//
archives

Archive for

Hamapun cinta Indonesia, merah putih

View on Path

The Liebster Award: Tongkat Estafet Para Blogger

Hai sobat blogger, senang sekali rasanya ketika mendapatkan tongkat estafet The Liebster Award dari rekan blogger saya yang cantik dan baik hati Arifah Wulansari dan Muna Sungkar. Terimakasih atas kepercayaannya karena sudah memberikan saya kesempatan untuk bercerita dan menjawab pertanyaan dari blogger cantik ini. Nanti giliran saya meneruskan The Liebster Award ini kepada rekan-rekan Blogger lainnya.

O iya The Liebster Award itu adalah ngeblog berantai dari satu blogger ke blogger lainnya untuk mempererat tali silaturahim, dari yang udah kenal jadi semakin kenal dan dari yang belum kenal jadi kenalan deh hehe. Untuk mengikuti The Liebster Award ini gampang kok, caranya:

  1. Ceritakan tentang The Liebster Award ini di blog rekan-rekan
  2. Ucapkan terimakasih kepada rekan kita yang sudah memberikan tongkat estafet ini kepada kita dan jangan lupa menyertakan backlink ke blognya ya
  3. Yang ini mudah banget, ceritakan 11 hal tentang diri kita
  4. Kemudian jawablah 11 pertanyaan yang diberikan oleh rekan kita yang memberikan tongkat estafet
  5. Terakhir, pilih 11 blogger yang menerima award dari kita, dan berikan 11 pertanyaan yang ingin kita ketahui dari mereka.

Gampang bangetkan? Nah karena saya menerima tongkat estafet ini dari Mbak Ari dan Mbak Muna berbarengan (‘gak barengan banget sih) jadi saya satukan saja ya sharenya tentang diri sendiri, nanti kalo kebanyakan malah pada mabok lagi hehe. Mari kita mulai, eng….ing….eng….

11 Hal mengenai Evrina Shinoda:

  1. Nama aseli saya sebenarnya Evrina Budiastuti, tapi bukan budek dikit tukang tipu ya hehe. Anak pertama yang tomboy abis, enggak bisa masak, enggak bisa jahit, bisanya mainan sama tanah (halah)
  2. Saya seorang ibu yang tomboy tapi manis (eaaaa) dengan satu orang anak yang imut dan ngegemesin yang bernama Alfian Dhiyaa Fahrizi Budoyo Abas (2.7 tahun saat ini) dan seorang istri yang sok manis dan manja kalo di depan suaminya M. Yiyi Pahmi Pauji RA, dia blogger juga lho tapi lagi semedi dulu hehe
  3. Mulai kenalan dengan dunia blog itu sejak tahun 2010 akhir. Waktu itu saya sudah resign dari perusahaan yang sejak 3.5 tahun menjadi tempat saya berkarya. Kemudian karena ingin menjadi istri sholeha, sayapun mengikuti jejak suami di hutan belantara. Susahnya cari teman dan keluar dari hutan akhirnya membuat saya mencurahkan uneg-uneg, corat-coret dan tulisan ecek-ecek yang gak keren di blog.
  4. Blog yang saya cintai ini pada akhirnya diberi nama evRina ShinOda, mau tau dari mana? Itu karena saya ngefans bingits sama rappernya Linkin Park yang bernama Mike Shinoda. Doi keren booo, hehe. Engga ada izin atau hitam di atas putih akhirnya pake aja deh nama Shinodanya.
  5. Saya mulai bener-bener aktif ngeblog sekitar akhir 2011, karena saat itu saya bertekad ingin mengabadikan cerita mengenai kehamilan, persalinan dan bahagianya memiliki bayi pada blog. Rencananya kalo nanti Alfi besar, dia bisa lihat tulisan mamanya di blog. Kata suami umur blog itu lebih panjang lho jadi bisa ngubek-ngubek internet kalo misalnya ada catatan yang hilang dikemudian hari.
  6. Pertengahan tahun 2012 saya mulai keranjingan (doyan) ngeblog, berawal dari ikut bergaung dengan beberapa grup para blogger keren saya mulai kenal yang namanya kontes, dan Alhamdulillah dari beberapa kontes yang diikut sertakan pernah mendapatkan hadiah yang bisa ditabung atau digunakan hehe
  7. Pekerjaan saya sekarang sebagai seorang penyuluh. Tidak pernah menyangka saya akan berada di dunia itu. Saya memang menyukai pertanian dan menjadi penyuluh adalah tantangan karena harus membina petani yang notabenenya lebih berpengalaman. Jujur saja kalo enggak bisa jawab pertanyaan mereka saya harus mengeluarkan jurus ngeles yang luar biasa karena kalo di depan mereka kita tidak boleh bilang tidak tahu. Mudah-mudahan kedepannya saya bisa lebih matang lagi dalam menjalani profesi tersebut. aamiin.
  8. Suami saya adalah penggemar novel, dia bisa begadang semaleman supaya satu novel habis dibaca, sedangkan saya kebalikannya, tidak terlalu kuat baca novel, tapi lebih senang baca komik. Komik adalah salah satu hobi yang saya jalani ketika me time, saya betah seharian di kamar asal ada tumpukan komik lho.
  9. Selain komik hobi saya yang lain adalah nonton ke bioskop, terutama untuk action movie. Film yang paling ditunggu-tunggu dan enggak akan dilewatkan untuk ke bioskop adalah Transformer, menurut saya film itu keren banget, menggunakan efek computer yang luar biasa. Suka terheran-heran gimana caranya sutradara bisa mempunyai fantasi yang begitu kerennya. Walopun saya penggemar action movie tapi saya juga suka lho sama film drama khususnya korama hehe.
  10. Saya senang jalan-jalan terutama ke daerah dataran tinggi seperti pegunungan. Cita-cita yang masih nan jauh disana adalah kepingin banget pergi ke Mahameru, sebenernya bisa saja saya jalan kesana, deketkan di Jatim, tapi engga ada temennya yang bisa kesana bareng ditambah enggak biasa naek gunung setinggi itu, jadi masih dalam cita-cita yang digantung setinggi-tingginya.
  11. Nah, rencananya kalau rumah sudah jadi saya mau bikin taman bacaan di rumah, supaya anak-anak di sekitar rumah bisa punya bacaan, sayang kalo bukunya hanya ditaro di rak saja, mending sambil dipinjamkan ke orang-orang di sekitar rumah jadi lebih bermanfaat. Semoga nanti bisa terkabul. Aamiin.

Sekarang waktunya menjawab 11 pertanyaan dari Blogger cantik yang sudah memberikan tongkat The Liebster Award untuk saya.

Pertama, untuk Mbak Arifah Wulansari dulu ya, ini jawaban saya:

  1. Sejak Kapan anda ngeblog? Mulai tahun 2010 akhir baru mulai nyentuh blog
  2. Apa manfaat dari ngeblog menurut anda? Menambah teman, menambah pengetahuan, saling berbagi informasi dan menambah pemasukan
  3. Pernah mengalami hal bahagia atau sedih saat ngeblog? Pernah, sangat bahagia karena ada beberapa pengunjung blog yang merasa terbantu dengan informasi yang saya tuliskan, sedih juga pernah waktu ngeblank gak ada itu langsung sedih bukan main
  4. Tuliskan 3 tempat yang ingin anda kunjungi dan alasannya? Mekkah Madinah waktu haji atau umrah, Swiss karena tempatnya so beautiful, Korea ingin ketemu para pemain korama hehe
  5. Tuliskan pencapaian apa yang ingin anda dapatkan di tahun ini? Rumah Eyiyi House segera dapat ditempati. Aamiin.
  6. Buku atau film yang menjadi inspirasi selama ini? 5 cm, nyemangatin buat lebih maju
  7. Apa Hobi anda? Nonton, baca komik, jalan-jalan
  8. Siapa orang yang menjadi inspirasi anda? Keluarga
  9. Momen paling bahagia anda selama ini? Berkumpul bersama keluarga setiap waktu
  10. Momen paling sedih anda selama ini? Ketika belum berhasil membantu para petani dan masyarakat
  11. Dua hal yang menggambarkan tentang anda? Ceria, gak bisa diem

Kedua, untuk Mbak Muna yang juga sudah memberikan kepercayaan memegang tongkat silaturahim para blogger tersebut, ini jawaban saya:

  1. Dari sekian banyak media, why ngeblog? Ngeblog itu asik, bisa mengasah kemampuan menulis, menambah teman, nambah pengetahuan terus menambah pundi-pundi pemasukan hehe.
  2. Dari mana saja inspirasi menulismu? Banyak, keluarga, teman, alam, bahkan kalo lagi bengong tiba-tiba aja ada inspirasi lewat
  3. Kalau ada kesempatan traveling dalam negeri kota mana di Indonesia yang sangat ingin kamu kunjungi? Jaya pura, soalnya nan jauh disana
  4. Negara apa yang pengeeenn banget kamu datangi dan kenapa? Swiss, aihhh itu alamnya sangat indah mak, jatuh hati sama pemandangan gunung dan hamparan hijau tanamannya
  5. Buku genre apa yang paling kamu gemari? Apa alasannya? Drama romantis, suka saja sama yang sendu-sendu, terus sama serial detective soalnya bikin penasaran
  6. Apa impian terbesar dalam hidupmu? Hidup bahagia mati masuk surga hehe, jadi manusia yang berguna bagi kehidupan mak
  7. Andai ada kesempatan kembali ke masa lalu? Hal apa yang ingin kamu rubah dalam hidupmu? Menghilangkan sifat keragu-raguan yang menghilangkan beberapa kesempatan
  8. Siapa orang terpenting dalam hidupmu? Apa alasannya? Orang tua, suami, anak, keluarga, teman, mereka semua mewarnai hidup saya dan selalu mendukung terhadap apa yang saya lakukan
  9. Bagimu me time adalah saat asik sendiri, enggak boleh ada yang ganggu sampe merasa puas, me time waktunya nonton ke bioskop sendiri, baca komik, nonton korama, makan coklat
  10. Sebutkan judul buku yang sangat kamu sukai atau sangat berpengaruh dalam kehidupanmu? Apa ya mak? Banyak sih mak. Tapi lebih banyak buku motivasi
  11. Dari sekian banyak postingan dalam kedua blogku, sebutkan satu aja tulisan yang kamu paling ingat (atau suka)? dan mengapa? Dont Judge the Book Only by Its Cover, soalnya saya juga masih sering begitu mak, udah takut duluan atau berpikir negatif ke orang yang dianggap aneh, padahal mereka baik

Sekarang waktunya saya memberikan tongkat The Liebster Award kepada blogger keren lainnya yaitu:…..

  1. Armita Fibrianti
  2. Euis Sri Nurhasanah
  3. Adininggar Khintana Dewi
  4. Efi Fitriah
  5. Fardelyn Hacky
  6. M. Fathur Rosiy
  7. Yuni Andriyani
  8. Athar Rahadian
  9. Adi Pradana
  10. Suma Atika
  11. Tira Soekardi

Salam kenal bagi yang belum kenal, dan kenalan lagi buat yang udah kenal hehe. Ini lho pertanyaan buat temen-teman yang harus dijawab:

  1. Mengapa suka ngeblog?
  2. Bagaimana caranya supaya inspirasi datang?
  3. Apa cita-cita yang ingin banget dipenuhi?
  4. Apabila diberikan kesempatan untuk bertemu idola kalian, siapakah yang ingin ditemui?
  5. Film apa yang memberikan kesan paling mendalam buat teman-teman?
  6. Diantara postingan yang sudah saya tulis, manakah yang paling teman-teman suka dan apa alasannya?
  7. Pilih mana? Jalan-jalan ke pantai apa ke pegunungan? Alasannya apa?
  8. Apa yang ingin teman-teman lakukan bersama keluarga yang teman-teman sayangi?
  9. Menurut kalian masa depan itu apa?
  10. Apa saran teman-teman terhadap kemajuan pertanian Indonesia?
  11. Kalo me time pengen ngapain ajah?

Nah segitu aja pertanyaan dari saya, mudah-mudahan temen-temen yang saya colek tidak keberatan untuk meneruskan tongkat estafetnya ya. Saya tunggu untuk postingan temen-temen ya. Terimakasih.

Eskpresi Cinta Untuk Si Hijau

Hai teman-teman, alhamdulillah bisa ngeblog lagi. Kali ini saya akan bicara mengenai cinta. Etapi cinta yang ini bukan cinta kepada keluarga atau saudara karena itu sudah pasti siapapun mencintai mereka. Bahkan cinta kepada Allah SWT, cinta sejati yang tidak tertandingi. Kali ini saya ingin bercerita tentang cinta terhadap Si Hijau tanaman, sebagai pengingat untuk diri sendiri sekaligus berkampanye untuk selalu mencintai tanaman di sekitar kita.

Apa itu cinta?

Saya sering mengalami kebingungan apabila hendak mendefinisikan apa itu cinta. Karena cinta itu adalah rasa yang sulit untuk kita deskripsikan. Coba deh deskripsikan rasa manis, asam atau pahit itu seperti apa? Pasti sulit ya, tapi kalau kita mendeskripsikan suatu bentuk umumnya akan lebih mudah.

Cinta

Cinta

Menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) cinta adalah suka sekali atau sayang benar; sedangkan mencintai adalah menaruh kasih sayang kepada sesuatu atau manusia. Kalau menurut saya, cinta itu adalah sebuah perasaan mengasihi dan menyayangi yang ditunjukan kepada orang lain maupun suatu objek tertentu melalui ungkapan maupun perbuatan. Misalnya cinta kita kepada orang tua dengan menyayangi mereka seperti mereka menyayangi sejak kecil (malah berdoa), cinta kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, juga cinta kepada lingkungan dengan menjaganya agar tetap lestari. Alangkah indahnya apabila cinta berjalan dengan timbal balik sehingga terjadi keharmonisan, namun cinta juga bisa datang dari satu pihak saja yang dikenal dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Kalau menurut teman-teman cinta itu apa?

Mencintai Si Hijau: Penyumbang Oksigen, Mengurangi Bencana

Teman-teman tentu tidak sadar berapa banyak oksigen (O2) yang kita butuhkan untuk bernafas setiap hari. Pada kondisi biasa kebutuhan rata-rata manusia untuk O2 adalah 375 liter per hari dimana paru-paru kita bisa menampung sekitar 500 ml udara [1].

Siapakah yang membantu agar O2 tetap lestari?. Dialah Si Hijau, salah satu ciptaan Allah yang dikenal sebagai tanaman. Dia ditugaskan untuk memberikan manfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya. Tanaman mampu mengubah karbondioksida (CO2) menjadi O2 dengan perkiraan setiap satu hektar lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 dari aktivitas manusia, pabrik, dan kendaraan bermotor menjadi 2 ton O2 yang dibutuhkan manusia [2]. Baik tamanan kehutanan, pangan maupun hortikultura sangat berjasa bagi kita, namun tak jarang kita melupakan keberadaan mereka.

Pohon sebagai tanaman hutan penyumbang oksigen terbanyak saat ini

Pohon sebagai tanaman hutan penyumbang oksigen terbanyak saat ini

Meskipun tidak dianugerahi otak untuk merasakan, sebenarnya tanaman juga menderita apabila mereka disakiti. Jika kita terluka saja, tubuh membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya. Begitu pula dengan tanaman, apabila Ia terinjak, terpotong bahkan ditebang maka butuh beberapa waktu untuk memulihkan selnya agar dapat tumbuh menjadi tunas baru. Tetapi tak jarang tanamanpun mati karena tidak terselamatkan dan terhempas dari tanah yang menopang hidupnya.

Alih fungsi lahan dan banyaknya pembukaan lahan baru untuk pemukiman lambat laun akan mengurangi jumlah tanaman yang ada di bumi ini. Bahkan saat ini pemukiman penduduk sudah mulai menjamah pada daerah aliran sungai (DAS). Tanaman yang dulunya mampu mengikat air disekitar DAS kini banyak ditebang. Tanah menjadi tidak mampu lagi menahan debit air sehingga longsorpun terjadi. Kemudian air yang mengalir tidak bisa meresap ke dalam tanah karena minimnya tanaman yang dapat menyerap air pada lahan terbuka sehingga menyebabkan bencana banjir. Hal tersebut memperlihatkan begitu pentingnya tanaman bagi kehidupan manusia, mampu mengubah CO2 menjadi O2 dan mencegah bencana.

Penyebab  banjir dan Longsor

Penyebab banjir dan Longsor

Dulunya disekitar DAS merupakan hutan bambu, kini sudah beralih fungsi untuk pemukiman

Dulunya disekitar DAS merupakan hutan bambu, kini sudah beralih fungsi untuk pemukiman

Bencana tanah longsor karena tanaman tidak mampu menahan debit air

Bencana tanah longsor karena tanaman tidak mampu menahan debit air

Pohon yang rsak, sumber: Grup WA QC

Pohon yang rusak, sumber: Grup WA QC

Bagaimana Cara Mengekspresikan Cinta untuk Si Hijau?

Gampang kok, tidak perlu mahar, tidak perlu cincin atau bunga untuk mengekspresikannya. Kita bisa melakukan langkah kecil untuk mewujudkan rasa cinta kita terhadap tanaman. Caranya seperti sayangi tanaman disekitar kita dengan merawat dan menyiramnya, tidak menginjak-injak, mencabut atau memotongnya. Berilah dia perhatian dengan memberikan pupuk agar Ia tumbuh subur. Tanamlah sedikit demi sedikit tanaman disekitar kita, bila lahan tidak memungkinkan untuk ditanami pepohonan, teman-teman bisa menanam jenis tanaman musiman seperti sayuran atau buah-buahan karena dia juga mampu memberikan sumbangan oksigen sekaligus asupan makanan bagi kita.

Ekspresi Cinta untuk SI Hijau

Ekspresi Cinta untuk SI Hijau

Yuk ekspresikan cinta untuk tanaman, mereka sudah memberikan manfaat yang besar bagi manusia, jangan sampai cintanya bertepuk sebelah tangan, sebagai makhluk yang berakal budi kita tentu ingin membalas cintanya bukan? Tanam dan pelihara itulah ekspresi cinta untuk tanaman, biarkan dia tumbuh subur disekitar kita agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”

Sumber Informasi:

[1] http://berkarya.um.ac.id/2012/09/nikmat-yang-terabaikan/

[2] http://celotehlingkungan.blogspot.com/2007/12/mengapa-perlu-menanam-pohon.html

 

Menghadapi Kolaborasi TB-HIV

TB dan HIV

TB dan HIV

Dua permasalahan kesehatan yang harus segera diatasi adalah kasus HIV dan TB. Bersama dengan malaria, kedua penyakit tersebut menjadi komitmen global dalam MDGs (Millenium Development Goals) untuk pengendaliannya. Baik HIV maupun TB merupakan penyakit menular yang jumlah kasusnya cenderung bertambah dalam kurun waktu tertentu sehingga perlu penanganan maksimal untuk menekan penyebarannya. Kedua penyakit tersebut memiliki perbedaan cara penularan dan mengakibatkan infeksi yang berbeda pula, namun apabila keduanya bersekutu, kedua penyakit tersebut dapat menjadi ancaman bagi keselamatan seseorang baik seseorang dengan HIV positif maupun orang yang sehat. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.

Pengetahuan Umum Tentang HIV

HIV atau Human Imunodeficiency Virus adalah virus yang dapat menyebabkan penurunan imunitas tubuh. Infeksi HIV akan menyebabkan beberapa gejala penyakit yang dapat menyerang tubuh atau disebut dengan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Gejala penyakit yang akan menyerang penderita akibat HIV seperti berbagai macam penyakit infeksi dan kanker yang tidak biasa. Virus HIV menyerang sistem pertahanan tubuh karena dia mampu membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut dengan sel CD4. Sel ini merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita, sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah apabila jumlah sel CD4 jumlahnya berkurang.

Seseorang yang tertular HIV tidak akan langsung merasakan kekebalan tubuhnya melemah, dia dapat hidup bersama HIV selama bertahun-tahun tanpa merasakan gangguan kesehatan yang berat. Gejala awal yang dirasakan oleh penderita apabila terinfeksi HIV sama dengan penyakit infeksi akibat virus seperti demam, flu, sakit kepala dan lain-lain. Setelah dua minggu gejala tersebut akan hilang karena virus HIV sedang memasuki fase inkubasi. Beberapa tahun hingga sekitar sepuluh tahun kemudian penderita baru akan merasakan tanda dan gejala sebagai penderita AIDS [1].

Kasus HIV/AIDS di Indonesia menjadi salah satu prioritas penanganan karena cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan (2013) menunjukan sampai dengan tahun 2005 kasus baru HIV positif sebesar 859 kasus kemudian meningkat menjadi 21.511 kasus pada tahun 2012 dengan jumlah estimasi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) dewasa tahun 2012 sebesar 591.823 orang. Provinsi dengan jumlah HIV tertinggi terdapat pada DKI Jakarta, Papua, dan Jawa Timur yang sebagian besar ditemukan pada usia produktif. Penularan melalui hubungan heteroseksual merupakan cara penularan dengan persentase tertinggi sebesar 77,75%, diikuti oleh penggunaan jarum suntik sebesar 9,16% dan penularan HIV dari ibu ke anak sebesar 3,76%.

Tuberkulosis (TB)

Seperti yang sudah dibahas pada minggu sebelumnya, TB atau Tuberkulosis adalah penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB lebih banyak menyerang organ paru-paru manusia meskipun dapat menyerang organ-organ tubuh lainnya. Gejala seperti batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh hingga tiga minggu lamanya, meriang, berkeringat dimalam hari, penurunan berat badan dan lemah menjadi indikator seseorang terkena TB. Kuman TB dapat menular melalui dropet (cairan ludah) seseorang yang mengandung kuman TB ketika dia bersin atau batuk. Kuman TB dapat bertahan beberapa saat di udara meskipun akan mati apabila terpapar sinar matahari. Seseorang yang positif terjangkit TB akan menjalani pengobatan dengan mengkonsumsi beberapa obat anti TB (OAT) yang telah direkomendasikan secara teratur dan tidak terputus hingga minimal enam bulan lamanya.

Angka notifikasi merupakan kecenderungan meningkat atau menurunnya penemuan pasien TB disuatu wilayah, angka ini menunjukan kasus baru TB paru dengan BTA positif (tuberculosis paru dengan jenis bakteri yang tahan asam positif) dari tahun 2007-2011 mengalami peningkatan kecuali tahun 2012 yang sedikit menurun menjadi 82 per 100.000 penduduk. Sedangkan angka notifikasi seluruh kasus BTA positif semenjak 2007 sampai 2012 cenderung meningkat (Kemenkes, 2013). Sedangkan berdasarkan Global Report WHO Tahun 2013 (dalam www.tbindonesia.or.id) menunjukan pada tahun 2012 diperkirakan 8,6 juta orang terjangkit TB dan 1,3 juta orang meninggal karena TB termasuk 320 ribu kematian diantaranya dengan HIV Positif.

Ko Infeksi TB-HIV

Ko Infeksi TB dengan HIV

Ko Infeksi TB dengan HIV

Baik TB maupun HIV apabila berdiri sendiri saja sudah menjadi suatu ancaman bagi kesehatan seseorang. Kedua penyakit tersebut menyumbangkan beban kasus yang cukup besar untuk segera ditangani. Akan lebih berbahaya lagi apabila TB bersekutu dengan HIV karena penanganannya baik penyebaran maupun pengobatan menjadi lebih berat.

Keberhasilan program pengendalian TB di dunia berhubungan erat dengan penanganan HIV karena fakta menunjukan jumlah kasus TB meningkat pada negara dengan beban infeksi HIV yang tinggi seperti Afrika. Mengapa hal tersebut terjadi? Seperti yang dibahas sebelumnya HIV adalah virus yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Seseorang dapat hidup dengan HIV didalam tubuhnya selama bertahun-tahun tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang berat karena virus HIV sedang mengalami masa inkubasi. Namun lamanya masa sehat ini akan diperpendek apabila penderita terserang TB [2]. Jumlah CD4 yang semula masih memungkinkan untuk kesehatannya akan menurun drastis sehingga melemahkan pasien.

Begitu pula sebaliknya, seseorang yang terinfeksi bakteri TB tidak langsung terkena penyakit TB karena bakteri TB dalam tubuh mengalami dormansi atau tidak aktif (TB laten) ditambah dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan daya tahan tubuhnya kuat mampu menekan bakteri ini sehingga tidak akan menderita TB. Namun apabila seseorang yang mengandung TB laten terkena HIV maka bakteri TB tadi akan aktif dan menyerang penderita. Itulah sebabnya mengapa TB dan HIV saling berkaitan, TB dapat menyerang seseorang yang terjangkit HIV dan TB dapat aktif dalam tubuh seseorang apabila dia terkena HIV. Pasien yang terdapat TB dengan HIV dalam tubuhnya dan ODHA dengan TB disebut dengan pasien ko-infeksi TB-HIV.

Pentingnya Deteksi Dini Infeksi TB dan HIV

Mengetahui sejak dini bahwa seseorang terjangkit TB memudahkan dirinya untuk melakukan pengobatan sejak awal karena penyakit TB ini memerlukan pengobatan secara teratur dalam rentang waktu yang cukup lama hingga enam bulan lamanya tergantung dengan beratnya penyakit. Sedangkan mengetahui bahwa seseorang terinfeksi HIV selain melakukan tindakan preventif untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya melalui pengobatan ART (anti retroviral) juga sebagai pencegahan agar pasien dengan HIV positif maupun ODHA tidak terjangkit TB, mengingat TB mudah sekali menyerang seseorang yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

Diperkirakan jumlah pasien TB dengan status HIV positif di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 7,5% mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 sebesar 3,3% (Global Report WHO 2013 dalam www.tbindonesia.or.id). Peningkatan ini cukup besar yang mengindikasikan bahwa kedua penyakit tersebut sangat berhubungan erat sehingga mengetahui sejak dini dapat menimimalisir berkembanganya TB pada pasien HIV positif sekaligus menekan penyebaran keduanya.

Tantangan Utama dalam Pengendalian TB dan HIV

Tantangan utama dalam pengendalian TB dan HIV adalah mencegah meluasnya penularan kedua penyakit tersebut dan mencegah terjadinya interaksi diantara kedua penyakit tersebut. Eratnya kaitan antara TB dengan HIV membutuhkan kolaborasi penanganan antara keduanya secara tepat dan tegas. Hal tersebut adalah tantangan utama yang harus dihadapi dalam penanganan TB dan HIV dari awal hingga akhir, artinya mulai dari proses penanganan untuk pencegahan dini hingga proses monitoring dan evaluasi. Tepat dalam arti sesuai dengan sasaran dan tujuan penanganan dan tegas dalam arti berdasarkan peraturan sehingga penanganan berada dalam koridor yang ditetapkan. Beberapa tantangan utama terkait pengendalian TB dan HIV maupun interaksi TB-HIV dapat dijabarkan dalam poin-poin berikut ini:

Pertama, Meningkatkan Pelayanan TB-HIV Secara Terpadu

Seringkali penderita TB terdeteksi terkena HIV apabila sudah mengidap TB terlebih dahulu, sedangkan ODHA dapat dengan mudah terkena TB apabila berinteraksi dengan orang yang terkena TB positif sehingga pelayanan TB-HIV secara terpadu perlu dilakukan. Pelayanan ini meliputi penyediaan fasilitas kesehatan misalnya klinik TB-HIV, kemudahan akses untuk mendeteksi dini, tersedianya sumber daya manusia dalam bidang medis untuk menangani serta tersedia kebijakan serta peraturan yang menaungi. Misalnya pasien TB-HIV dapat mengunjungi satu klinik saja untuk konsultasi maupun melakukan pengobatan; terdapat pelayanan yang cepat berkat tersedianya tenaga medis yang memadai sehingga dapat mengurangi interaksi ODHA dengan pasien TB lainnya begitu pula sebaliknya sehingga resiko penularan menjadi minim; kemudian apabila pasien TB dicurigai terinfeksi HIV maka segera diberi rujukan untuk melakukan tes HIV [2]. Kecenderungannya adalah pasien terdeteksi HIV positif setelah terinfeksi TB sehingga upaya pencegahan menjadi terhambat. Maka upaya pendeteksian dini secara terpadu pada satu fasilitas kesehatan diharapkan dapat meminimalisir interaksi kedua penyakit tersebut.

Pelayanan TB-HIV terpadu

Pelayanan TB-HIV terpadu

Kedua, Memastikan pelayanan optimal bagi pasien terdiagnosis TB-HIV

Bagi pasien yang sudah terdiagnosis TB-HIV perlu diberikan pelayanan yang optimal dengan dukungan pengobatan HIV melalui pemberian Krotimoksasol dan ARV. Pelayanan yang optimal tidak berhenti hanya sampai pada pemberian obat saja. Pemantauan ketika pasien TB-HIV mengkonsumsi OAT maupun ART juga perlu dilakukan. ODHA yang terinfeksi TB maupun sebaliknya akan mengkonsumsi obat yang banyak sekaligus yaitu OAT dan ARV yang seringkali menimbulkan efek samping. Efek samping ini kadang sulit untuk diketahui dari obat yang mana karena beban obat dapat terlalu besar sehingga diperlukan pemantauan terhadap konsumsi kedua jenis obat agar pasien tidak merasakan terbebani dengan memperhatikan waktu serta besarnya infeksi dari masing-masing penyakit.

Ketiga, Meningkatkan Fasilitas Pelayanan TB-HIV

Fasilitas pelayanan TB-HIV terpadu diharapkan tersedia secara merata pada semua daerah untuk mengoptimalkan pencegahan interaksi kedua penyakit tersebut, terutama pada daerah-daerah endemis TB maupun HIV. Pada tahun 2012 diketahui bahwa Jumlah kasus tertinggi TB yang dilaporkan terdapat pada provinsi dengan jumlah penduduk yang tinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sedangkan provinsi dengan jumlah HIV tertinggi yaitu DKI Jakarta, Papua, dan Jawa Timur (Kemenkes, 2013). Fasilitas Layanan kolaborasi TB-HIV pada tahun 2012 mencapai 223 layanan dimana pada Jawa Barat terdapat 20 layanan, Jawa Tengah 20 layanan, DKI Jakarta 19 layanan, dan Papua sebanyak 18 layanan kolaborasi TB-HIV. Sementara untuk provinsi lainnya hampir sebagian besar masih dibawah 10 layanan pada tahun 2012.

Keempat, Upaya Pencegahan Melalui Pendeteksian Dini dan Skrining

Untuk mengendalikan penularan kuman TB dapat dilakukan upaya pendeteksian dini terhadap pasien dengan suspect TB. Langkah pencegahan dini selain memudahkan pengobatan juga menekan kuman TB menjadi resisten yang tentunya berbahaya jika bersekutu dengan HIV. Sedangkan untuk mencegah penyebaran HIV juga dapat melalui pendeteksian dini dan penemuan penderita melalui skrining HIV dan AIDS. Skrining dapat dilakukan terhadap hasil donor darah, pemantauan pada kelompok berisiko seperti penderita penyakit menular seksual (PMS), pengguna narkoba melalui jarum suntik dan pada kelompok berisiko rendah seperti ibu rumah tangga.

Apabila kuman penyakit bisa berkolaborasi maka kita juga dapat berkolaborasi untuk mengendalikannya dengan menjaga lingkungan tetap bersih, menyadari gejala yang dirasakan melalui pendeteksian dini, menjaga perilaku dengan mematuhi norma-norma yang ada serta peduli antara satu dengan yang lainnya untuk saling mengingatkan dan menguatkan bahwa TB-HIV bisa kita hadapi.

Kalau kuman saja bisa bersatu, masa kita tidak bisa?

together we can

together we can

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog #SembuhkanTB Serial Ke-5: “TB dan HIV: Tantangan ke Depan”

Sumber Informasi Tulisan:

http://www.tbindonesia.or.id

http://www.depkes.go.id

Pusat Data dan Informasi Kemeterian kesehatan Republik Indonesia. 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 507hal.

http://health.kompas.com/read/2014/03/03/1709531/HIV.Bikin.Angka.Kejadian.TB.Tinggi.Kenapa.

[1] http://www.slideshare.net/budi_hermawan_a/buku-informasi-pp-pl-2013

[2] Yayasan Spiritia. 2006. Seri Buku Kecil HIV dan TB. Jakarta: Yayasan Spiritia, 36hal.

Sumber Gambar:

Yayasan Spiritia. 2006. Seri Buku Kecil HIV dan TB. Jakarta: Yayasan Spiritia, 36hal.

textbookofbacteriology.net

www.hivehealthmedia.com

 

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 444,594 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

June 2014
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d bloggers like this: