//
you're reading...
My Job, Tips

Menulis Ilmiah Populer dan Feature

Diklat Ilmu Populer

Diklat Ilmu Populer

Sejak tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2014 kemarin saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Penulisan Ilmiah Populer Bagi Penyuluh Pertanian. Sasaran diklat ini memang ditujukan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan pengetahuan serta mampu mengadopsi ilmu pengetahuan baru yang berguna bagi petani. Penyuluh harus mampu menyampaikan informasi maupun teknologi kepada petani melalui berbagai macam cara baik melalui kursus tani maupun melalui media penyuluhan. Oleh karena itu seorang penyuluh juga dituntut untuk dapat menulis guna menyampaikan informasi serta teknologi terbaru yang mudah dimengerti dan dapat dipahami oleh petani maupun masyarakat umum. Saya sangat antusias mengikuti diklat ini karena pasti banyak ilmu yang tentunya dapat menambah pengetahuan. Judulnya memang untuk penyuluh tetapi saya juga mau berbagi kepada teman-teman mengenai semua informasi yang saya peroleh selama diklat, karena apabila kita berbagi ilmu pengetahuan dengan orang lain, tentu ilmu yang kita dapat akan lebih bermanfaat. Berikut adalah beberapa materi yang saya dapat selama diklat. Selamat membaca😀

1. Berpikir Kreatif

Materi pertama disampaikan oleh ibu Dea Christina JIS, STP, MAP, MSC AGR seorang widya iswara (dosen khusus yang mengajar di pemerintahan) di PPMKP Kementan. Beliau menyampaikan materi mengenai berpikir kreatif. Berpikir kreatif sangat penting dalam mendukung kemampuan menulis. Nah, terkadang hal ini yang membuat seseorang menjadi minder untuk menulis karena merasa dirinya kurang atau tidak berbakat. Padahal bakat itu baru bisa kita ketahui apabila kita telah mencobanya dan ternyata bakat itu bisa diasah lho. Kreativitas sendiri memiliki arti kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, penyelesaian baru terhadap suatu masalah, peralatan baru atau karya artistik baru. Mengenai kreativitas ini ibu Dea bercerita mengenai pengalaman mengajar ketika Beliau melanjutkan kuliah pasca sarjana di Jepang. Sambil kuliah, Beliau juga mengajar anak-anak setingkat TK. Oleh pengajar di Jepang ibu Dea dibekali untuk tidak memplotkan sesuatu dan menyalahkan anak-anak terhadap apa yang mereka kerjakan, misalnya anak-anak diberi perintah menggambar maka guru disana membiarkan anak-anak berkreasi sesuai apa yang mereka bayangkan tanpa harus disalahkan. Ternyata hal tersebutlah yang membuat orang-orang Jepang sangat kreatif. Berbeda dengan Indonesia, dari kecil kita sudah diplotkan untuk berpikir, contohnya saja apabila kita ditugaskan menggambar pemandangan pasti yang digambar dua gunung, beserta sawah dan matahari, kemudian apabila ditugaskan menggambar daun pasti daunnya berwarna hijau. Untuk membuktikannya ibu Dea memberikan tugas menggambar pemandangan kepada masing-masing peserta dan hasilnya separuh dari peserta menuangkan gambar legendaris tersebut ke dalam kertas mereka masing-masing. Sepertinya mind set kita memang harus dirubah ya, bahwa memandang sesuatu itu tidak harus itu-itu saja tetapi banyak sisi lain yang dapat kita gambarkan.

Gambar Legendaris Pemandangan, Sumber: Kiriman What's up

Gambar Legendaris Pemandangan, Sumber: Kiriman What’s up

Kemudian agar dapat menulis, kita dituntut untuk kreatif dalam menuangkan ide melalui tulisan karena sebenarnya setiap orang mampu untuk berkreasi. Hanya saja kadang daya kreatifitas kita lemah karena beberapa hal sebagai berikut:

  1. Terbelenggu dengan pekerjaan rutin
  2. Takut berbuat salah dan ditertawakan
  3. Tidak memiliki rasa humor
  4. Terlalu menekankan pada cara berpikir konvergen (muter-muter disitu aja mikirnya)
  5. Kurang wawasan sehingga menyebabkan cara berpikir kurang lentur

Pengetahuan tanpa kreatifitas tidak akan berkembang, namun sebaliknya kreatifitas yang didukung dengan ilmu pengetahuan tentu akan membuat seseorang menjadi orang yang sukses. Oleh karena itu ayo kita asah daya berpikir dan berimajinasi kita dengan terus berlatih dan menambah ilmu pengetahuan, seperti apa yang diucapkan oleh ilmuwan cerdas yang baru menggunakan 1% fungsi otaknya yaitu Albert Einsten:

“Imagination is more important than knowledge” -Albert Einsten-

Merasa diri tidak kreatif dapat mengakibatkan seseorang benar-benar tidak kreatif, padahal setiap orang dapat kreatif asal tahu kuncinya yaitu: “Menjadi kreatif berarti melihat sesuatu yang sama seperti orang lain, tetapi memikirkan sesuatu yang berbeda”, oleh karena itu bukalah kreatifitas karena kreativitas bukan hadiah, harus diasah, ditumbuhkan dan dirawat. Ibu Dea memberikan tips dan trik agar kita menjadi kreatif melalui cara-cara berikut:

  1. Yakinlah Anda Bisa Kreatif
  2. Ekspresikan Kreatifitas Dalam Pekerjaan Dan Kehidupan
  3. Munculkan Jiwa Kekanak-kanakan
  4. Hilangkan Pikiran Logis
  5. Lakukan Sesuatu Yang Tidak Biasa
  6. “Charge” Pikiran Anda
  7. Baca Buku, Lihat Keluar
  8. Miliki Kegiatan Rutin Ketika Pikiran Sedang Buntu
  9. Tuliskan Segera Ide yang Muncul
  10. Percaya Bahwa Bisa Melakukannya

2. Menulis Itu Mulia

Bapak Basuki Setiabudi (pengajar diklat materi selanjutnya) menyampaikan bahwa menulis itu adalah tindakan yang mulia dan mudah untuk dilakukan. Menulis merupakan passive income untuk akhirat apabila tulisan yang kita hasilkan memberikan manfaat bagi orang lain meskipun kita telah meninggal dunia. Beberapa manfaat menulis lainnya diantaranya dapat menjadikan karir seseorang melejit, menambah pengalaman ilmu, sebagai praktek berkomunikasi dan sebagai sumber pemasukan. Agar kita dapat menulis, maka kita perlu menyiasatinya dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Ciptakan wilayah menulis dalam wilayah private.Maksudnya adalah tulislah apa sesuai dengan apa yang kita pikirkan untuk diri sendiri bukan untuk orang lain sehingga kita tidak merasa takut disalahkan atau ditertawakan. Cara ini dapat meminimalisir ketidak percaya dirian dalam menulis sehingga kita terbiasa menulis.
  2. Banyak membaca. Membaca ini memiliki dua arti; yang pertama membaca dalam arti menambah ilmu pengetahuan dengan membaca sumber-sumber informasi baik dari buku, surat kabar, internet dan lain sebagainya; sedangkan yang kedua adalah membaca dalam arti menguasai detail, maksudnya adalah kita dapat bercerita ketika memperhatikan suatu objek sekecil apapun, misalnya perhatikan segelas air, apa yang dapat kita ceritakan pada objek tersebut, apakah airnya, gelasnya, atau fungsi keduanya dan lain sebagianya.
  3. Tentukan tujuan penulisan untuk apa tulisan tersebut dibuat
  4. Tentukan siapakah sasaran yang akan membaca tulisan kita untuk menyesuaikan bahasa agar pesan yang ingin disampaikan dalam tulisan dapat tercapai

3. Penulisan Ilmiah Populer, Feature, dan Ilmiah

Post Test Menulis Ilmiah Populer

Post Test Menulis Ilmiah Populer

Pada diklat penulisan ini kami diajarkan menulis non fiksi yang terbagi dalam tulisan ilmiah, tulisan populer, tulisan ilmiah populer dan feature. Semakin ilmiah suatu tulisan maka tulisan tersebut kurang populer yang berarti kurang dipahami oleh masyarakat umum, sebaliknya apabila tulisan semakin populer maka tingkat keilmiahannya semakin berkurang atau dengan kata lain tingkat subjektivitasnya semakin tinggi.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis tulisan (dirangkum dari materi penulisan yang disampaikan oleh Bapak Basuki Setiabudi) :

a. Tulisan ilmiah

Tulisan ilmiah menyajikan fakta ilmiah. Contoh tulisan ilmiah dapat kita temukan pada hasil penelitian seperti jurnal, prosiding, karya tulis ilmiah, tesis, disertasi dan sebagainya. Tulisan ilmiah memiliki aturan baku yang membedakan dengan tulisan lainnya. Secara rinci berikut adalah ciri-ciri tulisan ilmiah:

  • Menyajikan fakta objektif secara sistematis
  • Ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan
  • Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas
  • Disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural
  • Menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang  mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan
  • Mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis

Contoh penulisan Ilmiah:

Biopestisida Berbahan Aktif  Mikroba KITINOLITIK untuk Mengendalikan Nematoda Parasit (Pratylenchus coffeae) pada Tanaman Kopi

Pratylenchus coffeae merupakan salah satu hama utama tanaman kopi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 28,7 – 78,5%. Akhir-akhir ini pengaruh negatif penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan menjadi masalah serius……

b. Tulisan Populer

Tulisan populer artinya tulisan yang banyak dibaca oleh khalayak umum dengan ciri sebagai berikut:

  • Dikenal dengan istilah tulisan jurnalistik dalam berbagai bentuk: artikel, berita, tajuk rencana, dan lain sebagainya yang terdapat di dalam surat kabar ataupun majalah
  • Ciri bahasa jurnalistik: sederhana, komunikatif, dan ringkas. Sederhana karena harus dipahami secara mudah; komunikatif karena jurnalistik harus menyampaikan berita yang tepat; dan ringkas karena keterbatasan ruang (dalam media cetak) dan keterbatasan waktu (dalam media elektronik)

c. Tulisan Ilmiah Populer

Tulisan yang bersifat ilmiah, disajikan dengan penuturan yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Jenis tulisan ini mengandung unsur subjektifitas dan unsur kritikal yang merupakan hasil penelusuran data-data. Ciri tulisan ilmiah populer adalah:

  • Tidak harus selalu merupakan hasil penelitian ilmiah. Dapat berupa petunjuk teknis, pengalaman dan pengamatan biasa yang diuraikan dengan metode ilmiah
  • Persyaratan yang berlaku pada tulisan lmiah populer sama dengan tulisan ilmiah
  • Dapat memuat  kritik terhadap pemerintah, analisis terhadap suatu peristiwa yang sedang populer di tengah masyarakat, jalan keluar bagi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, atau sekadar informasi baru yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

ContohTulisan Ilmiah Populer:

Mahasiswa IPB Daur Ulang Kulit Jagung jadi Plastik

Tempo.co (1/11)

Empat mahasiswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan plastik yang terbuat dari daur ulang atau biodegeradable dari kulit (klobot) jagung, yang berguna untuk mengurangi penggunaan biji plastik yang selama ini sudah diurai.

Dari hasil panen buah jagung, bobot kulit jagung yang tidak digunakan antara  38,38 persen, sedangkan kulit jagung memiliki kandungan serat yang tinggi berkisar 38-50 persen dan kadar karbohidrat berkisar 38-55 persen,” kata dia. Berdasarkan penilitian kulit jagung ini bisa digunakan sebagai bahan substitusi pembuatan bioplastik….

Nah, khusus untuk penyuluh, arah penulisan untuk pemenuhan angka kredit dan juga dalam rangka menjalankan tupoksinya adalah tulisan ilmiah populer. Sedangkan dalam rangka pengembangan profesi, maka tulisan yang disajikan adalah tulisan yang dalam bentuk feature.

d. Tulisan Feature

Contoh Tulisan Feature, Sumber Majalah Detik

Contoh Tulisan Feature, Sumber Majalah Detik

Tulisan feature adalah salah satu jenis tulisan selain berita, artikel, opini, dan esai yang dipublikasikan dalam media masa. Tulisan feature disebut juga karangan khas – tulisan non fiksi kreatif (berdasarkan data dan fakta) yang terutama dirancang guna memberi informasi sambil menggugah perasaan/emosi khalayak pembaca (menghibur, merangsang empati) tentang suatu kejadian, situasi, atau aspek kehidupan seseorang.

Struktur tulisan feature terdiri dari (dirangkum dari materi yang disampaikan oleh Ibu Nani Priwanti):

a. Lead feature adalah bagian terpenting dari sebuah tulisan berfungsi untuk menarik minat pembaca sekaligus merupakan titik awal sudut pandang penulisan

b. Jembatan Merupakan bagian atas tulisan yang berfungsi sebagai penghubung antara Lead dan tubuh tulisan. Artinya tulisan pada bagian jembatan harus mampu memberikan informasi terkait Lead dengan tubuh tulisan. Dengan kata lain jembatan harus mampu berfungsi memberikan informasi identitas dari tulisan yang akan dituturkan.

c. Tubuh feature merupakan bagian dari tuturan tulisan berupa isi materi yang akan disampaikan. Isi materi pada tubuh tulisan menguraikan tentang penjelasan yang mendalam tentang apa dan bagaimananya informasi yang akan disampaikan. Pada tulisan feature isi materi yang dituturkan tidak diperkenankan sebagai tulisan pendapat sang penulis yang subyektif tetapi harus berupa tuturan tulisan yang berpandangan obyektif dari penulis.

d. Penutup feature Sajian tuturan tulisan berisikan isi pesan yang menyenangkan bagi pembacanya. Dan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan motivasi pada pembaca untuk mau dan mampu menerapkan teknologi yang dianjurkan.

Pada kesempatan ini bapak Basuki Setiabudi memberikan beberapa tips cara menulis feature dengan baik, diantaranya:

  • Tulislah lead yang “bicara”, yang “bercakap”. Tulislah feature seperti layaknya Anda mengisahkannya secara lisan
  • Tulislah lead pendek, sekitar 30 kata, atau tiga baris ketikan
  • Bila pikiran mulai agak kacau ketika menulis lead, pilah-pilah lead Anda yang rumit itu dalam dua/tiga kalimat
  • Sebisa mungkin gunakanlah kalimat pernyataan yang sederhana. Usahakan tak lebih dari 20 kata
  • Gunakan kata-kata sederhana, bukan yang berkabut/samar
  • Hindarkan kata-kata teknis, atau istilah asing yang kurang perlu
  • Usahakan kata-kata konkret, “Jangan katakan, tapi tunjukkan”
  • Sebanyak mungkin pakai kata kerja yang aktif, yang menggambarkan tindakan, gerak. Sebisa mungkin hindari kata-kata sifat.
  • Berkisahlah untuk pembaca dan berkisahlah seperti melukis.

Bapak Ahmad Soim, pemimpin redaksi Tabloid Sinar Tani (tabloid khusus pertanian) memberikan beberapa tips mengenai berbahasa jurnalistik sebagai berikut:

a. Hemat, kalimat yang hemat maksudnya adalah kalimat yang hemat ruangan/tempat dan hemat waktu bagi yang membacanya. Contoh:

akan tetapi——–>Tapi

Kemudian———->Lalu

Adalah merupakan kenyataan, bahwa petani padi itu miskin——>bisa disingkat: Merupakan kenyataan, bahwa……..

b. Jelas, Untuk bisa membuat kalimat yang jelas, menurut Goenawam Mohammad ada dua prasyarat. Pertama, penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya, bukan belum yakin benar atau bukan berpura-pura tahu.  Kedua, pilihan dan penyusunan kata – kalimat (bahasanya).

c. Kalimatnya Pendek-pendek, contohnya:

Untuk merumuskan arah kebijaksanaan dan Roadmap menuju pemberdayaan agribisnis kedelai, Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang akan menyelenggarakan Lokakarya Kedelai Nasional menuju swasembada.

Setelah diperpendek kalimatnya menjadi:

Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang akan menyelenggarakan Lokakarya Kedelai Nasional. Lokakarya tersebut ditujukan untuk merumuskan arah kebijaksanaan dan roadmap menuju swasembada agribisnis kedelai.

d. Judul, Judul memiliki fungsi untuk mengiklankan tulisan.

  • Panjang judul, sebaiknya  tidak lebih dari satu baris. Contoh:

Baik: Bin Ladin Group Investasi Agro di Merauke

Tidak Baik: Bin Ladin Group dari Saudi Arabia Investasi Agro di  Merauke 45  Miliar Dollar AS

  • Kata dan kalimat judul harus jelas, minimal ada Subyek dan Predikat apabila kalimatnya aktif. Contoh:

Baik  : Bali Jual Beras ke Propinsi Lain

Tidak Baik  : Proaktif Menangani Avian Influenza pada Unggas (Tidak jelas siapa subyek/ pelakunya)

  • Judul juga bisa tersusun dalam kalimat sempurna berupa Subyek/Obyek dan Keterangan. Contoh:

Petani Singkong bisa Kaya (S – Keterangan)

Agro Spot di Pesantren Aa Gym (O – Keterangan )

  • Kata dan kalimat judul diusahakan tidak menimbulkan salah tafsir yang bertolak belakang. Contoh:

Mentan Senang Harga Padi Naik—–>Maksudnya bisa positif, bisa negatif

  • Judul merupakan kalimat Kalimat aktif:

Benar  : Petani Padi Merugi Miliaran Rupiah

Tidak Baik  : Petani Padi Dirugikan Miliaran Rupiah

  • Buatlah judul yang menarik dan tidak mudah basi, contoh:

“Pemerintah Subsidi Kredit untuk Petani Sapi”  

Demikianlah beberapa informasi yang dapat saya bagikan mengenai penulisan ilmiah populer dan feature, semoga rangkuman tulisan diklat ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi para widya iswara yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya. Aamiin.

Sumber Tulisan:

Sumber tulisan berasal dari materi yang disampaikan pada Diklat Penulisan Ilmiah Populer Bagi Penyuluh Pertanian Angkatan I dan II, 26 Januari sampai 1 Februari 2014, diantaranya:

  1. Berpikir Kreatif oleh Ibu Dea Christina Junissa, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  2. Menulis Itu Mulia oleh Bapak Ir. Basuki Setiabudi, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  3. Yuk Menulis Feature oleh Bapak Ir. Basuki Setiabudi, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  4. Teknik Penulisan Ilmiah Populer oleh Ibu Nani Priwanti S, PPMKP Ciawi, Kementan RI
  5. Menulis Ilmiah Populer Untuk Media Massa oleh Bapak Ahmad Soim, Tabloid Sinar Tani

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

12 thoughts on “Menulis Ilmiah Populer dan Feature

  1. keren, bnyk ilmu nih ev🙂

    Posted by rodamemn | February 3, 2014, 5:42 pm
  2. wah,,ilmu yg brmnfaat ni mba,,tengkyu ya,,

    Posted by Tita Bunda Aisykha | February 4, 2014, 4:08 am
  3. Ep, diklat itu yg paling dinantikan, gimana caranya biar bisa ikutan? padahal dah pernah daftar online kesana tp kok gak di panggil2 sih? mhn info ya

    Posted by Muchlis Bakrie | November 3, 2014, 7:40 pm
  4. ga kerasa udah setahun yang lalu pelatihan ini… dan sekarang tema pelatihannya juga ga beda jauh dari yang dulu…. hihihihi

    Posted by apri ani | November 25, 2015, 12:33 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Kejutan Indah di Hari Selasa: Behind The Scene, Pemikiran serta Apresiasi | evRina shinOda - March 15, 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: