//
you're reading...
Contest

Protect Paradise, Save Our Life!

Hutan Konservasi, salah satu fungsi hutan untuk pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, Pasal 1 UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

Hutan Konservasi, salah satu fungsi hutan untuk pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, Pasal 1 UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

Rasanya tepat apabila Greenpeace Indonesia menyebut hutan sebagai Paradise dunia, sebab hutan menyimpan banyak manfaat bagi keberlangsungan ekosistem. Terkait fungsinya sebagai penyeimbang ekosistem, hutan mampu menghasilkan oksigen dan mereduksi karbondioksida yang merupakan penyumbang terbesar gas rumah kaca. Luas Hutan tropis yang dimiliki Indonesia menempati urutan ketiga terluas di dunia. Ironisnya pada peringkat yang sama Indonesia juga menjadi negara yang menyumbangkan polusi ketiga terbesar di dunia setelah Amerika dan Cina akibat deforestasi (penggundulan atau perusakan hutan) [1]. Sebagai hulu dari suatu sistem, rusaknya hutan tentu akan merusak ekosistem di bawahnya. Bencana seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, gagal panen, kelaparan dan wabah penyakit menjadi ancaman apabila deforestasi tidak dihentikan.

Deforestasi hampir terjadi pada seluruh pulau di Indonesia dengan jumlah terbanyak pada Pulau Sumatera. Data yang dihimpun oleh Greenpeace Indonesia menunjukan luas hutan yang hilang pada Pulau Sumatera hingga tahun 2009 sebesar 2.241.968 hektar dengan laju deforestasi sebesar 224.197 hektar per tahun [2]. Secara keseluruhan deforestasi di Indonesia sudah sangat menghawatirkan. Hal tersebut terlihat dari data Kementerian Kehutanan yang menunjukan kerusakan hutan hingga tahun 2009 mencapai lebih dari 1.08 juta hektar per tahun. Kawasan hutan negara seluas 120.35 juta hektar atau 62.6 % dari luas daratan Indonesia kini telah mengalami kerusakan yang serius. Bahkan hingga tahun 2008 luas hutan yang terdegradasi telah mencapai 59.2 juta hektar [3].

Penyebab rusaknya hutan tak lepas dari campur tangan beberapa pihak yang sarat akan kepentingan. Berikut adalah beberapa penyebab deforestasi yang dihimpun dari Greenpeace Indonesia:

  1. Rusaknya hutan di Indonesia terutama hutan rawa gambut akibat pembalakan, pengeringan dan pembakaran untuk ekspansi kelapa sawit
  2. Lemahnya penegakan skema perlindungan hutan di Indonesia meskipun regulasi yang ada sudah sangat jelas mengatur pengelolaan hutan
  3. Kurangnya data terkini dan transparansi menciptakan kebingungan mengenai jumlah hutan yang terlindungi
  4. Kebijakan yang lebih mengedepankan pertimbangan politis ketimbang fungsi ekologis hutan semakin menghambat upaya pelestarian hutan
  5. Kurang tegasnya pemerintah untuk meminta tanggung jawab pelaku pengrusakan atau penguasaan kawasan hutan

Beberapa penyebab di atas merupakan segelintir dari berbagai permasalahan yang harus kita hadapi dalam mengatasi deforestasi dan degradasi lahan. Apabila masalah ini tidak cepat ditanggulangi maka tidak hanya mengancam kehidupan manusia saja, berbagai macam satwa dan sumber daya hutan yang ada didalamnya juga ikut terancam punah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, para stakeholders baik pemerintah, kalangan LSM dan pemerhati lingkungan sudah melakukan berbagai macam cara melalui gerakan atau penegakkan peraturan. Hanya saja permasalahan hutan tidak dapat diselesaikan oleh para pemangku kepentingan saja, dukungan dari masyarakat terutama masyarakat sekitar hutan turut membantu mengurangi laju deforestasi.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam hal memerangi deforestasi, Greenpeace Indonesia mengajak kita untuk Protect Paradise. Protect Paradise adalah kampanye untuk melindungi hutan Indonesia yang merupakan rumah binatang langka seperti Harimau Sumatera, Orangutan, Gajah Pygmy dan lainnya. Protect Paradise turut serta menyelamatkan peradaban kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil hutan. Mengambil bagian dalam Protect Paradise sama dengan ikut berperan serta dalam menghentikan perusakan habitat harimau. Kampanye ini juga mengajak kita untuk kritis terhadap penggunaan produk, terutama produk yang berasal dari hutan sehingga dapat meminimalisir kerusakan hutan.


Pengelolaan hutan dalam upaya mengembalikan fungsinya tidak akan berjalan lancar apabila tidak melibatkan masyarakat. Pengalaman menunjukan bahwa hal tersebut justru akan menimbulkan kerusakan. Menyertakan masyarakat dalam pengelolaan hutan berdasarkan kearifan lokal tidak hanya membuat hutan lestari, tetapi turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Hal ini dapat kita lihat pada perkebunan sawit yang berintregasi dengan kelestarian lingkungan. Integrasi ini dilakukan oleh warga Desa Dosan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Mereka menerapkan perkebunan sawit yang mengutamakan peningkatan produktivitas lahan daripada melakukan ekspansi ke kawasan hutan. Masyarakat Dosan telah berkomitmen untuk tidak menebang sisa hutan di desanya. Masyarakat juga menjaga kearifan lokal dengan menjaga Danau Nagasakti yang dianggap suci. Danau di kawasan gambut ini tidak hanya menjadi rumah bagi satwa seperti Harimau Sumatera, tetapi juga merupakan penyokong kehidupan bagi sejumlah keragaman hayati [4].

Greenpeace telah memulai kampanye perlindungan hutan di Indonesia sejak tahun 2003. Sepuluh tahun sejak Greenpeace melakukan usaha pencegahan deforestasi hutan tercinta, akankah kita turut serta ambil bagian?

Protect Paradise, save our Life!

rina

Tulisan ini diikut sertakan pada Kompetisi Blog Greenpeace Periode 20 Januari-15 Februari 2014, dan dalam rangka menudukung kelestarian hutan Indonesia.

Sumber Informasi:

[1] http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/hutan-dan-perubahan-iklim/

[2] http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/Hasil-Temuan-Perjalanan-Tim-Mata-Harimau/

[3] Tim Penulis. 2008. Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Capaian dan Perubahan. Fakultas Kehutanan UGM dan Departemen Kehutanan. 290hal.

[4] http://www.greenpeace.org/seasia/id/Global/seasia/Indonesia/Forest_Solutions/goodoil.html

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

11 thoughts on “Protect Paradise, Save Our Life!

  1. wuih keren tulisannya, aku jg prihatin ama keadaan hutan skrg ini, parahnya pembukaan lahan untuk tanam sawit dan area pertanian malah dituduh yg plg besar porsi ngerusak hutan…. memang bagai pedang bermata dua

    Posted by rodamemn | February 8, 2014, 12:18 pm
  2. Kaya gini kok kaku.. Masih keren kok Mbak tulisannya, spt biasanya😉 sedih kl liat hutan ditebang semena2, tiap thn makin berkurang hutan di Indonesia.. Moga2 kompetitif ini menyadarkan kita utk makin cinta hutan n lingkungan ya Mbak🙂

    Posted by Muna Sungkar | February 8, 2014, 2:49 pm
  3. Iya ya, padahal tentu ada cara2 kalau mau mikir & kreatif gimana meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit tanpa harus terus gila-gilaan menghancurkan hutan. Udah jelas2 dampaknya parah, mengancam bumi & manusia itu sendiri, kenapa maksa membabi-buta ngehancurin begitu…😥

    Posted by Euis Sri Nurhasanah | February 15, 2014, 1:20 pm
    • Gimana ya mak. Kebun kepala sawit yg asli punya indonesia brpa palingan. Kebanyakan punya org luar. Biasa kan kita mah senang d jajah. Kekayaan alam sendiri malah d kelola org luar. Tapi gimana lagi, pemerintah juga mengizinkan kok

      Posted by evrinasp | February 15, 2014, 1:32 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: