//
you're reading...
Contest

Menghasilkan Air Minum Layak Konsumsi dari Rumah

Gambar dimodifikasi, sumber asli disini

Gambar dimodifikasi

Salah satu kebutuhan vital yang sangat diperlukan oleh seluruh makhluk hidup adalah air. Tidak hanya untuk dikonsumsi saja, air juga diperlukan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus penyeimbang ekosistem dunia. Dari besarnya berat badan diketahui bahwa hampir 90% tubuh manusia mengandung air, dengan rincian pada tubuh orang dewasa sekitar 55-60%, untuk anak-anak sekitar 65% dan bayi sekitar 80% [1]. Manusia membutuhkan air khususnya air bersih layak konsumsi untuk digunakan sebagai air minum, serta melakukan berbagai kegiatan sehari-hari seperti mencuci, memasak, atau membersihkan diri. Air bersih ini tentunya harus memiliki syarat tertentu sehingga dapat digunakan. Melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, kategori air yang peruntukannya sebagai air baku untuk air minum atau peruntukan lain termasuk dalam kategori 1. Hal ini menandakan bahwa air baku sebagai bahan air minum harus berkualitas dan menjadi prioritas.

Definisi air minum tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 yang menyebutkan bahwa air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Kebutuhan air minum ini tentunya berbeda antara satu orang dengan lainnya tergantung pada berat badan, metabolisme dan aktivitas yang dilakukan seseorang. Kebutuhan air minum setiap orang umumnya berkisar antara 2,1 liter hingga 2,8 liter per hari [2]. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya adalah air tanah, air permukaan dan mata air.

Air tanah merupakan sumber air minum yang paling banyak digunakan khususnya pada daerah pedesaan yang tidak terlalu padat penduduknya. Mata air juga masih digunakan sebagai sumber air minum pada daerah dataran tinggi seperti daerah pegunungan, mata air ini dialirkan oleh masyarakat kerumah-rumah melalui pipa kecil atau selang untuk dimanfaatkan sebagai air bersih. Sedangkan air permukaan seperti sungai sudah jarang digunakan akibat pencemaran limbah serta material seperti lumpur ataupun sampah.

Air minum menjadi masalah krusial apabila pemenuhan kebutuhannya tidak sesuai standar baik kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dikarenakan mengonsumsi air minum dapat mempengaruhi kesehatan, sehingga memenuhi kebutuhan air minum secara layak harus diperhatikan. Hanya saja terdapat berbagai masalah yang ditemukan terkait pemenuhan air minum ini. Berikut ulasannya.

Masalah Air Minum

Kebutuhan akan tersedianya air minum layak konsumsi sangat tinggi, hanya saja tidak semua orang dapat memperolehnya secara alami dan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk mendapatkan air minum yang layak. Contohnya pada daerah Jakarta Utara yang hampir tidak bisa menggunakan air tanah lagi sebagai sumber air minum karena sebagian besar sudah terkontaminasi kadar salinitas air laut serta tercemar rembesan limbah septic tank rumah-rumah yang padat penduduknya sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih harus menggunakan air PAM atau membelinya pada penjual air yang biasa berkeliling. Lain halnya pada daerah pertanian, air tanah yang dapat diakses melalui sumur-sumur warga sebagian tidak dapat digunakan karena tercemar limbah pertanian seperti pestisida, pupuk kimia maupun kapur pertanian yang terjadi pada sebagian daerah pertanaman tebu di Majalengka. Air sumur yang ada disana sebagian tidak dapat digunakan sebagai air baku untuk air minum karena mengandung kapur dan warnanya keruh.

Masalah air

Masalah air

Untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagian masyarakat mengkonsumsi air minum isi ulang (AMIU) atau air minum dalam kemasan (AMDK) yang dapat diminum langsung. Karena kebutuhan akan air minum cukup besar hal ini tentunya akan membuat pengeluaran semakin bertambah. Sayangnya pada beberapa AMIU masih ditemukan adanya kontaminasi kuman penyakit lantaran kurang hygiene pada proses pengisian maupun kebersihan kemasan. Kemudian pada beberapa AMDK yang beredar dipasaran diketahui memiliki nilai TDS (Total Dissolved Solids atau jumlah kandungan unsur padat yang terlarut dalam air) cukup tinggi. Nilai TDS AMDK di Indonesia berkisar antara 70 ppm-100 ppm, bahkan ada yang mencapai 160 ppm. Padahal menurut World Health Organization (WHO) air layak minum kemasan memiliki nilai TDS tidak lebih dari 50 ppm, apabila lebih dari 50 ppm tubuh dianggap tidak dapat memproses secara baik dan tidak sanggup diuraikan oleh organ dengan baik. Sehingga bila lama kelamaan dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan berbagai penyakit [3].

Sumber air minum yang berasal dari air tanah merupakan sumber yang lebih baik dari beberapa sumber lainnya, meskipun begitu bukan berarti air tanah tersebut murni dan baik bagi kesehatan karena air merupakan pelarut terbaik sehingga dalam air tanah pasti terdapat mineral atau zat tertentu. Meskipun bakteri dapat kita bunuh dengan hanya memasak air hingga 100 °C, namun zat berbahaya seperti logam tidak dapat dihilangkan dengan cara dimasak saja. Kebanyakan masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minum belum sepenuhnya paham mengenai kandungan logam atau mineral dalam air minum lantaran logam atau mineral tersebut tidak kasat mata, mereka hanya berpegangan bahwa air tersebut layak untuk diminum karena tidak berwarna, berasa atau berbau saja.

Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan regulasi atau pedoman dalam menentukan air minum yang layak untuk dikonsumsi. Berikut adalah beberapa parameter yang harus dipenuhi untuk menentukan kelayakan air minum.

Syarat Air Minum Layak Konsumsi

Pedoman yang digunakan sebagai parameter untuk menentukan air minum layak konsumsi adalah Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010. Pada Pasal 3 disebutkan bahwa Air Minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan Fisika, Mikrobiologis, Kimiawi dan Radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan. Dijelaskan lebih lanjut bahwa parameter wajib merupakan persyaratan kualitas air minum yang wajib diikuti dan ditaati oleh seluruh penyelenggara air minum. Sedangkan parameter tambahan adalah parameter yang dapat ditetapkan pemerintah daerah sesuai dengan kualitas lingkungan masing-masing yang mengacu pada parameter tambahan pada peraturan ini.

Berdasarkan Pasal 3 diatas, air minum yang layak konsumsi harus memenuhi tiga syarat parameter wajib dan dua parameter tambahan dengan rincian sebagai berikut:

Parameter kelayakan air minum

Parameter kelayakan air minum

a. Parameter Wajib

  1. Parameter Mikrobiologi: parameter ini masuk kedalam kategori berhubungan langsung dengan kesehatan dengan tidak ada tolerasi sedikitpun bagi kehadiran bakteri E.Coli dan Total Bakteri Koliform dalam 100 ml sampel karena seperti yang kita ketahui apabila terkontaminasi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau disentri.
  2. Parameter Kimia: parameter ini juga berhubungan langsung dengan kesehatan dan dikelompokan menjadi kimia anorganik dimana air minum harus bebas zat kimia beracun serta parameter kimiawi yang masuk dalam kategori tidak berhubungan langsung terhadap kesehatan dimana air minum tidak diperkenankan mengandung logam berat dan memiliki kadar keasaman air (PH) antara 6,5 sampai 8,5.
  3. Parameter Fisika : parameter ini termasuk kedalam kategori tidak berhubungan langsung dengan kesehatan dimana air minum tidak boleh berbau dan tidak berasa (tidak ada toleransi sedikitpun), angka TDS maksimum 500 mg/l, tingkat berwarna maksimal 15 TCU dan suhu udara maksimal 3oC.

b. Parameter Tambahan

  1. Parameter kimiawi: yang terdiri dari ada tidaknya kandungan bahan kimia organik maupun anorganik, cemaran pestisida dan desinfektan serta hasil sampingannya yang besar toleransinya telah ditentukan dalam peraturan.
  2. Parameter Radioaktif : Air minum maksimal mengandung Gross Alpha Activity 0,1 Bq/l dan Gross Beta Activity 1 Bq/l

Masyarakat umum masih menghadapi kesulitan dalam menentukan apakah air minum yang dimiliki sudah nyaman untuk dikonsumsi ataukah belum karena beberapa parameter memerlukan pengujian laboratorium yang sulit untuk dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Untuk pengawasan kualitas air minum diatur pada pasal selanjutnya yaitu Pasal 4 dimana pengawasan kualitas air minum dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal melalui dinas kesehatan setempat dan secara internal pada penyelenggara air minum.

Kita sebagai masyarakat juga dapat melakukan pengawasan internal secara mandiri untuk menentukan apakah air minum yang kita konsumsi tersebut sudah nyaman atau tidak dengan cara menghasilkan air minum berkualitas dari rumah.

Menghasilkan Air Minum Berkualitas dari Rumah

Saat ini telah dikembangkan teknologi yang ramah lingkungan untuk menghasilkan air minum berkualitas dari rumah sehingga siapapun dapat memproduksi air minumnya sendiri baik menggunakan air baku dari air tanah ataupun air PAM. Teknologi tersebut adalah water purifier yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir kontaminasi kuman penyakit dan zat berbahaya dengan harga terjangkau.

Salah satu water purifier yang sangat praktis dan nyaman untuk digunakan adalah Pure It dari Unilever. Pure It sebagai pemuri air telah memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya. Kinerja Pure It juga telah diuji oleh lembaga ilmu pengetahuan dan institusi kesehatan terkemuka di Asia, Eropa dan Amerika Serikat sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Harganya yang terjangkau menjadikan Pure It sebagai alternatif mudah dan praktis serta nyaman untuk mendapatkan air minum yang terlindung dari kuman penyakit.

Alasan menggunakan Pureit

Alasan menggunakan Pureit

Praktis, karena Pure It mudah dipakai tanpa menggunakan listrik. Jenis ini adalah Pure It Classic yang dapat membantu kita menghasilkan air minum sehat tanpa harus memasak air, mengganti galon, menghabiskan gas atau memerlukan sambungan keran. Pure It Classic sangat praktis karena mudah digunakan hanya dengan menuangkan air tanah atau air PAM kedalam Pure It.

Nyaman, karena bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus, air yang dihasilkan juga jernih dan memiliki rasa yang alami. Pure It Classic juga nyaman karena portable, tidak memakan banyak space dan memiliki design yang menarik.

Teknologi Germ Kill Pure It

Teknologi Germ Kill Pure It

Unilever terus melakukan inovasi guna mengatasi perasalahan air minum, kini Pure It memperkenalkan produk terbarunya sebagai solusi pemurni air berteknologi UV pertama di Indonesia yaitu PURE IT MARVELLA. Pure It Marvella dihadirkan bagi konsumen yang mementingkan kepraktisan disela-sela kesibukannya. Pure It Marvella memiliki keunggulan dalam menghasilkan air minum berkualitas yang dapat melindungi dari kuman berbahaya karena memenuhi kriteria ketat EPA dan juga sudah teruji pada Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Unilever Laboratory.

Pure It Marvella dibuat sangat nyaman karena terhubung langsung dengan pipa air dengan sistem pengisian otomatis (auto fill), hal tersebut tentunya sangat praktis karena kita tidak perlu melakukan pengisian ulang untuk mendapatkan air minum yang layak. Fitur Advance Alert System mampu memberi petunjuk 150 liter sebelum filter GKK habis (Germ Kill Kit/ Perangkat Pembunuh Kuman) dengan estimasi sekitar 15 hari untuk pemakaian 5 orang dan asumsi 2 liter/orang/hari. Kapasitas penyimpanan Pure It Marvella mencapai 4 Liter air minum tersedia dan dapat dimanfaatkan bahkan ketika tidak ada pasokan listrik. Pure It Marvella juga menyediakan fitur perlindungan fluktuasi tegangan listrik untuk mencegah kerusakan akibat perubahan tegangan yang tiba-tiba hal ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi konsumen dalam merawat perangkat ini. Sekali lagi Pure It Marvella memang didesign sangat praktis dengan menghadirkan fitur Auto shut off yang dapat menghentikan aliran air ketika lampu UV atau komponen penting lain dalam Pure It Marvella tidak berfungsi.

Pureit Marvella

Pureit Marvella

Berikut adalah empat tahap pemurnian air yang dimiliki oleh Pure It Marvella:

Filter Sedimen: Menghilangkan kotoran yang terlihat

Filter Karbon Aktif: Menghilangkan parasit, pestisida, klorin, rasa dan bau

Filter Sedimen Plus: Menghilangkan partikel karbon dan sisa kotoran

Sinar UV Intensitas tinggi: Menghilangkan kuman, parasit, dan bakteri berbahaya

Mendapatkan air minum yang berkualitas dapat kita lakukan dengan meminimalisir kontaminasi air baku melalui pemenuhan parameter kualitas air minum. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan secara mandiri untuk menghasilkan air minum berkualitas dari rumah:

1. Mengamati lingkungan di sekitar sumber air baku

Bagi pengguna air tanah sebagai sumber air baku sebaiknya memperhatikan lingkungan sekitar apakah di daerahnya masih memberikan supply air tanah yang sehat ataukah tidak. Misalnya dengan menilai apakah air tanah di sekitar kita jauh dari area pertanian, industri maupun air laut serta padat penduduknya yang memungkinkan terjadinya kontaminasi. Begitupun ketika menggunakan AMIU, maka perhatikan apakah depot isi ulang di sekitar lingkungannya bersih ataukah tidak. Pengamatan penting dilakukan untuk mengetahui riwayat air baku yang digunakan bisa suatu hari terjadi sesuatu. Apabila tidak memungkinkan untuk menggunakan sumber air baku yang ada sebaiknya tidak menggunakannya lebih lanjut agar terhindar dari gangguan kesehatan.

2. Mengamati penampilan fisik air baku

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap penampilan fisik air baku sebelum diolah lebih lanjut dengan melakukan peeriksaan terhadap warna, rasa maupun bau.

3. Memproses air baku menjadi air minum

  • Memasak air merupakan proses lanjut khusunya untuk memenuhi parameter mikrobiologis, dengan memasak air hingga 100 0C diharapkan bakteri maupun kuman penyakit dapat hilang meskipun masih mengandung beberapa logam terlarut.
  • Apabila menginginkan kenyamanan dan praktis dalam meghasilkan air minum maka proses lanjut pada air baku dapat kita lakukan dengan menggunakan pemurni air setelah yakin terhadap sumber air baku yang kita miliki. Selain praktis tanpa harus melakukan proses pemasakan kita dapat meminimalisir kontaminasi air minum dari kuman penyakit sekaligus mineral berbahaya sehingga parameter fisik, mikrobiologis maupun kimia dapat terpenuhi. Bila dihitung, menggunakan pemurni air dapat menghemat pengeluaran, contohnya pada Pure It Marvela saja dapat memberikan penghematan per tahun Rp 225.000,- sampai Rp 1.750.000,-
Menghasilkan air berkualitas dari rumah

Menghasilkan air berkualitas dari rumah

Edukasi mengenai pentingnya air minum layak konsumsi penting untuk terus dilakukan kepada masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah yang masih banyak menggunakan air tanah, mata air atau air permukaan sebagai air baku untuk sumber air minum mereka. Beberapa hal penting yang harus diedukasikan adalah mengenai parameter kelayakan suatu air minum hingga aman untuk dikonsumsi mengingat belum semua masyarakat paham akan kandungan apa saja yang terdapat pada air minum. Blog merupakan salah satu media edukasi kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan akan pentingnya air minum berkualitas, mari kita bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri dengan salah satunya mengkonsumsi air minum yang sehat dan berkualitas. Dengan mengonsumsi air minum yang berkualitas maka badanpun menjadi sehat.

Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Blog Pure It bekerja sama dengan Blog Detik Periode 16 Juni-16 Juli 2014.

Referensi:

[1] Denis, R. 2010. Kualitas dan Kuantitas Air Bersih untuk Pemenuhan Kebutuhan Manusia.

[3] Aryanto, V., M. Rohmad, dan E. Puspita. Sistem Pendeteksi Kelayakan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)Sebagai Solusi Alternatif BPOM Berbasis Mikrokontroler. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya . Institut Teknologi Sepuluh Nopember

 

 

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

8 thoughts on “Menghasilkan Air Minum Layak Konsumsi dari Rumah

  1. Wes mantap sempet2nya ya ev…good luck ev

    Posted by rodamemn | July 15, 2014, 6:40 am
  2. wah makin top aja ni ilustrasinya… good luck ya mak

    Posted by moocensusan | July 15, 2014, 7:36 pm
  3. Tulisannya lengkap, semoga berhasil di lombanya ya🙂
    Jadi mau punya pure it ini, air putih di sini agak kurang enak.

    Posted by indahjuli | July 15, 2014, 9:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: