//
you're reading...
Contest

Eskpresi Cinta Untuk Si Hijau

Hai teman-teman, alhamdulillah bisa ngeblog lagi. Kali ini saya akan bicara mengenai cinta. Etapi cinta yang ini bukan cinta kepada keluarga atau saudara karena itu sudah pasti siapapun mencintai mereka. Bahkan cinta kepada Allah SWT, cinta sejati yang tidak tertandingi. Kali ini saya ingin bercerita tentang cinta terhadap Si Hijau tanaman, sebagai pengingat untuk diri sendiri sekaligus berkampanye untuk selalu mencintai tanaman di sekitar kita.

Apa itu cinta?

Saya sering mengalami kebingungan apabila hendak mendefinisikan apa itu cinta. Karena cinta itu adalah rasa yang sulit untuk kita deskripsikan. Coba deh deskripsikan rasa manis, asam atau pahit itu seperti apa? Pasti sulit ya, tapi kalau kita mendeskripsikan suatu bentuk umumnya akan lebih mudah.

Cinta

Cinta

Menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) cinta adalah suka sekali atau sayang benar; sedangkan mencintai adalah menaruh kasih sayang kepada sesuatu atau manusia. Kalau menurut saya, cinta itu adalah sebuah perasaan mengasihi dan menyayangi yang ditunjukan kepada orang lain maupun suatu objek tertentu melalui ungkapan maupun perbuatan. Misalnya cinta kita kepada orang tua dengan menyayangi mereka seperti mereka menyayangi sejak kecil (malah berdoa), cinta kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, juga cinta kepada lingkungan dengan menjaganya agar tetap lestari. Alangkah indahnya apabila cinta berjalan dengan timbal balik sehingga terjadi keharmonisan, namun cinta juga bisa datang dari satu pihak saja yang dikenal dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Kalau menurut teman-teman cinta itu apa?

Mencintai Si Hijau: Penyumbang Oksigen, Mengurangi Bencana

Teman-teman tentu tidak sadar berapa banyak oksigen (O2) yang kita butuhkan untuk bernafas setiap hari. Pada kondisi biasa kebutuhan rata-rata manusia untuk O2 adalah 375 liter per hari dimana paru-paru kita bisa menampung sekitar 500 ml udara [1].

Siapakah yang membantu agar O2 tetap lestari?. Dialah Si Hijau, salah satu ciptaan Allah yang dikenal sebagai tanaman. Dia ditugaskan untuk memberikan manfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya. Tanaman mampu mengubah karbondioksida (CO2) menjadi O2 dengan perkiraan setiap satu hektar lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 dari aktivitas manusia, pabrik, dan kendaraan bermotor menjadi 2 ton O2 yang dibutuhkan manusia [2]. Baik tamanan kehutanan, pangan maupun hortikultura sangat berjasa bagi kita, namun tak jarang kita melupakan keberadaan mereka.

Pohon sebagai tanaman hutan penyumbang oksigen terbanyak saat ini

Pohon sebagai tanaman hutan penyumbang oksigen terbanyak saat ini

Meskipun tidak dianugerahi otak untuk merasakan, sebenarnya tanaman juga menderita apabila mereka disakiti. Jika kita terluka saja, tubuh membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya. Begitu pula dengan tanaman, apabila Ia terinjak, terpotong bahkan ditebang maka butuh beberapa waktu untuk memulihkan selnya agar dapat tumbuh menjadi tunas baru. Tetapi tak jarang tanamanpun mati karena tidak terselamatkan dan terhempas dari tanah yang menopang hidupnya.

Alih fungsi lahan dan banyaknya pembukaan lahan baru untuk pemukiman lambat laun akan mengurangi jumlah tanaman yang ada di bumi ini. Bahkan saat ini pemukiman penduduk sudah mulai menjamah pada daerah aliran sungai (DAS). Tanaman yang dulunya mampu mengikat air disekitar DAS kini banyak ditebang. Tanah menjadi tidak mampu lagi menahan debit air sehingga longsorpun terjadi. Kemudian air yang mengalir tidak bisa meresap ke dalam tanah karena minimnya tanaman yang dapat menyerap air pada lahan terbuka sehingga menyebabkan bencana banjir. Hal tersebut memperlihatkan begitu pentingnya tanaman bagi kehidupan manusia, mampu mengubah CO2 menjadi O2 dan mencegah bencana.

Penyebab  banjir dan Longsor

Penyebab banjir dan Longsor

Dulunya disekitar DAS merupakan hutan bambu, kini sudah beralih fungsi untuk pemukiman

Dulunya disekitar DAS merupakan hutan bambu, kini sudah beralih fungsi untuk pemukiman

Bencana tanah longsor karena tanaman tidak mampu menahan debit air

Bencana tanah longsor karena tanaman tidak mampu menahan debit air

Pohon yang rsak, sumber: Grup WA QC

Pohon yang rusak, sumber: Grup WA QC

Bagaimana Cara Mengekspresikan Cinta untuk Si Hijau?

Gampang kok, tidak perlu mahar, tidak perlu cincin atau bunga untuk mengekspresikannya. Kita bisa melakukan langkah kecil untuk mewujudkan rasa cinta kita terhadap tanaman. Caranya seperti sayangi tanaman disekitar kita dengan merawat dan menyiramnya, tidak menginjak-injak, mencabut atau memotongnya. Berilah dia perhatian dengan memberikan pupuk agar Ia tumbuh subur. Tanamlah sedikit demi sedikit tanaman disekitar kita, bila lahan tidak memungkinkan untuk ditanami pepohonan, teman-teman bisa menanam jenis tanaman musiman seperti sayuran atau buah-buahan karena dia juga mampu memberikan sumbangan oksigen sekaligus asupan makanan bagi kita.

Ekspresi Cinta untuk SI Hijau

Ekspresi Cinta untuk SI Hijau

Yuk ekspresikan cinta untuk tanaman, mereka sudah memberikan manfaat yang besar bagi manusia, jangan sampai cintanya bertepuk sebelah tangan, sebagai makhluk yang berakal budi kita tentu ingin membalas cintanya bukan? Tanam dan pelihara itulah ekspresi cinta untuk tanaman, biarkan dia tumbuh subur disekitar kita agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”

Sumber Informasi:

[1] http://berkarya.um.ac.id/2012/09/nikmat-yang-terabaikan/

[2] http://celotehlingkungan.blogspot.com/2007/12/mengapa-perlu-menanam-pohon.html

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

38 thoughts on “Eskpresi Cinta Untuk Si Hijau

  1. mantap euy🙂 good luck ya.. aku mah ikutan yg kategori foto🙂

    Posted by rodamemn | June 4, 2014, 7:24 am
  2. Artikelnya mantap euy,……….!!!!

    Posted by zaenal | June 4, 2014, 7:35 am
  3. nice artcile
    cintailah ‘si hijau’ dimulai dari diri sendiri, baru ajak yang lainnya
    saya sih concern ke hal-hal seperti ini
    demi anak-cucu saya nanti🙂

    Posted by Fazril | June 4, 2014, 7:39 am
  4. setujuuuu..cinta pada bumi, the craddle of our lives🙂..makasih sudah ikutan ya mak…salam cimoners…

    Posted by mamaboetobi | June 4, 2014, 2:52 pm
  5. yaa.. karena hutan adalah emas hijau titipan anak cucu
    hehehe
    cintai si hijau, cintai jga dunia kehutanan🙂

    Posted by suma atika | June 4, 2014, 2:58 pm
  6. Kalo udah bicara soal lingkungan, mb Evrina jagonya nih🙂

    Posted by leyla hana | June 4, 2014, 9:46 pm
  7. memang cinta terhadap alam perlu dipupuk, salam hijau dari daku

    Posted by Hastira | June 4, 2014, 10:33 pm
  8. Aku nggak ada ide untuk lomba ini

    Posted by Ika Koentjoro | June 5, 2014, 2:41 am
  9. Saya berusaha menanam tanaman di rumah untuk penghijauan….

    Posted by Adi Pradana | June 5, 2014, 4:43 am
  10. Setuju banget deh, emang kita sekarang nih mulai melalaikan kewajiban merawat pohon2 padahal mereka berjasa besar sama kita. Kertas juga kita dapat dari bubur kayu, pokoknya banyak banget manfaatnya. Semoga melalui tulisan ini banyak pikiran terbuka soal kepedulian lingkungan. Terima kasih dan semoga menang ya kontesny🙂

    Posted by belalang cerewet | June 6, 2014, 12:34 am
  11. Aih kereeen Maaakkk…..semoga menang lagi yaaa….

    Posted by lieshadie | June 9, 2014, 5:52 am
  12. Terima kasih utk partisipasinya di GA kami… Salam hangat🙂

    Posted by Mechta | June 9, 2014, 12:51 pm
  13. berkunjung mak…betul artikel berbobot yang layak menang…selamat ya

    Posted by ida nur Laila | June 25, 2014, 12:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: