//
archives

Archive for

P2KP di KWT Mawar

Bersama KWT Mawar

Bersama KWT Mawar

Beras merupakan sumber karbohidrat utama yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Konsumsinya meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Menteri Pertanian Suswono mengatakan konsumsi pangan pokok beras per kapita di Asia Tenggara dapat dikatakan masih tinggi. Saat ini konsumsi beras di Indonesia 316 gram per kapita per hari, padahal cukup dengan 275 gram per kapita per hari. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian hanya 40 gram per kapita per hari, dari jumlah ideal 100 gram per kapita per hari [1]. Peningkatan konsumsi beras ini mendorong pemerintah untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri melalui berbagai upaya. Diantaranya adalah dengan melakukan impor beras guna mencukupi kebutuhan beras dalam negeri. Namun alangkah baiknya jika kita tidak terus menerus tergantung dengan impor beras dari luar negeri. Wacana tentang diversifikasi pangan non beras merupakan salah satu alternative solusi untuk mengurangi impor beras dan ketergantungan akan konsumsi beras. Menurut Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, jika Indonesia dapat menurunkan konsumsi beras dari 140 kg ke 100 kg saja maka sudah bisa menghemat 40 kg per tahun. Jika angka itu dikalikan 250 juta penduduk, maka penghematannya mencapai 10 juta ton dan bisa melakukan ekspor tujuh juta ton [2].

Program yang kini sedang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka melakukan diversifikasi pangan adalah melalui Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Untuk Kabupaten Bogor sendiri program ini sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu dan sekarang sudah memasuki tahun kedua. Implementasi dari program ini adalah dengan pemanfaatan lahan pekarangan. Tujuan dari pemanfaatan perkarangan adalah untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mengenali dan mengetahui sumber-sumber pangan yang ada disekitar kita, menumbuhkan kesadaran keluarga agar mau dan mampu memanfaatkan bahan pekarangan menjadi sumber pangan dan gizi keluarga [3].

Kegiatan Pembibitan

Kegiatan Pembibitan

Saat ini sedang dilaksanakan program P2KP lanjutan yang merupakan program tahun kedua di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga. Kelompok wanita tani (KWT) yang melaksanakan adalah KWT Dasa Wisma Mawar. Kelompok wanita Dasa Wisma Mawar merupakan kelompok wanita tani yang ada di Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok adalah 10 orang dengan total luas hamparan pekarangan kelompok adalah 410 meter. Komoditas yang diusahakan terdiri dari jambu, sawo, toga, cabe, tomat, papaya, daun pandan, rambutan, kelapa, jeruk, mangga, pisang, delima dan menteng.

Selama saya mengikuti pertemuan dengan KWT Mawar, kelompok ini terlihat sangat antusias dan kompak. Program ini dirasakan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu KWT, karena selain menghijaukan perkarangan, bila hendak memasak ibu-ibu disana tinggal memanen sayuran serta buah di pekarangan tanpa harus membeli dahulu, terlebih pada saat harga sayuran sedang naik akibat musim hujan. Tak hanya itu, sayuran yang di tanam di pekarangan terkadang menarik minat orang untuk membelinya, sehingga menambah pundi-pundi keuangan. Diharapkan selain dapat meningkatkan gizi keluarga, program ini juga dapat menambah penghasilan keluarga. Semoga jumlah anggota kelompok semakin bertambah yang menandakan bahwa keinginan ibu-ibu lainnya akan pemanfaatan perkarangan juga bertambah pula.

Sumber:

[1] Noroyono, B. 2012. Mentan: Konsumsi Beras Indonesia Terlalu Banyak. Edisi Rabu, 4 April 2012. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/03/m1wj1n-mentan-konsumsi-beras-indonesia-terlalu-banyak

[2] Syafputri, E. 2012. Indonesia Impor Beras Kamboja 100.000 Ton/Tahun. Edisi Selasa, 28 Agustus 2012. http://www.antaranews.com/berita/329890/indonesia-impor-beras-kamboja-100000-tontahun.

[3] Kabar Agro. 2012. Pemanfaatan Perkarangan di Sekitar Kita.  http://kabar-agro.blogspot.com/2012/04/pemanfaatan-pekarangan-disekitar-kita.html

Advertisements

Pemberdayaan Petani Melalui Demfarm Padi

Saat ini di wilayah binaan saya di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga sedang melaksanakan demfarm padi sawah. Program ini sudah dilaksanakan sejak Oktober tahun 2012 lalu oleh senior saya terlebih dahulu. Kini saya harus melanjutkan program yang sudah dibentuk senior saya tersebut lantaran Beliau telah berpulang ke rahmatullah. Agar program ini berjalan dengan baik maka saya harus memahami demfarm itu sendiri. Berikut adalah seluk-beluk demfarm yang saya ringkas dari pedoman pemberdayaan petani melalui demfarm padi.

Demfarm adalah kependekan dari demonstrasi farming, merupakan metode percontohan yang dilaksanakan oleh kelompok tani padi. Sesuai dengan mottonya yaitu “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”) pemberdayaan petani melalui demfarm padi merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

IMG_2254Metode ini menerapkan beberapa metode penyuluhan seperti demonstrasi penggunaan teknologi sesuai rekomendasi, latihan dan kunjungan (laku), supervise dan evaluasi dengan materi pembelajaran sesuai kebutuhan petani, antara lain:

  1. Penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) spesifik lokasi
  2. Penggunaan pupuk berimbang
  3. Sistim tanam (jajar legowo, SRI, dll)
  4. Panen dan pasca panen
  5. Pengolahan hasil
  6. Pemasaran hasil

Demfarm adalah salah satu metode penyuluhan yang dilakukan melalui demonstrasi usaha tani oleh petani anggota poktan di lahan usaha taninya dalam luasan 1-5 hektar/unit.

Komponen pemberdayaan petani melalui demfarm padi terdiri dari:

  1. Petani peserta pemberdayaan demfarm berasal dari satu poktan yang sama dengan jumlah 15-25 orang atau disesuaikan dengan jumlah anggota kelompok yang ada di lapangan
  2. Penyuluh pendamping berperan sebagai fasilitator dalam proses pemberdayaan petani
  3. Teknologi yang digunakan telah teruji (secara teknis mudah diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara social budaya dapat diterima masyarakat), meliputi benih, pupuk berimbang, pola tanam, pengendalian OPT, pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran
  4. Pelaksanaan demfarm menggunakan motto belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat (learning by doing and learning seeing), dilakukan dengan menerapkan beberapa metode penyuluhan (sekolah lapang, Farmers Field Days, dan lainnya)
  5. Bahan pembelajaran demfarm berupa: benih padi, pupuk (Urea, NPK, Organik) dan pestisida.

Beberapa hal penting yang saya catat mengenai ketentuan pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi diantaranya:

  1. Satu unit pemberdayaan petani melalui demfarm dengan kisaran 1-5 ha yang difasilitasi saprotan (benih, pupuk, dan pestisida) untuk luas tanam 1,5 ha yang dapat memberikan dampak pembelajaran bagi petani anggota poktan setara dengan luas lahan minimal 25 ha
  2. Paket teknologi padi pada lokasi demfarm sesuai yang direkomendasikan oleh Badan Litbang Pertanian/BPTP yang spesifik lokasi, sekaligus sebagai tempat petani/anggota poktan/gapoktan melaksanakan seluruh tahapan demfarm padi dimaksud
  3. Setiap unit demfarm dengan luasan 1,5 ha memerlukan bahan pembelajaran antara lain: Benih padi untuk 1 ha, rata-rata membutuhkan 20 kg, Pupuk:Urea untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 100 kg, NPK untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 300 kg, Organic untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 2000 kg, Pestisida untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 1-1,5 liter

Berikut adalah beberapa persyaratan penyelenggaraan pemberdayaan petani melalui Demfarm Padi:

Lokasi demfarm padi:

  1. Lokasi merupakan wilayah binaan BP3K yang memiliki komoditas padi
  2. Lokasi harus strategis, mudah dikunjungi dan dilihat oleh petani di sekitarnya
  3. Lokasi berada pada satu hamparan persawahan milik petani di sekitar kelompok tani
  4. Lokasi tidak berada pada wilayah endemis organism pengganggu tanaman
  5. Demfarm padi dilaksanakan di kabupaten dan kecamatan terpilih dan lokasi non SL-PTT, non-SRI dan non GP3K dapat juga di lahan suboptimal

Petani/kelompok tani pelaksana

  1. Petani tergabung dalam kelompok tani
  2. Petani pelaksana memiliki areal pertanaman milik pribadi/sewa dan berdomisili di sekitar demfarm padi
  3. Bersedia mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan dan menjadi mitra penyuluh dalam penyebaran informasi hasil demfarm padi
  4. Direkomendasikan oleh penyuluh pertanian

Teknologi

  1. Menggunakan varietas unggul berlabel (VUB) yang spesifik lokasi
  2. Penggunaan pupuk berimbang (Urea, NPK, dan organic) yang sesuai dengan rekomendasi
  3. Penggunaan pestisida secara bijaksana dan ramah lingkungan
  4. Sistim tanam jajar legowo

Tahapan kegiatan pelaksanaan demfarm padi dilakukan melalui pendekatan aspek manajemen yang meliputi:

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan

Pola pembelajaran pemberdayaan petani melalui demfarm padi meliputi:

Salah satu pelaksanaan kursus tani

Kursus tani

1) kursus tani di tingkat kecamatan

  1. tujuan: meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi padi sesuai dengan rekomendasi
  2. peserta: wakil dari kelompok tani di lokasi pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  3. waktu pelaksanaan: sebanyak 6 (enam) kali pertemuan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
  4. alokasi waktu proses pembelajaran dalam kursus tani yaitu 20% teori dan 80% praktek
  5. materi pembelajaran antaralain mencakup materi teknis agribisnis padi (peningkatan produksi dan produktivitas padi, pengolahan hasil dan pemasaran), pemecahan masalah yang muncul dalam proses pelaksanaan demfarm, pengembangan jejaring dan kemitraan dalam agribisnis padi serta materi lain yang secara spesifik dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  6. para peserta kursus tani di tingkat kecamatan berkewajiban untuk menerapkan teknologi yang diajarkan pada kursus tani di lahan usahanya sendiri
  7. para peserta kursus tani di tingkat kecamatan diharapkan dapat menyebarluaskan materi yang diperoleh selama pembelajaran kepada anggota kelompok tani lainnya dalam forum pertemuan rutin kelompok tani maupun dalam rembug desa

2) bahan pembelajaran untuk setiap unit demfarm dengan luasan 1,5 ha membutuhkan antara lain:

  1. benih padi VUB spesifik lokasi sebanyak 20 Kg/ha
  2. pupuk (urea, sebanyak 100 kg/ha, NPK sebanyak 300 kg/ha, organic sebanyak 2000 kg/ha)
  3. pestisida sebanyak 1-1,5 liter/ha

3) Forum petani tingkat desa

merupakan wahana komunikasi dan interaksi baik diantara pelaksana pemberdayaan petani melalui demfarm padi maupun dengan petani lainnya ataupun juga masyarakat petani yang berada di desa lokasi pemberdayaan petani melalui demfarm padi. Forum ini dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali dengan waktu dan tempat pertemuan dengan kesepakatan. Materi yang dibahas adalah:

  1. sosialisasi pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  2. identifikasi dan pemecahan masalah dalam pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  3. perencanaan kegiatan pengamatan dan diskusi hasil pembelajaran
  4. perencanaan kegiatan tindak lanjut setelah pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi

4) gerakan pembenahan dan penataan kelompok tani berbasis komoditi padi

5) hari temu lapang petani (farmers field day/FFD)

adalah pertemuan antara para petani untuk saling tukar menukar informasi untuk menyebarluaskan tentang teknologi yang diterapkan melalui demonstrasi usahataninya yang dihasilkan serta umpan baliknya, pada kegiatan ini dihadirkan para petani, peneliti dan penyuluh agar mereka dapat memperoleh umpan balik dari petani tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan disebarluaskan oleh penyuluh. FFD diselenggarakan di tingkat kecamatan oleh BP3K di salah satu lokasi demfarm padi pada kecamatan terpilih. Pelaksanaan FFD dapat dilaksanakan pada saat panen padi atau dalam proses produksi demfarm dengan materi:

a)      pelaksanaan panen dengan menghitung hasil per satuan luas (ha)

b)      perhitungan hasil analisa usaha padi per satuan luas (hektar)

c)       demonstrasi cara panen

d)      pertukaran informasi dan pengalaman antara penyuluh, peneliti dan petani tentang teknologi yang diterapkan

e)      pameran dan promosi produksi padi

f)       pemasaran padi dll

g)      tahapan proses produksi (budidaya dan pengendalian OPT yang merupakan permasalahan di lokasi demfarm

Minggu ini insyaAllah akan mengadakan forum tani tingkat desa dimana kami mengundang kelompok tani lain yang masih tergabung dalam gapoktan di desa tersebut. Dalam forum nanti diharapkan dapat tergali segala masalah yang dihadapi oleh petani dalam mengaplikasikan teknologi yang direkomendasikan serta diperoleh pemecahan masalah baik dari segi SDM (sumber daya manusia), teknis, maupun kebijakan. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sumber:

Kementerian Pertanian. 2012. Pedoman Pemberdayaan Petani Melalui Demfarm Padi. Pusat Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Jakarta. 29 hal.

Pengalaman (Pertama) Menyuluh

Tanggal 31 Desember 2012 kemarin adalah pengalaman pertama saya dalam melakukan penyuluhan di Gapoktan Mandiri Jaya, Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Meski sudah siap mental dan materi ternyata saya mengalami demam panggung juga, alhamdulillah demamnya hilang waktu melihat para petni begitu ramai dan ramah.

Memang saya hanya menyampaikan sedikit materi dan lebih banyak diperdalam oleh senior saya tetapi pengalaman hari itu cukup membuat saya sedikit banyak mengerti dunia penyuluhan, bagaimana menyampaikan materi yang baik dan tepat sasaran dan bagaimana menguasai audience. Sebenarnya beberapa hal tersebut telah saya pelajari waktu mengambil kuliah Akta4 di STAIN Kediri dahulu, karena penyuluh itu hampir sama seperti guru. Sebelum memberikan materi penyuluhan, seorang penyuluh menyiapkan lembar kegiatan mengajar tentang materi yang akan disampaikan, kalau sudah senior sepertinya ga’ perlu repot menyiapkan hal tersebut karena materi sudah melekat di otak lantaran jam terbang yang sangat tinggi.

Serius mendengarkan arahan senior

Serius mendengarkan arahan senior

Siang itu saya ditemani oleh Bapak Zaenal, gayanya dalam memberikan penyuluhan sangat jelas, tidak monoton dan diselingi senda gurau sehingga tidak membuat petani bosan dan mengantuk. Saya patut mencontoh gayanya si Bapak, tapi tentu dengan khas saya sendiri. Dari bapak Zaenal, saya mempelajari langkah-langkah dalam menyampaikan materi sebagai berikut:

  1. Sampaikan secara berurutan
  2. Sampaikan dari yang termudah terlebih dahulu
  3. Materi yang disampaikan sebaiknya didukung dengan data sehingga menguatkan apa yang disampaikan
  4. Lakukan perhitungan pendapatan yang dapat meningkatkan pendapatan petani karena tentunya setiap program bertujuan meningkatkan taraf hidup petani
  5. Diselingi dengan demonstrasi gambar untuk materi yang berhubungan dengan budidaya atau tanaman
  6. Diselingi dengan wejangan rohani, karena petani lebih tergugah jiwanya untuk berusaha lebih baik
Memberikan materi sistem tanam jajar legowo, newbie

Memberikan materi sistem tanam jajar legowo, newbie

Materi yang disampaikan hari itu adalah mengenai PTT (Pengelolaan tanaman terpadu) yang lebih menekankan pada sistem tanam jajar legowo. Untuk materi PTT akan saya posting kemudian. Sistem tanam jajar legowo kembali kami berikan lantaran tidak semua petani terutama buruh tanam mau mempraktekan sistem tersebut. Alasannya adalah karena mereka belum terbiasa menggunakan sistem tersebut yang menyebabkan pekerjaan menanam bibit padi lebih lama. Tetapi kami yakin jika para petani sering berlatih dan sudah terbiasa dengan sistem tanam jajar legowo maka penanaman berikutnya tidak akan memakan waktu lama lagi. Hal tersebut telah dibuktikan oleh beberapa petani yang memang sudah menerapkan sistem jajar legowo.

Semoga materi yang kami sampaikan bermanfaat untuk para petani dan dapat membantu mereka dalam budidaya padi demi mendapatkan peningkatan kesejahteraan petani. Aamiin.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 473,802 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

January 2013
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: