//
you're reading...
Contest

Dukung PLN Menjadi PLN Bersih Dambaan Masyarakat

Indonesia adalah negeri yang subur dan kaya akan sumberdaya alam. Kekayaan alam yang ada di Indonesia dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat atau melalui pengelolaan pihak swasta maupun pemerintah. Khusus untuk objek vital seperti minyak bumi, batu bara, gas alam dan kekayaan alam lainnya pengelolaannya dikuasai oleh negara agar pemanfaatannya tidak disalahgunakan serta benar-benar diperuntukan bagi rakyat. Hal tersebut sesuai dengan amanat pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945:

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Salah satu objek vital yang dikuasai oleh negara adalah energi listrik. Akan tetapi menurut Agus Salim (2013) dari Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, dikuasai disini bukan berarti dipegang sepenuhnya oleh negara tetapi merupakan tindakan negara dalam hal pembuatan kebijakan, pengaturan, pengurusan, pengelolaan, dan pengawasan terhadap kegiatan usaha di bidang sumber daya alam. Listrik menjadi objek vital karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dimana hampir seluruh kegiatan masyarakat tergantung akan penggunaan listrik. Bayangkan saja apabila listrik tiba-tiba padam tentu akan menghambat aktivitas, mengacaukan sistem hingga merusak barang-barang elektronik.

Lambang PT PLN, Gambar Diambil dari SINI

Perusahaan Listrik Negara atau yang kita kenal dengan sebutan PLN adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk mengelola kelistrikan di Indonesia. Bentuk BUMN yang memiliki motto “Listrik untuk kehidupan lebih baik” ini adalah Perusahaan Perseroan (Persero) yang memiliki kewajiban dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan dalam rangka menghasilkan keuntungan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

Pengelolaan listrik yang hanya dikelola oleh negara ini menimbulkan kesan monopolistik yang dikhawatirkan akan melahirkan tindakan korupsi, kolusi maupun nepostisme karena kebijakan yang hanya terpusat pada PLN dalam pengelolaan listrik. Tentunya hal ini membuat masyarakat mau tidak mau mematuhi segala kebijakan yang telah ditentukan oleh PLN seperti halnya perusahaan milik pemerintah pemegang objek vital lainnya. Bisa jadi kebijakan tersebut dapat memberatkan sebagian masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah. Belum lagi isu yang banyak beredar dikalangan masyarakat seperti isu rekrutment pegawai PLN yang sarat dengan nepotisme sehingga menambah daftar panjang penyebab rendahnya kepercayaan publik terhadap PLN.

Namun semua hal tersebut adalah masa lalu dari PLN karena PLN kini berbeda. PLN telah menerapkan komitmen untuk melaksanakan PLN Bersih dan melawan segala bentuk korupsi di lembaganya.

PLN Baru: PLN Bersih!

PLN Bersih adalah sebuah komitmen yang berawal dari inisiatif seorang Direktur Utama (Dirut) PLN yaitu Nur Pamudji dengan para direksi yang menginginkan efisiensi dalam hal tata cara pengadaan barang dan jasa serta keinginan dalam mencegah suap atau gratifikasi dalam pelayanan demi memajukan bangsa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan salah satu misi perusahaan yaitu menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus membersihkan PLN dari segala image negatif yang beberapa waktu lalu melekat dalam tubuh PLN. Oleh karena inisiatifnya tersebut, Nur Pamudji selaku Dirut PT PLN meraih Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2013 atas komitmenya dalam memimpin perusahaan yang bersih bebas dari korupsi.

PLN bersih adalah sebuah bentuk komitmen yang diterapkan oleh PLN dalam menjalankan perusahaan yang bersih bebas dari unsur KKN sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan listrik bagi masyarakat.

PLN menyoroti dua hal sebagai langkah awal implementasi dari PLN Bersih ini, yaitu proses pengadaan barang dan jasa serta pelayanan kepada pelanggan karena kedua proses tersebut dianggap memiliki potensi besar akan timbulnya tindakan korupsi, suap, maupun gratifikasi. Demi mewujudkan PLN Bersih ini tentunya tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh pihak dalam tubuh PLN baik itu pihak intern PLN sendiri maupun mitra kerja. Oleh karena itu, kerjasama sangat diperlukan dari hulu hingga hilir guna membangun sistem yang baik untuk menangkal terjadinya korupsi, suap maupun gratifikasi pada tubuh PLN.

Dikutip dari website resmi PLN Bersih, sistem yang sedang dibangun oleh PLN saat ini berlandaskan kepada empat pilar utama PLN Bersih yang dikenal dengan PITA, yaitu:

1. Partisipasi

Yaitu partisipasi dari para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan serta mendukung program PLN Bersih. Bentuk partisipasi yang telah dilakukan antara lain melalui deklarasi komitmen integritas pegawai PLN di seluruh lapisan unit dan wilayah kerja PLN dan deklarasi Collective Action yang merupakan komitmen bersama (PLN, Vendor, Publik) untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

2. Integritas

Integritas dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat yang menjadikan para pegawai PLN patuh kepada Code of Ethic (CoE) dan Code of Conduct (CoC) yang berlaku di perusahaan. Integritas ini juga berlaku pada proses pelayanan pelanggan melalui perbaikan indeks Integritas Layanan Publik (ILP), seperti kemudahan proses pasang baru (PB), tambah daya (TD), dan layanan gangguan (LG) listrik yang bebas dari korupsi dan suap.

3. Transparansi

Penerapan prinsip transparansi sejalan dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 yang juga diperjelas melalui Keputusan Direksi Nomor 501 Tahun 2012. Keterbukaan informasi dan sikap responsif diimplementasikan melalui media seperti internet maupun media konvensional seperti buku panduan, brosur, leaflet, dan lain-lain.

4. Akuntabilitas

Pegawai PLN diwajibkan untuk responsif terkait dengan Complaint Handling Mechanism (CHM) dalam rangka memberikan kesempatan pengaduan terkait pelayanan pelanggan dan pengadaaan barang/jasa. Implementasi yang sudah dilakukan saat ini adalah contact center 123 dan website PLN untuk pengaduan pelanggan serta menerapkan mekanisme Whistle Blower System dan pengelolaan gratifikasi untuk melindungi kerahasiaan pelapor.

Assesment Pilot Project PLN Bersih, Sumber: http://www.plnbersih.com

Guna mengimplementasikan empat pilar utama PLN Bersih, pada awal Oktober tahun ini telah ditunjuk sekitar 13 unit PLN untuk menjadi pilot project PLN Bersih. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam website PLN Bersih mengenai pilot project tersebut, penunjukan 13 unit dilakukan oleh tim examiner independen PLN Bersih yang terdiri dari Transparency International Indonesia (TII), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan didampingi anggota tim PLN Bersih dari PLN Pusat untuk melihat bagaimana 13 unit PLN tersebut dalam mengimplementasikan program PLN Bersih. Dadang Trisasongko seorang examiner PLN Bersih dari TII mengatakan terdapat tiga area yang menjadi fokus pengukuran dalam mendapatkan predikat PLN Bersih, yaitu resiko integritas sebesar 25%, implementasi PLN Bersih sebesar 50%, dan integritas pengadaan serta integritas pelayanan sebesar 25%. Predikat PLN Bersih berhak disandang oleh unit bisnis apabila mampu memenuhi kriteria rendahnya resiko integritas, tingginya implementasi PLN Bersih, dan tingginya integritas pengadaan pelayanan pelayanan.

Khusus sebagai supervisor dalam penerapan PLN Bersih, pihak PLN telah bekerja sama dengan TII. TII adalah sebuah lembaga yang berinduk kepada Non Government Organization anti korupsi dunia bernama Transparency International (TI) yang bertugas mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. TII sendiri bertugas untuk mendorong tumbuhnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan usaha di Indonesia sebagai bagian dari upaya yang dilakukan TI dalam memberantas korupsi.

Kerjasama dengan TII telah dilakukan sejak awal Maret tahun lalu yang diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama oleh Dirut PLN Nur Pamudji dan Ketua Dewan Pengurus TII Natalia Subagio pada tanggal 6 Maret 2012 lalu di Kantor PLN Pusat. Kerjasama ini bertujuan untuk lebih memastikan, bahwa PLN dalam menjalankan usahanya menyediakan listrik bagi masyarakat luas, sungguh-sungguh menerapkan praktek GCG dan anti korupsi. Kerjasama yang dibangun meliputi reformasi dalam Pengadaan Barang dan Jasa serta reformasi pelayanan pelanggan.

Langkah yang telah dilakukan PLN untuk PLN Bersih, No Suap, No Korupsi, No Gratifikasi

PLN Bersih, Gambar dipinjam dari SINI

Menurut Joachim Eckert seorang hakim pada pengadilan Muenchen Jerman, korupsi berasal dari kata corrumpere yang berarti kehancuran, penyimpangan dari kesucian, perbuatan tidak senonoh, tindakan tidak bermoral dan sebagainya. Sedangkan menurut UU Nomor 31 tahun 1999 dan UU Nomor 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi, Korupsi adalah setiap orang yang secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Faktor penyebab terjadinya korupsi dapat berasal dari dorongan pribadi seperti sifat tamak, moralitas rendah, gaya hidup konsumtif dan lain-lain; serta berasal dari pihak luar seperti kepemimpinan yang buruk, budaya organisasi yang buruk, tidak jelas sistem pengendalian, rendahnya sistem pengendalian dan mengabaikan transparansi. Oleh karena itu memerangi korupsi dalam rangka mewujudkan PLN bersih wajib dilakukan melalui pembenahan dan membangunan sistem dengan benar dari hulu hingga hilir yang didukung oleh semua pihak.

Sedangkan tindakan penyuapan dan gratifikasi adalah tindakan kecurangan yang bagi sebagian orang sulit untuk dibedakan. Namun kedua tindakan ini sangatlah berbeda, terutama dari motif awal. Sejak awal penerima suap sudah mengetahui motif dari pemberi suap untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Sedangkan gratifikasi adalah pemberian dari seseorang dimana motif awal mungkin tidak diketahui oleh si penerima. Gratifikasi berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 adalah pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

Begitu besarnya dampak yang dihasilkan oleh perbuatan korupsi, penyuapan maupun gratifikasi membuat PLN melakukan beberapa langkah kongkrit berdasarkan empat pilar PITA guna mewujudkan PLN Bersih, No Suap, No Korupsi dan No Gratifikasi. Berdasarkan informasi yang terkumpul dari Website PLN Bersih, langkah-langkah tersebut antara lain:

1. Melakukan multi stakeholder forum dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suap dan korupsi.

Multi Stake Holder Forum, Sumber: http://www.plnbersih.com

Forum ini menjadi sarana komunikasi, evaluasi kualitas, akuntabilitas dan integritas dalam pengadaan barang/Jasa dan pelayanan pelanggan. Contohnya seperti apa yang telah dilakukan oleh PLN Disjatim dengan melakukan Collective Action berupa penandatanganan Deklarasi PLN Bersih oleh internal manajemen PLN yang dilakukan pada tanggal 26 januari 2013 lalu dan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi PLN Bersih oleh internal manajemen PLN dengan mitra kerja tanggal 27 Februari 2013. Selanjutnya penandatanganan deklarasi serentak 16 Area dengan para mitra kerjanya pun telah dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2013. Kegiatan nyata terus dilakukan PLN Disjatim sebagai upaya untuk terus meningkatkan integritas pegawai terkait dengan komitmen PLN Bersih.

2. Melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa untuk mencegah terjadinya inefisiensi proses.

Para pegawai PLN telah mengikuti aturan dan prosedur baru sesuai SK Direksi dalam pengadaan barang/jasa

3. Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN melalui pelayanan online.

Keterbukaan informasi juga diimplementasikan melalui media seperti internet maupun media konvensional.

Pelayanan Secara Online, Sumber: http://www.pln.co.id

4. Membuat sistem penanganan keluhan pelanggan

Untuk melakukan pengaduan pelanggan dapat melalui Contact Center 123, Jejaring social seperti Official Fans Page PT. PLN (Persero) dan twitter @pln_123.

Pengaduan Melalui Fanspage PLN, Sumber: https://www.facebook.com/cc123pln

Pengaduan Melalui Fanspage PLN, Sumber: https://www.facebook.com/cc123pln

Pengaduan Pelanggan Melalui Twitter, Sumber: https://twitter.com/pln_123

Pengaduan Pelanggan Melalui Twitter, Sumber: https://twitter.com/pln_123

Selain sistem penanganan pengaduan, membangun Whistler Blower System bagi karyawan PLN juga turut dilakukan untuk mempermudah karyawan apabila ingin menyerahkan barang yang terindikasi gratifikasi.

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh PLN guna membangun sistem mewujudkan PLN Bersih tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh semua pihak. Untuk mewujudkannya, PLN tidak hanya melibatkan pegawai maupun mitra kerja sebagai Agent of Change, para Bloggerpun bisa menjadi Agent of Change untuk mewujudkan PLN Bersih.

Ayo jadi Agent of Change, Blogger Dukung PLN!

PT PLN telah melakukan berbagai cara demi menyebarkan semangat PLN Bersih diinstitusinya baik dalam lingkungan internal PLN maupun melibatkan pihak eksternal, diantaranya adalah:

Menyebarkan Semangat PLN Bersih dalam lingkungan Internal PT PLN

1. Membentuk Agent Of Change

Para Agent of Change ini dipilih dan dibentuk dari 13 unit yang menjadi pilot project program PLN Bersih. Para pelopor ini telah diberikan pelatihan untuk memulai gerakan dan mensosialisikan PLN Bersih, No Suap, No Korupsi, No Gratifikasi kepada kalangan pegawai PLN. Salah satu contoh unit pelopor yang telah melakukan sosialisasi PLN Bersih di wilayahnya adalah PLN Distribusi Jawa Timur pada tanggal 10 September 2013 kemarin. Agent of Change di PLN tersebut secara khusus mengumpulkan tim pengadaan barang dan jasa (PBJ) dari 17 area yang ada di Jawa Timur, mereka mendapatkan pembekalan dan penjelasan tentang pedoman-pedoman yang baik dan benar dalam pelaksanaan PBJ yang sesuai dengan tujuan PLN Bersih.

Para Agent of Change sedang melakukan sosialisasi PLN Bersih, Sumber: http://www.plnbersih.com

2. Mengadakan Training of Trainer (TOT) Program Pengendalian Gratifikasi (PPG)

TOT PPG angkatan pertama ini merupakan rangkaian kegiatan dalam kerangka program PLN Bersih yang terus bergulir. Tujuan diadakannya TOT PPG adalah untuk persiapan pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) dan pemberlakuan pedoman pengendalian gratifikasi PLN. TOT PPG yang dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 27 September 2013 membahas konsep Pedoman Pengendalian Gratifikasi sebelum disahkan menjadi aturan resmi di tubuh PLN. TOT PPG ini akan terus dilakukan untuk angkatan selanjutnya.

TOT PPG, Sumber: http://www.plnbersih.com

Melibatkan Pihak Eksternal untuk mendukung PLN Bersih

Ide cemerlang dari PLN guna mendukung PLN Bersih adalah bekerjasama dengan Para Blogger. Mengapa blogger? Karena blogger dianggap memiliki pemikiran, ide maupun sumbangsih saran yang membangun melalui tulisan-tulisannya di blog bagi kemajuan PLN khususnya dan kemajuan masyarakat umumnya.

Dikutip dari website PLN Bersih, pada tanggal 4 Oktober 2013 lalu puluhan Blogger berkumpul dan berbincang dengan PT PLN guna membahas program PLN Bersih dalam acara yang bertajuk “Blogger Berbicara PLN Bersih”. Acara ini terkait dengan masalah anti suap dan anti korupsi yang sedang gencar dilaksanakan oleh PLN. Dalam acara tersebut PLN secara khusus mengajak para Blogger untuk membantu PLN Bersih dari praktik Suap. Kegiatan serupa sebenarnya telah dilaksanakan sejak tahun 2012 dalam konteks “Blogger Bicara Aku dan PLN” dimana saat itu PT PLN telah mendeklarasikan diri sebagai BUMN yang bebas dari korupsi dan no suap. Sebagai bentuk dukungan terhadap PLN Bersih, beberapa perwakilan dari blogger yang hadir pada acara tersebut memberikan cap tangan dengan tinta merah sebagai simbolis dukungan blogger untuk mewujudkan PLN Bersih.

Cap Tangan Perwakilan dari Blogger sebagai Dukungan untuk PLN Bersih, Sumber: blogdetik.com/2013/10/07/pln-blak-blakan-di-hadapan-100-blogger/

Nah, sebagai blogger apa yang dapat saya dan anda lakukan guna mendukung PLN Bersih ini?

Pertama, Jadilah Agent of Change

Masa lalu PLN yang memiliki image negatif di mata masyarakat lantaran kebijakan yang diberlakukan maupun akibat kendala teknis yang dulu telah merugikan masyarakat memang telah membuat berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap PLN. Guna mengembalikan kepercayaan masyarakat kita dapat memberikan dukungan terhadap PLN untuk menjadi PLN Bersih menjadi Agent of Change. Kita dapat ikut serta menyebarkan semangat PLN Bersih untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap PLN. Karena salah satu misi PLN adalah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat maka mewujudkan PLN Bersih harus dilakukan agar tercapainya pelayanan yang bebas korupsi, suap dan gratifikasi.

Kedua, Berikan Saran dan Kritik yang Membangun

Kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan sebagai perbaikan untuk masa depan, karena kritik maupun saran nantinya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi demi tercapainya sistem yang lebih baik. Kita dapat menyampaikan pengaduan baik berupa kritik ataupun saran membangun melalui Contact Center 123 dan jejaring social seperti Official Fans Page PT. PLN (Persero) serta twitter @pln_123.

Ketiga, Laporkan Apabila Ada Penyimpangan

Mendukung PLN Bersih berarti mendukung gerakan no korupsi, no suap, dan no gratifikasi. Apabila kita menemukan praktek yang menyimpang dari semangat PLN Bersih maka ada baiknya kita melaporkan kepada pihak PLN guna memberantas sekaligus mengendalikan perbuatan yang mencoreng semangat PLN Bersih.

Keempat, Gunakan Listrik dengan Bijaksana

Menggunakan listrik dengan bijaksana juga menjadi salah satu bentuk dukungan blogger kepada PLN dalam rangka mewujudkan PLN Bersih. Minimal kita mempraktekan untuk tidak korupsi dalam menggunakan energi listrik yang tidak sesuai untuk kebutuhan walaupun kita membayarnya. Menggunakan listrik dengan bijaksana dapat menghemat sumberdaya energi yang ada.

Kelima, Ikuti Kegiatannya

Blogger bicara PLN Bersih memang telah berlalu, namun semangatnya tidak berakhir saat itu juga, karena kita masih bisa berpartisipasi untuk mendukung PLN mewujudkan PLN Bersih melalui lomba blog “Blogger Dukung PLN Bersih”. Melalui blog kita dapat menuangkan ide tentang dukungan untuk mewujudkan PLN bersih, no suap, no korupsi dan no gratifikasi. Selain itu kita juga dapat menceritakan tentang pengalaman yang berhubungan dengan pelayanan PLN serta menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas tentang PLN Bersih.

PLN memang menyediakan hadiah bagi blogger yang dapat memberikan tulisan menarik pada blognya, namun ini bukan soal menang atau kalah tetapi lebih kepada bentuk dukungan kita secara umum untuk memerangi praktek korupsi, suap dan gratifikasi yang secara umum telah mengejewantah di negeri ini dan mendukung PLN menjadi PLN Bersih setelah 68 tahun berkarya memberikan pelayanan kepada negara dan masyarakat.

Ayo kita dukung PLN Bersih, tulis dan ikuti lomba blognya serta sebarkan semangatnya dalam memerangi korupsi, suap dan gratifikasi

Karena PLN BERSIH NO KORUPSI, NO SUAP, NO GRATIFIKASI!

Kalau bukan kita, siapa lagi????

Selamat Ulang Tahun PT PLN, Selamat Hari Listrik Nasional ke 68

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba blog “Blogger Dukung PLN Bersih” yang diadakan oleh PT PLN (Persero) Bekerjasama dengan Blogdetik Periode 4-27 Oktober 2013.

Referensi:
http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/
http://www.plnbersih.com
http://www.pln.co.id
http://www.esdm.go.id/berita/56-artikel/4939-pengusahaan-migas-di-indonesia-dalam-perspektif-kedaulatan-negara-2-makna-dikuasai-oleh-negara.html?tmpl=component&print=1&page=

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: