Potensi Buah Pala Kabupaten Bogor

Visit Bogor
Visit Bogor

Bogor atau Buitenzorg dalam bahasa Belanda merupakan salah satu daerah penyangga ibu kota berupa pengembangan pemukiman perkotaan dengan sistem metropolitan Jabodetabek. Posisi geografis di bagian hulu dalam tata air untuk Metropolitan Jabodetabek menjadikan kota hujan ini memiliki fungsi konservasi yang cukup penting. Bogor terbagi menjadi dua wilayah berdasarkan kepemerintahannya yaitu Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Kedua wilayah tersebut menawarkan berbagai pilihan menarik karena memiliki berbagai macam potensi mulai dari sektor agribisnis, wisata alam, hingga wisata kuliner.

Di Kabupaten Bogor sendiri yang wilayahnya sebagian besar dataran bergelombang (sebesar 42,62%) memiliki potensi agribisnis cukup besar. Hal ini didukung dengan luasnya lahan pertanian dengan rincian sebesar 1.006 Ha untuk lahan sawah, 1.479.67 Ha lahan kering, 868.29 Ha lahan pekarangan, dan 309.624 Ha untuk lahan perkebunan. Sedangkan untuk lahan berupa situ dan kolam, memiliki luas sekitar 11.470 Ha [1]. Seperti didaerah lainnya, para pelaku utama yang dalam hal ini adalah petani umumnya tergabung dalam sebuah kelompok tani yang mengusahakan berbagai macam produk ungggulan seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, talas, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain.

Melimpahnya sumber daya alam didukung dengan potensi pasar memberikan peluang bagi sekelompok masyarakat Kabupaten Bogor untuk berusaha pada bidang agribisnis mulai dari on farm (budidaya) hingga off farm (pengolahan hasil). Hal tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Bogor yang ingin mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor menjadi masyarakat yang bertakwa, berdaya dan berbudaya menuju kesejahteraan. Salah satu potensi lokal yang dikembangkan pada wilayah Kabupaten Bogor adalah tanaman pala. Prospek pasar hasil tanaman pala mencapai 70% untuk wilayah kabupaten dan 30% bagi pasar luar daerah. Untuk memenuhi kebutuhan pasar terdapat dua wilayah di Kabupaten Bogor yang bergerak dalam bidang agribisnis tanaman pala yaitu Kecamatan Taman Sari dan Kecamatan Dramaga.

Tanaman Pala
Tanaman Pala

Tanaman pala (Myristica fragan Haitt) adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Banda dan Maluku. Tanaman pala sangat berpotensi untuk dikembangkan karena hampir keseluruhan bagian tanaman dapat dimanfaatkan mulai dari batang, daun, hingga buahnya. Buah pala terdiri dari beberapa bagian yaitu kulit buah, daging buah, fuli dan biji yang keseluruhan mempunyai manfaat dan nilai jual yang berbeda-beda. Kulit buah pala dapat dimanfaatkan untuk bahan tambahan obat pengusir nyamuk; daging buahnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar olahan makanan maupun minuman; dan fuli serta bijinya dapat digunakan untuk minyak atsiri. Itulah sebabnya budidaya tanaman pala menjadi salah satu potensi dan investasi yang luar biasa sehingga bisa menunjang perekonomian di Kabupaten Bogor.

Usaha on farm agribisnis tanaman pala terletak di Kecamatan Taman Sari yang memiliki luas lahan 3187.58 Ha [2]. Topografi lahan dengan kemiringan 20-35% pada kecamatan Tamansari mendukung tanaman pala tumbuh subur di daerah tersebut. Kebanyakan masyarakat Taman Sari memanfaatkan biji buah pala dan fulinya untuk dijemur. Biji pala dan fuli yang telah kering akan dikumpulkan ke pedagang besar pada tiap desa untuk dikirim ke penyulingan minyak atsiri di Cimande dan Sukajaya. Hasil penyulingan minyak Atsiri memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual Rp. 700 ribu  hingga Rp. 1.2 juta [3]. Populasi tanaman pala sebanyak ±1.116 pohon pada tahun 2012 [2] ini tidak hanya memenuhi kebutuhan buah pala di Taman Sari saja, Kecamatan Dramaga yang letaknya bersebelahan dengan Taman Sari juga mendapatkan supply buah pala untuk diolah menjadi beraneka ragam produk pangan maupun minuman.

Petani Pala
Petani Pala

Kecamatan Dramaga tepatnya di Desa Dramaga sejak tahun 1970 telah melakukan pengolahan buah pala. Kegiatan ini terus berkembang sehingga menjadikan desa tersebut sebagai sentra pengolahan buah pala. Produk olahan buah pala yang dihasilkan dapat mencapai ±10 ton per minggu yang akan dipasarkan pada berbagai daerah seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Garut, Cianjur bahkan hingga Sumatera. Pengrajin di Desa Dramaga mampu mengolah buah pala menjadi manisan basah maupun kering dengan kapasitas produksi mencapai ±2 ton buah pala per minggu. Total pengrajin olahan pala yang ada di Desa Dramaga saat ini telah mencapai ±15 orang. Masing-masing pengrajin memberdayakan masyarakat sekitar yang umumnya didominasi oleh kaum ibu untuk melakukan berbagai proses pengolahan manisan pala seperti pengupasan, penjemuran, penggulaan, hingga pengemasan. Adanya usaha olahan buah pala ini telah meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar serta mampu mengangkat nama daerah sebagai sentra penghasil buah pala.

Manisan buah pala
Manisan buah pala

Kini, olahan pala mulai dikembangkan menjadi produk olahan lainnya seperti minuman, sirup, dan permen pala. Hal tersebut dilakukan karena buah pala kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat buah pala diantaranya menyegarkan tubuh, mengurangi gejala insomnia, mengatasi maag dan mual serta memperlancar pencernaan. Fakta tersebut mendorong pengrajin untuk mengembangkan minuman buah pala sebagai salah satu icon pariwisata Bogor dengan menjadikannya Welcome Drink pada hotel, resort maupun restaurant. Tujuannya adalah untuk menyenangkan para wisatawan yang berkunjung ke Bogor dan menyegarkan mereka setelah menempuh perjalanan yang jauh sehingga para wisatawan akan terkesan dengan sambutan yang diberikan. Selain itu pengemasan yang menarik dapat menjadikan minuman pala menjadi salah satu alternatif oleh-oleh bagi para wisatawan. Hal tersebut sangat memungkinkan mengingat harga minuman pala ini sangat terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat sehingga mampu bersaing dengan produk khas bogor lainnya.

Kiri: Minuman Pala siap minum, Kanan: Sirup pala
Kiri: Minuman Pala siap minum, Kanan: Sirup pala

Potensi buah pala dari hulu hingga hilir telah dirasakan memberikan manfaat yang cukup besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedepannya pengembangan olahan pala yang merupakan salah satu potensi lokal ini akan memberikan prospek pasar yang cukup cerah bagi para pengrajin olahan buah pala maupun pembudidaya. Hal tersebut juga dapat memberikan dampak positif pada pengembangan wilayah di Kabupaten Bogor karena turut serta meningkatkan perekonomian daerah. Semoga dengan adanya para pelaku usaha dibidang agribisnis dan pengolahan buah pala ini dapat membantu mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Dirgahayu Kabupaten Bogor ke 532 Tahun, 3 Juni 2014

Dirgahayu Kabupaten Bogor -3 Juni 2014-
Dirgahayu Kabupaten Bogor -3 Juni 2014-

dan

Selamat Ulang Tahun yang Ke-3 untuk Warung Blogger, 25 Mei 2014, Sukses Selalu

“Kontes Blog #3TahunWB – Warung Blogger Peduli Potensi Daerah” Alhamdulillah menjadi pemenang ketiga

Sumber Informasi:

[2] BP3K Dramaga. 2012. Programa BP3K Dramaga. Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan. Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan. Pemerintah Kabupaten Bogor.

Advertisements

43 thoughts on “Potensi Buah Pala Kabupaten Bogor

    1. Hai sofi, manisan buah pala engga sekecut buah aslinya. Tapi emang masih agak pedes rasanya. Cuma itu yg bikin seger. Udah nyobain minumannya? Ebak banget lho

  1. Selamat malam Mbak, perkenalkan saya dari Sukabumi.
    Kalau melihat pala begini jadi inget rumah calon mertua dahulu (sekarang sudah jadi mertua beneran) yang dikebun samping rumahnya ada tumbuh beberapa pohon pala. Kalau lagi panen, duh serunya. Sayang kini sudah tidak ada lagi. Kebun sudah berubah menjadi rumah-rumah…
    Selamat ya Mbak, tulisannya mendapat penghargaan sbg pemenang ketiga…
    Salam,

    1. Wah terimakasih sudah mampir pak, sukabumi ya? Iya dulu sukabumi dingin, hijau banget. Awal tahun sy kesana lagi sudah banyak bangunan. Sama kaya bogor udah ga dingin dan banyak beton2

      1. Iya Mbak, saya asli Sukabumi. Keluarga saya sekarang kembali tinggal di Sukabumi, sementara saya tetap kerja di Bekasi. Jadi begitulah Mbak, seminggu atau paling telat dua minggu saya mudik deh.
        Betul juga Sukabumi sudah mulai panas udaranya, mulai banyak kemacetan juga.
        Salam,

  2. Mba Evrina, saya Kurniawan dari Bekasi..boleh minta referensi pengepul pala dari Tamansari nya?
    terima kasih ats informasinya…ini no kontak saya 087888427528

      1. Terima kasih atas informasinya…tapi bagaimana caranya saya ketemu Pak Acim?hehe..atau bisa dapat nomor penyuluhnya?

    1. Kebetulan itu bukan di wilayah binaan saya. Alamatnya di Ada di desa tamansari jl raya ciapus. Klhtn kl lg lewat banyak pala lg di jemur. Kl ngga salah stlh rmh sutra.

      1. Jln.Raya Ciapus itu yg biasa org naik ke gunung salak ya mbak…?
        naik angkot brapa ya klo ke ciapus?

  3. Halo mb evrina…sy santi dr cirebon..kr2 ada ga pengepul biji pala kering di crb?trs kl blh tau,kisaran brp hrg perkilonya?mksh sblmnya…

    1. coba aja ajukan surat dulu ke BKP5K kabupaten bogor, jl. letjen ibrahiem adjie, sindang barang kec bogor barat. saya lupa nomornya, bisa cari di bogorkab.go.id or langsung ketik di google

  4. kami dari Kab. Mamuju Utara berencana berkunjung melihat sentra buah pala di bogor,,bisa minta emailx untuk kirim surat permohonan.

  5. Puntn mbak. Saya dari serang banten,, di tamansari ada yang nampung kulit daging pala yg masih segar (baru kupas) tdk. Yah & kisaran brpa hrga/kg?

  6. Bermanfaat sekali mbaak..:-D
    Tpi selain buah pala.. Tanaman apa lagi ya yang potensial dengan iklim di kab bogor ini.. ?

  7. Setelah baca tulisannya jadi membuka wawasan. saya tertarik dan ingin bertemu dengan beberapa petani pala di taman sari atau dramaga. mungkin sy bisa ketemu mba nya atau bisa diarahkan untuk ketemu dengan petani pala nya, terima kasih

  8. hallo kebetulan saya termasuk orang yg membuat pala kering di daerah dramaga, saya lagi butuh buah pala , jika ada info tolong info ke saya bisa ga ya?

  9. selamat malam, semoga anda bisa membalas pesan saya, saya ingin membeli biji pala berapa harganya perkilo yg belum kupas dan yang sudah kupas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s