//
archives

Archive for

Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan Melalui Perdesaan Sehat

Persoalan kesehatan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus ditangani oleh pemerintah sejak dulu hingga saat ini. Masalah kesehatan memang tidak pernah usai lantaran banyak faktor yang mempengaruhi dinamika kehidupan manusia. UUD 1945 yang menjadi dasar konstitusi negara mengamanatkan secara tegas bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hal ini mencakup hak-hak warga negara untuk memperoleh jaminan kesehatan karena kesehatan termasuk dalam hak asasi manusia. Oleh karena itu pemerintah sudah sepatutnya menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan standar kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Kesehatan memang menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan pemerintah untuk menilai keberhasilan pembangunan nasional. Sayangnya, kualitas kesehatan masyarakat Indonesia saat ini masih tertinggal jauh dari negara-negara di benua Asia. Hasil survey terakhir yang dilakukan pada tahun 2012 memperlihatkan bahwa kualitas kesehatan Indonesia menempati urutan kedua terendah di Asia [1].

Permasalahan Kesehatan di Indonesia
Permasalahan Kesehatan di Indonesia

Rendahnya kualitas kesehatan yang terjadi di Indonesia ini disebabkan oleh berbagai macam persoalan yang kompleks. Apabila dirangkum maka persoalan kesehatan secara umum yang harus diatasi adalah:

  1. Kurangnya jumlah maupun kompetensi tenaga kesehatan. Contohnya untuk tenaga dokter spesialis, berdasarkan data terakhir Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa sebanyak 52,8 persen dokter spesialis berada di Jakarta, sementara di NTT dan provinsi di bagian Timur Indonesia lainnya hanya sekitar 1-3 persen saja [2].
  2. Belum meratanya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. World Vision, sebuah organisasi kemanusiaan dunia, melakukan pengkajian kepada 176 negara diseluruh dunia mengenai besarnya kesenjangan yang terjadi antara masyarakat yang dapat mengakses layanan kesehatan dengan baik serta mereka yang masih sulit mengaksesnya. Dalam laporan yang berjudul The Killer Gap: A Global Index of Health Inequality for Children diketahui bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-100 pada indeks global ini [3].
  3. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan kesehatan. Tingkat pendidikan, pemahaman dan kondisi sosial ekonomi masyarakat turut serta mempengaruhi kesadaran untuk memiliki kualitas hidup yang sehat.
  4. Peralatan dan fasilitas kesehatan belum merata dan kurang memadai khususnya bagi daerah yang jauh dari kota-kota besar. Diketahui dari sekitar 9.599 puskesmas dan 2.184 rumah sakit yang ada di Indonesia, sebagian besar masih berpusat di kota-kota besar [2] sehingga masih banyak masyarakat di daerah yang belum dapat mengakses pelayanan kesehatan.
  5. Alokasi dana untuk menangani persoalan kesehatan belum sesuai dengan amanat undang-undang. Menurut catatan “The Indonesian Institute” pada tahun 2014, pemerintah hanya mengalokasikan 2,4 persen saja dari APBN untuk bidang kesehatan. Padahal berdasarkan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 mengamanatkan bahwa dana kesehatan harus dialokasikan sebesar 5 persen dari APBN [2].

Sebagian besar permasalahan kesehatan yang telah diuraikan di atas terutama yang berkaitan dengan tingkat sosial ekonomi, fasilitas dan jumlah tenaga medis, kemudahan mengakses pelayanan kesehatan serta kesadaran masyarakat banyak ditemukan pada daerah yang jauh dan sulit dijangkau. Daerah ini dikenal dengan nama Daerah Tertinggal.

Peta penyebaran kabupaten daerah tertinggal

Peta penyebaran kabupaten daerah tertinggal

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mendefinisikan Daerah Tertinggal sebagai daerah Kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Beberapa faktor penyebab suatu daerah dapat dikategorikan sebagai daerah tertinggal diantaranya kondisi geografis yang relatif sulit dijangkau, daerah yang tidak memiliki potensi sumberdaya alam, rendahnya kualitas sumberdaya manusia, keterbatasan prasarana dan sarana serta daerah terisolasi, rawan konflik dan rawan bencana yang dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi.

Penetapan kriteria daerah tertinggal dilakukan dengan menggunakan pendekatan relatif berdasarkan pada perhitungan 6 kriteria dasar yaitu: perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, prasarana (infrastruktur), kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas serta karakteristik daerah. Berdasarkan kriteria tersebut maka hingga saat ini terdapat 183 kabupaten yang masuk dalam kategori Daerah Tertinggal dan sekitar 70% nya berada di Kawasan Timur Indonesia. Dari 183 kabupaten tersebut diketahui sebanyak 32 ribu dari 74 ribu desa di Indonesia masuk dalam kategori tertinggal dengan total jumlah penduduk sebanyak 57,5 juta jiwa [4]. Karena kondisinya tersebut, desa tertinggal memiliki permasalahan tersendiri yang jauh berbeda dari daerah maju. Permasalahan yang banyak ditemukan pada desa tertinggal diantaranya adalah tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi, fasilitas penunjang kesehatan serta tenaga medis yang masih minim, kesulitan dalam mengakses air minum, kondisi sanitasi yang buruk, serta adanya gizi buruk.

Guna mengejar ketertinggalan, maka pemerintah mencanangkan suatu program percepatan untuk membangun kesehatan pada daerah tertinggal. Program ini dinamakan Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal. Upaya percepatan ini dilakukan melalui terbentuknya perdesaan sehat yang telah dilaksanakan sejak dua tahun yang lalu. Visi perdesaan sehat adalah meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat daerah tertinggal yang setara dengan daerah lainnya dalam rangka mewujudkan percepatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan pada tahun 2025. Kebijakan perdesaan sehat kemudian dikembangkan melalui dua strategi utama yaitu:

  1. Percepatan peningkatan keterjangkauan dan kualitas kesehatan dasar. Kebijakan ini menitik beratkan pada aspek ketersediaan tenaga kesehatan yaitu Dokter Puskesmas di setiap puskesmas serta Bidan Desa untuk setiap desa.
  2. Percepatan peningkatan keberdayaan masyarakat. Kebijakan ini menitik beratkan pada aspek ketersediaan air bersih dan sanitasi pada setiap rumah tangga serta gizi seimbang khususnya bagi ibu hamil/menyusui dan balita.

Kelima aspek tersebut selanjutnya dikenal sebagai 5 pilar perdesaan sehat yaitu Dokter Puskesmas, Bidan Desa, Air Bersih, Sanitasi, dan Status Gizi. Untuk memajukan perdesaan maka 5 pilar tersebut harus tersedia pada setipa desa, terjangkau bagi seluruh masyarakat desa, serta keberterimaan dan memiliki kualitas baik dalam kompetensi maupun dalam memberikan pelayanan. Dengan adanya Dokter Puskesmas dan Bidan Desa diharapkan mampu mewujudkan pembangunan kualitas kesehatan dasar di desa-desa terutama desa tertinggal sekaligus menggerakan kemandirian masyarakat untuk mencapai ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi setiap rumah tangga, serta peningkatan status gizi melalui ketersediaan gizi seimbang. Sehingga apabila kelima pilar tersebut terpenuhi maka akan terbentuk perdesaan sehat yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan berbasis kesehatan.

5 Pilar Perdesaan Sehat

5 Pilar Perdesaan Sehat

Salah satu daerah tertinggal yang saat ini sedang melakukan Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Melalui Perdesaan Sehat adalah Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten. Kabupaten Pandeglang adalah satu dari dua Kabupaten di Provinsi Banten yang masuk dalam kategori daerah tertinggal. Di Kabupaten Pandeglang terdapat 335 desa dengan 4 jalan utama berupa tanah belum teraspal. Daerah ini memiliki Puskesmas sebanyak 36 unit yang dibantu oleh 46 Poliklinik Desa (Polindes) (kpdt.bps.go.id, 2011). Diketahui bahwa idealnya satu unit Puskesmas mampu melayani 30.000 jiwa [5], apabila jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang berjumlah 1.183.000 jiwa (banten.bps.go.id, 2013) maka dibutuhkan 39-40 Puskesmas dengan rata-rata satu puskesmas melayani 3.531 jiwa per desa. Dengan melihat perhitungan di atas, maka masih ada beberapa desa yang belum tercover dengan baik untuk mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Pandeglang adalah Desa Sorongan. Desa ini terletak di Kecamatan Cibaliung. Untuk mencapai Desa Sorongan kita harus menempuh waktu perjalanan sekitar 4-5 jam dari kabupaten dan 2 jam dari kecamatan. Kondisi jalan desa yang memprihatinkan berupa tanah berbatu membuat jumlah alat transportasi yang menghubungkan desa dengan kecamatan sangat minim. Minimnya sarana transportasi juga menjadi penyebab mengapa masyarakat di Desa Sorongan kurang mengkonsumsi protein. Hal ini disebabkan untuk mencari sumber protein yang tersedia di pasar mereka harus melalui kontur jalan berbukit dan memakan biaya yang cukup mahal. Sehingga masyarakat di sana lebih banyak mengolah hasil kebun mereka sendiri ketimbang membeli bahan pangan di pasar untuk konsumsi sehari-hari.

Permasalahan yang sama juga ditemui ketika hendak mengakses pelayanan kesehatan pada Puskesmas lantaran letaknya yang cukup jauh dari desa. Namun di Puskesmas sudah terdapat dokter puskesmas maupun bidan desa yang siap melayani masyarakat. Untuk mendapatkan air bersih, saat ini masyarakat tidak kesulitan memperolehnya karena masing-masing rumah telah mempunyai sumur meskipun masih ada beberapa warga yang kerap menggunakan air sungai. Sedangkan untuk masalah sanitasi, sebagian saluran pembuangan pada rumah-rumah warga sudah tertutup meskipun masih ada beberapa rumah dengan saluran pembuangan limbah yang terbuka, fasilitas seperti MCK juga sudah dimiliki masing-masing oleh sebagian besar masyarakat. Masyarakat juga sudah mulai menyadari pentingnya tidak membuang sampah sembarangan dengan membakar sampah yang mereka kumpulkan. Meskipun begitu tetap harus dilakukan pembinaan karena tidak semua sampah baik untuk dibakar lantaran dapat mencemari udara di sekitar.

Perdesaan Sehat KPDT Lakukan Kunjungan Desa Tertinggal di Pandeglang Banten,

Desa Sorongan adalah satu dari 32 ribu desa yang masuk dalam kawasan daerah tertinggal. Namun jangan salah, meskipun sebuah desa termasuk dalam daerah maju belum tentu fasilitas kesehatan dan kualitas hidupnya sudah cukup memadai. Contohnya terdapat di Desa Pasir Jambu Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur. Berdasarkan peta KPDT, Kabupaten Cianjur termasuk dalam kategori daerah maju. Meskipun begitu desa ini masih memerlukan peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakatnya.

Desa Pasir Jambu yang berada di bawah kaki Gunung Bongkok dan Gunung Masigit memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.927 jiwa (Sumber: Monografi Desa Pasir Jambu, 2013). Di desa ini sudah terdapat Polindes yang diisi oleh satu orang bidan desa. Untuk mengakses pelayanan Puskesmas di kecamatan, masyarakat harus menempuh perjalanan sejauh 7 km dengan kondisi yang hampir sama dengan Desa Sorongan. Mereka harus menggunakan alat transportasi berupa jasa ojeg yang biayanya cukup mahal apabila hendak pergi ke kecamatan. Puskesmas yang ada di kecamatan Tanggeung menangani 12 desa. Apabila kita anggap jumlah penduduk desa lainnya hampir sama dengan Desa Pasir Jambu maka Puskesmas ini melayani >48.000 jiwa, padahal idealnya satu Puskesmas hanya melayani 30.000 jiwa saja. Apalagi di Puskesmas ini jumlah dokter puskesmas sangat minim yaitu hanya terdapat satu orang dokter umum dan satu orang dokter gigi.

Meskipun begitu, kualitas kesehatan masyarakat Desa Pasir Jambu memang lebih baik ketimbang Desa Sorongan di Pandeglang. Masyarakat desa sudah mulai menyadari akan pentingnya gizi. Mereka mulai mengkonsumsi buah dan mengatur jenis menu makanannya dengan mengkonsumsi minimal protein nabati setiap hari. Sedangkan untuk akses air bersih, masyarakat desa juga sudah menggunakan sumur pompa meskipun ada beberapa warga yang masih mengandalkan sumber air bersih dari aliran mata air langsung. Hanya saja, kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan dalam hal sanitasi karena masih ada beberapa warga yang memiliki kualitas sanitasi cukup buruk pada rumahnya. Selain itu, kesadaran untuk memeriksakan diri pada tenaga kesehatan juga masih rendah, contohnya meskipun terdapat bidan desa beberapa dari mereka masih mempercayai dukun beranak untuk membantu ibu melahirkan. Maka tak jarang di desa ini masih ditemukan kasus yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu maupun bayi.

This slideshow requires JavaScript.

Dari kedua desa tersebut kita dapat melihat bahwa upaya percepatan peningkatan kualitas kesehatan di daerah tertinggal melalui perdesaan sehat sebenarnya sudah mulai terpenuhi. Hanya saja masih perlu ada penguatan pada beberapa pilar perdesaan sehat agar kualitas kesehatan benar-benar tercapai, dan perlu digaris bawahi walaupun suatu daerah sudah masuk dalam kategori daerah maju bukan berarti kualitas kesehatan di beberapa desa yang berada di bawahnya juga sudah maju. Untuk itu kegiatan pendampingan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat harus terus dilakukan secara kontinyu guna mempertahankan pencapaian yang sudah didapat.

Untuk mewujudkan perdesaan sehat sebenarnya tidaklah sulit asalkan terdapat sinergi antara pemerintah khususnya pemerintah daerah dengan tenaga kesehatan serta sektor terkait lainnya yang diikuti oleh kesadaran masyarakat. Guna menjawab permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan lima pilar perdesaan sehat, maka perlu dilakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berikut adalah solusi yang dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut:

Terkait dengan jumlah maupun kompetensi tenaga medis (dokter puskesmas dan bidan desa)

  1. Memberikan fasilitas dan jenjang karir khusus bagi tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah tertinggal. Fasilitas seperti gaji dan insentif serta jenjang karir sebaiknya tidak disamakan dengan tenaga medis yang ditempatkan pada daerah maju karena akan membuat penumpukan sumber daya manusia di daerah tersebut lantaran pada daerah tertinggal medan yang harus dihadapi cukup berat.
  2. Memberikan beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah yang ingin menjadi tenaga kesehatan di daerahnya agar setelah Ia menamatkan pendidikan dapat kembali ke daerah dan membangun desa.
  3. Menerapkan standart beban kerja ideal yang harus ditangani oleh tenaga kesehatan terutama untuk daerah tertinggal. Apabila ditemukan over lapping dalam pelayanan maka perlu dikaji ulang dengan melakukan penambahan personil.
  4. Merekrut kader kesehatan terutama dari putra-putri daerah agar mereka mau ditempatkan di daerah asalnya. Apabila merekrut kader dari luar daerah maka perlu terdapat komitmen agar mereka benar-benar bekerja pada daerah yang membutuhkan.

Terkait dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam membangun kesehatan (akses air bersih, penanganan sanitasi dan status gizi)

Untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat perlu dilakukan upaya pendekatan dan pemberdayaan melalui peran kader kesehatan. Seorang kader dapat bekerjasama dengan tokoh masyarakat yang menjadi panutan desanya agar masyarakat dapat mengikuti arahan yang diberikan. Kegiatan pemberdayaan ini terutama ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat dalam melaksanakan 3 pilar perdesaan sehat lainnya yaitu akses air bersih, ketersediaan dan kualitas sanitasi serta peningkatan status gizi. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh masyarakat seperti kegiatan Posyandu. Melalui kegiatan rutin ini masyarakat diberi pemahaman dan diarahkan agar terjadi perubahan perilaku, misalnya dengan memberikan arahan bahwa mengakses sumber air bersih dengan menggunakan air sumur lebih baik ketimbang menggunakan air sungai, pengaturan pola makan berdasarkan menu yang beragam bergizi seimbang dan aman untuk peningkatan status gizi serta arahan lainnya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini harus dilakukan secara kontinyu dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait terutama pemerintah.

Terkait dengan upaya pengembangan daerah tertinggal

  1. Memperbaiki infrastruktur desa tertinggal terutama akses jalan. Untuk memperbaiki jalan memang membutuhkan biaya, oleh karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah maupun instansi terkait dalam pelaksanaannya. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan jaringan ekonomi desa.
  2. Membangun perekonomian keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga dengan mengembangkan potensi lokal yang ada di desa sehingga mampu berdaya secara mandiri. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama dari dinas-dinas terkait seperti Badan Penyuluhan, BKKBN, maupun kalangan akademisi.
  3. Mengembangkan produk unggulan desa sesuai potensi lokal yang dapat menjadi icon desa bahkan hingga menjadi icon daerah.
  4. Mengembangkan sumber daya alam daerah yang berpotensi sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perekonomian dengan melibatkan peran masyarakat. Misalnya dengan dibentuk kawasan agrowisata melalui potensi pertanian atau kawasan mina politan berdasarkan potensi perikanan yang dimiliki.
  5. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan seluruh pelaku pembangunan daerah termasuk keterlibatan pihak swasta dalam kegiatan CSR.

Perdesaan sehat yang sudah dicanangkan oleh KPDT melalui peran 5 pilar perdesaan sehat menjadi jawaban untuk menghadapi persoalan pembangunan kualitas kesehatan terutama pada desa tertinggal. Apabila perdesaan sehat dapat terpenuhi maka upaya percepatan pembangunan pada daerah tertinggal dapat terwujud, secara tidak langsung hal ini juga turut serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional berwawasan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan pada tahun 2025 mendatang.

 

 Tulisan Ini Diikut sertakan Pada Kompetisi Blog Jambore Perdesaan Sehatdan Alhamdulillah mendapatkan Juara 1

juara

 

Selamat #HariBloggerNasional, 27 Oktober 2014.

Mari menulis dan menyebarkan manfaat utk semua orang #blog #blogger

View on Path

Selamat Hari Blogger Nasional, mari menulis dan berbagi #blog #blogger #haribloggernasional

View on Path

Menggapai Pensiun Sejahtera Sejak Dini

Aku adalah seorang ibu pekerja yang mempunyai banyak mimpi. Menurut ku penghasilan yang dimiliki saat ini masuk dalam kategori cukup. Dengan kondisi keuangan saat ini aku masih bisa membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga dan juga memenuhi kebutuhan ku sendiri. Namun, masih banyak impian yang ingin aku capai, untuk itu aku harus memperhitungkan segala hal termasuk kebutuhan finansial karena aku ingin menggapai mimpi-mimpi tersebut tanpa menggangu keuangan keluarga.

Aku dan suami sudah sejak lama berusaha untuk melek finansial. Suami sering mengajarkan bagaimana cara mengatur keuangan agar semua kebutuhan keluarga terpenuhi termasuk memetakan keuangan untuk investasi. Melek finansial bagi kami sangat penting karena tercapainya keluarga yang bahagia juga didukung oleh kondisi finansial yang baik. Sayangnya di Indonesia masih banyak masyarakat yang kurang melek finansial. Kebanyakan orang yang aku temui baik di kantor maupun lapangan masih mengeluhkan besarnya pasak daripada tiang. Hal tersebut menggambarkan belum tersusunnya rencana keuangan secara matang. Padahal memetakan kebutuhan keuangan sebenarnya tidak terlalu sulit, kita cukup merinci semua kebutuhan yang harus dipenuhi serta besarnya keuangan untuk masing-masing kebutuhan. Dari situ kita dapat menentukan skala prioritas dan menekan salah satu pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan agar tidak terjadi besar pasak dari pada tiang.

Mengatasi Besar Pasak daripada Tiang

Mengatasi Besar Pasak daripada Tiang

Buntut dari melek finansial juga berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup seseorang terutama dalam hal kesehatan. Beberapa masyarakat yang saya temui di lapangan seringkali tidak menyiapkan alokasi dana khusus untuk menjamin kesehatan mereka. Sehingga ketika mereka menghadapi masalah kesehatan yang cukup serius, mereka tidak dapat menanggulangi yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Belajar dari semua pengalaman di atas membuat ku tersadar, aku harus keluar dari zona nyaman. Meskipun aku seorang PNS tidak serta merta membuat ku merasa aman meskipun mendapatkan tunjangan kesehatan dan tunjangan hari tua. Aku tetap ingin mendapatkan perlindungan keluarga yang maksimal termasuk menjamin masa tua nanti. Aku telah bertekad agar ketika pensiun tidak memberatkan keluarga karena masih banyak hal yang ingin aku lakukan diusia senja nanti. Untuk itu aku telah mempersiapkan dana pensiun sejak dini agar mendapatkan pensiun sejahtera.

“Setiap orang pasti akan mengalami pensiun, tetapi mengisi masa pensiun secara produktif dan menjadi pensiun sejahtera adalah pilihan” –Dr. Ade Ahmad Rozi, MBA-

Menurut kamus besar bahasa Indonesia pensiun adalah seseorang yang tidak bekerja lagi karena masa tugas sudah selesai, sedangkan sejahtera adalah aman, sentosa, makmur, dan terlepas dari segala macam gangguan. Sehingga apabila digabungkan maka pensiun sejahtera adalah seseorang yang sudah memasuki masa purna bakti dalam kondisi yang aman dan bebas dari segala gangguan. Bebas dari segala gangguan terutama berkaitan dengan masalah finansial sehingga seseorang yang mendapatkan pensiun sejahtera adalah seseorang dengan kondisi financial freedom. Dalam rangka menggapai pensiun sejahtera nanti aku telah menghimpun dana pensiun dengan mengikutsertakan keuangan pada reksadana saham. Sebagian penghasilan yang aku peroleh dialokasikan khusus untuk mengikuti instrument investasi tersebut. Instrument ini diketahui cocok bagi seseorang dengan karakter agresif. Aku berani mengikuti reksadana saham karena memiliki dua keuntungan yaitu potensi return yang dapat mencapai 30% per tahun dari pergerakan harga saham dan kemudahan berinvestasi. Tetapi tidak ada perencanaan tanpa resiko, kita peru mengetahui segala resiko yang mungkin datang. Untuk jenis investasi ini resiko yang harus aku hadapi adalah nilai investasi yang dapat turun lantaran fluktuasi harga saham yang menjadi portofolionya. Bagi teman-teman yang hendak melakukan investasi maka harus pandai membaca karakter diri. Seseorang dengan karakter konservatif (menginginkan keamanan) maka instrumen yang cocok adalah tabungan berjangka dan deposito, sedangkan bagi seseorang dengan tipe moderat (berkecukupan) maka bentuk investasi yang disarankan adalah emas, tanah, dan properti.

pensiun sejahtera

pensiun sejahtera

Silahkan teman-teman tentukan sendiri tipe investasi apa yang sesuai dengan karakter pribadi masing-masing, tetapi yang jelas menghimpun dana pensiun sejak dini penting untuk dilakukan. Kini tidak hanya PNS, siapapun bisa memiliki dana pensiun asalkan sudah dimulai sejak umur produktif (20-30 tahun) dan bukan menjelang masa pensiun. Bagi teman-teman yang kebingungan dalam mengelola keuangan dan hendak mendapatkan kesejateraan serta perlindungan keluarga, teman-teman dapat mengikutsertakan finansial yang dimiliki melalui perusahaan asuransi terkemuka seperti SUN LIFE.

Sun Life: Life’s Brighter under the Sun

Sun Life adalah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang telah membangun kekuatan selama lebih dari 140 tahun. Sun Life merupakan bagian dari Sun Life Financial yang merupakan salah satu organisasi keuangan terkemuka di dunia yang didirikan pada tahun 1865 dan berkantor pusat di Toronto, Kanada. Di Indonesia Sun Life Financial telah hadir sejak tahun 1995 dengan menyediakan berbagai program yang lengkap mulai dari produk-produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, termasuk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua. Misi yang diemban oleh Sun Life adalah ingin memberikan rasa aman dan tenang kepada nasabah untuk mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial. Untuk itu Sun Life memperkenalkan Life’s brighter under the sun yang bermakna bahwa jasa konsultasi perencanaan keuangan, serta solusi masalah finansial yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan para nasabah. Produk yang ditawarkan oleh Sun Life Indonesia memang ditujukan untuk semua segmen, dari menengah bawah hingga menengah atas. Semua produk jasa yang ditawarkan oleh Sun Life mampu menjawab tiga kebutuhan keuangan yang mendasar yaitu kebutuhan akan perlindungan, kebutuhan akan tabungan dan kebutuhan akan investasi.

Sun Life

Sun Life

Berkaitan dengan pengelolaan dana pensiun, Sun Life dapat membantu nasabah yang ingin menggapai pensiun sejahtera melalui salah satu produknya yaitu Simpanan dan Investasi. Brilliance® Sejahtera adalah salah satu produk simpanan dan investasi untuk mempersiapkan dana hari tua. Brilliance® Sejahtera adalah produk asuransi jiwa yang dikombinasikan dengan investasi yang dapat memenuhi kebutuhan rencana keuangan jangka panjang sesuai dengan profil risiko investasi dan kebutuhan masing-masing individu. Bentuk investasi ini tidak memberatkan karena kita dapat menentukan sendiri besarnya proteksi dan investasi yang diinginkan agar kemapanan finansial dapat terwujud. Harga unit investasi yang kita salurkan melalui Brilliance® Sejahtera akan dihitung secara harian dan kita dapat memantau kinerja dana investasi dibeberapa surat kabar nasional terkemuka atau website Sun Life. Dalam mengelola dana investasi nasabahnya, Sun Life Financial Indonesia bekerja sama dengan manajer investasi terpercaya dan berkelas dunia, yaitu Schroders Investment Management dan Fortis Investment. Maka tak heran apabila setiap tahunnya Sun Life Financial Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan di pasar tempatnya beroperasi.

Bagi nasabah yang hendak menghimpun dana pensiun dengan prinsip syariah, Sun Life juga menyediakan jasa pengelolaan financial secara syariah. Salah satu produk yang dapat mengelola dana untuk hari tua secara syariah adalah Brilliance Hasanah Sejahtera. Sama seperti produk sebelumnya, Briliance Hasanah Sejahtera adalah produk asuransi jiwa dan investasi dengan pembayaran berkala yang dapat membantu kita dalam mencapai kebutuhan keuangan dimasa depan seperti biaya pendidikan, modal usaha, ibadah, pernikahan anak, dana hari tua dan lainnya yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Keunggulan produk ini selain fleksible juga memberikan perlindungan asuransi hingga usia 88 tahun.

Apabila kebutuhan dana pensiun sudah terpenuhi, kita juga ingin menggapai kesejahteraan bersama keluarga bukan? Karena tidak ada yang lebih indah selain mengisi usia senja yang bahagia bersama keluarga tercinta.

Pensiun Sejahtera Bersama Keluarga

Selain membantu mewujudkan kesejahteraan nasabahnya, Sun Life juga turut serta memberikan perlindungan keluarga melalui produk bertajuk Proteksi. Salah satu produk dari Sun Life yang diberikan untuk perlindungan keluarga adalah Term Life. Produk ini merupakan program asuransi jiwa yang dapat memberikan keamanan keluarga baik saat ini maupun di masa depan. Keuntungan yang dimiliki oleh Term Life di antaranya kita diberikan keleluasaan memilih masa pembayaran, bebas dalam menentukan pilihan cara pembayaran dan dapat ditambahkan Riders atau asuransi tambahan untuk memperoleh perlindungan yang lebih menyeluruh. Hal ini sejalan dengan misi  Sun Life yang ingin menyediakan keamanan keuangan seumur hidup bagi keluarga Indonesia dengan pendekatan yang menyeluruh (holistic approach).

Usia ku saat ini menjelang 30 tahun, sementara usia pensiun berada tepat 60 tahun sehingga aku memiliki waktu 30 tahun untuk menghimpun dana pensiun sekaligus investasi bagi perlindungan keluarga. Dana pensiun yang sudah mulai aku himpun bila dihitung mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan ku sendiri. Padahal aku ingin pada saat usia senja nanti selain tidak ingin menyulitkan keluarga, aku juga ingin menjamin kehidupan keluarga yang aman dan nyaman. Bila aku kalkulasikan ketika aku pensiun nanti seharusnya anak-anak sudah mandiri dan bekerja, tetapi kita tidak pernah tahu akan segala peluang dan ancaman yang datang dimasa depan. Terlebih dengan tengah berlangsungnya era globalisasi, tantangan di masa depan pasti jauh lebih berat. Terhadap jaminan kesehatan memang saat ini kami sekeluarga sudah ditanggung oleh instansi dan perusahaan tempat kami bekerja, tetapi jaminan ini hanya berlaku hingga anak-anak berusia 25 tahun. Jaminan kesehatan yang diberikan juga terbatas, terkadang kami tetap harus berkontribusi terhadap beberapa faslitas yang tidak masuk dalam jaminan.

mengapa perlu berinvestasi?

mengapa perlu berinvestasi?

Nah, menghadapi kenyataan tersebut aku pun harus memetakan kembali kebutuhan finansial secara menyeluruh agar mendapatkan pensiun sejahtera sekaligus perlindungan keluarga. Berikut adalah beberapa langkah yang harus aku lakukan terhadap kondisi finansial keluarga:

  1. Memetakan kembali kebutuhan mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang
  2. Sesuaikan kebutuhan tersebut dengan kalkulasi keuangan yang dimiliki beserta kemungkinan yang dimiliki
  3. Tentukan skala prioritas terhadap kebutuhan yang utama, dan lakukan penekanan terhadap kebutuhan yang bukan prioritas
  4. Memberikan porsi keuangan untuk melakukan investasi. Investasi ini disesuaikan dengan tujuan yang ingin dipenuhi seperti penghimpunan dana pensiun, perlindungan keluarga, dana pendidikan dan lain sebagainya
  5. Lakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi keuangan, bila terjadi kebocoran alias besar pasak dari pada tiang maka perlu dilakukan kaji ulang terhadap rencana keuangan yang sudah ada.

Apabila kelima hal tersebut dapat aku penuhi maka impian mendapat pensiun sejahtera juga dapat terpenuhi. Membayangkan diri menikmati usia senja bersama keluarga tercita tanpa terbebani masalah finansial pasti sangat membahagiakan. Jika jiwa merasa bahagia maka raga pun ikut bahagia, saat itu kesehatan tubuh juga turut mengikuti. Dengan memiliki jiwa yang bahagia serta kesehatan yang mendukung maka impian-impian yang ingin dicapai saat usia senja pasti dapat tercapai pula, dan saat itu kita dapat merasakan yang namanya pensiun sejahtera. Jadi masih ragu untuk melakukan investasi sejak dini? Mari kita mulai berinvestasi saat ini juga agar tidak ada sesal dikemudian hari.

 

Fun Experience With Central Springbed

Kami adalah keluarga kecil bahagia terdiri dari ayah, mamah dan Alfi yang senang menghabiskan waktu bersama. Quality time adalah waktu yang harus kami berikan untuk Alfi disela-sela kesibukan kami. Maklum saja saya dan suami sama-sama bekerja sehingga weekend menjadi waktu yang sangat kami tunggu. Ketika weekend kami menghabiskan waktu dengan pergi ke suatu tempat seperti mall, taman atau hanya sekedar bermain di lapangan. Tetapi ada juga waktu ketika kami malas untuk keluar dan hanya ingin menghabiskan waktu bersama di rumah. Saat itu tempat tidur menjadi salah satu arena kebersamaan kami, dan kali ini saya ingin bercerita tentang moment kebersamaan kami dalam fun experience with Central Springbed. Central Spring Bed ini dibeli oleh suami jauh sebelum kami menikah. Tepatnya ketika bulan April tahun 2008 dengan harga Rp. 1.4 juta saja. Meskipun umurnya sudah 6.5 tahun, spring bed ini masih kokoh dan nyaman sebagai tempat beristirahat. Kasur yang didesign sesuai dengan bentuk dan berat tubuh manusia membuat saya sangat nyaman berlama-lama di atas kasur. Berat badan saya terdistribusi secara merata di atasnya sehingga ketika saya bangun dari Central Spring Bed badan menjadi relax dan tidak pegal-pegal. Suami juga senang berlama-lama di sana sambil bermain laptop atau membaca novel kesayangannya. Kisah saya bersama spring bed kesayangan masih berlanjut lho dan semuanya fun experience with Central Springbed.

Central Springbed Tipe Deluxe yang ada di rumah kami

Central Springbed Tipe Deluxe yang ada di rumah kami di Cirebon

Teman-teman tahu tidak, spring bed ini sudah pindah berkeliling ke tiga tempat lho. Kok bisa? Iya tapi bukan jalan sendiri, melainkan ikut berpindah ketika suami pindah tugas. Meskipun sudah digotong sana-sini spring bed ini tetap nyaman dan kokoh hingga sekarang. Dulu selepas saya dan suami tinggal di Jatitujuh, kami pindah ke tempat kerja lain di daerah Subang. Hampir setahun kami bersama di sana. Kemudian suami pindah tugas lagi ke Cirebon dan menetap hingga saat ini. Central Spring Bed tetap menemani suami melepas lelah selepas bekerja. Saya jadi kangen masa-masa indah di Cirebon dulu, ingin sekali mengulang masa ketika kita bersama dalam fun experience with Central Springbed. Saya ingat dulu ketika masih di Cirebon, Alfi juga senang berguling-guling di atas spring bed. Alfi yang masih berumur 10 bulan saat itu senang berguling ke kanan dan ke kiri. Saya harus membentangkan alas yang cukup besar agar ompolnya Alfi tidak mengenai permukaan spring bed. Saya juga harus menjaga Alfi supaya tidak jatuh dari atas spring bed yang memiliki tinggi 23 cm ini. Untuk orang dewasa ketinggian ini sudah cukup optimal karena ketika bangun, kaki bisa langsung menyentuh lantai tanpa harus menggantung. Pegas atau springnya juga sangat kuat meskipun Alfi yang beranjak besar melakukan loncat-loncatan di atasnya, dan itulah salah satu fun experience with Central Springbed.

Saat ini saya dan Alfi tidak bisa menemani suami di Cirebon karena saya mulai bekerja di Bogor sejak tahun lalu. Kenangan bersama Central Spring Bed masih teringat jelas dibenak saya. Sekarang bermain di atas tempat tidur masih menjadi favorit Alfi dan suami. Kepulangan Ayahnya Alfi yang pulang setiap seminggu sekali selalu dinantikan oleh Alfi. Setiap kali ayah pulang Alfi pasti langsung minta diucang-ucang anggekan. Karena saat ini rumah masih belum selesai dibangun dan kami masih menetap bersama orang tua maka kami memakai tempat tidur yang ada di rumah ini untuk beristirahat. Nanti kalau rumah sudah selesai kami berencana untuk memulai lagi kisah fun experience with Central Springbed.

Ayah dan Alfi bermain di kasur di rumah Bogor

Ayah dan Alfi bermain di kasur di rumah Bogor

Bagi saya kualitas Central Spring Bed sudah tidak diragukan lagi. Saya bisa mengatakan hal tersebut karena sudah merasakan sendiri pengalaman menggunakan Central Spring Bed selama tiga tahun belakangan ini. Hal tersebut terbukti dari penghargaan yang diperoleh oleh Central Spring Bed sebagai Top Brand pada tahun 2010-2013 untuk mind share, market share dan commitment share. Kemudian pada tahun yang sama, Central Spring Bed juga meraih prestasi sebagai merek pilihan di Provinsi Jawa Tengah dan mendapatkan penghargaan Satria Brand Award Tahun 2012-2013. Suatu penghargaan yang memang layak didapatkan oleh Central Spring Bed terhadap kualitas yang telah diberikan. Nah, ayah bunda juga mau merasakan fun experience with Central Springbed? Sebelumnya, mari kita lihat dulu keunggulan yang dimiliki oleh Central Spring Bed. Pertama, Central Spring Bed didesign dengan Postur Matic Technology yang mendistribusikan berat badan secara merata serta menyesuaikan bentuk tubuh sehingga menghasilkan tidur yang berkualitas. Terdapat 7 zona nyaman untuk mengurangi tekanan pada bahu, pinggul dan kaki serta terdapat 2 zona pendukung yang mempertahankan posisi alami dari paha hingga ke tulang punggung. Berbeda dengan kasur berbahan busa tanpa pegas, kasur ini memang memberikan rasa nyaman saat pertama, tetapi tidak cukup menyokong berat badan sehingga terkonsentrasi pada bagian tubuh tertentu dan akan menyebabkan badan sakit serta pegal-pegal ketika bangun tidur.

Central Springbed Supportive Healt System, Sumber: www.centralspringbed.com

Central Springbed Supportive Healt System, Sumber: http://www.centralspringbed.com

Keunggulan fun experience with Central Springbed kedua yaitu Pocket Spring yang didesign untuk memberikan sokongan sempurna bagi punggung. Dengan adanya pocket spring saya tidak akan menggangu suami dan Alfi ketika saya hendak bangun tidur di malam hari. Ketiga, Serat Dacron yang berkualitas memberikan kenyamanan dan tampilan yang sangat estetik selain itu lapisan cotton alami juga memberikan kenyamanan yang alami pada tubuh secara merata. Keempat, terdapat ventilator di dalam kasur agar kasur tetap sejuk ketika digunakan. Teknologi terkini dalam pembuatan Central Springbed membuat kasur awet dan tetap empuk meskipun sudah lama dipakai seperti yang ada di rumah.  Bagi ayah bunda yang hendak membeli kasur dan hendak merasakan fun experience with Central Springbed kini terdapat berbagai tipe produk Central Spring Bed baik untuk orang dewasa maupun anak-anak yaitu type gold yang terdiri dari gold pocket, gold plush top, dan gold; type silver; type sporty yang terdiri dari sporty 2 in 1 dan sporty saja; kemudian type deluxe dan type kids. Kalau Central Spring Bed yang ada di rumah Cirebon merupakan tipe deluxe dengan size B. Tidur bertiga di atas spring bed tersebut rasanya nyaman karena ukurannya lebar sehingga kami tidak perlu berdesak-desakan. Nanti apabila rumah yang di Bogor sudah jadi, saya dan suami juga mau membeli Central Spring Bed lagi supaya kami bertiga bisa fun experience with Central Springbed.

Keunggulan Central Springbed

Keunggulan Central Springbed

Wah sudah lama sekali ya Alfi kita belum bermain bersama ayah lagi di Cirebon. Nanti kapan-kapan kita agendakan untuk mengunjungi rumah dinas ayah ya. Bermain di kasur memang menyenangkan karena selain menemani Alfi bermain, saya dan ayahnya Alfi juga dapat beristirahat. Tiba-tiba kita bertiga nanti ketiduran lagi deh seperti dulu. Itulah fun experience with Central Springbed versi kami. Bagaimana dengan anda?

aa

Tulisan ini diikut sertakan pada Central Spring Bed Blog Competition Periode 17 September-22 Oktober 2014 Alhamdulillah mendapatakan Juara 4

Sumber Informasi:

http://www.centralspringbed.com/

#TerimakasihSBY atas kepemimpinannya selama 10 tahun ini. Semoga Bapak dan Ibu sehat selalu dan dapat terus berkontribusi untuk negara meskipun tidak lagi memimpin negeri ini

View on Path

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 444,594 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

October 2014
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d bloggers like this: