//
you're reading...
My Job

Pemberdayaan Petani Melalui Demfarm Padi

Saat ini di wilayah binaan saya di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga sedang melaksanakan demfarm padi sawah. Program ini sudah dilaksanakan sejak Oktober tahun 2012 lalu oleh senior saya terlebih dahulu. Kini saya harus melanjutkan program yang sudah dibentuk senior saya tersebut lantaran Beliau telah berpulang ke rahmatullah. Agar program ini berjalan dengan baik maka saya harus memahami demfarm itu sendiri. Berikut adalah seluk-beluk demfarm yang saya ringkas dari pedoman pemberdayaan petani melalui demfarm padi.

Demfarm adalah kependekan dari demonstrasi farming, merupakan metode percontohan yang dilaksanakan oleh kelompok tani padi. Sesuai dengan mottonya yaitu “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”) pemberdayaan petani melalui demfarm padi merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

IMG_2254Metode ini menerapkan beberapa metode penyuluhan seperti demonstrasi penggunaan teknologi sesuai rekomendasi, latihan dan kunjungan (laku), supervise dan evaluasi dengan materi pembelajaran sesuai kebutuhan petani, antara lain:

  1. Penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) spesifik lokasi
  2. Penggunaan pupuk berimbang
  3. Sistim tanam (jajar legowo, SRI, dll)
  4. Panen dan pasca panen
  5. Pengolahan hasil
  6. Pemasaran hasil

Demfarm adalah salah satu metode penyuluhan yang dilakukan melalui demonstrasi usaha tani oleh petani anggota poktan di lahan usaha taninya dalam luasan 1-5 hektar/unit.

Komponen pemberdayaan petani melalui demfarm padi terdiri dari:

  1. Petani peserta pemberdayaan demfarm berasal dari satu poktan yang sama dengan jumlah 15-25 orang atau disesuaikan dengan jumlah anggota kelompok yang ada di lapangan
  2. Penyuluh pendamping berperan sebagai fasilitator dalam proses pemberdayaan petani
  3. Teknologi yang digunakan telah teruji (secara teknis mudah diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara social budaya dapat diterima masyarakat), meliputi benih, pupuk berimbang, pola tanam, pengendalian OPT, pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran
  4. Pelaksanaan demfarm menggunakan motto belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat (learning by doing and learning seeing), dilakukan dengan menerapkan beberapa metode penyuluhan (sekolah lapang, Farmers Field Days, dan lainnya)
  5. Bahan pembelajaran demfarm berupa: benih padi, pupuk (Urea, NPK, Organik) dan pestisida.

Beberapa hal penting yang saya catat mengenai ketentuan pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi diantaranya:

  1. Satu unit pemberdayaan petani melalui demfarm dengan kisaran 1-5 ha yang difasilitasi saprotan (benih, pupuk, dan pestisida) untuk luas tanam 1,5 ha yang dapat memberikan dampak pembelajaran bagi petani anggota poktan setara dengan luas lahan minimal 25 ha
  2. Paket teknologi padi pada lokasi demfarm sesuai yang direkomendasikan oleh Badan Litbang Pertanian/BPTP yang spesifik lokasi, sekaligus sebagai tempat petani/anggota poktan/gapoktan melaksanakan seluruh tahapan demfarm padi dimaksud
  3. Setiap unit demfarm dengan luasan 1,5 ha memerlukan bahan pembelajaran antara lain: Benih padi untuk 1 ha, rata-rata membutuhkan 20 kg, Pupuk:Urea untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 100 kg, NPK untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 300 kg, Organic untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 2000 kg, Pestisida untuk 1 ha rata-rata membutuhkan 1-1,5 liter

Berikut adalah beberapa persyaratan penyelenggaraan pemberdayaan petani melalui Demfarm Padi:

Lokasi demfarm padi:

  1. Lokasi merupakan wilayah binaan BP3K yang memiliki komoditas padi
  2. Lokasi harus strategis, mudah dikunjungi dan dilihat oleh petani di sekitarnya
  3. Lokasi berada pada satu hamparan persawahan milik petani di sekitar kelompok tani
  4. Lokasi tidak berada pada wilayah endemis organism pengganggu tanaman
  5. Demfarm padi dilaksanakan di kabupaten dan kecamatan terpilih dan lokasi non SL-PTT, non-SRI dan non GP3K dapat juga di lahan suboptimal

Petani/kelompok tani pelaksana

  1. Petani tergabung dalam kelompok tani
  2. Petani pelaksana memiliki areal pertanaman milik pribadi/sewa dan berdomisili di sekitar demfarm padi
  3. Bersedia mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan dan menjadi mitra penyuluh dalam penyebaran informasi hasil demfarm padi
  4. Direkomendasikan oleh penyuluh pertanian

Teknologi

  1. Menggunakan varietas unggul berlabel (VUB) yang spesifik lokasi
  2. Penggunaan pupuk berimbang (Urea, NPK, dan organic) yang sesuai dengan rekomendasi
  3. Penggunaan pestisida secara bijaksana dan ramah lingkungan
  4. Sistim tanam jajar legowo

Tahapan kegiatan pelaksanaan demfarm padi dilakukan melalui pendekatan aspek manajemen yang meliputi:

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan

Pola pembelajaran pemberdayaan petani melalui demfarm padi meliputi:

Salah satu pelaksanaan kursus tani

Kursus tani

1) kursus tani di tingkat kecamatan

  1. tujuan: meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi padi sesuai dengan rekomendasi
  2. peserta: wakil dari kelompok tani di lokasi pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  3. waktu pelaksanaan: sebanyak 6 (enam) kali pertemuan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
  4. alokasi waktu proses pembelajaran dalam kursus tani yaitu 20% teori dan 80% praktek
  5. materi pembelajaran antaralain mencakup materi teknis agribisnis padi (peningkatan produksi dan produktivitas padi, pengolahan hasil dan pemasaran), pemecahan masalah yang muncul dalam proses pelaksanaan demfarm, pengembangan jejaring dan kemitraan dalam agribisnis padi serta materi lain yang secara spesifik dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  6. para peserta kursus tani di tingkat kecamatan berkewajiban untuk menerapkan teknologi yang diajarkan pada kursus tani di lahan usahanya sendiri
  7. para peserta kursus tani di tingkat kecamatan diharapkan dapat menyebarluaskan materi yang diperoleh selama pembelajaran kepada anggota kelompok tani lainnya dalam forum pertemuan rutin kelompok tani maupun dalam rembug desa

2) bahan pembelajaran untuk setiap unit demfarm dengan luasan 1,5 ha membutuhkan antara lain:

  1. benih padi VUB spesifik lokasi sebanyak 20 Kg/ha
  2. pupuk (urea, sebanyak 100 kg/ha, NPK sebanyak 300 kg/ha, organic sebanyak 2000 kg/ha)
  3. pestisida sebanyak 1-1,5 liter/ha

3) Forum petani tingkat desa

merupakan wahana komunikasi dan interaksi baik diantara pelaksana pemberdayaan petani melalui demfarm padi maupun dengan petani lainnya ataupun juga masyarakat petani yang berada di desa lokasi pemberdayaan petani melalui demfarm padi. Forum ini dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali dengan waktu dan tempat pertemuan dengan kesepakatan. Materi yang dibahas adalah:

  1. sosialisasi pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  2. identifikasi dan pemecahan masalah dalam pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi
  3. perencanaan kegiatan pengamatan dan diskusi hasil pembelajaran
  4. perencanaan kegiatan tindak lanjut setelah pelaksanaan pemberdayaan petani melalui demfarm padi

4) gerakan pembenahan dan penataan kelompok tani berbasis komoditi padi

5) hari temu lapang petani (farmers field day/FFD)

adalah pertemuan antara para petani untuk saling tukar menukar informasi untuk menyebarluaskan tentang teknologi yang diterapkan melalui demonstrasi usahataninya yang dihasilkan serta umpan baliknya, pada kegiatan ini dihadirkan para petani, peneliti dan penyuluh agar mereka dapat memperoleh umpan balik dari petani tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan disebarluaskan oleh penyuluh. FFD diselenggarakan di tingkat kecamatan oleh BP3K di salah satu lokasi demfarm padi pada kecamatan terpilih. Pelaksanaan FFD dapat dilaksanakan pada saat panen padi atau dalam proses produksi demfarm dengan materi:

a)      pelaksanaan panen dengan menghitung hasil per satuan luas (ha)

b)      perhitungan hasil analisa usaha padi per satuan luas (hektar)

c)       demonstrasi cara panen

d)      pertukaran informasi dan pengalaman antara penyuluh, peneliti dan petani tentang teknologi yang diterapkan

e)      pameran dan promosi produksi padi

f)       pemasaran padi dll

g)      tahapan proses produksi (budidaya dan pengendalian OPT yang merupakan permasalahan di lokasi demfarm

Minggu ini insyaAllah akan mengadakan forum tani tingkat desa dimana kami mengundang kelompok tani lain yang masih tergabung dalam gapoktan di desa tersebut. Dalam forum nanti diharapkan dapat tergali segala masalah yang dihadapi oleh petani dalam mengaplikasikan teknologi yang direkomendasikan serta diperoleh pemecahan masalah baik dari segi SDM (sumber daya manusia), teknis, maupun kebijakan. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sumber:

Kementerian Pertanian. 2012. Pedoman Pemberdayaan Petani Melalui Demfarm Padi. Pusat Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Jakarta. 29 hal.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

3 thoughts on “Pemberdayaan Petani Melalui Demfarm Padi

  1. thanks ep

    Posted by Muchlis | October 5, 2014, 2:53 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Yuk, Kita Panen Padi | evRina shinOda - April 24, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: