//
you're reading...
Other

Cerita Mading

cerita mading

Jika diminta menuliskan soal mading alias majalah dinding, saya kebingungan nih soalnya bukan aktivitas mading. Maklum zaman sekolah dulu saya lebih senang kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) yang mengandalkan tenaga. Ekskul macam apa itu Ev? Bukan pencak silat sih, hanya paskibra dan PMR saja. Wuih dulu saya sampai ke Gedung Joang 45 lho sewaktu menjadi anggota paskibra di SMP.

Nah, sewaktu masuk ke masa SMA, saya mulai mengikuti ekskul yang kerohanian alias Rohis atau rohani islam. Di sinilah saya mengenal yang namanya mading. Dulu, saya menjadi salah satu staf seksi syiar di Rohis SMA. Tugasnya mencari artikel-artikel mengenai keislaman yang nyaman untuk dibaca, tidak keras dan mengekang. Jadi tugas saya dan teman-teman di Seksi Syiar adalah bagaimana memberikan pengetahuan tentang keislaman dengan cara yang tidak frontal. Soalnya kalau terlalu frontal nanti malah tidak ada yang mau ikut kegiatan Rohisnya.

O iya, saya dulu sekolah di SMA Negeri 3 Bogor. Kegiatan Rohis sekolah terbilang aktif lho. Karena saya masuk ke seksi syiar, maka saya bertugas untuk mengupdate informasi yang ada di Rohis sekolah. Saya ingat banget, zaman dulu belum familiar sekali dengan computer, jadi kami membuat tulisan-tulisan tersebut di kertas polio, kertas daur ulang, atau kertas putih dan warna-warni yang ditulis dengan cantik dan didesign semenarik mungkin. Tujuannya apa? agar teman-teman di sekolah mau membacanya. Biasanya kan pada malas ya membaca yang terlalu serius apalagi soal agama. Untuk itu kami sebisa mungkin mengemasnya dengan cara yang mudah dipahami dan menarik untuk pembaca.

Kalau tidak salah ingat, kami membagi space mading menjadi bagian berikut ini:

  1. Informasi kegiatan Rohis yang berisi kegiatan jangka pendek dan panjang dari ekskul Rohis.
  2. Informasi keagamaan berupa tulisan dakwah yang ringan
  3. Cerita pendek islam, disesuaikan dengan ada atau tidaknya kiriman cerita juga sih
  4. Tips dan informasi bermanfaat terutama yang menyangkut dengan kegiatan belajar di sekolah

Ekskul Rohis kami terbilang sangat aktif lho. Saya ingat sekali, dulu sampai pernah melaksanakan Mabit dan Rihlah ke Curug (dimana ya lupa) dengan peserta dari luar Rohis. Kemudian tim nasyidnya juga beberapa kali memenangkan lomba nasyid (ehem saya masuk tim nasyid peremuan lho) dan lomba lainnya. Makanya saya senang mengikuti ekskul ini hingga saya lulus.

Sekarang bagaimana ya kondisi Rohis di sekolah saya? Sepertinya semakin maju, karena adik-adik zaman sekarang pasti lebih menguasai teknologi. Andai dulu jiwa blogger saya sudah muncul, pasti saya bakalan Menuhin mading Rohis sekolah deh. Sayangnya jiwa blogger baru muncul ketika saya sangat dewasa, entah mengapa?. Mungkin itu sebabnya saya menjadi blogger saat ini.

About evrinasp

I am an Agricultural Extension Officer, Blogger and Hiker

Discussion

2 thoughts on “Cerita Mading

  1. Aku waktu SMA malah nggak ada mading, yang ada waktu SMP aja. Itupun nulisnya cuma di kertas tulis biasa diisi puisi, cerpen atau humor. Sederhana banget. Kalo sekarang mah keren2 mading anak2 sekolah😀

    Posted by liannyhendrawati | April 6, 2016, 12:13 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: