//
you're reading...
My Job

Kaleidoscope Tahun 2014 Seorang Penyuluh, Blogger, Ibu Rumah Tangga, dan Hiker

Tak terasa ya teman-teman tahun 2014 ini sebentar lagi akan berlalu. Rasanya masih banyak hal yang perlu saya benahi mulai dari pekerjaan sehari-hari sampai sikap dan pencapaian kinerja *haduh mendadak jadi inget laporan* lupakan laporan mending kita kilas balik aja yuk kira-kira apa saja yang sudah kita capai selama satu tahun kemarin dan apa saja yang belum tercapai untuk pembelajaran tahun-tahun sebelumnya.

Saya, Sebagai Seorang Penyuluh

Tahun 2014 ini merupakan tahun awal bagi saya ketika menjadi seorang penyuluh. Surat Keputusan menjadi tenaga fungsional sebagai penyuluh pertanian yang ditunggu akhirnya keluar juga setelah satu tahun menjalani percobaan sebagai penyuluh. Banyak suka dukanya lho, mulai dari gak pede sewaktu bicara di depan petani, kena teguran petani yang kecewa dengan pemerintah, jatuh di pematang hingga mendapatkan ucapan terimakasih dari mereka yang merasa terbantu oleh penyuluh amatir yang satu ini.

Para petani yang datang ke rumah, senangnya

Para petani yang datang ke rumah, senangnya

Selama setahun ini saya banyak belajar bagaimana menghadapi berbagai macam karakter petani hingga kita bisa diterima mereka. Penyuluh senior saja baru bisa mengubah sikap dan perilaku petani binaannya setelah 5 tahun bersama mereka. Saya baru setahun, jadi wajar ya kalau kemajuan saya dibidang penyuluhan belum berkembang *ngeles* hehe. Tapi saya senang lho karena baru-baru ini dikunjungi oleh petani-petani binaan ketika pindahan rumah kemarin. Menurut senior, jika petani rela datang jauh-jauh ke rumah kita itu salah satu indikator kalau kita berhasil menyuluh, minimal itu berarti kita sudah diterima di tengah-tengah masyarakat. Ahhhh senangnya, semoga benar begitu ya.

Saya, Sebagai Seorang Blogger

Jika tahun ini merupakan tahun pembelajaran saya sebagai seorang penyuluh, maka ketika saya menjadi seorang Blogger tahun ini merupakan tahun yang spesial dan penuh berkah. Saya merasakan sekali manfaat ngeblog, mulai dari bisa menambah teman, menambah penghasilan, bisa naik pesawat *norak deh*, ketemu teman baru sampai ketemu Presiden RI ke-6. Alhamdulillah.

Alhamdulillah bisa bertemu dengan Presiden RI ke-6

Alhamdulillah bisa bertemu dengan Presiden RI ke-6, Saya yang berbaju pink dua dari kanan

Ada satu hal yang saya sukai di tahun ini, karena mendapatkan kesempatan berbagi dengan adik-adik mahasiswa mengenai dunia blogging. Terus terang saja, saya ini bisa dibilang paling cerewet soal blog kalau di kantor, sebisa mungkin saya ingin menularkan semangat menulis dan berbagi melalui blog ke teman-teman kantor. Karena tidak hanya banyak manfaat yang dihasilkan, Kementerian Pertanian RI sendiri mengharuskan kita memiliki blog lho. Hal itu dikarenakan blog berguna sebagai media penyuluhan dan diseminasi teknologi dari para peneliti kepada masyarakat. Sayangnya saya baru bisa meng-influence empat orang teman untuk eksis di dunia blogging. Mudah-mudahan nantinya makin banyak yang ngeblog. Aamiin.

O iya sejak bulan Agustus 2014 ini akhirnya saya memiliki domain pribadi, hal ini menambah semangat saya untuk menulis, minimal satu postingan perbulan, lebih banyak lebih baik. Rencananya blog tersebut akan saya fokuskan di bidang pertanian meskipun masih sering menulis hal-hal umum lainnya.

Saya, Sebagai Seorang Ibu Rumah Tangga

Sewaktu mengunjungi Kampus IPB kemarin, saya sempat curhat kepada Mak Arin penulis Mommylicious mengenai seni merawat dan membesarkan anak. Saya melihat Mak Arin ini keren sekali karena bisa membesarkan anak-anaknya meskipun sambil bekerja dan jauh dari orang tua. Saya sendiri selama ini masih dibantu orang tua dalam membesarkan Alfi, anak saya, terutama ketika bekerja. Ada plus minusnya sih, plusnya gak usah saya sebutin ya, minusnya ya itu, kadang Alfi lebih sering mendengar apa yang dibicarakan Mbahnya ketimbang mamahnya. Itu resikonya karena memang saya juga sering meninggalkan Alfi untuk pergi dinas.

Keluarga ku, keliatan ya mamahnya masih kaya anak-anak hehe

Keluarga ku, keliatan ya mamahnya masih kaya anak-anak hehe

Kemudian sebagai seorang istri saya masih jauh dari kriteria istri soleha, nyadar banget deh. Alhamdulillah suami saya Mohyiyi sangat sabar menghadapi sikap saya yang kadang masih kebawa Abegeh padahal udah tuir hehe. Saya masih kepingin jalan kesana-kesini padahal udah emak-emak hehe. Sing sabar ya yah.

Saya, Sebagai Seorang Hiker

Meskipun sudah lama tidak melakukan petualangan bukan berarti jiwa untuk berpetualang itu redup. Itu terjadi pada diri saya saat ini. Saya dan teman-teman ditahun ini kembali menekuni hobi lama untuk berpetualang baik di darat maupun laut (tapi kalo boleh milih lebih senang di darat). Kebetulan saya bertemu dengan jiwa-jiwa yang hobi mendaki di kantor tempat saya bekerja,. Kemudian suami juga senang mendaki gunung, maka jadilah jiwa saya yang dulu redup kembali menyala, saya kembali menekuni hobi lama untuk mendaki gunung. Rasanya senang sekali, sulit untuk digambarkan. Sensai ketika sudah sampai di puncak gunung dan di atas awan itu rasanya luar biasaaaa yang membuat saya ketagihan untuk mendaki, mendaki, dan mendaki lagi.

Masih tetap ingin ke Semeru

Masih tetap ingin ke Semeru

Nah, saya berusaha sebisa mungkin agar kegiatan berpetualang itu tidak hanya sekedar berpetualang saja, tetap harus bisa mengambil hikmah dari perjalanan yang saya lakukan. Seperti ketika kemarin mendaki Gunung Prau dan Gunung Cikuray, saya mulai mengerti bahwa setiap gunung dan alamnya memiliki karakteristik masing-masing beserta dengan para penduduknya. Dari situ juga saya belajar bahwa kerja sama dan saling membantu antar pendaki itu indah sekali. Saya banyak belajar dari para pendaki yang saya temui, bagaimana untuk survive dan saling bahu membahu dengan tetap menghormati alam. Menakjubkan sekali, dan cita-cita saya masih sama yaitu berdiri di Puncak Mahameru (yang baca sampe bosen hehe).

Nah itulah kira-kira sedikit kaleidoskop sepanjang tahun 2014. Berkaca dari apa yang telah dilalui pada tahun 2014, maka saya perlu melakukan resolusi supaya beberapa rencana dan cita-cita dapat tercapai. Apa saja resolusi 2015? Cek disini ya: Resolusi Ku di Tahun 2015.

Terimakasih sudah mampir dan membaca celotehan saya sepanjang tahun ini baik di blog ini maupun di blog www.evrinasp.com, sukses untuk kita semua. Aamiin.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

15 thoughts on “Kaleidoscope Tahun 2014 Seorang Penyuluh, Blogger, Ibu Rumah Tangga, dan Hiker

  1. Yaaayyy sungguh luarrr biasaaa mak…semoga 2015 jauuuh lebih membahana yak..aamiiin

    Posted by bukanbocahbiasa | December 31, 2014, 12:40 pm
  2. Omaigaaat hiker ya, Mak? Pinjem nyalinya, Maaakkk. Moga makin sukses di tahun-tahun mendatang, ya.😉

    Posted by Haya Aliya Zaki | December 31, 2014, 3:57 pm
  3. berwarna sekali 2014 nya, mbak🙂

    Posted by Rivanlee | December 31, 2014, 4:34 pm
  4. Sukses selalu ya, Mak!🙂

    Posted by Alaika | December 31, 2014, 5:33 pm
  5. Keren..makin sukses ke depannya dek🙂

    Posted by anggrabudianto | January 1, 2015, 12:43 am
  6. alhamdulillah, terlewati dengan penuh kesan….

    Posted by mohyiyi | January 1, 2015, 5:34 am
  7. luar biasa pengalamannya mba🙂

    Posted by Adi Setiadi | January 3, 2015, 3:21 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Resolusi Ku di Tahun 2015 | Evrina Budiastuti - December 31, 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: