//
you're reading...
Contest

Satu Sisi

Tulisan ini diikutkan pada 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri minggu keenam, dengan tema dua sisi.

Sebelum dimulai ngeblognya, boleh ya kalau saya curhat dulu. Saat ini saya sedang diklat (pendidikan dan pelatihan), diklatnya adalah diklat pembentukan karakter yang berhubungan dengan kedisiplinan. Kesempatan memegang HP atau netbook berkurang karena jam istirahatnya sempit, butuh perjuangan untuk menulis cerita yang berhubungan dengan tema ini. Tetapi demi komitmen (ciyeeeee), maka 8 minggu ngeblog harus tetap berjalan meskipun menulisnya sambil nyuri-nyuri waktu disaat istirahat. Keadaanya cocok banget dengan tema yang diusung oleh anging mammiri minggu keenam yang menampilkan dua sisi dengan diklat yang saya dapat saat ini. Yak, semangat! Mari kita mulai ngeblog!.

Semua di dunia ini memang sudah diatur secara berpasangan oleh Allah SWT. Sebuah rencana yang menurut saya sangat indah dan tidak dapat tertandingi. Seperti ada baik dan buruk, perempuan-laki-laki, miskin-kaya, dan sebagainya. Perbandingan tersebut dapat kita kelompokan menjadi perbandingan yang sederajat dan bertolak belakang. Nah, sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, saya mencoba menulis tentang perbandingan bertolak belakang yang terkait dengan sifat saya sewaktu dulu. Sebuah sikap yang merupakan dua sisi berbeda karena saling bertolak belakang. Ada sebuah lagu dari Dewa-19 yang dapat menggambarkan dua sisi saya saat itu, lagunya begini:

“satu sisi telah terhapus sisakan perih”

“Satu sisi telah terlahir memecah sunyi”

Dulu, ketika SMA saya mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Sisi yang pertama adalah sikap saya yang pendiam ketika berada di lingkungan sekitar rumah, dan menjadi periang ketika berada jauh dari rumah. Periang merupakan sisi kedua saya. Saya kurang bisa beradaptasi dengan masyarakat di sekitar rumah karena memiliki pemahaman yang berbeda tentang beberapa hal yang saya tahu saat itu. Saya cenderung menutup diri dan jarang bergaul dengan mereka. Pola pikir saya saat itu adalah saya tidak ingin terkontaminasi oleh pergaulan yang ada di masyarakat. Sehingga timbul image bahwa saya adalah orang yang pendiam dan susah bergaul. Berbeda dengan sikap saya yang ceria ketika berada di tempat yang jauh dari rumah ketika sedang bersama dengan teman-teman. Saya merasa berubah 180 derajat menjadi pribadi yang ceria dan supel ketika berada di luar lingkungan. Teman-teman menganggap saya anak yang ceria dan penuh semangat, hampir semua teman tidak tahu akan sisi saya yang lainnya. Lambat laun ketika sudah kuliah saya mulai menyadari akan ketimpangan dari dua sisi ini karena pada dasarnya saya menyukai diri saya yang ceria dan supel. Saya harus mengubah sikap pendiam dan sulit bergaul karena ini merupakan sebuah sikap yang bersumber dari pemikiran negatif. Perlahan saya mulai mengubah pikiran negatif dan berusaha membangun pikiran positif mengenai masyarakat di sekitar. Sikap saya terhadap masyarakat saat itu adalah berusaha peduli terhadap masyarakat dan bertindak untuk bergaul dan membaur dengan mereka agar saya dapat diterima oleh mereka. Awalnya cukup sulit, karena mereka sudah cenderung mencap saya sebagai anak yang pendiam, ekslusif, dan tidak mau bergaul dengan masyarakat. Contohnya ketika saya berjalan di sekitar lingkungan dekat rumah, beberapa orang yang saya temui seperti tidak peduli atau menganggap saya tidak ada saat itu. Rasanya sangat tidak nyaman, tapi saya menyadari karena itu adalah buah dari sikap saya sendiri. Akhirnya saya berusaha memunculkan sisi kedua saya yang ceria dan supel untuk mendekati dan bergaul dengan masyarakat. Butuh waktu yang cukup lama serta kesabaran agar saya dapat diterima oleh masyarakat. Saya terus memperbaiki diri dan menanamkan bahwa bersosialisasi itu penting serta bergaul dengan lingkungan meskipun lingkungan yang tidak kondusif sekalipun asalkan kita tidak terbawa arus dan memiliki prinsip sebagai pegangan. Alhamdulillah kini sisi saya yang pertama tidak berjalan beriringan lagi dengan sisi yang kedua, dapat dibilang sisi saya yang kedua kini berhasil mendominasi, masyarakat mulai menerima kehadiran saya. Saya menjadi pribadi yang ceria dan supel. Ketika menjadi seorang pendiam, saya merasa tidak menjadi diri sendiri karena bertolak belakang dengan sikap yang menurut hati saya lebih didominasi oleh sisi kedua. Kini, masyarakat di lingkungan sekitar rumah tidak lagi acuh terhadap saya, ketika kami berpapasan di jalan misalnya, kami saling menyapa dan tersenyum, rasanya menyenangkan karena saya tidak dicap lagi sebagai orang yang pendiam dan ekslusif, kini saya dapat berbaur dengan mereka.

Begitulah cerita tentang dua sisi yang saling bertolak belakang. Saya yakin setiap orang tidaklah sempurna, karena selain memiliki sikap yang baik, kita tentu memiliki sikap yang buruk pula. Sikap adalah organisasi keyakinan dan kecenderungan yang relatif stabil terhadap sesuatu. Hanya saja untuk implementasinya, sikap yang baik harus mendominasi sikap yang buruk agar kita bisa menjadi manusia dengan pribadi yang baik. Seperti ajaran tentang Yin dan Yang, yang menggambarkan bahwa ada hitam dalam putih, dan ada putih dalam hitam. Saya merepresantasikannya begini: seseorang yang memiliki sikap yang baik pasti juga memiliki sikap yang buruk meskipun porsinya sangat kecil, begitu pula sebaliknya, seseorang yang memiliki sikap yang buruk pasti juga memiliki sikap yang baik meskipun porsinya sangat sedikit. Contohnya adalah seorang koruptor berdasi, secara sikap dan intelektualnya mereka terlihat sebagai pribadi yang baik, tetapi jauh didalam dirinya ternyata memiliki sikap yang buruk yaitu berbuat curang dengan melakukan korupsi. Kemudian seorang penjahat yang telah melakukan beberapa kasus kejahatan tiba-tiba saja berubah 180 derajat menjadi seorang yang baik karena sadar akan perbuatannya.

Dari dua cerita tersebut, terlihat bagaimana sikap baik dan buruk dapat mempengaruhi pribadi kita, tergantung bagaimana cara kita memanagenya maka sikap yang bertolak belakang tersebut tidak akan menganggu kepribadian kita. Tentu kita semua meninginkan menjadi pribadi yang baik bukan? maka sikap yang baiklah yang harus mendominasi sikap buruk kita.

Pola pikir seseorang menentukan sikap sesorang yang selanjutnya diaplikasikan melalui tindakan. Tindakan ini memberikan dampak entah positif atau negatif. Pola pikir saya pada cerita tentang dua sisi di atas merupakan pola pikir negatif karena saya beranggapan bergaul dengan masyarakat memberikan efek yang negatif terhadap kepribadian saya. Secara tidak langsung pola pikir tersebut membentuk sisi buruk dalam diri saya yaitu menjadi orang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga membuat saya mengambil tindakan untuk cenderung menutup diri dari masyarakat. Dampaknya tentu negatif, masyarakat menjadi tidak peduli terhadap saya, mencap ekslusif dan dianggap tidak ada. Saya tidak ingin hal tersebut terjadi lagi, maka saya menanamkan pola pikir dalam diri bahwa bergaul dan bersosialisasi itu penting, sehingga sikap buruk secara perlahan berkurang dan dapat didominasi oleh sikap baik menjadi orang yang ceria, supel dan peduli dengan lingkungan.

Kini dua sisi dalam diri sudah menjadi satu sisi, walaupun suatu saat sisi yang hilang muncul kembali saya yakin dapat menghadapinya. Tidak ada manusia yang sempurna, baik atau buruk kita yang menentukan, bagaimana dengan anda?

“Satu sisi melimpah berkah memeluk lelah ku”

“Satu sisi takan ku lepas temani hari ku”

Dewa-19 “Satu Sisi”

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

4 thoughts on “Satu Sisi

  1. “satu sisi telah terhapus sisakan perih”
    “Satu sisi telah terlahir memecah sunyi”

    salut utk bu Evrina, karyanya bagus, begitu berbobot, lanjutkan !

    Posted by Heri | May 17, 2013, 10:02 pm
  2. memang manusia biasa tak ada yg sempurna,🙂

    btw, saya suka lagunya dewa 19, lagu lama khan?. heheh.

    salam,…

    Posted by Haerul | May 18, 2013, 9:31 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: