//
you're reading...
Contest

Hand In Hand Wafer Tango, Ayo Berbagi!

Berbagi, adalah sebuah tindakan sosial dalam rangka membantu meringankan beban orang lain. Berbagi sangatlah mudah dilakukan oleh semua orang. Tetapi makna berbagi tak hanya menyerahkan, membagikan, atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain saja. Berbagi juga berarti membantu meringankan beban saudara kita baik fisik maupun mental secara ikhlas sehingga terlukiskan sebuah senyuman di wajah mereka. Sudah sejauh manakah kita berbagi dengan yang lain? Tentu kita ingin selalu membantu meringankan beban orang lain bukan?.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk berbagi, salah satunya adalah melalui Hand in Hand Wafer Tango yang dicanangkan oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT Orang Tua Group  dengan tujuan membantu anak-anak di pulau Nias. Mengapa di pulau Nias? dan bagaimanakah caranya untuk mengikuti program ini? Yuk kita bahas satu persatu.

Pertama, Pahami Dulu Makna Berbagi

Berbagi menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti membagi sesuatu. Berbagi kepada yang membutuhkan merupakan amalan yang tidak terputus keberkahannya seperti tertuang dalam hadist berikut ini:

Apabila anak Adam (manusia) telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang saleh untuk orang tuanya. (H.R. Muslim)

Manfaat berbagi selain membantu meringankan beban orang lain, juga dapat mendatangkan rejeki, membersihkan rejeki yang kita miliki, serta sebagai salah satu cara menjalin tali persaudaraan dengan orang lain. Allah telah menjamin bahwa ketika kita mau berbagi dengan ikhlas maka akan tergantikan dengan pahala dan rejeki yang berlipat-lipat pula seperti yang tercantum dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji, Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”

Tanggo Satukan Semua Perbedaan, Sumber: http://www.ot.co.id/advertising_Files/63-websiteTango.jpg

Aku sendiri pernah merasakan berkah dari berbagi. Ketika itu rekan kerja mengajak ku untuk membantu seorang ibu. Ibu itu memiliki enam orang anak yang usianya hanya berjarak kurang lebih satu tahun. Ada satu hal yang membuat kami terenyuh, si ibu tidak mau memenuhi kebutuhannya dengan cara meminta-minta. Setiap hari dia menjajakan makanan bersama dengan anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya kami dan rekan kantor sepakat untuk mengumpulkan bantuan berupa baju tidak terpakai yang masih layak atau bantuan berupa uang. Alhamdulillah ternyata rekan-rekan kantor banyak yang mendukung. Si ibu dan anak-anak pun senang menerima bantuan tersebut. Selang beberapa waktu dari kegiatan yang telah kami lakukan, tiba-tiba kami mendapat rejeki yang tak terduga. Ternyata membantu orang lain yang sedang kesulitan dengan ikhlas justru akan mendatangkan rejeki bagi kita, insyaAllah.

Berbagi kepada yang membutuhkan adalah amalan yang baik. Tidak hanya dalam ajaran islam, dalam ajaran agama lain pun sama, meringankan beban orang lain melalui tangan kita tentu akan membawakan kebaikan kepada diri kita pula. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berbagi, diantaranya adalah:

  1. Menyisihkan sebagian rejeki kita untuk dizakatkan
  2. Memberi secara langsung dalam bentuk shadaqah, infaq dan sebagianya
  3. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pembinaan, pemberdayaan dan lain sebagainya.

Nah, di tempat nun jauh di sana masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan kita. Salah satunya adalah sudara-saudara kita di Nias. Mengapa Nias? Berikut ulasannya.

Kedua, Mari Ulurkan Tangan Untuk Nias

Nias adalah salah satu pulau di wilayah timur Sumatera yang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia karena tradisi dan budayanya. Tradisi loncat batu adalah salah satu daya tarik budaya pulau ini. Tetapi dibalik semua itu ternyata pulau yang sudah terbagi menjadi 5 wilayah ini (Nias Induk, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Gunung Sitoli) tidak seperti yang kita bayangkan. Meskipun pulau Nias dianugerahi tanah yang subur, tetapi tidak serta merta menjadikan masyarakatnya sejahtera. Tingkat kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di pulau Nias masih tertinggal dari kebanyakan pulau yang ada di Indonesia terlebih pasca bencana kembar tsunami pada 26 Desember 2004 dan gempa bumi pada 28 Maret 2005 silam. Hingga kini pemerintah Kabupaten Nias masih membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membangun infrastruktur akibat bencana tersebut.

Beberapa fakta yang ditemukan terkait dengan rendahnya kesejahteraan masyarakat di pulau Nias antara lain:

1. Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat terutama kesehatan anak-anak.  kebanyakan anak-anak Nias mengalami gizi buruk yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi, lingkungan maupun budaya. Ahli gizi masyarakat dari Universitas Indonesia, Ir. Asih Setiarini, M.Sc. mencontohkan budaya yang merugikan anak adalah ketika seorang laki-laki akan menikahi perempuan, mereka harus membayar mahar yang sangat mahal hingga mereka pun berutang. Utang terus berlanjut hingga mereka berusia lanjut. Akhirnya, banyak pasangan yang kesulitan memberikan konsumsi yang layak untuk anak-anak mereka [1]. Selain itu makanan bergizi sulit sekali diperoleh di beberapa tempat, setiap akhir pekan sekali dalam seminggu biasanya penduduk yang tinggal di gunung pasti turun untuk membeli kebutuhan mereka selama satu minggu kedepan. Kebanyakan yang mereka beli hanyalah ikan asin untuk lauk pauk selama satu minggu dengan beberapa centong garam rakyat yang tidak beryodium. Bagi mereka makan mie instant yang diseduh air panas sudah sangat nikmat sekali, padahal makanan tersebut juga dapat mendatangkan penyakit [2].

2. Infrasturktur jalan di Nias amat memprihatinkan, banyak desa yang tidak memiliki akses jalan lantaran sulitnya medan. Untuk membangunnya pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

3. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Rumah yang ditempati oleh penduduk yang tinggal di pedalaman Nias jauh sekali dari kata sehat, ukuran rumahnya kecil, sirkulasi udaranya buruk, serta tidak memiliki MCK bahkan binatang peliharaan tinggal dekat dengan rumah

4. Mata pencaharian sebagain besar penduduk di pedalaman adalah petani dengan tingkat adopsi teknologi pertanian yang rendah. Kebanyakan menggantungkan penghasilan dari alam tanpa memahami bagaimana cara mengembangkan untuk kesejahteraannya

5. Rendahnya tingkat pendidikan yang diterima oleh anak-anak Nias. Masalah yang dihadapi anak-anak di Nias adalah keterbelakangan pendidikan dan drop out, salah satu dampaknya adalah anak-anak terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif yang dikategorikan sebagai bentuk pekerjaan berbahaya bagi anak atau bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, seperti penambang batu gunung, penambang pasir, pemulung, perkebunan keluarga dan kriminalitas [3].

Beberapa hal tersebutlah yang kemudian mendorong CSR PT Orang Tua Group bersama Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) untuk mengadakan Hand in Hand Wafer Tango di Nias serta Tango Peduli Gizi Anak Indonesia (TPGAI).

Ketiga, Bila Sudah Paham Ayo Ikutan Hand in Hand Wafer Tango

“Memberi bukanlah mengurangi bagian berkat kita dari Tuhan, melainkan mengembalikan berkat orang lain yang dititipkan Tuhan pada kita -Iwan Wahyudi-“

Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia (TPGAI) yang dicanangkan oleh CSR PT Orang Tua Group sudah berjalan sejak tiga tahun yang lalu. Tango yang bekerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) mengemban misi mulia yaitu memerangi gizi buruk di Nias melalui pemberikan bantuan lewat pemberian makanan tambahan (PMT), pemberdayaan keluarga, hingga adopsi desa.

Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun meliputi [4]:

1. Tahun 2010- 2011, program yang dijalankan berfokus pada perbaikan gizi anak, di tahun pertama Tango fokus pada pemulihan kondisi 572 anak yang kurang gizi

2. Tahun 2011- 2012, target berkembang menjadi gizi keluarga, tahun 2011 Tango mengasuh 25 keluarga yang berkomitmen untuk mengikuti program pemberdayaan keluarga

Tango Peduli Gizi Anak Indonesia 2011, Sumber: http://www.wafertango.com/index.php?page=newspromo-detail&id=3

3. Dan pada tahun 2012- 2013, program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di Nias mengadopsi satu desa, yaitu Desa Banua Gea, Kabupaten Nias, yang berpenduduk sekitar 2.938 jiwa.

Selain fokus terhadap perbaikan gizi pada desa Banua Gea, Tango juga menitik beratkan program lain di sana seperti [5]:

  • Pendampingan tentang penyuluhan gizi serta pola hidup sehat.
  • Renovasi pada beberapa rumah
  • Pemberdayaan ekonomi. Pada tahun ini pada setiap dusun diberikan bantuan bibit ternak ayam dan sayuran. Warga diajari bercocok tanam yang baik dan benar sehingga mereka bisa melakukannya sendiri di pekarangan rumah dimana hasilnya nanti dapat dikonsumsi sendiri atau dijual
  • Perbaikan prasarana kesehatan. Ada 5 puskesmas pembantu yang diberikan alat kesehatan agar mereka bisa membantu warganya lebih cepat.

Hasil kerja keras Tango dengan Yayasan Berkat Obor Indonesia membuahkan hasil. Hampir rata-rata 95 persen setiap anak yang mengikuti program Balai Pemulihan Gizi berhasil pulih dan terlepas dari gizi buruk atau gizi kurang setelah mengikuti program pemulihan selama 4-6 bulan [6].

Kemudian pada tanggal 13-15 Mei 2013 lalu PT Orang Tua Group dan Yayasan Obor Berkat Indonesia telah melakukan aksi dalam program Hand in Hand Wafer Tango dengan tema “Dengan bersama kita bisa membuat mereka kembali tersenyum dengan cara  yang sederhana” yang merupakan perluasan dari program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia. Aksi ini mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan mengumpulkan pakaian, makanan, buku layak pakai atau mainan, untuk disumbangkan pada anak-anak di Nias. Dalam peluncuran program Hand in Hand lalu telah terkumpul sekitar 200 item dari mereka yang tergabung dalam komunitas Female Daily Network (FDN), member di Facebook Tango, serta wartawan dari berbagai media. Ada banyak jenis mainan, boneka, pakaian, hingga buku bacaan dalam beberapa boks [7].

Aksi Tango Hand in Hand ini masih berlangsung hingga tanggal 30 Agustus 2013 nanti. Bagi teman-teman yang ingin memberikan sumbangan, teman-teman dapat mengirimkannya ke kantor yang beralamat di:

Jalan Lingkar Luar Barat Kav.  35-36 Rawa Buaya Cengkareng Jakarta Barat 11740 (OT Group), dan Kemang Raya No 2, Jakarta 12730

Seluruh bantuan yang terkumpul akan diserahkan langsung kepada anak-anak Nias pada Oktober mendatang.

Sungguh mulia misi yang diemban oleh rekan-rekan kita pada program Hand in Hand Wafer Tango ini. Bagi ku inilah makna berbagi yang sesungguhnya, karena Tango tidak hanya sekedar memberikan bantuan tetapi ikut serta membangun mental para penduduk Nias agar mampu berdaya dan berusaha secara mandiri.

Mari kita ikut bagian dalam program ini guna membantu anak-anak Nias yang membutuhkan uluran tangan kita. Ingin bergabung? Mulailah dengan membantu menyebarkan serta mengumumkan program ini kepada rekan-rekan kita yang lain serta ajaklah mereka untuk turut menyumbangkan beberapa barang yang dibutuhkan di atas demi sebuah senyuman manis di wajah anak-anak Nias, dan jangan lupa jika kita membeli produk Tango apa saja, setiap sekian persen dari hasil penjualannya akan disumbangkan untuk anak-anak Nias. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, selain mendapatkan nikmatnya wafer Tango kita juga ikut beramal membantu orang-orang yang membutuhkan.

Yuk beli produk Tango, sekian persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk anak-anak Nias

Yuk beli produk Tango, sekian persen dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk anak-anak Nias

Jadi tunggu apa lagi? Berbagilah dari sekarang bersama Hand in Hand Wafer Tango.

Memberi lebih banyak dari yang diharapkan seseorang merupakan jalan baik untuk mendapatkan kembali lebih banyak dari yang Anda harapkan. -Robert Holf-

Tulisan ini diikutsertakan pada Tango Hand in Hand Sharing Competition Periode 23 Juli-30 Agustus 2013 dan Alhamdulillah termasuk kedalam 20 Finalis Blog Terbaik #HandinHand Sharing Competition

[1] Redaksi Mother And Baby. 2013. Budaya dan Kehidupan Anak Nias. Edisi 20 Mei 2013. http://www.motherandbaby.co.id/article/2013/5/31/261/Budaya-dan-Kehidupan-Anak-Nias

[2] Kotibnadsu. 2010. Kondisi Kesehatan Masyarakat di Pedalaman Pulau Nias Masih Memprihatinkan. Edisi Rabu, 31 Maret 2010. http://www.kotibnadsu.com/index.php?option=com_content&view=article&id=45:kondisi-kesehatan-masyarakat-di-pedalaman-pulau-nias-masih-memprihatinkan&catid=3:berita&Itemid=3

[3] Nias. 2008. Tentang Pernikahan Dini dan Kondisi Kehidupan Anak-Anak di Nias. Edisi 12 Desember 2008. http://niasonline.net/2008/12/12/tentang-pernikahan-dini-dan-kondisi-kehidupan-anak-anak-di-nias/

[4] rahma Indra. 2013. Tango Perangi Gizi Buruk di Nias. Edisi 13 Mei 2013. http://female.kompas.com/read/2013/05/13/21224871/Tango.Perangi.Gizi.Buruk.di.Nias

[5] Nenglita. 2013. It Takes a Village. Edisi 5 Juni 2013. http://mommiesdaily.com/2013/06/05/it-takes-a-village/

[6] Banten Pos. 2013. Tango Berikan Senyuman Bagi Anak Nias. Edisi 25 Juli 2013. http://bantenposnews.com/berita-4612-tango-berikan-senyuman-bagi-anak-nias.html#.UhLAx3-nh0s

[7] Doinc.org. 2013. Cinta Untuk Anak-anak Nias. http://www.doinc.org/dogood/cinta-untuk-anak-anak-nias/

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

4 thoughts on “Hand In Hand Wafer Tango, Ayo Berbagi!

  1. tango, kesukaan saya tu
    iya berbagi itu memang selalu indah

    Posted by lisa tjut ali | August 23, 2013, 3:23 pm
  2. Mau donk wafer tango nya ?😀 semoga amal baiknya diterima sang maha kuasa :amin

    Posted by Penyakit Asam Urat | August 27, 2013, 3:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: