//
you're reading...
Contest, Tips

Menghadapi Trend Mobile Internet Terhadap Perkembangan Anak

“B (15) remaja perempuan di Kabupaten Tangerang, diperkosa oleh laki-laki berinisial IP (26). B baru saja mengenal IP lewat situs jejaring social Facebook. Dari perkenalan ini, mereka memutuskan untuk bertemu dan IP mengajak B ke rumah kontrakannya…….” [1].

Beberapa kalimat dari sepenggal berita di atas memberikan gambaran kepada kita akan dampak negatif penggunaan internet pada anak-anak. Tanpa pengawasan yang cukup dari orang tua kepada anak maka penggunaan internet dapat membahayakan perkembangan anak, karena seorang anak khususnya ABG masih memiliki jiwa yang labil. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mudah dipengaruhi dan butuh perhatian. Kita sebagai orang tua wajib memberikan perhatian agar anak dapat memanfaatkan internet sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Meskipun begitu bukan berarti kita harus over protective terhadap anak melainkan dengan cara meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak.

Resiko lain yang dapat ditimbulkan apabila anak-anak mengakses internet dan telepon selullar (ponsel) adalah [2]:

  • Mengakses informasi dan gambar yang tidak sesuai dengan umurnya
  • Menjadi korban cyberbullying
  • Dapat dihubungi dan dimanipulasi oleh orang dewasa untuk tujuan sexual (grooming)
  • Berbagi informasi dan data diri dengan orang yang tidak dikenal
  • Mengirimkan dan menerima film atau gambar  porno baik dari dirinya maupun orang lain

Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet sudah merajalela hampir diberbagai tingkatan usia. Hampir setiap orang kini dengan mudah mengakses internet terutama melalui ponsel. Penyebaran informasi melalui internet dengan memanfaatkan teknologi ponsel memang efektif untuk penyebaran informasi yang bersifat ringkas, padat dan perlu update secara real time atau cepat. Menurut pengamatan saya, anak yang menginjak usia SD sekalipun kini sudah memiliki ponsel pribadi yang dapat mengakses internet. Sebagian orang tua mengizinkan mereka memilikinya untuk digunakan sebagai sarana komunikasi sekaligus dalam rangka pengawasan.

Survey menemukan bahwa 42 persen orang tua mengontak anak-anaknya setiap hari dengan menggunakan ponsel. Hal itu membuat ponsel menjadi alat komunikasi paling popular diantara orang tua dan anak. Selain komunikasi dengan ponsel, berinternet ternyata juga sering menjadi salah satu aktivitas sosial. Sebanyak 50% pengguna internet yang hidup bersama pasangan dan satu atau lebih anak menggunakan internet beberapa kali seminggu [3]. Mendapati fakta tersebut, tentu kita sebagai orang tua harus mengawasi penggunaan internet agar si anak hanya mengakses konten-konten yang sesuai dengan usianya.

Nah, bagaimanakah peran kita sebagai orang tua dalam mengatasi trend mobile internet terhadap perkembangan anak? berikut adalah beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada pembaca semua:

1. Membangun komunikasi baik secara konvensional maupun dengan menggunakan teknologi. Komunikasi secara konvensional maksudnya adalah face to face. Jangan sampai kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas anak membuat komunikasi secara langsung menjadi berkurang sehingga si anak lebih banyak berkomunikasi dengan internet daripada dengan orang tuanya. Komunikasi dapat dilakukan saat berkumpul dengan keluarga misalnya pada waktu makan bersama. Komunikasi melalui teknologi misalnya dengan memanfaatkan jejaring sosial dan messenger untuk memantau aktivitas anak

2. Beri pemahaman akan manfaat internet serta nilai negatifnya. Contoh berita di atas adalah salah satu nilai negatif dari penggunaan internet, selain itu apabila sudah menggunakan internet berlebihan dikhawatirkan menjadi pribadi yang tidak acuh dengan lingkungan sekitar. Nah, kita harus bisa memberikan pemahaman bagaimana menggunakan internet yang baik dan sehat kepada anak.

3. Dampingi anak pada saat menggunakan internet. Apabila si anak sudah mengerti dan dapat dipercaya maka kita bisa melepasnya secara bertahap dengan terus memantaunya.

4. Melakukan pengecekan terhadap konten yang dibrowsing oleh anak, kita dapat mengetahuinya melalui history sambil terus menjaga komunikasi supaya tidak ada hal yang disembunyikan

5. Melakukan protect dengan memanfaatkan teknologi, misalnya dengan mendownload soft ware security family untuk mengontrol aktivitas internet anak-anak baik di PC maupun ponsel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Ajaklah anak untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga disela-sela waktu luangnya agar perhatiannya tidak tertuju pada internet saja

7. Batasi penggunaan internet untuk beberapa waktu, misalnya ketika dia harus beribadah dan belajar, maka usahakan si anak untuk tidak mengakses internet. Caranya bisa dengan mematikan ponselnya atau menyita ponselnya sementara waktu

8. Berikan reward dan punishment, berikanlah penghargaan terhadap sikap disiplin anak dalam penggunaan internet dan berikanlah hukuman apabila si anak melanggar terhadap apa yang telah disepakati dan diajarkan oleh kita, tentu dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar agar si anak mengerti

9. Ajaklah anak untuk melakukan kegiatan positif seperti mengaji, pergi ke toko buku, membantu memasak dan lain-lain

10. Bila si anak melakukan hal yang tidak benar dalam menggunakan internet jangan melarangannya tanpa memberikan alasan dan penjelasan, karena bisa jadi si anak akan penasaran mengapa hal yang dia lakukan itu tidak diperbolehkan

11. Supaya kita tidak ketinggalan trend internet maka kita juga harus mengikuti perkembangan yang ada di dunia internet, terutama terhadap konten-konten yang banyak diakses oleh anak-anak

12. Berikanlah contoh yang baik untuk anak-anak, karena anak-anak pada dasarnya pandai meniru apa yang kita lakukan. Jangan sampai kita sibuk sendiri dengan ponsel dan internet sementara anak-anak memperhatikan terhadap apa yang kita lakukan

Nah, demikian beberapa tips dari saya dalam menghadapi trend mobile internet terhadap perkembangan anak. Kebetulan anak saya yang bernama Alfi masih kecil, usianya hampir 2 tahun tetapi dia sudah mengenal ponsel meskipun dia hanya mengetahui bahwa ponsel itu digunakan untuk menelepon dan melihat video kartun kesayangannya. Bisa jadi jika dia sudah agak besar nanti sudah tahu apa itu  internet, maka saya sebagai orang tua harus selalu tanggap terhadap perkembangannya.

“Anak-anak memang tidak begitu baik dalam mendengar nasehat orang tua mereka, tapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru mereka.” James Arthur Baldwin

LOMBA BLOG DPTALK

Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Blog Peran Orangtua Mengatasi Trend Mobile Internet Terhadap Perkembangan Anak Periode 5 Juli-5 Agustus 2013.

Referensi:

[1] Vemale.com. 2013. Lima Kasus pelecehan Seksual Yang Menyesakkan. Edisi Rabu, 19 Juni 2013. http://www.vemale.com/tags/kisah-nyata/23138-lima-kasus-pelecehan-seksual-yang-menyesakkan.html

[2] NSPCC. Keeping Your Child Safe Online. http://www.nspcc.org.uk/help-and-advice/for-parents/keeping-your-child-safe/using-the-internet/internet-safety_wda96763.html

[3] SR, Fahruri. 2009. Internet Berbahaya Bagi keharmonisan Keluarga?. Majalah Anggun Edisi No. 9/II/Oktober 2009.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: