//
archives

Archive for

Aneka Kegiatan untuk Mengisi Liburan di Rumah

liburan

Akhir pekan menjadi hari yang dinantikan oleh semua orang. Di akhir pekan umumnya orang akan memilih untuk berkumpul bersama keluarga, bermain dengan sahabat, beristirahat di rumah, mengunjungi saudara atau traveling ke suatu tempat. Saya sendiri lebih memilih menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, mengunjungi suatu acara, atau berkumpul bersama teman. Tetapi ada kalanya saya dan keluarga memilih untuk pergi ke suatu tempat jika memang sedang ingin traveling atau tidak pergi kemanapun alias liburan di rumah saja.

Liburan di rumah saja kadang diperlukan lho, terutama pada saat kondisi seperti di bawah ini:

  1. Tanggal tua alias belum gajian

Kalau belum gajian sementara kebutuhan primer harus terpenuhi, maka kegiatan untuk liburan di luar sementara bisa kita skip dulu untuk menghindari besar pasak daripada tiang. Jangan sampai setelah liburan malah kebingungan karena kehabisan tabungan.

  1. Mengistirahatkan fisik

Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah (terutama bagi pekerja lapangan) rasanya ingin sekali menghabiskan waktu libur di rumah saja untuk mengistirahatkan fisik. Bayangkan lima hari bekerja, tubuh ditempa terus-menerus dengan persoalan kantor, maka tidak ada salahnya jika kita menghabiskan akhir pekan di rumah saja.

  1. Kondisi di luar tidak memungkinkan untuk bepergian

Kondisi keuangan oke dan fisik mendukung namun situasi di luar sedang tidak memungkinkan bagi keluarga untuk berlibur di luar rumah, maka pilihan untuk menghabiskan waktu di rumah patut dipertimbangkan. Situasi seperti apa yang tidak memungkinkan? Misalnya terjadi bencana alam atau ada demo besar yang mengganggu lalu lintas.

Jangan salah lho, sebenarnya banyak sekali kegiatan yang dapat kita lakukan bersama keluarga untuk mengisi waktu liburan di rumah. Tinggal bagaimana nanti kita memadu padankan sehingga liburan di rumah menjadi seru dan menarik.

Baca: Liburan Murah Meriah ala Adventure Wannabe

Lalu kegiatan apa saja yang dapat kita lakukan bersama keluarga untuk mengisi liburan di rumah? Berikut adalah aneka kegiatan untuk mengisi liburan di rumah:

  1. Olahraga bersama

Pagi hari sekali ajak keluarga untuk olahraga bersama agar tubuh kembali fresh. Olahraganya bisa di sekitar rumah sambil bersepeda atau jalan santai yang penting semuanya senang. Main sepak bola atau bulu tangkis juga menyenangkan lho.

  1. Masak bersama

Setelah berolahraga, kegiatan selanjutnya yang dapat dilakukan adalah masak bersama. Libatkan anak untuk berpartisipasi, bagi tugas agar kegiatan masak menjadi menyenangkan. Lalu kita makan bersama deh.

  1. Membersihkan rumah

Adakan kerja bakti untuk membersihkan setiap sudut rumah bersama anak-anak ketika memiliki waktu liburan di rumah. Buatlah suasana kerja bakti menjadi menyenangkan dengan melakukan gotong-royong secara bersama.

  1. Berkebun

Aktivitas lain yang tidak kalah menyenangkan adalah dengan berkebun bersama. Ajak anak-anak untuk melakukan kegiatan penanaman sambil bermain. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan kepada anak akan pentingnya penghijauan.

  1. Berpetualang di dalam rumah

Berpetualang bisa dilakukan dimanapun termasuk di dalam rumah. Jika mempunyai tenda, maka dirikan tenda di pekarangan rumah atau di dalam rumah untuk melakukan kegiatan camping bersama. Meskipun di dalam rumah, kegiatan camping tetap menyenangkan kok, tinggal bagaimana kita bisa menghidupkan suasana petualangannya.

Nanti kalau teman-teman sedang tidak bepergian kemanapun tidak usah bingung ya, liburan di rumah juga seru kok. Berlibur di rumah dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga melalui kegiatan seru bersama keluarga.

Salah Kenal Orang Hingga Jatuh dari Motor

cerita-memalukan

Sejak dulu entah mengapa, saya ini orangnya pede (percaya diri) banget. Terkadang hal itu menguntungkan karena disituasi apapun saya dengan mudah beradaptasi dengan orang atau lingkungan baru. Namun ada kalanya sifat tersebut justru membahayakan bahkan membuat malu. Dulu hal itu pernah terjadi ketika saya bekerja di Jawa Timur.

Jika tidak salah ingat, waktu itu tahun 2008 ketika saya dan beberapa orang staf ditugaskan untuk pergi ke Malang guna mengikuti Porseni khusus perusahaan dan instansi yang bergerak di bidang pertanian. Saya dan satu orang teman bertugas membuat kaos seragam untuk perusahaan sekaligus menjadi penyemangat tim olahraga yang tampil diajang Porseni.

Kemudian tibalah hari yang dinantikan. Saya ditugaskan untuk berangkat bersama mobil bos. Namun ketika saya memasuki mobil, kok masih belum berangkat juga. Pak boss mengatakan bahwa masih menunggu satu orang lagi yaitu Pak Budi (bukan nama sebenarnya). Setelah beberapa menit ada satu orang bapak-bapak yang masuk ke dalam mobil dan mobil langsung berjalan. Seketika saya langsung heboh seperti ini:

“Lho pak, kok berangkat? Kan Pak Budi belum masuk?” saya bertanya dengan nada suara yang mirip TOA.

“Lha ini Pak Budi, emang dikira siapa?” Pak Boss menimpali.

Pak Budi terlihat kebingungan sambil melihat saya yang heboh. Saya langsung tersadar, ternyata orang yang selama ini saya anggap staff biasa itu adalah Pak Budi yang levelnya sudah manager. Duhh ampun, saya langsung diam saat itu juga dan sumpah deh kalau bertemu dia di perusahaan, saya langsung ngacir, bersembunyi di ruangan tertentu atau mutar arah. Entah kenapa rasanya malu banget, soalnya masa iya saya tidak kenal sama si bapak. Padahal sudah sering bolak-balik ke departemennya.

Nah, ada satu lagi nih kejadian yang membuat saya malu bukan kepalang. Waktu itu keadaan sudah sore dan saya bersiap pulang ke rumah. Ketika di parkiran, saya kesulitan mengeluarkan motor bahkan kesulitan untuk menyalakannya. Maklum, saat itu saya belum mahir berkendara, jadi motor tidak hidup sehingga saya panik sendiri. Kemudian ada seorang staff kantor yang ingin membantu saya, tetapi karena saya sok’ bisa jadinya saya menolak bantuan tersebut.

Staff itu masih melihat saya yang kelihatan kebingungan dan itu membuat saya panic. Akhirnya setelah dicoba beberapa kali, motor menyala juga. Saya langsung tancap gas dan pamit kepada orang tersebut. Memang dasar sedang kurang beruntung atau memang grogi, motor yang saya kendalikan tiba-tiba menabrak pohon yang ada di pinggir. Akhirnya, mau tidak mau sambil memasang wajah malu, saya ditolong oleh staff yang sedari tadi memperhatikan saya.

Mungkin di dalam hatinya dia berkata seperti ini: “Lagian mau ditolongin pake nolak segala”. Akhirnya saya juga selalu menghindar ketika bertemu dengan staff tersebut. Parahnya lagi staff tersebut ternyata bekerja di bagian yang sama dengan Pak Budi. Sejak itu saya fix tidak menginjakkan kaki ke departemen Pak Budi jika tidak ada perlu. Malu banget soalnya.

Sebenarnya jika mau diceritakan, masih ada lagi lho cerita memalukan lainnya, tapi saya keep saja ya biar menjadi kenangan tersendiri. Inti dari cerita saya adalah tempatkan diri sesuai situasi, pede boleh tapi jangan berlebihan. Kemudian jika memang tidak bisa maka tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain, jangan malu untuk meminta atau menerimanya. Sekian dan terimakasih, mohon jangan diketawain hehe.

Cerita Mading

cerita mading

Jika diminta menuliskan soal mading alias majalah dinding, saya kebingungan nih soalnya bukan aktivitas mading. Maklum zaman sekolah dulu saya lebih senang kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) yang mengandalkan tenaga. Ekskul macam apa itu Ev? Bukan pencak silat sih, hanya paskibra dan PMR saja. Wuih dulu saya sampai ke Gedung Joang 45 lho sewaktu menjadi anggota paskibra di SMP.

Nah, sewaktu masuk ke masa SMA, saya mulai mengikuti ekskul yang kerohanian alias Rohis atau rohani islam. Di sinilah saya mengenal yang namanya mading. Dulu, saya menjadi salah satu staf seksi syiar di Rohis SMA. Tugasnya mencari artikel-artikel mengenai keislaman yang nyaman untuk dibaca, tidak keras dan mengekang. Jadi tugas saya dan teman-teman di Seksi Syiar adalah bagaimana memberikan pengetahuan tentang keislaman dengan cara yang tidak frontal. Soalnya kalau terlalu frontal nanti malah tidak ada yang mau ikut kegiatan Rohisnya.

O iya, saya dulu sekolah di SMA Negeri 3 Bogor. Kegiatan Rohis sekolah terbilang aktif lho. Karena saya masuk ke seksi syiar, maka saya bertugas untuk mengupdate informasi yang ada di Rohis sekolah. Saya ingat banget, zaman dulu belum familiar sekali dengan computer, jadi kami membuat tulisan-tulisan tersebut di kertas polio, kertas daur ulang, atau kertas putih dan warna-warni yang ditulis dengan cantik dan didesign semenarik mungkin. Tujuannya apa? agar teman-teman di sekolah mau membacanya. Biasanya kan pada malas ya membaca yang terlalu serius apalagi soal agama. Untuk itu kami sebisa mungkin mengemasnya dengan cara yang mudah dipahami dan menarik untuk pembaca.

Kalau tidak salah ingat, kami membagi space mading menjadi bagian berikut ini:

  1. Informasi kegiatan Rohis yang berisi kegiatan jangka pendek dan panjang dari ekskul Rohis.
  2. Informasi keagamaan berupa tulisan dakwah yang ringan
  3. Cerita pendek islam, disesuaikan dengan ada atau tidaknya kiriman cerita juga sih
  4. Tips dan informasi bermanfaat terutama yang menyangkut dengan kegiatan belajar di sekolah

Ekskul Rohis kami terbilang sangat aktif lho. Saya ingat sekali, dulu sampai pernah melaksanakan Mabit dan Rihlah ke Curug (dimana ya lupa) dengan peserta dari luar Rohis. Kemudian tim nasyidnya juga beberapa kali memenangkan lomba nasyid (ehem saya masuk tim nasyid peremuan lho) dan lomba lainnya. Makanya saya senang mengikuti ekskul ini hingga saya lulus.

Sekarang bagaimana ya kondisi Rohis di sekolah saya? Sepertinya semakin maju, karena adik-adik zaman sekarang pasti lebih menguasai teknologi. Andai dulu jiwa blogger saya sudah muncul, pasti saya bakalan Menuhin mading Rohis sekolah deh. Sayangnya jiwa blogger baru muncul ketika saya sangat dewasa, entah mengapa?. Mungkin itu sebabnya saya menjadi blogger saat ini.

Tumis Bunga Pepaya

bunga-pepaya

Jika ditanya apa saja sih resep andalan keluarga? Saya akan menjawab banyak, tapi bukan saya yang masak hehe. Mamah yang masak karena saya tidak bisa memasak. Nah, mamah saya ini memiliki resep-resep tradisional turun temurun yang diwariskan dari Mbah sejak dulu. Salah satu masakan mamah yang saya sukai adalah masakan dengan bahan dari tanaman pepaya.

Buah pepaya muda dapat diolah menjadi sayur bobor pepaya yang dipadu dengan sambal terasi pedas serta peyek ikan teri. Kemudian daun pepaya diolah menjadi bunti atau oseng daun papaya. Dan bunga pepaya muda yang tumbuh di ketiak cabang juga dapat dibuat tumis bunga papaya dengan campuran ikan teri. Nah ini masakan yang paling saya sukai yaitu tumis bunga papaya.

Kalau mamh sudah membuat tumis daun pepaya, saya akan mengambil jatah terlebih dahulu supaya tidak dihabiskan oleh adik *jangan ditiru hehe. Tapi tidak perlu khawatir juga sih karena kebetulan adik kurang suka lantaran rasanya yang pahit. Justru rasa yang pahit dari bunga pepaya yang dipadukan dengan ikan asin serta potongan bumbu membuat tumisan ini maknyus rasanya. Kalau saya boleh membandingkan, saya akan lebih memilih tumis  bunga pepaya dibandingkan daging sapi apabila diminta memilih menu mana yang akan diambil. Karena bagi saya tumis bunga pepaya itu masakan langka, kita harus menunggu tanaman pepaya mengeluarkan bunga baru bisa kita olah. Sedangkan daging sapi rasanya ada terus dipasaran.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih cara membuatnya? Mudah banget kok, siapa saja bisa membuatnya. Berikut saya berikan bahan serta alat serta cara membuatnya:

Tumis Bunga Pepaya

Bahan:

  • Bunga Pepaya, dipotong-potong
  • Ikan teri
  • Cabe merah dipotong-potong
  • Cabe rawit, dipotong-potong
  • Bawang putih, dipotong-potong
  • Bawang Merah dipotong-potong
  • Garam
  • Air secukupnya
  • Minyak sayur secukupnya

Alat:

  • Penggorengan
  • Mangkuk
  • Gelas untuk air

Cara Membuat:

  1. Tuang minyak sayur secukupnya ke dalam penggorengan untuk menumis
  2. Masukkan potongan cabe dan bawang, lalu tumis hingga wangi
  3. Tambahkan air secukupnya
  4. Masukkan ikan teri lalu aduk hingga empuk
  5. Masukkan bunga pepaya, lalu aduk hingga matang

Bunga pepaya sengaja dimasukkan terakhir agar tidak terlalu layu ketika disajikan. Tumisan ini cocok banget disajikan bersama dengan nasi panas lalu dimakan di tengah sawah beramai-ramai. Pasti nambah deh porsinya hehe.

Selamat mencoba ya.

Mengoptimalkan Diri Ketika Datang ke Acara Blogger

image

Tulisan ini dibuat ketika saya sedang dinas ke Bandung dan tanpa menggunakan laptop. Ternyata saya bisa juga menulis melalui smartphone *kemana aja kau ev. Jadi maaf kalau ada typo dan masih belum rapih.

Yuk ah kita mulai…..

Suatu hari ada seorang teman yang mengatakan kepada saya terkait dengan kopdar blogger. Teman saya tersebut bertanya apakah saya sering datang ke acara atau event yang mengundang blogger termasuk kopdarnya. Saya kemudian menjawab bahwa saya jarang datang ke acara blogger. Lalu teman saya tersebut langsung mengatakan bahwa ada dua kemungkinan yang menyebabkan seorang blogger jarang datang ke acara. Pertama karena memang lokasinya terlalu jauh, kedua karena blogger tersebut ekslusif jadi hanya akan datang ke acara-acara tertentu.
Teman saya ini sepertinya agak menyimpulkan kalau saya termasuk ke alasan yang kedua. Padahal aslinya tidak begitu lho. Alasan saya kenapa jarang datang ke event atau kopdar blogger itu karena beberapa hal di bawah ini:

1. Lokasinya jauh dari tempat tinggal sehingga memerlukan beberapa pertimbangan.
Umumnya event yang mengundang blogger sering berlangsung di Jakarta. Nah kalau lokasinya di Jakarta bukan berarti saya tidak mau datang, ketika saya bisa datang dan sedang fit insyaa Allah pasti datang, soalnya ke Tangerang Selatan yang lebih jauh aja bisa kok. Terus ke ujung Jakarta sewaktu berlangsung acara one day tour juga bisa datang. Hanya saja faktor jarak tempuh dan juga kesesuaian kondisi badan menjadi salah satu pertimbangan untuk menempuh lokasi berlangsungnya acara.

2. Kesesuaian waktu pelaksanaan
Seringnya acara yang melibatkan blogger berlangsung pada hari kerja sehingga hanya weekend saja waktu yang bisa saya sempatkan untuk mengikuti acara. Tetapi ada juga saatnya saya mengikuti acara meskipun hari kerja asalkan saya pas bisa menghadirinya.

3. Kondisi badan sedang fit
Bekerja seharian sejak senin hingga jumat di lapangan terkadang membuat saya merasa kelelahan sehingga sabtu dan minggu saya dedikasikan untuk meliburkan diri dari rutinitas. Tetapi ada kalanya saya tetap berangkat ke suatu acara apabila memang memungkinkan.

4. Mendapatkan izin dari keluarga untuk keluar diakhir pekan
Pada hari kerja, saya sudah meninggalkan anak untuk bekerja selama kurang lebih 7 jam perhari. Oleh karena itu, weekend juga menjadi hari yang khususkan untuk bermain bersama keluarga. Apabila mendapatkan izin maka saya akan mengikuti acara walaupun jatuh diakhir pekan. Terkadang saya membawa keluarga juga jika acara yg berlangsung mengizinkan untuk membawa anak.

Nah itulah beberapa alasan mengapa saya jarang sekali mengikuti acara yang dikhususkan untuk blogger. Bukannya tidak mau, tapi saya malah ingin sekali bertemu dengan kawan-kawan blogger yang tentunya dapat meningkatkan wawasan.

Mengingat langkanya kesempatan yang saya miliki untuk datang ke suatu acara, maka saya berusaha untuk mengoptimalkan diri ketika datang ke acara blogger baik dekat ataupun jauh.

Bagaimana cara mengoptimalkan diri datang ke acara atau kopdar blogger? Berikut adalah beberapa tips dari saya:

1. Untuk datang ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal maka kita membutuhkan cost lebih. Oleh karena itu kita perlu mensiasatinya dengan menggunakan kendaraan umum seperti CRL Commuter Line, Trans Jakarta dan lain-lain. Bisa juga menyewa kendaraan apabila berangkatnya bersama dengan rombongan teman lainnya.

2. Janjian bersama teman untuk berangkat bareng karena dapat menghemat waktu tanpa ada acara kesasar di suatu tempat.

3. Pelajari terlebih dahulu tema yang akan diangkat dalam event tersebut. Hal ini diperlukan agar kita mudah dalam melakukan eksplorasi terhadap event yang berlangsung.

4. Datang lebih awal untuk melihat lokasi, mempelajari tempat dan mencari sudut pandang penulisan. Sekaligus menjadi cara untuk bercengkerama dengan teman-teman blogger lainnya. Kalau acara sudah berlangsung pasti pada fokus ke acara semuanya kan?.

5. Optimalkan media sosial
Selain meningkatkan Klout Score juga sebagai sarana pencatat untuk mengambil bahan penulisan di blog nanti. Walaupun nanti kita mendapatkan press release, akan lebih baik jika kita meramunya dengan pengalaman sendiri juga saat datang ke acara tersebut.

6. Abadikan gambar terhadap semua moment penting. Ini sebagai bentuk dokumentasi terhadap tulisan kita nantinya.

7. Jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan agar mendapatkan materi wawasan lebih jelas lagi.

8. Segera tulis dalam blog saat masih segar dalam ingatan agar tidak terlupa.

Itu adalah beberapa tips dari saya untuk mengoptimalkan diri ketika datang ke acara blogger. Mungkin teman-teman memiliki tips juga dan dapat berbagi dengan saya. Terimakasih ya sebelumnya.

Evrinasp.com

Evventure Blog

Kumpulan Emak Blogger

kumpulan-emak-blogger

Warung Blogger

Photobucket

Blog Stats

  • 439,301 hits

Follow TWITTER

Kicauan TWITTER

Almanak

April 2016
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
%d bloggers like this: