//
you're reading...
Contest

Bahagia di Usia Senja

Berbahagia diusia senja, Sumber Gambar

Kalau boleh meminta, pada setiap kali bertambah usia saya ingin didoakan agar memiliki umur yang berkah, yang berarti bahwa umur yang kita miliki dapat memberikan manfaat dan bermakna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Jangan seperti Edward Cullen yang memiliki keabadian tetapi terlihat bosan dalam menjalani hidup lantaran harus mengulang kejadian dari waktu ke waktu, atau seperti Coi Kang Chi seorang siluman serigala yang merasa hidupnya tidak berarti walaupun memiliki keabadian lantaran dirinya bukan manusia (eh itu sih di film ya hehe).

Usia yang dianugerahi Tuhan sudah sepatutnya kita isi dengan kegiatan yang bermakna sehingga akan mendatangkan kebahagiaan untuk hidup ini. Terutama ketika kita memasuki usia senja, karena pada usia ini aktivitas kita terutama fisik mulai terbatas lantaran faktor usia. Seseorang pernah berkata kepada saya seperti ini: “orang tua haruslah bangga karena dia telah mampu melewati masa muda” yang artinya Ia telah mampu menghadapi segala macam cobaan hidup. Cobaan adalah salah satu jalan untuk pendewasaan dan pemahaman diri, oleh karena itu orang yang memiliki usia lebih tua cenderung dianggap matang dan dewasa. Tetapi anggapan tersebut tidak semuanya benar karena dewasa tidak hanya terkait dengan usia saja tetapi juga dengan sikap dan perbuatan kita. Maka dari itu ada baiknya apabila kita dapat mengisi usia dengan penuh makna melalui sikap dan perbuatan kita.

Agar umur memiliki makna terutama saat memasuki usia senja maka kita harus mempersiapkan sedini mungkin karena kita tidak pernah tahu bagaimana rejeki, umur dan jodoh yang merupakan rahasia Illahi. Tetapi tidak ada salahnya apabila kita sebagai manusia untuk terus berusaha agar ketetapan yang nantinya kita dapatkan adalah ketetapan yang terbaik.

Bagi saya, usia 60 tahun nanti adalah awal kehidupan baru karena telah memasuki masa pensiun. Rencananya saya ingin berkonsentrasi pada hobi yang insha Allah akan mulai dirintis jauh hari sebelum memasuki masa pensiun. Oleh karena itu saya harus berusaha mulai saat ini agar umur yang saya miliki adalah umur yang berkah berapapun usia yang diberikan oleh Allah. Beberapa hal yang sudah, sedang, dan akan saya lakukan agar hidup bermakna berapapun usianya adalah dengan memelihara kesehatan. Bila diibaratkan dengan sebuah pohon apabila kita rajin memelihara dan memberikan nutrisi maka akan memberikan hasil panen yang baik sebelum akhirnya pohon itu mati. Sejak muda kita tidak boleh mengabaikan kesehatan karena apa yang kita berikan bagi kesehatan tentunya akan berdampak pada usia tua nanti. Memelihara kesehatan dapat kita lakukan dengan rajin berolah raga secara teratur, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat serta menjalankan hidup yang sehat. Memelihara kesehatan juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita atas nikmat sehat yang diberikan.

Kemudian hal lain yang dapat kita lakukan adalah mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Seringkali kita tidak menyadari akan anugerah yang sudah kita dapatkan dari Allah lantaran terlalu banyak keinginan. Keinginan yang banyak itu cenderung membuat hidup seolah banyak kekurangan. Seseorang yang mengisi hidupnya dengan banyak tuntutan cenderung kurang mensyukuri apa yg sudah dimiliki sehingga untuk berubah ke arah yang lebih baik akan sulit terpenuhi. Rasa syukur akan memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri dalam menjalani hidup terutama ketika sudah lanjut usia, maka dari itu jangan sampai kita telat dalam bersyukur ya.

“25% Orang di Amerika merasa lebih bahagia setelah setiap hari selama 10 minggu mencatat hal-hal yang mereka syukuri” Robert A Emmons

Usaha lain yang dapat kita lakukan agar umur berkah hingga usia senja adalah ketika kita mampu berdamai dengan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki cita-cita yang ingin dicapai, namun karena berbagai kondisi membuat kita tidak mampu mewujudkannya. Hal tersebut kadang membuat diri menjadi patah semangat dalam menghadapi kenyataan. Untuk mengatasinya kita harus berdamai kepada diri sendiri dengan menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita. Menurut Psikolog Fitriani F Syahrul, Msi, Psi orang yang berdamai dengan dirinya sendiri akan merasa bahagia dan mampu menebarkan kebahagiaan pada lingkungan karena Ia bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan, tak ada kegelisahan dalam diri, tidak banyak mengeluh dan memiliki kesejahteraan emosional yang tinggi. Bayangkan apabila kita mampu melakukannya maka hidup akan tentram dan kebahagiaan insha Allah akan selalu datang karena tidak ada beban pada setiap langkah. Kalau sudah tidak ada beban maka “kerutan” pada dahipun akan berkurang, kita lebih terlihat sehat dan bahagia.

“Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitan adalah menerima diri sendiri secara utuh dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup” Carl Gustav Jung

Usaha lain yang tak kalah pentingnya adalah memperdalam spiritualitas dan memperbanyak amalan shaleh karena urusan duniawi tidak akan pernah ada habisnya. Terkadang urusan ini cukup menyita waktu dan pikiran kita, dengan berpegang teguh kepada agama dalam menjalankan segala aktivitas jelas memberikan energi yang besar terutama disaat galau melanda. Dalam suatu hadist disebutkan “barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai obsesinya maka Allah akan memberikan rasa puas dalam hatinya dan menghimpun segala keinginannya dan duniapun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai obsesinya maka Allah akan menjadikan kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala keinginannya dan dunia tidak akan mendatanginya melainkan apa yang sudah ditentukan baginya” (HR Tirmidzi). Maka jauhkanlah istilah taubat ketika usia tua dan bersenang-senang ketika muda karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sementara dan akhiratlah kehidupan yang sebenarnya. Bila kita selalu mengingat hal itu tentu setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih terencana dan penuh tanggung jawab sehingga membuat hati menjadi tenang.

Masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi usia senja. Setiap orang pasti memiliki cara tersendiri untuk mengisi hidupnya dengan melakukan hal bermanfaat. Namun semua orang pasti memiliki tujuan yang sama yaitu hidup bahagia. Dengan berbahagia kita akan selalu bersemangat, tidak mudah mengeluh, serta memiliki kehidupan yang bermakna bagi diri sendiri dan lingkungan berapapun usia kita.

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64

Referensi bacaan:

Majalah Ummi Edisi Januari 2012

Majalah Tarbawi Edisi 101 Tahun 6/Dzulhijjah 1425 H/5 Februari 2005 M

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

8 thoughts on “Bahagia di Usia Senja

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Road to 64 di BlogCamp
    Segera didaftar sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    Posted by Pakde Cholik | August 5, 2014, 10:18 pm
  2. Bersyukur mbak, itu!! *gaya Pak Mario Teguh*

    Posted by Indah Sulistyowati | August 6, 2014, 1:45 am
  3. Sukses untuk lombanya mbak…:)

    Posted by Yuni andriyani | August 6, 2014, 7:31 pm
  4. Semoga di usia senja saya, bahagia. Amin.

    Posted by Adi Pradana | August 7, 2014, 6:24 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: