//
you're reading...
Contest

Bumi Hijau, Senyumpun Berseri

“Panas, panas, panas, panas, badan ini”

“Pusing, pusing, pusing, pusing kepala ini”

Suhu udara di Bojonggede Bogor pada minggu kedua bulan Maret 2013

Dua bait lagu dari grup band Gigi di atas menggambarkan situasi yang sedang saya rasakan saat ini. Beberapa hari kemarin tepatnya diminggu kedua bulan Maret 2013 saya merasakan cuaca sangat ekstrim sekali, suhu udara terasa sangat panas menjelang tengah hari. Banyak tanda yang saya rasakan mengenai cuaca ekstrim ini, mulai dari sering minum, bibir agak kering, kepala pusing hingga warna coklat di tangan akibat terbakar sinar matahari meskipun sudah memakai sarung tangan ketika mengendarai motor. Dampak ini ikut dirasakan oleh para petani di wilayah binaan saya yang mengeluh lantaran tanaman sayur yang mereka tanam mengalami kelayuan meskipun sudah sering dilakukan penyiraman pada pagi hari. Padahal suhu di Bogor (tempat saya tinggal) saat itu hanya berkisar 29 derajat celcius dengan kelembaban mencapai 40%, namun panasnya memang cukup membuat daya tahan tubuh berkurang.

Usut punya usut ternyata penyebabnya adalah posisi matahari saat itu sedang berada di garis equator sehingga penyinarannya cukup optimum yang menyebabkan cuaca menjadi lebih panas. Namun BMKG mengatakan bahwa cuaca panas tersebut masih terhitung normal tidak jauh dari angka 32-34 derajat Celcius dan tidak akan melebihi angka tersebut [1]. Beruntung di Bogor masih ada beberapa ruang terbuka hijau yang cukup menyejukkan ketika cuaca panas seperti ini. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya ketika berada di kota-kota besar yang minim akan pepohonan sementara cuaca sangat panas menyengat. Bumi memang telah banyak mengalami perubahan, perubahan ini tak lain karena berbagai aktivitas manusia. Bisa jadi Bogor akan mulai mengalami defisit ruang terbuka hijau karena alih fungsi lahan. Sekarang sudah banyak ditemukan areal persawahan yang dijadikan perumahan serta pendirian vila-vila liar pada lereng pegunungan yang menyebabkan gundulnya hutan.

Matahari bersinar sangat terik dibalik pepohonan

Matahari bersinar sangat terik dibalik pepohonan

Bumi yang kita tempati saat ini diperkirakan sudah mencapai usia 4,467 miliar tahun, 70 juta tahun lebih muda dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan bahwa usia bumi adalah 4,5 miliar tahun lebih [2] selama itu pula bumi telah mengalami perubahan. Bumi yang dulunya sangat hijau dan asri perlahan tapi pasti, mulai berubah karena aktifitas manusia yang banyak melakukan eksploitasi tanpa meremajakannya kembali. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk tetap menjaga kelestarian bumi demi generasi kita selanjutnya.

Bagaimana cara kita menjaga bumi?

Lakukanlah penghijauan….

Global warming (pemanasan global) yang dirasakan oleh seluruh penduduk bumi beberapa tahun belakang ini terutama disebabkan oleh menumpuknya gas rumah kaca (uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana) yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca pada atmosfer akibat aktifitas manusia seperti penebangan liar, eksploitasi energi fosil, alih fungsi lahan pertanian, pencemaran udara yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil baik kendaraan maupun industri yang banyak menyumbangkan gas karbondioksida.

Suhu bumi saat ini lebih panas dibanding 70-80% periode selama 11.300 tahun terakhir atau sejak akhir Zaman Es [3]. Laporan “Turn Down the Heat” World Bank menyebutkan suhu bumi berpotensi naik sebanyak 4 derajat di akhir abad ini jika komunitas global gagal menanggapi isu perubahan iklim. Peningkatan suhu 4°C berpotensi menciptakan skenario-skenario cukup mematikan yaitu: kota-kota pesisir terancam banjir, produksi pangan terancam turun dan berpotensi meningkatkan kasus malnutrisi; banyak kawasan kering yang akan semakin kekeringan, dan kawasan basah menjadi lebih basah; banyak kawasan akan mengalami gelombang panas, terutama di daerah tropis; banyak kawasan akan mengalami kelangkaan air; siklon tropis akan semakin intens; dan keanekaragaman hayati terancam punah, termasuk sistem terumbu karang [4]

Proses Fotosintesis, Gambar diambil dari sini

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya [5]. Fotosintesis tanaman, selain menyerap panas, juga menghasilkan oksigen (O2) yang memberikan efek segar bagi lingkungan di sekitarnya. Pada saat bersamaan, tanaman mampu membbersihkan bahan-bahan pencemar di udara seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2) [6].

Penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul) dikenal dengan istilah Reboisasi. Reboisasi berguna untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global dengan menangkap karbondioksida dari udara, serta dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu) [7]. Selain mengurangi pemanasan global, reboisasi sangat penting untuk dilakukan mengingat sering sekali terjadi bencana tanah longsor beserta banjir terutama dimusim hujan yang akan mengakibatkan kerugian serta korban jiwa. Bencana longsor sering terjadi pada perbukitan dengan kemiringan mencapai 60 derajat. Beberapa daerah ini telah dijadikan pemukiman oleh sebagian masyarakat yang seharusnya merupakan daerah vegetasi tanaman. Akibatnya tanah di daerah tersebut akan mudah longsor lantaran tidak diperkuat oleh akar tanaman. Terlebih disaat musim penghujan tiba, debit air hujan yang tinggi menjadikan kandungan air tanah menjadi semakin banyak sehingga tanah akan menjadi labil yang menyebabkan bencana longsor menjadi tak terelakkan lagi.

Melakukan penghijauan sangatlah mudah yang penting ada kesadaran dan kemauan dari diri sendiri untuk melakukannya. Baik pemerintah maupun lembaga swadaya memang telah berupaya melakukan gerakan penghijauan dengan menggencarkan beberapa program yang melibatkan masyarakat. Namun gerakan tersebut dirasa belum cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada. Kita dapat membantu pemerintah maupun lembaga terkait untuk menyukseskan penghijauan dan membantu mengurangi efek rumah kaca dengan melakukan penanaman secara mandiri di lingkungan sekitar kita. Untuk memulainya sangatlah mudah karena kini sarana dan prasarana pertanian sangat mudah kita temukan. Terlebih di jaman yang serba modern sekarang ini karena baik saprodi maupun bibit dengan mudah kita dapatkan secara on line melalui internet. Salah satu perusahaan yang concern dalam upaya penghijauan bumi melalui penyediaan biji dan bibit tanaman adalah CV. Mitra Bibit.

Hijaukan Bumi Bersama Mitra Bibit

CV. Mitra Bibit
CV. Mitra Bibit adalah perusahaan yang menjual berbagai jenis biji dan bibit tanaman yang berkualitas dan bertekad untuk menghijaukan bumi. Melalui websitenya yaitu www.mitrabibit.com , CV Mitra Bibit selalu siap melayani permintaan biji dan bibit berbagai jenis tanaman secara online. CV. Mitra Bibit menyediakan bibit dan biji dari berbagai macam tanaman baik pembelian dalam skala besar ataupun kecil, juga melayani penjualan biji dan bibit tanaman ke seluruh Indonesia, bahkan expor keluar negeri.

Jika sobat blogger pencinta bumi berminat, maka sobat dapat menghubungi CV Mitra Bibit (dapat melalui email) atau datang langsung ke alamatnya untuk mengetahui informasi lebih lanjut terutama mengenai harga. Harga memang tidak dicantumkan dalam website karena dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim. Harga juga dipengaruhi dari besar kecilnya bibit yang akan dipesan. Tentunya pemesanan dalam skala besar akan mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari CV Mitra Bibit. Mitra Bibit sangat mengutamakan kualitas dan pelayanan, karena hal tersebut yang paling utama bagi perusahaan sebagai mitra sobat.

Produk unggulan dari CV. Mitra Bibit adalah bibit jeruk (bibit jeruk nipis, bibit jeruk siam/manis, bibit jeruk purut, bibit jeruk santang).

Bibit Jeruk Siam, gambar diambil dari sini

Bibit Jeruk Bali, gambar diambil dari sini

Saya sangat menyukai buah jeruk, kedepannya saya berencana untuk menanam tanaman jeruk di perkarangan sekitar rumah, karena disamping membantu mengurangi jumlah gas karbondioksida, teknis budidaya tanaman jeruk terbilang cukup mudah serta buah yang dihasilkannya banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Selain bibit jeruk, Mitra Bibit juga menjual beragam bibit dan biji tanaman yang berkualitas, berikut adalah beberapa jenis bibit dan biji yang tersedia pada Mitra Bibit:

Jenis Bibit

  1. Bibit Tanaman Buah (Srikaya, Sirsak Ratu, Sawo, Sukun, Alpukat, Kakao, Durian Bawor, Rambutan, Manggis, Mangga, Kelengkeng)
  2. Bibit Tanaman Kayu (Gaharu Gyrinop, Pinisium, Damar, Mindi, Trembesi, Misupsi Afrika, Gmelina)
  3. Bibit Tanaman Lainnya (Kopi Robusta)
  4. Bibit Tanaman Pakan Ternak (Kaliandra)
  5. Bibit Tanaman Perindang (Bunga Pucuk Merah, Pinisium, Ketapang Laut, Palem, Beringin, Glodok Pecut, Cemara, Tanjung)
  6. Bibit Tanaman Rempah (Kemiri, Pala, Lada, Cengkeh)

Jenis Biji

  1. Biji Tanaman Buah (Srikaya, Sirsak, Sawo, Rambutan, Nangka, Manggis, Mangga, Kelengkeng, Kedongdong Jumbo, Kakao, Alpukat, Jeruk)
  2. Biji Tanaman Kayu (Mahoni Kupasan untuk obat, Turi, Trembesi, Buto, Pinus, Nyamplung, Mimba, Kesambi, Kedawung, Karet, Johar, Gmelina, Flamboyan, Gamal, Eucalyptus Alba, Cendana, Acasia Formis, Gaharu, Puspa, Mindi)
  3. Biji Tanaman Pakan Ternak (Kaliandra, Kaliandra Merah)
  4. Biji Tanaman Perindang (Palem Merah, Cemara)
  5. Biji Tanaman Rempah (Cengkeh, Pala, Kemiri)

Bagaimana caranya jika sobat blogger tertarik untuk memesan beberapa jenis bibit atau biji tersebut? begini caranya:

Cara melakukan pemesanan:

  1. Untuk pemesanan menggunakan Armada yang disediakan Mitra Bibit, pembayaran dimuka sebesar minimal 30-50% sebelum pesanan diantar ke alamat pemesan.
  2. Pemesanan dalam skala kecil/pemesanan biji benih yang di antar menggunakan jasa pengiriman (JNE, TIKI, ESL-Expres, atau menggunakan ekspedisi pengiriman lainnya), pembayaran dilakukan di muka via transfer ke rekening Bank CV Mitra Bibit sebelum pesanan Sobat dikirim. (Ongkos kirim ditanggung oleh pemesan)
  3. No Rekening Bank akan  diberitahukan oleh CV Mitra Bibit via SMS/Telp jika Sobat ingin melakukan pemesanan.
  4. Sobat juga dapat datang langsung ke lokasi untuk melakukan transaksi secara langsung.

Jika sobat mau bertanya-tanya dahulu sebelum memesan atau ingin tahu lebih jelas tentang produk yang ada di Mitra Bibit, sobat dapat menghubungi nomor dan email berikut ini:

HP: 0852-2848-4369

Email: Pengelola@MitraBibit.com

(sertakan No. Hp atau Data Diri dalam Email agar pihak Mitra Bibit dapat menghubungi/memberi Informasi lebih lanjut)

atau datang langsung ke:
Jl. Kemiri-Karangduwur, Ds.Karangduwur,
Kec. Kemiri,
Kab. Purworejo, Jateng

Apakah bibit atau biji yang diproduksi oleh Mitra Bibit ini berkualitas? Tentu berkualitas!, karena Mitra Bibit telah memiliki beberapa dokumen yang memberikan bukti legalitas terhadap CV. Mitra Bibit, salah satunya dokumen berikut ini:

Untuk lebih jelasnya Sobat bisa mengklik link legalitas perusahaan. Sobat dapat melihat dokumen lainnya yang menjamin bahwa CV. Mitra Bibit adalah perusahaan bibit yang profesional. Selain memberikan bibit dan biji yang berkualitas, CV. Mitra Bibit juga ikut andil dalam menghijaukan bumi dengan memberikan pengetahuan melalui tips dan artikelnya, mulai dari cara budidaya tanaman, informasi daerah penghasil bibit, proses pembuatan pengepakan bibit, dan lain sebagainya. Sobat dapat mengklik link Tips dan Artikel untuk mengetahuinya lebih lanjut. Dijamin informasi ini sangat berguna untuk kita semua terutama dalam rangka penghijauan bumi.

Makanya, ayo hijaukan bumi bersama mitrabibit.com!

Bagaimana jika di sekitar halaman rumah tidak ada lagi tempat untuk menanam?

Pertanyaan ini sering sekali terlontar dari beberapa teman, saudara atau bahkan ibu-ibu di wilayah binaan saya yang memang minim sekali akan penghijauan. Tak pelak keinginan menggebu untuk menghijaukan lingkungan sekitar menjadi terbendung hanya karena tidak memiliki areal penanaman. Bagi sobat yang memiliki masalah yang sama tidak perlu khawatir, karena jika ingin menanam tidak selalu harus di areal yang luas. Pada lahan sempit sekalipun kita dapat melakukan penanaman untuk penghijauan. Sekarang ini telah banyak inovasi dalam melakukan budidaya tanaman untuk lahan sempit. Model budidaya untuk lahan sempit diantaranya adalah vertikultur, hidroponik, aeroponik, dan menggunakan wadah pot/polibag. Menurut saya, inovasi model budidaya yang paling mudah diterapkan pada skala rumah tangga adalah vertikultur dan pot. Vertikultur umumnya digunakan untuk menanam sayuran berdaun dan sebagian tanaman toga (tanaman obat keluarga). Sedangkan wadah pot/polibag digunakan untuk sayuran berbuah atau tanaman buah-buahan. Tanaman buah yang ditanam dengan menggunakan pot dikenal dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Tanaman jambu atau jeruk dapat kita tanam dengan menggunakan model tabulampot ini. Teknis budidayanya pun relatif sama dan mudah, asalkan kita rajin merawatnya.

Tabulampot Tanaman Buah Jambu

Tabulampot Tanaman Buah Jambu

Nah, bibitnya sudah tersedia, model budidaya juga ada, maka tunggu apalagi? Ayo kita hijaukan bumi sekarang juga! Kalau bukan kita yang bergerak dari sekarang lalu siapa lagi?. Jangan sampai kita menunggu bumi ini rusak dan menjadikan generasi penerus sebagai korban.

Ayo kita mulai dari sekarang, hijaukan bumi maka senyumpun berseri!

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Review Mendukung Penghijauan Bumi yang diadakan oleh CV. Mitra Bibit Periode 5 Januari-22 April 2013.

Daftar Pustaka:

[1] Indra Subagja. 2013. Penjelasan BMKG Soal Suhu Jakarta Panas Menyengat Hari Ini. Edisi Senin 11 Maret 2013. http://news.detik.com/read/2013/03/11/190857/2191837/10/penjelasan-bkmg-soal-suhu-jakarta-panas-menyengat-hari-ini?9922032

[2] BBC. 2010. Usia Bumi Diperkirakan Lebih Muda. Edisi 12 Juli 2012. http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2010/07/100712_earthage.shtml

[3] Hijauku. 2013. Manusia Picu Kenaikan Suhu Bumi. Edisi 11 Maret 2013. http://www.hijauku.com/2013/03/11/manusia-picu-kenaikan-suhu-bumi-50-tahun-terakhir/

[4] World bank. 2012. Laporan Baru Menganalisa Risiko Peningkatan Suhu Bumi Sebesar 4 Derajat di Akhir Abad http://www.worldbank.org/in/news/press-release/2012/11/18/new-report-examines-risks-of-degree-hotter-world-by-end-of-century

[5] Wikipedia. 2013. Pemanasan Global. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

[6] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2009. Pertanian Jantung Kehidupan. Departemen Pertanian. Jakarta. 16hal.

[7] Wikipedia. 2013. Reboisasi. http://id.wikipedia.org/wiki/Reboisasi

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

2 thoughts on “Bumi Hijau, Senyumpun Berseri

  1. kunjungan malam kawan, apa kabar

    Posted by penyuluh perikanan | April 21, 2013, 12:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: