//
you're reading...
Contest

Cinta Pertama, Cintanya Anak-Anak

Gambar Diambil dari Sini

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima

Bicara tentang cinta pertama, bagi saya rasanya gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena siapa sih yang gak’ pernah merasakan cinta, baik cinta kepada seseorang, kepada orang tua, benda kesayangan atau kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. Nah, kalau yang pertama ini yang agak susah, susahnya sih karena agak malu kalau mau mengungkapkan, karena cinta pertama pasti berkesan banget, makanya masih ingat dengan yang namanya cinta pertama sampai sekarang. Setiap orang pasti punya cinta pertama. Hayoooo ngaku siapa yang gak’ punya? Saya jamin pasti punya. Menurut saya cinta pertama yang keren itu adalah cinta pertama sekaligus juga cinta terakhir seperti lagunya Sherina:

“kau cinta pertama dan terakhir ku”

Sepertinya dalem banget ya. Tapi cinta yang tertinggi dan hakiki adalah cinta kita kepada sang Illahi, cinta yang tak tertandingi, semoga kecintaan kita terhadap Allah SWT tidak dapat tertandingi dengan bentuk cinta yang lain. Aamiin.

Ngomong-ngomong cinta itu apa sih? Om sule bilang cinta itu bagaikan bola salju:

“cinta ku kepada mu bagaikan bola salju berguling-guling semakin kencang”,

Gambar Diambil dari Sini

Menurut saya cinta itu sulit diungkapkan dengan kata-kata karena berkaitan dengan rasa. Coba deh deskripsikan rasa manis itu kaya gimana? Pasti sulit. Itulah anugerah dari Allah SWT yang sangat indah, sebuah rasa yang sulit diungkapkan. Cinta dapat membuat seseorang menjadi bahagia atau malah bersedih. Cinta adalah sebuah rasa yang hanya dapat dirasakan oleh hati. Tergantung bagaimana kita menempatkan sebuah cinta, maka merasakan cinta akan terasa sebagai anugerah. Seperti pengalaman cinta pertama yang pernah dulu saya rasakan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Orang bilang cinta yang tumbuh saat itu adalah cinta monyet, cintanya para remaja yang gampang berubah dan belum tentu mengerti arti cinta yang sebenarnya. Begini ceritanya:

Waktu itu saya adalah seorang anak berusia 9 tahun yang masih duduk di kelas IV SD. Pada saat itu saya masih anak-anak banget, maunya main terus. Mamah mendaftarkan saya untuk belajar mengaji di pesantren Alhamdaniyah dekat rumah bersama teman-teman lainnya. Duh, suka males kalau disuruh ngaji, soalnya ngajinya sore setelah ashar bertepatan dengan kartun sailormoon yang ditayangkan disalah satu stasiun TV swasta. Mulainya sih jam 5 sore, tapi mengajinya pasti belum beres. Oleh karena itu saya jadi malas kalau disuruh ngaji.

Tetapi sejak kedatangan Bang Mudeham semuanya berubah. Tanpa disuruh, saya dan teman-teman terutama yang perempuan pasti berangkat ngaji. Memangnya siapa Bang Mudeham? Bang Mudeham adalah seorang ustadz muda di pesantren tempat saya mengaji. Jika waktu itu saya masih kelas IV SD, maka Bang Mudeham sudah mengenakan seragam putih abu-abu. Kalau saya gambarkan Bang Mudeham itu wajahnya tampan, kulitnya putih, badannya tinggi, rambutnya hitam dengan model rambut saat itu dibelah tengah (apa ya namanya). Santri putri saja senang kalau melihat dia, apalagi kami murid-muridnya, terutama saya hehe. Selain itu Bang Mudeham juga mempunyai kharisma yang sulit digambarkan. Ketika dia mengaji rasanya bisa membuat orang terhipnotis, karena suaranya yang merdu. Cara mengajarnya juga jelas dan sangat sabar menghadapi kami yang masih kekanak-kanakan.

Saat itu rasanya kalau pergi ngaji jadi gak’ terasa berat karena ada Bang Mudeham. Tiap kali Bang Mudeham mengajar kok rasanya jadi berbunga-bunga ya, masa iya saya suka sama Bang Mudeham. Dasar anak SD ini, untung Bang Mudeham gak’ tahu kalau muridnya suka sama dia hehe. Dulu ketika saya dan beberapa teman-teman melewati rumah Bang Mudeham jadi salting (salah tingkah) sendiri, deg-degan gak’ jelas sampai keringet dingin. Padahal kalau dipikir belum tentu Bang Mudeham ada di rumah. Dasar anak-anak hehe.

Ketika saya duduk di bangku kelas VI SD, saya mendapatkan kabar kalau Bang Mudeham gak’ bisa sering mengajar, karena dia harus menghadapi ujian SMA. Sedih banget saat itu, jadi gak’ semangat mengaji. Setelah lulus SMA Bang Mudeham benar-benar tidak bisa mengajar lagi karena harus bekerja membantu keluarganya. Dia baru bisa ke pesantren setelah pulang kerja. Semangat mengaji hilang saat itu, untung mamah masih terus mendorong saya untuk mengaji. Jadi masih ada alasan menuju pesantren. Sedih banget rasanya kehilangan sosok Bang Mudeham. Kemudian setelah beberapa lama gak’ pernah bertemu dengan Bang Mudeham dan saya juga sudah sekolah di SMP ternyata terdengar kabar bahwa Bang Mudeham mau menikah dengan santri wanita di pesantren. Aneh ya kok gak’ sedih atau marah mendengar Bang Mudeham yang sangat dikagumi mau menikah, padahal saya kan suka dengan Bang Mudeham.

Begitulah ceritanya, waktu itu saya masih belum mengerti terhadap apa yang saya rasakan. Maklum cinta monyet, belum mengerti arti cinta. Jawaban itu baru saya dapatkan ketika saya sudah beranjak dewasa, ciyeeeh dewasa. Perasaan suka yang menurut saya adalah sebuah rasa cinta saat itu sebenarnya adalah rasa kagum dan sayang terhadap seorang ustadz muda yang telah mengajarkan saya mengaji. Itulah cinta pertama dan juga rasa cinta yang pertama kali saya rasakan. Rasa cinta tidak harus identik seperti perasaan saling menyukai antara laki-laki dengan perempuan, rasa cinta juga merupakan perasaan menyayangi terhadap seseorang layaknya saudara.

Satu yang pasti rasa cinta terhadap makhluk maupun benda tidak boleh melebihi rasa cinta kita kepada sang Khaliq, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah milik-Nya. Hanya cinta dan ridho-Nya lah yang dapat membawa kita menuju kebaikan baik dunia dan akhirat. Itulah cinta sejati, jauh dari yang namanya cinta monyet. Semoga kita semua bisa mendapatkan cinta sejati, cinta yang sangat berkesan dan hakiki seperti halnya cinta pertama yang tak terlupakan. Aamiin.

Demikian cerita cinta pertama saya, kalau kamu?

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri Minggu Ke-lima

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

24 thoughts on “Cinta Pertama, Cintanya Anak-Anak

  1. Kalo saya… Belum d posting kk … Hehhe
    Seru juga bacanya… Saya jadi ngebayangin, saya ngapain aja yah saat kelas 4 SD…

    Posted by Isma | May 7, 2013, 3:36 pm
  2. oh,,jadi suka sama bang ustad nih mbak…hehe..

    sukses ya buat lombanya ya mbak ^^

    Posted by Novia Wahyudi | May 8, 2013, 1:45 am
  3. ustadz muda itu kemana sekarang mbak?😀 *kepo* hehehe
    salam kenaal

    Posted by ranny | May 8, 2013, 5:12 am
  4. hahhaah…cinta bagaikan bola salju berguling. hahahah…,
    oiya, kalau cinta monyet itu banyak bulunya, :))

    wow..suka sama ustad yang mengajarkan mengaji.🙂

    Jadi cinta sejati tidak sama dengan cinta monyet.. mantap..🙂

    Posted by Haerul | May 8, 2013, 7:16 am
  5. Cinta adalah sebuah rasa yang hanya dapat dirasakan oleh hati.-> like it.
    Nice Post.
    cinta monyetnya sama Ustadz ya? kirain cinta monyet tuh artinya cinta sama M****T hehehe… Peace…🙂

    Posted by Aisyah Prastiyo | May 8, 2013, 8:54 am
  6. Benerin peci ah supaya kelihatan kayak ustadz.hehehehehe slama kenal

    Posted by adda | May 9, 2013, 2:29 am
  7. wah…seru juga ceritanya… btw, apa suami tak cemburu sama pak ustadz baca postingan ini? hehehe…

    Posted by mumox | May 9, 2013, 5:21 am
  8. memang setiap orang pernah ngalamin cinta monyet, yah🙂 dan yang pasti beda dong sama cinta sejati🙂

    Posted by Diah Kusumastuti | May 9, 2013, 6:57 am
  9. hihihii…kayaknya kalau masih bocah, ganteng dikit ditaksir, jago dikit ditaksir ya mbak?

    Posted by fhie | May 9, 2013, 8:52 am
  10. Masih gak yakin apa yng saya rasakan sekarng adalah cinta

    Posted by aditya kilo | January 4, 2014, 2:02 am
  11. pas TK saya pernah suka sama temen sekkelas dan pas SD ketemu lagi, eh pas SD suka jengkel gitu si doi dijodohin sama sekelas saya wkwkw kalo diinget asli lah lucu masih TK udah begitu lol
    pas udah segede gini masih gatau definisi cinta itu gimana buat saya hehe
    http://www.arilexshop.com

    Posted by Arilexs | January 31, 2015, 3:44 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: