//
archives

Archive for

Green Factory dan Kualitas Takumi dari Pabrik SHARP Karawang

Ketika kecil aku pernah merasakan makan nasi setengah matang, orang bilang itu nasi aron. Bukan karena sengaja, tetapi aku tidak tahu kalau nasi itu sebenarnya belum matang. Karena kejadian tersebut akupun mengerti kalau kita mau masak nasi harus melalui dua tahap, yaitu diaronkan dulu kemudian dikukus, baru bisa dikonsumsi.

Dulu, ibu ku hampir setiap hari pergi ke pasar untuk membeli sayuran dan lauk-pauk. Kalau tidak sempat ke pasar, ibu cukup ke warung untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Ibu membeli bahan untuk sekali masak saja, seperti ikan, daging ayam atau lainnya, karena kalau ditunda sampai besok dagingnya bisa busuk. Supaya tidak repot, ibu mengakalinya dengan memasak daging tersebut setengah matang, misalnya seperti diungkep atau direbus terlebih dahulu untuk kemudian dimasak lagi keesokan hari. Hanya sayuran saja yang cukup tahan beberapa hari apabila disimpan di luar.

Bapak dan Ibu ku sangat pengertian sekali, mereka mengerti kalau anaknya yang manja ini ingin sekali memiliki TV berwarna. Dulu aku sering sekali numpang ke rumah tetangga lantaran TV yang mereka miliki adalah TV berwarna. Akhirnya kami memiliki TV berwarna ketika aku mulai masuk sekolah. Bapak sangat menjaga TV kami dengan memasukkannya ke dalam lemari TV. Aku ingat sekali waktu jamannya pertandingan bulu tangkis dulu, saking asiknya aku jejingkrakan di depan TV sambil mengibarkan bendera merah putih. Kalau masih numpang ke tetangga pasti aku malu untuk berulah seperti itu.

Product SHARP sangat awet sehingga selalu hadir dari generasi ke generasi

Product SHARP sangat awet sehingga selalu hadir dari generasi ke generasi

Nasi aron, memasak daging setengah matang dan jejingkrakan di depan TV adalah cerita masa kecil ketika teknologi belum menyentuh keluarga kami. Sekarang semua berbeda, pekerjaan menjadi lebih ringan karena dibantu alat elektronik rumah tangga yang dapat digunakan dengan mudah. Ibu selalu menggunakan alat elektronik rumah tangga yang satu itu. Namanya SHARP, kata ibu kalau menggunakan SHARP pasti awet dan itu ternyata benar lho.

Akupun berpikir dan merenung, Sosok seperti apa yang ada dibalik semua kemajuan teknologi ini? Tangan seperti apa yang begitu cekatan merakit setiap komponen hingga tercipta alat yang canggih ini? Serta kecerdasan seperti apa yang mampu mendesign alat untuk meringankan pekerjaan manusia ini?

Rupanya semua itu tak lepas dari tangan terampil seorang Takumi.

SHARP Kualitas Takumi

Lebih dari 100 tahun SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Melalui proses produksi, kecermatan serta inovasi, SHARP mampu menjawab kebutuhan manusia akan produk elektronik yang berkualitas. Berawal dari tekad dan kemauan pendiri sekaligus Takumi pertama SHARP yaitu Takuji Hayakawa di tahun 1912, kini SHARP mampu menjadi salah satu produsen elektronik terbesar di dunia. Takuji memulai inovasinya pada tahun 1915 dengan menciptakan pensil sharp Ever-ready yang kemudian terus berkembang dari tahun ke tahun sehingga tercipta beberapa produk berkualitas seperti saat ini. Deretan prestasi yang dihasilkan SHARP dimulai dari produksi televisi pertama secara massal di Jepang, kalkulator LSie pertama di dunia, pengembangan teknologi plasmacluster ion air purification pertama di Indonesia, hingga digital HD LCD pertama di industri televisi dan Aquos Quatron 4.

Takumi, sang ahli dari Jepang

Takumi, sang ahli dari Jepang

Takumi yang berarti ahli dalam bahasa Jepang merupakan orang yang terlatih dalam mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan karya yang mendekati sempurna. Masyarakat Jepang memang dikenal sebagai masyarakat yang disiplin dan kreatif. Mereka tidak mudah menyerah dan penuh dedikasi dalam melakukan setiap pekerjaannya. Semangat Takumi yang timbul dari keinginan kuat seseorang untuk menghasilkan karya terbaik ini menjadi panutan dalam pekerjaan sehari-hari. Contohnya dalam pembuatan sebuah pedang, sang takumi begitu cermat dan cekatan mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatannya hingga dihasilkan pedang yang terbaik. Masih ingat dengan film The Last Samurai? Pada film tersebut ada seorang takumi yang membuat pedang dengan begitu cermatnya hingga dia mampu mempersembahkan pedang tersebut bagi seorang samurai yang hendak berperang melawan penjajah dikala itu. Pedang yang bertuliskan “aku milik seorang ksatria dimana semangat kuno dan baru, bersatu” ini nantinya akan diserahkan kepada kaisar yang membuat kaisar sadar akan kebijakan yang telah dibuatnya.

Semangat Takumi yang mengedepankan kecermatan pada setiap detail pekerjaan juga dapat kita temukan di Indonesia. Contohnya adalah pada pembuatan batik, wayang, patung dan ukiran. Keempat pekerjaan tersebut membutuhkan kecermatan dan ketekunan pada setiap detail yang dihasilkan hingga membuahkan karya yang terbaik. Walaupun berasal dari budaya yang berbeda, semangat takumi juga ternyata ada pada profesi tersebut.

Berangkat dari kedua budaya di atas, SHARP mempertemukan semangat ketekunan masyarakat Indonesia dan kemahiran Takumi Sharp untuk menghasilkan produk elektronik rumah tangga dengan kualitas Takumi. SHARP mengimplementasikannya dalam bentuk pelatihan yang berkelanjutan bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan memilih dan melatih calon lokal untuk dipersiapkan sebagai Takumi di tempatnya. Para Takumi Sharp Corporation akan melatih calon lokal tersebut di lebih dari 26 negara termasuk Indonesia untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas tinggi melalui pengawasan para Takumi. Para calon Takumi tersebut mendapatkan pelatihan di Jepang untuk menjadi ahli yang dipersiapkan guna melatih para karyawan baik pada bidang produksi, pengembangan mutu, hingga distribusi. Pelatihan ini akan dilakukan secara kontinyu bagi karyawan yang berpotensi sehingga terus melahirkan para Takumi baru.

Para Takumi SHARP

Para Takumi SHARP

Selama lebih dari 60 tahun sejak tahun 1969, SHARP takumi telah mampu menghasilkan produk yang berkualitas di Indonesia. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, maka PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) melakukan pengembangan dengan membuka pabrik baru di Karawang untuk memproduksi Mesin Cuci dan Lemari Es bagi pasar segmen bawah hingga menengah. Di pabrik baru ini, SEID memproduksi Mesin Cuci Dolphinwave 2 tabung dan Lemari Es King Samurai 2 pintu.

Sharp New Factory: Pabrik yang Ramah Lingkungan, Lengkap dan Nyaman

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk elektronik terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah, SEID mendirikan pabrik baru seluas 31 hektar di Jalan Harapan Raya Lot LL 1 & 2, kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang mulai beroperasi sejak 2 September 2013 ini merupakan perluasan dari pabrik Pulogadung untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin cuci dan lemari es yang terus mengalami peningkatan permintaan.

Welcome to SHARP New Factory

Welcome to SHARP New Factory

Pabrik mesin cuci dibangun pada luas areal sebesar 11.627.888 m2 untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin cusi sebesar 1.680.000/tahun (140.000/bulan) atau sekitar 2,5 kali dari produksi sebelumnya. Sementara untuk pabrik lemari es dibangun dengan luas areal sebesar 27.616.300 m2 untuk meningkatkan kapasitas produksi lemari es sebesar 2.640.000/tahun (220.000/bulan) atau sekitar 2 kali kapasitas produksi dari pabrik yang sekarang. Pabrik baru di Karawang ini akan difokuskan untuk memproduksi lemari es ukuran kecil sampai menengah dengan ukuran maksimal 300 liter serta mesin cuci dua tabung untuk memenuhi pasar dalam negeri sebesar 80% serta kebutuhan pasar ekspor sebesar 20%.

Pabrik Lemari Es Sharp di Karawang

Pabrik Lemari Es Sharp di Karawang

Pabrik Mesin Cuci Sharp di Karawang

Pabrik Mesin Cuci Sharp di Karawang

Pabrik baru ini dibangung dengan konsep yang nyaman, hemat energi dan ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa konsep yang diterapkan pabrik baru sharp karawang ini:

Pabrik baru SHARP di karawang

Pabrik baru SHARP di karawang

Konsep Green Factory

Pabrik yang dibangun dengan investasi sebesar Rp. 1,2 Trilyun ini dirancang menjadi Super Green Factory yang nantinya akan memperoleh sertifikat ISO 14000 pada bidang Lingkungan serta ISO 9001 pada bidang Quality. Seluruh bagian pabrik didesain sedemikian rupa untuk menghemat penggunaan energi. Misalnya pada beberapa fasilitas pabrik dilengkapi Panel Surya yang mampu menghasilkan energi serta Skylight Roof sebagai sumber penerangan. Selain itu SEID pabrik Karawang juga berperan aktif dalam melestarikan lingkungan dengan menanam pohon langka di kawasan pabrik ini mengikuti jejak pabrik sebelumnya di Pulogadung.

Efisien dengan dilengkapi teknologi canggih

Pabrik baru ini dilengkapi dengan Production Control System baru untuk mengupdate segala proses produksi di setiap lini; kemudian dilengkapi juga dengan Automated Guided Vehicle (AGV) yang dapat menghemat tenaga serta waktu dalam hal pengangkutan barang dari gudang ke bagian produksi. Masih banyak fasilitas lain yang telah dilengkapi oleh Sharp di pabrik barunya ini dalam rangka meningkatkan efisiensi serta kapasitas produksi dan pencapaian standar kualitas.

SDM yang berkualitas

SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi keberhasilan SEID dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan standart Takumi. Oleh karena itu SEID berkomitmen untuk mengembangkan skill karyawannya melalui pelatihan Takumi secara berkelanjutan. Selain itu untuk menghasilkan produk yang terjamin memiliki kualitas, SEID menempatkan Quality Control yang berintegrasi langsung dengan proses produksi sehingga produk dengan jaminan kulitas tinggi dapat tercapai.

Fasilitas yang lengkap dan mendukung

SEID menempatkan karyawan pada tempat yang istimewa karena SEID percaya bahwa bagian terpenting dari kualitas tinggi adalah para karyawannya. Oleh karena itu SEID secara terbuka mengundang seluruh karyawan untuk ikut serta dalam mendesain fasilitas pabrik yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga tepat fungsi dan sasaran. Fasilitas tersebut terdiri dari Mesjid, Klinik Kesehatan, Kantin, Koperasi, Showroom dan lapangan sepak bola.

Pabrik Baru SHARP di Karawang

Pabrik Baru SHARP di Karawang

Prinsip Think Fast, Do Smart and Focus on Result

Dengan prinsip Think Fast, Do Smart and Focus on Result SEID menerapkan sasaran kinerja yang baik pada proses produksinya agar semua terencana dengan matang sekaligus sebagai bahan evalusi untuk perencanaan selanjutnya.

Lingkungan kerja rapih dan bersih

SEID mengajarkan kepada karyawannya untuk menjaga kebersihan serta kerapihan lingkungan kerja agar suasana kerja menjadi nyaman. Lingkungan kerja ibarat rumah kedua karena sekitar 7 hingga 8 jam kita beraktivitas di tempat kerja, oleh karena itu menjaga lingkungan kerja dengan bersih dan rapih tentunya akan membuat kita merasa nyaman serta bersemangat untuk bekerja. Pabrik baru ini didesign dengan tata ruang yang pas sehingga memungkinkan segala aktivitas kerja dapat berjalan optimal. Pabrik ini juga menyediakan jalur khusus bagi pengunjung sehingga pengunjung merasa aman ketika masuk ke dalam pabrik.

Belajar Bersama dan Saling Mendukung Antar Karyawan

SEID menerapkan prinsip belajar bersama serta saling mendukung diantara karyawannya. Suasana kerja yang kondusif tersebut dapat membuat ikatan batin antar karyawan semakin kuat. Hal ini tentunya memberikan semangat bagi kinerja karyawan sehingga memberikan dampak yang positif pula pada peningkatan produktivitas kerja.

Service Excellent

SEID sangat terbuka bagi para pengunjung yang hendak melakukan factory visit pada pabrik baru ini. Melalui factory visit kita bisa belajar bagaimana SEID memproduksi barang eletronik rumah tangga yang berkualitas. Service excellent dari petugas dalam memberikan informasi seputar pabrik baik dari awal hingga akhir membuat pengunjung merasa senang berkunjung ke SEID. Terkait dengan service excellent, pada bulan Maret 2013 lalu Customer Care Center PT. Sharp Electronics Indonesia telah mendapatkan penghargaan “Call Center Awards” sebagai Contact Center Service Exellence Award. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam kepraktisan dan kecepatan contact center untuk memberikan pelayanan bagi konsumen dengan dukungan tekhnologi. Pantas saja banyak masyarakat yang menyukai produk SHARP karena perusahaan ini telah memberikan pelayanan prima yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Berikut adalah gambaran lengkap dari SHARP Karawang Factory yang diambil dari gallery fotonya:

This slideshow requires JavaScript.

Nah, bagi teman-teman yang hendak melakukan Factory Visit caranya sangat mudah kok. Kita cukup mengisi form yang disediakan oleh SHARP melalui websitenya dengan menyertakan persyaratan yang dibutuhkan. Apabila persyaratan sudah terpenuhi pihak SHARP akan menghubungi kita dan kita bisa segera melakukan kunjungan untuk belajar di pabrik SHARP ini.

Kunjungi Website SHARP New Factory untuk melakukan Factory Visit

Kunjungi Website SHARP New Factory untuk melakukan Factory Visit

Biar ‘gak penasaran, kita lihat dulu yuk bagaimana kerennya pabrik baru SHARP di Karawang ini melalui Virtual Tour yang diambil dari Youtube:


Keberadaan SEID baru ini tentunya memberikan manfaat bagi Indonesia khususnya bagi masyarakat di sekitar. Salah satunya adalah memberikan kesempatan penyerapan tenaga kerja lebih banyak terutama di wilayah karawang. Pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200-1.500 orang hingga tahun 2015 nanti. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi peningkatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, SEID juga ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa Sharp Eco Study, SHARP membuat hutan mini dengan menanam pohon langka di kawasan pabrik barunya. SHARP akan menanam berbagai macam tanaman secara bertahap di sekeliling pabrik. Diantaranya adalah 200 pohon jenis tanaman kayu dan buah langka khas Indonesia serta lebih dari 500 pohon jenis tanaman pelindung dan hias di sekeliling pabriknya yang akan dilakukan secara bertahap.

Peranan SHARP

Peranan SHARP

Tidak berhenti disitu saja, SEID juga mendedikasikan diri bagi peningkatan pengetahuan serta kecintaan anak-anak terhadap lingkungan sedini mungkin dengan mengundang anak-anak sekolah dasar di sekitar pabrik untuk belajar mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati. Kegiatan tersebut bukanlah pertama kalinya dilakukan oleh PT SEID karena pada tahun 2010 lalu PT SEID telah membuat Sharp Mini Garden di pabrik Pulogadung sebagai upaya konservasi sekaligus sarana pendidikan keanekaragaman hayati kepada karyawannya.

Kini SHARP terus mengembangkan sayapnya kepada pasar Asia-pasifik dengan meluncurkan kampanye regional ‘LOVE LIFE’. Sharp ingin mempersembahkan produk dan layanan yang mampu mendekatkan setiap keluarga (LOVE) dan membuat hidup (LIFE) menjadi lebih bersemangat. Kampanye ini meliputi setiap kegiatan dalam pengembangan, penjualan, sampai pelayanan purna jual guna memberikan nilai baru bagi kehidupan masyarakat. Untuk meramaikan kampanye ini, SHARP memilih Doraemon sebagai duta kampanye karena dianggap mewakili budaya kontemporer Jepang yang sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia.

Keberadaan SHARP tidak hanya memberikan sumbangsih yang besar dalam penyediaan produk elektronik yang berkualitas, SHARP juga mampu mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, serta mengajarkan kepada kita untuk melestarikan dan mencintai lingkungan yang merupakan tempat hidup bersama. Semua itu karena SHARP LOVE LIFE.

Tulisan ini diikut sertakan pada Takumi Blog Competition yang diadakan oleh PT SHARP Electronics Indonesia.

Sumber Informasi:

 

Mengolah Sampah: Mengubah Masalah Menjadi Sumberdaya

Beberapa bulan yang lalu saya pernah mengikuti petugas irigasi yang bernama Pak Oji. Beliau meminta saya mengikutinya untuk menjadi saksi betapa berat pekerjaannya dalam menjaga lingkungan di sekitar pengairan. Sayapun menyanggupi permintaannya. Pak Oji mulai menyusuri jaringan irigasi desa yang nantinya akan berujung pada jaringan irigasi usaha tani. Pada awalnya saya merasa pekerjaan Pak Oji ini wajar saja karena para petani dikelompoknya sudah membayar jasa yang dilakukan Pak Oji tiap bulannya. Tetapi setelah hampir setengah perjalanan sayapun terkejut melihat tumpukan sampah yang dibuang begitu saja oleh warga kearah jaringan irigasi. Bahkan sampai ada yang membuat jalur seperti konveyer agar sampah dapat meluncur dengan bebas menuju aliran irigasi. Rupanya hal inilah yang selama ini dikeluhkan oleh Pak Oji. Beliau sudah pernah menyampaikan hal tersebut kepada pihak yang terkait di sekitar lingkungan itu namun belum ada tindak lanjut hingga saat ini.

Kegiatan Pak Oji Membersihkan Jaringan Irigasi Desa

Kegiatan Pak Oji Membersihkan Jaringan Irigasi Desa

Senada dengan apa yang dialami oleh Pak Oji, tumpukan sampah juga mendera di kampung tempat tinggal saya. Lahan yang sekarang dijadikan tempat pembuangan sampah illegal dulunya adalah sawah yang hijau. Sayangnya aparat desa kurang tegas dalam menangani masalah ini ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar mereka. Hanya ada beberapa warga yang terlihat membakar tumpukan sampah itu agar tidak menggunung, Langkah itu sebenarnya bukan solusi yang tepat karena membakar sampah terutama sampah anorganik dapat melepaskan gas berbahaya ke udara yang dapat membahayakan masyarakat itu sendiri.

Apabila tidak dikelola dengan baik sampah akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah apabila sampah tidak dikelola dengan baik, karena menurut perhitungan, rata-rata penduduk Indonesia dapat menghasilkan sampah sekitar 2,5 liter per hari atau 625 juta liter dari total jumlah penduduk [1]. Bahkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 122 tempat sampah sebesar Gelora Bung Karno (GBK) setiap tahun untuk menampung sampah yang tidak terangkut sebanyak 58% tiap tahunnya [2].

Bukankah hal tersebut sangat mengerikan? Begitu banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari apabila tidak mampu ditangani tentunya akan memberikan dampak buruk bagi kita. Sampah yang menumpuk tanpa pengelolaan lebih lanjut dapat mencemari lingkungan karena mengandung B3 (bahan beracun berbahaya) yang dapat mengkontaminasi tanah, air dan udara. Logam berat yang terkandung pada sampah seperti arsenat, timbal, dan kadmium yang tinggi dapat menurunkan kualitas sanitasi serta mempengaruhi udara di sekitarnya [3]. Sampah juga dapat menimbulkan ancaman penyakit seperti gatal-gatal, gangguan pernapasan, diare dan sebagainya. Tidak hanya itu keberadaan sampah juga dapat mengganggu keindahan lingkungan. Dibeberapa sudut jalan yang sudah tertata rapih akan terkesan kumuh apabila masih ditemukan beberapa sampah yang berserakan. Sampah inilah yang juga menjadi faktor penyebab terjadinya banjir karena menyumbat aliran drainase di sekitar jalan.

Pengaruh Sampah Terhadap Lingkungan, Gambar Bakteri diambil dari: www.merdeka.com

Pengaruh Sampah Terhadap Lingkungan, Gambar Bakteri diambil dari: http://www.merdeka.com

Oleh karena itu kita tidak boleh berdiam diri saja dalam menghadapi permasalahan sampah ini. Agar kita dapat mengelola sampah dengan baik maka kita perlu mengetahui jenis-jenis sampah yang ada di sekitar untuk kemudian dipilah dan diolah lebih lanjut.

Beberapa Jenis Sampah di Sekitar Kita

Sampah yang kita hasilkan sehari-hari sebenarnya dapat kita kelola dengan baik asalkan mengetahui jenis sampah dan cara penanganannya sehingga sampah dapat dikelola menjadi produk yang lebih berguna melalui proses daur ulang atau melalui proses penguraian. Berikut adalah beberapa jenis sampah yang bisa kita kelola menjadi sumberdaya menurut Kaleka (2010):

  1. Sampah berdasarkan bentuk, yaitu sampah padat, cair dan gas
  2. Sampah berdasarkan zat kimia yang dikandungnya, yaitu sampah organik dan anorganik, dimana sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makanan, hewan, sisa tumbuhan yang dapat mengurai dengan sendirinya, sedangkan sampai anorganik adalah sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup sehingga tidak dapat mengurai dengan sendirinya seperti logam, besi, pecahan kaca, gelas dan plastik
  3. Sampah berdasarkan sumbernya, yaitu sampah rumah tangga, sampah perkantoran, sampah industri, sampah pertanian dan peternakan, sampah pertambangan, dan sampah tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan jalan raya.

Nah, setelah mengetahui beberapa jenis sampah tersebut, maka kita bisa memulai untuk mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat.

Mengolah Sampah Menjadi Produk 3M (Mudah, Murah, Menghasilkan)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, apabila sampah dikelola dengan baik maka akan menjadi produk yang bermanfaat bahkan bisa menjadi sumber energi. Untuk memudahkan pengelolaan, kita dapat mengacu pada sampah berdasarkan zat kimianya yaitu sampah organik dan anorganik. Berikut adalah beberapa cara mengolah sampah yang merupakan masalah menjadi produk yang menghasilkan:

A. Mengolah sampah organik menjadi pupuk

Sampah organik bisa kita dapat dengan mudah dari sampah rumah tangga, sisa-sisa tumbuhan maupun kotoran hewan. Saya mengolah sampah organik yang berasal dari sayuran sisa dapur dengan bantuan bioaktivator atau agen pengurai. Bioaktivator ini sangat mudah didapat serta mudah dibuat sehingga pembuatan pupuk sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun termasuk ibu-ibu rumah tangga. Berikut adalah beberapa bentuk pupuk yang dapat kita hasilkan dari sampah organik:

a. Pupuk cair

Cara pembuatan pupuk cair dari sampah rumah tangga sangatlah mudah, yaitu cukup mencampurkan air cucian beras (air tajin), air tanah atau air dari sumur, gula merah atau gula pasir (gula tebu), ragi (sebagai bioaktivator) serta sampah organik (sampah sayuran) yang sudah dipotong-potong terlebih dahulu. Campurkan dan aduk semua bahan tersebut hingga rata, kemudian masukan ke dalam karung. Karung tersebut dimasukan ke dalam ember yang dibagian bawahnya sudah diberi keran sebagai tempat untuk mengeluarkan pupuk cair. Setelah 7-10 hari pupuk cair sudah dapat digunakan. Angkat ampas yang terdapat dalam karung dan pindahkan pupuk cair ke dalam wadah. Bahan yang terdapat dalam karung masih bisa kita gunakan sebagai kompos setelah dikeringkan.

Aplikasi pemakaian pupuk cairnya juga sangat mudah, cukup mencampurkan satu gelas pupuk cair ukuran 250 ml dengan 5 liter air. Larutan pupuk cair organikpun siap untuk diaplikasikan pada tanaman. Pupuk cair organik ini memiliki nilai jual Rp. 10.000,- untuk ukuran 650 ml.

Pembuatan Pupuk Cair Organik

Pembuatan Pupuk Cair Organik

b. Kompos

Sama sepertihalnya pupuk organik, pembuatan kompos juga relatif mudah dilakukan oleh siapapun. Bahannya juga masih menggunakan bahan organik. Proses pengomposan selain bermanfaat untuk pembuatan pupuk juga bermanfaat untuk mengubah limbah yang berbahaya, seperti misalnya tinja, sampah, dan limbah cair lain menjadi bahan yang aman dan bermanfaat. Berikut adalah cara pembuatan kompos skala keluarga:

Proses Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

Proses Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

  1. Siapkan komposter atau wadah untuk pengomposan sampah rumah tangga, bisa terbuat dari ember, karung maupun kardus. Saya menggunakan kardus sebagai wadah pembuatan kompos karena mudah diperoleh
  2. Beri lapisan sekam, jerami atau serbuk gergaji setebal 5 cm pada dasar wadah yang berfungsi menyerap air selama proses pengomposan
  3. Kompos yang sudah jadi diletakkan di atas lapisan dasar sebagai starter
  4. Cacah sampah organik hingga ukuran kecil untuk memudahkan penguraian kemudian berikan bioaktivator dan aduk hingga rata
  5. Masukan sampah organik di atas starter
  6. Tambahkan lagi lapisan kompos yang sudah jadi di atas lapisan sampah organik tersebut
  7. Gunakan penutup yang memiliki lubang seperti kasa nyamuk agar udara dapat keluar
  8. Lakukan pembalikan dan pengadukan seminggu setelahnya agar proses penguraian merata. Kompos dapat digunakan dua minggu berikutnya. Lama tidaknya proses pengomposan tergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah jenis bioaktivator.

Sama sepertihalnya pupuk cair organik, kompos juga memiliki nilai jual dengan harga jual mencapai Rp. 10.000-15.000,- per karung.

B. Mengubah sampah anorganik menjadi produk kerajinan tangan

Sampah anorganik berbahan dasar plastik dapat kita olah lebih lanjut menjadi produk kerajinan tangan yang unik dan menghasilkan. Contohnya adalah bros, tas plastik, dompet, hiasan ruangan dan lain sebagainya. Agar kualitas sampah plastik yang digunakan sebagai bahan kerajinan ini tidak rusak, maka pisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal supaya sampah plastik tersebut tidak terkontaminasi sampah yang lain.

Proses pengolahan sampah plastik ini sudah dilakukan oleh beberapa orang pelaku usaha yang memang concern dalam pengelolaan sampah. Seperti yang telah dilakukan oleh ibu rumah tangga sekaligus kader lingkungan di desanya di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor yang mengolah kemasan bekas suatu produk menjadi barang kerajinan tangan. Mereka adalah Ibu Juju yang berhasil mengolah sampah plastik menjadi bros, kemudian Ibu Ani yang mengolah sampah menjadi hiasan jendela, serta Ibu Erna yang mengolah sampah menjadi tas. Sampah plastik yang digunakan sebagai bahan dipilih dan diperlakukan sebaik mungkin agar tidak rusak. Sampah ini diperoleh dari kegiatan keseharian mereka sehingga mereka tidak perlu pusing untuk mencari bahan. Contohnya Ibu Ani, Ia tidak perlu mencari sampah untuk bahan pembuatan hiasan dinding, dia cukup menggunakan sampah plastik yang dihasilkan pada kesehariannya. Misalnya Ia mengumpulkan sampah yang berasal dari bungkus kopi untuk dibentuk hiasan dinding berbentuk ikan. Kerajinan yang berasal dari sampah ini memberikan pemasukan bagi Ibu Juju, Ibu Ani maupun Ibu Erna. Mereka seringkali diundang sebagai narasumber untuk melatih dan mengajarkan pengolahan sampah menjadi produk kerajinan tangan berkat kepiawaiannya dalam mengolah sampah.

Bros ini terbuat dari sampah plastik

Bros produk Ibu Juju terbuat dari sampah plastik

Kerajinan tangan dibuat oleh Ibu Ani

Kerajinan tangan dibuat oleh Ibu Ani

Tas dari kemasan bekas oleh Ibu Erna

Tas dari kemasan bekas oleh Ibu Erna

C. Memanfaatkan sampah menjadi sumber bahan bakar alternatif

Briket arang dari sampah organik dapat dihasilkan melalui proses pembakaran dedaunan dan bahan organik lain dengan menggunakan drum. Arang dari hasil pembakaran nantinya dibentuk dengan tepung kanji agar menyatu dan dicetak dengan menggunakan seng berbentuk silinder. Tidak hanya sampah organik, sampah anorganik yang berasal dari kantong plastik dan botol plastik dapat diolah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Hal tersebut telah dilakukan oleh sebuah perusahaan di Niagara Falls, New York, Amerika Serikat. Perusahaan tersebut berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan katalis yang dipatenkan untuk menguapkan cairan kental dan mengurai plastik menjadi unsur-unsur paling dasar. Dari proses penguapan dan penguraian tersebut mampu menghasilkan sekitar 86 persen bahan bakar alternatif.

Pembuatan pupuk, aksesoris dari sampah serta bahan bakar alternatif ini dapat menjadi salah satu sumber energi, menambah pemasukan sekaligus menjadi solusi dalam rangka mengurangi jumlah sampah yang terus meningkat.

3M alias Mudah, Murah dan Menghasilkan bukan?

Peduli Lingkungan Bersama WWF

Banyak cara dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan ini, seperti yang sudah dilakukan oleh WWF-Indonesia yang merupakan LSM konservasi alam terbesar dan tertua di Indonesia sejak 52 tahun yang lalu. LSM yang sejak tahun 2006 didukung oleh lebih dari 54000 suporter ini memiliki 28 kantor wilayah dari Aceh hingga Papua. WWF-Indonesia memiliki tujuan mulia dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan yaitu untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi serta membangun masa depan, dimana manusia dapat hidup selaras dengan alam.

Tujuan mulia tersebut tertuang dalam visinya yang berbunyi Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan di masa mendatang”. untuk mewujudkan visinya, WWF-Indonesia mengemban misi yang tak kalah pentingnya yaitu untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak yang disebabkan manusia. Upaya konservasi yang dilakukan oleh WWF meliputi program iklim dan energi, program kehutanan-spesies, dan program kelautan-spesies.

WWF-Indonesia dengan terbuka mengajak kita warga Indonesia untuk turut serta membantu mereka melestarikan lingkungan dengan cara berikut ini (dikutip dari website WWF-Indonesia):

Ayo bergabung bersama WWF Indonesia

Ayo bergabung bersama WWF Indonesia

1. Bergabung menjadi supporter

Dengan bergabung menjadi supporter berarti kita mendukung visi dan misi WWF dalam upaya konservasi alam. Program ini merupakan upaya penyadartahuan masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus upaya penggalangan dana demi kesinambungan kerja konservasi yang dilakukan WWF.

2. Menjadi Fundraiser WWF

Sejak tahun 2006, WWF Indonesia melakukan perekrutan calon supporter WWF diseluruh wilayah Indonesia melalui program Direct Debit Donor Program sebagai upaya konservasi alam di Indonesia. Dana yang  telah terkumpul dari setiap individu yang  bergabung seluruhnya akan digunakan untuk fasilitasi kegiatan ilmiah konservasi dilapangan.

3. Melakukan Corporate Partnership

WWF-Indonesia telah mengembangkan model kemitraan yang inovatif untuk bekerjasama dengan perusahaan dalam upaya bersama menjaga, melestarikan dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Program Corporate Partnership dibuat demi menjawab tantangan konservasi mandiri dimana melalui kerjasama yang berkualitas dan berkesinambungan, konservasi dan dunia usaha dapat berjalan seiring dalam upaya menjaga bumi tetap hijau.

4. Panda Mobile

Merupakan truk dengan enam roda yang digunakan WWF-Indonesia untuk melakukan kegiatan konservasi pada area publik. Panda Mobile ini membawa misi untuk menyebarkan pesan konservasi kepada publik Indonesia melalui kegiatan kampanye dan edukasi serta melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan alam Indonesia dengan cara berdonasi melalui program fundraising yang diusung dalam WWF Panda Mobile. Jangkauan WWF Panda Mobile meliputi: Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali.

5. Kurangi Dampak Lingkungan

WWF secara nyata mengajak kita untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini dapat kita mulai dari aktivitas paling sederhana dengan berhemat energi, hemat air, hemat kayu dan kertas, serta kurangi, pakai lagi dan daur ulang (Reduce, Reuse and Recycle).

7. Bekerja bersama dengan WWF dan ikuti kegiatannya

Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh WWF berarti kita turut serta mengkampanyekan kelestarian lingkungan dalam upaya menyadarkan masyarakat dalam menjaga lingkungan agar terus lestari. Seperti peran serta para blogger dalam kegiatan yang diusung oleh WWF-Indonesia bekerja sama dengan Blogdetik pada acara Blogger Bicara Lingkungan tanggal 16 Maret 2014 kemarin di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 blogger dengan mengangkat isu seputar lingkungan hingga isu calon legislatif yang peduli lingkungan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini mengungkapkan peran serta blogger dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Nah, kita juga jangan mau kalah. Saya yakin kalau kita juga bisa menjaga serta melestarikan lingkungan demi generasi penerus bangsa.

Apa yang dapat Aku dan Kamu Lakukan?

Jika WWF-Indonesia sudah lebih dari 50 tahun yang lalu melakukan aksinya demi menjaga kelestarian lingkungan, maka kini saatnya kita bergerak sebelum semuanya terlambat. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang paling sederhana mungkin, baik itu menghemat energi, penggunaan kertas, konsumsi air serta pemakaian produk.

Terkait dengan mengatasi permasalahan sampah, maka hal-hal yang dapat kita lakukan diantaranya:

Lestarikan Lingkungan dengan Menggunakan Green Product & Terapkan 3R

Lestarikan Lingkungan dengan Menggunakan Green Product & Terapkan 3R

  1. Gunakanlah Green Product yang ramah lingkungan, aman dikonsumsi, aman bagi kesehatan dan lingkungan. Green product adalah barang-barang yang menggunakan material ramah lingkungan, bisa didaur ulang, dan menggunakan manajemen pengelolaan sampah yang baik. Kemasan ramah lingkungan ini biasa disebut dengan sustainable packaging.
  2. Untuk mengurangi sampah plastik (Reduce), kita dapat menggunakan tas berbahan kain yang dapat dipakai berkali-kali atau jika memang ingin menggunakan plastik maka gunakanlah plastik biodegradable yang dapat terurai dengan sendirinya.
  3. Gunakan kembali (Reuse) sampah anorganik yang masih layak untuk digunakan, misalnya digunakan sebagai wadah tanaman
  4. Pisahkan sampah organik dengan anorganik. Lakukan pengolahan lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat (Recycle), contohnya membuat kerajinan tangan dari plastik
  5. Tanamkan rasa mencintai lingkungan sejak dini kepada anak-anak dengan melakukan penanaman dan pemeliharaan lingkungan di sekitar mereka
  6. Lakukan gerakan secara bersama-sama minimal pada lingkup yang kecil terlebih dahulu agar menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya. misalnya kerja bakti bersama-sama membersihkan lingkungan di tingkat RT
  7. Tulis dan sebarkan semangat untuk mencintai lingkungan melalui blog, surat kabar, majalah, forum diskusi, komunitas dan melalui apapun yang kita bisa agar dapat menginspirasi serta pengingat bagi yang lainnya
Yuk, Cintai Lingkungan

Yuk, Cintai Lingkungan

Untuk menjaga lingkungan tentu kita tidak dapat berdiri sendiri, ketika rakyat sudah mulai bergerak tetapi pemerintah tidak mendukung maka tujuan mulia untuk menjaga lingkungan akan sulit tercapai. Berkaitan dengan pemilu tahun 2014 ini, ada sebuah harapan yang ingin saya sampaikan bagi calon pemimpin terpilih terkait dengan lingkungan. Diharapkan pemimpin terpilih memiliki kebijakan yang berpihak pada lingkungan dalam salah satu visi misinya. Oleh karena itu seorang pemimpin wajib mengetahui dan memahami dasar hukum RTRW (rencana tata ruang wilayah) sehingga Ia mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta tidak merusak lingkungan. Saya sadar memimpin dan membuat kebijakan tidaklah mudah, tetapi hal tersebut bukanlah menjadi hambatan karena seorang pemimpin dalam bekerja difasilitasi oleh beberapa orang staf ahli yang turut serta menganalisa untuk merumuskan kebijakan. Hal yang paling utama adalah pemimpin tersebut harus memahami terlebih dahulu dasar hukum RTRW sehingga dia bisa menuangkannya pada setiap satuan kerja melalui prosedur atau petunjuk yang jelas. Hal itu dikarenakan pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan akibat dari masalah lingkungan yang lebih mendasar yaitu cara pengelolaan lingkungan hidup yang tidak terencana dan tidak terpadu. Oleh karena itu melahirkan kebijakan berdasarkan konsep RTRW yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan sekaligus dapat mensejahterakan masyarakat.

Baiklah teman, kita tidak perlu menunggu besok atau lusa untuk bergerak mengurangi sampah dimuka bumi ini demi kelestarian lingkungan. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang sesederhana mungkin untuk melakukannya sehingga sampah yang dulunya menjadi masalah kini bisa menjadi sumberdaya.

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. -Albert Einstein-

Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Blog “Blogger Peduli Lingkungan” Periode 16-31 Maret 2014 dan alhamdulillah mendapatkan juara 1.

Sumber Informasi:

 

#MyDreamyVacation: Duduk di Glacier Express, Menikmati Indahnya Switzerland

Dalam rangka ikut serta pada GA (Give Away) yang diadakan oleh Mak Indah Nuria Savitri, saya akan memaparkan impian dan cita-cita saya tentang My Dreamy Vacation yang bakalan menjadi perjalanan impian tak terlupakan #ecieeeh. Sebelumnya saya sangat berterimakasih lho kepada Mak Indah karena memberikan kesempatan kepada saya dan juga teman-teman lainnya untuk bermimpi sekaligus berusaha menggapai mimpi tersebut dengan menuliskannya pada blog. Apasih mimpi saya itu? It’s so simple, I just want to sit down in Glacier Express, that’s all hehe. Mengapa saya kepengen banget numpak (naek) Glacier Express? Berikut ini alasannya…..

Duduk di Glacier Express Melintasi Swiss Alps

Berwisata dengan kereta menjadi prioritas saya dengan keluarga ketika hendak bepergian di daratan. Alasannya karena kalau naik kereta itu bebas macet, bisa menikmati pemandangan, lebih aman karena tidak perlu salip sana-sini. Nah, ceritanya saya memiliki impian berwisata mengelilingi dataran tinggi dengan menggunakan kereta. Kereta yang menjadi inceran saya (walaupun masih bermimpi hehe) yaitu Glacier Express di Switzerland. Melalui kereta ini kita bisa membawa keluarga untuk berpiknik bersama dan berwisata menikmati pemandangan dataran serta pegunungan di Swiss dengan aman dan nyaman. Sebelum melihat bagaimana indahnya Switzerland, sekarang kita lihat dulu kendaraan yang akan membawa kita berkeliling ini.

Kereta Impian, Glacier Express, Sumber: http://www.glacierexpress.ch/EN/Pages/default.aspx

Glacier Express adalah kereta yang akan membawa saya dan keluarga (kalo nanti impiannya tercapai, aamiin) berwisata melintasi pegunungan Swiss Alps dari Zermatt di kaki Matterhorn dan St. Moritz di daerah permainan ski Engadin. Meskipun namanya express ternyata kereta ini bukanlah kereta dengan speed yang cepat. Justru kereta ini melaju dengan lambat sehingga memakan waktu perjalanan selama hampir 8 jam. Kereta ini memang dijalankan dengan kecepatan yang lambat supaya penumpangnya puas menikmati pemandangan Gunung Swiss yang luar biasa indahnya. Glacier dirancang sedemikian rupa dimana atapnya terbuat dari kaca ditambah dengan jendela kaca yang super lebar agar para wisatawan dapat menikmati pemandangan indah yang tersaji dan dapat dinikmati dengan sepuas-puasnya.

Jendela kereta Glacier Express yang super lebar membuat penumpang bebas menikmati pemandangan, sumber: http://www.seat61.com/GlacierExpress.htm#.UyfSWc49W_J

Kereta yang dibuat pada tahun 2006 ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas satu dan kelas dua. Perbedaan kedua kelas tersebut terletak pada jumlah seatnya (kursi) yang memberikan keleluasaan ruang gerak. Pada kelas pertama tertata 2 kursi di sebelah sisi satunya, dan sebuah kursi di sisi yang lain. Sedangkan kelas kedua, tertata 2 kursi di masing-masing sisinya. Begini penampakannya:

First Class of Glacier Express, Sumber: http://www.seat61.com/GlacierExpress.htm#.UyfSWc49W_J

Second Class of Glacier Express, Sumber: http://www.seat61.com/GlacierExpress.htm#.UyfSWc49W_J

Namanya juga kereta wisata pasti sudah didesign senyaman mungkin lengkap dengan interiornya yang sangat keren. Wew belum kesana saja saya sudah seneng membayangkan duduk didalam Glacier sambil menyantap kuliner yang ditawarkan dan menikmati indahnya pemandangan Switzerland. Ternyata wisatawan diizinkan lho untuk membawa bekal makanan sendiri apabila kita tidak mau membeli makanan yang disediakan oleh Restaurant dalam Glacier Express, hmmm jadi berasa piknik beneran di atas kereta. So perfect!.

Nah, kalau sudah kenal dengan keretanya sekarang kita lihat pemandangan yang akan menyambut kita apabila travelling dengan Glacier Express ini. Perjalanan yang memakan waktu 8 jam dengan jarak 290 km atau 180 mil ini akan membawa kita melintasi areal daratan dan perbukitan pada ketinggian 1500 mdpl, melintasi 291 jembatan dan 91 terowongan, termasuk terowongan yang terkenal sebagai terowongan terpanjang di dunia. Kemudian kita akan dibawa oleh Gracier melewati indahnya Sungai Rhone dan Rhine sekaligus, serta melambat di Oberalp Pass pada ketinggian 2.033 m atau 6.670 feet. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah mulai dari padang rumput, perkebunan anggur dan hutan hijau hingga puncak gunung yang tertutupi oleh salju. Berikut adalah beberapa pemandangan yang dapat kita nikmati ketika meggunakan Glacier Express:

1. Landwasser Viaduct, yang terkenal sebagai ciri atau simbol  wisata kereta

2. The Rine Gorge, yang merupakan miniatur Grand Canyon bergaya Swiss

3. Oberalp Pass, yang terletak di 2,033 meter di atas permukaan laut dan merupakan titik tertinggi dari jalur yang dilewati kereta. 

4. Furka Line, melewati lembah Urserental yang tak kalah indahnya menuju Furka Base Tunel melewati desa-desa yang sangat asri dan sejuk dipandang mata

Dan masih banyak lagi pemandangan indah yang kalau saya posting semua ke tulisan ini bisa penuh deh blognya hehe. Itulah sebabnya mengapa saya kepengen banget naek kereta yang satu ini, mengelilingi Switzerland yang terkenal sangat indah sambil duduk manis dalam kereta yang oke punya. Yah namanya usaha, bermimpi juga sudah termasuk usaha lho karena dari situ ada pengharapan karena siapa tau mimpi kita jadi kenyataan asal kita terus berusaha menggapainya, betoellll?

Mari Bermimpi Naik Glacier Express

Untuk bisa menikmati semua pelayanan dan keindahan alam dengan Glacier Express kita harus menyiapkan dana dengan rincian sebagai berikut (dikutip dari: http://bomanta.com/) dengan menggunakan kurs 1 CHF (Swiss Franc) = 12,977.4277 IDR (Indonesian Rupiah):

  • Dari Stasiun Zermatt – St. Moritz, dikenakan harga dasar sebesar:

136 CHF (€113) atau Rp.1.764.930,16 untuk 2nd class, satu kali jalan

232 CHF (€193) atau Rp. 3.010.763,22 untuk 1st class satu kali jalan

  • Glacier Express supplement (termasuk dalam kategori ‘harus bayar’, walaupun kita memiliki SwissPass, karena sudah menjadi ketentuan khusus kereta ini) dengan besaran:

33 CHF (€27) atau Rp. 428.255,11 pada musim panas

13 CHF (€10) atau Rp. 168.706, 56 pada musim dingin

  • Cost of lunch (hanya sebagai pilihan):

30 CHF (€25) atau Rp. 389.322, 83 untuk ‘Plate of the Day’.

43 CHF (€35) atau Rp. 558. 029,39 untuk tiga menu makan siang (makan besar, makanan penutup, dan juga anggur).

Biayanya memang cukup besar tapi sebanding dengan apa yang kita dapatkan tentunya, dan Glacier masih memberikan keringanan biaya bagi kita yang memiliki anak kecil. Anak kecil yang umurnya di bawah 6 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis, sementara anak yang berumur dari  6-16 tahun harus membayar setengahnya saja tetapi tetap wajib membayar Glacier Supplement yang dikenakan pada orang dewasa. Lumayan kan kalau kita membawa anak kecil bisa menghemat biaya. Itu belum termasuk perhitungan biaya apabila kita berangkat dari Indonesia. Kalau teman-teman mau kesana tinggal cari agen pariwisata yang sudah menawarkan paket wisata Glacier Express lengkap dengan biaya hemat sehingga teman-teman tinggal duduk manis tidak usah pusing ini-itu.

Nah, saya mau usaha biar bisa naik Glacier Express ini karena siapa tau ada jalan menuju Roma eh menuju Swiss hehe. Apa saja yang bisa saya lakukan:

cats

1. Bang bing bung alias nabung, ya kalau kita gak ada biaya untuk ke Swiss kapan bisa kesananya maka sisihkanlah beberapa rupiah dari pemasukan yang telah diperoleh

2. Pikirkan terus dan yakinkan diri kalau kita bisa kesana, karena siapa tahu semesta pun mendukung seperti apa yang dikatakan Paulo Coelho dalam buku The Alchemist: “Jika kau menginginkan sesuatu, maka seluruh alam semesta akan bersatu membantumu” 

3. Banyak berdoa terutama disaat doa kita sedang diizabah, seperti ketika sedang turun hujan (pas banget nih sekarang sedang hujan, berdoa dulu ah).

Ini sebenarnya modus lho, karena saya sebenarnya mau minta tolong Mak Indah dan teman-teman yang mampir membaca tulisan ini untuk ikut mendoakan saya dan keluarga supaya bisa ke Swiss untuk menaiki kereta Glacier express ini hehe. Ayo dibantu ya *prok-prok-prok* (Pak Tarno Mode:ON). Aamiin (eh ngaminin sendiri).

Okay begitulah #MyDreamyVacation ala saya, terlepas itu impian atau tidak, yah namanya impian dan cita-cita bolehlah kita berharap setinggi-tingginya, tetapi juga harus berusaha setinggi-tingginya. Sekali lagi terimakasih buat teman-teman yang sudah membaca plus meng-amin-kan impian saya ini (hihihi). Arigato Gozaimasu 😀

MyDreamyVacation

Sumber Informasi:

http://www.glacierexpress.ch/en/Pages/default.aspx

http://www.seat61.com/GlacierExpress.htm#.Uygexs49W_J

http://en.wikipedia.org/wiki/Glacier_Express

http://bomanta.com/swiss/pengalaman-naik-glacier-express-pasti-seru/

Kejutan Indah di Hari Selasa: Behind The Scene, Pemikiran serta Apresiasi

Hari Selasa tanggal 11 Maret 2014 menjadi hari yang indah buat saya. Seharian itu saya senyam-senyum sendiri karena mendapatkan rejeki nomplok hehe. Engga ding ini juga dari hasil usaha sampe begadang lho ngerjainnya. Serius, begini ceritanya….

Behind The Scene Petani Unggul

Pertengahan tahun lalu saya berkesempatan untuk mengikuti Diklat (pendidikan dan pelatihan) TOT MP3 (Training of Trainer Metode Penyuluhan Pertanian Partisipatif) di Lembang Bandung, pada diklat itu kami diajarkan bagaimana melakukan metode penyuluhan secara partisipatif yang melibatkan petani. Kami dilatih untuk menemukan petani maju yang dapat menjadi contoh bagi petani-petani lainnya. Namanya TOT berarti saya harus meneruskan ilmu pengetahuan yang sudah saya dapat kepada rekan-rekan lainnya bahkan dilaksanakan pada wilayah binaan sendiri. Kemudian pada awal tahun saya juga mendapatkan kesempatan lagi untuk mengikuti Diklat Penulisan Ilmiah yang dapat memberikan saya wawasan juga pengetahuan bagaimana menulis ilmiah yang baik dan benar. Selanjutnya pada bulan lalu saya berkesempatan lagi untuk menambah wawasan mengenai kondisi perpadian di Indonesia melalui seminar yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Kementerian Pertanian.

Dari semua sumber pengetahuan itu memberikan saya ide untuk menulis mengenai petani unggul. Hal tersebut bertepatan sekali dengan Lomba Blog yang diadakan oleh Bapak Dino Patti Djalal. Meskipun begitu saya tetap kesulitan untuk menuliskannya, ditambah lagi waktu lomba tinggal dua hari yang membuat saya kalang kabut dibuatnya. Setelah pikiran tenang dan membuat Mind Mapping seperti yang diajakan dalam diklat akhirnya saya bisa menulis satu-persatu. Tulisan ini lahir tak lepas dari peran atasan saya Ir. Kobarsih DA dan Ibu Dewi Lestari STP karena sore itu kami bertiga berdiskusi mengenai perbedaan petani maju dan petani unggul. Rupanya petani maju yang diajarkan dalam diklat masih kalah satu tingkat dengan petani unggul. Kata kunci yang saya dapat dari diskusi kecil kami saat itu adalah bahwa petani unggul itu bukanlah petani kaya tetapi petani yang mempunyai ciri khas yang mampu membuat dirinya untuk berdaya dan maju. Jadi, kalau petani kaya yang mewariskan berhektar-hektar lahan belum tentu disebut sebagai petani unggul.

Akhirnya tulisan sayapun jadi, saya membuatnya seharian penuh tanpa memperbolehkan siapapun menggangu ketika saya menulis hehe.

Kejutan Itu

Selasa siang menjelang sore kala itu saya sedang asik mendampingi kelompok menghadapi tamu dari dua perguruan tinggi. Kami saling sharing tentang pelaksanaan program KRPL di dua tempat yang berbeda. Beberapa saat kemudian saya mengeluarkan HP untuk memoto beberapa kemajuan program. Tak disangka ternyata banyak notifikasi di sana yang salah satunya mengabarkan kabar bahagia. Teman saya Rodame mengabarkan kalau saya menjadi salah satu pemenang pada Lomba Blog Nasionalisme Unggul. Wah rasanya senang banget karena siapa sangka tulisan yang dikerjakan menjelang deadline tersebut ternyata mendapatkan apresiasi dari Dewan Juri yang terdiri dari:

IGG Maha Adi (mantan wartawan majalah TEMPO dan Ketua SIEJ)

Jarto Tarigan (Dosen Universitas Bengkulu)

Asrinaldi (Dosen Universitas Andalas Padang).

Fachruddin M. Mangunjaya (Penulis, Dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional)

Harja Saputra (Blogger)

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya mendapatkan apresiasi dari kelima Dewan Juri tersebut. Awalnya saya mengikuti lomba ini karena hanya mengharapkan sertifikat atau piagam dari Bapak Dino karena menurut pengumuman semua peserta akan mendapatkan sertifikat dan buku nasionalisme Unggul bagi 500 pendaftar pertama, rupanya saya mendapatkan lebih dari yang saya inginkan. Alhamdulillah. Kemudian keesokan harinya saya pun mendapat telepon dari panitia yang mengabarkan bahwa akan ada acara penyerahan hadiah lomba bertepatan dengan acara diskusi Tokoh Muda di Galerry Taman Ismail Marzuki.

Hari yang ditunggupun tiba, Jumat tanggal 14 Maret 2014. Saya berangkat dari Bogor menuju Taman Ismail Marzuki Cikini dengan menggunakan Commuter Line. Rasanya hari itu berjalan dengan lancar meskipun agak terburu-buru karena Jumat itu kegiatan saya cukup padat. Ketika telah seperempat jalan menuju lokasi, saya mendapatkan insiden kecil yang membuat saya dan adik kaget. Karena teringat hendak menerima penghargaan lomba maka insiden tersebut tidak membuat saya bermuram durja.

Gallery Taman Ismail Marzuki

Gallery Taman Ismail Marzuki

Tiba di lokasi saya berharap-harap cemas apakah benar ini adalah lokasi yang saya tuju. Alhamdulillah ternyata saya tidak salah alamat karena di sana sudah banyak jurnalis dan beberapa tamu lainnya yang berdatangan. Setelah registrasi sayapun beristirahat sejenak sambil membaca buku Nasionalisme Unggul Bukan Hanya Slogan yang dibagikan secara gratis oleh panitia.

Buku Nasionalisme Unggul ditulis oleh Dr. Dino Patti Djalal

Buku Nasionalisme Unggul ditulis oleh Dr. Dino Patti Djalal

Ada beberapa pemikiran dari Bapak Dino Patti Djalal yang saya sukai terkait hobby ngeblog yang saya lakukan ini, yaitu:

“Ketekunan lebih penting daripada bakat”  -Dr. Dino Patti Djalal-

Itu benar sekali, banyak teman-teman yang sering mengatakan bagaimana caranya bisa menulis? Saya tidak bisa menulis? Saya tidak memiliki bakat dan lain-lain. Bakat memang ada di dalam diri beberapa orang. Saya yakin setiap orang pasti memiliki keunikannya masing-masing, hanya saja apakah dia mampu menemukan keunikan dirinya yang kemudian dapat dia tumbuh kembangkan. Bakat tidak 100% membuat sesorang berhasil, bakat tanpa ketekunan tidak akan membuahkan hasil dan orang yang tidak memiliki bakat asal kita tekun berusaha pasti bisa. Contohnya saya, saya tidak ada bakat menulis, tapi karena saya hobby untuk eksis kemudian sering berlatih menulis maka sayapun bisa menulis beberapa hal yang ternyata bermanfaat bagi orang lain. Saya yakin asalkan kita tekun tentu bisa menggapai kesuksesan.

Kemudian masih terkait kemampuan, Bapak Dino juga memberikan pemikiran seperti ini:

“Seperti halnya mata uang, skill Anda akan mengalami apresiasi dan depresiasi. Karena itu, skill Anda harus diperbaharui” –Dr. Dino Patti Djala-

Ini juga benar sekali, contoh kecil saja yaitu bahasa inggris. Berdasarkan pengalaman pribadi apabila kita sering melatih diri untuk mengasah kemampuan bahasa inggris tentu akan membuat kemampuan tersebut semakin terasah, coba saja kalau sudah lama tidak berlatih atau mempraktekannya pasti akan kesulitan untuk berbicara terutama dalam hal vocabulary. Oleh karen itu kalau kita ingin berhasil maka jangan merasa lelah untuk melatih diri, semakin kita sering berlatih maka skill kita juga semakin terasah.

Tidak terasa acara yang ditunggu-tunggu telah tiba. Bapak Dino Patti Djalal memasuki ruang diskusi beserta pembicara lainnya. Acara pertama adalah Diskusi mengenai Tokoh Muda di Pentas Politik 2014. Diskusi berlangsung seru yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan berbobot yang dilontarkan oleh peserta diskusi. Saya hanya mendengarkan saja karena sesungguhnya saya tidak terlalu mengerti dengan politik. Baik peserta dan pembicara bagi saya sama kerennya karena mampu melontarkan pemikiran yang cemerlang mengenai kepemimpinan dan kemajuan bangsa. Sekitar dua jam lebih acara diskusi tersebut berlangsung.

14Kemudian tibalah diujung acara dimana bagian ini adalah acara yang sebenarnya paling saya tunggu, yaitu penyerahan hadiah Lomba Blog. Penyerahan hadiah diberikan secara langsung oleh Bapak Dino kepada pemenang Lomba. Pemenang lomba ini rupanya berasal dari daerah yang jauh seperti Bali, Surabaya, Kalimantan dan Semarang. Kami sangat senang sekali sore itu karena Bapak Dino ternyata juga menyukai ide yang kami kemukakan. Kami hanya berharap ide tersebut bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan bermanfaat bagi para pembaca khususnya.

Pemenang Lomba Blog Nasionalisme Unggul

Pemenang Lomba Blog Nasionalisme Unggul

Saya sangat senang karena mendapatkan teman baru yang merupakan berkah dari ngeblog yaitu Edy Mulyawan dari Bali dan M. Fathur Rosiy dari Surabaya. Mereka masih muda dan hebat. Karena sudah sangat sore saya tidak bisa berlama-lama di lokasi dan hanya sebentar saja berbincang dengan Edy dan Rosiy.

Kiri ke Kanan: Edy Mulyawan dari Bali, M. Fathur Rosiy dari Surabaya, Saya, dan Rodame dari Bogor

Kiri ke Kanan: Edy Mulyawan dari Bali, M. Fathur Rosiy dari Surabaya, Saya, dan Rodame dari Bogor

Menjelang magrib saya dan adik bergegas meninggalkan lokasi untuk kembali menggunakan Commuter Line menuju Bogor. Entah karena linglung atau apa, ternyata kereta yang kami naiki adalah kereta menuju Bekasi bukan kereta Bogor. Alhasil kamipun terdampar di Stasiun Jatinegara yang membuat kami semakin malam pulang ke rumah. Ya sudahlah tidak apa-apa, kami sangat bersyukur terhadap semua peristiwa dan keberkahan yang terjadi pada hari itu.

Terimakasih setinggi-tinggiya kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rejeki dan peluang kepada kami untuk mengikuti kompetisi tersebut. Terakhir, kami sangat berharap apa yang telah kami tuliskan bermanfaat bagi semua orang. Aamiin.

HP Ku Sayang, HP Ku Malang

Saya termasuk orang yang sangat tergantung dengan keberadaan HP. HP bagi saya seperti pasangan ketiga setelah motor. Beberapa kali saya harus putar balik ke rumah hanya untuk mengambil HP yang ketinggalan. Seharian tanpa HP rasanya garink, terasa ada yang kurang. Itulah sebabnya saya sangat menyayangi HP yang sudah menemani aktivitas saya hampir seharian penuh. Fungsi HP bagi saya sangat banyak, yaitu sebagai alat komunikasi tentunya, pengganti catatan, sebagai alarm atau untuk bermain games. Dan baru-baru ini saya baru saja melakukan dua hal keteldoran yang membuat HP saya amat malang, HP yang sangat saya sayangi itu tanpa sengaja tercuci dan yang lebih parah lagi hilang tercuri. Karena kejadian tersebut, saya mulai membuka kembali HP lama yang sudah saya museumkan untuk mengingat kembali. Masing-masing HP mempunyai cerita sendiri, berikut adalah HP yang sudah menemani saya sejak tahun 2005 hingga saat ini:

1. Siemens C45 (Tahun 2003-2005)

Siemens C45, Sumber: http://www.ngfeurope.com

Inilah HP pertama saya dulu, bentuknya mungil, lucu karena bulat dan casingnya keren warna-warni. HP ini menemani saya ketika masih menjadi mahasiswa mulai dari tingkat pertama hingga tingkat ketiga. Ringtonesnya saat itu masih monoponik. Saya inget banget ketika baru pertama kali punya HP ini, ada sms or telepon masuk rasanya seneng sampe buru-buru ngangkat gitu alias norak hehe. Saat itu harga kartu perdana mahal banget, saya harus membeli kartu perdana yang seharga Rp. 100.000,- dengan pulsa sebesar Rp. 80.000,- kalau tidak salah ingat. Dulu tidak ada harga pulsa 20.000 atau bahkan 5000 rupiah seperti saat  ini. Hingga 2005 seingat saya harga pulsa termurah masih Rp. 50.000,-. Sayang Siemens C45 dan nomor saya yang seharga 100ribu itu (lebay) hilang dicuri orang. Yang dicuri satu  tas berikut dompet, buku dan baju. Jadi saya pulang ke rumah hanya membawa badan saja. Makanya saya masih ingat sampai sekarang dengan Siemens C45 yang sekarang berubah menjadi BenQ.

2. Motorola (Tahun 2005-2006)

Karena Siemens hilang entah kemana, hampir seminggu itu saya nangis sedih karena ‘gak punya HP. Akhirnya Bapak yang ‘gak tega melihat anaknya galau membelikan saya HP baru, yaitu Motorola, tapi saya lupa yang tipe berapa. Saya inget harganya sekitar Rp. 500.000,- rupiah dan itu bukan HP baru melainkan HP second. Saya masih trauma peristiwa raibnya si Siemens jadi saya ‘gak mau beli HP baru untuk saat itu. Motorola ini ringtonesnya sudah mulai poliponik, layarnya sudah mulai berwarna dan mempunyai fasilitas recorder. Tak banyak yang saya ingat tentang Motorola, sampai sekarang saya tidak ingat dikemanakan HP itu setelah satu tahun lebih memakainya hehe.

3. Sony Ericsson K750i (Tahun 2006-2009)

Sony Ericsson K750i

Sony Ericsson K750i, masih ada sampai sekarang

Setelah lulus kuliah saya langsung bekerja pada sebuah konsultan yang bergerak di bidang pembangunan. Gaji pertama yang saya peroleh dari hasil bekerja di konsultan waktu itu langsung saya belikan HP baru Soner K750i dengan harga Rp. 1.750.000,-. Itu pertama kalinya saya membeli HP yang harganya jutaan. Waw keren banget menurut saya waktu itu, karena HP soner yang ini imut bentuknya, kualitas gambarnya bagus dengan kamera 2 MP, Poliponik pastinya dan dapat menampilkan gambar bergerak pada wallpapernya. Cukup lama saya memakai HP ini, hampir tiga tahun lamanya. HP yang ini sering menjadi pilihan teman-teman untuk memotret karena bagus katanya hasilnya. Hp ini juga yang menemani saya bekerja di Kediri. Saya sangat menyukai tipe soner yang satu ini karena multi fungsi, bisa untuk mendengarkan musik dan bisa untuk nonton film. Memory cardnya dulu masih berkisar 512 MB belum sampai yang 1 GB. Sampai sekarang HP ini masih ada walaupun sudah tergores disana-sini karena pada tahun 2009 saya hibahkan kepada adik.

4. Motorola CDMA (2008-2009)

Motorola jenis CDMA ini saya gunakan untuk kontak dengan mantan pacar yang sekarang jadi suami saya hehe. Saya lagi-lagi lupa sama tipenya, yang saya ingat layarnya biru, bentuknya hampir sama speerti Siemens, ringtonesnya masih monoponik dan keypadnya sangat keras sehingga membuat saya malas untuk mengetik sms. Saya mebeli HP ini dalam bentuk second, tapi kondisinya masih bagus, harganya juga murah, waktu itu sekitar Rp. 300.000an. Sayang, HP ini juga dicuri orang ketika sedang berlangsung prosesi lamaran di rumah saya. Kebetulan saat itu sedang banyak orang di rumah dan ternyata hal tersebut dimanfaatkan oleh seseorang yang melihat kelengahan saya dan keluarga.

5. Samsung Bxxx  (Tahun 2008-2012)

Samsung Tipe Bxxx (saya lupa tipenya)

Samsung Tipe Bxxx (saya lupa tipenya)

Samsung ini kecil, ringan, sangat asik untuk telepon dan SMSan. Saya lupa sama tipenya jadi ditulis tipe Bxxx aja ya. Hp ini saya beli seharga Rp. 200.000,- dan saya gunakan untuk nomor yang berhubungan dengan kantor. Banyak partner kerja yang memiliki nomor dari provider lain sehingga membuat saya membeli nomor baru yang sama dengan mereka supaya tidak boros pulsa. Karena bentuknya yang kecil memudahkan saya untuk memasukan kantong jadi kalau ada telepon tinggal angkat. HP ini menemani hari-hari saya selama 4 tahun lama sebelum akhirnya dia tidak bisa menyala lagi dan saya tidak tahu mengapa.

6. Sony Ericsson W960i (Tahun 2009-2012)

Sony Ericsson W960i juga masih ada sampai sekarang

Sony Ericsson W960i juga masih ada sampai sekarang

Pertama diceritain sama temen mengenai HP ini saya langsung naksir. Seri walkman dari Soner ini pasti ok punya bagi orang yang senang mendengarkan musik atau nonton video. Keunggulannya antara lain: layarnya sudah mulai menggunakan layar sentuh (touch screen), kameranya sudah 3.2 MP walaupun kualitasnya masih lebih bagus seri K, karena menurut teman saya kalau seri walkman kameranya memang kurang bagus karena tidak ditujukan untuk memfoto. Kemudian operasionalnya sudah menggunakan symbian OS, sehingga saya bisa membuka PDF, word atau excel di HP ini. Hanya saja  harganya itu sangat mahal buat saya, Rp 3.250.000,- saat itu. Saya sempet berfikir dua kali untuk membelinya, karena bisa-bisa menguras tabungan yang susah payah dikumpulin di perantauan. Akhirnya karena ‘gak tahan sama godaan si Soner, sayapun meminangnya di awal tahun 2009. Saat itu HP yang saya punya adalah HP termahal di lingkungan kantor saya (eciehhh) sebelum akhirnya si bos beli HP Blackberry yang waktu itu kelihatan wah banget. Tapi saya gak nyesel lho beli HP ini karena selain musicnya ok, bisa buat nonton film yang sudah diconvert dan ternyata si soner ini bandel banget karena sampai sekarang masih hidup setelah lima tahun digunakan. Saya ingat, hanya sekali saja saya harus mengupgrade softwarenya lantaran nge-hang ketika tahun 2011. Setelah itu sampai sekarang masih selamat sentosa. Si soner yang ini saya hibahkan ke adik (adik dapetnya yang turunan mulu ya hehe).

7. Nokia (Tahun 2012)

Nokia, saya lupa tipe berapa

Nokia, saya lupa tipe berapa

Nokia symbian yang satu ini diwariskan dari suami karena kebetulan HP saya yang Samsung kecil itu sudah out of date untuk nomor yang satu lagi. Memakai HP ini agak membuat pegal jari ketika mengetik SMS or kalau mau internetan. Maklum karena tidak memiliki jaringan 3G dan HSDPA, sebanding dengan harganya yang waktu itu dibeli sekitar Rp. 500.000-an. Hampir setahun saya memakai HP ini, meskipun begitu kualitas gambarnya cukup bagus, saya sering menggunakan kamera HP ini untuk memoto ALfian yang masih bayi. Musicnya juga lumayan untuk harga HP yang terbilang murah ini. Saya memakai HP ini setahun sebelum akhirnya saya berikan kepada Bapak saya hehe dapet turunan juga deh si Bapak hehe.

8. Samsung Galaxy Young (Tahun 2012-2014)

Samsung Galaxy Young setelah tercuci, alhamdulillah bisa hidup lagi

Samsung Galaxy Young setelah tercuci, alhamdulillah bisa hidup lagi

Nah, ini dia si Mas Samsung yang saya cuci hehe. HP ini bermakna banget buat saya, maklum saya mendapatkannya gratis dari hadiah lomba hehe. HP ini telah berjasa memperkenalkan saya dengan android, agak gaptek pertama kali menggunakannya sampai saya tanya sana-sini ke temen. Dua tahun lamanya saya menggunakan si mas Samsung untuk menemani hari-hari saya bekerja di lapangan atau di rumah. Gambarnya oke lebih bagus dari walkman atau soner seri K (ya iyalah jeng!) dan yang lebih seru lagi saya bisa whatsup-an hehe, akhirnya bisa OL deh. Makanya agak sedih pas si Mas nyemplung di mesin cuci, dasar ceroboh memang. Semua itu terjadi karena keteledoran saya. Ketika mengangkat HP yang mulai lep-lepan (baca: lampu kedip-kedip sekarat) dari timbunan pakaian plus busa deterjen yang akhirnya mati di tangan sungguh membuat saya galau seharian. Kalau diibaratkan seperti habis perang terus rekan kita tertembak kemudian rekan kita itu menghembuskan nafas terakhir dipangkuan kita. Hiks… Hiks…. So sad (lebay bingits).

Pertolongan pertama setelah tercebur,lepas semua atributnya dan keringkan

Pertolongan pertama setelah tercebur,lepas semua atributnya dan keringkan

Menghadapi mas Samsung yang mulai coma, sayapun bergegas mencopot casing dan baterai si mas sambil ngibrit setengah panik dari mesin cuci ke kamar mencari kain yang kering. Wah ternyata mas Samsung tenggelam tak berdaya, banyak air yang masuk ke organnya terutama layar LCD. Pertolongan pertama yang saya lakukan saat itu adalah menjemurnya di atas rice cooker setelah mengeringkannya terlebih dahulu dengan kain kering, soalnya rice cooker kan hangat sehingga bisa jadi alternative pengeringan ketika cuaca sedang mendung. Sambil harap-harap cemas plus mengutuk keteledoran diri sendiri saya harus rela meninggalkan si mas untuk pergi bekerja. Selama proses mati surinya itu, saya mendapat banyak masukan dari teman-teman untuk menimbunnya ke dalam beras (BERAS LHO BUKAN AIR BERAS!). Mengapa beras? Karena beras bersifat hidroskopis (bener ga nih?) yang mampu menyerap air. Beruntung Bapak saya dengan senang hati merawat si mas ketika saya bekerja, bapak menjemur si mas di atas genting. Ketika saya pulang kerja saya mendapati si mas mulai menunjukan tanda-tanda lebih baik dari keadaan sebelumnya, air yang ada pada LCD tinggal sedikit.

Jejak air pada LCD masih ada, tapi dia dapat hidup kembali

Jejak air pada LCD masih ada, tapi dia dapat hidup kembali

Saya pun segera melakukan apa yang disarankan oleh teman-teman yaitu menimbun si mas ke dalam beras. Saya membiarkan si mas di sana selama dua hari lamanya. Setelah dua hari jejak air masih terlihat pada LCD. Hingga saat itu saya masih belum berani untuk menyalakan. Oleh adik, Si mas kembali di jemur di atas TV. Setelah kurang lebih dua hari dia dijemur di sana, adik mencoba menghidupkan kembali si mas, dan Alhamdulillah ternyata si mas bisa hidup lagi meskipun jejak air masih ada di sana. Saya sudah sangat takut sekali karena beberapa teman yang pernah mengalami hal yang sama, HPnya tidak akan menyala lagi. Ini pelajaran buat saya supaya tidak teledor lagi.

9. Polytron Quadra V (Januari 2014-Maret 2014)

HP paling sebentar singgah di tangan

Polytron Quadra V, HP paling sebentar singgah di tangan karena tercuri

Nah, HP ini baru saja tiga bulan menemani hari-hari saya. Karena kejadian kemarin akhirnya mbak Poly sudah berpindah tangan ke pemilik yang lain. Lagi-lagi ini menjadi pelajaran bagi saya. Saya membeli mbak Poly dengan harga Rp. 2.350.000,- waktu itu sedang promo sehingga mendapatkan casing, simcard dan memory card gratis. Saya membeli mbak poly untuk keperluan ngeblog, karena layarnya yang besar memudahkan saya untuk mengetik tulisan ketika di perjalanan karena menggunakan HP yang lebih kecil sering sekali jarinya jadi siwer sehingga salah pencet terus. Mbak poly cukup berat dibanding HP dengan spec yang sama, jadi kalau jatuh kedengeran banget. Terus cameranya juga menurut saya bagus karena sudah ada pengaturan focus dan eksposur, teman-teman juga sering meminjam camernya mbak Poly untuk foto-foto. Pokoknya puas banget pake mbak Poly, tapi kini saya udah ikhlas semoga mbak Poly ditempat baru lebih terawatt ketimbang dengan saya.

Itulah beberapa deretan HP yang sudah menemani hari-hari saya sejak tahun 2003. Saya termasuk orang yang sangat menyayangi benda-benda yang dengan susah payah memperolehnya dan termasuk orang yang tidak tega untuk menjualnya kembali. Namun terlepas dari hal tersebut sebuah benda tetaplah benda, kita harus menjaga dan menyayanginya tetapi tidak boleh berlebihan karena ketika benda itu sudah tidak menjadi milik kita lagi tentu kita tidak akan merasa kehilangan.

Semoga postingan ini bermanfaat ya. Terimakasih.

Hati-Hati di Stasiun Cikini

Cikini, 14 Maret 2014

Hari ini saya mengalami kejadian yang mungkin bisa disebut musibah. Saya ingin sekali menuliskannya di blog ini supaya teman-teman waspada dan tidak mengalami kejadian seperti yang saya rasakan hari ini.

Sejak pagi rasanya hari ini tidak enak seperti biasanya. Anak saya yang bernama Alfian tidak mengizinkan saya untuk berangkat kerja yang membuat saya terlambat masuk kantor. Padahal pagi itu ada evaluasi program di wilayah binaan yang menuntut kehadiran saya. Saya tidak tega melihat anak menangis dan terus memegangi baju supaya saya tidak berangkat kerja. Akhirnya setelah perhatian Alfian mulai teralihkan kepada hal yang lain, sayapun berangkat kerja dengan tancap gas sejadi-jadinya. Alhamdulillah saya masih bisa mengikuti evaluasi dari awal.

Sejak kemarin saya sudah meminta izin kepada atasan karena tidak bisa mengikuti seluruh kegiatan lantaran harus pergi ke Jakarta. Alhamdulillah atasan mengizinkan dan ketika Beliau memohon pamit kepada audience, Beliau mengatakan kalimat yang membuat saya deg-degan. Beliau berkata begini ”karena bu Evrina mau meninggalkan kita…”, tanpa pikir panjang saya langsung mengkoreksi dengan mengatakan “meninggalkan lokasi” kontan saja kalimat atasan saya tersebut membuat saya tidak tenang saat itu. Benar saja perasaan tidak enak dari pagi terbukti ketika saya tiba di stasiun Cikini.

Tiba di stasiun Cikini, saya dan adik melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu. Selesai shalat kami langsung makan di depan stasiun Cikini. Adik mengingatkan saya untuk hati-hati. Sejak saya berada di mushola stasiun hingga makan di depannya, saya sama sekali tidak mengeluarkan HP, saya hanya mengeluarkan dompet ketika membayar makanan. Tapi siapa sangka rupanya saya sudah diincar oleh dua orang laki-laki. Tau dari mana saya diincar? Karena dia bisa melihat kelengahan saya ketika akhirnya saya mengeluarkan HP di dalam bajaj.

HP Polytron Quadra V, tinggal kenangan, semoga bermanfaat ditangan yang baru

HP Polytron Quadra V, tinggal kenangan, semoga bermanfaat ditangan yang baru

Jujur saja, saya orang yang sangat jarang ke Jakarta, jadi saya tidak tahu ada model menjambret seperti ini. Lagi pula biasanya kalau di dalam kendaraan jarang sekali pencuri yang bisa mengambil barang seperti itu. Jadi ketika itu saya sedang membalas Whatsup dari teman saya di dalam bajaj yang sedang berjalan dengan kecepatan 40-50 km/jam. Saya duduk di sebelah kiri tapi agak ke tengah, di kanan saya ada adik yang menemani. Baru seperempat jalan dari tempat semula tiba-tiba ada tangan masuk begitu cepatnya ke dalam bajaj dan mengambil HP yang sedang saya pegang. Saya kaget bukan main karena HP plus orang yang mencuri melesat kabur dengan cepat ke arah depan padahal saat itu kendaraan sedang ramai. Saya memang melihat ketika dipertigaan ada motor yang seperti memperhatikan bajaj yang kami tumpangi, tapi tentu saya tidak menaruh curiga. Siapa sangka ternyata HP saya raib dalam hitungan 1-2 detik.

Usut punya usut ternyata menurut supir bajaj yang saya tumpangi, statsiun Cikini itu memang rawan, sering terjadi aksi pencurian. Hal tersebut ternyata sama dengan apa yang diutarakan oleh Bapak saya, ternyata ada model pencurian seperti itu. Pencurinya tersebut sudah sangat ahli dan lihai membaca korbannya. Saya memang butuh waktu sejenak untuk kembali berpikir jernih karena yang membuat saya kaget adalah kejadiannya yang begitu cepat. Namun sekarang insyaAllah saya sudah ikhlas, karena mau bagaimanapun itu bukan rejeki saya, saya hanya berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi orang yang mengambilnya. Aamiin.

Nah, saya harap teman-teman dapat waspada agar kejadian yang menimpa saya hari ini tidak terjadi pada anda semua. Dimanapun dan kapanpun terutama di kota-kota besar jangan memperlihatkan barang-barang berharga yang dapat menarik perhatian orang yang hendak berbuat jahat dan meskipun kita di dalam kendaraan sekalipun kita tetap berhati-hati karena rupanya orang yang kurang baik itu kini sudah nekat melakukan aksinya. Apabila memang kita sedang tertimpa musibah seperti saya, ada baiknya kita segera meminta bantuan teman untuk mengubah semua password yang berhubungan dengan komunikasi yang kita gunakan agar tidak disalah gunakan, dan lakukan backup data terutama data nomor telepon pada email agar ketika HP hilang, kita masih bisa me-restore kembali.

Demikianlah kisah saya hari ini, semoga kita semua dapat memetik pelajaran berharga dari kejadian tersebut dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dimanapun berada. Aamiin.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 465,966 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

March 2014
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: