//
you're reading...
Other, Tips

HP Ku Sayang, HP Ku Malang

Saya termasuk orang yang sangat tergantung dengan keberadaan HP. HP bagi saya seperti pasangan ketiga setelah motor. Beberapa kali saya harus putar balik ke rumah hanya untuk mengambil HP yang ketinggalan. Seharian tanpa HP rasanya garink, terasa ada yang kurang. Itulah sebabnya saya sangat menyayangi HP yang sudah menemani aktivitas saya hampir seharian penuh. Fungsi HP bagi saya sangat banyak, yaitu sebagai alat komunikasi tentunya, pengganti catatan, sebagai alarm atau untuk bermain games. Dan baru-baru ini saya baru saja melakukan dua hal keteldoran yang membuat HP saya amat malang, HP yang sangat saya sayangi itu tanpa sengaja tercuci dan yang lebih parah lagi hilang tercuri. Karena kejadian tersebut, saya mulai membuka kembali HP lama yang sudah saya museumkan untuk mengingat kembali. Masing-masing HP mempunyai cerita sendiri, berikut adalah HP yang sudah menemani saya sejak tahun 2005 hingga saat ini:

1. Siemens C45 (Tahun 2003-2005)

Siemens C45, Sumber: http://www.ngfeurope.com

Inilah HP pertama saya dulu, bentuknya mungil, lucu karena bulat dan casingnya keren warna-warni. HP ini menemani saya ketika masih menjadi mahasiswa mulai dari tingkat pertama hingga tingkat ketiga. Ringtonesnya saat itu masih monoponik. Saya inget banget ketika baru pertama kali punya HP ini, ada sms or telepon masuk rasanya seneng sampe buru-buru ngangkat gitu alias norak hehe. Saat itu harga kartu perdana mahal banget, saya harus membeli kartu perdana yang seharga Rp. 100.000,- dengan pulsa sebesar Rp. 80.000,- kalau tidak salah ingat. Dulu tidak ada harga pulsa 20.000 atau bahkan 5000 rupiah seperti saat  ini. Hingga 2005 seingat saya harga pulsa termurah masih Rp. 50.000,-. Sayang Siemens C45 dan nomor saya yang seharga 100ribu itu (lebay) hilang dicuri orang. Yang dicuri satu  tas berikut dompet, buku dan baju. Jadi saya pulang ke rumah hanya membawa badan saja. Makanya saya masih ingat sampai sekarang dengan Siemens C45 yang sekarang berubah menjadi BenQ.

2. Motorola (Tahun 2005-2006)

Karena Siemens hilang entah kemana, hampir seminggu itu saya nangis sedih karena ‘gak punya HP. Akhirnya Bapak yang ‘gak tega melihat anaknya galau membelikan saya HP baru, yaitu Motorola, tapi saya lupa yang tipe berapa. Saya inget harganya sekitar Rp. 500.000,- rupiah dan itu bukan HP baru melainkan HP second. Saya masih trauma peristiwa raibnya si Siemens jadi saya ‘gak mau beli HP baru untuk saat itu. Motorola ini ringtonesnya sudah mulai poliponik, layarnya sudah mulai berwarna dan mempunyai fasilitas recorder. Tak banyak yang saya ingat tentang Motorola, sampai sekarang saya tidak ingat dikemanakan HP itu setelah satu tahun lebih memakainya hehe.

3. Sony Ericsson K750i (Tahun 2006-2009)

Sony Ericsson K750i

Sony Ericsson K750i, masih ada sampai sekarang

Setelah lulus kuliah saya langsung bekerja pada sebuah konsultan yang bergerak di bidang pembangunan. Gaji pertama yang saya peroleh dari hasil bekerja di konsultan waktu itu langsung saya belikan HP baru Soner K750i dengan harga Rp. 1.750.000,-. Itu pertama kalinya saya membeli HP yang harganya jutaan. Waw keren banget menurut saya waktu itu, karena HP soner yang ini imut bentuknya, kualitas gambarnya bagus dengan kamera 2 MP, Poliponik pastinya dan dapat menampilkan gambar bergerak pada wallpapernya. Cukup lama saya memakai HP ini, hampir tiga tahun lamanya. HP yang ini sering menjadi pilihan teman-teman untuk memotret karena bagus katanya hasilnya. Hp ini juga yang menemani saya bekerja di Kediri. Saya sangat menyukai tipe soner yang satu ini karena multi fungsi, bisa untuk mendengarkan musik dan bisa untuk nonton film. Memory cardnya dulu masih berkisar 512 MB belum sampai yang 1 GB. Sampai sekarang HP ini masih ada walaupun sudah tergores disana-sini karena pada tahun 2009 saya hibahkan kepada adik.

4. Motorola CDMA (2008-2009)

Motorola jenis CDMA ini saya gunakan untuk kontak dengan mantan pacar yang sekarang jadi suami saya hehe. Saya lagi-lagi lupa sama tipenya, yang saya ingat layarnya biru, bentuknya hampir sama speerti Siemens, ringtonesnya masih monoponik dan keypadnya sangat keras sehingga membuat saya malas untuk mengetik sms. Saya mebeli HP ini dalam bentuk second, tapi kondisinya masih bagus, harganya juga murah, waktu itu sekitar Rp. 300.000an. Sayang, HP ini juga dicuri orang ketika sedang berlangsung prosesi lamaran di rumah saya. Kebetulan saat itu sedang banyak orang di rumah dan ternyata hal tersebut dimanfaatkan oleh seseorang yang melihat kelengahan saya dan keluarga.

5. Samsung Bxxx  (Tahun 2008-2012)

Samsung Tipe Bxxx (saya lupa tipenya)

Samsung Tipe Bxxx (saya lupa tipenya)

Samsung ini kecil, ringan, sangat asik untuk telepon dan SMSan. Saya lupa sama tipenya jadi ditulis tipe Bxxx aja ya. Hp ini saya beli seharga Rp. 200.000,- dan saya gunakan untuk nomor yang berhubungan dengan kantor. Banyak partner kerja yang memiliki nomor dari provider lain sehingga membuat saya membeli nomor baru yang sama dengan mereka supaya tidak boros pulsa. Karena bentuknya yang kecil memudahkan saya untuk memasukan kantong jadi kalau ada telepon tinggal angkat. HP ini menemani hari-hari saya selama 4 tahun lama sebelum akhirnya dia tidak bisa menyala lagi dan saya tidak tahu mengapa.

6. Sony Ericsson W960i (Tahun 2009-2012)

Sony Ericsson W960i juga masih ada sampai sekarang

Sony Ericsson W960i juga masih ada sampai sekarang

Pertama diceritain sama temen mengenai HP ini saya langsung naksir. Seri walkman dari Soner ini pasti ok punya bagi orang yang senang mendengarkan musik atau nonton video. Keunggulannya antara lain: layarnya sudah mulai menggunakan layar sentuh (touch screen), kameranya sudah 3.2 MP walaupun kualitasnya masih lebih bagus seri K, karena menurut teman saya kalau seri walkman kameranya memang kurang bagus karena tidak ditujukan untuk memfoto. Kemudian operasionalnya sudah menggunakan symbian OS, sehingga saya bisa membuka PDF, word atau excel di HP ini. Hanya saja  harganya itu sangat mahal buat saya, Rp 3.250.000,- saat itu. Saya sempet berfikir dua kali untuk membelinya, karena bisa-bisa menguras tabungan yang susah payah dikumpulin di perantauan. Akhirnya karena ‘gak tahan sama godaan si Soner, sayapun meminangnya di awal tahun 2009. Saat itu HP yang saya punya adalah HP termahal di lingkungan kantor saya (eciehhh) sebelum akhirnya si bos beli HP Blackberry yang waktu itu kelihatan wah banget. Tapi saya gak nyesel lho beli HP ini karena selain musicnya ok, bisa buat nonton film yang sudah diconvert dan ternyata si soner ini bandel banget karena sampai sekarang masih hidup setelah lima tahun digunakan. Saya ingat, hanya sekali saja saya harus mengupgrade softwarenya lantaran nge-hang ketika tahun 2011. Setelah itu sampai sekarang masih selamat sentosa. Si soner yang ini saya hibahkan ke adik (adik dapetnya yang turunan mulu ya hehe).

7. Nokia (Tahun 2012)

Nokia, saya lupa tipe berapa

Nokia, saya lupa tipe berapa

Nokia symbian yang satu ini diwariskan dari suami karena kebetulan HP saya yang Samsung kecil itu sudah out of date untuk nomor yang satu lagi. Memakai HP ini agak membuat pegal jari ketika mengetik SMS or kalau mau internetan. Maklum karena tidak memiliki jaringan 3G dan HSDPA, sebanding dengan harganya yang waktu itu dibeli sekitar Rp. 500.000-an. Hampir setahun saya memakai HP ini, meskipun begitu kualitas gambarnya cukup bagus, saya sering menggunakan kamera HP ini untuk memoto ALfian yang masih bayi. Musicnya juga lumayan untuk harga HP yang terbilang murah ini. Saya memakai HP ini setahun sebelum akhirnya saya berikan kepada Bapak saya hehe dapet turunan juga deh si Bapak hehe.

8. Samsung Galaxy Young (Tahun 2012-2014)

Samsung Galaxy Young setelah tercuci, alhamdulillah bisa hidup lagi

Samsung Galaxy Young setelah tercuci, alhamdulillah bisa hidup lagi

Nah, ini dia si Mas Samsung yang saya cuci hehe. HP ini bermakna banget buat saya, maklum saya mendapatkannya gratis dari hadiah lomba hehe. HP ini telah berjasa memperkenalkan saya dengan android, agak gaptek pertama kali menggunakannya sampai saya tanya sana-sini ke temen. Dua tahun lamanya saya menggunakan si mas Samsung untuk menemani hari-hari saya bekerja di lapangan atau di rumah. Gambarnya oke lebih bagus dari walkman atau soner seri K (ya iyalah jeng!) dan yang lebih seru lagi saya bisa whatsup-an hehe, akhirnya bisa OL deh. Makanya agak sedih pas si Mas nyemplung di mesin cuci, dasar ceroboh memang. Semua itu terjadi karena keteledoran saya. Ketika mengangkat HP yang mulai lep-lepan (baca: lampu kedip-kedip sekarat) dari timbunan pakaian plus busa deterjen yang akhirnya mati di tangan sungguh membuat saya galau seharian. Kalau diibaratkan seperti habis perang terus rekan kita tertembak kemudian rekan kita itu menghembuskan nafas terakhir dipangkuan kita. Hiks… Hiks…. So sad (lebay bingits).

Pertolongan pertama setelah tercebur,lepas semua atributnya dan keringkan

Pertolongan pertama setelah tercebur,lepas semua atributnya dan keringkan

Menghadapi mas Samsung yang mulai coma, sayapun bergegas mencopot casing dan baterai si mas sambil ngibrit setengah panik dari mesin cuci ke kamar mencari kain yang kering. Wah ternyata mas Samsung tenggelam tak berdaya, banyak air yang masuk ke organnya terutama layar LCD. Pertolongan pertama yang saya lakukan saat itu adalah menjemurnya di atas rice cooker setelah mengeringkannya terlebih dahulu dengan kain kering, soalnya rice cooker kan hangat sehingga bisa jadi alternative pengeringan ketika cuaca sedang mendung. Sambil harap-harap cemas plus mengutuk keteledoran diri sendiri saya harus rela meninggalkan si mas untuk pergi bekerja. Selama proses mati surinya itu, saya mendapat banyak masukan dari teman-teman untuk menimbunnya ke dalam beras (BERAS LHO BUKAN AIR BERAS!). Mengapa beras? Karena beras bersifat hidroskopis (bener ga nih?) yang mampu menyerap air. Beruntung Bapak saya dengan senang hati merawat si mas ketika saya bekerja, bapak menjemur si mas di atas genting. Ketika saya pulang kerja saya mendapati si mas mulai menunjukan tanda-tanda lebih baik dari keadaan sebelumnya, air yang ada pada LCD tinggal sedikit.

Jejak air pada LCD masih ada, tapi dia dapat hidup kembali

Jejak air pada LCD masih ada, tapi dia dapat hidup kembali

Saya pun segera melakukan apa yang disarankan oleh teman-teman yaitu menimbun si mas ke dalam beras. Saya membiarkan si mas di sana selama dua hari lamanya. Setelah dua hari jejak air masih terlihat pada LCD. Hingga saat itu saya masih belum berani untuk menyalakan. Oleh adik, Si mas kembali di jemur di atas TV. Setelah kurang lebih dua hari dia dijemur di sana, adik mencoba menghidupkan kembali si mas, dan Alhamdulillah ternyata si mas bisa hidup lagi meskipun jejak air masih ada di sana. Saya sudah sangat takut sekali karena beberapa teman yang pernah mengalami hal yang sama, HPnya tidak akan menyala lagi. Ini pelajaran buat saya supaya tidak teledor lagi.

9. Polytron Quadra V (Januari 2014-Maret 2014)

HP paling sebentar singgah di tangan

Polytron Quadra V, HP paling sebentar singgah di tangan karena tercuri

Nah, HP ini baru saja tiga bulan menemani hari-hari saya. Karena kejadian kemarin akhirnya mbak Poly sudah berpindah tangan ke pemilik yang lain. Lagi-lagi ini menjadi pelajaran bagi saya. Saya membeli mbak Poly dengan harga Rp. 2.350.000,- waktu itu sedang promo sehingga mendapatkan casing, simcard dan memory card gratis. Saya membeli mbak poly untuk keperluan ngeblog, karena layarnya yang besar memudahkan saya untuk mengetik tulisan ketika di perjalanan karena menggunakan HP yang lebih kecil sering sekali jarinya jadi siwer sehingga salah pencet terus. Mbak poly cukup berat dibanding HP dengan spec yang sama, jadi kalau jatuh kedengeran banget. Terus cameranya juga menurut saya bagus karena sudah ada pengaturan focus dan eksposur, teman-teman juga sering meminjam camernya mbak Poly untuk foto-foto. Pokoknya puas banget pake mbak Poly, tapi kini saya udah ikhlas semoga mbak Poly ditempat baru lebih terawatt ketimbang dengan saya.

Itulah beberapa deretan HP yang sudah menemani hari-hari saya sejak tahun 2003. Saya termasuk orang yang sangat menyayangi benda-benda yang dengan susah payah memperolehnya dan termasuk orang yang tidak tega untuk menjualnya kembali. Namun terlepas dari hal tersebut sebuah benda tetaplah benda, kita harus menjaga dan menyayanginya tetapi tidak boleh berlebihan karena ketika benda itu sudah tidak menjadi milik kita lagi tentu kita tidak akan merasa kehilangan.

Semoga postingan ini bermanfaat ya. Terimakasih.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

13 thoughts on “HP Ku Sayang, HP Ku Malang

  1. Wah banyak banget HP nya, jadi 1 Hp satu masa yah?

    Posted by kaprilyanto | March 14, 2014, 10:44 pm
  2. Mbak itu ganti hapenya sampe bejibun gitu??
    Biasanya beli hape baru atau second Mbak?

    Posted by Ika Hardiyan Aksari | March 14, 2014, 11:05 pm
    • itu kan gantianya ga tiap tahun mak, ada yang tiga sampai lima tahun kok makenya, itu mah koleksi aku hehe yg sudah pada ga dipake jadinya saya simpen. Kalo awal2 sy beli second, tapi sekarang2 beli yg ori sepanjang masih mampu mak

      Posted by evrinasp | March 14, 2014, 11:21 pm
  3. semua punya sejarah masing2 ya ev, paling bener tuh “adik selalu dapet turunan” hehehehe, dimana2 sama ya…🙂 salam kenal buat pengganti hape Quadra nya🙂

    Posted by rodamemn | March 16, 2014, 5:14 am
  4. Wah dlu aku jg pernah pake Sony Ericsson W960i mak.. Sama kite😛
    Skr saatnya ganti hp baru mak, Samsung galaxy bote Maybe😉

    Posted by momtraveler | March 16, 2014, 6:45 am
  5. Waahh mak, sampe hafal gitu sih saya mah boro-borooo :p
    Saya ga jodoh sama hp merek2 lain kecuali Nokia, soalnya beli merek lain seringkali bermasalah..

    Posted by Arifah Abdul Majid | March 19, 2014, 3:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: