//
you're reading...
Contest

Mengolah Sampah: Mengubah Masalah Menjadi Sumberdaya

Beberapa bulan yang lalu saya pernah mengikuti petugas irigasi yang bernama Pak Oji. Beliau meminta saya mengikutinya untuk menjadi saksi betapa berat pekerjaannya dalam menjaga lingkungan di sekitar pengairan. Sayapun menyanggupi permintaannya. Pak Oji mulai menyusuri jaringan irigasi desa yang nantinya akan berujung pada jaringan irigasi usaha tani. Pada awalnya saya merasa pekerjaan Pak Oji ini wajar saja karena para petani dikelompoknya sudah membayar jasa yang dilakukan Pak Oji tiap bulannya. Tetapi setelah hampir setengah perjalanan sayapun terkejut melihat tumpukan sampah yang dibuang begitu saja oleh warga kearah jaringan irigasi. Bahkan sampai ada yang membuat jalur seperti konveyer agar sampah dapat meluncur dengan bebas menuju aliran irigasi. Rupanya hal inilah yang selama ini dikeluhkan oleh Pak Oji. Beliau sudah pernah menyampaikan hal tersebut kepada pihak yang terkait di sekitar lingkungan itu namun belum ada tindak lanjut hingga saat ini.

Kegiatan Pak Oji Membersihkan Jaringan Irigasi Desa

Kegiatan Pak Oji Membersihkan Jaringan Irigasi Desa

Senada dengan apa yang dialami oleh Pak Oji, tumpukan sampah juga mendera di kampung tempat tinggal saya. Lahan yang sekarang dijadikan tempat pembuangan sampah illegal dulunya adalah sawah yang hijau. Sayangnya aparat desa kurang tegas dalam menangani masalah ini ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar mereka. Hanya ada beberapa warga yang terlihat membakar tumpukan sampah itu agar tidak menggunung, Langkah itu sebenarnya bukan solusi yang tepat karena membakar sampah terutama sampah anorganik dapat melepaskan gas berbahaya ke udara yang dapat membahayakan masyarakat itu sendiri.

Apabila tidak dikelola dengan baik sampah akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah apabila sampah tidak dikelola dengan baik, karena menurut perhitungan, rata-rata penduduk Indonesia dapat menghasilkan sampah sekitar 2,5 liter per hari atau 625 juta liter dari total jumlah penduduk [1]. Bahkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 122 tempat sampah sebesar Gelora Bung Karno (GBK) setiap tahun untuk menampung sampah yang tidak terangkut sebanyak 58% tiap tahunnya [2].

Bukankah hal tersebut sangat mengerikan? Begitu banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari apabila tidak mampu ditangani tentunya akan memberikan dampak buruk bagi kita. Sampah yang menumpuk tanpa pengelolaan lebih lanjut dapat mencemari lingkungan karena mengandung B3 (bahan beracun berbahaya) yang dapat mengkontaminasi tanah, air dan udara. Logam berat yang terkandung pada sampah seperti arsenat, timbal, dan kadmium yang tinggi dapat menurunkan kualitas sanitasi serta mempengaruhi udara di sekitarnya [3]. Sampah juga dapat menimbulkan ancaman penyakit seperti gatal-gatal, gangguan pernapasan, diare dan sebagainya. Tidak hanya itu keberadaan sampah juga dapat mengganggu keindahan lingkungan. Dibeberapa sudut jalan yang sudah tertata rapih akan terkesan kumuh apabila masih ditemukan beberapa sampah yang berserakan. Sampah inilah yang juga menjadi faktor penyebab terjadinya banjir karena menyumbat aliran drainase di sekitar jalan.

Pengaruh Sampah Terhadap Lingkungan, Gambar Bakteri diambil dari: www.merdeka.com

Pengaruh Sampah Terhadap Lingkungan, Gambar Bakteri diambil dari: http://www.merdeka.com

Oleh karena itu kita tidak boleh berdiam diri saja dalam menghadapi permasalahan sampah ini. Agar kita dapat mengelola sampah dengan baik maka kita perlu mengetahui jenis-jenis sampah yang ada di sekitar untuk kemudian dipilah dan diolah lebih lanjut.

Beberapa Jenis Sampah di Sekitar Kita

Sampah yang kita hasilkan sehari-hari sebenarnya dapat kita kelola dengan baik asalkan mengetahui jenis sampah dan cara penanganannya sehingga sampah dapat dikelola menjadi produk yang lebih berguna melalui proses daur ulang atau melalui proses penguraian. Berikut adalah beberapa jenis sampah yang bisa kita kelola menjadi sumberdaya menurut Kaleka (2010):

  1. Sampah berdasarkan bentuk, yaitu sampah padat, cair dan gas
  2. Sampah berdasarkan zat kimia yang dikandungnya, yaitu sampah organik dan anorganik, dimana sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makanan, hewan, sisa tumbuhan yang dapat mengurai dengan sendirinya, sedangkan sampai anorganik adalah sampah yang bukan berasal dari makhluk hidup sehingga tidak dapat mengurai dengan sendirinya seperti logam, besi, pecahan kaca, gelas dan plastik
  3. Sampah berdasarkan sumbernya, yaitu sampah rumah tangga, sampah perkantoran, sampah industri, sampah pertanian dan peternakan, sampah pertambangan, dan sampah tempat umum seperti pasar, rumah sakit dan jalan raya.

Nah, setelah mengetahui beberapa jenis sampah tersebut, maka kita bisa memulai untuk mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat.

Mengolah Sampah Menjadi Produk 3M (Mudah, Murah, Menghasilkan)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, apabila sampah dikelola dengan baik maka akan menjadi produk yang bermanfaat bahkan bisa menjadi sumber energi. Untuk memudahkan pengelolaan, kita dapat mengacu pada sampah berdasarkan zat kimianya yaitu sampah organik dan anorganik. Berikut adalah beberapa cara mengolah sampah yang merupakan masalah menjadi produk yang menghasilkan:

A. Mengolah sampah organik menjadi pupuk

Sampah organik bisa kita dapat dengan mudah dari sampah rumah tangga, sisa-sisa tumbuhan maupun kotoran hewan. Saya mengolah sampah organik yang berasal dari sayuran sisa dapur dengan bantuan bioaktivator atau agen pengurai. Bioaktivator ini sangat mudah didapat serta mudah dibuat sehingga pembuatan pupuk sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun termasuk ibu-ibu rumah tangga. Berikut adalah beberapa bentuk pupuk yang dapat kita hasilkan dari sampah organik:

a. Pupuk cair

Cara pembuatan pupuk cair dari sampah rumah tangga sangatlah mudah, yaitu cukup mencampurkan air cucian beras (air tajin), air tanah atau air dari sumur, gula merah atau gula pasir (gula tebu), ragi (sebagai bioaktivator) serta sampah organik (sampah sayuran) yang sudah dipotong-potong terlebih dahulu. Campurkan dan aduk semua bahan tersebut hingga rata, kemudian masukan ke dalam karung. Karung tersebut dimasukan ke dalam ember yang dibagian bawahnya sudah diberi keran sebagai tempat untuk mengeluarkan pupuk cair. Setelah 7-10 hari pupuk cair sudah dapat digunakan. Angkat ampas yang terdapat dalam karung dan pindahkan pupuk cair ke dalam wadah. Bahan yang terdapat dalam karung masih bisa kita gunakan sebagai kompos setelah dikeringkan.

Aplikasi pemakaian pupuk cairnya juga sangat mudah, cukup mencampurkan satu gelas pupuk cair ukuran 250 ml dengan 5 liter air. Larutan pupuk cair organikpun siap untuk diaplikasikan pada tanaman. Pupuk cair organik ini memiliki nilai jual Rp. 10.000,- untuk ukuran 650 ml.

Pembuatan Pupuk Cair Organik

Pembuatan Pupuk Cair Organik

b. Kompos

Sama sepertihalnya pupuk organik, pembuatan kompos juga relatif mudah dilakukan oleh siapapun. Bahannya juga masih menggunakan bahan organik. Proses pengomposan selain bermanfaat untuk pembuatan pupuk juga bermanfaat untuk mengubah limbah yang berbahaya, seperti misalnya tinja, sampah, dan limbah cair lain menjadi bahan yang aman dan bermanfaat. Berikut adalah cara pembuatan kompos skala keluarga:

Proses Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

Proses Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga

  1. Siapkan komposter atau wadah untuk pengomposan sampah rumah tangga, bisa terbuat dari ember, karung maupun kardus. Saya menggunakan kardus sebagai wadah pembuatan kompos karena mudah diperoleh
  2. Beri lapisan sekam, jerami atau serbuk gergaji setebal 5 cm pada dasar wadah yang berfungsi menyerap air selama proses pengomposan
  3. Kompos yang sudah jadi diletakkan di atas lapisan dasar sebagai starter
  4. Cacah sampah organik hingga ukuran kecil untuk memudahkan penguraian kemudian berikan bioaktivator dan aduk hingga rata
  5. Masukan sampah organik di atas starter
  6. Tambahkan lagi lapisan kompos yang sudah jadi di atas lapisan sampah organik tersebut
  7. Gunakan penutup yang memiliki lubang seperti kasa nyamuk agar udara dapat keluar
  8. Lakukan pembalikan dan pengadukan seminggu setelahnya agar proses penguraian merata. Kompos dapat digunakan dua minggu berikutnya. Lama tidaknya proses pengomposan tergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah jenis bioaktivator.

Sama sepertihalnya pupuk cair organik, kompos juga memiliki nilai jual dengan harga jual mencapai Rp. 10.000-15.000,- per karung.

B. Mengubah sampah anorganik menjadi produk kerajinan tangan

Sampah anorganik berbahan dasar plastik dapat kita olah lebih lanjut menjadi produk kerajinan tangan yang unik dan menghasilkan. Contohnya adalah bros, tas plastik, dompet, hiasan ruangan dan lain sebagainya. Agar kualitas sampah plastik yang digunakan sebagai bahan kerajinan ini tidak rusak, maka pisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal supaya sampah plastik tersebut tidak terkontaminasi sampah yang lain.

Proses pengolahan sampah plastik ini sudah dilakukan oleh beberapa orang pelaku usaha yang memang concern dalam pengelolaan sampah. Seperti yang telah dilakukan oleh ibu rumah tangga sekaligus kader lingkungan di desanya di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor yang mengolah kemasan bekas suatu produk menjadi barang kerajinan tangan. Mereka adalah Ibu Juju yang berhasil mengolah sampah plastik menjadi bros, kemudian Ibu Ani yang mengolah sampah menjadi hiasan jendela, serta Ibu Erna yang mengolah sampah menjadi tas. Sampah plastik yang digunakan sebagai bahan dipilih dan diperlakukan sebaik mungkin agar tidak rusak. Sampah ini diperoleh dari kegiatan keseharian mereka sehingga mereka tidak perlu pusing untuk mencari bahan. Contohnya Ibu Ani, Ia tidak perlu mencari sampah untuk bahan pembuatan hiasan dinding, dia cukup menggunakan sampah plastik yang dihasilkan pada kesehariannya. Misalnya Ia mengumpulkan sampah yang berasal dari bungkus kopi untuk dibentuk hiasan dinding berbentuk ikan. Kerajinan yang berasal dari sampah ini memberikan pemasukan bagi Ibu Juju, Ibu Ani maupun Ibu Erna. Mereka seringkali diundang sebagai narasumber untuk melatih dan mengajarkan pengolahan sampah menjadi produk kerajinan tangan berkat kepiawaiannya dalam mengolah sampah.

Bros ini terbuat dari sampah plastik

Bros produk Ibu Juju terbuat dari sampah plastik

Kerajinan tangan dibuat oleh Ibu Ani

Kerajinan tangan dibuat oleh Ibu Ani

Tas dari kemasan bekas oleh Ibu Erna

Tas dari kemasan bekas oleh Ibu Erna

C. Memanfaatkan sampah menjadi sumber bahan bakar alternatif

Briket arang dari sampah organik dapat dihasilkan melalui proses pembakaran dedaunan dan bahan organik lain dengan menggunakan drum. Arang dari hasil pembakaran nantinya dibentuk dengan tepung kanji agar menyatu dan dicetak dengan menggunakan seng berbentuk silinder. Tidak hanya sampah organik, sampah anorganik yang berasal dari kantong plastik dan botol plastik dapat diolah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Hal tersebut telah dilakukan oleh sebuah perusahaan di Niagara Falls, New York, Amerika Serikat. Perusahaan tersebut berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan katalis yang dipatenkan untuk menguapkan cairan kental dan mengurai plastik menjadi unsur-unsur paling dasar. Dari proses penguapan dan penguraian tersebut mampu menghasilkan sekitar 86 persen bahan bakar alternatif.

Pembuatan pupuk, aksesoris dari sampah serta bahan bakar alternatif ini dapat menjadi salah satu sumber energi, menambah pemasukan sekaligus menjadi solusi dalam rangka mengurangi jumlah sampah yang terus meningkat.

3M alias Mudah, Murah dan Menghasilkan bukan?

Peduli Lingkungan Bersama WWF

Banyak cara dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan ini, seperti yang sudah dilakukan oleh WWF-Indonesia yang merupakan LSM konservasi alam terbesar dan tertua di Indonesia sejak 52 tahun yang lalu. LSM yang sejak tahun 2006 didukung oleh lebih dari 54000 suporter ini memiliki 28 kantor wilayah dari Aceh hingga Papua. WWF-Indonesia memiliki tujuan mulia dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan yaitu untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi serta membangun masa depan, dimana manusia dapat hidup selaras dengan alam.

Tujuan mulia tersebut tertuang dalam visinya yang berbunyi Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan di masa mendatang”. untuk mewujudkan visinya, WWF-Indonesia mengemban misi yang tak kalah pentingnya yaitu untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak yang disebabkan manusia. Upaya konservasi yang dilakukan oleh WWF meliputi program iklim dan energi, program kehutanan-spesies, dan program kelautan-spesies.

WWF-Indonesia dengan terbuka mengajak kita warga Indonesia untuk turut serta membantu mereka melestarikan lingkungan dengan cara berikut ini (dikutip dari website WWF-Indonesia):

Ayo bergabung bersama WWF Indonesia

Ayo bergabung bersama WWF Indonesia

1. Bergabung menjadi supporter

Dengan bergabung menjadi supporter berarti kita mendukung visi dan misi WWF dalam upaya konservasi alam. Program ini merupakan upaya penyadartahuan masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus upaya penggalangan dana demi kesinambungan kerja konservasi yang dilakukan WWF.

2. Menjadi Fundraiser WWF

Sejak tahun 2006, WWF Indonesia melakukan perekrutan calon supporter WWF diseluruh wilayah Indonesia melalui program Direct Debit Donor Program sebagai upaya konservasi alam di Indonesia. Dana yang  telah terkumpul dari setiap individu yang  bergabung seluruhnya akan digunakan untuk fasilitasi kegiatan ilmiah konservasi dilapangan.

3. Melakukan Corporate Partnership

WWF-Indonesia telah mengembangkan model kemitraan yang inovatif untuk bekerjasama dengan perusahaan dalam upaya bersama menjaga, melestarikan dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Program Corporate Partnership dibuat demi menjawab tantangan konservasi mandiri dimana melalui kerjasama yang berkualitas dan berkesinambungan, konservasi dan dunia usaha dapat berjalan seiring dalam upaya menjaga bumi tetap hijau.

4. Panda Mobile

Merupakan truk dengan enam roda yang digunakan WWF-Indonesia untuk melakukan kegiatan konservasi pada area publik. Panda Mobile ini membawa misi untuk menyebarkan pesan konservasi kepada publik Indonesia melalui kegiatan kampanye dan edukasi serta melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan alam Indonesia dengan cara berdonasi melalui program fundraising yang diusung dalam WWF Panda Mobile. Jangkauan WWF Panda Mobile meliputi: Jabodetabek, Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali.

5. Kurangi Dampak Lingkungan

WWF secara nyata mengajak kita untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini dapat kita mulai dari aktivitas paling sederhana dengan berhemat energi, hemat air, hemat kayu dan kertas, serta kurangi, pakai lagi dan daur ulang (Reduce, Reuse and Recycle).

7. Bekerja bersama dengan WWF dan ikuti kegiatannya

Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh WWF berarti kita turut serta mengkampanyekan kelestarian lingkungan dalam upaya menyadarkan masyarakat dalam menjaga lingkungan agar terus lestari. Seperti peran serta para blogger dalam kegiatan yang diusung oleh WWF-Indonesia bekerja sama dengan Blogdetik pada acara Blogger Bicara Lingkungan tanggal 16 Maret 2014 kemarin di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 blogger dengan mengangkat isu seputar lingkungan hingga isu calon legislatif yang peduli lingkungan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini mengungkapkan peran serta blogger dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Nah, kita juga jangan mau kalah. Saya yakin kalau kita juga bisa menjaga serta melestarikan lingkungan demi generasi penerus bangsa.

Apa yang dapat Aku dan Kamu Lakukan?

Jika WWF-Indonesia sudah lebih dari 50 tahun yang lalu melakukan aksinya demi menjaga kelestarian lingkungan, maka kini saatnya kita bergerak sebelum semuanya terlambat. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang paling sederhana mungkin, baik itu menghemat energi, penggunaan kertas, konsumsi air serta pemakaian produk.

Terkait dengan mengatasi permasalahan sampah, maka hal-hal yang dapat kita lakukan diantaranya:

Lestarikan Lingkungan dengan Menggunakan Green Product & Terapkan 3R

Lestarikan Lingkungan dengan Menggunakan Green Product & Terapkan 3R

  1. Gunakanlah Green Product yang ramah lingkungan, aman dikonsumsi, aman bagi kesehatan dan lingkungan. Green product adalah barang-barang yang menggunakan material ramah lingkungan, bisa didaur ulang, dan menggunakan manajemen pengelolaan sampah yang baik. Kemasan ramah lingkungan ini biasa disebut dengan sustainable packaging.
  2. Untuk mengurangi sampah plastik (Reduce), kita dapat menggunakan tas berbahan kain yang dapat dipakai berkali-kali atau jika memang ingin menggunakan plastik maka gunakanlah plastik biodegradable yang dapat terurai dengan sendirinya.
  3. Gunakan kembali (Reuse) sampah anorganik yang masih layak untuk digunakan, misalnya digunakan sebagai wadah tanaman
  4. Pisahkan sampah organik dengan anorganik. Lakukan pengolahan lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat (Recycle), contohnya membuat kerajinan tangan dari plastik
  5. Tanamkan rasa mencintai lingkungan sejak dini kepada anak-anak dengan melakukan penanaman dan pemeliharaan lingkungan di sekitar mereka
  6. Lakukan gerakan secara bersama-sama minimal pada lingkup yang kecil terlebih dahulu agar menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya. misalnya kerja bakti bersama-sama membersihkan lingkungan di tingkat RT
  7. Tulis dan sebarkan semangat untuk mencintai lingkungan melalui blog, surat kabar, majalah, forum diskusi, komunitas dan melalui apapun yang kita bisa agar dapat menginspirasi serta pengingat bagi yang lainnya
Yuk, Cintai Lingkungan

Yuk, Cintai Lingkungan

Untuk menjaga lingkungan tentu kita tidak dapat berdiri sendiri, ketika rakyat sudah mulai bergerak tetapi pemerintah tidak mendukung maka tujuan mulia untuk menjaga lingkungan akan sulit tercapai. Berkaitan dengan pemilu tahun 2014 ini, ada sebuah harapan yang ingin saya sampaikan bagi calon pemimpin terpilih terkait dengan lingkungan. Diharapkan pemimpin terpilih memiliki kebijakan yang berpihak pada lingkungan dalam salah satu visi misinya. Oleh karena itu seorang pemimpin wajib mengetahui dan memahami dasar hukum RTRW (rencana tata ruang wilayah) sehingga Ia mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta tidak merusak lingkungan. Saya sadar memimpin dan membuat kebijakan tidaklah mudah, tetapi hal tersebut bukanlah menjadi hambatan karena seorang pemimpin dalam bekerja difasilitasi oleh beberapa orang staf ahli yang turut serta menganalisa untuk merumuskan kebijakan. Hal yang paling utama adalah pemimpin tersebut harus memahami terlebih dahulu dasar hukum RTRW sehingga dia bisa menuangkannya pada setiap satuan kerja melalui prosedur atau petunjuk yang jelas. Hal itu dikarenakan pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan akibat dari masalah lingkungan yang lebih mendasar yaitu cara pengelolaan lingkungan hidup yang tidak terencana dan tidak terpadu. Oleh karena itu melahirkan kebijakan berdasarkan konsep RTRW yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan sekaligus dapat mensejahterakan masyarakat.

Baiklah teman, kita tidak perlu menunggu besok atau lusa untuk bergerak mengurangi sampah dimuka bumi ini demi kelestarian lingkungan. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang sesederhana mungkin untuk melakukannya sehingga sampah yang dulunya menjadi masalah kini bisa menjadi sumberdaya.

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. -Albert Einstein-

Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Blog “Blogger Peduli Lingkungan” Periode 16-31 Maret 2014 dan alhamdulillah mendapatkan juara 1.

Sumber Informasi:

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

70 thoughts on “Mengolah Sampah: Mengubah Masalah Menjadi Sumberdaya

  1. saya baru saja bikin Pin board dari potongan2 stereofoam + potongan2 kertas buffalo yang tercecer. juga bikin kotak surat untuk dipajang di pintu kamar dari kotak sepatu bekas. sisa kotak sepatu dibikin tempat pensil.

    #RecycleThrashRecycleLife

    Posted by eruvierda | March 24, 2014, 6:43 pm
  2. kereen, ev udah selesai aja, aku baru mau nulis, benar ev aku setuju, mengolah sampah dengan bijak dan cerdas selain ikut menjaga lingkungan juga bisa memberi penghasilan tambahan ya🙂

    Posted by rodamemn | March 24, 2014, 7:00 pm
  3. Keren mak, aku pikir itu bros rajut, ternyata dr sampah plastik. Pengen ada yang memberi pelatihan pengolahan sampah kyk gini deh ke RT tempat tinggalku

    Posted by rahmi | March 24, 2014, 7:30 pm
  4. sudah saatnya kita peduli dengan sampah, dibalik sisi negatif dari sampah tersebut akan ada sisi positifnya🙂

    Posted by Titis Ayuningsih | March 25, 2014, 1:39 am
  5. well, saya belum sampai 3R sampah yg ada
    tapi saya concern terhadap buang sampah pada tempatnya, artikelnya bagus bisa dicoba nih kalau lg ada waktu luang, itung-itung berkreasi jg (yg recycle sampah jadi pernak-pernik)

    Posted by Fazril | March 25, 2014, 6:38 am
  6. artikelnya bagus nih ,walopun belum 3R buang sampah pada tempatnya aja udh sesuatu hal yg bagus ,,

    Posted by mega kartinawati | March 26, 2014, 7:44 am
  7. Option yang baik buat mengolah sampah🙂

    Posted by Ersa | March 27, 2014, 10:04 am
  8. Selamat yaa …blognya menang #IngatLingkungan🙂
    Salam kenal dari Bondowoso

    Posted by wyuliandari | April 4, 2014, 12:05 pm
  9. selamat yah mak..anda Juara🙂

    Posted by srisugiarti | April 4, 2014, 12:11 pm
  10. Selamatt ya makk ^^ tulisannya bagus ^^b

    Posted by Shinta Ries | April 4, 2014, 12:34 pm
  11. selamat ya ev,…emang mantap seriussss🙂

    Posted by rodamemn | April 4, 2014, 12:42 pm
  12. Postingannya memang pantas menang.

    Posted by imamabil | April 4, 2014, 1:10 pm
  13. Wah, selamat ya..
    Atas kemenangan yang diperoleh..

    Posted by Khoiruddin Siregar | April 4, 2014, 1:17 pm
  14. Wah, selamat!!!
    Tulisanmu ini membawa keberkahan..!

    Posted by Khoiruddin Siregar | April 4, 2014, 1:20 pm
  15. wow, sangat menginspirasi..semoga bisa menjadi contoh dan teladan.
    -www.kingmotivation.blogspot.com-

    Posted by king | April 4, 2014, 3:08 pm
  16. Selamat!!!

    Posted by Dian E. Suryaman | April 4, 2014, 3:17 pm
  17. Lengkap banget Mbak. Keren! Pantesan menang. Selamat yaaaa!🙂

    Posted by siti maryamah | April 4, 2014, 10:13 pm
  18. selamat yaa, semoga hadiahnya berkah ^^

    Posted by Ratih Perwita S | April 5, 2014, 6:27 am
  19. Ayo tanamkan rasa sayang dan peduli terhadap alam dan lingkungan hidup.GO GREEN

    Posted by pintupress | April 5, 2014, 8:49 am
  20. selamat yah mba

    Posted by jayboana3 | April 6, 2014, 4:00 am
  21. selamat ya, maaak

    Posted by damae | April 7, 2014, 1:53 am
  22. salam kenal….
    Lama g berselancar banyak ketinggalan moment😦
    btw, selamat ya … that’s inspiratif!

    Posted by elsarugerifm | April 12, 2014, 8:27 am
  23. kereeeennn dan jelasss sekali. selamat juara!

    Posted by alytera | May 9, 2014, 11:58 am
  24. nice artikel… layak dibaca untuk yang masih peduli dengan lingkungan

    Posted by kebuntulip | May 13, 2014, 7:31 am
  25. dari bahan yang tidak berguna seperti sampah setelah diolah dengan seksama serta kreatif menjadi sebuah produk yang tentunya dapat menghasilkan income

    TOSAMO (Tong Sampah Monster) adalah Tong Sampah Karakter dari bahan Fiberglass yang siap melumat segala jenis sampah organik dan non-organik serta limbah lainnya.

    Posted by Tong Sampah | October 3, 2014, 1:42 pm
  26. Reblogged this on Mcdens13's Blog and commented:
    Betapa banyak masalah yang harus kita selesaikan bersama, salah satu masalah yang perlu penangan tepat adalah masalah sampah, hampir disetiap daerah di Indonesia menghadapi masalah yang sama. kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. membuang sampah ke tempat yang sudah ditentukan itu akan membantu mengurangi dampak negatif sampah, selain itu penggunaan produk yang ramah dan aman bagi lingkungan bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini.

    Posted by mcdens13 | November 12, 2014, 10:05 pm
  27. I believe that is one of the most significant information for me.
    And i’m happy reading your article. But want to commentary on some
    common things, The web site taste is great, the articles is really nice : D.
    Good process, cheers

    Posted by jual tas rajut | February 27, 2015, 11:19 pm
  28. Wahhhh terimakasih sharingnya mak, kerennnnnnn..
    Paling sebel lihat orang buang sampah sembarangan deh, mudah2an makin banyak orang2 yang sadar supaya gak buang sampah sembarangan, dan makin banyak juga orang2 kreatif yang bersedia mengolah sampah menjadi barang yang berguna ya mak😀

    Posted by punyapista | July 30, 2015, 6:39 am
  29. Heran juga kita kok nggak ada kapok-kapoknya buang sampah ke saluran air ya? Untung ada orang-orang seperti Pak Oji. Dan untuk pulau Jawa, sepertinya propinsi Jawa Barat dan Banten (DKI mendingan) yang paling parah—ada tanah kosong sedikit, hampir pasti warga sekitar bakal tuang sampah hingga numpuk di sana.

    Posted by kutukamus | October 30, 2015, 1:49 pm
  30. Kreatif banget ya mbak, sampahnya diolah. Hal ini memang sudah banyak yang melakukan. Tapi sayangnya masih ada masyarakat yang lebih memilih membakar sampahnya ketimbang membuang ke tempat pembuangan sampah atau mengolah sampahnya. Padahal dengan membakar itu malah menimbulkan masalah baru untuk bumi.

    Posted by punyapista | April 5, 2016, 8:09 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Mengolah Sampah: Mengubah Masalah Menjadi Sumberdaya | Usaha Mapan - April 5, 2014

  2. Pingback: Berkampanye #IngatLingkungan, Blogger Ini Mendapat Hadiah Rp 5 Juta! | Berita Update Indonesia - April 19, 2014

  3. Pingback: Memanfaatkan Sampah Rumah Tangga Menjadi Sumber Daya | Detysa Nurfazri Kosasih - June 19, 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: