai deteksi paling awal tentang keberadaan virus HIV.

2. Tes antibodi dan HIV, tergolong murah dan terkenal akurat dalam hal akurasi hasil, khususnya bagi sistem jaringan tubuh manusia dewasa.

3. Tes antigen, difokuskan pada sel protein yang menjadi cikal bakal virus HIV berkembang.

Bagaimana cara penularannya?

Penularan infeksi HIV mengacu pada istilah ESSE, yaitu prinsip dimungkinkannya terjadi penularan HIV dari satu manusia ke manusia lainnya. HIV hanya bisa menular jika empat prinsip ini dipenuhi semua dan tidak bisa menular jika hanya salah satu atau sebagian prinsip terpenuhi [3], prinsip tersebut adalah:

  1. E= Exit adalah adanya jalan keluar bagi cairan tubuh yang mengandung HIV dalam tubuh seseorang untuk keluar dari tubuh. Misalnya terjadi luka atau keluarnya cairan tubuh yang mengandung HIV saat melakukan hubungan seksual. Bagi penularan melalui jarum suntik, karena ada darah yang tersisa di dalam jarum bekas dan kemudian masuk kedalam tubuh seseorang.
  2. S= Survive adalah cairan tubuh yang keluar harus mengandung virus yang tetap bertahan hidup. HIV bila berada di luar tubuh manusia tidak akan bertahan hidup lama. Misalnya ketika cairan tubuh keluar di saat berenang atau berada dalam udara bebas lainnya. Prinsip Survive ini juga tidak terpenuhi bila HIV dimasukkan dalam minuman soda atau makanan, sebab asam lambung yang pekat akan membuat HIV ini tidak bertahan hidup.
  3. S= Sufficient adalah kandungan HIV dalam cairan tubuh yang keluar dari orang terifeksi HIV harus ada dalam kandungan yang cukup. Jika jumlahnya sedikit, HIV tidak akan bisa menginkubasi tubuh manusia lainnya. Ini mengapa cairan keringan dan saliva ludah tidak bisa menularkan HIV.
  4. Enter= Adanya jalur masuk di tubuh manusia yang memungkinkan kontak dengan cairan tubuh yang mengandung HIV. Penggunaan kondom dan pelicin menjadi penting sebab akan meminimalisir terjadinya perlukaan ketika berhubungan seksual.

Penularan HIV/AIDS di Indonesia

Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia

Indonesia menempati urutan pertama dalam penularan HIV/AIDS di Asia Tenggara. Hal tersebut bukanlah prestasi yang patut dibanggakan. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan lebih dari 70 persen pengidap HIV/AIDS adalah generasi muda usia produktif berkisar 20-39 tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BKKBN, penularan terbesar melalui hubungan seks (heteroseksual) yaitu sebesar 54,8 persen, kemudian melalui penggunaan jarum suntik: biasanya narkoba (31,8 persen), homoseksual (2,9 persen), perinatal/ibu ke anak (2,8 persen), dan transfusi darah (0,2 persen) [4].

Data kasus AIDS di Indonesia hingga 30 Juni 2012, dilaporkan sebanyak 2224 kasus dari 33 provinsi, yang berasal dari 368 kabupaten/kota. Saat ini, sudah banyak kasus HIV yang dideteksi lebih awal, sehingga kasus AIDS semakin menurun. Sementara itu, angka kematian akibat AIDS saat ini 2,4% (2012), menurun tajam dari data sebelumnya 40% (2000) [5].

Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Indonesia menargetkan tidak ada lagi kasus infeksi baru (zero infection) HIV/AIDS di Indonesia pada 2015. Untuk mencapai target tersebut, ada tujuh strategi utama yang akan ditekankan pada populasi kunci yaitu [6]:

  1. Pencegahan dikalangan pengguna narkoba suntik yang sekaligus terintegrasi dengan pemulihan adiksi
  2. Pencegahan transmisi seksual
  3. Pencegahan penularan dari ibu ke bayi, setiap ibu yang berisiko akan di tawari tes, apabila ditemukan dapat segera dilakukan upaya pencegahan penularan.
  4. Semua orang yang positif akan sedini mungkin diberikan ARV (Anti Retroviral Treatment)
  5. Sunat untuk kesehatan yang dapat menurunkan risiko penularan sebesar 69 persen.
  6. Pengamanan produk darah untuk transfusi
  7. Bekerja sama dengan orang yang sudah tahu dirinya positif untuk menjaga kesehatannya supaya tidak sampai menjadi AIDS dan tidak menularkan ke orang lain

Obat ARV adalah Hak Rakyat, Gambar Diambil dari Sini

HIV/AIDS Pada Ibu dan Anak

Salah satu upaya pencegahan penularan HIV/AIDS pada ibu dan anak adalah pemberian ARV kepada ibu hamil yang HIV positif dan melakukan persalinan yang aman dengan operasi serta tidak menyusui bayi. Meskipun begitu masih ada kemungkinan terjadinya penularan virus dari ibu ke bayi dengan tingkat 5% walau resiko penularan jauh lebih besar jika tidak diikuti dengan upaya pencegahan [7]. Saat ini di Indonesia telah tersedia layanan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PMTCT; Prevention Mother to Child Transmission). Layanan ini terdiri dari 4 tiang strategi yaitu [8]:

1. Mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia produktif
2. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada Ibu HIV
3. Mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandungnya
4. Memberikan dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV positif beserta bayi dan keluarga

Peran Agama dalam Penanggulangan AIDS

Peran agama sangat dibutuhkan guna mengendalikan penyebaran AIDS terutama pada kelompok beresiko tinggi. Melalui kajian, sosialisasi dan ajakan untuk berperilaku lebih baik dengan dasar agama diharapkan dapat mencegah bertambahnya kasus AIDS guna mencapai zero infection ditahun 2015. Strategi Nasional Penanggulangan AIDS 2010-2014 mencantumkan empat peran agama dalam upaya penanggulangan AIDS, yaitu [9]:

  1. Meningkatkan ketahanan iman masyarakat untuk tidak berperilaku resiko tinggi
  2. Mencegah dan atau menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, OHIDHA dan populasi kunci lainnya
  3. Mendorong peningkatan mutu pelayanan berdasarkan kemanusiaan dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan
  4. Mendukung perluasan pelayanan kepada populasi kunci berbasis pada masyarakat
  5. Perhatian kepada anak yatim/piatu dan anak-anak yang terdampak lainnya

Kesimpulannya adalah….

AIDS memang penyakit yang sangat berbahaya, tak jarang ODHA harus mengalami diskriminasi akibat stigma yang terjadi pada masyarakat bahwa AIDS merupakan penyakit kotor sebagai akibat perilaku buruk yang telah dilakukan ODHA. Padahal tidak semua ODHA mendapatkan AIDS akibat perilakunya tetapi karena mereka tertular virus HIV. Penularan virus HIV tidak seperti apa yang kita bayangkan, penularannya harus sesuai dengan prinsip ESSE. Dengan memahami prinsip tersebut diharapkan tidak menjadi halangan untuk berteman dengan ODHA. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, kalangan LSM dan pemuka agama untuk mencegah terbentuknya kasus baru guna mencapai target Zero Infection pada tahun 2015. Mari kita capai Zero Infection dengan memerangi virus HIV, menyelamatkan ODHA dan mengedukasi masyarakat guna mencegah terbentuknya ODHA baru.

Cintai ODHA, Perangi AIDS, Gambar Diambil dari Sini

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Menulis ODHA Berhak Sehat 1 Periode 7 November-10 Desember 2012.

Referensi:

[1] Odhaberhaksehat. AIDS. 21 Januari 2012. http://www.odhaberhaksehat.org/2012/aids/

[2] Odhaberhaksehat. HIV dan Peran Dunia Kesehatan. 10 April 2012. http://www.odhaberhaksehat.org/2012/hiv-dan-peran-dunia-kesehatan/

[3] Odhaberhaksehat. HIV Hanya Bisa Menular Jika (Baca Artikel Ini). 16 Juni 2012. http://www.odhaberhaksehat.org/2012/hiv-hanya-bisa-menular-jika-baca-artikel-ini/

[4] Media Umat. Fenomena Gunung Es HIV/AIDS. Rabu,7 Maret 2012. http://mediaumat.com/media-utama/3574-72-fenomena-gunung-es-hivaids.html

[5] Kementerian Kesehatan. Menkes: Sebagian Besar Sasaran MDGS Akan Tercapai. 13 November 2012. http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/2127-menkes-sebagian-besar-sasaran-mdgs-akan-tercapai.html

[6] Juliyah. Indonesia Target Bebas Infeksi Baru HIV/AIDS 2015. Jumat, 2 Maret 2012. http://infopublik.kominfo.go.id/?page=news&newsid=16803

[7] BBC. Perempuan dan Anak Rentan HIV AIDS. 1 Desember 2012. http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2012/12/121130_hiv_aids.shtml

[8]Mukuan, O. S. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. 10 Okteober 2011. http://www.odhaberhaksehat.org/2011/pencegahan-penularan-hiv-dari-ibu-ke-anak/

[9] Kementerian Kesehatan. Menkes RI Terima Kunjungan Executive Director UNAIDS. 23 Oktober 2012. http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/2129-menkes-ri-terima-kunjungan-executive-director-unaids.html

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 473,801 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: