//
you're reading...
Contest

Nasionalisme Unggul, Semangat 45 Prestasi Abad 21

Dr Dino Patti Djalal, Sumber: http://relawandino.com/

Siapa yang tidak mengenal sosok cerdas yang memiliki segudang prestasi ini?. Bapak Dino Patti Djalal, seorang diplomat yang memiliki segudang prestasi kini menapakkan jejaknya sebagai salah satu peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat dengan mengusung slogan nasionalisme unggul. Nasionalisme unggul menurutnya bukan hanya slogan saja karena memang sudah sejak lama beliau mengimplementasikannya dalam segala kegiatan. Misalnya dengan melakukan kongres Diaspora Indonesia yang mampu mengumpulkan warga Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Melalui kongres ini Bapak Dino membuktikan bahwa meskipun warga Indonesia jauh berada dari tanah air bukan berarti melupakan siapa jati dirinya. Mereka mampu bersaing dengan warga negara lainnya untuk penghidupan yang lebih baik serta mampu menorehkan segudang prestasi. Melalui diaspora, Bapak Dino mengingatkan betapa pentingnya menjaga asset bangsa di luar negeri yang selama ini kurang diperhatikan karena nyatanya mereka juga turut memberikan sumbangsih bagi negara meskipun tidak berkarya di Indonesia.

Bapak Dino menyebutkan bahwa tantangan generasi saat ini adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai juang 45 dengan realitas abad ke-21 [1]. Nasionalisme unggul mengingatkan kita akan pentingnya kecintaan terhadap bangsa yang dulu tercermin pada semangat juang 45. Akan tetapi berjiwa nasionalisme saja tidak akan cukup apabila tidak memiliki keunggulan mengingat kondisi Indonesia yang dulu dengan saat ini jauh berbeda. Negara Indonesia yang dulu adalah negara yang berjuang untuk menggapai kemerdekaannya serta menyamakan kedudukan dengan bangsa yang lain, sedangkan Indonesia yang sekarang adalah negara yang harus siap menghadapi era globalisadi baik dari luar maupun dalam. Oleh karena itu pembentukan pribadi yang unggul sangatlah penting agar bangsa ini mampu bertahan untuk mengikuti segala tantangan globalisasi.

Lebih lanjut beliau memaparkan agar nasionalisme unggul dapat tercapai maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur setiap individu dalam bersaing menuju keberhasilannya. Sistem itu disebut Meritokrasi yang merupakan salah satu kunci Nasionalisme Unggul. Meritokrasi adalah sistem dimana semua insan mempunyai hak dan peluang yang sama untuk bersaing dan untuk maju sesuai kemampuannya masing-masing, terlepas dari status kesukuan, agama, ras, umur, gender dan kelas ekonominya [2]. Meritokrasi dapat terpenuhi apabila setiap individu mampu bersaing secara sportif serta bersikap adil.

Bapak Dino memang menerapkan nasionalisme unggul bukan sebagai slogan semata, karena sudah sejak dulu beliau berjuang untuk menjadi pribadi yang unggul dengan tetap menanamkan jiwa nasionalismenya dimanapun berada. Dino muda telah menempa dirinya untuk siap bersaing dan menjadi unggulan dimasa depan. Saat usianya masih muda, Beliau pernah menjalani profesi sebagai tukang cuci piring, Kemudian ketika Beliau menginjakkan kaki di Amerika mengikuti jejak ayahnya yang menjadi wakil duta besar, tidak membuatnya sungkan untuk kmebali mengambil pekerjaan sambilan. Ia selalu mengingat pesan sang ayah yang mengatakan bahwa pengalaman kerja yang ia lakukan saat itu akan mengubahnya menjadi orang besar. Ternyata semua yang disampaikan sang ayah benar adanya karena pengalaman kerja itu mampu membentuk sosok Dino yang bertanggung jawab, menghargai aturan, disiplin, dan kalkulatif. Sifat yang tertanam dalam dirinya itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang duta besar Republik Indonesia di negeri Paman Sam itu [3].

Selama beliau menjabat sebagai duta besar dengan segala kesibukannya, ternyata beliau mampu menorehkan prestasi diantaranya (dirangkum dari berbagai sumber):

  1. Memecahkan Rekor Dunia Guinness bermain Angklung di lapangan National Mall di Washington yang diikuti lebih dari 5 ribu orang
  2. Menyelenggarakan lomba desain batik untuk para desainer Amerika
  3. Menghadirkan tokoh-tokoh RI-AS dari berbagai agama untuk mendorong perdamaian Timur Tengah dengan berkunjung ke Palestina dan Israel
  4. Membentuk Kaukus Indonesia di Kongres AS
  5. Menggagas penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia dari seluruh dunia yang pertama kali dilakukan 6-8 Juli 2012 di Los Angeles yang membuatnya memperoleh Penghargaan sebagai Marketeer of The Year 2012 sebagai bentuk apresiasi dari Markplus Inc. atas peran beliau dalam me-marketing-kan Indonesia di luar melalui Kongres Diaspora Indonesia
  6. Penghargaan Global Innovation Award dari Universitas Emory, Georgia, Amerika Serikat berkat gagasan-gagasan inovatif di berbagai bidang dan mampu mengubah profil diplomasi negara emerging economy seperti Indonesia

Dubes Indonesia untuk AS Dino Pati Djalal terpilih sebagai Marketer of The Year 2012, Sumber: http://sosok.kompasiana.com/2014/02/18/-dino-patti-djalal-nasionalisme-unggul-bukan-hanya-slogan-636149.html

Masih banyak lagi segudang prestasi yang telah ditorehkan oleh suami dari Ibu Rosa Djalal dan ayah tiga anak ini. Semua prestasi yang telah Ia peroleh itu tidak membuatnya tinggi hati apalagi digunakan sebagai alat untuk menaikan elektabilitas ditengah-tengah persaingan konvensi calon presiden. Jika Ia mau bisa saja Bapak Dino menjadikan gerakan diaspora yang begitu sukses sebagai motor untuk menggerakan tujuannya dalam berpolitik. Bagi Beliau memenangkan konvensi bukan merupakan tujuan utama, beliau hanya ingin memberikan pendidikan politik yang jujur dan adil karena selama ini tidak semua politik berada di jalur yang benar. Oleh karena itu Beliau dengan tegas melepas jabatan sebagai dubes dan PNS ketika terlibat dalam dunia politik. Beliau ingin mencontohkan bagaiman politik yang jujur dan adil, karena hal tersebut mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang unggul dikancah dunia sehingga kelak Indonesia bisa menjadi raksasa Asia.

Sosok unggul Dino Patti Djalal memberikan contoh kepada kita bahwa melalui kerja keras dan bertanggung jawab akan membawa kita menjadi pribadi yang unggul dengan segudang prestasi. Nasionalisme dengan semangat juang 45 harus didukung dengan keunggulan pribadi guna menghadapi persaingan di abad 21 yang semakin canggih. Akankah kita menjadi pribadi unggul yang berjiwa nasionalis?

“Shine through your achievement. Anda boleh saja merasa diri unik, nyentrik, dan hebat, namun tanpa suatu prestasi Anda tidak akan dianggap orang,” Dino patti Djalal.

Tulisan ini diikut sertakan pada Kompetisi Blog Piala Bapak Dino Patti Djala Periode 13 Desember 2013-28 Februari 2014, Kategori I : Mahasiswa dan umum

Sumber Informasi:

[1] http://www.lensaindonesia.com/2014/02/04/inilah-gagasan-nasionalisme-unggul-ala-dino-patti-djalal.html

[2] http://www.unhas.ac.id/content/nasionalisme-unggul-ala-dino-patti

[3] http://news.detik.com/read/2012/07/19/105224/1969282/10/kisah-dino-patti-djalal-dari-pencuci-piring-hingga-dubes-ri

Sumber utama: http://www.dinopattidjalal.com

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Kejutan Indah di Hari Selasa: Behind The Scene, Pemikiran serta Apresiasi | evRina shinOda - March 15, 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: