//
you're reading...
My Job

Jiwa yang Bermekaran

Kuncup bunga itu bukan tak ingin mekar

Ia menunggu datangnya sang surya

Ia kumpulkan energi dimasa tunggunya

Agar dapat bermekaran dengan indah

Kini sang surya telah menampakkan cahayanya

Menuntun jalan sang bunga

Bungapun bermekaran tanda musim semi telah tiba

***

Sambil mendengarkan lagu-lagu indihe (baca india) dari film Yeh Jaawani Yeh Deewani (2013), saya mau menuliskan tentang semangat yang sedang bermekaran diantara saya dan teman-teman penyuluh karena yang tadinya bingung sekarang sudah mulai mendapatkan titik cerah. Rasanya film india itu cocok sebagai back sound ketika saya menulis, karena film tersebut menceritakan persahabatan 4 orang manusia yang memiliki hobi traveling dan mendaki gunung, masing-masing mempunyai impian sendiri dan berusaha untuk mewujudkannya. Kaya 5 cm ya, tapi beda kok.

Empat sahabat di film Yeh Jawaani Hai Deewani, Gambar diambil dari: http://www.santabanta.com

Nah, berawal dari bulan Desember 2013 lalu ketika mengucapkan sumpah dan janji sebagai abdi negara dihadapan Bapak Bupati dan bersumpah atas nama Allah, kamipun seperti mendapatkan suntikan semangat. Memang setahun kemarin kami sempat bingung, sampai bertanya sendiri ke dalam diri bisa gak ya jadi penyuluh, karena ternyata susah sekali lho mengajak masyarakat untuk memberdayakan dirinya menjadi masyarakat yang mandiri. Benar kata senior-senior, satu tahun saja belum cukup untuk membuat diri kita diterima di masyarakat, butuh soft skill yang lebih untuk menghadapi kondisi tersebut karena setinggi apapun pendidikan yang kita punya kalau tidak didukung dengan soft skill sangat susah untuk masuk ke dalam masyarakat.

ketika pengambilan sumpah jabatan

ketika pengambilan sumpah jabatan

Apa itu soft skill? Kalau di penyuluhan soft skill itu kemampuan untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bertingkah laku dalam masyarakat. Misalnya bagaimana caranya berbicara dan menghadapi petani. Saya sendiri sedikit demi sedikit belajar bahasa sunda, karena petani lebih senang apabila kita berkomunikasi dengan bahasa daerah. Kemudian kalau kita mau berkunjung jangan sampai menggangu waktu mereka, jika mereka sedang menanam ya kita ikut menanam, kemudian apabila ditawarkan makanan atau minuman ya diminum karena apabila kita menolak bisa jadi besok-besok tidak disajikan lagi yang berarti kita tidak menghargai mereka. Nah, petani senang sama yang namanya ngopi kalau sedang ngobrol, karena saya tidak terlalu suka kopi terutama kopi hitam, kita bisa memberitahu pelan-pelan kalau kita tidak minum kopi supaya mereka tidak tersinggung. Memang sih tidak semua petani seperti itu, beberapa petani yang saya temui ada yang supel dan ada yang tidak. Kita tinggal adaptasi saja.

Mengenai soft skill ini, dalam acara syukuran pengangkatan yang digelar beberapa minggu lalu kami mendapatkan pencerahan dari bapak ustadz Nurudin mengenai bekerja. Ternyata bekerja tidak boleh hanya semata-mata mengharapkan gaji atau imbalan tetapi harus ada valuenya. Bekerja tidak hanya mengharapkan imbalan tetapi meberikan nilai dalam kehidupan apapun profesi kita karena ternyata ada nilai yang lebih berharga ketimbang benefit. Sang ustadz memberikan contoh begini:

Salah satu Ibu penjual makanan, profesi seperti ini memberikan value untuk orang lain, sumber: http://kisah-anak-kost-kikos.blogspot.com/2012/05/nyari-tempat-makan-di-kampus-b-unair.html

“Ada seorang ibu-ibu di Surabaya yang setiap pagi berjualan sarapan. Dia berjalan dari rumah ke rumah di kampungnya untuk menjajakan makanan sarapan tersebut. Tetapi ibu ini bukanlah ibu yang tidak berkecukupan materi sehingga dia berjualan. Si ibu orang yang sangat berkecukupan, dia memiliki penghasilan tetap dari usahanya, dari suami dan anak-anaknya memiliki kendaraan dan sebagainya. Lalu mengapa beliau melakukan hal tersebut? sampai-sampai para tetangga bertanya apa gak cukup bu penghasilan dari keluarga padahal ibu adalah orang yang mampu. Lantas si ibu menjawab, saya bukan mencari keuntungan, kalau saya berhenti jualan bagaimana nanti anak-anak sekolah yang mau sarapan, bagaimana nanti orang-orang bekerja yang tidak sarapan karena tidak sempat memasak?”

Sampai seperti itu si ibu bekerja karena memikirkan kepentingan orang lain. Keuntungan yang ibu terima tidak lebih dari Rp. 1000 rupiah, kadang hanya Rp. 500 saja tetapi dia tetap ikhlas menjajakan makanannya.

Dari kisah ibu penjaja makanan ini kita dapat mengambil hikmah bahwa bekerja tidak semerta-merta mengharapkan benefit saja tetapi harus memberikan value, memberikan manfaat bagi orang lain sehingga memberikan kedamaian di hati. bekerja dengan memberikan value ternyata salah satu bentuk rasa syukur kita akan segala karunia yang telah Allah berikan.

Mendengar penjelasan yang ustadz berikan membuat mata saya terbuka, jujur saja saya sering berpikir kalau saya bekerja untuk mendapatkan materi, dan ternyata kalau kita berpikir seperti itu tidak memberikan kepuasan secara batin. Lain halnya jika kita bekerja sebagai value, apabila kita bisa membantu orang lain pasti memberikan perasaan bahagia, senang dan damai dalam hati. Hal tersebutlah yang saya rasakan ketika dapat membantu petani yang terkena masalah. Ucapan terimakasih dari mereka karena telah membantu memecahkan masalahnya (meskipun itu adalah tugas) ternyata memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. senang sekali rasanya.

Saya termasuk orang yang sering mengeluh bahwa tugas yang saya bawa ini berat sekali. Sebagai orang lapangan yang selalu diterpa matahari atau hujan kadang saya pulang dengan berat hati karena menemukan beberapa masyarakat yang sulit untuk dibina atau kadang saya pulang dengan rasa bangga lantaran mampu membantu mereka. Tetapi sang ustadz kembali mengingatkan bahwa:

“Pelaut yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang tetapi lahir dari laut yang berombak dasyat, hanya pelaut hebat yang mampu menaklukan dasyatnya gelombang laut”

Captain Jack Sparrow, pelaut hebat menurut saya walaupun fiksi hehe, Sumber: http://www.moddb.com/mods/new-horizons/features/hoist-the-colours-storyline-preview

Nah, kita mau menjadi pelaut yang bagaimana? Pelaut hebat apa pelaut yang gagal? Semua tahapan memerlukan proses, kita memang harus sabar dan ikhlas menghadapi segala permasalahan karena segala permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

Saat ini jiwa kami sedang bermekaran, semangat kami sedang terpompa. Perlahan tapi pasti kami mengikuti semua proses, memperbaiki diri sendiri, menambah ilmu pengetahuan agar mampu menjadi abdi negara yang baik. Kemudian kamipun memiliki cita-cita, seperti anak yang baru belajar jalan, kami ingin mengetahui semua hal yang belum kami gapai karena saat ini hanya mampu berjalan dengan tertatih-tatih. Kami percaya bahwa suatu saat kami bisa berjalan dengan lancar menggapai impian. Mengutip kata-kata dari Alchemist:

“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”

Percaya gak? Itu benar saya rasakan lho, ketika saya mempunyai impian yang keukeuh pokoknya harus tercapai ternyata alhamdulillah tercapai walaupun membutuhkan waktu dua tahun lamanya dan harus melewati berbagai proses kehidupan dulu. So teman-teman gantungkanlah impian kita setinggi-tingginya dan yakinkan dalam hati kalau kita mampu mencapainya, inget lho di kanan-kiri kita ada malaikat yang insyaAllah ikut mengaminkan segala doa dan pengharapan kita. Terlebih kita memiliki Allah sang Maha Pengatur yang mampu mengabulkan doa-doa hambanya yang selalu berikhtiar. Jadi, jangan menyerah ya, teruslah bermimpi dan biarkan jiwa itu bermekaran. Semangat!!!!

Sang Pemenang mampu menaklukan segala rintangan, sumber gambar: http://suhartono-chandra.blogspot.com/2012/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Jadilah seorang Pemenang

Lebih baik mencoba kemudian gagal, dari pada gagal mencoba

Untuk menjadi seorang pemenang tidak harus  melakukan hal yang berbeda

Tetapi lakukanlah dengan cara yang berbeda

Quote dari Adlai Stevenson:

“lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”

“lebih baik belajar daripada mengutuk orang yang pintar”

Lebih baik berusaha daripada mengutuk orang yang kaya”

Lebih baik berkreativitas daripada mengutuk orang yang sukses”

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: