//
you're reading...
My Job, Other, Traveling

Ngebolang di Lembang-Bandung

Saya tidak menyangka akan berada kembali di Lembang dalam waktu yang cukup dekat. Bulan Juli kemarin adalah terakhir kali saya menginjakan kaki di daerah nan sejuk ini. Alhamdulillah kini saya merasakan lagi walaupun awalnya saya teramat berat untuk berangkat lantaran harus meninggalkan si kecil lagi. Namun belakangan ini saya amat bersyukur akan keberangkatan saya ke Lembang selama tiga minggu ini, selain mendapatkan ilmu tentunya, saya juga mendapatkan pengalaman berharga dan juga pelajaran dari beberapa hal dan orang-orang yang saya temui.

Disela-sela jadwal yang padat, saya dan teman-teman mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan dibeberapa tempat baik saat pendidikan atau ketika sedang rehat. Nah, disaat itu pula saya iseng mengabadikan beberapa hal yang menurut saya patut untuk diabadikan. Apa saja itu? ini adalah hasilnya:

1. Kaos Sablon

Di asrama tempat kami tinggal saat diklat, seringkali kedatangan penjual kaos Paris Van Java alias kaos Bandung. Sebagai seorang ibu pasti terpanggil hatinya untuk membelikan oleh-oleh untuk si buah hati (padahal sebenanya memang seneng jajan aja hehe), nah kaos Bandung ini bisa menjadi alternatif untuk oleh-oleh. Harganya yang murah dan kualitas bahannya yang juga masih terbilang cukup bagus untuk kaos seharga Rp. 20000,- membuat pedagang kaos ini laris-manis diserbu para pembeli. Namun, ada satu yang membuat saya tertarik dengan penjual kaos ini, yaitu pembuatan nama dengan cara disablon. Saya senang sekali memperhatikan si Mamang (begitu saya memanggilnya) dengan asiknya memoles cat sablon ke bahan kaos. Ternyata cara menyablonnya sangat mudah, asal ada cetakan, cat dan kuas maka kaos sablonpun jadi.

Kaos Sablon

Kaos Sablon

2. Nanas Madu

Sebelumnya saya sudah memposting tentang cara menentukan nanas madu. Nanas madu ini memang sangat manis rasanya, selain itu dagingnya juga empuk tidak seperti nanas biasanya. Tetapi jangan sampai salah dalam menentukan nanas madu ya. Ketika dalam perjalanan ke Subang, saya melihat hamparan kebun nanas madu di dekat perkebunan teh, kita cukup menanam crown (tunas nanas) ke dalam tanah maka nanas dapat tumbuh beradaptasi, sayangnya saya tidak mampu membawa tunas nanas untuk ditanam di Bogor lantaran barang bawaan yang sudah terlalu banyak.

Nanas Madu

Nanas Madu

3. Mie Kocok

Makan mie kocok di Lembang rasanya maknyus sekali, rasanya yang pedas segar dan panas membuat badan terasa hangat, maklum cuaca di lembang sangat dingin baik siang maupun malam hari. Nah, kalau mau makan mie kocok, silahkan mencoba di pasar Lembang kalau yang berada di dekat Lembang. Mie kocok ternyata merupakan mie yang terdiri dari campuran mie gepeng dan toge dengan topping daging sapi kikil. Kuahnya terasa segar seperti kuah bakso. Dulu saya pernah mencoba mie kocok di Cirebon, namun mie kocok di Cirebon kuahnya lebih kental daripada yang saya temukan di Lembang. Meskipun begitu rasanya sama-sama enak.

Mie Kocok

Mie Kocok

4. Makan Jengkol

Terakhir kali saya makan jengkol adalah ketika saya duduk dibangku sekolah dasar, saya masih ingat nikmatnya makan jengkol. Daaaannn….kali ini saya menemukan jengkol yang nikmat tersebut di lembang, sudah dua kali saya makan jengkol di sini, baik disemur atau direndang sama enaknya.

Rendang jengkol nikmat

Rendang jengkol nikmat

5. Senandung Kerbau

Ketika melakukan field work-1 di Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang, saya menemukan seorang petani sedang membajak sawah sambil menyenandungkan lagu untuk kerbaunya. Saya jarang sekali menemukan hal tersebut di Bogor, kebanyakan kerbau hanya diperintah dengan menggunakan tali saja. Alasan petani menyenandungkan lagu saat kerbau membajak adalah supaya sang kerbau merasa tenang saat membajak sawah sehingga tidak merasa terpaksa.

Petani sedang menyenandungkan lagu

Petani sedang membajak sawah sambil menyenandungkan lagu

6. Pemanfaatan Pekarangan

Ketika sedang berjalan disekitar tempat diklat, saya menemukan pemanfaatan pekarangan yang membuat saya berpikir untuk menerapkan di desa binaan saya, karena lingkungannya hampir sama, minim lahan pekarangan.

Pemanfaatan pekarangan

Pemanfaatan pekarangan

7. Zucchini

Zucchini atau terong jepang sudah sering saya lihat ketika di swalayan. Nah, kebetulan saya berkesempatan untuk melihat langsung tanaman zucchini ini. Zucchini ditanam dengan menggunakan mulsa, daun tanamannya melebar serta terdapat bercak berwarna putih pada daun. Bercak putih tersebut bukanlah residu pestisida, tetapi memang salah satu karakteristik fenotipe dari tanaman zucchini. Ternyata zucchini berbuah pada bagian tengah tanaman, tidak seperti terong pada umumnya. Budidaya zucchinipun ternyata tidak terlalu sulit asalkan melakukan teknik budidaya sesuai dengan lokasi berada.

Tanaman Zucchini

Tanaman Zucchini

8. Seblak

Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Bandung. Saat itu saya dikenalkan sebuah camilan yang murah meriah tapi legit rasanya, cemilan itu adalah seblak. Seblak terbuat dari campuran berbagai macam kerupuk yang dipadukan dengan siomay dan batagor, tetapi kerupuk ini tidak digoreng dulu, jadi langsung dimasak dengan kuah yang gurih dan pedas. Pertama melihat rasanya terlihat aneh, tetapi setelah dirasakan malah bikin ketagihan.

Seblak yang rasanya mantab

Seblak yang rasanya mantab

9. Biosecurity

Ketika saya berjalan menuju pasar Lembang, pandangan saya terkagum-kagum dengan biosecurity di Balai Inseminasi Buatan Lembang. Balai yang sudah menerapkan ISO 9001:2008 ini menerapkan biosecurity untuk menjaga kesterilan tempat dari segala kemungkinan serangan penyakit dengan menerapkan HACCP System dan Biosecurity in adalah salah satu dari Critical Control Point.

IMG_5527IMG_5528IMG_5530

10. Es Lilin dan Pasar Kaget

Di Lembang selalu digelar pasar kaget, pasar rakyat tempat orang berkumpul setelah olahraga. Biasanya orang-orang berangkat dai rumah sambil lari pagi menuju pasar kaget. Barang-barang yang dijual di pasar kaget yaitu pakaian, buku bekas, sepatu, kaca mata, topi, sayuran segar, ikan laut, makanan, minuman dan lain-lain. Kita bisa menemukan lobster tawar, rendang jengkol, hingga siput kari di sini. Nah, ada salah satu jajanan tradisional  dijual di sana dan jarang sekali ditemukan di Bogor, yaitu es lilin. Es lilin adalah jajanan tradisional ketika saya kecil dan saya menemukan lagi ketika sedang di Lembang.

lari pagi menuju pasar lembang

lari pagi menuju pasar lembang

Suasana Pasar kaget lembang

Suasana Pasar kaget lembang

Tersedia wisata kuda

Tersedia wisata kuda

Es lilin mah ceu-ceu

Es lilin mah ceu-ceu

Pulangnya naik andong

Pulangnya naik andong

11. BEC (Bandung Electronic City)

Sewaktu diajak jalan-jalan ke BEC, saya sangat terkagum-kagum melihat melimpahnya barang elektronik di BEC. Bisa dibilang hampir semuanya ada di sini. Saya dan teman-teman membeli flash dish sebesar 32 GB dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 185000,-. Murah dan bermanfaat. Kalau mau nyari barang elektronik di Bandung ke BEC aja.

BEC

BEC

BEC-2

BEC-2

Suasana sekitar BEC

Suasana sekitar BEC

12. Sambal Ase

Baru pertama kali ini saya berjumpa dengan yang namanya sambal enak, gurih, pedas yang bikin ketagihan. Namanya sambal ase yang terbuat dari Cabe Gendot kata orang sunda. Cabe ini bentuknya besar-besar, rasanya pedas banget. Saya hanya berani makan setengah buahnya saja, karena perut sudah terasa panas. Teman saya yang pecinta pedas hanya kuat makan dua buah cabe gendot karena pedasnya benar-benar mantab.

Sambal Gendot

Sambal Gendot

13. Tangkuban Perahu

Ketika sedang olahraga dipagi hari, saya selalu menatap ke arah perbukitan di depan tempat saya berada. Di depan sana terbentang gunung tangkuban perahu. Tangkuban perahu kalau dilihat dari jarak jauh sungguh terlihat seperti perahu yang tertangkup (terbalik) dan pemandangannya sangat indah.

Gunung tangkupan perahu

Gunung tangkupan perahu

Masih banyak lagi hasil jeprat-jepret selama saya ngebolang di Lembang dan Bandung, tetapi tidak semuanya dapat saya tuliskan di blog ini, cukup diingat di dalam hati semoga suatu hari nanti saya bisa menginjakkan kaki di sini lagi.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Perang Bedak | catatan kecil keluarga mohyiyi - October 5, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: