//
archives

Archive for

Aku dan Pohon Mangga

Mobil Taft putih itu meluncur dengan mulus di aspal yang panas karena terik matahari. Saat itu kami dalam perjalanan menuju Tulung Agung untuk melakukan pengecekan lapang. Aku dan teman ku bercerita banyak tentang area yang akan kami kunjungi. Ini baru untuk ku, maklum aku adalah orang lab yang tak pernah turun ke lapang. Senang sekali rasanya saat itu. Dan kamipun tiba di jalan raya Tulung Agung-Trenggalek. Banyak sekali bus dan tronton yang lewat. Saat itu aku masih tenang saja sampai tiba saatnya ketika bus jurusan Surabaya-Trenggalek tiba-tiba menyalip dari arah berlawanan di depan kami. Teman ku membanting setir ke arah kiri, dan duarrrrrr, mobil pun terhenti. Aku tidak tahu apa yang terjadi, disekeliling kami sudah banyak orang, ku cek diri ku tidak ada yang aneh begitu juga dengan teman ku. Kami pun turun.

Mbak, ra popo tah? Kok iso nabrak ki piye?” kata seorang bapak.

Untunge nabrak pohon, nek ga ono pohon sampeyan nyebur sisan ke kali bahaya” kata seorang lagi.

Ternyata mobil yang kami tumpangi menabrak sebuang pohon yang berdiri tegak di samping sebuah counter HP.

Kap mobil terangkat ke atas, bemper depan penyok, ban mobil juga rusak. Teman ku yang menyetir tiba-tiba lemas. Ku tatap pohon itu. Pohon itu adalah pohon mangga yang memiliki lingkar batang besar, ajaibnya dia tidak roboh, hanya kulit dan kayunya yang terkelupas, sedangkan mobil yang kami tumpangi penyok. Seketika aku merinding membayangkan apa jadinya jika tidak ada pohon mangga disana, menabrak pohon saja sudah rusak berat seperti ini, apalagi jika masuk ke kali. SubhanaAllah terimakasih Tuhan telah menyelamatkan kami melalui pohon ini.

***

Pohon penyelamat, itulah kenangan ku tentang pohon mangga sekitar 6 tahun yang lalu. Aku masih ingat jelas kejadian tersebut karena pertama kalinya aku menjadi tontonan masyarakat akibat kecelakaan. Semoga itu adalah yang terakhir. Aamiin.

Akibat kejadian itu, aku jadi menyukai pohon mangga. Pohon mangga yang aku miliki dulunya ada 4 buah, saat ini hanya tersisa 3 buah lantaran pohon yang paling luar terpaksa kami tebang karena menggangu rumah orang lain. Kini ketiganya ku berikan nama panggilan sesuai dengan keunikannya, yaitu:

1. Si Manis, pohon ini jarang berbuah, dia hanya berbuah sebanyak 1-3 buah/musim tetapi 4 acungan jempol untuk kadar manisnya

Si Manis, Jarang berbuah, sekali berbuah manisnya gak nahan

Si Manis, Jarang berbuah, sekali berbuah manisnya gak nahan

2. Si Rindang, pohon ini sampai sekarang tidak pernah berbuah, tetapi daunnya yang rindang memberikan kesejukan di sekitarnya

Si Rindang, belum pernah berbuah nih

Si Rindang, belum pernah berbuah nih

3. Si Bungsu Okiyong  yang katanya manis. Mangga ini ditanam oleh bapak, dulu tingginya hanya mencapai 60 cm, sekarang dia sudah lebih tinggi, kurang lebih sekitar 1.5 meter. Mangga cintanya si Bapak, karena dirawat dengan penuh perhatian, kamu harus cepat besar ya okiyong biar bapak ku dapat merasakan manisnya buahmu

Mangga Okiyong, Baru dibeli, 6 Oktober 2012

Pohon Mangga Okiyong Agustus 2013, Tingginya sudah mencapai 1.5 m

Pohon Mangga Okiyong Agustus 2013, Tingginya sudah mencapai 1.5 m

Ada satu jenis buah mangga yang tidak dapat aku lupakan rasanya, yaitu mangga Lalijiwo dari Probolinggo. Buahnya yang sangat manis benar-benar membuat kita lupa diri hehe. Aku mendapatkan buah tersebut dari teman kuliah ku dulu, dia sengaja membawakan untuk ku, rasanya benar-benar seperti namanya, lalijiwo!

Itulah kisah ku dengan pohon mangga, pohon yang telah menyelamatkan hidupku. Sekarang, mari kita lebih mengenal pohon penyelamat ku ini yuk.

Mengenal Lebih Dekat Pohon Mangga

Mangga (Mangifera indica L.) termasuk famili Anacardiaceae. Tanaman ini merupakan tanaman buah-buahan tropika kering dari India dan Ceylon. Pohon mangga termasuk pohon buah-buahan berkeping dua (dicotyl). Sistematika botaninya adalah [1]:

Divisi : Spematophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Sapandales

Famili : Anacardiaceae

Genus : Mangifera

Species : Mangifera indica L.

Jenis yang banyak ditanam di Indonesia yaitu mangga Arumanis, Golek, Gedong, Manalagi, Cengkir, Kemang dan Kweni. Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur berpasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang dengan pH tanah yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.
Perbanyakan bibit pohon mangga dapat dilakukan dengan: Biji, okulasi, dan pencangkokan. Okulasi adalah jenis perbanyakan bibit yang terbaik [2].

Buah mangga memiliki beberapa manfaat antara lain: Menjauhkan kanker, mencerahkan kulit, mereduksi angka koleterol, membuat mata lebih cerah, memenuhi kebutuhan alkali manusia, meningkatkan gairah dan energi sex, mangga mampu memperbaiki sistem pencernan, melenyapkan panas dalam dan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang [3].

Kini terdapat varietas unggul baru hasil pengembangan teknologi inovatif Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian yaitu Ken Layung, Marifta-01, Keraton-119, Garifta merah, Garifta Kuning, dan Garifta Gading. Varietas ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan ekspor tanaman buah dari Indonesia.

Tulisan ini diikut sertakan pada “Give Away: Aku dan Pohon” Periode 1 Agustus- 15 September 2013

Sumber Tulisan:

[1] http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/1433

[2] http://cybex.deptan.go.id/lokalita/budidaya-tanaman-mangga

[3] http://infobuahmangga.blogspot.com/2013/02/1001-manfaat-buah-mangga.html

Indahnya Takdir Allah

Tanda Tangan yang dicoret-coret

Tanda Tangan yang dicoret-coret

Aku punya seorang teman yang dapat membaca tanda tangan. Saat itu aku meminta dia untuk membaca tanda tangan ku, aku sih gak berpikir macam-macam, sebenarnya hanya ingin mengetesnya. Waktu itu dia melihat dengan serius tanda tangan ku, dibuatnya garis mendatar pada sisi tanda tangan dan memberinya label positif dan negatif. Dicoret-coretnya tanda tangan ku, dia bilang begini:

“Pernah terpuruk banget ya?” teman ku berkata dengan wajah serius. “iya kok tau sih?” jawab ku. “iya ini tanda tangan kamu jatuh banget ke sisi gelap (negatif) tapi perlahan bangkit terus”. “iya” jawab ku datar sambil berpikir mengenang kembali peristiwa itu.

***

Dari dulu ketika sudah mulai sekolah, aku merasa setiap rencana yang ku susun sesuai dengan apa yang aku harapkan. Mendapatkan peringkat kelas, bersekolah di sekolah negeri, masuk kuliah dengan jalur khusus tanpa tes hingga akhirnya aku mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang aku cita-citakan. Namun semua rencana ku yang sudah sangat aku perhitungan tiba-tiba tidak terealisasi sesuai dengan yang diharapan ketika aku harus kembali ke tempat suami berada.

Aku dan suami sempat terpisah jarak jauh antara Jabar dan Jatim meski kami sudah menikah. Aku tahu bahwa keadaan ini tidak akan berlangsung lama, cepat atau lambat aku harus mengundurkan diri dari perusahaan dan kembali ke tempat suami berada. Aku telah menyusun rencana setahun sebelum aku mengundurkan diri, aku mengambil pendidikan Akta IV di salah satu sekolah tinggi negeri yang ada disana. Harapan ku adalah ketika aku kembali ke tempat suami berada maka aku bisa mengajar untuk mengisi hari-hari ku disana. Maklum tempat suami adalah sebuah perkebunan tebu yang jauh dari mana-mana, kebayang kan kalo kita sudah terbiasa rutinintas di tempat yang ramai namun tiba-tiba harus berada di tempat yang sepi tanpa melakukan apa-apa pasti akan membuat kita stress.

Menjelang beberapa bulan waktu pengunduran diri ada tawaran beasiswa pasca sarjana dari perusahaan. Jujur saja sebenarnya aku tertarik, tetapi mengingat menimbang dan memutuskan jika aku menerimanya maka akan lebih lama lagi berpisah dengan suami, dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak menerimanya. Kemudian tepat sebulan menjelang pengundurkan diri dari perusahaan, aku sudah lulus pendidikan Akta IV. Sejauh ini rencana yang telah aku susun berjalan dengan lancar.

Hamparan Kebun Tebu

Hamparan Kebun Tebu

Dan tiba saatnya aku harus kembali ke tempat suami berada, mental sudah sangat siap untuk kesana. Well… tidak ada yang lebih baik selain bersama dengan keluarga bukan? Tetapi kenyataannya jauh dari apa yang aku bayangkan. Tempatnya benar-benar jauh dari mana-mana, jika aku ingin mengajar maka aku harus menempuh jarak 7 km keluar kebun. Rasanya tidak sebanding dengan hasil yang ku terima. Lalu untuk apa aku mengambil Akta IV? seketika aku ingat ketika teman ku mengatakan bahwa sia-sia saja mengambil kuliah Akta IV, karena tidak akan terpakai. Waktu itu aku bersikeras jika kita sudah menganggap apa yang kita lakukan sia-sia maka semuanya akan sia-sia. Nampaknya apa yang dikatakan teman ku benar saat itu. Aku tidak mengajar sesuai rencana, aku tidak memiliki aktivitas rutin, tidak ada teman dan keramaian, semua itu membuat aku stress. Aku yang biasanya ceria dan dikelilingi oleh teman-teman seketika merasa hancur hingga aku menyalahkan suami ku mengapa dia memilih pekerjaan di tempat yang seperti ini. Butuh waktu lama untuk ku dapat menerima keadaan ini.

“Diantara penyebab kebahagiaan adalah beristikharah kepada Allah dan ridha terhadap qadha (ketetapan)-Nya” (HR Ahmad)

Setelah lima bulan lamanya berada disana, aku mulai sadar dan menerima kenyataan ini ketika diberi amanah menjadi seorang ibu. Aku mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Aku mulai berpikir qanaah (sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT) bahwa pasti ada sesuatu hikmah dari semua yang aku jalani sekarang. Ku isi waktu ku dengan menulis meskipun hanya menulis di blog, tetapi cukup memberi ku pengalaman karena banyak teman-teman yang menginspirasi ku. Kehadiran seorang anak ditengah-tengah keluarga kecil kami juga membawa warna dalam kehidupan ku. Aku mulai bersyukur diberikan waktu yang cukup panjang untuk bersama dengan anak ku yang masih bayi. Aku tidak terbayang jika masih bekerja ditempat yang lama dan memiliki seorang bayi maka siapa yang akan mengurusnya, menyerahkannya kepada orang lain? Saya tidak berani membayangkan hal tersebut.

Kemudian ketika anak ku berumur hampir satu tahun aku melihat sebuah lowongan CPNS penyuluh pertanian. Dengan izin suami, orang tua dan tentunya bayi kecil ku akhirnya aku mengikuti tes tersebut dan Alhamdulillah aku lulus. Inilah titik balik ku, perlahan aku mulai mengalami anti klimaks keterpurukan ku. Aku mulai bangkit perlahan. Profesi yang aku jalani sekarang ternyata berhubungan dengan sifat ku yang senang bertemu dan berbicara dengan orang-orang, sesuai juga dengan pendidikan Akta IV ku karena aku harus membimbing dan mengajar petani.

Menjadi guru sekaligus penyuluh

Menjadi guru sekaligus penyuluh

Sungguh indah takdir Allah, sebaik-baiknya rencana manusia, tidak ada yang lebih baik dari rencana Allah. Ketika aku menyusun rencana untuk beraktivitas dalam rangka menyibukkan diri dan menghindari kejenuhan, Allah memberi ku anugerah menjadi seorang ibu yang membuatku mengisi hari-hari ku dengan merawat bayi yang ku lahirkan. Ketika aku ingin mengajar menjadi seorang guru, Allah memberikan anugerah dengan menjadi seorang penyuluh yang bertugas mendampingi dan memberikan ilmu serta pengetahuan ku untuk para petani. Kini aku dapat bekerja tanpa menyita waktu banyak untuk anak ku, jam kerja ku jelas meski sesekali aku harus pulang sore hari, paling tidak aku tidak harus lembur seperti di tempat ku dulu.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)

Segala sesuatu yang kita rencanakan mungkin tidak terelaksana sepenuhnya sesuai dengan yang kita harapkan tetapi kita harus bersikap khusnudzan (berbaik sangka) terhadap takdir Allah karena sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah. Mengapa kita harus merasakan jatuh, agar kita dapat bangkit lagi. Begitulah Allah mengajarkan kepada kita agar kita selalu berusaha menjadi lebih baik lagi, karena itulah sebenarnya yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Ketika ku mohon pada Allah kekuatan, Allah memberi ku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku mohon kebijaksanaan, Allah memberi ku masalah untuk dipecahkan

Ketika ku mohon keberanian, Allah memberi ku bahaya untuk diatasi

Ketika ku mohon sebuah cinta, Allah memberi ku orang-orang bermasalah untuk dibantu

Aku tak pernah menerima apa yang ku minta, tapi aku menerima segala yang ku butuhkan

(dari berbagai sumber)

Tulisan ini diikutsertakan dalam momtraveler’s first Giveaway “Blessing in Disguise” Periode 16 Juli-16 Agustus 2013. dan Alhamdulillah dapet urutan ke-8, Terimakasih 😀

Menghadapi Trend Mobile Internet Terhadap Perkembangan Anak

“B (15) remaja perempuan di Kabupaten Tangerang, diperkosa oleh laki-laki berinisial IP (26). B baru saja mengenal IP lewat situs jejaring social Facebook. Dari perkenalan ini, mereka memutuskan untuk bertemu dan IP mengajak B ke rumah kontrakannya…….” [1].

Beberapa kalimat dari sepenggal berita di atas memberikan gambaran kepada kita akan dampak negatif penggunaan internet pada anak-anak. Tanpa pengawasan yang cukup dari orang tua kepada anak maka penggunaan internet dapat membahayakan perkembangan anak, karena seorang anak khususnya ABG masih memiliki jiwa yang labil. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah dipengaruhi dan butuh perhatian. Kita sebagai orang tua wajib memberikan perhatian agar anak dapat memanfaatkan internet sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Meskipun begitu bukan berarti kita harus over protective terhadap anak melainkan dengan cara meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak.

Resiko lain yang dapat ditimbulkan apabila anak-anak mengakses internet dan telepon selullar (ponsel) adalah [2]:

  • Mengakses informasi dan gambar yang tidak sesuai dengan umurnya
  • Menjadi korban cyberbullying
  • Dapat dihubungi dan dimanipulasi oleh orang dewasa untuk tujuan sexual (grooming)
  • Berbagi informasi dan data diri dengan orang yang tidak dikenal
  • Mengirimkan dan menerima film atau gambar  porno baik dari dirinya maupun orang lain

Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet sudah merajalela hampir diberbagai tingkatan usia. Hampir setiap orang kini dengan mudah mengakses internet terutama melalui ponsel. Penyebaran informasi melalui internet dengan memanfaatkan teknologi ponsel memang efektif untuk penyebaran informasi yang bersifat ringkas, padat dan perlu update secara real time atau cepat. Menurut pengamatan saya, anak yang menginjak usia SD sekalipun kini sudah memiliki ponsel pribadi yang dapat mengakses internet. Sebagian orang tua mengizinkan mereka memilikinya untuk digunakan sebagai sarana komunikasi sekaligus dalam rangka pengawasan.

Survey menemukan bahwa 42 persen orang tua mengontak anak-anaknya setiap hari dengan menggunakan ponsel. Hal itu membuat ponsel menjadi alat komunikasi paling popular diantara orang tua dan anak. Selain komunikasi dengan ponsel, berinternet ternyata juga sering menjadi salah satu aktivitas sosial. Sebanyak 50% pengguna internet yang hidup bersama pasangan dan satu atau lebih anak menggunakan internet beberapa kali seminggu [3]. Mendapati fakta tersebut, tentu kita sebagai orang tua harus mengawasi penggunaan internet agar si anak hanya mengakses konten-konten yang sesuai dengan usianya.

Nah, bagaimanakah peran kita sebagai orang tua dalam mengatasi trend mobile internet terhadap perkembangan anak? berikut adalah beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada pembaca semua:

1. Membangun komunikasi baik secara konvensional maupun dengan menggunakan teknologi. Komunikasi secara konvensional maksudnya adalah face to face. Jangan sampai kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas anak membuat komunikasi secara langsung menjadi berkurang sehingga si anak lebih banyak berkomunikasi dengan internet daripada dengan orang tuanya. Komunikasi dapat dilakukan saat berkumpul dengan keluarga misalnya pada waktu makan bersama. Komunikasi melalui teknologi misalnya dengan memanfaatkan jejaring sosial dan messenger untuk memantau aktivitas anak

2. Beri pemahaman akan manfaat internet serta nilai negatifnya. Contoh berita di atas adalah salah satu nilai negatif dari penggunaan internet, selain itu apabila sudah menggunakan internet berlebihan dikhawatirkan menjadi pribadi yang tidak acuh dengan lingkungan sekitar. Nah, kita harus bisa memberikan pemahaman bagaimana menggunakan internet yang baik dan sehat kepada anak.

3. Dampingi anak pada saat menggunakan internet. Apabila si anak sudah mengerti dan dapat dipercaya maka kita bisa melepasnya secara bertahap dengan terus memantaunya.

4. Melakukan pengecekan terhadap konten yang dibrowsing oleh anak, kita dapat mengetahuinya melalui history sambil terus menjaga komunikasi supaya tidak ada hal yang disembunyikan

5. Melakukan protect dengan memanfaatkan teknologi, misalnya dengan mendownload soft ware security family untuk mengontrol aktivitas internet anak-anak baik di PC maupun ponsel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Ajaklah anak untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga disela-sela waktu luangnya agar perhatiannya tidak tertuju pada internet saja

7. Batasi penggunaan internet untuk beberapa waktu, misalnya ketika dia harus beribadah dan belajar, maka usahakan si anak untuk tidak mengakses internet. Caranya bisa dengan mematikan ponselnya atau menyita ponselnya sementara waktu

8. Berikan reward dan punishment, berikanlah penghargaan terhadap sikap disiplin anak dalam penggunaan internet dan berikanlah hukuman apabila si anak melanggar terhadap apa yang telah disepakati dan diajarkan oleh kita, tentu dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar agar si anak mengerti

9. Ajaklah anak untuk melakukan kegiatan positif seperti mengaji, pergi ke toko buku, membantu memasak dan lain-lain

10. Bila si anak melakukan hal yang tidak benar dalam menggunakan internet jangan melarangannya tanpa memberikan alasan dan penjelasan, karena bisa jadi si anak akan penasaran mengapa hal yang dia lakukan itu tidak diperbolehkan

11. Supaya kita tidak ketinggalan trend internet maka kita juga harus mengikuti perkembangan yang ada di dunia internet, terutama terhadap konten-konten yang banyak diakses oleh anak-anak

12. Berikanlah contoh yang baik untuk anak-anak, karena anak-anak pada dasarnya pandai meniru apa yang kita lakukan. Jangan sampai kita sibuk sendiri dengan ponsel dan internet sementara anak-anak memperhatikan terhadap apa yang kita lakukan

Nah, demikian beberapa tips dari saya dalam menghadapi trend mobile internet terhadap perkembangan anak. Kebetulan anak saya yang bernama Alfi masih kecil, usianya hampir 2 tahun tetapi dia sudah mengenal ponsel meskipun dia hanya mengetahui bahwa ponsel itu digunakan untuk menelepon dan melihat video kartun kesayangannya. Bisa jadi jika dia sudah agak besar nanti sudah tahu apa itu  internet, maka saya sebagai orang tua harus selalu tanggap terhadap perkembangannya.

“Anak-anak memang tidak begitu baik dalam mendengar nasehat orang tua mereka, tapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru mereka.” James Arthur Baldwin

LOMBA BLOG DPTALK

Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Blog Peran Orangtua Mengatasi Trend Mobile Internet Terhadap Perkembangan Anak Periode 5 Juli-5 Agustus 2013.

Referensi:

[1] Vemale.com. 2013. Lima Kasus pelecehan Seksual Yang Menyesakkan. Edisi Rabu, 19 Juni 2013. http://www.vemale.com/tags/kisah-nyata/23138-lima-kasus-pelecehan-seksual-yang-menyesakkan.html

[2] NSPCC. Keeping Your Child Safe Online. http://www.nspcc.org.uk/help-and-advice/for-parents/keeping-your-child-safe/using-the-internet/internet-safety_wda96763.html

[3] SR, Fahruri. 2009. Internet Berbahaya Bagi keharmonisan Keluarga?. Majalah Anggun Edisi No. 9/II/Oktober 2009.

Menghadapi Tes CPNS

Tes CPNS, Gambar Diambil Dari Sini

Hallo teman-teman,  sebentar lagi bulan September tahun ini datang. Memang ada apa sih di bulan September? Di bulan September insyaAllah akan ada tes penerimaan CPNS baik pusat maupun daerah. Kuotanya banyak lho setelah tahun lalu ada moratorium penerimaan CPNS. Daftar instansi yang akan melakukan pengrekrutan CPNS tahun 2013 bisa dilihat di www.setkab.go.id. Nah, bagi yang ingin mengikuti tes, siap-siap yuk. Saya mau share nih tentang cara menghadapi tes CPNS, siapa tau berguna buat teman-teman. Ini dia ceritanya, cekidot yuk:

Persiapan sebelum tes

Karena sudah jelas sekitar bulan September akan dilaksanakan tesnya, maka teman-teman paling tidak menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tes pada saat satu bulan sebelumnya. Apa saja yang harus disiapkan yaitu:

A. Persiapan administrasi: setiap instansi pasti memiliki persyaratan yang harus dilengkapi sebelum kita menjadi peserta tes, ada yang sama, ada juga yang beda, berdasarkan pengalaman secara umum berikut adalah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi yaitu:

  1. Kartu kuning, beberapa instansi seperti pemda meminta persyaratan ini untuk pendaftaran. Kita dapat membuatnya di dinas tenaga kerja, kalo di Kabupaten Bogor sendiri dapat membuat di Disosnakertrans yang ada di kompleks pemda cibinong
  2. SKCK, karena surat ini berlaku selama tiga bulan, maka membuatnya jangan terlalu awal sehingga tidak expired saat mendaftar. SKCK membuatnya di polres ya bukan di polsek
  3. Surat keterangan dokter pemerintah, surat ini bisa kita buat di Puskesmas atau di dokter umum rumah sakit milik pemerintah. Ini dibuatnya jika sudah ada permintaan saja ya
  4. Ijazah dan transkip legalisir, kalo persyaratan yang ini saya yakin teman-teman pasti punya
  5. Sertifikat TOEFL, persyaratan ini hanya diminta oleh instansi tertentu, jadi tidak semuanya meminta score toefl.

B. Rajin on line, nah kalo sudah mendekati waktu penerimaan tes, sebaiknya rajin-rajin on line supaya gak ketinggalan berita. Saling berbagi informasi ya dengan teman-teman lainnya

C. Latihan soal, latihan soal itu penting. Jangan sampai SKS ya supaya kita paham akan tipe-tipe soalnya. Dulu saya pernah ikut tes kemenakertrans, ketika menunggu waktu tes dilaksanakan saya dan beberapa orang masih membaca materi dan soal-soal. Kemudian ada yang nyeletuk, dia bilang begini “udah ngapain belajar, gw udah belajar eh ga lolos terus, yang paling penting itu factor lucky, rejeki mah gak kemana”. Menurut saya itu gak benar ya, karena tidak ada keberhasilan tanpa usaha. Keberuntungan akan datang jika kita mau berikhtiar. Jadi, tetap ya harus belajar biar nanti pas ngerjain soal gak kebingungan hehe. Maklum pengalaman hehe.

2013-07-25 16.09.58Bentuk soal sepertinya sama ya dari tahun ke tahun. Kalo tahun 2012 kemarin, soalnya dibuat oleh konsorsium 5 perguruan tinggi. Soal-soalnya terdiri dari:

  1. TPU (tes pengetahuan umum), kalo saya dulu mempelajari tentang UUD 45 karena ada saja soal aplikasi dari UUD 45 seperti prosuder pengangkatan dan pemberhentian presiden, tugas MA, tugas MK dll. Untuk soal TPU ini ada beberapa soal yang harus dihapalkan karena kontentnya tidak berubah dari tahun ke tahun seperti kapan pancasila dirumuskan dan siapa perumusnya, terus tentang BPUPKI, PPKI dan lain-lain. Ada juga soal tentang otonomi daerah seperti desentralisasi, sentralisasi dan lain-lain. Saran saya untuk menghadapi soal ini adalah banyak latihan dan banyak membaca, hafalkan yang memang harus dihafalkan terutama untuk materi yang tidak berubah seperti soal di atas, kemudian banyak meng-update berita ya, kadang ada pertanyaan seputar kasus atua kebijakan pemerintah yang sedang hangat dibicarakan
  2. TBS (tes bakat skolastik), seperti soal analogi, sinomin, antonym, deret hitung, soal silogisme, aritmatika dan lain-lain. Saran saya untuk menghadapi soal ini adalah banyak latihan supaya kita terlatih dan paham akan tipe soalnya.
  3. Tes kepribadian, untuk menghadapi tes ini sebenarnya mudah, pilihlah jawaban yang terbaik. Soal kepribadian tahun lalu cukup banyak lho yaitu 100 soal dan cukup menyita waktu jika kita terlalu lama mengerjakannya

Soal-soal dapat kita peroleh di toko buku, internet atau orang-orang yang berjualan ketika kita mengambil kartu atau verifikasi kartu peserta. Supaya teman-teman menikmati dalam berlatih soal maka teman harus menemukan gaya belajarnya sendiri. Gaya belajar saya adalah belajar sambil mendengarkan musik, kalo udah dengerin musik jadi fokus dan semangat. Temukan gaya belajarnya ya supaya semangat berlatih.

Persiapan Saat Mendaftar

Verifikasi Pendaftaran Tes CPNS, Gambar Diambil Dari Sini

Saya tidak tahu apakah tahun ini pelaksanaan tes CPNS dilakukan secara serantak lagi atau tidak. Kalo tahun 2012 lalu pelaksanaan tesnya dilakukan secara serentak, sehingga kita hanya bisa memilih salah satu saja untuk mengikuti tes nantinya. Berikut adalah beberapa persiapan saat mendaftar tes versi saya hehe:

  1. Jika memang pelaksanaan tes dilakukan serentak maka kita harus pintar membaca peluang tes CPNS instansi mana yang akan kita ikuti. Kalo saya dulu mengirimkan lamaran ke dua instansi, alasannya adalah jika kartu peserta dari instansi yang satu belum sampai menjelang tes, maka saya bisa mengikuti tes yang lain. Untuk instansi pusat kebanyakan pendaftaran tes dilakukan secara on line, sedangkan di beberapa daerah masih secara manual. Seperti penerimaan CPNS Kab. Bogor kemarin pendaftarannya masih melalui pengiriman berkas ke kantor pos. kartu peserta akan dikirimkan kembali ke alamat kita. Saya khawatir saat itu jika kartu peserta tidak sampai ke alamt rumah, maklum di kampong hehe
  2. Cek kembali persyaratan sebelum dikirimkan. Dulu teman saya pernah ada masalah karena ternyata surat keterangan sehatnya tidak bisa dipakai lantaran membuatnya di pustu (puskesmas pembantu) yang tidak ada nomor suratnya. Jadi, harus hati-hati ya
  3. Berdoa supaya dimudahkan dan dilancarkan, jika mendaftar selesai dan sudah mendapatkan kartu peserta maka pasti sudah tenang. Tinggal mematangkan materi saja nih.

Persiapan Saat Ujian

Teman-teman pasti sudah terbiasa menghadapi ujian ya, ujian waktu sekolah, UTS, UAS, maupun ujian sidang. Jadi, sudah ada pengalaman donk. Nah, untuk menghadapi ujian di hari H adalah:

  1. Minta doa restu kepada orang tua, suami atau istri, juga anak bagi yang sudah memiliki anak. Dijamin manjur deh, menguatkan kita banget.
  2. Datang ke tempat tes jangan mepet waktu supaya kita santai dan tenang tidak deg-degan untuk mencari tempat tes
  3. Perkirakan waktu ujian dengan jumlah soal. Pengalaman nih, dulu saya pernah mengerjakan soal tanpa memperhitungkan waktu, akhirnya setelah injury time masih banyak soal yang belum saya kerjakan. Nah, tahun lalu jumlah soal yang harus dikerjakan kalo gak salah adalah 200 soal selama 2.5 jam. Nah tinggal dihitung berarti satu soal memakan waktu 1.3 menit. Jadi jangan lama-lama dalam satu soal
  4. Kerjakan soal yang mudah dahulu jika memang terdapat soal yang belum ditemukan jawabannya
  5. Berdoa semoga usaha yang kita lakukan memberikan hasil yang terbaik

Setelah berikhtiar sungguh-sungguh, saatnya kita bertawakal atas usaha yang kita lakukan. Jika hasilnya belum sesuai dengan yang kita harapkan maka jangan berkecil hati, berpikir positif saja bahwa belum rejekinya. Saya saja baru lulus tes CPNS setelah tiga kali tes (bangga gitu hehe), dan kalau ternyata kita lulus sesuai dengan yang diharapkan, jangan lupa bersyukur ya.

Sekian share dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Semangaaaaat!

My Sweet Moment, Menjadi Ibu

Dalam ingatan saya masih terekam jelas beberapa moment yang manis, baik bersama teman, keluarga dan lainnya. Moment tersebut tentu kita ingat karena memberikan kesan mendalam terhadap diri kita. Ingatan tersebut dikenal dengan nama imprinting. Imprinting tidak hanya memberikan ingatan tentang kejadian yang menyenangkan saja, tetapi kejadian yang tidak menyenangkan juga termasuk imprinting. Contohnya adalah kejadian diwaktu kecil yang masih kita ingat hingga sekarang. Nah, kali ini saya akan berbagi cerita tentang sweet moment ketika pertama kali saya mendapatkan gelar terindah yaitu menjadi seorang ibu. Mau tau ceritanya? Ini dia, cekidot ya…..

Ketika dulu saya masih menjadi mahasiswa bahkan ketika berstatus pelajar pasti ada saja orang yang bertanya mengenai rencana kita ke depan, dan hampir semua orang bertanya dengan pertanyaan yang sama. Pertanyaannya begini:

Status: pelajar

Pertanyaan: “kalo udah lulus mau kuliah dimana? Ambil jurusan apa?”

Status: mahasiswa

Pertanyaan: “ kapan wisuda?”

Status: bekerja

Pertanyaan: “kapan nikah? Gaji udah punya, kerjaan udah tetap jangan ditunda-tunda”

Status: menikah

Pertanyaan: “udah punya anak belum? cepet jangan ditunda-tunda”

Almost everybody asking me like that….

Nah, khusus pertanyaan yang terakhir adalah pertanyaan yang agak sensitive buat saya. Bagaimana tidak, karena setelah menikah saya dan suami masih terpisah dengan jarak yang cukup jauh antara Jabar (Jawa Barat) dengan Jatim (Jawa Timur). Waktu itu secara mental saya juga belum siap untuk memiliki anak, apalagi dengan kondisi yang jauh dari suami. Akhirnya ada beberapa teman yang menyadarkan saya untuk tidak menunda memiliki anak karena kehadirannya adalah anugerah. Pada akhir tahun 2010 yang lalu akhirnya saya mengundurkan diri dari perusahaan dan kembali ke Jabar ke tempat suami berada.

Di tempat suami, di kebun tebu yg jauh dari mana-mana

Di tempat suami, di kebun tebu yg jauh dari mana-mana

Berada di lingkungan tempat suami bekerja juga tidak mudah lho, karena saya harus beradaptasi di lingkungan perkebunan tebu yang jauuuuuuuh dari mana-mana. Suasananya sepi sekali. Teman-teman sering meledek dengan bahasa pertaniannya (maklum kami petani hehe), mereka mengatakan jika kami berada dilingkungan yang sepi dan jauh dari hiruk pikuk kota maka polinasi (penyerbukan) dan fertilisasi (pembuahan) harusnya mudah terjadi. Tetapi saya cuek saja, saya ingin menikmati moment berdua dengan suami dulu. Waktu itu kami sudah sembilan bulan menikah, jadi wajar saja jika setiap orang yang bertemu selalu bertanya mengapa belum juga memiliki anak.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia  daripada setetes air mani yang bercampur yang Kami (hendak mengujinya dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” Al Quran Surah Al Insan Ayat 2

Alhamdulillah sekitar akhir bulan Januari tahun 2011 ternyata saya positif hamil. Akhirnya saat itu saya dapat menjawab pertanyaan orang-orang mengenai memiliki anak. Suami juga turut senang karena akhirnya amanah itu datang. Tetapi setelah empat minggu dari tanggal kehamilan ternyata terdapat masalah. Tanggal 2 Maret 2011 kami melakukan pemeriksaan USG, hasil USG menyatakan bahwa janin saya belum berkembang. Dokterpun memvonis saya mengalami blight ovum (janin tidak berkembang, hanya kantung rahim saja yang berkembang) apabila dalam dua minggu kedepan tidak ada tanda-tanda kehadiran janin dalam kantung rahim. Kami sangat sedih mendapati hasil tersebut. Meskipun begitu, suami tetap memberikan semangat dan ketegaran kepada saya dalam menghadapi kenyataan tersebut.

kiri: hanya kantung rahim yg terlihat, tengah: janin mulai terbentuk, kanan: sudah mulai terlihat jelas

kiri: hanya kantung rahim yg terlihat, tengah: janin mulai terbentuk, kanan: sudah mulai terlihat jelas

Dua minggu yang dinantipun tiba, kami sudah sangat ikhlas terhadap hasil pemeriksaan nanti. Tanggal 16 Maret 2011 kami kembali melakukan pemeriksaan USG, kami mendapatkan antrian nomor dua ketika nama kami dipanggil masuk menuju ruangan dokter. Setelah diperiksa menggunakan USG, alhamdulillah janin sudah terlihat lengkap dengan denyut jantungnya. Vonis blight ovum-pun tidak terjadi. Kami sangat bahagia dan bersyukur atas berita bahagia tersebut. Belajar dari pengalaman tersebut, maka saya sangat menjaga kehamilan agar bayi yang masih dalam kandungan selalu sehat hingga lahir nanti. Ibu-ibu di sana selalu mendukung saya untuk selalu berolah raga, menjaga asupan nutrisi dan istirahat yang cukup.

Waktupun berlalu, usia kehamilan saya memasuki bulan ke-sembilan, waktu yang dinantipun tiba, saya bersiap menjadi seorang ibu. Kali ini saya mendapatkan cobaan lagi. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam (PD) dokter mengatakan bahwa saya tidak bisa melahirkan secara normal karena pinggul yang sempit. Tetapi saya tidak mau larut dalam kesedihan karena sebentar lagi saya akan memiliki anak dan menjadi seorang ibu. Saya menanamkan dalam hati bahwa yang terpenting adalah ibu dan bayi selamat, jadi kalaupun harus melahirkan dengan jalan operasi cesar tidak apa-apa.

Dan tibalah saat itu, My sweet moment adalah ketika mendengar detik-detik tangisan suara bayi yang saya lahirkan, rasanya terharu dan luar biasa nikmatnya.

Hari itu, Selasa tanggal 4 Oktober 2011 pukul 10:23 WIB , saya resmi menjadi seorang ibu.

Alfian Dhiyaa Fahrizi

Alfian Dhiyaa Fahrizi

Kami dan keluarga besar sangat bahagia akan kehadirannya. Kami memberinya nama Alfian Dhiyaa Fahrizi. Alfi, begitu kami memanggilnya, dialah pelengkap kebahagiaan kami, setiap hari rasanya dunia penuh dengan cinta kepada Alfi.

Sekarang Alfi sudah besar, usianya hampir mencapai 2 tahun. Dia sudah sangat ceriwis sekali. Meskipun ditinggal bekerja sebentar saja, rasanya kangen terus sama Alfi. Ternyata benar, memiliki anak adalah anugerah yang tak terhingga dan mendatangkan rejeki yang tak terduga. Memiliki anak juga mengajarkan kita untuk lebih dewasa, karena apa yang kita lakukan akan ditiru olehnya. Semoga kami dapat menjaga amanah yang indah ini hingga dia besar nanti. Cita-cita saya kelak ingin membahagiakannya dan menjadikan anak yang sholeh serta berguna bagi dunia dan akhirat. Aamiin.

Untuk Alfi: “mamah akan selalu ingat tangisan pertama Alfi ketika Alfi terlihar di dunia, tangisan yang memberikan moment indah yang tak terlupakan bagi seorang ibu, terimakasih Alfi, Luv You”.

Ayah-Alfi-Mamah

Ayah-Alfi-Mamah

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway ‘Sweet Moment’ yang diselenggarakan oleh UnTu”

Ramadhan di Perantauan

Film Merantau, Gambar Diambil Dari Sini

Di perantauan, begitulah judul tulisan ini. Tetapi gak’ seperti film Merantau yang dibintangi oleh Iko Uwais itu lho, karena merantau yang saya lakukan gak’ jauh sampai menyebrang pulau seperti di film. Saya hanya merantau ke Jawa Timur (Jatim), kok hehe. Jika tujuan Iko Uwais melakukan perantauan adalah mencari jati diri, sedangkan saya merantau di Jatim karena ingin mencari pengalaman di daerah lain yang berbeda budayanya dengan tempat saya berada sekarang sekaligus menghasilkan rejeki.

“L’homme c’est rien-l’ oeuvre c’est tout” manusia itu tak berarti apa-apa, pekerjaan itulah yang membuat hidupnya berarti [1].

Bekerja di luar Jabar memang sudah menjadi cita-cita saya setelah lulus kuliah. Meskipun begitu, syarat yang saya ajukan gak’ terlalu ekstrim kok karena ada syarat yang mengikat juga dari orang tua yaitu saya hanya diperbolehkan merantau di Pulau Jawa saja. Baiklah, yang penting bisa berpetualang di luar Jabar. Memangnya kenapa sih kok pengen banget bekerja di sana padahal banyak orang yang berlomba-lomba mencari penghidupan di Jabar? Alasannya simple karena saya ingin mencari pengalaman baru dengan budaya yang berbeda dari budaya Jabar hehe.

Alhamdulillah keinginan tersebut tercapai, begitu lulus kuliah sayapun mulai bekerja disalah satu perusahaan swasta yang bergerak pada bidang agribisnis di Pare, Kabupaten Kediri, Jatim. Alangkah senangnya waktu itu. Pada tahun pertama bekerja, saya benar-benar menikmati pengalaman seru diperantauan, hingga akhirnya saya tersadar akan suatu moment berharga bersama keluarga yang membuat saya merasa rindu sekali dengan Jabar dan berpikir kembali tentang perantauan ini.

Moment itu adalah Ramadhan, moment berharga yang saya rindukan.

Tahun 2007-2008, Ramadhan Ceria di Pare

“ Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 183.

Berpuasa di bulan ramadhan adalah kewajiban dan termasuk ke dalam rukun islam, jadi sebagai seorang muslim-muslimah kita wajib berpuasa dibulan ramadhan dimanapun kita berada. Nah, Berpuasa dibulan ramadhan pada awal tahun pertama diperantauan bagi saya tidak terlalu berat karena masih memiliki beberapa teman seangkatan yang senasib seperjuangan. Acara seperti buka bersama dan tarawih bersama sering dilakukan dengan teman-teman baik di kantor maupun di luar kantor. Jika tidak sedang keluar dengan teman-teman, saya berbuka puasa dengan ibu kos yang bernama Mbah Mispan. Si Mbah sudah menyiapkan hidangan baik untuk berbuka maupun sahur, maklum saja saya tidak sempat memasak saat itu. O iya sehari sebelum puasa dimulai, saya memperkenalkan tradisi pafajar/cucurak kepada teman-teman kantor. Sebenarnya hanya makan bersama saja tetapi beda nuansanya karena menyambut ramadhan.

Masjid Agung An-Nur, Pare, Kediri, Gambar Diambil Dari Sini

Di Pare, nuansa kekeluargaan dan budayanya masih besar sekali lho. Hal itu terlihat dari kegiatan saling memberi hidangan santap berbuka antar tetangga, kemudian ketika waktu sahur tiba ada iring-iringan kelompok yang bertugas membangunkan orang-orang untuk sahur. Seingat saya dulu pernah diadakan lomba iring-iringan patroli sahur, seru deh ada yang bernuansa islam, ada yang kental dengan budaya jawa dan lain-lainnya.

Nah, yang seru adalah ketika saya dan teman-teman shalat tarawih di masjid dekat kosan kami di Batos (Banana Thousand) alias Gedang Sewu. Kami berjalan sepanjang gang bersama warga di sana, moment seperti tarawih inilah yang semakin mendekatkan kami dengan warga Gedang Sewu. Warga di sana sangat baik sekali, mereka sangat menerima akan kehadiran kami.

Ada suatu kejadian lucu nih, ketika itu teman saya mengajak untuk tarawih di masjid Agung An-Nur Pare, sebuah masjid bercat putih yang sangat besar dan indah. Jaraknya kurang lebih 10 menit bila menggunakan motor dari kosan. Dengan penuh semangat 45 kami menuju masjid tersebut. Setelah shalat isya kami sempat terkejut dan terbengong-bengong seperti sapi ompong ketika imam memberikan ceramah dengan bahasa jawa kromo (bahasa jawa yang sangat halus).

Walah, ora mudeng aku [2]” saya berkata kepada teman saya yang sama-sama bingung.

“jane aku yo podo, meskipun wong jowo nek kromo ngene yo ora paham [3]” jawab teman saya sambil senyam-senyum.

Saya yang bukan orang jatim walau agak sedikit paham bahasa jawa hanya bisa mengangguk-ngangguk saja seolah-olah mengerti terhadap isi ceramah padahal sama sekali tidak paham terhadap apa yang disampaikan oleh sang imam. Sedangkan teman saya yang asli orang jatim hanya bisa tertawa karena dia sendiri tidak mengerti bahasa kromo. Akhirnya kami hanya sekali saja shalat tarawih di masjid itu dan memilih kembali tarawih di masjid semula. Hingga saat ini kenangan tersebut masih saya ingat dengan jelas.

Simpang Lima Gumul

Simpang Lima Gumul

Ramadhan di tahun kedua juga masih sama menyenangkannya karena kehadiran teman-teman. Dua tahun bekerja membuat saya cukup mengenal orang-orang di sana. Jika ada acara berbuka bersama baik di kantor maupun acara yang diadakan oleh teman-teman maka saya selalu berusaha untuk menghadirinya. Tak jarang ketika akhir pekan dibulan ramadhan datang, kami habiskan untuk berbuka di luar Pare, misalnya ke kota Kediri yang jarak tempuhnya memakan waktu kurang lebih 45 menit jika menggunakan motor atau ke kota Malang yang sejuk tempat teman kami berada. Tempat yang asik untuk ngabuburit (ngabubur beurit begitu saya menjelaskan ke teman-teman di Pare karena gak tau artinya) yang enak di Kediri itu di Simpang Lima Gumul, tempatnya dekat dengan Kota Kediri. Di sana ada bangunan berbentuk kotak berupa monumen yang asik untuk ngabuburit. Jika magrib tiba, kita bisa langsung berangkat ke Kota Kediri, jika menggunakan motor hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit menuju Kota Kediri.

Menjelang idul fitri, kami yang berasal dari Jabar mulai sibuk mempersiapkan ritual mudik. Hal utama yang kami persiapkan adalah berburu tiket. Kami lebih menyukai menggunakan transportasi kereta api ketimbang lainnya. Kereta api langganan kami adalah Bangun Karta jurusan Pasar Senen-Jombang. Kami tidak perlu khawatir akan kehabisan tiket, karena perjalanan mudik yang kami lakukan melawan arus, jika kebanyakan orang melakukan mudik ke arah timur, maka kami melakukan perjalanan mudik menuju ke arah barat. Meskipun begitu kami tetap mengantisipasi agar tidak kehabisan tiket dengan membeli tiket satu bulan sebelum libur lebaran. Ritual mudik begitu menyenangkan, tidak ada yang tidak bahagia waktu itu. Semua senang kembali ke Jabar.

Begitulah ramadhan dalam dua tahun pertama perantauan saya di Jatim. Tahun 2007-2008 yang menyenangkan.

Tahun 2009-2010, Ramadhan Mandiri

Ramadhan pada dua tahun terakhir perantauan saya di Pare mulai berubah. Teman-teman secara bergiliran mulai jarang berkumpul karena sebagian ada yang sudah berkeluarga dan ada yang memang mengundurkan diri dari perusahaan karena alasan tertentu. Maka tak jarang jika ada acara buka puasa bersama yang diadakan oleh perusahaan maupun sebagian teman kantor, saya pasti akan menyempatkan hadir supaya tidak merasa sendiri. Haduuhhhh kasian amat ya… hehe.

Berbuka bersama keluarga, nikmaaatttt

Berbuka bersama keluarga, nikmaaatttt

Saya ingat saat itu, ketika pulang kerja saya selalu mampir ke tempat penjual makanan guna membeli lauk-pauk untuk berbuka puasa. Mbah Mispan memang sudah menyiapkan hidangan untuk berbuka, namun ada beberapa makanan yang kurang cocok dengan selera saya. Guna menjaga perasaan si Mbah maka saya memakan lauk yang saya beli dengan diam-diam di kamar kos. Entahlah, kira-kira si Mbah tau gak ya?. Gak’ enak rasanya ketika harus berbuka puasa sendiri di kamar. Tidak hanya itu, jika dulu saya rajin tarawih ke masjid, maka ditahun-tahun terakhir itu saya lebih banyak tarawih sendiri di kosan karena gak’ ada teman untuk diajak berangkat tarawih bersama ke mesjid. Sebenarnya itu tidak boleh dijadikan alasan ya dalam beribadah, tapi tetap saja kalau sendirian rasanya garing hehe. Tetapi ada positifnya juga lho, saya jadi agak khusuk untuk beribadah di bulan ramadhan karena sudah jarang untuk main keluar kosan.

Waktu itu saya merasa benar-benar mandiri, makan sendiri (ya iya dong masa disuapin hehe), main sendiri pada tahun-tahun terakhir diperantauan. Terlebih ketika saya akhirnya sudah menikah dan menjalani kehidupan pernikahan jarak jauh. Ramadhan seketika terasa sepi. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan kesepakatan dengan suami, saya memutuskan untuk kembali ke Jabar dan mengundurkan diri dari perusahaan. Saya sadar bahwa bersama dengan keluarga adalah hal yang sangat membahagiakan terlebih ketika saat ramadhan datang. Saya kembali ke tanah Jabar pada tahun 2010 dan kembali menyatu dengan suami beserta keluarga hingga saat ini. Tidak ada lagi berbuka sendiri, tarawih sendiri atau ngumpet di kamar karena tidak enak untuk makan menu kesukaan. Meskipun begitu, saya sangat merindukan masa-masa ramadhan ketika diperantauan karena banyak pengalaman seru yang saya lakukan bersama dengan teman-teman.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, selain segala amalan kita dilipat gandakan pahalanya, juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga. Saya sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan bertemu dengan bulan nan suci ini bersama keluarga tercinta. Kini kami telah berkumpul bersama dan menjalankan ibadah dibulan ramadhan bersama-sama. Alhamdulillah.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat

Referensi:

[1] Doyle, C. 2013. Sherlock Holmes The Adventure. Immortal Publisher. 438hal.

Arti Tulisan:

[2] Walah, aku juga tidak mengerti

[3] Sebenarnya aku juga sama, meskipun orang jawa tapi kalau bahasa kromo kaya seperti itu tidak mengerti

Membangun Rumah Impian, Eyiyi House

Setiap manusia pasti memiliki mimpi dan berusaha mewujudkan mimpi tersebut. Seperti halnya dengan ku, ada satu impian yang ingin sekali aku wujudkan di tahun ini. Nah, menjawab GA yang diadakan oleh Gamazoe dan Dhenok Habibie tentang impian yang ingin sekali diwujudkan jika Ramadhan ini adalah bulan terakhir untuk ku adalah membangun rumah untuk keluarga, Eyiyi House. Semoga kita semua masih dipertemukan dengan ramadhan ditahun-tahun berikutnya. Aamiin.

Mengapa aku memilih membangun rumah? Karena rumah adalah tempat berkumpulnya keluarga, tempat belajar dan tempat kasih sayang dalam keluarga. Home sweet home, sebuah rumah impian untuk anak-anak ku. Sekecil apapun rumah, jika terdapat kehidupan di dalamnya pasti akan terasa indah. Rumah akan selalu menjadi tempat yang dirindukan dimanapun kita berada. Maka dari itu membangun rumah yang aku maksudkan disini adalah membangun rumah dalam arti fisik dan juga membangun rumah dalam arti batiniah yaitu membangun keluarga seutuhnya. Itulah keinginan duniawi ku yang mudah-mudahan dapat mengantarkan kepada kebaikan dunia akhirat. Aamiin.

Denah Eyiyi House

Saat ini terus terang saja kami baru membangun pondasi saja sambil melunasi tanah hingga empat tahun ke depan (semoga cepat lunas, aamiin). Pekerjaannya tertunda karena masih mengumpulkan modal untuk membangun. Maklum saja harga tanah maupun bahan bangunan sekarang sangat mahal tidak seperti dulu. Karena waktunya terbatas maka langkah yang harus aku lakukan untuk mulai membangun rumah adalah:

  1. Menyekolahkan SK (hehe). Sebenarnya aku bisa menyekolahkan SK 80% sejak tahun lalu, namun aku masih menunggu SK 100% agar lebih valid lagi dalam melakukan peminjaman dana.
  2. Setelah dana cair, maka segera membeli bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan
  3. Segera membangun rumah dengan bahan-bahan yang ada
Pondasi rumah yang siap dibangun

Pondasi rumah yang siap dibangun

Tidak usah muluk-muluk langsung bagus, yang penting bangunannya berdiri dulu hehe, maklum aku dan suami kepingin membangun rumah dua lantai. Jika membangun dua lantai pasti membutuhkan biaya yang sangat mahal. Untuk membangun lantai cor-an nya saja memakan biaya kurang lebih 30 juta.

Prinsipnya: Alon-alon asal kelakon (pelan-pelan asal dilakukan)

Sebelumnya aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membangun rumah, mulai dari denah rumah, konsep rumah, hingga pengaturan interior. Kami berencana membangun rumah tropis minimalis, dimana terdapat ruang terbuka hijau yang dapat digunakan anak-anak untuk santai dan bermain dengan keluarga, maklum saja tempat bermain semakin lama semakin berkurang jadi kita harus menyiapkan ruang yang agak luas untuk bermain anak-anak.

Nah, itu adalah impian yang paling ingin aku wujudkan. Semoga mimpi tersebut segera terwujud. Aamiin.

Takdir memang telah ditentukan oleh pemilik jiwa dan raga yaitu Allah SWT. Tetapi kitapun diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengubah ketentuan atas izin-Nya dengan ikhitar, berdoa dan bertawakal sebaik-baiknya. Ramadhan tahun ini harus menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya dan semoga kita semua masih diberikan kesempatan untuk beribadah dibulan ramadhan ditahun-tahun berikutnya. Aamiin, aamiin ya Robbalalamin.

Tulisan ini diikutkan pada Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie Periode 15 Juli-2 Agustus 2013.

Ngebolang Di Lembang

Mumpung lagi di Lembang, dan ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bumi priangan, maka tidak ada salahnya jika kita jalan-jalan di objek wisata yang ada di lembang. Objek wisata tujuan saya dan teman-teman adalah Tangkuban Parahu dan Maribaya yang lokasinya masih di sekitar Lembang. Begini ceritanya:

1. Tangkuban Perahu

IMG_4433

Saya ngebolang ke Tangkuban Perahu bersama senior saya yang masih semangat meskipun usianya terbilang sudah cukup tua, karena beliau sering berolah raga maka usia dengan penampilan fisiknya amat jauh berbeda. Saya dan teman-teman yang lain menyangka kalau si ibu masih berusia 30an, ternyata beliau sudah berusia 40an. Olah raga benar-benar membuat awet muda ya, hal ini patut dicontoh.

Nah, rute awal ngebolang kami awali dari pasar lembang. Dari sana seharusnya kami naik mobil jenis elf, tetapi yang ada saat itu adalah mobil jenis colt, jadi kami terpaksa naik mobil tersebut. Walaupun senior faseh berbahasa sunda dan tidak terlalu menunjukan bukan orang lembang, namun tetap saja sang supir mengenali kalo kami bukan asli dari lembang. Sehingga ongkos naik mobilnya di naikkan hingga 100%. Seharusnya dari pasar lembang ke Tangkuban Perahu cukup membayar Rp. 25000,- saja, tetapi sang supir meminta kami membayar Rp. 50000 dengan  alasan BBM naik. Hmmm ya sudahlah, ikhlaskan saja  kata senior, semoga uangnya bermanfaat untuk pak supir. O iya untuk tiket masuk ke tangkuban perahu bisa dilihat pada rincian berikut ini:

Tiket masuk Tangkuban Perahu

Tiket masuk Tangkuban Perahu

A. Wisatawan Nusantara

Pengunjung nusantara                  Rp. 13000

Kendaraan Roda 2 Nusantara     Rp. 5000

Kendaraan Roda 4 Nusantara     Rp. 10000

Kendaraan Roda 6 Nusantara     Rp. 20000

B. Wisatawan Mancanegara

Pengunjung Mancanegara                           Rp. 50000

Kendaraan Roda 2 mancanegara               Rp. 7000

Kendaraan Roda 4 mancanegara               Rp. 15000

Kendaraan Roda 6 mancanegara               Rp. 25000

Colt kami tadi mengantarkan kami hingga area parkir kawah ratu. Untuk kendaraan roda dua hingga roda empat bisa parkir hingga kawah ratu sedangkan kendaraan roda enam harus parkir di terminal Jaya Giri. Dari terminal jaya Giri ke kawah ratu tidak jauh kok, jaraknya hanya 1.2 km. bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik elf yang sudah disediakan oleh pengelola, kita cukup membayar Rp 2500 jika naik elf tersebut.

Jalanan dari terminal Jayagiri hingga kawah ratu

Jalanan dari terminal Jayagiri hingga kawah ratu

Tiba di kawah ratu, kita bisa ambil jalan ke kiri atau ke kanan kawah. Pagar telah lama membentang mengelilingi kawah sehingga kita terlindungi ketika berada di atas kawah. Bentuk kawah mungkin hampir sama dengan kawah gunung lainnya ya, jika sudah pernah ke Bromo, bentuk kawahnya hampir sama dengan kawah gunung Bromo. Hanya saja untuk mencapai kawah Gunung Bromo kita harus mendaki lagi karena letaknya yang tinggi. Jika kita mengambil arah ke kanan dan terus berjalan maka akan mengarah ke mata air dan Air Terjun (curug) Cikahuripan yang letaknya 1 km dari Kawah Ratu. Sayangnya Curug Cikaguripan tidak dapat ditemui lagi sejak terjadi longsor pada tahun 2005 lalu namun air dari curug ini masih dapat ditemui pada sebuah toilet umum tepat di depan pintu Gua Cikahuripan. Air terjun Cikahuripan ini dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai tempat pemandian Dayang Sumbi.

Kawah Ratu

Kawah Ratu

O iya ketika saya berjalan-jalan disana saya menemui beberapa orang yang tergabung dalam klub sepeda down hill, seru banget kayanya. Kami juga menemui beberapa turis mancanegara yang sedang menikmati kawah ratu lho, saya berkenalan dengan seorang turis dari Belanda, hmmm namanya saya lupa hehe, gak ada salahnya kalo berpose bareng karena Mr and Mrs keliatan ramah banget jadi saya gak sungkan untuk meminta foto bareng bersama mereka.

Club sepeda down hill

Club sepeda down hill

Berpose bersama Mr and Mrs dari Holland

Berpose bersama Mr and Mrs dari Holland

Sekarang kita berjalan ke arah kiri, pemandangan masih sama hanya saja pengunjung lebih sedikit lantaran jalannya cukup terjal untuk dilalui. Nah, kalo mau foto-foto dan memandang sepuasnya ke sebelah kiri saja ya. Jika kita sudah selesai menikmati pemandangan kawah ratu, disana juga tersedia stand oleh-oleh dan souvenir. Beragam oleh-oleh dijajakan disana, mulai dari kaos berlabelkan bandung or paris van java, tas, topi, boneka dan lain-lainnya.

Jalanan terjal ke arah kiri, tapi aman kok

Jalanan terjal ke arah kiri, tapi aman kok

pemandangan dari sebelah kiri

pemandangan dari sebelah kiri

Caution!

Caution!

Selain wisata kawah ratu, masih ada lagi wisata lainnya yaitu Kawah Domas dan Kawah Upas, hanya saja karena jalannya yang terletak diperkebunan dan merupakan jalan setapak kita harus didampingi oleh seorang guide. Biaya pendampingan satu orang guide Rp. 100000/jam, berdasarkan dari informasi bapak supir colt yang sudah biasa kesana. Selain itu juga tersedia arena outbond park jika ingin bermain di alam tangkuban perahu.

Setelah puas bermain di Tangkuban perahu, saya dan senior berencana melanjutkan ngebolang kami ke Maribaya. Apa itu? Yuk ke cerita selanjutnya

2. Maribaya

Jalan menuju maribaya

Jalan menuju maribaya

Maribaya adalah tempat rekreasi berupa curug dan kebun teh. Dari pasar lembang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu ±30 menit bila menggunakan angkot. Ongkosnya juga murah yaitu Rp 2000 sampai pertigaan maribaya. Dari pertigaan kita bisa naik ojeg (jika angkot tidak mau masuk ke maribaya) hingga tempat rekreasi curug dengan cukup membayar Rp. 5000. Untuk kebun the jaraknya masih jauh lagi dari curug sekitar 7 km kea rah atas. Karena jaraknya yang jauh, akhirnya kami hanya mengunjungi curug saja. Untuk memasuki objek wisata ini kita hanya cukup mebayar Rp. 10500/orang bagi wisatawan local, sedangkan wisatawan mancanegara diwajibkan membayar Rp. 75000/orang. Jauh sekali ya bedanya, menurut saya tiket masuk wisatawan mancanegara sangat mahal karena objek wisatanya hanya curug saja dan hanya menikmati pemandangan saja. Karena hal itulah beberapa rombongan turis asal mexico yang datang bersama dengan kami akhirnya tidak jadi masuk karena menurut mereka terlalu mahal. Menurut saya juga seperti itu, karena harga dengan fasilitas amat jauh sekali. Sebenarnya kita tidak perlu membayar tiket masuk menuju curug Omas, karena di depan sebelum pintu masuk juga sudah ada tempat rekreasi berupa curug kecil, kita bisa bermain air disana, sedangkan di curug omas tidak bisa karena arusnya yang deras serta dalam maka curug tersebut diberi pagar pembatas, kita hanya bisa menikmati dari luar saja.

Jalan menuju Curug Omas

Jalan menuju Curug Omas

Di sekitar curug terdapat taman yang cukup indah beserta pepohonan yang tinggi. Karena habis turun hujan maka rumput dan tanah menjadi basah sehingga kami tidak bisa duduk-duduk disana. Hati-hati jika hujan turun karena tanahnya yang licin, senior saya sempet terpleset Karena licinnya jalan. O iya, hati-hati juga ya karena di hutan pasti ada yang namanya lintah dan pacet, mereka besar-besar lho.

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Untuk menikmati curug Omas, kita bisa melalui jembatan yang berhadapan langsung dengan curug tersebut. bila di depan adalah curug omas, maka di belakang jembatan terdapat pusaran air yang sangat deras. Rasanya seram sekali jika kita tercebur disana karena sangat deras. Air curuk yang coklat membawa material tanah karena habis hujan dan di tempat pusaran air terdapat beberapa potongan sampah angorganik membuatnya tidak terlalu eksotik. Memang sesekali saya melihat pengunjung membuang sampah sembarangan kea rah curug, padahal disekitar lokasi wisata terdapat tempat sampah tetapi mereka tetap saja membuangnya sembarangan. Sepertinya kebiasaan dan kampanye untuk membuang sampah sembarangan harus terus digalakkan agar bumi ini bersih.

Curug Omas

Curug Omas

Air curug yang sangat deras

Air curug yang sangat deras

Sesekali saya memandang ke hamparan tebing dan hutan yang ada disana, ternyata disalah satu tebing terdapat bekas longsor yang cukup membahayakan. Tidak hanya itu, ketika kami hendak menuju goa belanda jalan yang sudah diaspal tersebut terputus karena timbunan longsor. Jika kita hendak terus menuju kesana maka harus hati-hati karena tanahnya benar-benar licin. Saat melintasi daerah tersebut saya bertemu dengan turis yang membawa sepedanya,  sepertinya dia habis melakukan down hill karena untuk menuju goa belanda merupakan jalan yang menanjak ke atas. Kami tidak jadi menuju goa belanda, karena jaraknya masih 5 km lagi dari curug omas, meskipun terdapat ojeg yang siap mengantar tetapi kami khawatir akan keadaan jalan yang sangat licin tersebut.

Seorang turis sedang melewati jalan yang tertimbun material longsor

Seorang turis sedang melewati jalan yang tertimbun material longsor

Senior saya mengatakan jika masuk dari arah Dago maka goa belanda dan goa jepang sangat dekat serta jalanannya juga bagus, sedangkan bila kita berangkat dari maribaya tentu sangat jauh. Mungkin lain kali ketika kami ke bandung lagi bisa lewat dago saja jika hendak menuju goa belanda dan jepang.

Kami sempat bertedung di warung-warung kecil disana karena sesekali hujan turun lagi, suhu disana sangat dingin tidak seperti di tangkuban perahu. Akhirnya sekitar jam tiga sore kami beranjak pulang karena memang sudah lelah sekali. Untuk yang mau membeli oleh-oleh disana da oleh-oleh kaos dan souvenir seperti di tangkuban perahu hanya saja jumlahnya yang sedikit, serta ada juga tanaman berupa kaktus yang dijajakan disana, harganya ada yang Rp. 10000/tiga buah dan Rp. 10000/buah tergantung kualitas.

maribaya

maribaya

Begitulah jalan-jalan kami hari itu, dalam satu hari kami mengunjungi objek wisata di lembang yang cukup murah. Semoga ada kesempatan lagi untuk mengunjungiobjek wisata  yang lain. Aamiin.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 453,727 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d bloggers like this: