//
you're reading...
Traveling

Ngebolang Di Lembang

Mumpung lagi di Lembang, dan ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bumi priangan, maka tidak ada salahnya jika kita jalan-jalan di objek wisata yang ada di lembang. Objek wisata tujuan saya dan teman-teman adalah Tangkuban Parahu dan Maribaya yang lokasinya masih di sekitar Lembang. Begini ceritanya:

1. Tangkuban Perahu

IMG_4433

Saya ngebolang ke Tangkuban Perahu bersama senior saya yang masih semangat meskipun usianya terbilang sudah cukup tua, karena beliau sering berolah raga maka usia dengan penampilan fisiknya amat jauh berbeda. Saya dan teman-teman yang lain menyangka kalau si ibu masih berusia 30an, ternyata beliau sudah berusia 40an. Olah raga benar-benar membuat awet muda ya, hal ini patut dicontoh.

Nah, rute awal ngebolang kami awali dari pasar lembang. Dari sana seharusnya kami naik mobil jenis elf, tetapi yang ada saat itu adalah mobil jenis colt, jadi kami terpaksa naik mobil tersebut. Walaupun senior faseh berbahasa sunda dan tidak terlalu menunjukan bukan orang lembang, namun tetap saja sang supir mengenali kalo kami bukan asli dari lembang. Sehingga ongkos naik mobilnya di naikkan hingga 100%. Seharusnya dari pasar lembang ke Tangkuban Perahu cukup membayar Rp. 25000,- saja, tetapi sang supir meminta kami membayar Rp. 50000 dengan  alasan BBM naik. Hmmm ya sudahlah, ikhlaskan saja  kata senior, semoga uangnya bermanfaat untuk pak supir. O iya untuk tiket masuk ke tangkuban perahu bisa dilihat pada rincian berikut ini:

Tiket masuk Tangkuban Perahu

Tiket masuk Tangkuban Perahu

A. Wisatawan Nusantara

Pengunjung nusantara                  Rp. 13000

Kendaraan Roda 2 Nusantara     Rp. 5000

Kendaraan Roda 4 Nusantara     Rp. 10000

Kendaraan Roda 6 Nusantara     Rp. 20000

B. Wisatawan Mancanegara

Pengunjung Mancanegara                           Rp. 50000

Kendaraan Roda 2 mancanegara               Rp. 7000

Kendaraan Roda 4 mancanegara               Rp. 15000

Kendaraan Roda 6 mancanegara               Rp. 25000

Colt kami tadi mengantarkan kami hingga area parkir kawah ratu. Untuk kendaraan roda dua hingga roda empat bisa parkir hingga kawah ratu sedangkan kendaraan roda enam harus parkir di terminal Jaya Giri. Dari terminal jaya Giri ke kawah ratu tidak jauh kok, jaraknya hanya 1.2 km. bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik elf yang sudah disediakan oleh pengelola, kita cukup membayar Rp 2500 jika naik elf tersebut.

Jalanan dari terminal Jayagiri hingga kawah ratu

Jalanan dari terminal Jayagiri hingga kawah ratu

Tiba di kawah ratu, kita bisa ambil jalan ke kiri atau ke kanan kawah. Pagar telah lama membentang mengelilingi kawah sehingga kita terlindungi ketika berada di atas kawah. Bentuk kawah mungkin hampir sama dengan kawah gunung lainnya ya, jika sudah pernah ke Bromo, bentuk kawahnya hampir sama dengan kawah gunung Bromo. Hanya saja untuk mencapai kawah Gunung Bromo kita harus mendaki lagi karena letaknya yang tinggi. Jika kita mengambil arah ke kanan dan terus berjalan maka akan mengarah ke mata air dan Air Terjun (curug) Cikahuripan yang letaknya 1 km dari Kawah Ratu. Sayangnya Curug Cikaguripan tidak dapat ditemui lagi sejak terjadi longsor pada tahun 2005 lalu namun air dari curug ini masih dapat ditemui pada sebuah toilet umum tepat di depan pintu Gua Cikahuripan. Air terjun Cikahuripan ini dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai tempat pemandian Dayang Sumbi.

Kawah Ratu

Kawah Ratu

O iya ketika saya berjalan-jalan disana saya menemui beberapa orang yang tergabung dalam klub sepeda down hill, seru banget kayanya. Kami juga menemui beberapa turis mancanegara yang sedang menikmati kawah ratu lho, saya berkenalan dengan seorang turis dari Belanda, hmmm namanya saya lupa hehe, gak ada salahnya kalo berpose bareng karena Mr and Mrs keliatan ramah banget jadi saya gak sungkan untuk meminta foto bareng bersama mereka.

Club sepeda down hill

Club sepeda down hill

Berpose bersama Mr and Mrs dari Holland

Berpose bersama Mr and Mrs dari Holland

Sekarang kita berjalan ke arah kiri, pemandangan masih sama hanya saja pengunjung lebih sedikit lantaran jalannya cukup terjal untuk dilalui. Nah, kalo mau foto-foto dan memandang sepuasnya ke sebelah kiri saja ya. Jika kita sudah selesai menikmati pemandangan kawah ratu, disana juga tersedia stand oleh-oleh dan souvenir. Beragam oleh-oleh dijajakan disana, mulai dari kaos berlabelkan bandung or paris van java, tas, topi, boneka dan lain-lainnya.

Jalanan terjal ke arah kiri, tapi aman kok

Jalanan terjal ke arah kiri, tapi aman kok

pemandangan dari sebelah kiri

pemandangan dari sebelah kiri

Caution!

Caution!

Selain wisata kawah ratu, masih ada lagi wisata lainnya yaitu Kawah Domas dan Kawah Upas, hanya saja karena jalannya yang terletak diperkebunan dan merupakan jalan setapak kita harus didampingi oleh seorang guide. Biaya pendampingan satu orang guide Rp. 100000/jam, berdasarkan dari informasi bapak supir colt yang sudah biasa kesana. Selain itu juga tersedia arena outbond park jika ingin bermain di alam tangkuban perahu.

Setelah puas bermain di Tangkuban perahu, saya dan senior berencana melanjutkan ngebolang kami ke Maribaya. Apa itu? Yuk ke cerita selanjutnya

2. Maribaya

Jalan menuju maribaya

Jalan menuju maribaya

Maribaya adalah tempat rekreasi berupa curug dan kebun teh. Dari pasar lembang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu ±30 menit bila menggunakan angkot. Ongkosnya juga murah yaitu Rp 2000 sampai pertigaan maribaya. Dari pertigaan kita bisa naik ojeg (jika angkot tidak mau masuk ke maribaya) hingga tempat rekreasi curug dengan cukup membayar Rp. 5000. Untuk kebun the jaraknya masih jauh lagi dari curug sekitar 7 km kea rah atas. Karena jaraknya yang jauh, akhirnya kami hanya mengunjungi curug saja. Untuk memasuki objek wisata ini kita hanya cukup mebayar Rp. 10500/orang bagi wisatawan local, sedangkan wisatawan mancanegara diwajibkan membayar Rp. 75000/orang. Jauh sekali ya bedanya, menurut saya tiket masuk wisatawan mancanegara sangat mahal karena objek wisatanya hanya curug saja dan hanya menikmati pemandangan saja. Karena hal itulah beberapa rombongan turis asal mexico yang datang bersama dengan kami akhirnya tidak jadi masuk karena menurut mereka terlalu mahal. Menurut saya juga seperti itu, karena harga dengan fasilitas amat jauh sekali. Sebenarnya kita tidak perlu membayar tiket masuk menuju curug Omas, karena di depan sebelum pintu masuk juga sudah ada tempat rekreasi berupa curug kecil, kita bisa bermain air disana, sedangkan di curug omas tidak bisa karena arusnya yang deras serta dalam maka curug tersebut diberi pagar pembatas, kita hanya bisa menikmati dari luar saja.

Jalan menuju Curug Omas

Jalan menuju Curug Omas

Di sekitar curug terdapat taman yang cukup indah beserta pepohonan yang tinggi. Karena habis turun hujan maka rumput dan tanah menjadi basah sehingga kami tidak bisa duduk-duduk disana. Hati-hati jika hujan turun karena tanahnya yang licin, senior saya sempet terpleset Karena licinnya jalan. O iya, hati-hati juga ya karena di hutan pasti ada yang namanya lintah dan pacet, mereka besar-besar lho.

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Taman sekitar curug

Untuk menikmati curug Omas, kita bisa melalui jembatan yang berhadapan langsung dengan curug tersebut. bila di depan adalah curug omas, maka di belakang jembatan terdapat pusaran air yang sangat deras. Rasanya seram sekali jika kita tercebur disana karena sangat deras. Air curuk yang coklat membawa material tanah karena habis hujan dan di tempat pusaran air terdapat beberapa potongan sampah angorganik membuatnya tidak terlalu eksotik. Memang sesekali saya melihat pengunjung membuang sampah sembarangan kea rah curug, padahal disekitar lokasi wisata terdapat tempat sampah tetapi mereka tetap saja membuangnya sembarangan. Sepertinya kebiasaan dan kampanye untuk membuang sampah sembarangan harus terus digalakkan agar bumi ini bersih.

Curug Omas

Curug Omas

Air curug yang sangat deras

Air curug yang sangat deras

Sesekali saya memandang ke hamparan tebing dan hutan yang ada disana, ternyata disalah satu tebing terdapat bekas longsor yang cukup membahayakan. Tidak hanya itu, ketika kami hendak menuju goa belanda jalan yang sudah diaspal tersebut terputus karena timbunan longsor. Jika kita hendak terus menuju kesana maka harus hati-hati karena tanahnya benar-benar licin. Saat melintasi daerah tersebut saya bertemu dengan turis yang membawa sepedanya,  sepertinya dia habis melakukan down hill karena untuk menuju goa belanda merupakan jalan yang menanjak ke atas. Kami tidak jadi menuju goa belanda, karena jaraknya masih 5 km lagi dari curug omas, meskipun terdapat ojeg yang siap mengantar tetapi kami khawatir akan keadaan jalan yang sangat licin tersebut.

Seorang turis sedang melewati jalan yang tertimbun material longsor

Seorang turis sedang melewati jalan yang tertimbun material longsor

Senior saya mengatakan jika masuk dari arah Dago maka goa belanda dan goa jepang sangat dekat serta jalanannya juga bagus, sedangkan bila kita berangkat dari maribaya tentu sangat jauh. Mungkin lain kali ketika kami ke bandung lagi bisa lewat dago saja jika hendak menuju goa belanda dan jepang.

Kami sempat bertedung di warung-warung kecil disana karena sesekali hujan turun lagi, suhu disana sangat dingin tidak seperti di tangkuban perahu. Akhirnya sekitar jam tiga sore kami beranjak pulang karena memang sudah lelah sekali. Untuk yang mau membeli oleh-oleh disana da oleh-oleh kaos dan souvenir seperti di tangkuban perahu hanya saja jumlahnya yang sedikit, serta ada juga tanaman berupa kaktus yang dijajakan disana, harganya ada yang Rp. 10000/tiga buah dan Rp. 10000/buah tergantung kualitas.

maribaya

maribaya

Begitulah jalan-jalan kami hari itu, dalam satu hari kami mengunjungi objek wisata di lembang yang cukup murah. Semoga ada kesempatan lagi untuk mengunjungiobjek wisata  yang lain. Aamiin.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

4 thoughts on “Ngebolang Di Lembang

  1. sy jd pengen ke Lembang lagi😀

    Posted by myra anastasia | July 3, 2013, 8:22 am
  2. kapan2 hiking aja mba … dari tahura ke maribaya … nembus dulu gua belanda untuk menuju maribaya.
    suasananya adem dan menyegarkan … apalagi kalau pagi2

    Posted by bersapedahan | June 6, 2015, 5:55 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Ngebolang di Lembang-Bandung | evRina shinOda - September 18, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: