//
archives

Archive for

Cerita Prajab (Penutupan)

teman-teman berpose menunggu acara penutupan dimulai

teman-teman berpose menunggu acara penutupan dimulai

Hotel Purnama, Sabtu, 1 Juni 2013.

Hari itu acara penutupan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III Angkatan I Tahun 2013 berlangsung. Setelah kemarin malam kami menumpahkan semua rasa yang ada selama diklat, kini tiba saatnya hari yang ditunggu-tunggu. Gladiresik upacara penutupan sudah dilakukan sehari sebelumnya sehingga disaat hari H tiba kami sudah sangat siap untuk melakukan upacara penutupan. Berkumpul di DP (Daerah persiapan) masing-masing, baik kelas A dan kelas B siap menuju aula Mawar 1 tempat upacara berlangsung. Sepanjang perjalanan menuju aula sambil baris-berbaris kamipun bernyanyi dengan riang:

“Sayonara-sayonara sampai berjumpa pula”

“Buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya”

“Gelang sepatu gelang, gelang siramai-ramai”

“Mari pulang, marilah pulang, marilah pulang bersama-sama”

Lagu tersebut sudah kami nyanyikan sehari sebelumnya. “Ya udah sana cepat pulang” celetuk pak Eko 1 dan 2 menjawab nyanyian kami, kamipun tertawa. Tiba di pintu aula, tak lupa kami membeli salam prajab “Prajab!”, kemudian hormat dan melangkahkan kaki. Tempat duduk sudah diatur, yang kurang tinggi di depan, yang tinggi di belakang.

Sambil menunggu pembina upacara dan panitia datang, kami habiskan waktu untuk berbicara, berfoto bersama, dan mengumpulkan tanda tangan. Ini bukan mainan abege, terakhir saya melakukannya ketika lulus SMU, mengumpulkan tanda tangan teman, asik rasanya. Dalam kumpulan tanda tangan itu, beberapa teman menorehkan cita-citanya, ada yang ingin menjadi Kadis, menjadi kepala Badan, menjadi Menteri dan lain sebagainya. Terbesit dalam hati, saya nanti mau jadi apa ya? Ah, tulis saja dulu, saya mau jadi Mentan (Menteri pertanian). Gak usah malu, kan katanya gantungkan cita-cita setinggi langit, seluas dunia, sedalam samudra. Siapa tahu cita-cita kami dapat tercapai. Aamiin.

Kumpulan tanda tangan teman-teman

Kumpulan tanda tangan teman-teman

Penulis boleh ya mejeng sebelum penutupan

Penulis boleh ya mejeng sebelum penutupan

Pembina datang, kami harus sudah duduk siap. Pemimpin upacara melaporkan bahwa upacara siap dilaksanakan. Pembina memberikan arahan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Bogor sekaligus menutup rangkaian diklat prajabatan angkatan 1 ini. Sebelumnya telah diberitahukan nilai rata-rata yang didapat selama diklat, baik kelas A maupun B memang belum mendapatkan nilai yang sesuai dengan keinginan panitia. Tetapi kami telah berusaha. Selanjutnya diberitahukan pengumuman tiga besar dari kelas A dan B, berikut rinciannya:

Kelas A:                                                     Kelas B:

Peringkat 1: Ibu Popon R                        Peringkat 1: dr. Johanly

Peringkat 2: dr. Adit                                 Peringkat 2: Evrina B

Peringkat 3: Bpk. Aji                                Peringkat 3: Bpk. Fajar S

Saya tidak menyangka bahwa nama saya masuk dalam tiga besar. Namun bukan itu yang membuat saya bahagia, melainkan kenyataan bahwa kami dapat lulus bersama, tidak ada yang harus diremedial. Pembina dan panitia memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Upacara selesai, name tag resmi dicopot dan saat itu juga kami sudah diperbolehkan pulang menuju rumah masing-masing.

Para Stungers kelas B

Para Stungers kelas B

Yang wanita juga gak mau kalah dunk

Yang wanita juga gak mau kalah dunk

Foto bersama

Foto bersama

Sebelum bersiap untuk pulang, kami masih mendapatkan kesempatan untuk menikmati extra puding terakhir kalinya. Sambil bernyanyi kami berbaris menuju tempat makan. Kali ini pembina kami pak Eko memberikan penghormatan terakhirnya untuk menjadi petugas piket (biasanya pak Eko yang menjadi penerima laporan, kami yang bertugas piket). Terharu sekali saat itu, apalagi dipimpin oleh Bapak Edwin yang memiliki suara hampir mirip dengan pak Eko. Selesai menikmati extra puding, ternyata kami semua menginginkan untuk menyanyikan yel-yel terakhir sambil menggunakan jaket kebanggaan. Semuanya berlari cepat menuju kamar sambil menghitung sendiri 1 hingga 10 agar cepat berkumpul kembali. Terdengar celetuk pak Eko “ini angkatan 1 udah pada gila ya”, kami semua hanya tertawa.

extra puding terakhir langsung dipimpin pak Eko

extra puding terakhir langsung dipimpin pak Eko

Pak Edwin menerima laporan

Pak Edwin menerima laporan

Semua bertepuk tangan tanda extra puding terakhir telah selesai

Semua bertepuk tangan tanda extra puding terakhir telah selesai

Dipimpin oleh ketua kelas pak Iqbal, maka kami menyanyikan yel-yel kebanggaan kami. Tidak ada yang tidak semangat saat itu, semua semangat walaupun sudah sangat lelah karena makrab kemarin malam.

semangat yel-yel

semangat yel-yel

Lagu iwak prajab

Lagu iwak prajab

Selesai memberi yel-yel, kami semua berbaris menuju depan aula tempat upacara penutupan berlangsung. Kami semua membuat lingkaran sambil bergandengan tangan. Dimulai dari ketua kelas pak Iqbal, beliau meminta maaf atas segala sikap selama kepengurusannya di diklat prajab kali ini dilanjutkan dengan pengurus yang lain. Kami semua saling memaafkan, bersalaman satu sama lain. Air mata kembali tercurah, air mata kebahagiaan.

Saling memaafkan

Diklat prajab angkatan 1 hari itu telah usai, keluarga sudah mulai berdatangan untuk menjemput kami. Kami saling melambaikan tangan. Hati-hati di jalan kawan. Ini bukanlah cerita akhir, tetapi cerita awal sebuah persahabatan. Terimakasih kawan.

Advertisements

Cerita Prajab (Makrab)

Seragam Prajab Angkatan 1 CPNSD Kab Bogor

Seragam Prajab Angkatan 1 CPNSD Kab Bogor

Hallo man-teman gimana kabarnya? Mudah-mudahan sehat selalu ya. Saya masih punya hutang cerita tentang prajab, jadi gak berhenti sampai minggu ketiga saja ya, masih ada cerita prajab di makrab alias malam keakraban dan penutupan. Saya mau mengabadikan moment ini melalui tulisan di blog karena bagi saya pribadi moment tersebut sangat berkesan. Malam itu suasana benar-benar akrab. Suasana ceria, terharu, kebersamaan, persudaraan menjadi satu. Mau tau ceritanya? Begini ceritanya:

Hari itu satu minggu yang lalu tepatnya hari Jumat tanggal 31 Mei 2013 kami sudah berada dipenghujung rangkaian acara diklat prajabatan. Hari itu adalah hari yang kami nantikan. Terbayang dalam benak kami bahwa acaranya akan memberikan kesan, dan ternyata terbukti benar-benar amat sangat berkesan. Salut untuk panitia makrab karena mampu menyuguhkan acara yang begitu ciamik, kami dibuatnya gembira, bahagia, sedih, terharu dan semangat kembali.

Big applause untuk panitia makrab

Juga untuk Panitia Penyelenggara Diklat dan Pembina yang kelihatan sangat antusias untuk hadir di acara kami, serta tentunya peserta yang turut serta memeriahkan acara makrab saat itu. O iya acara makrab ini digagas oleh kami para peserta diklat, bukan karena inisiatif dari panitia, jadi semua dari kami, oleh kami dan untuk kami, sebagai kenang-kenangan dihari tua nanti hehe *gaya*.

Peserta siap mengikuti acara makrab

Peserta siap mengikuti acara makrab

Ba’da magrib kami sudah diharuskan siap-siap berkumpul di DP (Daerah Persiapan) masing-masing. Jangan lupa ya membawa kado untuk acara tukar kado. Kadonya bukanlah sesuatu yang harus istimewa yang penting bermanfaat. Kami semua menyatu memakai pakaian seragam kaos warna hitam bertuliskan prajab. Untuk wanita memakai rok serta kerudung putih (bagi yang berkerudung) dan laki-laki memakai celana hitam. Sekitar pukul 19:00 kami sudah mulai memasuki aula tempat makrab berlangsung. Meja tertata rapih, panitia sudah sigapdisana, kamipun sudah berjejer rapih dibangku masing-masing. Tiba saatnya para tamu undangan dan Pembina datang, maka kami semua serentak menyanyikan lagu:

“selamat datang bapak, selamat datang bapak, selamat datang kami ucapkan, selamat datang bapak, selamat datang bapak, selamat datang kami haturkan, salam…salam….terimalah salam dari kami yang ingin lulus bersama-sama, terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama”

Panitiapun tersenyum merekah. Lagu ini kami nyanyikan ketika para pemberi materi hendak memasuki kelas, suapaya suasana belajar tidak kaku. Saya rasa lagu ini cukup ampuh. Kemudian tibalah diacara pembukaan yang berisi sambutan dari ketua panitia, perwakilan siswa, juga sambutan dari Pembina.

Tempat makrab

Tempat makrab

Para pembina dan panitia

Para pembina dan panitia

Sambutan-sambutan

Sambutan-sambutan

Agar acara bermakna dan tidak hanya bersenang-senang saja, maka kami juga ingin berbagi rasa bahagia dengan memberikan santunan kepada anak yatim. Semoga dapat menambah keberkahan bagi semuanya.

Penyerahan santunan anak yatim

Penyerahan santunan anak yatim

Acara dilanjutkan dengan makan malam, karena kami sudah dilatih untuk disiplin maka kamipun dengan sigap mengantri untuk mengambil makan malam. Santap makan malam kami diiringi oleh suara merdu dari Ambu Lilis, Ayah Budhy, Ibu Sariyem, Pak Eko1, Pak Pembina dan lainnya. menambah kenikmatan makan malam saat itu.

Makan malam bersama

Makan malam bersama

Mau makan, antri dulu

Mau makan, antri dulu

Selamat makan

Selamat makan

dihibur oleh suara nan merdu *ciyeee*

dihibur oleh suara nan merdu *ciyeee*

Nah, tibalah ke acara selanjutnya, bernyanyi dan bermain. Setiap habis bernyanyi bersama maka acara diselingi oleh games. Seru lho acaranya karena baik bernyanyi maupun games baik peserta maupun Pembina dan panitia turun bersama, gak ada sekat yang memisahkan kami, kebersamaan benar-benar terjadi. Seyuman merekah disana-sini, walaupun lelah dan jarum jam sudah menunjukan lebih dari jam 9 malam, kami tetap semangat saat itu. Begini acara saat itu:

Games rebutan kursi, seru deh

Games rebutan kursi, seru deh

Joged balon, balonnya ga boleh jatuh dan pecah

Joged balon, balonnya ga boleh jatuh dan pecah

Persiapan Dance Waka-Waka

Persiapan Dance Waka-Waka

Acara mulai mencapai klimaks nih, sejak pak Aldino dan partner mulai menyanyikan lagu Tentang Kitanya Peter Pan:

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Tiba-tiba saja kami bergandengan tangan membentuk lingkaran, waduh saya mulai gak enak nih, kayanya bakalan banjir air mata nantinya.

Membentuk lingkaran

Membentuk lingkaran

Lagu masih berlanjut, kali ini dinyanyikan oleh pak Eko Pembina kami dengan menyanyikan lagu kemesraan:

Suatu hari di kala kita duduk di tepi pantai
dan memandang ombak di lautan yang kian menepi
burung camar terbang bermain di derunya angin
suara alam ini hangatkan jiwa kita

sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
ada hati membara erat bersatu
getar seluruh jiwa tercurah saat itu

kemesraan ini janganlah cepat berlalu
kemesraan ini ingin ku kenang selalu
hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu
hatiku damai jiwaku tentram bersamamu

sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
ada hati membara erat bersatu
getar seluruh jiwa tercurah saat itu

kemesraan ini janganlah cepat berlalu
kemesraan ini ingin ku kenang selalu
hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu
hatiku damai jiwaku tentram bersamamu

kemesraan ini janganlah cepat berlalu (jangan berlalu)
kemesraan ini ingin ku kenang selalu
hatiku damai jiwaku tentram di sampingmu (di sampingmu)
hatiku damai jiwaku tentram bersamamu

Waduh mulai terharu dan agak sedih. Tiba-tiba saja panitia mematikan lampu dan menggantikannya dengan nyala lilin. Hmmmm…. Curiga sepertinya kami akan menangis bombay, acara klimaks pun tiba. Slide show mulai diputar, berisi tentang foto-foto kami selama diklat sejak awal hingga akhir, lagu dan foto-foto itu bersatu menghanyutkan hati kami, kami menangis dibuatnya, sambil berpegangan tangan dengan teman-teman dikanan-dan kiri kami, kamipun tak kuasa melepaskan haru dan air mata. Slide kedua menggambarkan lagu tentang orang tua, bagaimana harapan mereka terhadap kami anak-anaknya agar menjadi sukses, tangispun kembali pecah, tidak ada yang terharu saat itu, Peserta, Pembina maupun panitia ikut terpaku.

Masih bergandengan tangan

Masih bergandengan tangan

“raihlah masa depan mu kawan, melangkahlah kedepan, genggam masa depan”

Beberapa bait yang saya ingat meskipun mungkin tidak sama. Acarapun berlajut pada renungan, kami semua memohon ampun kepada orang tua jika selama ini masih mengecewakan mereka, meminta maaf kepada teman-teman jika selama diklat telah menyakiti, memohon ampun kepada Tuhan karena tidak mensyukuri segala nikmat yang telah diberi.

Jalinan persahabatan dan kebersamaan itu kembali terbentuk, kami bersama berdiri membentuk lingkaran, menggandeng tangan sahabat-sahabat kami. Saat itu masih teringat jelas dalam benak saya, pasti teman-teman juga masih mengingatnya bukan?

Kami saling bersalaman, memaafkan satu sama lain. Kami berjanji untuk mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama diklat, semoga kelak kami menjadi abdi Negara yang berguna bagi bangsa dan agama.

Waktu sudah menunjukan pukul 23:00, acara tepat selesai. Waktu tersebutlah yang diizinkan oleh panitia untuk acara makrab hari itu. Semuanya bahagia, semuanya tertawa, semuanya mengenang hari itu.

Semangat kawan, 21 hari memang waktu yang singkat untuk kebersamaan, tetapi merupakan langkah awal untuk persahabatan. Friendship forever.

Cerita Prajab (Minggu Ketiga)

Foto bersama dengan WI

Foto bersama dengan WI

Hallo man-teman, mau cerita tentang prajab lagi nih, mumpung muatan otak masih free 1 GB dan belum terkontam apa-apa, jadi sebaiknya ditulis sekarang juga ceritanya mumpung masih ingat walopun prjabnya telah berakhir. Minggu ketiga ini perasaan kami berwarna-warni, antara senang, sedih, dan deg-degan. Senang karena masa prajab tinggal menghitung hari saja, sedih karena artinya kebersamaan bersama teman-teman juga tinggal menghitung hari, dan deg-degan karena hari rabu kami harus ujian. Begini ceritanya:

Menghadapi Ujian

Tugas membaca setiap pukul 19.15-21.30 digunakan untuk me-review kembali materi-materi yang sudah diajarkan oleh WI, menurut saya waktu tersebut kurang optimal, karena belajar harus di kelas sementara kalo sudah ketemu teman pasti pengennya ngobrol dan bercanda. Maklum pengalaman pribadi hehe. O iya diminggu ini kami dituntut untuk memperlihatkan kepemimpinan kami, mulai dari memimpin jalannya senam pagi, menjadi pembina, menjadi danton (komandan pleton), piket kompi dan lain sebagainya. Kalo menjadi danton dan piket kompi sebenarnya dari minggu kedua sudah mulai dijalankan bergantian sesuai dengan piket setiap harinya. Prinsipnya semua harus merasakan menjadi danton, piket kompi, dan lain sebagainya. Supaya yang bisa nantinya seluruh kelas.

belajar PBB, danton harus didepan sebelah kanan dan sigap ya

belajar PBB, danton harus didepan sebelah kanan dan sigap ya

Menjelang ujian kami sudah diwanti-wanti untuk selalu belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin supaya nilainya bagus. Angkatan pertama diharapkan menjadi contoh untuk angkatan selanjutnya. Agak bangga juga karena kami dianggap sebagai kakak angkatan untuk adik-adik kami diangkatan selanjutnya, tetapi hahace (harap-harap cemas) juga kalo ternyata kami tidak bisa memberikan contoh yang tidak baik. Ini dia kegiatan kami di minggu ketiga:

Materi yang sudah kami terima diminggu ketiga:

  1. Manajemen kepegawaian negara
  2. Ceramah kepegawaian
  3. Ceramah keagamaan
  4. Ceramah perencanaan daerah
  5. Ceramah pengawasan
  6. Motivasi berprestasi

Selain menghadapi ujian tulis, ternyata kami harus ujian PBB juga lho, ujian PBB nya berupa gerakan dasar PBB seperti hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, hormat, istirahat di tempat, sikap siap sempurna, jalan di tempat, langkah tegap dan langkah biasa. Kemudian ujian TUS (tata upacara sipil) yang sebelumnya sudah diajarkan di minggu kedua. Alhamdulillah sepertinya tidak ada kesalahan dari semua peserta, karena hampir setiap hari kami melaksanakan PBB ketika masuk kelas, apel hingga waktu makan. Selain ujian PBB, malamnya kamipun diuji tentang pengucapan panca prasetya kopri, jadi semuanya harus sudah hapal panca prasetya kopri ya.

Ujian PBB

Ujian PBB

Masih ujian PBB

Masih ujian PBB

foto bersama

foto bersama

Nah, ada cerita lucu menjelang ujian pada hari rabu tanggal 29 Mei 2013 lalu. Pembina dan panitian mewanti-wanti sejak awal agar memberikan contoh yang baik bagi adik-adik angkatan selanjutnya. Pada hari rabu itu adik-adik angkatan kedua mulai berdatangan, otomatis kami akan menjadi perhatian mereka, entah karena nervous atau gimana (kalo saya pribadi sih nervous hehe) yang biasanya sudah jarang terjadi kesalahan ternyata saat itu kami membuat kesalahan ketika hendak makan pagi. Alhasil setelah makan pagi kami jalan jongkok menuju tempat apel dan disaksikan oleh adik-adik. Tetapi hal tersebut tidak membuat kami galau lho, justru kami malah senang dan ketawa bersama saat jalan jongkok itu, yang penting kebersamaannya bukan hukumannya. Panitia dan pembina sampai geleng-geleng melihat tingkah kami. Bakalan jadi kisah klasik untuk masa depan nih.

Out Bond

Yeayyyy, ujian udah selesai, waktunya kami bersenang-senang melalui out bond. Tidak ada yang gak semangat hari itu, semuanya semangat. Bagaikan burung yang lepas dari sangkar akhirnya kami dengan riang gembira dan gegap gempita mengikuti kegiatan outbond. Rute outbond tidaklah jauh, hanya saja medannya yang cukup berat membuat kami cukup kelelahan tetapi tetap menyenangkan. Awalnya kami menyusuri jalan kampung yang menurun, benar-benar menurun sampai harus beberapa kali mengerem meskipun jalan kaki, terus kami harus melewati sungai yang deras. Saya benar-benar terharu saat sesi ini, karena untuk melewati sungai yang deras ini kami tidak menggunakan tambang atau tali, kawan-kawan kami yang laki-laki menjadikan dirinya sebagai tambang untuk menyebrang, tangan mereka saling mengkait satu persatu membentuk ikatan panjang sepanjang lebar sungai. Kami yang perempuan berhasil melewati sungai berkat kerjaama yang apik dari teman-teman semua. Keren banget saat itu.

Persiapan Outbond, pengarahan dari pembina

Persiapan Outbond, pengarahan dari pembina

Jalan menanjak kami tak gentar

Jalan menanjak kami tak gentar

tetap ceria

tetap ceria

Setelah melewati area sungai, kamipun kembali menanjak, lumayan pegal-pegal dan cape banget. Wilayah yang harus kami masuki selanjutnya adalah area persawahan. Wuihhhh seru banget nih. Disini ada permainan mengambil papan nama yang diceburkan ke dalam sawah. Kami diharuskan masuk ke dalam sawah dengan berjalan, merangkak dan merayap serta berguling-guling menuju tempat papan nama ada. Seru banget saat itu, semuanya merasa senang, gak ada yang takut kotor. Inti permainan ini adalah kerjasama dan saling peduli (menurut saya sih). Panitia dan pembina tak luput dari sasaran kami untuk ikut nyebur ke sawah. Mari kita berlumpur-lumpur ria.

senyum-senyum penuh lumpur

senyum-senyum penuh lumpur

Peserta, panitia dan pembina bersatu

Puas bermain dengan lumpur di sawah, kamipun menuju sungai untuk membersihkan diri dari lumpur. Sambil bernyanyi, bercanda dan tertawa hari itu sangat menyenangkan dan tak terlupakan. Tepat sekitar waktu ashar tiba, kami sudah sampai di hotel tempat diklat kami. Sepanjang jalan kami bernyanyi “abang tukang bakso mari-mari sini…..”, kami semua kepingin makan bakso, maklum kedinginan. Semua tertawa bahagia, baik peserta, panitian dan pembina.

Bersihkan diri di sungai

Bersihkan diri di sungai

yang bersih ya

yang bersih ya

Hari itu benar-benar istimewa, minggu terakhir diklat prajab kami akhiri dengan canda dan tawa, meskipun terselip rasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan. Kami yakin persaudaraan ini akan terus berlanjut tidak terbatas saat prajab saja. Salam sukses, mari kita menuju masa depan gemilang!

cerita
Genggaman tangan itu memberikan kekuatan

Cerita Prajab (Minggu Kedua)

Sebelum dimulai ceritanya, saya mau minta maaf dulu nih, dipostingan minggu pertama saya janji mau memposting cerita prajab setiap minggunya, tetapi ternyata janji tersebut tidak terealisasi hingga masa diklat prajab berakhir. Maklum ya teman-teman jadwalnya sangat padat hingga larut malam jadi gak sempet megang netbook buat nulis, belum lagi tugas membuat resume dan nyicil belajar buat ujian (gaya bener) hehe gak apa-apa ya? daripada gak ada cerita sama sekali, mending ditulis aja walopun prajabnya udah beres. Ini dia cerita prajab minggu kedua.

Jadwal Tetap Padat

Memasuki minggu kedua diklat prajab, jadwal masih tetap padat, hanya saja bedanya tidak ada lagi materi setelah pukul 18.00, diganti dengan tugas baca dari jam 19.15-21.30 yang dilanjutkan dengan apel malam. Judulnya sih tugas baca, tetapi dasar kami memang, seringnya diisi untuk bernyanyi memantapkan yel-yel, musyawarah kelas, foto-foto dan diskusi bersama. Kadang juga ada panitia atau pembina yang masuk ke kelas untuk memberikan arahan serta yel-yel baru, tak masalah bagi kami karena pada dasarnya kami senang yang namanya bernyanyi.

Materi yang sudah kami dapatkan di minggu kedua ini adalah:

  1. Sistem penyelenggaraan pemerintah NKRI
  2. Wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI
  3. Etika organisasi pemerintah
  4. Pelayanan prima
  5. Komunikasi efektif
  6. Budaya kerja pemerintah
  7. Manajemen perkantoran modern

Pada minggu-minggu ini suasana belajar cukup seru karena setelah Widya Iswara (WI) menyampaikan materi selalu diakhiri dengan diskusi, kalo saat diskusi saya pribadi gak terlalu mengantuk, tetapi saat materi disampaikan oleh WI kok seringnya ngantuk ya, maka permenpun jadi andalan. Saya dan beberapa teman sudah siap sedia menyediakan permen, permen seringkali beredar di teman-teman, dan itu tak jadi masalah karena diizinkan panitia karena bukan termasuk makanan. Kalo makanan jelas-jelas dilarang karena bisa menganggu proses belajar. Air minum masih diperbolehkan untuk dibawa juga lho. O iya hampir setiap WI punya trik jitu supaya kami gak ngantuk, mulai dari tiba-tiba nyamperin terus memberikan pertanyaan, memberi ice breaking dalam bentuk tebakan, tarian, atau bahkan karoke bersama. Lumayan mata kami cukup segar saat belajar. Ini dia kegiatan kami di minggu kedua:

Foto bersama WI usai pelajaran

Foto bersama WI usai pelajaran

Suasana diskusi di kelas

Suasana diskusi di kelas

Ice breaking di kelas, nyanyi bersama

Ice breaking di kelas, nyanyi bersama

setelah diperintah harus menghabiskan makanan yang disediakan, ternyata kami bisa juga menghasbiskan nasi yang begitu banyak

setelah diperintah harus menghabiskan makanan yang disediakan, ternyata kami bisa juga menghasbiskan nasi yang begitu banyak

tak malu bertanya, tak sesat di prajab, ayoo banyak nanya, banyak nilai lho

tak malu bertanya, tak sesat di prajab, ayoo banyak nanya, banyak nilai lho

Yel-Yel Baru

Bukan kami kalo gak suka nyanyi, tugas baca kami manfaatkan untuk diskusi, musyawarah kelas, dan tentunya membuat yel-yel baru untuk penyemangat ketika baris-berbaris. Di minggu kedua ini kami punya yel-yel baru, dari pak Aldino dan Pak Eko pembina kami. Hingga sekarangpun saya yakin teman-teman masih hapal dengan yel-yel prajab yang banyaknya hampir satu album itu, hehe. Ini dia yel-yel baru diminggu kedua:

Pak Edwin dan Pak Aldino memimpin yel-yel baru

Pak Edwin dan Pak Aldino memimpin yel-yel baru

Latihan yel-yel bersama pembina

Latihan yel-yel bersama pembina

 

Mas Bro (Judul asli bisa ditanya sama Pak Aldino)

Pembina ku apa yang kau pikirkan

Kerjamu hanya menghukum kami

Tak berguna kau marah melulu

Tersenyumlah Mas brooo………….

Buat apa push up, buat apa shit up

Lebih baik kita tidur aja

Forget to Me

Saya tunggu engkau, saya tunggu engkau

Rupanya engkau forget to me

bangun pagi-pagi menuju ke lapangan

Untuk mengikuti latihan prajabatan

Tak tahan rasanya ingin segera pulang

Pendidikan belum usai

Mau makan jalan jongkok

Sudah makan lompat kodok

Dicaci maki dan juga dibentak-bentak

Wahai pelatih ku betapa kejam dirimu

Wahai pelatih ku betama jeli mata mu

Tidakkah kau tahu isi di hatiku

Ku cinta pada mu, Ku sayang pada mu

Hotel Purnama

Hotel purnama tempat kami ditempa

Tradisi prajabatan menempuh PNS

Di dalam latihan tradisi prajabatan

Calon-calon PNS

Masuk PNS memang susah sekali

Setiap hari selalu dicaci maki

Diberi makan roti, segelas air putih

Juga segenggam nasi

Mau marah engga bisa

Diam saja ku tersiksa

Lama-lama disini bisa gila

La-la-la-la-la-la-la-la-la

Doa Prajab

Ya Allah yang Maha Esa, yang Maha Kuasa

Yang memiliki sekalian alam

Segala Puji bagi-Mu Engkau

Yang kami sembah dan kepada Mu lah kami mohon pertolongan

Tunjukanlah kami jalan yang benar

Jalan yang Engkau ridhoi

Lindungilah kami, serta berikanlah kami keselamatan di dunia dan dihari kemudian

Ampunilah dosa-dosa kami

Kepada Mu lah kami berserah diri

Aamiin.

Sekian cerita  prajab minggu kedua, semoga bermanfaat, dan see you di cerita ketiga ya…..

 

Komunitas Ideal, Komunitas Partisipatif

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.

Alhamdulillah 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri sudah memasuki minggu kedelapan. Itu artinya kita sudah berada dipenghujung acara, bertepatan pula dengan berakhirnya masa diklat yang kemarin harus saya lakukan. Kini saya dan teman-teman sudah berada ditengah-tengah keluarga kembali sehingga bisa menekuni kegiatan ngeblog dengan lebih santai tanpa harus mencuri-curi waktu lagi. Saya senang karena 8 minggu ngeblog yang diadakan Anging Mammiri ini menuntut sikap konsisten dari para peserta untuk ngeblog secara berturut-turut tiap minggunya. Secara tidak langsung hal tersebut mengajarkan kita untuk bersikap konsisten, menjaga komitmen dan bertanggung jawab. Terimakasih Anging Mammiri. Baiklah, kita mulai saja yuk ngeblognya, tema kali ini adalah tentang komunitas ideal, wah agak gampang-gampang susah nih, tapi mari kita coba.

Kita awali dengan pengertian komunitas ideal. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) komunitas adalah kelompok organisme (orang dsb) yang hidup dan saling berinteraksi di daerah tertentu, sedangkan ideal memiliki arti sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Jika kita gabungkan maka komunitas ideal dapat kita definisikan sebagai sekumpulan orang yang saling berinteraksi satu sama lain yang memiliki kesamaan cita-cita sesuai dalam komunitas tersebut. Umumnya cita-cita dituangkan dalam visi komunitas tersebut. Visi adalah arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam komunitas. Agar visi dapat tercapai maka suatu komunitas harus memiliki misi sesuai dengan cita-cita yang hendak dicapai.

Nah, bagaimanakah komunitas yang ideal itu? Menurut saya komunitas ideal adalah komunitas partisipatif yang mengedepankan partisipasi anggota melalui kerjasama dan gotong royong dalam mengambil keputusan. Karakter yang dimiliki oleh komunitas partisipasif antara lain:

  1. Setiap anggota memiliki visi dan misi yang sama dengan komunitas tempat mereka bernaung, karena tanpa visi dan misi yang sama maka akan terjadi perpecahan pada suatu komunitas
  2. Mengambil keputusan selalu dengan musyawarah dan anggota berperan aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi suatu komunitas
  3. Komunitas adalah sebuah tim, karena dalam tim terdapat keterikatan dalam kumpulan orang tersebut, baik keterikatan secara emosional maupun secara fisik. Komunitas ideal sebaiknya bukan hanya sebatas kelompok saja, karena kelompok hanyalah kumpulan orang-orang tanpa adanya keterikatan, untuk lebih jelasnya mari kita bandingkan antara suporter sepak bola dengan pemain bola, supporter adalah kelompok sedangkan pemain sepak bola adalah tim, tim sepakbola memiliki keterikatan satu sama lain karena memiliki satu tujuan yaitu menjadi juara, sedangkan supporter tidak memiliki keterikatan
  4. Komunitas bersifat dinamis, artinya semua anggota berperan serta baik dalam kegiatan maupun pemikiran dan menyadari kekurangan dan kelebihannya agar bisa saling menutupi
  5. Komunitas menyadari konflik sebagai hal yang wajar terjadi, karena konflik merupakan sarana mengembangkan ide dan kreatifitas sehingga mampu menyelesaikannya secara kekeluargaan
  6. Para anggota mampu menambah keterampilan dan mampu menerapkannya dalam komunitas. Mereka mendapatkan dukungan penuh dari komunitas serta mampu menularkan keterampilan yang dimiliki kepada anggota lainnya
  7. Anggota memiliki kontribusi terhadap keberhasilan komunitas
  8. Dalam komunitas anggota dan pemimpin memiliki komitmen untuk saling mendukung satu sama lain agar berhasil mencapai tujuan
  9. Anggota dapat saling membantu satu sama lain

Tentu masih ada beberapa karakteristik komunitas partisipatif lainnya. Komunitas partisipatif banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah panguyuban dalam masyarakat, himpunan mahasiswa, lembaga swadaya, organisasi pemerintah, swasta dan lainnya yang tentunya didalamnya melibatkan peran serta anggota dalam setiap pengambilan keputusan maupun pelaksanaan kegiatan.

Suatu komunitas dapat terbentuk karena kesamaan hobi, kesamaan tujuan, dan lainnya, seperti komunitas pencinta kebun yang memiliki hobi berkebun sekaligus bertujuan untuk melestarikan alam, komunitas pecinta kelinci yang dapat menyalurkan hobi beternak sekaligus berbisnis serta jenis komunitas lainnya. Apapun jenis komunitasnya, tentu saja suatu komunitas harus memiliki tujuan yang baik dan mampu mensejahterakan anggotanya. Suatu komunitas juga sepatutnya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar agar menjadi panutan dan tak hanya sekedar tempat kumpul saja. Ketika kita berada dalam suatu komunitas dan merasakan manfaat yang didapat tentu kitapun akan loyal terhadap komunitas tersebut. Tidak ada ruginya kita berkomunitas, karena selain menambah teman, menambah wawasan serta melatih kepemimpinan, berkomunitas juga sebagai wadah siaturahim antar anggota dan diluar anggota yang dapat memberikan banyak manfaat.

Ayo berkomunitas dan bersosialisasi sekarang juga, karena dengan berkomunitas kita dapat menambah teman, menambah wawasan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Referensi:

Pranoto, J. dan Wahyu,S. 2009. Membangun Kerjasama Tim (Team Building). Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 48hal.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 473,802 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

June 2013
M T W T F S S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
%d bloggers like this: