//
archives

Archive for

Gak’ Ngeblog, Gak’ Asik

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh. Hallo teman-teman, apa kabar? Alhamdulillah ya kita sudah memasuki minggu ketujuh pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, bertepatan juga dengan minggu kedua diklat (pendidikan dan pelatihan) yang sedang saya jalani, itu artinya sebentar lagi saya bisa pulang bertemu dengan keluarga tercinta. Aamiin.

Time is running out, waktu yang berjalan terasa sangat cepat berlalu, kita terkadang tidak menyadarinya jalannya waktu. Misalnya suatu hari kita merasa berada di awal waktu, tetapi sebenarnya kita sudah berada dipenghujung waktu. Namun, waktu yang cepat berlalu ini tidak akan terasa lama jika kita menjalani dengan ikhlas (ciyeeee). Diklat yang sedang saya jalani ini memakan waktu selama 3 minggu, kami tidak diperbolehkan untuk keluar area diklat sedikitpun. Rasanya jenuh sekali terlebih pada pertengahan minggu ini, tetapi kejenuhan itu terobati oleh hobi yang satu ini yaitu: NGEBLOG. Mau tau ceritanya? Ini dia ceritanya:

Jika teman-teman seangkatan saya memiliki hobi yang “keibuan sekali” seperti memasak, membuat kue, berjualan, membuat suvenir dan lain sebagainya, maka saya memiliki hobi yang bisa dibilang narsis, yaitu ngeblog. Mengapa narsis? Karena maklum saja, saya ini hanya penulis blog amatir yang menyukai dunia tulis-menulis di web log alias blog. Saya belum terlatih dan berkeinginan untuk mengasah kemampuan yang “ecek-ecek” ini. Saya bersyukur jika ternyata beberapa artikel yang saya tulis benar-benar berguna karena pada dasarnya saya ini narsis hehe. Kalau boleh saya gambarkan lewat pantun, ini adalah alasan mengapa saya sangat menyukai dunia blogging:

Yow what’s up bro and sis

Don’t worry to be narsis

Yang penting harus santun

Mari kita berbalas pantun

Jalan-jalan ke bandung

Jangan lupa beli pengki

Dari pada bingung

Mending kita ngeblog lagi

Ada duri dalam tembok

Ada preman lagi mengaji

Gak rugi deh kalo ngeblog

Tambah teman dan tambah rejeki

Nah, dari pantun di atas dapat saya gambarkan mengapa saya sangat menyukai yang namanya ngeblog. Untuk saya pribadi ngeblog itu dapat membuat kita eksis di dunia maya terlebih pada jaman yang modern ini. Jika kita sudah sering ngeblog dan selalu berkomitmen untuk melakukan blogging maka keeksistensian kita dapat diketahui oleh orang lain terutama para penjelajah dunia maya. Setelah kita eksis dan dikenal oleh banyak orang, tentu kita akan mendapatkan teman baru di dunia maya yang jumlahnya sangat banyak sekali terutama para blogger. Kita bisa menjadi salah satu bagian dari para blogger dengan ikut bergabung dalam wadah kumpulan blogger seperti Anging Mammiri. Setelah mendapat teman dan tergabung dalam komunitas, kita juga bisa mendapatkan rejeki melalui blog lho. Caranya bagaimana? Dengan mengikuti lomba-lomba yang diperuntukan oleh para blogger seperti kontes #8 Minggu Ngeblog ini, jika kita menang maka tentu akan mendapat rejeki. Ngeblog juga bisa kita gunakan sebagai sarana untuk mempromosikan suatu produk jika kita memiliki hobi berdagang. Selain itu ngeblog juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kita lho karena ketika kita menulis di blog tentu tidak sembarang atau asal-asalan saja. Dengan demikian manfaat ngeblog dapat saya gambarkan lebih rinci sebagai berikut:

Ngeblog–>dikenal orang–>mendapat teman–>masuk dalam grup para blogger–>mengikuti kontes blog–>mendapat rejeki, dikenal oleh banyak orang–>diakui keeksistensiannya–>meningkatkan kemampuan menulis

nyuri-nyuri waktu buat ngeblog ketika jadwal masuk kelas kosong saat diklat

nyuri-nyuri waktu buat ngeblog ketika jadwal masuk kelas kosong saat diklat

Beberapa hal di atas adalah latar belakang mengapa saya menyukai dunia blogging. Blogging sudah menjadi hobi yang sangat saya sukai, karena selain menambah teman, wawasan dan eksistensi, ternyata ngeblog itu juga dapat mendatangkan rejeki. Saya tidak dapat membayangkan jika seandainya saya tidak ngeblog. Rasanya pasti sangat membosankan. Seperti saat ini, ngeblog adalah hiburan bagi saya di tengah rutinitas yang padat pada diklat yang sedang saya jalani. Hampir setiap hari saya menyempatkan untuk ngeblog dengan mencuri-curi waktu diantara waktu istirahat atau ketika selesai apel malam setiap hari. Nah, ketika di kelas saya menyempatkan untuk menulis di buku catatan mengenai tulisan yang akan saya blog-kan, nanti tinggal dipindahkan saja ke netbook ketika kegiatan sudah usai. Kalau di rumah bagaimana? Sama saja, hampir setiap hari saya juga ngeblog, biasanya ketika pulang kerja dan disaat Alfi (anak kesayangan saya) sudah tidur. Sekarang kalau ditanya seandainya saya tidak ngeblog itu gimana rasanya, jawaban saya adalah sebagai berikut ini:

1. Timbul rasa bosan

Ketika saya tidak ada kerjaan alias menganggur, rasanya jadi cepet bosan karena tidak melakukan apa-apa, maka HP pun menjadi andalan untuk ngenet atau sekedar online. Semenjak mengenal blog sepertinya waktu benar-benar bermanfaat bahkan untuk bisa ngeblog saat ini sampai harus pandai mencuri waktu luang sehingga rasa bosanpun hilang

2. Gaptek (gagap teknologi)

Malu juga nih kalo sedang kumpul sama teman-teman terus kita mendiskusikan hal-hal yang berbau teknologi terutama tentang perkembangan internet. Waktu itu saya hanya bengong saja, lumayan lama memahami kecanggihan dunia internet. Nah, sejak mengenal blog mau tidak mau saya harus belajar untuk mengutak-atik blog, memahami kode-kode serta istilah lainnya yang sangat asing bagi saya. Dulu saya gak’ tau lho gimana caranya memasang banner, tetapi karena ingin tahu dan kepingin gak’ gaptek lagi maka saya harus belajar. Akhirnya setelah berguru kepada teman-teman yang lebih ahli, sekarang saya gak’ (terlalu) gaptek lagi hehe

3. Bisnis kurang berkembang

Kebanyakan teman-teman yang saya kenal menggunakan media sosial seperti FB atau twitter untuk memasarkan beberapa produk mereka, sayapun melakukan hal yang sama, saya mencoba mempromosikan beberapa dagangan saya, lumayan sih ada saja yang berminat namun responnya masih kurang. Akhirnya saya mencoba memasukkan produk saya ke dalam blog, dan ternyata konsumen cukup meningkat. Karena bila saya perhatikan beberapa customer langsung menuju blog saya setelah mencari produk yang mereka cari melalui mbah Google. Seperti beberapa waktu kemarin, saya berhasil membantu memasarkan bibit milik petani setelah ada seorang customer yang tertarik dengan bibit yang saya pasarkan melalui blog. Kalo waktu itu saya tidak mempromosikan bibit tersebut di blog mungkin customer itu tidak pernah datang kepada saya.

4. Merasa kurang bermanfaat ketika sedang berselancar di dunia internet

Kalo dulu ketika sedang berselancar di internet, saya seringkali online tanpa tujuan jelas, rasanya buang-buang waktu dan pulsa saja. Tetapi melalui blog saya memiliki tujuan yang jelas, yaitu menulis, narsis dan eksis hehe.

5. Kurang wawasan

Sebenarnya wawasan tidak hanya kita peroleh dari internet saja. Bagi saya ngeblog itu adalah salah satu sarana menambah wawasasan di internet, karena dengan ngeblog kita pasti akan berjelajah guna menambah kualitas ngeblog kita. Tema yang diangkat dalam blogging itu cukup banyak, apalagi ketika kita sudah bergabung dengan kumpulan blogger-blogger yang lebih senior, dijamin deh menambah wawasan kita selain menambah teman tentunya

6. Hobi menjadi tidak berkembang

Jika dikaitkan dengan buku, maka hobi saya adalah membaca dan menulis. Saya memang senang menulis walaupun menulisnya gak’ jelas. Hanya saja hobi saya ini dulunya tidak dipublikasikan. Nah, semenjak mengenal dunia blogging, saya merasakan hobi menulis ini menjadi berkembang, karena tulisan yang kita buat itu dipublikasikan. Beberapa kritik dan saran membangun bisa kita dapatkan dari blogger lainnya untuk menunjang kualitas tulisan kita. Kebayangkan jika memiliki hobi menulis tetapi tidak pernah dipublikasikan

7. Teman kurang cepat bertambah seperti saat ini

Sebelum saya memiliki blog, teman dunia maya yang saya tahu hanya sekitar di jejaring sosial saja, tetapi setelah ngeblog ternyata teman saya bertambah dengan cepat lho, karena melalui ngeblog kita dapat berkumpul di suatu wadah blogger yang tentunya dapat menambah teman baru, selain itu event-event seperti lomba blog juga dapat menambah teman contohnya ya Anging Mammiri ini.

pernah naik panggung karena ngeblog dan tentunya menambah teman juga

Beberapa poin di atas adalah beberapa hal yang saya rasakan seandainya saya tidak ngeblog, yang pasti kalau gak’ ngeblog rasanya jadi galau karena ngeblog sudah mendarah daging, mengakar dan mengurat dalam diri (maaf kalau lebay hehe). Jadi kalau melihat uraian saya di atas enak mana? Ngeblog atau gak ngeblog? kalau saya sih pilih ngeblog, kalo kamu?

Cerita Prajab (Malam Inagurasi ASF)

Intermezooooo……

Mumpung masih ada pulsa modem, dan mumpung mata masih 25 watt, saatnya saya menarikan jemari di atas keyboard untuk melaporkan jalannya malam inagurasi ASF. Apa itu? Malam inagurasi ASF adalah malamnya teman-teman kelas B menyuarakan suaranya yang lembut dan merdu (ciyeeeee) melalui lagu-lagu sebelum mulai belajar, tetap harus belajar donk masa mau senang-senang terus, inga…. inga…. main harus, tugas juga jalan terussss…. betul begitu? Nah, ASF sendiri adalah singkatan dari Akademi Stung Friendship Forever, hehe sebenernya saya iseng sendiri memberi namanya biar rame gitu (mohon izin eyang sukro :P)

Daaaannnnnn inilah report malam inagurasi ASF….

Dimulai dari bapak pemateri yang menginginkan ice breaking supaya peserta semangat dan gak’ mengantuk saat diskusi. Kami diberikan satu jam untuk menghibur diri, bukan grup stung kalo gak’ suka nyanyi. Jadilah satu jam itu kami isi dengan bernyanyi bersama dengan artis andalan kami Ibu Lilis dan Bpk. Fajar, hehe…. semangat semangat…. Ini lho fotonya 😀 cekidot yaaaa….

IMG_3789

IMG_3787

IMG_3781

IMG_3774

IMG_3782Segitu saja ya pemirsa laporannya, kalo semuanya dilaporin gak’ bakal cukup tempat ini. Ice breakingnya berhasil, habis itu kita lanjut diskusi dengan presentasi pertama dari kelompok 1. Asli, belum siap pemirsa, jadi rada karacau kata urang sunda mah hehe. Tapi it’s okay ya yang penting cuek aja haha.

Sebagai penutup, saya ada pantun nih:

“Jalan-jalan ke Bandung”

“Jangan lupa beli pengki”

“Ini dia grup stung”

“yang paling fungky”

Selamat malam, tidur yang nyenyak dan jangan lupa belajar!

 

 

Cerita Prajab (MInggu Pertama)

bersama teman-teman

bersama teman-teman

Hallo man teman, alhamdulillah sudah weekend lagi, gimana kabarnya? Seneng banget rasanya karena hari ini waktu luang cukup banyak dibanding enam hari kemarin di minggu pertama diklat prajab. Saya sudah bercita-cita ingin mengabadikan cerita prajab melalui tulisan, supaya kalo kangen dengan teman-teman serta teman-teman bisa bernostalgia melalui tulisan ini. Sebagian teman-teman pasti sudah pernah merasakan ketika berada dalam satu kelompok yang senasib sepenangungan, kompak dan saling mengasihi satu sama lain. Ketika kita berada dalam kelompok tersebut pasti rasanya bahagia ya, dan ketika kita harus berpisah kembali ke tempat masing-masing pasti rasanya sangat sedih serta kehilangan. Berikut adalah cerita saya dan teman-teman yang sedang mengikuti diklat prajab, banyak kisah , cerita suka maupun duka yang mewarnai hari-hari kami selama diklat, dan tentu saja banyak pula pelajaran yang dapat dipetik melalui diklat ini. Semuanya insyaAllah akan saya rekam dalam tulisan ini setiap minggunya sebagai memori dihari nanti. Mudah-mudahan sempat menulisnya. Gak’ usah panjang lebar, mariiii kita mulai ceritanya….

Berpisah dengan Orang-Orang Tercinta

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kami sangat senang dan bersyukur ketika kami semua (para CPNSD Kabupaten Bogor tahun 2012) mendapatkan kabar bahwa tanggal 12 Mei-1 Juni 2013 akan melaksanakan diklat prajabatan. Itu artinya SK 100% segera datang. Beberapa persyaratan harus kami lengkapi agar dapat mengikutinya, jangan sampai gak’ lengkap lho karena bisa jadi gak’ dapat surat perintah untuk mengikuti diklat ini. Minggu tanggal 12 Mei 2013, hari yang ditunggu-tunggu telah datang, kami bertolak dari tempat masng-masing menuju tempat diklat di Hotel Purnama Jl. Raya Cipayung KM 75 Kabupaten Bogor. Perasaan saat itu bercampur aduk, senang karena akhirnya diklat prajab datang juga walaupun belum satu tahun bertugas (kira-kira 6 bulan), sedih karena harus berpisah dengan keluarga selama tiga minggu dengan keluarga terutama anak, istri, maupun suami. Pagi itu hampir semua yang sudah berkeluarga ikut mengantar ke berangkatan kami, tak terkecuali saya yang membawa keluarga. Perasaan saya saat itu cukup sedih karena khawatir dengan Alfi (anak saya yang paling ganteng hehe), pasti bakalan kangen berat. Tetapi setelah sampai di lokasi diklat, ternyata saya tidak sendiri, banyak ibu yang membawa anak mereka untuk ikut mengantar beserta suami atau istrinya. Saya pun semangat kembali, saya yakin diklat ini akan berkesan seperti apa yang telah dikatakan oleh teman-teman yang sudah terlebih dulu merasakan. Dannnnnn….. hal tersebut benar adanya, diklat prajab amat sangat berkesan dan menyenangkan.

“burung kakak tua, nemplok di jendela”

“prajab tiada dua, kesannya cetar membahana”

Tumbuhnya Kebersamaan

suasana di kelas

suasana di kelas

Sejak awal kedatangan di tempat diklat kami langsung melakukan kegiatan, awalnya dibentuklah beberapa orang untuk menjadi petugas pembukaan diklat. Terlihat sekali calon-calon pemimpin karena panitia tidak sulit untuk menentukan petugas. Kemudian siangnya kami langsung di ajarkan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) yang dilatih oleh pembina dari KOSTRAD TNI AD. Kami dibagi menjadi dua kelas, A dan B. Tertawa bersama, saling memberi support antar kelas kami lakukan. Hingga tibalah hari-hari diklat prajab yang sebenarnya. Bila saya uraikan, aktivitas kami dari pagi sampai malam adalah sebagai berikut:

  1. Pukul 05.00-06.00 olahraga pagi dengan pembina dari KOSTRAD, lari pagi dan beberapa gerakan dasar senam
  2. Pukul 06.00-07.15 sarapan pagi, bersih-bersih dan persiapan untuk apel pagi. Kami harus kumpul di satu DP (daerah persiapan) menuju tempat apel melalui baris-berbaris. Harus kompak lho biar gak dihukum pembina hehe
  3. Pukul 07.30-08.00 apel pagi, nah yang jadi danton, piket kompi, serta pengucap panca prasetya kopri harus inisiatif jangan sampai nunggu ditunjuk, biar dapat point dan tentunya supaya kita belajar juga
  4. Pukul 08.00-09.15 materi di kelas, materi di sesuaikan dengan jadwal yang sudah diberikan. Kita harus aktf bertanya dan berdiskusi di kelas karena kita sudah termasuk orang dewasa yang menerapkan metode andragogi, metode ini membutuhkan peserta untuk aktif berpartisipasi. Terus kalo kita rajin bertanya maka akan mendapat nilai plus-plus
  5. Pukul 09.15-09.45 coffe break biar gak ngantuk
  6. Pukul 09.45-12.00 materi lanjutan
  7. Pukul 12.00-13.00 ISHOMA, waktu kita mau makan, baik pagi, siang maupun malam sebelumnya kita harus berkumpul secara rapih di DP masing-masing kelas kemudian setelah diatur sedemikian rupa dan jika barisan sudah rapih maka kita bisa memasuki ruang makan secara satu persatu dengan rapih, jang lupa ucapka n “PRAJAB!” sambil hormat
  8. Pukul 13.00-15.15 materi lanjutan
  9. Pukul 15.15-16.00 ISHO
  10. Pukul 16.00-18.15 materi lanjutan
  11. Pukul 18.15-18.30 ISHOMA, waktunya kita mandiiiii
  12. Pukul 19.15-21.30 Materi lanjutan
  13. Pukul 21.30-21.45 Apel Malam
pengarahan dari pembina

pengarahan dari pembina

Materi yang sudah kami terima pada minggu pertama ini adalah:

  1. PBB
  2. Dinamika Kelompok
  3. Team Building
  4. Mind Setting
  5. Good Governance
  6. Pemberantasan korupsi
  7. Tata upacara sipil
Kreatifitas kelompok

Kreatifitas kelompok

Beberapa materi menuntut kerjasama dari setiap individu untuk melakukan kerjasama. Dari situ mulailah tumbuhnya kebersamaan dan kekompakan. Saat memecahkan masalah, membangun kelompok, menentukan yel-yel penyemangat membuat suasana menjadi hidup. Kini kami sudah merasa menjadi keluarga yang senasib sepenanggungan, jika satu salah maka salah semua, jika satu sakit maka yang lain ikut merasakan. Rasa satu korsa sudah terbentuk dalam kesatuan kami, ciyeeee. Dua minggu kedepan kami masih harus melaksanakan diklat, tetap semangat hingga tanggal 1 Juni nanti. Semoga semua dapat lulus, sehat selalu dan dapat kembali kepada keluarga tercinta dengan selamat. Aamiin. Satu yang pasti, tetap jaga semangat, jiwa korsa dan kedisiplinan yang telah dicapai. Prajabbbbbbbb……. Yes!

Adu pantun

Adu pantun

Yel-Yel

Dari segala penjuru, kami datang tuk bersatu

Sama-sama merasakan suka duka prajabatan

Oa-eo oa-eo oa-eo oa-eo oa-eo

Oa-eo oa-eo oa-eo oa-eo oa-eo

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu, Relakan kami pergi berjuang

Di bawah kibaran sang merah putih, majulah ayo maju maju (maju!)

Tidak kembali pulang (pasti pulang!), sebelum kita yang menang

Walau badan terdampar di prajabatan

Demi keluarga, bangsa dan negara

LASKAR PRAJAB

Prajab adalah kunci, untuk kita mendapat sebuah SK

Namun itu bukan utama, yang penting mah aktif saja

Kami ada di sini untuk jadi PNS yang sejati

Jujur adil dan disiplin itulah harapan kita

Berkaryalah dan terus berkarya

Tanggung jawab dan tak putus asa

Untuk mengabdi pada negara

Cita-cita mulia…..ooooohhhhh…..

Prajabatan…..

HOMBA-HOMBA HORSA

Makan telo gosong sama-sama kulite

Homba-homba horsa 2x

Hombae yae yao

Tatap mata yang tajam, sikap penuh wibawa

Semangat yang tak kenal menyerah

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Patah tumbuh hilang berganti

Walau badan menggelegar diiringi halilintar 2x

Kesetiaan prajab tak pernah menyerah 2x

Homba-homba horsa 2x

Hombae yae yao

BANG PRAJAB

Kau bilang pada ku, kau ingin bertemu

Ku bilang pada mu oh ya nanti dulu

Aku lagi diklat sayang, aku lagi prajab sayang

Untuk mendapat SK yang akan kita gadai

Sayang aku bukan lagi main, bukan lagi santai

Berjuang untuk masa depan, sabar sayang sabarlah sebentar

Aku pasti pulang karena aku

Tiga minggu 3x

Di prajabatan

MAJU PNS

Maju PNS membela yang benar, maju PNS tempuh jalan sukses

Maju PNS usir rasa malas, maju PNS tentu kita sukses

Bergerak PNS, berubah PNS

Lawanlah rasa malas

Ubahlah pola pikir, tak gentar PNS

Majulah, majulah sukses

IWAK PRAJAB

Prajabatan…..prajabatan…..prajabatan memang asik

Apel pagi, apel malam, semuanya ku jalani

Baris terus, push up terus, keluarga gak’ ke urus

Bangun pagi, senam pagi, habis mandi terima materi

TALAK PRAJAB

Mana nyeri nyeri nyeri teuing

Nyeri awak geus dipush up keun

Moal beunang ku disabaran

Aduh alah ieung tega teh teuing

Nyeri-nyeri-nyeri engke oge kaubaran

Najan kokotoran engke oge kagantian

Bakal turun SK naek gaji sajutaan

Pek geura gadaikeun ka BJB sakalian

Satu Sisi

Tulisan ini diikutkan pada 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri minggu keenam, dengan tema dua sisi.

Sebelum dimulai ngeblognya, boleh ya kalau saya curhat dulu. Saat ini saya sedang diklat (pendidikan dan pelatihan), diklatnya adalah diklat pembentukan karakter yang berhubungan dengan kedisiplinan. Kesempatan memegang HP atau netbook berkurang karena jam istirahatnya sempit, butuh perjuangan untuk menulis cerita yang berhubungan dengan tema ini. Tetapi demi komitmen (ciyeeeee), maka 8 minggu ngeblog harus tetap berjalan meskipun menulisnya sambil nyuri-nyuri waktu disaat istirahat. Keadaanya cocok banget dengan tema yang diusung oleh anging mammiri minggu keenam yang menampilkan dua sisi dengan diklat yang saya dapat saat ini. Yak, semangat! Mari kita mulai ngeblog!.

Semua di dunia ini memang sudah diatur secara berpasangan oleh Allah SWT. Sebuah rencana yang menurut saya sangat indah dan tidak dapat tertandingi. Seperti ada baik dan buruk, perempuan-laki-laki, miskin-kaya, dan sebagainya. Perbandingan tersebut dapat kita kelompokan menjadi perbandingan yang sederajat dan bertolak belakang. Nah, sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, saya mencoba menulis tentang perbandingan bertolak belakang yang terkait dengan sifat saya sewaktu dulu. Sebuah sikap yang merupakan dua sisi berbeda karena saling bertolak belakang. Ada sebuah lagu dari Dewa-19 yang dapat menggambarkan dua sisi saya saat itu, lagunya begini:

“satu sisi telah terhapus sisakan perih”

“Satu sisi telah terlahir memecah sunyi”

Dulu, ketika SMA saya mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Sisi yang pertama adalah sikap saya yang pendiam ketika berada di lingkungan sekitar rumah, dan menjadi periang ketika berada jauh dari rumah. Periang merupakan sisi kedua saya. Saya kurang bisa beradaptasi dengan masyarakat di sekitar rumah karena memiliki pemahaman yang berbeda tentang beberapa hal yang saya tahu saat itu. Saya cenderung menutup diri dan jarang bergaul dengan mereka. Pola pikir saya saat itu adalah saya tidak ingin terkontaminasi oleh pergaulan yang ada di masyarakat. Sehingga timbul image bahwa saya adalah orang yang pendiam dan susah bergaul. Berbeda dengan sikap saya yang ceria ketika berada di tempat yang jauh dari rumah ketika sedang bersama dengan teman-teman. Saya merasa berubah 180 derajat menjadi pribadi yang ceria dan supel ketika berada di luar lingkungan. Teman-teman menganggap saya anak yang ceria dan penuh semangat, hampir semua teman tidak tahu akan sisi saya yang lainnya. Lambat laun ketika sudah kuliah saya mulai menyadari akan ketimpangan dari dua sisi ini karena pada dasarnya saya menyukai diri saya yang ceria dan supel. Saya harus mengubah sikap pendiam dan sulit bergaul karena ini merupakan sebuah sikap yang bersumber dari pemikiran negatif. Perlahan saya mulai mengubah pikiran negatif dan berusaha membangun pikiran positif mengenai masyarakat di sekitar. Sikap saya terhadap masyarakat saat itu adalah berusaha peduli terhadap masyarakat dan bertindak untuk bergaul dan membaur dengan mereka agar saya dapat diterima oleh mereka. Awalnya cukup sulit, karena mereka sudah cenderung mencap saya sebagai anak yang pendiam, ekslusif, dan tidak mau bergaul dengan masyarakat. Contohnya ketika saya berjalan di sekitar lingkungan dekat rumah, beberapa orang yang saya temui seperti tidak peduli atau menganggap saya tidak ada saat itu. Rasanya sangat tidak nyaman, tapi saya menyadari karena itu adalah buah dari sikap saya sendiri. Akhirnya saya berusaha memunculkan sisi kedua saya yang ceria dan supel untuk mendekati dan bergaul dengan masyarakat. Butuh waktu yang cukup lama serta kesabaran agar saya dapat diterima oleh masyarakat. Saya terus memperbaiki diri dan menanamkan bahwa bersosialisasi itu penting serta bergaul dengan lingkungan meskipun lingkungan yang tidak kondusif sekalipun asalkan kita tidak terbawa arus dan memiliki prinsip sebagai pegangan. Alhamdulillah kini sisi saya yang pertama tidak berjalan beriringan lagi dengan sisi yang kedua, dapat dibilang sisi saya yang kedua kini berhasil mendominasi, masyarakat mulai menerima kehadiran saya. Saya menjadi pribadi yang ceria dan supel. Ketika menjadi seorang pendiam, saya merasa tidak menjadi diri sendiri karena bertolak belakang dengan sikap yang menurut hati saya lebih didominasi oleh sisi kedua. Kini, masyarakat di lingkungan sekitar rumah tidak lagi acuh terhadap saya, ketika kami berpapasan di jalan misalnya, kami saling menyapa dan tersenyum, rasanya menyenangkan karena saya tidak dicap lagi sebagai orang yang pendiam dan ekslusif, kini saya dapat berbaur dengan mereka.

Begitulah cerita tentang dua sisi yang saling bertolak belakang. Saya yakin setiap orang tidaklah sempurna, karena selain memiliki sikap yang baik, kita tentu memiliki sikap yang buruk pula. Sikap adalah organisasi keyakinan dan kecenderungan yang relatif stabil terhadap sesuatu. Hanya saja untuk implementasinya, sikap yang baik harus mendominasi sikap yang buruk agar kita bisa menjadi manusia dengan pribadi yang baik. Seperti ajaran tentang Yin dan Yang, yang menggambarkan bahwa ada hitam dalam putih, dan ada putih dalam hitam. Saya merepresantasikannya begini: seseorang yang memiliki sikap yang baik pasti juga memiliki sikap yang buruk meskipun porsinya sangat kecil, begitu pula sebaliknya, seseorang yang memiliki sikap yang buruk pasti juga memiliki sikap yang baik meskipun porsinya sangat sedikit. Contohnya adalah seorang koruptor berdasi, secara sikap dan intelektualnya mereka terlihat sebagai pribadi yang baik, tetapi jauh didalam dirinya ternyata memiliki sikap yang buruk yaitu berbuat curang dengan melakukan korupsi. Kemudian seorang penjahat yang telah melakukan beberapa kasus kejahatan tiba-tiba saja berubah 180 derajat menjadi seorang yang baik karena sadar akan perbuatannya.

Dari dua cerita tersebut, terlihat bagaimana sikap baik dan buruk dapat mempengaruhi pribadi kita, tergantung bagaimana cara kita memanagenya maka sikap yang bertolak belakang tersebut tidak akan menganggu kepribadian kita. Tentu kita semua meninginkan menjadi pribadi yang baik bukan? maka sikap yang baiklah yang harus mendominasi sikap buruk kita.

Pola pikir seseorang menentukan sikap sesorang yang selanjutnya diaplikasikan melalui tindakan. Tindakan ini memberikan dampak entah positif atau negatif. Pola pikir saya pada cerita tentang dua sisi di atas merupakan pola pikir negatif karena saya beranggapan bergaul dengan masyarakat memberikan efek yang negatif terhadap kepribadian saya. Secara tidak langsung pola pikir tersebut membentuk sisi buruk dalam diri saya yaitu menjadi orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga membuat saya mengambil tindakan untuk cenderung menutup diri dari masyarakat. Dampaknya tentu negatif, masyarakat menjadi tidak peduli terhadap saya, mencap ekslusif dan dianggap tidak ada. Saya tidak ingin hal tersebut terjadi lagi, maka saya menanamkan pola pikir dalam diri bahwa bergaul dan bersosialisasi itu penting, sehingga sikap buruk secara perlahan berkurang dan dapat didominasi oleh sikap baik menjadi orang yang ceria, supel dan peduli dengan lingkungan.

Kini dua sisi dalam diri sudah menjadi satu sisi, walaupun suatu saat sisi yang hilang muncul kembali saya yakin dapat menghadapinya. Tidak ada manusia yang sempurna, baik atau buruk kita yang menentukan, bagaimana dengan anda?

“Satu sisi melimpah berkah memeluk lelah ku”

“Satu sisi takan ku lepas temani hari ku”

Dewa-19 “Satu Sisi”

Persiapan Prajab-2

H-3 menjelang diklat……

Sepertinya ini edisi curhat, gak apa-apa ya rekan blogger siapa tau berguna juga. Menjelang diklat ini banyak yang harus dipersiapkan, baik fisik maupun mental. Ada baiknya jika kita persiapkan jauh-jauh hari supaya pas hari H nya siap lahir batin untuk mengikuti diklat prajab dan dapat lulus sehingga menjadi PNS 100%. Aamiin. Berikut ini persiapan menghadapi diklat prajab ala evrina tentunya:

  1. Siapkan persyaratan yang harus dibawa saat hari H. Syarat-syarat yang harus dibawa sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya. Syarat-syarat yang dibutuhkan harus benar-benar dibawa karena menurut panitia saat pembekalan, dulu ada salah satu peserta yang tidak lengkap membawa persyaratan saat hari H sehingga tidak bisa mengikuti diklat pada waktu itu
  2. Selesaikan pekerjaan sebelum pergi diklat supaya tenang dan tidak membebani yang lain. Kalau saya hampir seminggu ini menyelesaikan laporan yang berkaitan dengan rekan lainnya, kasian kan kalo mereka kelimpungan gara-gara saya belum menyelesaikan pekerjaan
  3. Tulislah pekerjaan yang belum selesai pada sehelai kertas agar ketika kita pulang diklat ingat kembali terhadap tugas yang belum selesai
  4. Mintalah bantuan terhadap rekan kerja yang dapat dipercaya untuk mewakili kita seandainya ada pekerjaan yang berkaitan dengan kita selama kita diklat
  5. Karena saya seorang penyuluh yang memiliki kelompok maka sebaiknya pamit terlebih dahulu dengan kelompok mengenai tugas diklat yang akan kita laksanakan agar selepas kita diklat kelompok dapat terjaga
  6. Bertanya kepada rekan senior atau teman yang telah menghadapi prajab lebih dahulu agar kita mendapatkan gambaran. Saya sudah bertanya kepada senior, sebagian memberikan gambaran pelaksanaan prajab menakutkan. Tujuannya sih supaya kita tidak menganggap sepele. Menurut teman saya yang sudah melaksanakan prajab, prajab itu ternyata menyenangkan, tidak seperti apa yang senior katakan, asalkan kita disiplin, menikmati prajab dan aktif insyaAllah dapat dilalui dengan baik, teman saya bilang dia malah ingin merasakan prajab lagi
  7. Siapkan uang tunai ya, karena kita tidak boleh keluar selama diklat (katanya sih), pasti ada beberapa keperluan seperti fotokopi diktat dan keperluan pribadi
  8. Hafalkan Panca Prasetya KPRI ya, kata senior sih nanti bakalan di tes

Berikut adalah materi/modul Diklat Prajab yang saya peroleh dari rekan saya (bisa sama atau mungkin tidak lho):

  1. dinamika kelompok
  2. sistem penyelenggaraan pemerintahan NKRI
  3. manajeman kepegawaian negara
  4. etika organisasi pemerintah
  5. pelayanan prima
  6. budaya kerja organisasi pemerintah
  7. manajemen perkantoran modern
  8. pembangunan kerja sama tim (team building)
  9. komunikasi yang efektif
  10. wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI
  11. program ko-kurikuler: senam kesegaran jas mani, baris berbaris, tata upacara sipil, pengarahan program, ceramah umum (muatan teknis subtantif lembaga)
  12. unsur penilaian dalam prajab adalah: sikap dan perilaku : 60% dan penguasaan materi 40%

Terlihatkan kalo unsur sikap dan perilaku memberikan porsi lebih besar dalam penilaian. Intinya asalkan kita mengikuti semua proses selama diklat, gak’ macem-macem dan aktif insyaAllah lulus.

Nah, ini kan sudah H-3, bseok malah H-2, yang sangat saya pikirkan adalah ketika harus meninggalkan Alfi selama tiga minggu. Berat banget rasanya, saya pasti kangen dan khawatir sama Alfi meskipun ada orang tua yang menjaga. Senior berkali-kali mengingatkan, ketika sudah berada disana gak usah inget anak dan keluarga dulu, fokus sama kegiatan karena kalo gak fokus kita sendiri yang rugi. Saya memang tidak sendiri, ada beberapa teman yang juga memilik anak kecil, malah masih ada yang memberikan ASI ekslusif. Panitia memberikan hak bagi ibu dan anak yang masih dalam proses menyusui selama tidak mengganggu jam pelajaran alias disaat istirahat. Sepertinya saya tidak bisa membawa ikut serta Alfi ke tempat diklat, karena memang keluarga dilarang menginap di tempat yang sama. Keluarga boleh menginap di tempat yang dekat dengan tempat diklat kami nanti. Semoga Alfi baik-baik saja, tidak sakit dan tidak merasa kehilangan mamahnya. Semoga suatu hari nanti dia mengerti mengapa mamahnya mesti meninggalkan dia selama tiga minggu itu *lebay banget nih*. Aamiin.

O iya diklat prajab tahun ini harus lulus, karena kalo diklat prajab untuk tahun depan menggunakan peraturan baru yang menyebutkan lamanya waktu diklat adalah selama tiga bulan. Waduh saya gak’ kebayang deh  kalo harus jauh dari keluarga terutama anak selama tiga bulan, tiga minggu saja sudah kepikiran. Makanya doakan ya teman-teman biar saya dan teman-teman bisa lulus dan bisa mengabdi kembali seperti semula serta dapat bekerja lebih baik lagi. Aamiin. Semangat!

Cinta Pertama, Cintanya Anak-Anak

Gambar Diambil dari Sini

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima

Bicara tentang cinta pertama, bagi saya rasanya gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena siapa sih yang gak’ pernah merasakan cinta, baik cinta kepada seseorang, kepada orang tua, benda kesayangan atau kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. Nah, kalau yang pertama ini yang agak susah, susahnya sih karena agak malu kalau mau mengungkapkan, karena cinta pertama pasti berkesan banget, makanya masih ingat dengan yang namanya cinta pertama sampai sekarang. Setiap orang pasti punya cinta pertama. Hayoooo ngaku siapa yang gak’ punya? Saya jamin pasti punya. Menurut saya cinta pertama yang keren itu adalah cinta pertama sekaligus juga cinta terakhir seperti lagunya Sherina:

“kau cinta pertama dan terakhir ku”

Sepertinya dalem banget ya. Tapi cinta yang tertinggi dan hakiki adalah cinta kita kepada sang Illahi, cinta yang tak tertandingi, semoga kecintaan kita terhadap Allah SWT tidak dapat tertandingi dengan bentuk cinta yang lain. Aamiin.

Ngomong-ngomong cinta itu apa sih? Om sule bilang cinta itu bagaikan bola salju:

“cinta ku kepada mu bagaikan bola salju berguling-guling semakin kencang”,

Gambar Diambil dari Sini

Menurut saya cinta itu sulit diungkapkan dengan kata-kata karena berkaitan dengan rasa. Coba deh deskripsikan rasa manis itu kaya gimana? Pasti sulit. Itulah anugerah dari Allah SWT yang sangat indah, sebuah rasa yang sulit diungkapkan. Cinta dapat membuat seseorang menjadi bahagia atau malah bersedih. Cinta adalah sebuah rasa yang hanya dapat dirasakan oleh hati. Tergantung bagaimana kita menempatkan sebuah cinta, maka merasakan cinta akan terasa sebagai anugerah. Seperti pengalaman cinta pertama yang pernah dulu saya rasakan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Orang bilang cinta yang tumbuh saat itu adalah cinta monyet, cintanya para remaja yang gampang berubah dan belum tentu mengerti arti cinta yang sebenarnya. Begini ceritanya:

Waktu itu saya adalah seorang anak berusia 9 tahun yang masih duduk di kelas IV SD. Pada saat itu saya masih anak-anak banget, maunya main terus. Mamah mendaftarkan saya untuk belajar mengaji di pesantren Alhamdaniyah dekat rumah bersama teman-teman lainnya. Duh, suka males kalau disuruh ngaji, soalnya ngajinya sore setelah ashar bertepatan dengan kartun sailormoon yang ditayangkan disalah satu stasiun TV swasta. Mulainya sih jam 5 sore, tapi mengajinya pasti belum beres. Oleh karena itu saya jadi malas kalau disuruh ngaji.

Tetapi sejak kedatangan Bang Mudeham semuanya berubah. Tanpa disuruh, saya dan teman-teman terutama yang perempuan pasti berangkat ngaji. Memangnya siapa Bang Mudeham? Bang Mudeham adalah seorang ustadz muda di pesantren tempat saya mengaji. Jika waktu itu saya masih kelas IV SD, maka Bang Mudeham sudah mengenakan seragam putih abu-abu. Kalau saya gambarkan Bang Mudeham itu wajahnya tampan, kulitnya putih, badannya tinggi, rambutnya hitam dengan model rambut saat itu dibelah tengah (apa ya namanya). Santri putri saja senang kalau melihat dia, apalagi kami murid-muridnya, terutama saya hehe. Selain itu Bang Mudeham juga mempunyai kharisma yang sulit digambarkan. Ketika dia mengaji rasanya bisa membuat orang terhipnotis, karena suaranya yang merdu. Cara mengajarnya juga jelas dan sangat sabar menghadapi kami yang masih kekanak-kanakan.

Saat itu rasanya kalau pergi ngaji jadi gak’ terasa berat karena ada Bang Mudeham. Tiap kali Bang Mudeham mengajar kok rasanya jadi berbunga-bunga ya, masa iya saya suka sama Bang Mudeham. Dasar anak SD ini, untung Bang Mudeham gak’ tahu kalau muridnya suka sama dia hehe. Dulu ketika saya dan beberapa teman-teman melewati rumah Bang Mudeham jadi salting (salah tingkah) sendiri, deg-degan gak’ jelas sampai keringet dingin. Padahal kalau dipikir belum tentu Bang Mudeham ada di rumah. Dasar anak-anak hehe.

Ketika saya duduk di bangku kelas VI SD, saya mendapatkan kabar kalau Bang Mudeham gak’ bisa sering mengajar, karena dia harus menghadapi ujian SMA. Sedih banget saat itu, jadi gak’ semangat mengaji. Setelah lulus SMA Bang Mudeham benar-benar tidak bisa mengajar lagi karena harus bekerja membantu keluarganya. Dia baru bisa ke pesantren setelah pulang kerja. Semangat mengaji hilang saat itu, untung mamah masih terus mendorong saya untuk mengaji. Jadi masih ada alasan menuju pesantren. Sedih banget rasanya kehilangan sosok Bang Mudeham. Kemudian setelah beberapa lama gak’ pernah bertemu dengan Bang Mudeham dan saya juga sudah sekolah di SMP ternyata terdengar kabar bahwa Bang Mudeham mau menikah dengan santri wanita di pesantren. Aneh ya kok gak’ sedih atau marah mendengar Bang Mudeham yang sangat dikagumi mau menikah, padahal saya kan suka dengan Bang Mudeham.

Begitulah ceritanya, waktu itu saya masih belum mengerti terhadap apa yang saya rasakan. Maklum cinta monyet, belum mengerti arti cinta. Jawaban itu baru saya dapatkan ketika saya sudah beranjak dewasa, ciyeeeh dewasa. Perasaan suka yang menurut saya adalah sebuah rasa cinta saat itu sebenarnya adalah rasa kagum dan sayang terhadap seorang ustadz muda yang telah mengajarkan saya mengaji. Itulah cinta pertama dan juga rasa cinta yang pertama kali saya rasakan. Rasa cinta tidak harus identik seperti perasaan saling menyukai antara laki-laki dengan perempuan, rasa cinta juga merupakan perasaan menyayangi terhadap seseorang layaknya saudara.

Satu yang pasti rasa cinta terhadap makhluk maupun benda tidak boleh melebihi rasa cinta kita kepada sang Khaliq, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah milik-Nya. Hanya cinta dan ridho-Nya lah yang dapat membawa kita menuju kebaikan baik dunia dan akhirat. Itulah cinta sejati, jauh dari yang namanya cinta monyet. Semoga kita semua bisa mendapatkan cinta sejati, cinta yang sangat berkesan dan hakiki seperti halnya cinta pertama yang tak terlupakan. Aamiin.

Demikian cerita cinta pertama saya, kalau kamu?

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri Minggu Ke-lima

Manfaat Warna Bagi Kehidupan

Tuhan telah menciptakan segala sesuatunya begitu sempurna. Semua hal dibuat-Nya saling melengkapi dan tak ada yang dapat berdiri sendiri. Seperti dua tangan dan dua kaki, serta tanah, air dan udara yang menyatu dan bersinergi membentuk kehidupan. Begitu pula dengan warna, warna akan terlihat indah jika saling memberikan sinergi satu sama lain. Apa jadinya dunia ini jika hanya ada satu warna? Jika hal tersebut terjadi maka kita tidak dapat melihat keindahan langit, deretan pepohonan, pegunungan atau bahkan pelangi. Pada kesempatan ini saya akan mencoba menulis tentang warna, sebuah tema yang pas sekali dengan lomba yang diselenggarakan oleh Anging Mammiri. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.

Saya menyukai warna yang saling melengkapi, bersatu dengan yang lain untuk membentuk keindahan. Seperti warna pada pelangi. Warna pada pelangi merupakan perpaduan dari Mejikuhibiniu yaitu:

Pelangi, Gambar diambil dari sini

  • Me = MErah

  • Ji = JIngga

  • Ku = KUning

  • Hi = HIjau

  • Bi = BIru

  • Ni = NIla

  • U  = Ungu

Pelangi dalam dongeng sering dihubungkan dengan peristiwa turunnya bidadari dari surga karena keindahannya. Bagi saya sendiri keindahan warna pelangi ini sangat menyejukan hati karena memberikan kesan keceriaan dan ketenangan. Itulah yang saya rasakan ketika melihat pelangi atau memakai pakaian yang bertemakan warna pelangi. Begitu lembut dan ceria.

Dari ketujuh warna pelangi tersebut, warna ungu adalah warna favorit saya saat ini. Sebelumnya warna favorit saya adalah biru dan hijau, namun warna favorit saya berubah seiring dengan semakin bertambahnya usia. Menurut seorang teman perubahan tersebut terjadi karena perubahan kepribadian. Mengenai hal ini akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan berikutnya.

Masih ada lagi warna yang belum disebutkan, warna yang biasanya sering ditafsirkan orang sebagai sisi baik dan sisi buruk, yaitu hitam dan putih. Hitam sering dihubungkan dengan sisi buruk karena warnanya yang terkesan gelap. Warna hitam memberikan efek yang lebih kuat bila dibandingkan dengan warna lain, warna yang tadinya cerah bila dicampur dengan hitam bisa menjadi terkesan kelam atau redup. Coba saja lakukan pencampuran cat antara hitam dan kuning, atau hitam dengan hijau dan sebagainya. Sedangkan putih lebih identik dengan kesan baik dan suci.

Pencitraan warna hitam dan putih melalui tokoh kartun, putih adalah angle dan hitam adalah devil. gambar diambil dari sini

Selain memberikan keindahan karena perpaduannya, warna juga dapat memberikan manfaat. Manfaat warna menurut saya adalah:

Memberikan arti suatu sifat atau hal

Misalnya abu-abu sering dikonotasikan dalam bahasa sebagai suatu sifat yang tidak punya pendirian, juga dapat  diartikan sebagai suatu hal yang belum jelas atau samar-samar. Nila atau merah muda sering diartikan warna cinta, lebih lekat dengan orang yang sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta. Putih sering diartikan warna yang suci karena kesannya yang bersih dan tidak tersentuh oleh warna apapun. Hitam sering diartikan sebagai warna yang kelam, dikonotasikan dalam bahasa sebagai suatu sisi yang kelam. Merah sering dikorelasikan dengan sifat yang berani, menyala-nyala seperti api. Ungu sering diidentikan dengan warna janda, dan sebagainya.

Menggambarkan kepribadian seseorang

Pada paragraf kedua di atas, telah saya sebutkan bahwa terjadi perubahan warna seiring dengan bertambahnya usia. Saya menafsirkan semakin kita bertambah dewasa maka akan memiliki kecenderungan perubahan warna favorit. Biru adalah warna favorit saya ketika remaja. Bagi saya biru itu ceria, menggambarkan sesorang yang enerjik dan selalu semangat. Warna itu memberikan identitas tersendiri terhadap saya saat itu, seorang gadis tomboy yang tidak bisa diam, selalu semangat dan ceria. Karena suka sekali dengan warna biru, mulai dari pakaian, kerudung, tas hingga sepatu pernah saya pakai secara bersamaan. Semenjak bekerja, warna favorit saya berubah menjadi hijau. Entah sejak kapan tanpa sadar baju yang saya miliki lebih banyak berwarna hijau. Sepertinya warna hijau memberikan kesan yang lebih kalem, sifat tomboy saya saat itu sedikit berkurang walaupun masih suka ‘grasak-grusuk’ tidak bisa diam. Saat ini saya sangat menyukai warna ungu, baik ungu muda maupun ungu tua. Saya merasa lebih feminim dan tidak terlalu tomboy seperti dahulu. Warna ini memberikan kesan yang sangat girly dan nyaman sekali ketika saya memakainya. Terkait dengan perubahan kepribadian, coba saja kita perhatikan pemilihan warna antara remaja dengan orang tua, pasti berbeda, tergantung bagaimana selera maupun kepribadiannya.

Warna favorit dulu hingga sekarang, lebih kalem mana?

Warna favorit dulu hingga sekarang, lebih kalem mana?

Warna mampu memberikan sugesti kepada seseorang

Dulu ada seorang teman yang mengatakan kepada saya kalau sedang ujian jangan menggunakan warna hitam karena warna hitam bukan warna keberuntungan yang dapat membuat kita tidak lulus ujian. Waktu itu saya cuek saja, tidak terlalu mengindahkan nasehatnya. Ternyata apa yang dikatakan olehnya benar juga, saya tidak lulus ujian, mungkin alam bawah sadar saya sudah tersugesti dengan perkataan tersebut. Karena tidak mau lagi mengalami kegagalan ujian, maka setiap ujian saya selalu memakai warna favorit. Alhamdulillah ujiannya lancar saja dan memang lebih nyaman ketika memakai warna favorit, saya merasakan ada dukungan dari warna yang saya pakai.

Warna sebagai lambang atau simbol

Warna digunakan sebagai lambang contohnya pada warna partai. Tiap partai memiliki warna yang berbeda. Pasti ada tujuan tersendiri ketika suatu partai memilih warna tertentu. Sedangkan warna digunakan sebagai simbol misalnya pada lampu lalu lintas, merah memberikan arti bahwa kita harus berhenti, hijau berarti boleh jalan, dan kuning berarti hati-hati. Simbol warna ini membantu pak polisi dalam mengatur lalu lintas. Ada lagi contoh warna sebagai simbol, misalnya pada kereta khusus wanita, selain diberikan gambar bunga, kereta diberikan hiasan cat berwarna ungu atau merah muda sehingga jika ada seorang pria yang melihat dari jauh pasti sudah mengerti kalau itu adalah kereta khusus wanita.

Kereta khusus wanita, gambar diambil dari sini

Warna sebagai simbol peristiwa atau kejadian

Di Indonesia warna yang digunakan apabila tertimpa musibah karena meninggalnya seseorang adalah hitam dan kuning. Warna hitam digunakan untuk pakaian baik yang berduka maupun yang melayat dan warna kuning digunakan untuk bendera sebagai simbol bahwa ada orang yang meninggal disuatu tempat. Sedangkan di India, warna putih digunakan sebagai warna pakaian berkabung ketika seseorang meninggal.

Pakaian berkabung warna hitam, gambar diambil dari sini

Warna sebagai status seseorang

Di negara India, ketika seseorang menjadi janda maka Ia akan mengenakan pakaian warna putih sepanjang hidupnya kecuali jika ia menikah lagi. Sedangkan warna merah pada bindi yang dikenakan pada dahi seorang wanita india menandakan bahwa ia telah menikah.

Bindi merah pada wanita india yang sudah menikah, gambar diambil dari sini

Warna sebagai tingkatan

Contohnya di Indonesia, warna yang berbeda digunakan untuk menandakan tingkatan pendidikan seseorang melalui warna seragam sekolahnya. Seragam berwarna merah-putih untuk sekolah dasar, biru tua-putih untuk sekolah menengah pertama dan abu-abu-putih untuk sekolah menengah atas.

Seragam sekolah, gambar diambil dari sini

Masih banyak manfaat yang dapat diperoleh dari warna-warni yang ada di dunia ini. Satu yang tidak boleh terjadi, yaitu perpecahan karena warna yang berbeda. Hal itu tidak boleh terjadi karena akan terasa indah apabila warna yang berbeda dapat saling bersinergi membentuk keindahan seperti halnya pelangi.

Nah, apa warna favorit mu? Rasakanlah manfaatnya!

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri Miinggu Keempat

Tips: Cara Ngilangin Bau Jengkol Biar Tetep Cool

Assalamualaikum….

Hualllow Van Oyen en temen-temen blogger semua, kenalin ane evrina. Ga’ sengaja nih ane jalan-jalan di blog eh ketemu sama blog nya Van Oyen yang kocak en bikin ane ngakak soalnya lain dari pada nyang lain nih, udah gitu unik bin ajaib juga soalnya ane baru nemu di dunia yang bikin kontes tentang perjengkolan haha. Ga’ mikir panjang ane mau ikutan ah, seru nih kayanya ngomoning jengkol hehe.

Ane mo cerita nih, dulu waktu kecil ane penggemar berat nyang namanya jengkol. Itu jengkol mau disemur, direndang, ato cuma dilalap pake sambel aja ane demen banget. Eh pas ane udah gede sampe sekarang udah jarang nyang namannya makan jengkol. Jengkol ibarat kata kaya daging ayam, sedep gituh, apalagi klo udah direndang rasanya maknyus.

Nah, nyang sekarang masih demen sama jengkol laki (baca:suami) ane nih, dia mah mulai dari jengkol mentah ampe dibumbuin macem-macem pasti demen. Biar makan jengkol jadi asik, ane ada tips sedikit buat ngurangin baunya, cekidot yak:

  1. Supaya kadar amoniak nyang ngebikin bau jengkol berkurang, mendingan masak jengkolnya hingga matang kaya di rendang ato disemur. Kalo digoreng ato dilalap langsung masih bau tuh

  2. Abis makan jengkol nyang sedep itu, langsung aja ya ngunyah beras sejumput

  3. Terus makan timun, satu aje jangan banyak-banyak, baunya ntar berkurang dikit deh

  4. Terus makan permen, permen ape aje bebas deh

  5. Nyang paling terakhir biar makin pres (in inggeris tulisannya fresh) yaitu gosok gigi, selain baunye ilang juga bikin kuman kapok (kaya iklan aja)

Gampang kan? Tips ini udah dicoba sama laki ane, lumayan ga’ bau banget abis dia makan jengkol. Nah, ga cuma jengkol, kalo abis makan pete juga bisa dipraktekin tuh tips di atas. Ga percaya? Coba aja hehe.

Sekian tips cara mengurangi bau jengkol mudah-mudahan makan jengkol makin asik en tetep cool. Salam jengkol *nepuk-nepuk pom-pom*

My Birth Day (Ga’ Seperti Birth Day)

Kalimat pembuka: “kok judulnya begitu ya?”

Tenang dulu saudara-saudara, begini lho ceritanya……

Tanggal 29 April 2013 kemarin itu saya, suami dan rekan saya dyan ulang tahun dihari yang sama. Umur kami sama-sama berkurang satu lagi, hiksss…. umur berkurang tetapi amalan ga’ bertambah. Harus segera intropeksi diri nih. Nah, kalo dulu waktu belum nikah biasanya dirayain kecil-kecilan bareng temen-temen (umur berkurang kok dirayain), karena sekarang sudah jadi ibu-ibu jadi agak malu kalo dirayain (lagian siapa juga yang mau ngerayain hehe), oleh karena itu ultah kemarin ga’ seperti ultah, jadi biasa saja gitu. Apalagi seharian penuh berada di lapangan dan harus membantu dalam dilat pokdakan. Pulang sore menjelang magrib, badan sudah lelah akhirnya tidur lebih awal.

Etapi, dibalik itu semua masih ada yang membahagiakan lho. Apa itu? doa dari suami, keluarga dan teman-teman. Saya ingin mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semua teman-teman yang sudah mendoakan, saya tidak dapat membalasnya satu per satu, saya hanya bisa mendoakan yang sama seperti yang teman-teman berika kepada saya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Ceritanya dapet kue gitu

Ceritanya dapet kue gitu

Flash back beberapa tahun ke belakang, ulang tahun bareng teman-teman sering dirayakan dengan hal-hal yang lucu dan unik. Mulai dari di ceplokin telor, di jatohin ke kolam air, dijadiin adonan kopi, sampai di kerjain di dalam toilet restoran cepat saji. Hmmm…. semuanya berkesan, saya ga’ marah dengan keusilan teman-teman, karena saya anggap itu bentuk perhatian dari mereka. Nyatanya setelah dikerjain dapet kado dan doa dari mereka. Ada satu acara ultah yang berkesan yang dibuat oleh teman-teman QC beserta teman-teman proses dan lapangan di tempat kerja saya yang dulu. Cahaya lilin-lilin itu beserta rekaman nyanyian dan doa dari teman-teman membuat air mata saya meleleh. Suatu surprice yang tidak terlupakan. Saya masih ingat sekali dengan kejadian waktu itu. Saya hanya bisa mengucapkan beribu-ribu terimakasih untuk semuanya.

Lalu bagaimana surprice dari suami nih? yang ini ga’ dipublish ya, buat konsumsi sendiri. Intinya, ulang tahun itu tidak harus melulu dirayakan dengan sebuah pesta, ada baiknya jika saat kita ulang tahun melakukan intropeksi diri karena umur telah berkurang kembali. Di usia saya yang semakin bertambah lagi, saya hanya berharap semoga saya dapat menjadi orang yang lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang lain. Aamiin.

Sekali lagi terimakasih untuk teman-teman semua atas doanya ya 😀

Persiapan Prajab (Bagi yang Membutuhkan)

Pagi tadi saya dan beberapa orang teman telah mengikuti pembekalan Diklat Prajaban CPNSD Golongan III Pemerintah Kabupaten Bogor Angkatan 1 tahun 2013. Acara dimulai pukul 08.30 WIB. Sebelumnya kami diharuskan melakukan registrasi terlebih dahulu. Ternyata saat registrasi semua kelengkapan atribut pakaian dinas harian (PDH) di cek. Kelengkapan yang dicek adalah, papan nama dasar hitam tulisan putih, lencana kopri, sepatu kerja hitam (tidak boleh terbuat dari plastik), kaus kaki hitam dan sabuk kopri. Bagi yang tidak memakai atribut lengkap akan dicatat. Saya termasuk orang yang masuk dalam catatan karena tidak memakai kaus kaki hitam dan memakai papan nama berwarna emas. Alhasil saya dan beberapa orang yang masuk catatan belum mendapatkan surat perintah dari Setda. Surat dapat diperoleh jika atribut sudah lengkap ketika mengambil surat perintah. Oleh karena itu sebaiknya jangan melanggar peraturan karena sejak pembekalan prajab ini kita sebenarnya sudah dinilai bagaimana kinerja yang sesungguhnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kabid BKPP. Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan prajab angkatan 1 tahun 2013 akan dilaksanakan selama tiga minggu, yaitu tanggal 12 Mei-1 Juni 2013. Hal tersebut sesuai dengan PP No. 101 tahun 2000 Tentang Diklat Prajabatan . Untuk mejadi PNS maka seorang CPNS harus mengikuti diklat prajabatan dan harus lulus. Jika tidak lulus maka proses pengangkatannya akan tertunda, sehingga diharapkan dalam mengikuti prajabatan nanti harus serius, disiplin dan menunjukan kinerja yang baik. Dalam PP No. 98 tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, seseorang dinyatakan lulus menjadi seorang PNS apabila:

  1. lulus prajabatan
  2. kesehatan dinyatakan baik
  3. kinerja dinyatakan baik

Bagaimana agar kita lulus diklat prajabatan ini? maka harus mematuhi segala peraturan dan persyaratan yang ditetapkan selama diklat, menunjukan kedisiplinan dan kinerja yang baik. Jadi, yang menentukan lulus atau tidaknya adalah diri kita sendiri, bila kita melaksanakan diklat dengan baik dan sesuai dengan aturan maka pasti kita akan lulus.

Perlengkapan yang harus dibawa selama prajab adalah:

Bagi peserta pria:

  1. membawa kemeja putih lengan panjang polos tidak bercorak terbuat dari bahan biasa
  2. celana panjang hitam terbuat dari bahan biasa
  3. dasi warna hitam
  4. sepatu kerja warna hitam bertali
  5. papan nama dasar hitam tulisan putih
  6. sabuk dan lencana kopri
  7. kaos kaki warna hitam
  8. panjang rambut maksimal 0.1 cm

Bagi Peserta Wanita

  1. membawa kemeja putih lengan panjang polos tidak bercorak terbuat dari bahan biasa
  2. rok panjang warna hitam (tidak boleh ketat, tidak boleh berempel, bentuk rok seperti huruf A, panjangnya sampai mata kaki) terbuat dari bahan biasa
  3. dasi kupu-kupu warna hitam
  4. sepatu kerja warna hitam dengan tinggi hak maksimal 3 cm
  5. papan nama dasar hitam tulisan putih
  6. sabuk dan lencana kopri
  7. kaos kaki warna hitam
  8. bagi peserta yang berjilbab mengenakan jilbab warna putih polos

Persyaratan lain:

  1. membawa surat keterangan berbadan sehat terbaru dari dokter pemerintah (asli) dan materai 6000 satu buah
  2. membawa fotokopi SK CPNSD 80%
  3. membawa fotokopi surat tugas/surat perintah dari unit kerja masing-masing
  4. membawa pakaian olahraga lengkap dan kaos hitam lengan panjang tanpa kerah minimal dua buah
  5. membawa sepatu olahraga
  6. membawa obat-obatan pribadi

Cukup banyak yang harus disiapkan untuk mengikuti diklat prajabatan ini. Agar tidak ada yang ketinggalan sebaiknya dibuatkan list perlengkapan apa saja yang harus dibawa selama diklat, dan yang terakhir adalah menjaga kesehatan agar dapat mengikuti diklat dengan sebaik-baiknya.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 465,966 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

May 2013
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: